,
tu
Tim Penulis
:A.
Saepul Hamdani
-
IAIN Sunan Ampel SurabayaKusaeri
-IAIN
Sunan AmDel SurabavaIrzani
-IAIN
lvlataramMulin Nu'man
-
UNISIVIA Malang:
.: .
'':
Learning Assistance Program
for
Islamic
Schools'
:
'Pendidikan
Guru Madrasah
Ibtidaiyah
.,
:
|
:Pernyataan
Berkuantor
dan
Penalaran
Nlalenralaka 1
e-E
/.?
Lembar Keqiaton
6.1.A
DISKUSI
BERPASANGAN:
PERNYATAAN
BERKUANTOR
Petunjuk
'I
.
Bacalah uraian materi 6 tentang pernyataan berkuantor dan penalaran matematika.2.
Cari pasangan untuk saling mengajukan pertanyaan3.
Laporkan padadosen
pertanyaan yang belum terjawab untuk didiskusikan4.
Presentasikan jawaban yang sudah dibuatPertonyaon
Diskusi
Bacalah uraian
maieridan
diskusikan pertanyaan berikut1.
Tentukan nilai kebenaran dan negasi pernyataan berkuantorberjkutjika
semesta pembicaraannya X=
11,2,3,4,51a.
Vx(4+x<10)
b.
lx(4+x=7)
c.
Vx(4+x
7)
d. lx(4+x>8)
2.
Tentukan nilai kebenaran dan negasi dari setiap pernyataan berlkut ini dengan semesta pembicaraan himpunan A = {1, 2, 3}a)
Vx
:y
(x'<
y + 1)b)
:x
Vy (x' +y'
< 13)c)
:x
ly
(x'+
y'<
13)d)
vx
vy (x'+
y'<
20)e)
nx
=y
=z(*+y'<z')
3.
Pada setiap nomor berikut ini terdapat dua premis. Tentukan 0ika ada) konklusi validyang dapat ditarik dari premis-premis tersebut dan bagaimana menyusun argumen sampai pada konklusi tersebut
a)
Jika sayatinggaldi
sini, saya berada dalam bahaya. Tetapi saya ingintinggaldi
stnlb)
Jika saya menjadi raja, saya sangat berkuasa. Tetapi saya bukan seorang rajac)
Saya akan tinggal di apanemen hanya jika saya seorang milyuner. Sekarang saya o)e)
tinggal
diapartemen
Ketika berlari, saya cepat letih jika tidak berlari pelan-pelan. Saya tidak letih. Jika ada tugas rumah
daridosen,
mahasiswa dan mahasiswi merasa senang; danjika harus mengikuti perkuliahan mahasiswa dan mahasiswi merasa mengantuK.
Mahasiswa dan mahasiswi merasa tidak senang atau tidak
mengantuk
f
-I
1
----l
0-l
Lembor
Keoiofon
6.1.B
TUGAS
INDIVIDU:
PENALARAN
MATEMATIKA
Pertonyaon
Kerjakan semua soal di bawah ini dengan waktu 20 menit
'I
.
Misalkan p(x) menyatakan kalimat terbuka"l
s x". Apakah p(x) merupakan fungsipernyataan pada setiap himpunan berikut ini.
a)
A = {bilangan asli}b)
B = {-1, -2, -3, ...}2.
Tentukan nilai kebenarandarisetiap
pernyataan berikut ini dalam semestapembicaraan himpunan bilangan real
a)
lx(x'-2x+1=0)
b)
vx(x'+2x+
l>0)
3.
Tentuka4 negasi pernyataan-pernyataan pada soal nomor 2l4.
Diketahui pernyataan, "Ada segitiga samakakiyang
bukan segitiga sama sisi."Tulislah pernyataan tersebut dalam bentuk simbolikl Kemudian, tentukan negaslnya!
5.
Tentukan contoh lawan (counter example) dari setiap pernyataan berikut ini dalam himpunan B = {4, 5, 6,..., 10}la)
Vx
(x
bilangan prima)b)
Vx
(x+4<13)
6.
