BAB II
DATA PENUNJANG
2.1. Multimedia
Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar , animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dunia hiburan, multimedia juga diadopsi oleh dunia Game. Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri. Di dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning1
2.2. CD Interaktif / Media Interaktif
CD interaktif adalah program interaktif yang dibuat untuk menyampaikan informasi penting dimana user dapat menavigasikan program tersebut. Kenapa disebut CD karena media penyimpanannya mayoritas adalah sebuah kepingan CD. cd interaktif harus bersifat Plug and Play dan jalan secara autorun. Dari segi fungsi dan tujuannya cd interaktif dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu :
1. CD interaktif Company Profile 2. CD interaktif Pembelajaran 3. CD interaktif tutorial 4. CD interaktif simulasi
5. CD interaktif Portofolio atau CV
6. CD interaktif Katalog Product/ Product Tour 7. CD interaktif Wedding / Invitation
1
Danang Satryo, Arti Multimedia,
CD interaktif biasanya dibuat dengan program adobe flash, adobe director,
dan swishmax. Dan cd interaktif mempunyai extension EXE (windows Executable).
Sebenarnya cd interaktif tidak harus dikemas dalam bentuk CD, karena masih banyak media storage lainya seperti USB Flash Drive, kartu memori (SDcard/MMC), atau ditanam di dalam sebuah media seperti Handphone dsb2.
CD interaktif anak merupakan sebuah media pembelajaran yang cukup efektif untuk membantu proses belajar anak, khususnya pendidikan anak usia dini (PAUD). Pembelajaran melalui CD interaktif anak yang diterapkan pada anak usia dini tentunya dapat menstimulasi beberapa kecerdasan. Misalnya kecerdasan kognitif yaitu dengan bertambahnya pengetahuan anak dan kemampuan anak dalam memahami sesuatu. Kecerdasan bahasa, yaitu dilihat dari bertambahnya kosa kata anak.
CD interaktif anak bisa menjadikan anak bersemangat dalam belajar dan seolah-olah tidak sedang belajar tapi bermain. Hal ini karena kemasan materi pelajaran yang ada dalam cd interaktif anak biasanya dikemas dalam bentuk permainan atau game edukasi yang sangat menarik, penuh dengan warna warni dilengkapi dengan suara-suara dan lagu serta musik sehingga menjadikan anak-anak betah dan tanpa terasa materi-materi pelajaran yang diajarkanpun bisa diserapnya3.
Dari data diatas, media yang akan penulis gunakan adalah cd interaktif pembelajaran, dimana target sasaran yang pernah penulis sebutkan yaitu berumur 7 sampai dengan 12 tahun.
2.3. 99 Asmaul Husna
Asmaul Husna secara harfiah ialah nama-nama, sebutan, gelar Allah yang
baik dan agung sesuai dengan sifat-sifatNya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah.
Para ulamanya menekankan bahwa Allah adalah sebuah nama kepada Dzat yang pasti ada namanya. Semua nilai kebenaran mutlak hanya ada (dan bergantung) padaNya. Dengan demikian, Allah Yang Memiliki Maha Tinggi. Tapi juga Allah Yang Memiliki Maha Dekat.
2
Taufiq Zulfikar, Pengertian CD Interaktif, www.sahabatdesain.com, terakhir diakses tanggal 25 Februari 2011.
3
Allah Memiliki Maha Kuasa dan juga Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sifat-sifat Allah dijelaskan dengan istilah Asmaul Husna yaitu nama-nama, sebutan atau gelar yang baik4.
Firman Allah SWT dalam surat Al-Araf ayat 180 :
“Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan
menyebut asmaul husna itu dan tinggakanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan“.
Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT beserta artinya : 1. Ar-Rahman artinya Yang Maha Pemurah.
