LAPORAN TAHUNAN A N N U A L R E P O R T
MENCINTAIMU
INDONESIAKU
Men
CINTAImu
INDONESIAku
Kepulauan Seribu
The Thousand Islands Jakarta, Indonesia
TENTANG COVER
DAFTAR ISI
COVER STORY
TABLE OF CONTENTS
Negara Kesatuan Republik Indonesia terlahir dari perjalanan panjang perjuangan masyarakat Indonesia yang bersepakat dan berkomitmen untuk hidup bersama di negeri nan elok di wilayah khatulistiwa.
Keindahan alam Indonesia telah diakui hingga ke mancanegara. Potret keindahan alam Indonesia yang menjadi super prioritas dan prioritas pengembangan destinasi wisata ditampilkan untuk ikut mensukseskan program pemerintah dalam meningkatkan pariwisata dalam negeri dan tentunya untuk lebih mencintai Indonesia kita.
The Unitary State of the Republic of Indonesia was born because of the long journey of a Indonesian people’s struggle who agreed and committed to living together in this beautiful country in the equatorial region. The natural beauty of Indonesia has been widely well known even to foreign countries. We will present a portrait of the natural beauty of Indonesia, which is a super priority and be a priority in the development of tourist destinations, to help the government program succeed in improving the domestic tourism sector and of course to love our Indonesia more.
Kepulauan Seribu merupakan gugusan pulau yang dimanfaatkan untuk konservasi dan wisata bahari yang terletak sekitar 45 km sebelah utara Jakarta.
Kepulauan Seribu is a cluster of islands that have been used for marine conservation and tourism, located around 45km north of Jakarta.
VISI DAN MISI VISION AND MISSION
SEREMONIA CEREMONIES BATAS TINGKAT SOLVABILITAS
RISK BASED CAPITAL
JARINGAN USAHA NETWORKS KINERJA KEUANGAN FINANCIAL HIGHLIGHTS PENGHARGAAN 2019 2019 AWARDS PRODUK-PRODUK PRODUCTS PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE LAPORAN AUDIT AUDITOR’S REPORT TATA KELOLA PERUSAHAAN
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
MANAJEMEN RISIKO RISK MANAGEMENT
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
TINJAUAN EKONOMI
SAMBUTAN DEWAN KOMISARIS
ECONOMIC REVIEW
MESSAGE FROM THE BOARD OF COMMISSIONERS
SAMBUTAN DEWAN DIREKSI MESSAGE FROM THE BOARD OF DIRECTORS
01
53
05
71
03
63
66
07
73
11
19
29
41
45
48
Menjadi perusahaan asuransi profesional dan terpercaya dengan memberikan nilai yang berarti kepada seluruh pemangku kepentingan: nasabah, perusahaan reasuransi, agen, rekanan, karyawan dan pemegang saham kami.
01.
Mengenal dan memenuhi kebutuhan nasabah,
02.
Hasil underwriting yang menguntungkan,
03.
Mengembangkan bakat, meningkatkan produktivitas dan esiensi karyawan pengembangan teknologi informasi yang berkesinambungan,
04.
Inovasi produk dan pengembangan teknologi informasi yang berkesinambungan.
To become the most respected and profesional insurance provider in the region by providing superior value to our stakeholders: customers, reinsurers, partners, employees and shareholders.
01.
Know your customers and satisfy their needs,
02.
Profitable net and gross underwriting,
03.
Explore talents, increase productivity and efficiency
of the staff,
04.
Innovation of products and continuous
improvement in information technology.
VISI
MISI
VISION
MISSION
Batu Lahi
Kab. Samosir, Sumatera Utara
Batu Lahi
Kab. Samosir, Sumatera Utara
VISI & MISI
VISION & MISSION
Asuransi Sinar Mas | Laporan Tahunan 2019 1
KINERJA KEUANGAN
Total Assets
Total Aset
2019
2018
2017
31.271.078Total Investments
Total Investasi
Net Premium Income
Total Pendapatan
Premi - Bersih
Total Equity
Total Ekuitas
Profit For The Year
Laba Tahun Berjalan
2019
2019
2019
2019
2018
2018
2018
2018
2017
2017
2017
2017
40.789.157 23.955.049 4.376.066 757.791 35.566.506 23.094.950 3.806.605 556.878 27.810.989 19.061.071 3.317.169 567.868Kinerja Keuangan | Financial Report
FINANCIAL HIGHLIGHTS / KINERJA KEUANGAN
FINANCIAL HIGHLIGHTS
In Million Rupiah / Dalam Jutaan Rupiah Consolidated/ Konsolidasi
DESCRIPTION / DESKRIPSI
Total Assets / Total Aset Total Investments /
Total Investasi
Total Equity / Total Ekuitas Net Premium Income /
Total Pendapatan Premi - Bersih
Profit For The Year /
Laba Tahun Berjalan
2019
2018
2017
44.577.625
44.577.62539.097.329
39.097.32931.271.078
40.789.157
35.566.506
27.810.989
4.376.066
3.806.605
3.317.169
23.955.049
23.094.950
19.061.071
757.791
556.878
567.868
Candi Borobudur
Jawa TengahLaporan Tahunan 2019 | Asuransi Sinar Mas 4 Asuransi Sinar Mas | Laporan Tahunan 2019
RISK BASED CAPITAL /
BATAS TINGKAT SOLVABILITAS
DESCRIPTION / DESKRIPSIEXPLANATIONS / KETERANGAN
INCREASE / (DECREASE)
KENAIKAN / (PENURUNAN)
Solvency Margin Based on Risk Based Capital Method
Batas Tingkat Solvabilitas Berdasarkan Metode Risk
Other Information
Informasi LainCapital
(In million Rupiah) / (Dalam Jutaan Rupiah)
*) Minimum Solvency Margin Requirements is the minimum solvability amount required, which is the amount needed to cover the risk of loss, which is possible to happen as a result of the deviation of assets-liability management.
*) Batas Tingkat Solvabilitas Minimum adalah suatu jumlah minimum tingkat solvabilitas yang ditetapkan, yaitu dana yang dibutuhkan untuk menutup kemungkinan terjadinya risiko kerugian yang timbul sebagai akibat dari deviasi pengelolaan kekayaan dan kewajiban.
**) In accordance with the chapter 3 article 3 in regulation of Financial Services Authority (OJK) No. 71/POJK.05/2016 regarding the financial soundness of insurance companies, the ratio of minimum requirement of solvency margin is at least 120%.
**) Sesuai dengan Peraturan OJK No. 71/POJK.05/2016 Pasal 3 ayat 3 mengenai kesehatan keuangan perusahaan asuransi, rasio pencapaian
tingkat solvabilitas sekurang-kurangnya adalah 120%.