Tentukan nilai kebena.an dan negasidari pernyataanfx
vy
:z
(x'
+y'
< 23) dengan. semesta pembicaraan himpunan A = {1, 2, 3}
7.
Manakah di antara argumen-argumen berikut ini yang merupakan argumen valid?Tentukan juga tipe argumen yang dipakai!
a.
Jika udara dingin, saya akan tinggal di rumafl Jika udara dingin. saya akan minum kopi panasKonklusi: Jika saya tinggal di rumah, saya akan minum kopi panas
b.
Sayamakanjika
saya lapar Saya makanKonklusi: Saya lapar
c.
Jika saya sedih, saya akan berdoa; dan jika saya berbahagia, saya akan mengoDrotSaya tidak berdoa, tetapi saya tidak berbahagia
illalemarika 1
Lembor
Uroion Moteri 6.2
PERNYATAAN
BERKUANTOR DAN
PENALARAN
MATEMATIKA
Pada handout ini, materiyang akan diuraikan adalah:
'
Negasi Pernyataan Majemuk'
Konvers, Invers, dan Kontraposis;.
Tautologi, Kontradiksi, dan ekivalenKalimat matematika seringkali menggunakan kata yang menggambarkan kuantitas dari semesta pembicaraan. Untuk menggambarkan keseluruhan, sering digunakan kata "setiap", "semua", dan "untuk setiap". Untuk menggambarkan bagian atau kesatuan, sering digunakan kata "ada", "beberapa", dan "untuk suatu". Dalam logika matematika
penggunaan kata-kata tersebut harus rnengikuti aturan-aturan tertentu. Begitu juga dalam
menentukan nilai kebenaran dan ingkarannya.
Manusia diciptakan dalam keadaan yang sangal sempurna, karena dilengkapi dengan akal dan nafsu. Dengan akal, manusia diwajibkan untuk berpikir dan bernalar untuk
mengambil hikmah dari suatu peristiwa yang ada. Dalam Al-Qur'an surat Yusuf 11 1, Allah
berfirman yang artinya:
"Sesungguhnya
pada
kisah-kisah mereka itu terdapat pengaiaran bagi orang-orangyang
mempunyai akal.Al
Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapimembenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang
beiman.
Dalam logika rnatematika, penarikan kesimpulan (bernalar)juga mempunyai
aturan-aturan tenentu agar kesimpulan yang didapat benar-benar kesimpulan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Suatu argumen dikatakan sah (valid)
jika
dapat dibuktikan bahwa argumen tersebut merupakan tautologi untuk semua nilaikebenaran premis-premisnya. Metode yang sederhana untuk membuktikan suatu argumen valid adalah dengan bantuan tabel kebenaran.
A.
Pernyctoon Berkuontor
Sebelum kita bahas pernyataan berkuantor, terlebih dahulu kita bahas tungsi pernyaiaan.
Definisi
6.1:
Suatufungsi
pernyataan adalahsuaiu
kalimat terbuka dalamsemesta pembicaraannya (semesta pembicaraannya diberikan
ScLald cKslJllslt uar I llllprlSll)
Pernyataan dalam matematika sering dinyatakan sebagaifungsi pernyataan. Fungsi pernyataan ditulis sebagai p(x) yang bersifat bahwa p(a) bernilal benar atau salah (tidak keduanya) untuk setiap a (a adalah anggota dari semesta pembicara).
Jadip(a)
Suatu fungsi pernyataan akan menjadi suatu pernyataan jika variabel yang ada diganti dengan kata "ada", atau "semua" dari semesta yang ada. Jika semesta tidak disebutkan
secara eksplisit, semesta pembicaraan dari fungsi pernyataan adalah bilangan real (R). Contoh 6.1
p(x):
1+x>5
p(x) akan merupakaan fungsi pernyataan pada A = himpunan bilangan asli.
Tetapip(x)
bukan merupakan fungsi pernyataan pada K = himpunan bilangan kompleks.Dari contoh di atas terlihat bahwa fungsi pernyataan p(x) yang didefinisikan pada
himpunan tertentu akan bernilai
benarjika
variabelnya diawali dengan kata "untuk semua" anggota semesta pembicaraan, "beberapa" anggota semesta pembicaraan, atau "tidakada" anggota semesta pembicaraan yang memenuhi.