2. Ar-Rahim artinya Yang Maha Mengasihi.
3. Al-Malik artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung. 4. Al-Quddus artinya Yang Maha Suci.
5. Al-Salam artinya Yang Maha Selamat Sejahtera.
6. Al-Mu'min artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan. 7. Al-Muhaimin artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas. 8. Al-Aziz artinya Yang Maha Berkuasa.
9. Al-Jabbar artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya. 10. Al-Mutakabbir artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya. 11. Al-Khaliq artinya Yang Maha Pencipta.
12. Al-Bari artinya Yang Maha Menjadikan. 13. Al-Musawwir artinya Yang Maha Pembentuk. 14. Al-Ghaffar artinya Yang Maha Pengampun. 15. Al-Qahhar artinya Yang Maha Perkasa. 16. Al-Wahhab artinya Yang Maha Penganugerah. 17. Al-Razzaq artinya Yang Maha Pemberi Rezeki. 18. Al-Fattah artinya Yang Maha Pembuka.
19. Al-'Alim artinya Yang Maha Mengetahui. 20. Al-Qabidh artinya Yang Maha Pengekang. 21. Al-Basit artinya Yang Maha Melimpah Nikmat. 22. Al-Khafidh artinya Yang Maha Perendah/ Pengurang.
4
23. Ar-Rafi' artinya Yang Maha Peninggi.
24. Al-Mu'izz artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan. 25. Al-Muzill artinya Yang Maha Menghinakan.
26. As-Sami' artinya Yang Maha Mendengar. 27. Al-Basir artinya Yang Maha Melihat. 28. Al-Hakam artinya Yang Maha Mengadili. 29. Al-'Adl artinya Yang Maha Adil.
30. Al-Latif artinya Yang Maha Lembut serta Halus. 31. Al-Khabir artinya Yang Maha Mengetahui. 32. Al-Halim artinya Yang Maha Penyabar. 33. Al-'Azim artinya Yang Maha Agung. 34. Al-Ghafur artinya Yang Maha Pengampun. 35. Asy-Syakur artinya Yang Maha Bersyukur. 36. Al-'Aliy artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia. 37. Al-Kabir artinya Yang Maha Besar.
38. Al-Hafiz artinya Yang Maha Memelihara. 39. Al-Muqit artinya Yang Maha Menjaga. 40. Al-Hasib artinya Yang Maha Penghitung. 41. Al-Jalil artinya Yang Maha Besar serta Mulia. 42. Al-Karim artinya Yang Maha Pemurah. 43. Ar-Raqib artinya Yang Maha Waspada. 44. Al-Mujib artinya Yang Maha Pengkabul. 45. Al-Wasi' artinya Yang Maha Luas. 46. Al-Hakim artinya Yang Maha Bijaksana. 47. Al-Wadud artinya Yang Maha Penyayang. 48. Al-Majid artinya Yang Maha Mulia.
49. Al-Ba'ith artinya Yang Maha Membangkitkan Semula. 50. Asy-Syahid artinya Yang Maha Menyaksikan.
51. Al-Haqq artinya Yang Maha Benar
52. Al-Wakil artinya Yang Maha Pentadbir/mewakili. 53. Al-Qawiy artinya Yang Maha Kuat.
54. Al-Matin artinya Yang Maha Teguh. 55. Al-Waliy artinya Yang Maha Melindungi.
56. Al-Hamid artinya Yang Maha Terpuji. 57. Al-Muhsi artinya Yang Maha Penghitung.
58. Al-Mubdi artinya Yang Maha Pencipta dari Asal.
59. Al-Mu'id artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan. 60. Al-Muhyi artinya Yang Maha Menghidupkan.
61. Al-Mumit artinya Yang Mematikan. 62. Al-Hayy artinya Yang Senantiasa Hidup.
63. Al-Qayyum artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri. 64. Al-Wajid artinya Yang Maha Penemu.
65. Al-Majid artinya Yang Maha Mulia. 66. Al-Wahid artinya Yang Maha Esa. 67. Al-Ahad artinya Yang Tunggal.
68. As-Samad artinya Yang Menjadi Tumpuan. 69. Al-Qadir artinya Yang Maha Berupaya. 70. Al-Muqtadir artinya Yang Maha Berkuasa 71. Al-Muqaddim artinya Yang Maha Menyegera. 72. Al-Mu'akhkhir artinya Yang Maha Penangguh. 73. Al-Awwal artinya Yang Pertama.