Liabilities
Kewajiban
Total Solvency Margin
Jumlah Tingkat Solvabilitas
Admitted Assets
Kekayaan Yang Diperkenankan
A. Solvency Margin/ Tingkat Solvabilitas
B. Minimum Solvency Margin Requirement *) / Batas Tingkat Solvabilitas Minimum
A. Guarantee Fund / Dana Jaminan
D. Liquidity Ratio (%) / Rasio Likuiditas (%) C. Surplus (Deficit) Solvency Margin
/ Kelebihan (Kekurangan) Batas Tingkat Solvabilitas D. Solvency Ratio (%) **)
/ Rasio Pencapaian Solvabilitas (dalam %)
B. Investments Sufficiency Ratio (%) / Rasio Kecukupan Investasi (%)
C. Investments Income to Net Premium Income Ratio (%) / Rasio Perimbangan Hasil Investasi Dengan Pendapatan
E. Claim Expense, Operational Expense and Commission Ratio (%)
/ Rasio Beban Klaim, Beban Usaha dan Komisi (%)
a. Total Admitted Assets
Kekayaan Yang Diperkenankan b. Total Liabilities
Kewajiban
c. Total Solvency Margin Jumlah Tingkat Solvabilitas
2019
2019
2019
2019
2018
2018
2018
2018
2017
2017
2017
5.012.880 4.160.598 9.173.478 4.394.867 3.461.827 7.856.694 3.520.172 2.985.540 6.505.713 9.173.478 7.856.694 16,76% 5.012.880 4.394.867 14,06% 4.160.598 963.926 41.626 167,97 95,53 239,53 5,78 3.196.672 431,63 3.461.827 857.411 28.000 181,23 98,37 231,28 11,83 2.604.415 403,75 20,19% 12,42% 48,66% -7,32% -2,89% 3,57% -51,14% 22,74% 6,91%Batas Tingkat Solvabilitas | Risk Based Capital
RISK BASED CAPITAL
Gunung Bromo
Jawa Timur
BATAS TINGKAT SOLVABILITAS
Laporan Tahunan 2019 | Asuransi Sinar Mas 6 Asuransi Sinar Mas | Laporan Tahunan 2019
PT Asuransi Sinar Mas merupakan perusahaan
asuransi umum yang menjadi market leader di industri asuransi di Indonesia. Perusahaan didirikan tahun 1985 dengan nama PT Asuransi Kerugian Sinar Mas Dipta dan mengalami perubahan nama menjadi PT Asuransi Sinar Mas pada tahun 1991.
Saat ini perusahaan mempunyai 185 jaringan kantor cabang/pemasaran/marketing point di seluruh Indonesia, terdiri 34 kantor cabang, 76 kantor pemasaran dan 75 kantor marketing point untuk mendukung layanan dan pengembangan bisnis perusahaan. Dalam operasional perusahaan didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan profesional di bidangnya.
Pada usia ke-34 tahun, Asuransi Sinar Mas terus konsisten memberikan layanan perlindungan asuransi kepada para nasabahnya. Perusahaan terus berinovasi dengan berbagai produk dan layanan yang inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah serta perkembangan teknologi. Produk asuransi tersebut didukung oleh perusahaan reasuransi yang mempunyai reputasi yang baik baik di dalam maupun di luar negeri.
PT Asuransi Sinar Mas is a general insurance company and the market leader in the insurance industry in Indonesia. The company was established in 1985 under the name of PT Asuransi Kerugian Sinar Mas Dipta and later changed its name to PT Asuransi Sinar Mas in 1991.
Currently, the company has a network of 185 offices spreading across Indonesia, comprising 34 branch offices, 76 marketing offices, and 75 marketing point offices to support the company’s business services and development. The company’s operations are supported by reliable and professional human resources who are qualified in their fields.
For 34 years in the insurance industry, Asuransi Sinar Mas consistently provides insurance protection services to its customers. The company offers innovative products and services adjusted to the customers’ needs and technology development. The insurance products are supported by reputable reinsurance companies both at home and abroad.
Kinerja perusahaan selalu menunjukan performance yang positif. Sejak tahun 2013, perusahaan mendapatkan sertifikasi dari perusahaan pemeringkat, Fitch Ratings. Pada tahun 2019, Fitch Rating kembali menegaskan kinerja keuangan PT. Asuransi Sinar Mas dengan rating ‘AA+(idn)’ dengan outlook stabil. Rating ini mencerminkan posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar di Indonesia, kestabilan kinerja keuangan, modal yang sesuai dengan profil bisnis perusahaan dan manajemen reasuransi dengan prinsip kehati-hatian. Kredit Rating Indonesia (KRI) juga memberikan rating Financial Strength Rating of ‘irAAA’ untuk PT Asuransi Sinar Mas (ASM) dengan outlook ‘Stabil’. Rating ini merefleksikan dominasi market share Asuransi Sinar Mas di industri, saluran distribusi yang luas, kekuatan modal dan likuiditas. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menetapkan peringkat “idAA+” terhadap PT Asuransi Sinar Mas (ASM). Prospek dari peringkat perusahaan adalah “stabil”. Peringkat tersebut mencerminkan posisi bisnis yang sangat kuat di industri asuransi umum, jaringan distribusi yang luas dan sistem IT yang diperkuat, profil likuiditas dan kualitas aset yang sangat kuat, dan profil permodalan dan cadangan perusahaan yang sangat kuat.
Untuk meningkatkan layanan kepada nasabah, perusahaan kembali menjalin kerjasama dengan beberapa Rumah Sakit atas CoB BPJS Kesehatan. Dengan adanya kerjasama ini, maka pasien BPJS kesehatan yang juga memiliki Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) dari Asuransi Sinar Mas tidak perlu membayar ekses tersebut di Rumah Sakit karena ekses yang timbul akan langsung ditagih oleh Rumah Sakit ke Asuransi Sinar Mas yang menerbitkan Polis AKT pasien (Layanan Cashless), tentu sesuai dengan syarat dan kondisi serta batasan jaminan polis. Rumah Sakit yang telah bekerjasama adalah RS Hermina Group, RS Premier Group, RS Permata, RS Elang Medika Corpora Tangerang, RS Bunda Group.
Kecepatan pembayaran klaim menjadi komitmen perusahaan dan telah dibuktikan pada peristiwa penting nasional.
The company always shows positive performance. Since 2013, the company has been certified by a rating agency, Fitch Ratings. In 2019, Fitch Ratings reaffirmed the financial performance of PT Asuransi Sinar Mas with ‘idAA+’ rating and “stable” outlook. This rating reflects the company’s position as a market leader in Indonesia, financial performance stability, recorded capital in compliance with the company’s business profile, and prudent reinsurance management. Kredit Rating Indonesia (KRI) also gives the Financial Strength Rating of ‘irAAA’ to PT Asuransi Sinar Mas with a ‘Stable’ outlook. This rating reflects the dominance of market share of Asuransi Sinar Mas in the industry, broad distribution channels as well as capital and liquidity strength. The Indonesian rating agency, PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) assigned ‘idAA+’ rating to PT Asuransi Sinar Mas. The outlook of the company’s rating is ‘stable’. The rating reflects a very strong business position in the general insurance industry, an extensive distribution network and a strengthened IT system, a very strong liquidity and asset quality profile, as well as a very strong capital and reserve profile of the company.
To improve services for the customers, the company establishes further cooperation with several hospitals for the CoB of the Healthcare and Social Security Agency (BPJS Kesehatan). Through this cooperation, patients of BJPS Kesehatan who also have the Additional Health Insurance (AKT) from Asuransi Sinar Mas do not need to pay the additional hospital fee as it will be directly billed by the hospital to Asuransi Sinar Mas, the company issuing the customer’s AKT Policy (Cashless Service), in accordance with the terms and conditions of the customer’s insurance policy. Several hospitals that have collaborated with the company include Hermina Group, Premier Group, Permata, Elang Medika Corpora Tangerang, and Bunda Group Hospitals. The speed of payment for the claims embodies the company’s commitment, which has been proven at important national events.