Definisi 6.2:
Kuantor adalah suatu lambang yang menunjukkan generalisasi suatukalimat terbuka.
Ada dua macam kuantor. vaitu kuantor ekslstensial dan kuantor universal.
Kuontor
Eksistensiol
(Khusus)
Simboll
dibaca "ada" atau "untuk beberapa" atau "untuk paling sedikit satu" disebutkuantor eksistensial. Jjka p(x) adalah fungsi pernyataan pada himpunan tertentu di B (himpunan semesta) maka
(:r€B)p
(x) ataulr,p
(r) adalah suatu pernyatan yang dibaca "ada x elemen B sedemikian hingga p(x) merupakan penyataanbenai'.
Contoh
6.2Benar atau salahkah pernyataan berkuantor
(lreR)
(2x-1>5)? (R = Bjlangan Real)JAWAO
(lr€R)
(2x-l>5)
mempunyai arti, "Ada suatu x sehingga berlaku 2x + 1 > 5." Jelas ini merupakan pernyataan yang benar, karena kita dapat menemukan x yang memenuhi pertidaksamaan 2x+
1 > 5, misalnya x = 3.Kuontor
Universol
(Umum)
Simbol
dibaca "untuk semua" atau "untuk setiap" disebut kuantor universal. Jika p(x)adalah fungsi pernyataan pada himpunan tertentu di B
(himpunan semesta) maka (VxeB)
p(x)
atauVr
pfr,
adalah suatu pernyatan yang dibaca "untuk setiap x elemen B sedemikian hingga p(x) merupakan penyataan benad'.Contoh
6.3 :Benar atau salahkah pemyataan berkuantor (VrceR) (2r +
I
> 5) ?Jawab
(VreR)
(1I + 1 > 5) mempunyai arti"untuk semua x berlaku 2x + 1 > 5". Jelas ini merupakan pernyataan yang salah, karena kita dapat menemukanxyang
tidakB.
Negosi
Pernyotoon
Berkuontor
Negosi Kuontor Universol
lvlisalkan ada pernyataan:p: Semua bilangan prima adalah ganjil
Jika dapat menemukan paling sedikit 1 bilangan prima yang tidak ganjil, maka pernyataan p di atas salah.
Dengan demikian, negasi dari semua x bersifat A, adalah "ada (paling sedikit satu) x tidak
bersifat A". Jadi, negasi kuantor universal adalah kuantor eksistensial. Secara simbolik
dapat ditulis:
:
[
(vx),
p(x)]=(:r)[
:p(x)]
Negosi Kuantor Eksistensial
Karena negasi kuantor universal adalah kuantor eksistensial, maka negasi kuantor eksistensial adalah kuantor universal. Sebagai contoh, pernyataan "ada r€-R sedemikian
hingga
x'<
0" dapat dinegasikan dengan pernyataan "semuar€R
memenuhi x2? 0". Secara simbolik::
[ (]x),
p(:r)l=(v-t)[ :p(x)]
Negosi Pernyotoon dengon
Voriobel Lebih
dori
Sotu
Secara simbolik
:
[
(:xvy, p(ay)]=V:r
:
[Vy,p(4y)]=Vx=y,: p(x,y)
:
[
(Vry,
p(x,y)]=lx
: [V.r,p(r,y)]=1xY y,:
p(x,y)
Contoh
6.4 :Tentukan nilai kebenaran dan negasi dari pernyataan berikut dengan semesta bilangan real
'
vr'rl(j!j
=r)
JAWAO:
a)
Pernyatan tersebut bernilai benar karena setiap diberikan suatu bilangan real x, maka bisa ditentukan satu bilangan real y (bilangan x sendiri) sehingga x = y.Neg a si dari V:r17 (:r:
-
l)
ad a la hlj.Vl,
(j' + t )Pe.nyataan tersebut bernilaisalah karena ada x = 0 dan ada y = 2,
sehingga
x+y.