74. Al-Akhir artinya Yang Akhir. 75. Az-Zahir artinya Yang Zahir. 76. Al-Batin artinya Yang Batin.
77. Al-Wali artinya Yang Wali / Yang Memerintah. 78. Al-Muta'ali artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia. 79. Al-Barr artinya Yang banyak membuat kebajikan. 80. At-Tawwab artinya Yang Menerima Taubat.
81. Al-Muntaqim artinya Yang Menghukum Yang Bersalah. 82. Al-'Afuw artinya Yang Maha Pengampun.
83. Ar-Ra'uf artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang. 84. Malik-ul-Mulk artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal.
85. Dzul-Jalal-Wal-Ikram artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan. 86. Al-Muqsit artinya Yang Maha Saksama.
87. Al-Jami' artinya Yang Maha Pengumpul.
89. Al-Mughni artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan. 90. Al-Mani' artinya Yang Maha Pencegah.
91. Al-Darr artinya Yang Mendatangkan Mudharat. 92. Al-Nafi' artinya Yang Memberi Manfaat.
93. Al-Nur artinya Cahaya.
94. Al-Hadi artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk.
95. Al-Badi' artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya. 96. Al-Baqi artinya Yang Maha Kekal.
97. Al-Warith artinya Yang Maha Mewarisi.
98. Ar-Rasyid artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran. 99. As-Sabur artinya Yang Maha Penyabar / Sabar5.
2.4. Ornamen Mesjid
Salah satu bangunan mesjid yang akan ditampilkan berupa vector yaitu Mesjid Nabawi. Mesjid ini adalah salah satu mesjid yang diagungkan oleh Nabi Muhammad SAW, dua diantaranya yaitu Mesjid Al Aqso dan Mesjid Al-Haram.
Gambar 2.1 Referensi gambar Mesjid Nabawi
Sejarah Mesjid Nabawi
Masjid asli dibangun oleh Nabi Muhammad (saw), di samping rumah di mana ia menetap setelah perjalanannya ke al-Madinah pada 622 Masehi. Masjid asli adalah sebuah bangunan terbuka dengan panggung untuk membaca Al Qur’an. Ini adalah kandang persegi panjang 30 m × 35 m (98 ft x 110 ft), dibangun dengan batang kelapa dan dinding lumpur, dan diakses melalui tiga pintu; Bab Rahmah ke selatan,
5
Godam 64, 99 Nama Allah SWT Asmaul Husna, http://organisasi.org/99-nama-allah-swt-asmaul-husna-sembilan-puluh-sembilan-sebutan-tuhan-asmaul-husnah, terakhir diakses tanggal 21 Desember 2007, Jam 13.40 Wib.
Bab Jibril ke barat Bab al-Nisa ‘dan ke timur. Rencana dasar bangunan sejak saat itu telah diadopsi dalam membangun masjid lain di seluruh dunia.
Di dalam, Muhammad (saw) menciptakan area teduh ke selatan disebut
Suffah dan selaras ruang doa menghadap ke arah utara Yerusalem. Ketika kiblat
(arah shalat) diubah untuk menghadapi Ka’bah di Mekah, masjid ini kembali berorientasi ke selatan. Masjid ini juga menjabat sebagai pusat komunitas, pengadilan, dan sekolah agama. Tujuh tahun kemudian (629 AD / 7 AH), masjid itu dua kali lipat untuk mengakomodasi meningkatnya jumlah Muslim.