Profil Perusahaan | Company Profile
COMPANY PROFILE
Pulau Padar
Manggarai BaratPROFIL PERUSAHAAN
Laporan Tahunan 2019 | Asuransi Sinar Mas 8 Asuransi Sinar Mas | Laporan Tahunan 2019
Positioning perusahaan di industri asuransi mendapatkan pengakuan dari masyarakat melalui berbagai penghargaan yang diterima pada tahun 2019 diantaranya “Indonesia Millenial’s Top Brand Award 2019” , Infobank 8th Digital Brand Awards 2018, Best Insurance 2019 dari Majalah Investor, Best General Insurance 2019 Kelompok Ekuitas Rp1,5 Triliun Ke Atas dari Media Asuransi, Penghargaan perusahaan dengan predikat “Sangat Bagus” serta berada di peringkat 1 untuk kategori perusahaan Asuransi Umum Berpremi Bruto Rp. 2,5 Triliun keatas - 20 th Infobank Insurance Award, The Best Indonesia Risk Management 2019 Category General Insurance, Top GRC 2019, The Big 10 Indonesia GCG Implementation 2019, Top Insurance 2019, Insurance Market Leader 2019.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, perusahaan setiap tahun melakukan berbagai kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Pada tahun 2019, dilakukan berbagai kegiatan seperti hibah mobil ambulance kepada RSPAD Gatot Subroto, pengobatan gratis, donor darah, wakaf Al Qur’an, serta santunan untuk janda dan anak yatim.
Masih dalam bagian kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan, Rumah Kreatif Sinar Mas konsisten memberikan program pelatihan bagi masyarakat setempat. Pada tahun 2019, diadakan Pelatihan Shibori Lanjutan, Pelatihan Ecoprint dan Pelatihan Musik Kreatif. Produk Humbang Kriya dari pegiat kain di Humbang Hasundutan juga kembali ditampilkan pada event Jakarta Fashion Week 2020.
Kali ini menampilkan kolaborasi busana Humbang Kriya bersama 2 (dua) designer kreatif Indonesia @NonitaRespati dari Purana Indonesia dan @ WindyChandra dari Windy Chandra Couture dengan tema Laboring LOVE, Weaving HOPE mendapatkan review dan publikasi positif dari berbagai media di dalam dan luar negeri.
The company’s position in the insurance industry has received recognition from the public through various awards in 2019 including ‘2019 Indonesia Millennial’s Top Brand Award’, 2018 Infobank 8th Digital Brand Awards, 2019 Best Insurance from Investor Magazine, 2019 Best General Insurance Equity of Rp1.5 Trillion and Up from Media Insurance, Infobank 20th Insurance Awards for Very Good Predicate and first rank for the category of General Insurance Company with Gross Premium of Rp2.5 Trillion and Up, 2019 The Best Indonesia Risk Management for General Insurance Category, 2019 Top GRC, 2019 The Big 10 Indonesia GCG Implementation, 2019 Top Insurance, and 2019 Insurance Market Leader.
To support the community, the company conducts various activities every year as a form of corporate social responsibility (CSR). In 2019, the company’s various activities were in the form of ambulance grant to the Gatot Subroto Army Hospital (RSPAD), free medical treatment, blood donation, Al-Qur’an waqf, and compensation for widows and orphans.
Also, as part of the corporate social responsibility activities, Rumah Kreatif Sinar Mas consistently provides trainings to the local community. In 2019, an Follow-Up Shibori Training, Ecoprint Training, and Creative Music Training were held. Humbang Kriya products crafted by Humbang Hasundutan fabric artisans were also redisplayed at the 2020 Jakarta Fashion Week.
The event featured the collaboration of Humbang Kriya fashion and 2 (two) creative Indonesian designers @NonitaRespati from Purana Indonesia and @WindyChandra from Windy Chandra Couture, employing the theme of “Laboring LOVE, Weaving HOPE”, received positive reviews and publications from various domestic and foreign media.
Perusahaan juga melaksanakan literasi keuangan di luar Pulau Jawa untuk mendukung program Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka meningkatkan tingkat pemahaman masyarakat akan perencanaan keuangan. Kegiatan diadakan di wilayah Jakarta Pusat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Putussibau - Kabupaten Kapuas Hulu, Sentani – Papua, Bukitttingi, dan Labuan Bajo – NTT. Adapun beserta yang mengikuti kegiatan literasi bervariasi mulai dari siswa SD, siswa SMK, guru, petani, nelayan dan UMKM.
The company also conducted financial literacy programs outside Java to support the Financial Services Authority (OJK) in increasing public knowledge of financial planning. The activities were conducted in several areas such as Central Jakarta, Humbang Hasundutan district, Putussibau–Kapuas Hulu district, Sentani–Papua, Bukittinggi, and Labuan Bajo–East Nusa Tenggara (NTT). Participants of said programs ranged from elementary school students, vocational school students, teachers, farmers, fishermen, to MSMEs.
Profil Perusahaan | Company Profile
Tarian Caci
Caci Dance Manggarai Mangarai
Tari Caci merupakan tari perang sekaligus permainan rakyat yang dilakukan oleh laki-laki seperti sedang bertarung dengan membawa cambuk dan perisai.
Caci dance is a war dance as well as a folk game performed by men as if they are fighting with a whip and shield.
Laporan Tahunan 2019 | Asuransi Sinar Mas 10 Asuransi Sinar Mas | Laporan Tahunan 2019
Tata Kelola Perusahaan yang baik merupakan hal penting dalam mengelola perusahaan. Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik secara konsisten akan memperkuat daya saing perusahaan dan memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian akan tercapai kesinambungan usaha dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan stakeholders.
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, perusahaan selalu mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku serta berkomitmen untuk melaksanakan prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik dalam perusahaan dengan baik. Prinsip tersebut meliputi:
Pada tahun 2015 perusahaan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 014-SE.ASM/MGT-LGL/ IV/2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance).
Untuk menjamin penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik dalam perusahaan telah memenuhi Pedoman GCG perusahaan dan mematuhi ketentuan regulasi, perusahaan senantiasa memperhatikan kelengkapan struktur organisasi perusahaan, yang terdiri atas Direksi, Dewan Komisaris yang di dalamnya termasuk Komisaris Independen, dan Komite serta satuan kerja perusahaan.
Transparansi adalah prinsip yang diterapkan
dengan mengungkapkan informasi secara tepat waktu, jelas, akurat, mudah dipahami dan mudah diakses oleh stakeholders.
Transparency, which is carried out by revealing
all information in a timely, clear and accurate manner to ensure that it is understood and easily accessible by stakeholders.
Akuntabilitas adalah prinsip yang diterapkan
melalui penetapan tanggung jawab yang jelas kepada seluruh jenjang perusahaan yang selaras dengan visi, misi dan tujuan perusahaan. Perusahaan juga memiliki ukuran kinerja yang sesuai dengan nilai perusahaan dan memiliki sistem penghargaan dan sanksi.
Accountability, , which is implemented
by establishing clear responsibility on
all levels of the company in line with the
company’s vision, missions and goals.
The company also has measurements
of performance in accordance with the
company’s values and a reward and
punishment system.
Responsibilitas adalah prinsip dimana
perusahaan berpegang pada prinsip kehati-hatian dan melaksanakan perjanjian, anggaran dasar, kebijakan perusahaan dan peraturan perundang-undangan. Selain itu, perusahaan juga peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial.
Responsibility, which requires the companies to
uphold principles of prudence and compliance to agreements, the Charter, company policies and prevailing laws. Furthermore, the company also cares for the environment and carries out its social responsibilities.
Independensi adalah prinsip dimana
perusahaan mengambil keputusan secara obyektif, tanpa benturan kepentingan dan bebas dari tekanan pihak manapun.
Independency, which requires the company to
make decisions objectively, free of conflicts of interest and free of coercion.
Kesetaraan dan Kewajaran merupakan
prinsip dimana perusahaan senantiasa memperhatikan kepentingan seluruh stakeholders dengan asas kesetaraan dan kewajaran. perusahaan juga memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholders untuk memberi masukan, menyampaikan pendapat bagi kepentingan perusahaan dan memperoleh akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan.
Fairness, which requires the company to always
pay attention to the interests of all stakeholders based on the principles of equality and fairness. The company also gives opportunities to all stakeholders to provide input and opinions for the interests of the company and to gain access to information in line with the principle of openness. 01. 01. 02. 02. 03. 03. 04. 04. 05. 05.