Negasidari
:rvy
(jr =1,) ada,ahV:'1,
(r+l)
C.
Penoloran /lAotemotiko (Penorikon
Kesimpulon)
Logika berkenaan dengan penalaran yang dinyaiakan dengan pernyataan variabel. Suatu pembuktian yang bersifat matematik atau tidak, terdiri atas pernyataan-pernyataan yang saling berelasi. Biasanya kita memulai dengan pernyataan-pernyaiaan tertentu yang
diterima kebenarannya dan kemudian berargumentasi untuk sampai pada konklusi
(kesimpulan) yang ingin dibuktikan.
Pernyataan-pernyataan yang digunakan untuk menarik suatu kesimpulan disebut premis. Suatu premis dapat berupa aksioma, hipotesa, definisi, atau pernyataan yang sudah dibuktikan sebelumnya. Argumen adalah kumpulan kalimat yang terdiri atas satu atau lebih premis yang mengandung bukti-bukti dan suatu konklusi (kesimpulan).
Konklusi diturunkan dari premis-premis. Dalam argumen yang valid, konklusi akan bernilai
benarjika setiap premis yang digunakan dalam
argumenjuga
be.nilai benar.Bentuk kebenaran yang digeluti matematikawan adalah kebenaran relatif. Eenar atau salahnya suatu konklusi hanya dalam hubungan dengan sistem aksiomatik tertentu. Konklusi itu
benarjika
mengikuti hukum-hukum logika yang valid dari aksioma-aksioma sistem itu, dan negasinya adalah salah.Untuk menentukan validitas suatu argumen digunakan beberapa cara antara lain sebagai
berikut:
Modus
PonensBentuk argumen Modus Ponens adalah
Premisl
:pJq
Premis
2
:p
Konklusi
:q
Contoh
6.5 iPremis
I
: Jika segitiga ABC samasisi, maka segitiga ABC samakakiPremis
2
: Segitiga ABC samasisiKonklusi
: Segit'ga ABC samakakilvlodus
Tolens
Bentuk argumen l\,4odus Tolens adalah
Premis
l
:p+q
Premis
2
:-q
Konklusi
:-p
Conloh
6.6 :Premis
1
:Jika
segitiga ABC samasisi, maka segitiga ABC samakakiPremis
2
; Segitiga ABC bukan samakakiKonhlusi
: Segitiga ABC bukan samasisiSilogismd
Bentuk argumen silogisma adalah
Premis
l
:p+q
Premis
2
:q
)r
Konklusi
:Contoh
6.7 :Premis
1
:Jika
segitiga ABC samasisi, maka segitiga ABC samakakiPremis
2
:Jika
segitiga ABC samakaki, maka dua sudutnya sama besarMalelralika 1
Silogismo
Disjungtif
Bentuk argumen silogisma disjungtif adalah Premis
1
:pvg
Premis
2
:'q
Konklusi
: pJika ada kemungkinan bahwa kedua pernyataan p dan g dapat sekaligus bernilai benar, maka argumen di bawah ini tidak valid.
Premis
1
:pvq
Premis2
: gKonklusi
:-p
Tetapijika
kedua kemungkinan kedua pernyataan p dan q tidak sekaligus bernilai benar(disjungsi eksklusi0,maka silogisma disjungsi diatas adalah valid.