Masjid asli, dibangun oleh Nabi Muhammad (saw) penguasa Islam Setelah terus memperbesar dan memperindah masjid selama berabad-abad. Pada 707, Umayyah Khalifah Al-Walid bin Abd al-Malik (705-715) menggantikan struktur lama dan membangun yang lebih besar di tempatnya, menggabungkan makam Muhammad (saw). Masjid ini adalah 84 m × 100 m (280 ft × 330 ft) dalam ukuran, dengan yayasan batu dan atap jati didukung pada kolom batu. Dinding masjid dihiasi dengan mosaik oleh pengrajin Koptik dan Yunani, mirip dengan yang terlihat di Masjid Umayyah di Damaskus dan Kubah Batu di Yerusalem (dibangun oleh
khalifah yang sama), halaman ini dikelilingi oleh galeri di empat sisi, dengan empat
menara pada sudutnya. Sebuah mihrab atasnya oleh sebuah kubah kecil dibangun di dinding kiblat.
Abbasiyah Khalifah al-Mahdi (775-785) menggantikan bagian utara masjid Al-Walid di antara 778 dan 781 untuk memperbesar lebih lanjut. Ia juga menambahkan 20 pintu ke masjid; delapan pada masing-masing dinding timur dan barat, dan empat di dinding utara.
Selama masa pemerintahan Sultan Mamluk Qalawun, kubah didirikan di atas
makam Muhammad (saw) dan sebuah air mancur wudhu dibangun di luar Bab
al-Salam. Sultan Al-Nasir Muhammad membangun kembali menara keempat yang
telah hancur sebelumnya. Setelah sambaran petir menghancurkan sebagian besar masjid di 1481, Sultan Qaitbay membangun kembali barat, timur dan dinding kiblat.
Masjid Nabawi sebelum ekspansi terakhir ini sultan Ottoman yang menguasai al-Madinah dari 1517 sampai Perang Dunia I juga membuat tanda mereka. Sultan Suleiman the Magnificent (1520-1566) membangun kembali dinding barat dan timur masjid dan membangun menara timur laut dikenal sebagai al-Suleymaniyya. Dia menambahkan suatu mihrab yang baru al-Ahnaf di samping Muhammad (saw)
mihrab al-Shafi’iyyah dan menempatkan kubah baru yang tercakup dalam lembar timbal dan dicat hijau di atas (melihat) rumah Muhammad dan makam.
Selama masa pemerintahan Sultan Ottoman Abdülmecid (1839-1861), masjid sepenuhnya direnovasi dengan pengecualian dari (melihat) Muhammad Tomb, tiga mihrabs, yang mimbar dan menara Suleymaniyya. Kantor polisi ini diperbesar untuk menyertakan sebuah daerah wudhu ke utara. Ruang doa ke selatan itu dua kali lipat lebar dan ditutup dengan kubah-kubah kecil yang sama dalam ukuran kecuali untuk kubah yang terletak mihrab, Bab al-Salam dan Muhammad (saw) Tomb. Kubah dihiasi dengan ayat-ayat Al-Quran dan garis dari Qasida al-Burda (Poem dari Mantle), puisi oleh penyair terkenal abad ke-13 Arab Busiri. Dinding kiblat ditutupi dengan ubin mengkilap menampilkan kaligrafi Alquran. Lantai ruang doa dan halaman itu diaspal dengan marmer dan batu merah dan sebuah menara kelima
al-Majidiyya, dibangun di sebelah barat kandang.
Setelah berdirinya Kerajaan Arab Saudi pada tahun 1932, masjid mengalami beberapa modifikasi utama. Pada tahun 1951 Raja Ibnu Saud (1932-1953) memerintahkan pembongkaran sekitar masjid untuk membuat jalan bagi sayap baru di sebelah timur dan barat ruang doa, yang terdiri dari kolom beton dengan lengkungan runcing. kolom yang lebih tua diperkuat dengan beton dan menguatkan dengan cincin tembaga di bagian atas. Menara Suleymaniyya dan Majidiyya digantikan oleh dua menara dalam gaya kebangkitan Mamluk. Dua menara tambahan didirikan di timur laut dan barat laut masjid. Perpustakaan dibangun di sepanjang dinding barat ke rumah Alquran bersejarah dan teks-teks agama lain.