Good Corporate Governance is important in corporate management. A proper and consistent implementation of corporate governance will strengthen the company’s competitiveness and maximize its value. This will ensure business sustainability and provide added value for shareholders and stakeholders.
In running all its operational activities, the company always complies with prevailing laws and is committed to implementing Good Corporate Governance principles properly. The principles include:
In 2015, the company issued Circular No. 014-SE.ASM/ MGT-LGL/IV/2015 on Good Corporate Governance Implementation Guidelines.
To ensure that the implementation of Good Corporate Governance in the company has fulfilled the company’s GCG Guidelines and government regulations, the company always observes the completeness of the company’s organizational structure, comprising the Board of Directors, the Board of Commissioners, which includes Independent Commissioners and Committees and company work units.
Tata Kelola Perusahaan | Good Corporate Governance
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
Tanjung Lesung
Banten
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Laporan Tahunan 2019 | Asuransi Sinar Mas 12 Asuransi Sinar Mas | Laporan Tahunan 2019
Struktur organisasi perusahaan telah menyesuaikan dengan ketentuan regulasi, terutama Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 73/PJOK.05/2016 jo Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 43/ POJK.05/2019 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Perasuransian. Berikut struktur organisasi perusahaan :
The company’s organizational structure has been adjusted to fulfill prevailing regulations, especially Financial Services Authority (OJK) Regulation No. 73/ PJOK.05/2016 jo Financial Services Authority (OJK) Regulation No. 43/POJK.05/2019 on Good Corporate Governance for Insurance Companies. The company’s organizational structure is as follows:
Indra Widjaja
Ivena Widjaja
Petrus Kiki Andries
Sinarta Ginardi
President Commissioner
Deputy Chairman of the Board of Commissioners
Independent Commissioner
Independent Commissioner Komisaris Utama
Wakil Komisaris Utama
Komisaris Independen
Komisaris Independen SUSUNAN DEWAN KOMISARIS
The Board of Commissioners
Drs. H. A. Nazri Adlani
Dr. Luqyan Tamanni M.Ec
Chairman
Member Ketua
Anggota
DEWAN PENGAWAS SYARIAH
Sharia Oversight Council
Howen Widjaja
I Ketut Pasek Swastika
Njoman Sudartha
Aryanto Alimin Dumasi M. M. Samosir
Marten Petrus Lalamentik
President Director Compliance Director Director Director Director Director Direktur Utama Direktur Kepatuhan Direktur Direktur Direktur Direktur
SUSUNAN DIREKSI DEWAN The Board of Directors
Sidiq (benar) adalah prinsip asuransi syariah
yang diterapkan dalam hubungan antar jenjang perusahaan yang didasarkan pada kebenaran.
Sidiq (truthfulness), which is the sharia principle
implemented in the relationship between levels in the Company that is based on truthfulness.
Tabliq (menyampaikan) adalah prinsip
asuransi syariah yang diterapkan perusahaan dalam menyampaikan informasi dengan benar (transparan).
Tabligh (delivery of truthful messages), which
is the sharia principle implemented by the company’s delivery of correct information in the spirit of transparency.
Fathonah (cerdas) merupakan prinsip asuransi
syariah dimana perusahaan dikelola oleh personil yang cerdas terutama Direksi dan pemegang posisi kunci.
Amanah (terpercaya) adalah prinsip asuransi
syariah dimana perusahaan dikelola oleh orang-orang terpercaya dan diandalkan.
Fathanah (wisdom), which is the sharia
insurance principle that requires the company to be managed by wise personnel, especially members of the Board of Directors and key officers.
Amanah (trustworthiness), which is the sharia
insurance principle that requires the company to be run by trustworthy and reliable individuals.
01. 01. 02. 02. 03. 04. 03. 04. Perusahaan juga memiliki Unit Syariah yang menjalankan usaha asuransi umum berdasarkan prinsip Syariah. Prinsip-prinsip tersebut antara lain :
Guna memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan usaha perusahaan sesuai dengan prinsip syariah, perusahaan membentuk Dewan Pengawas Syariah yang susunannya adalah sebagai berikut :
The company also has a Sharia Unit that carries out conventional insurance business based on Sharia principles, including:
To ensure that all of the company’s business activities are in accordance with sharia principles, the company has established a Sharia Oversight Council with the following composition:
Tata Kelola Perusahaan | Good Corporate Governance
Tanjung Lesung
Lesung Cape Provinsi Banten Banten Province
Tanjung Lesung dikenal sebagai salah satu kawasan di pesisir Banten yang memiliki keindahan pantai yang indah, menarik, dan pasir putih yang mengundang.
Tanjung Lesung is known as one of the areas on the coast of Banten that has beautiful beaches, attractive and inviting white sand.
Laporan Tahunan 2019 | Asuransi Sinar Mas 14 Asuransi Sinar Mas | Laporan Tahunan 2019
Untuk melengkapi struktur organisasi perusahaan sehingga menjamin penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik dalam perusahaan, perusahaan juga membentuk Internal Audit, Satuan Kerja Manajemen Risiko, Satuan Kerja Kepatuhan, Satuan Kerja Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT), Sekretaris Perusahaan, serta Komite-Komite yang mendukung pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik dalam perusahaan.
Untuk menunjang efektivitas kerja Direksi, perlu dibentuk Komite Investasi dan Komite Manajemen Risiko.
To complement the company’s organizational structure and ensure the implementation of Good Corporate Governance principles in the company, the company has also established an Internal Audit Unit, a Risk Management Work Unit, a Compliance Work Unit, an Anti-Money Laundering and Terrorism Funding Prevention (APU-PPT) Work Unit, a Corporate Secretary and Committees that support the implementation of Good Corporate Governance.
In order to support the Board of Director’s work effectively, an Investment Committee and a Risk Management Committee need to be established.
KOMITE DI BAWAH DIREKSI
KOMITE INVESTASI INVESTMENT COMMITTEE
KOMITE MANAJEMEN RISIKO
KOMITE PENGEMBANGAN DAN PEMASARAN PRODUK
RISK MANAGEMENT COMMITTEE
DEVELOPMENT AND MARKETING OF PRODUCT COMMITTEE
COMMITTEES UNDER THE BOARD OF DIRECTORS
Bertugas dan bertanggung jawab merumuskan kebijakan investasi dan memantau pelaksanaan kebijakan investasi dalam menjalankan kebijakan investasi yang telah ditetapkan.
Bertugas dan bertanggung jawab kepada Direksi untuk menetapkan, meninjau pelaksanaan, dan terus memperbaiki kebijakan dan metodologi yang digunakan dalam mengukur dan mengelola risiko perusahaan.
Bertugas untuk melakukan kajian, persetujuan atas kebijakan dan prosedur terkait produk Asuransi Sinar Mas, memastikan kecukupan sumber daya dalam penerapan produk, menyusun rencana strategis pengembangan dan pemasaran produk, melakukan evaluasi untuk penyesuaian produk yang akan dipasarkan.
This committee is responsible for formulating investment policies and monitoring the implementation of established investment policies.
This committee is responsible for establishing, monitoring the implementation of and continuously improving the policies and methodologies used in measuring and managing company risks.
This committee is responsible for studying, and monitoring the policies also the implementation of Insurance Product, and establishing strategic plan for development and marketing of Product. I. II. III. I. II. III.