Contoh
6-8 :Premis
1
:2
bilangan ganjil atau bilangan prima (B) Premis2
:2
bukan bilangan ganjil (B)Konklusi
:2
bilangan prima (B)Konjungsi
Bentuk argumen konjungsi adalah Premis
1
: pPremis
2
:g
Konklusi
:p^q
Adinya: p benar, q benar. l\,4aka p
^
q benarContoh
6,9 :Premis
l
:6
bilangan genap Premis2
:6
bilangan kelipatan 3Konklusi
:6
bilangan genap dan keiipatan 3Penanbohon
Bentuk argumen penambahan adalah
Premis
I
:p
Konklusi
:pvg
Artinya: p benar. Maka p
v
q benar (tidak peduli q benar atau salah)Conloh
6.10:
Premis
l
:6
bilangan genapKonklusi
:6
bilangan genap atau kelipatan 4Dilemo
Konstruktif
Bentuk argumen dilema konstruktif adalah Premis
1
:(p+q)^(r)s)
Premis
2
:pv
rKonklusi
:qv
sContoh
6.11 :satu sudut segitiga ABC adalah 900 maka segitiga ABC siku-siku Premjs
2
: Segitiga ABC samasisi atau besar salah satu sudutnya 900Konklusi
: Segitiga ABC samakaki atau segitiga ABC siku-sikuDilemo
Destruktif
Bentuk argumen dilema destruklif adalah
Premis
1 :(p)q)^(r
)s)
Premis2
:-qv's
Konklusi
:-pv-r
Contoh
6.'12 :Premis
1
: Jika segitiga ABC samasisi, maka segitiga ABC samakaki;jika besar semua sudut segitiga ABC <900, maka segitiga ABC IancipPremis
2
: Segitiga ABC tidak samakaki atau tidak lancip.Konkiusi
: Segitiga ABC tidak samasisi atau besar sudut segitjga ABCada
yang tidakLembor
Peniloian
6.4
Jenis
Peniloion
Penilaian pada pertemuan ini yaitu tes tertulis uraian.
fnstrunen
Peniloion
Tes Tulis
Kerjakan semua soal latihan
1.
Buatlah 1 contoh pernyataan matematika (torema atau definisi) yang memuat kuantor eksistensial dan 1 contoh pernyataan matematika (torema ataudefinisi)yang
memuat kuantor universal.2.
Tentukan nilai kebenaran dari setiap pernyataan berikut ini dalam semesta pembicaraan himpunan bilangan reala.
lr(-rz-2r+6=0)
b.
vY(a
2Y-1
n)
3.
Tentukan negasi dari pernyataan berikut:/-
_)u.(o,X'.r.€R-0)
, liek
\J
)
'
,'-o')
b. {
lr..t
xjr-t
./(.r ll 't-!,
/
4.
Diketahuipernyataan:a)
Setiap bilangan kuadrat lebih besar atau sama dengan nolb)
Jurnlah kuadrat setiap bilangan real lebih kecil atau sama dengan kuadratjumlah setiap bilangan real.Tulislah pernyataan tersebut dalam bentuk simbolikl Kemudian tentukan negasinya!
5.
Manakah di antara argumen-argumen berikul inj yang meripakan argumen valid?Tentukan juga tipe argumen yang dipakai!
a)
Jika kamu banyak membaca buku, kamu akan tahu banyak hal Kamu tidak tahu banyak halKonklusi: Kamu tidak banyak membaca buku
b)
Perut sayasakiljika
makan rujak pedas dan tidak dapat tidur nyenyak sehabisnonton film horor
Perut saya tidak sakit dan dapat tidur nyenyak
Konklusi: Saya tidak makan rujak pedas dan tidak menonton film horor
6.
Pada setiap nomor berikut ini terdapat dua premis. Tentukan (iika ada) konklusi valid yang dapat ditarik dari premis-premis tersebut dan bagaimana menyusun argumen sampai pada konklusi tersebuta)
Saya orang yang bijaksana atau bodoh. Tetapi saya pasti bukan orang bodohb)
Jika tidak belajar maka mahasiswa akan bodoh; dan jika iidak suka keperpustakaan mahasiswa akan kurang pengetahuan. Mahasiswa tidak bodoh atau tidak kurang pengalaman.
DAFTAR
rusTAKA
6.5
Hudoyo, H, & Sutawidjqa, A,.1997. Matematka. Jakarta: Dirjen Dikti Rachmat, S. 2004. Pengantar Logika Matematika. Jakafta: Informatika
Rosen, KH. 2003. Discrete Mathematics and lts Application. McGraw-Hill Higher
Education
Seputro, TMHT. 1992. Pengantar Dasar Matematika: Loqika dan
Teo
Himpunan.Jakarta: Erlangga
Soekadijo, RG. 2001. Logika Dasar: Tradisional, Simbolik, dan Induktif. Jakarta.
Gramedia Pustaka Utama