Pada tahun 1973 Raja Saudi Faisal bin Abdul Aziz memerintahkan pembangunan tempat penampungan sementara di sebelah barat masjid untuk mengakomodasi meningkatnya jumlah jamaah tahun 1981, masjid tua itu dikelilingi oleh daerah doa baru pada sisi ini, memperbesar lima kali ukurannya.
Gambar 2.3 Referensi gambar Mesjid Nabawi dari jauh
Renovasi terakhir berlangsung di bawah Raja Fahd dan telah sangat meningkatkan ukuran masjid, memungkinkan untuk mengadakan sejumlah besar jamaah dan peziarah dan menambah kenyamanan modern seperti AC. Dia juga diinstal 27 kubah bergerak di atap Masjid Nabawi6.
Gambar 2.2 Referensi gambar dalam Mesjid Nabawi
2.5. Eksperimen bahasa rupa
Apakah Bahasa Rupa itu? Prof. Dr. Primadi Tabrani dari FSRD ITB secara sederhana menyebut Bahasa Rupa sebagai gambar yang bercerita. “Gambar” yang dimaksud disini tentu bukan saja lukisan tetapi segala karya visual manusia seperti lukisan, patung, atau ornamen dalam benda-benda yang ada di sekitar kita. Karya
6
Mohamad Umar, Sejarah Mesjid Nabawi, http://omarblega.wordpress.com/2010/12/26/sejarah-masjid-nabawi/, terakhir diakses tanggal 26 Desember 2010.
visual manusia oleh Profesor Primadi dibagi menjadi dua yaitu Ruang Waktu Datar (RWD) dan Naturalis – Perspektif – Moment opname (NPM).
Ruang Waktu Datar
Manusia sejak jaman prasejarah, cenderung berfikir Kosmos, holistik, total. Seluruh dunia, termasuk barat, menggambar dengan sistem RUANG WAKTU DATAR. Karena berdimensi waktu, maka bisa bercerita. Hal ini bisa dilihat dalam berbagai gambar-gambar di dalam gua prasejarah, yang lebih jelas terlihat dalam relief borobudur. Sistem RWD menggambar dari berbagai tempat / arah / waktu. Gambar yang dihasilkan berupa sekuen yang bisa terdiri dari beberapa adegan, dan gambar tidak di”penjara” dalam frame, tapi “bergerak” dalam ruang dan waktu. Seni visual ini lebih sering bercerita dalam dua dimensi meskipun berwujud tiga dimensi.
Masyarakat Yunani yang berfikir Antropos dimana semua didasarkan pada manusia, menggambar = seperti dilihat oleh mata – yang dikenal sebagai Naturalis. Sistem NPM menggambarkan dari satu tempat / arah / waktu .
Apa yang digambar di”abadi”kan jadi sebuah adegan yang berupa gambar mati still picture, dimana gambar di”penjara”kan dalam sebuah bingkai frame. Senirupa Barat sejak Renesan memakai sistem menggambar NPM. Adapun ciri-ciri spesifik NPM adalah ditarik dari satu perspektif, menghilangkan dimensi waktu, dan memenangkan ruang sehingga mampu memvisualisasikan tiga dimensi meski dalam wujud dua dimensi7.
Gambar 2.4 Contoh Eksperimen Bahasa Rupa
7
Timurizer, Berkenalan Dengan Bahasa Rupa,https://timurizer.wordpress.com/2009/09/25/berkenalan-dengan-bahasa-rupa, terakhir diakses tanggal 25 September 2009.