Untuk menunjang efektivitas kerja Dewan Komisaris,
perlu dibentuk Komite-Komite sebagai berikut: In order to support the Board of Commissioners’ work effectively, the following Committees need to be established:
KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS
KOMITE AUDIT
KOMITE PEMANTAU RISIKO
KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
AUDIT COMMITTEE
RISK OVERSIGHT COMMITTEE
NOMINATION AND REMUNERATION COMMITTEE
COMMITTEES UNDER THE BOARD OF COMMISSIONERS
Bertugas dan bertanggung jawab sebagai fasilitator bagi Dewan Komisaris untuk memastikan bahwa struktur pengendalian intern perusahaan telah dilaksanakan dengan baik, pelaksanaan audit internal maupun eksternal telah dilaksanakan sesuai dengan standar audit yang berlaku dan tindak lanjut temuan hasil audit dilaksanakan oleh manajemen.
Bertugas dan bertanggung jawab sebagai fasilitator bagi Dewan Komisaris dalam mengkaji manajemen risiko yang disusun oleh Direksi dan Komite Manajemen Risiko serta menilai toleransi risiko yang dapat ditahan oleh perusahaan
Bertugas dan bertanggung jawab sebagai fasilitator bagi Dewan Komisaris dalam membantu Pemegang Saham untuk menetapkan kriteria dan memilih calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta sistem remunerasinya.
This committee is responsible for serving as a facilitator for the Board of Commissioners in ensuring that the company’s internal controls have been carried out properly, internal and external audits have been carried out properly and that the company management follows up on the results of audits.
This committee is responsible for serving as a facilitator for the Board of Commissioners in studying the risk management policies set up by the Board of Directors and the Risk Management Committee, as well as for assessing risk tolerance acceptable by the company.
This committee is responsible for serving as a facilitator for the Board of Commissioners in assisting Shareholders to establish criteria and select candidates for the Boards of Commissioners and Directors and the remuneration system. I. II. III. I. II. III.
Tata Kelola Perusahaan | Good Corporate Governance
KOMITE KEBIJAKAN TATA KELOLA
PERUSAHAAN NOMINATION AND REMUNERATION COMMITTEE
Bertugas dan bertanggung jawab untuk membantu Dewan Komisaris dalam mengkaji kebijakan Good Corporate Governance secara menyeluruh yang disusun oleh Direksi dan menilai kesesuaian penerapan Good Corporate Governance di perusahaan yang disusun oleh Direksi, termasuk yang berkaitan dengan etika bisnis dan Corporate Social Responsibility.
This committee is responsible for serving as a facilitator for the Board of Commissioners in comprehensively studying the Good Corporate Governance policies set up by the Board of Directors and assessing the suitability of the implementation of Good Corporate Governance policies set up by the Board of Directors, including those related to business ethics and Corporate Social Responsibility.
IV. IV.
Laporan Tahunan 2019 | Asuransi Sinar Mas 16 Asuransi Sinar Mas | Laporan Tahunan 2019
Perusahaan telah menetapkan Pedoman Kerja untuk Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah serta komite-komite perusahaan yang memuat tata tertib pelaksanaan kerja masing-masing fungsi tersebut, antara lain meliputi etika kerja, persyaratan, tugas dan tanggung jawab, waktu kerja, dan rapat kerja.
Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik dalam PT. Asuransi Sinar Mas juga terwujud pada Code of
Conduct (Kode Etik) PT. Asuransi Sinar Mas yang
secara detail memberikan panduan dan pedoman tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seluruh jajaran manajemen dan karyawan.
Misalnya, PT. Asuransi Sinar Mas dengan tegas menetapkan kebijakan untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan dengan menetapkan larangan bagi seluruh jajaran manajemen dan karyawan PT. Asuransi Sinar Mas untuk meminta atau menerima hadiah berbentuk apapun yang terkait dengan jabatan atau pekerjaan yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan, dan menjanjikan peluang pekerjaan kepada mitra bisnis dengan harapan mendapatkan imbalan atau hadiah sehubungan
The company has established Work Guidelines for the Board of Commissioners, Board of Directors, Sharia Oversight Council and Committees consisting of codes of conduct for the respective entities, including work ethics, requirements, duties and responsibilities, working hours and work meetings.
Implementation of Good Corporate Governance in PT Asuransi Sinar Mas is included in the PT. Asuransi Sinar Mas’ Code of Conduct, which provides detailed guidelines, including on actions that can and cannot be taken by employees across all management levels. For instance, PT. Asuransi Sinar Mas has established strict regulations to prevent any conflicts of interest by prohibiting all employees of PT. Asuransi Sinar Mas from requesting or receiving gifts in any form related to their work or positions that may affect decision-making. Employees are also prohibited from making promises of job opportunities to business partners in the hope of obtaining rewards or gifts in relation to their jobs or positions in order to maintain objectivity and professionalism in decision-making.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan perusahaan kepada nasabah, PT. Asuransi Sinar Mas menyediakan sarana pengaduan dan penyelesaian sengketa kepada nasabah PT. Asuransi Sinar Mas, yaitu melalui :
Informasi mengenai layanan pengaduan juga telah dicantumkan dalam Jaket Polis yang diberikan kepada Pemegang Polis dan/atau Tertanggung PT. Asuransi Sinar Mas.
Selain sarana-sarana tersebut di atas, PT. Asuransi Sinar Mas menetapkan suatu mekanisme pelaporan pelanggaran yang dikenal sebagai Whistleblowing System yang berfungsi sebagai wadah penyampaian laporan bagi pihak-pihak yang mengetahui terjadinya pelanggaran yang dapat disampaikan oleh pelapor kepada PT. Asuransi Sinar Mas melalui berbagai sarana, yaitu:
In order to improve the company’s customer service, PT. Asuransi Sinar Mas provides the following complaint and dispute resolution channels for
PT. Asuransi Sinar Mas’ customers:
A list of the complaint channels is also available in the Policy Package provided to PT. Asuransi Sinar Mas Policy Holders and Dependents.
Apart from these channels, PT. Asuransi Sinar mas has established a report mechanism known as the Whistleblowing System that serves as a channel through which reports of violations can be submitted to PT. Asuransi Sinar Mas. These channels include:
Website www.sinarmas.co.id melalui menu Hubungi Kami.
Website :www.sinarmas.co.id/gcg Website :www.sinarmas.co.id/gcg
Website www.sinarmas.co.id, through the Contact Us menu
Sosial media ASM (Facebook, Twitter dan Instagram).
Email :[email protected] Email :[email protected]
:088-1234-0333 :088-1234-0333
ASM social media channels (Facebook, Twitter and Google+).
24 Hour Customer Care : 23567888 / 021-50507888.
SMS/Telepon* SMS/Call*
24-Hour Customer Care: 23567888/ 021-50507888.
Mobile Application Asuransi Sinar Mas Online.
Surat ditujukan dengan alamat: Mail delivered to : Plaza Simas, Jl. KH. Fachruddin No.18, Jakarta
10250
UP : Tim Pengelola Pelaporan GCG - Bagian Legal
Plaza Simas, Jl. KH. Fachruddin No.18, Jakarta 10250
UP : Tim Pengelola Pelaporan GCG - Bagian Legal
Datang langsung menghadap kepada Tim Pengelola
Pelaporan GCG - Bagian Legal.*) Direct Visit to GCG Reporting Management Team – Legal Division.*) *) dilayani setiap hari kerja, hari Senin-Jumat, pukul
08.00-17.00
*) open on weekdays, Monday to Friday, 8 a.m. to 5 p.m. Mobile Application Asuransi Sinar Mas Online. 1. 1. 1. 1. 2. 2. 2. 2. 3. 3. 3. 3. 4. 4. 4. 5. 5. 4.
Tata Kelola Perusahaan | Good Corporate Governance
Petrus Kiki Andries
Sinarta Ginardi Indra Widijaja Ivena Widijaja 1. Ivena Widjaja 2. Felix 1. Indra Widjaja 2. Ivena Widjaja 3. Carina Christianty 1. Ivena Widjaja 2. Serra
3. Petrus Kiki Andries
1. Howen Widjaja 2. Parulian Simamora 3. Petrus Kiki Andries A. KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS
1. Komite Audit
2. Komite Pemantau Risiko
3. Nominasi dan Remunerasi
4. Komite Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Anggota: Anggota: Anggota: Anggota:
SUSUNAN KOMITE PT ASURANSI SINAR MAS Committee Composition of PT Asuransi Sinar Mas
Howen Widjaja Howen Widjaja Howen Widjaja Njoman Sudartha 1. Dumasi M.M. Samosir 2. Njoman Sudartha 3. Marten P. Lalamentik 4. I Ketut Pasek Swastika 5. Aryanto Alimin
1. Dumasi M.M. Samosir 2. Njoman Sudartha 3. Marten P. Lalamentik 4. I Ketut Pasek Swastika 5. Aryanto Alimin A. KOMITE DI BAWAH DIREKSI
1. Komite Investasi
2. Komite Manajemen Risiko
3. Komite Pengembangan dan Pemasaran Produk Ketua: Ketua: Ketua: Anggota: Anggota: Anggota:
SUSUNAN KOMITE PT ASURANSI SINAR MAS Committee Composition of PT Asuransi Sinar Mas
dengan tugas dan jabatannya guna menjaga obyektivitas dan profesionalisme dalam pengambilan keputusan.
Laporan Tahunan 2019 | Asuransi Sinar Mas 18 Asuransi Sinar Mas | Laporan Tahunan 2019
Penerapan fungsi manajemen risiko bertujuan untuk memaksimalkan nilai tambah bagi pemegang saham, mengelola modal secara komprehensif, serta memastikan profitabilitas dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Oleh karena itu manajemen risiko merupakan bagian yang esensial dari aktivitas operasional dan proses pengambilan keputusan dalam upaya pencapaian tujuan-tujuan bisnis perusahaan.
Perusahaan menyadari bahwa mengimplementasikan manajemen risiko tidak hanya sekedar melaksanakan asas kepatuhan kepada regulasi (mandatory compliance), namun juga menempatkan manajemen risiko dalam tujuan strategis dan operasi ke seluruh fungsi bisnis dan operasional perusahaan. Oleh karena itu untuk mencapai tingkat return yang optimal, perusahaan menggunakan kerangka kerja Enterprise Risk Management (ERM) yang lebih komprehensif dan terintegrasi untuk mengelola seluruh risiko perusahaan. Kerangka kerja ini memungkinkan perusahaan untuk mampu mengidentifikasi potensi risiko, mengantisipasi dampak dan mengelola risiko secara keseluruhan dan berkelanjutan.
Implementation of risk management function aims at maximizing additional value for the shareholders, comprehensively managing the capital, and ensuring the sustainable business profitability and growth. Therefore, risk management is an essential part of the operational activities and decision-making process to achieve business goals of the company.
The company realizes that risk management is implemented not only by carrying out a mandatory compliance principle, but also including risk management in the strategic and operational goals of all business and operational functions. Thus, to achieve an optimal return level, the company uses the more comprehensive and integrated Enterprise Risk Management (ERM) framework to manage all risks faced by the company. Said framework enables the company to identify the potential risks, anticipate the effects the risks, and manage the risks comprehensively and continuously.
ENTERPRISE RISK MANAGEMENT ENTERPRISE RISK MANAGEMENT
Dalam pengelolaan manajemen risiko, dibutuhkan struktur tata kelola perusahaan yang berfungsi meningkatkan mekanisme four eyes principle dan transparansi dalam seluruh proses manajemen risiko, sehingga efektivitas dan konsistensi penerapan ERM dapat berjalan dengan baik.
Proses manajemen risiko yang baik adalah menjalankan seluruh tahapan dimulai pengidentifikasian hingga pengelolaan risiko, serta menerapkannya secara aktif dan terus melakukan continual improvement. Tahapan proses manajemen risiko dijabarkan sebagai berikut:
In implementing risk management, a corporate governance structure functioning to improve the four eyes principle mechanism and the transparency in the entire risk management process is necessary to facilitate the effectiveness, seamlessness, and consistency of ERM implementation.
In a good risk management process, all stages starting from risk identification to risk management are carried out actively. Additionally, continual improvements are made whenever applicable. The stages in the risk management process are outlined as follows:
TATA KELOLA PERUSAHAAN CORPORATE GOVERNANCE
IDENTIFIKASI RISIKO PENGUKURAN RISIKO PENGENDALIAN RISIKO PEMANTAUAN RISIKO IDENTIFIKASI RISIKO PEMANTAUAN RISIKO PENGENDALIAN RISIKO PENGUKURAN RISIKO
Mengenal, memahami, dan melakukan register seluruh risiko yang ada (inherent risk) maupun risiko yang mungkin timbul dari suatu bisnis atau aktivitas baru, termasuk risiko yang bersumber dari perusahaan terkait dan afiliasinya.
Mengevaluasi eksposur risiki terutama yang bersifat material / berdampak pada permodalan, dan melaporkannya kepada Manajemen secara tepat waktu dan akurat (termasuk rencana tindak lanjut) yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan
Melakukan pengendalian eksposur risiki di level unitu organisasi melalui kebijakan dan prosedur sampai di level korporasi melalui strategi penambahan modal, hedging, dan teknik mitigasi risiko lainnya.
Mengkalkulasi risiko yang melekat pada aktivitas atau bisnis Perusahaan sehingga mampu memperkirakan dampaknya tehradap permodalan yang harus dipelihara agar tetap mendukung kegiatan usaha tersebut.
Manajemen Risiko | Risk Management
RISK MANAGEMENT
Danau Toba
Sumatera Utara
MANAJEMEN RISIKO
Laporan Tahunan 2019 | Asuransi Sinar Mas 20 Asuransi Sinar Mas | Laporan Tahunan 2019
Tahap ini merupakan proses untuk mengenali, menguraikan dan mencatat risiko atau ketidakpastian yang merupakan events, yang mungkin terjadi sepanjang proses pencapaian sasaran baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan, serta memiliki konsekuensi (impact) terhadap sasaran.
Langkah selanjutnya dalam tahapan manajemen risiko adalah pengukuran risiko agar nantinya risiko– risiko tersebut dapat dikendalikan dengan mudah. Dalam konteks pengukuran risiko, ada beberapa teknik untuk mengukur risiko tergantung dari jenis risiko nya. Dalam penilaian profil risiko kelembagaan maupun terintegrasi, perusahaan menjalankan pendekatan standar metodologi sebagaimana yang ditetapkan oleh regulator. Sedangkan dalam penilaian RCSA, perusahaan menggunakan pendekatan kemungkinan terjadinya peristiwa atau risiko (likelihood) dan dampaknya terhadap sasaran (impact) yang kemudian diekspresikan dalam bentuk tingkat risiko.
Merupakan upaya untuk menurunkan potensi risiko ke tingkat risiko yang masih dapat diterima dengan menetapkan jenis dan cara pengendalian risiko. Jenis pengendalian risiko yang dilakukan perusahaan meliputi preventif, detective dan corrective. Dari seluruh proses manajemen risiko, tahap pengendalian risiko yang paling utama diperhatikan karena apabila pengendalian ini tidak berjalan efektif menurunkan potensi risiko maka dampak terhadap sasaran akan besar dan permodalan secara umum akan menurun. Pengendalian risiko yang dinilai kurang atau tidak efektif harus dilakukan evaluasi secara kontinyu dan segera dengan menetapkan cara mitigasi lain yang dipandang dapat lebih baik.
This stage is a process to recognize, describe, and record the risk or uncertainty that manifests as events that may happen during the endeavor to achieve goals both within and outside the company and further, have impacts on the targets.
Risk measurement aims at facilitating seamless control of risks. In risk measurement, there are some techniques applied to measure risks based on the type of the risk. In assessing both institutional and integrated risk profiles, the company carries out a standard methodological approach as determined by the regulator. Whereas in assessing Risk Control Self Assessment (RCSA), the company uses a likelihood approach of events or risks and their impacts on targets which is then expressed in the form of a risk level.
It is an effort to reduce the potential risk to an
acceptable risk level by determining the risk
control types and methods. The risk control
methods used by the company include preventive,
detective, and corrective methods. Among all the
risk management processes, the risk control stage
is the most prominent stage because, if the control
fails to reduce potential risk, the impacts will be
substantial on targets and capital will generally
decrease. Any risk control method deemed as less
or not effective should be evaluated continuously
and immediately by determining other more
viable
mitigation methods.
1. IDENTIFIKASI RISIKO 2. PENGUKURAN RISIKO 3. PENGENDALIAN RISIKO 1. RISK IDENTIFICATION 2. RISK MEASUREMENT 3. RISK CONTROL
Merupakan tahap akhir dari proses manajemen risiko dengan melaporkan hasil assessment kepada pemangku kepentingan sekaligus sebagai sarana memonitor terhadap eksposur, efektifitas internal control serta tindak lanjut yang telah ditetapkan. Hasil assessment disampaikan kepada manajemen, Komite Manajemen Risiko dan Komite Pemantau Risiko sebagai bahan informasi, persetujuan dan pertimbangan untuk menetapkan strategi atau pengambilan keputusan bisnis.
Tingkat kematangan manajemen risiko atau risk maturity level perlu diukur untuk mengetahui apakah penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000 dalam Perusahaan ini berhasil atau tidak. Penilaian tingkat kematangan manajemen risiko sangat penting karena memungkinkan identifikasi kekuatan dan kelemahan organisasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan Tata Kelola Perusahaan dan Manajemen Risiko organisasi. Perusahaan telah memiliki pedoman Risk Maturity Level, sebagai panduan dalam menyusun dan menilai tingkat kematangan atau efektifitas implementasi manajemen risiko Perusahan secara berkala yang merupakan joint collaboration antara Satuan Kerja Manajemen Risiko sebagai lini kedua dan Satuan Kerja Audit Internal sebagai lini ketiga.
It is the final stage of risk management process, aims at reporting the assessment results to stakeholders and using the assessment as a means to monitor risk exposures, effectiveness of the internal control, and the set follow-ups. The assessment results are submitted to the management, Risk Management Committee, and Risk Oversight Committee to serve as information, approval, and rationale in developing strategies or making decisions for business.
Risk maturity level needs to be measured to find out whether or not the implementation of ISO 31000-based risk management in the company is effective. Assessment of risk maturity level is very important as it allows the identification of the organization’s strengths and weaknesses that can be used to improve Corporate Governance and Risk Management of the organization. The company has already had a Risk Maturity Level guidance to be used as a reference in compiling and assessing the maturity or effectiveness level of ERM implementation periodically which constitutes a joint collaboration between Risk Management Working Unit as the second line and Internal Audit Working Unit as the third line.
4. PEMANTAUAN RISIKO
TINGKAT MATURITAS RISIKO
4. RISK MONITORING
RISK MATURITY LEVEL
Manajemen Risiko | Risk Management
Tari Si Pitu Cawan
Sumatera Utara
North Sumatera
Sipitu Cawan menceritakan 7 putri yang berasal dari khayangan yang turun ke bumi dan mandi di Gunung Pusuk Buhit dan pada saat itu juga Pisau Tujuh Sarung (Piso Si Pitu Sasarung) datang.
Sipitu Cawan tells of 7 princesses from heaven who descended to earth and bathed at Pusuk
Buhit Mountain and at that moment the Seven
Sarong Knife (Piso Sipitu Sasarung) came.
Laporan Tahunan 2019 | Asuransi Sinar Mas 22 Asuransi Sinar Mas | Laporan Tahunan 2019
Risk appetite merupakan indikator utama perusahaan yang didefinisikan sebagai besaran tingkat risiko yang dapat dapat diterima oleh perusahaan agar tujuan strategis dalam menciptakan dan melindungi nilai perusahaan tetap terjaga. Risk appetite perusahaan disusun sejalan dengan proses perencanaan perusahaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan strategi, aspirasi pertumbuhan bisnis, posisi modal dan likuiditas serta kemampuan dan kekuatan manajemen risiko. Eksposur risk appetite disampaikan secara triwulanan dalam format Enterprise Risk Dashboard kepada Komite Manajemen Risiko (RMC) dan Komite Pemantau Risiko (ROC). Beberapa indikator utama risk appetite perusahaan adalah solvency ratio, liquidity ratio, investment sufficiency ratio, dan combined ratio. Di dalam setiap indikator, limit risiko ditetapkan sebagai batasan yang memperhatikan aspek permodalan, likuiditas, pasar dan operasional. Seluruh eksposur risiko perusahaan masih dalam batas aman terhadap indikator risk appetite perusahaan maupun terhadap batasan regulasi.
Komite Manajemen Risiko (RMC) merupakan komite tingkat Direksi yang mengimplementasikan penerapan kebijakan Manajemen Risiko Perusahaan dan keseluruhan eksposur risiko yang diambil oleh perusahaan. RMC bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama terkait Manajemen Risiko. Sesuai piagam yang mengatur pelaksanaan rapat secara triwulanan, perusahaan telah mengadakan rapat Komite Manajemen Risiko sebanyak 4 (empat) kali sepanjang tahun 2019 dengan agenda sebagai berikut:
Risk Management Committee (RMC) is a committee at the Board of Directors level that implements the policy of the Company’s Risk Management and overall risk exposure taken by the Company. RMC is responsible to evaluate and give recommendations to the Managing Director regarding Risk Management. In accordance with the charter regulating quarterly meeting implementation, the company has held Risk Management Committee meetings 4 (four) times throughout 2019 with the following agendas:
Risk appetite is the company’s main indicator which is defined as the level of risk acceptable for the company to maintain its strategic goals in creating and protecting the value of the company. It is compiled in line with the company’s planning process to ensure its suitability with the strategies, business growth aspirations, capital and liquidity position, as well as its ability and strength to manage risks. Risk appetite exposure is submitted quarterly in an Enterprise Risk Dashboard format to Risk Management Committee (RMC) and Risk Oversight Committee (ROC). Some of the main indicators of a company’s risk appetite are solvency ratio, liquidity ratio, investment sufficiency ratio, and combined ratio. In each indicator, a risk limit is determined as a limitation that takes into account capital, liquidity, market, and operational aspects. All of the company’s risk exposures are still within safe limit against both the company’s risk appetite indicators and regulatory limit.
RISK APETITE
KOMITE MANAJEMEN RISIKO RISK MANAGEMENT COMMITTEE
RISK APETITE
• Penilaian Profil Risiko Terintegrasi per 31 Desember
2018
• Integrated Risk Profile Assessment as of
December 31, 2018.
• Penilaian Profil Risiko Terintegrasi per 30 Juni2019.
• Integrated Risk Profile Assessment as of June 30,
2019.
1. AGENDA APPROVAL 1. AGENDA APPROVAL
• Enterprise Risk Dashboard per 31 Desember 2018.
• Hasil Rapat Komite Manajemen Risiko Terintegrasi per 30 Juni 2019.
• Institutional Risk Profile Assessment
(Risk-Based Supervision/RBS) as of December 31,
2018.
• Enterprise Risk Dashboard per 30 Juni 2019.
• Enterprise Risk Dashboard as of June 30, 2019.
• Enterprise Risk Dashboard as of December 31,
2018.
• Enterprise Risk Dashboard per 31Maret 2019.
• Enterprise Risk Dashboard per 30 September
2019.
• Enterprise Risk Dashboard as of September 30,
2019.
• Recapitulation of the PDU Point of the Certified
Risk Governance Professional (CRGP) as of June
30, 2019.
• Rekapitulasi Poin PDU Gelar CRGP per 30 Juni 2019.
• Recapitulation of the PDU Point of CRGP
Degree as of November 30, 2019.
• Rekapitulasi Poin PDU Gelar CRGP per 30 November 2019.
• Resolutions of the Integrated Risk Management
Committee Meeting as of December 31, 2018
• Hasil Rapat Komite Manajemen Risiko Terintegrasi per 31 Desember 2018.
• Resolutions of the Integrated Risk Management
Committee Meeting as of June 30, 2019
• Enterprise Risk Dashboard as of March 31, 2019.
2. AGENDA INFORMATION 2. AGENDA INFORMATION
• Penilaian Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) per 31 Desember 2018.
• Penilaian Tata Kelola Terintegrasi per 31 Desember 2018.
• Penyempurnaan Piagam Komite Pemantau Risiko.
• RCSA Terintegrasi Dengan KPI.
• Integrated RCSA with Indonesian Broadcasting
Commission (KPI).
• Mandatory Provision of Minimum Capital
(KPMM) Assessment as of December 31, 2018.
• Completion of the Risk Oversight Committee
Charter.
• Integrated Governance Assessment as of
December 31, 2018.
• Completion of the 2020 Risk Appetite Statement.
• Penilaian Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) per 30 Juni 2019.
• Penilaian Tata Kelola Terintegrasi per 30 Juni 2019.
• Penyempurnaan Piagam Komite Manajemen Risiko.
• Penyempurnaan Risk Appetite Statement 2020.
• Pedoman Risk Maturity Assessment.
• Risk Maturity Assessment Guidance.
• Mandatory Provision of Minimum Capital
(KPMM) Assessment as of June 30, 2019.
• Completion of the Risk Management Committee
Charter.
• Integrated Governance Assessment as of June
30, 2019.
• Penilaian profil risiko kelembagaan (RBS) per 31 Desember 2018
• Business Continuity Management (BCM)
Handling regarding the Mass Demo against
the Decisions of the Election Supervisory
Agency (Bawaslu).
• Kegiatan Round Table Discussion LSPMR dan
WIKA.
• Round Table Discussion between Risk
Management Professional Certification
Agency (LSPMR) and WIKA.
• Kegiatan Proyek Pembangunan Lift pada Gedung Klaim Simas Mobil.
• Penanganan BCM terkait Demo Massa Hasil Keputusan Bawaslu.
• Lift Construction Project at the Building for
Simas Motor Vehicle Claim.
Manajemen Risiko | Risk Management
Laporan Tahunan 2019 | Asuransi Sinar Mas 24 Asuransi Sinar Mas | Laporan Tahunan 2019
• Sosialisasi RPOJK terkait Tingkat Kesehatan LJKNB.
• Progress of the Integrated RCSA with KPI.
• Report of the Internal Circular Letter Update Progress.
• Laporan Progress Pengkinian SE Internal.
• Promotion of the Draft Regulation of Financial Service Authority (RPOJK) regarding the Soundness of the Non-Bank Financial Services Institutions.
• Laporan BCM Terkait Karhutla Sumatera dan Kalimantan.
• Penghargaan Top GRC #4 Stars atas
Implementasi GRC ASM. • Top GRC #4 Stars Award for the GRC Implementation of ASM. • Report of the Business Continuity Management. • Creating of the WhatsApp Group for ASM’s
Emergency Response Preparedness (ERP).
• Rencana Simulasi Evakuasi Gempa Bumi Tahun 2019.
• BCM Report Regarding the Forest and Land Fires in Sumatra and Kalimantan.
• Progress RCSA Terintegrasi Dengan KPI.
• Earthquake Evacuation Simulation Plan for the Year 2019.
Komite Pemantau Risiko (ROC) ini merupakan komite tingkat Dewan Komisaris yang memantau pelaksanaan prinsip-prinsip dan praktek-praktek untuk pengelolaan risiko dalam kerangka manajemen risiko perasuransian. Sesuai piagam yang mengatur pelaksanaan rapat secara bulanan. Perusahaan telah mengadakan rapat Komite Pemantau Risiko secara rutin dan terakhir disesuaikan frekwensi pelaporannya dengan SEOJK no.14/SEOJK.05/2019 menjadi 3 bulanan sebagai berikut:
Risk Oversight Committee (ROC) is a committee at the Board of Commissioners level that oversees the implementation of principles and practices of risk management in the frame of insurance risk management, in accordance with the charter regulating quarterly meeting implementation. The company has held Risk Oversight Committee meetings regularly and in the latest meeting, the frequency of reporting is adjusted to the Circular Letter of Financial Services Authority (SEOJK) No. 14/SEOJK.05/2019 to become quarterly reporting with the following agendas:
KOMITE PEMANTAUAN RISIKO RISK OVERSIGHT COMMITTEE
• Penyempurnaan Piagam Komite Pemantau
Risiko • Completion of the Risk Oversight Committee Charter.
1. AGENDA APPROVAL 1. AGENDA APPROVAL
• Penilaian Profil Risiko Terintegrasi per 31 Desember 2018.
• Penilaian Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum (KPMM) per 31 Desember 2018. • Mandatory Provision of Minimum Capital (KPMM) Assessment as of December 31, 2018. • Integrated Risk Profile Assessment as of
December 31, 2018. • Penilaian Profil Risiko Terintegrasi per 30 Juni
2019.
• Penilaian Tata Kelola Terintegrasi per 31
Desember 2018. • Mandatory Provision of Minimum Capital (KPMM) Assessment as of June 30, 2019. • Integrated Risk Profile Assessment as of June 30,
2019.
2. AGENDA INFORMATION 2. AGENDA INFORMATION
• Laporan Business Continuity Management. • Pembentukan Group Whatsapp ERP ASM
(Emergency Response Preparedness).
• Integrated Governance Assessment as of June 30, 2019.
• Enterprise Risk Dashboard as of March 31, 2019 • Penilaian Tata Kelola Terintegrasi per 30Juni
2019.
• Penilaian Tata Kelola Terintegrasi per 30 Desember 2019.
• Institutional Risk Profile Assessment (RBS) as of December 31, 2018.
• Penilaian Profil Risiko Kelembagaan (RBS) per 31 Desember 2018.
• Integrated Governance Assessment as of December 31, 2018.
• Rekapitulasi Poin PDU Gelar CRGP per 30 Juni 2019
• Enterprise Risk Dashboard per 31 Maret 2019. • Enterprise Risk Dashboard per 30 Juni 2019. • Enterprise Risk Dashboard per 30 September
2019.
• Enterprise Risk Dashboard as of June 30, 2019. • Enterprise Risk Dashboard as of September 30,
2019.
• The Resolutions of the Integrated Risk Management Committee Meeting as of June 30, 2019
• Hasil Rapat Komite Manajemen Risiko Terintegrasi per 31 Desember 2018.
• Rekapitulasi Poin PDU Gelar CRGP per 30 November 2019.
• Hasil Rapat Komite Manajemen Risiko Terintegrasi per 30Juni 2019.
• Pedoman Risk Maturity Assessment. • Risk Maturity Assessment Guidance.
• Penyempurnaan Risk Appetite Statement 2020. • Completion of the 2020 Risk Appetite Statement. • Recapitulation of the PDU Point of the Certified
Risk Governance Professional (CRGP) as of June 30, 2019.
• Penanganan BCM terkait Demo Massa Hasil
Keputusan Bawaslu. • Business Continuity Management (BCM) Handling regarding the Mass Demo against the Decisions of the Election Supervisory Agency (Bawaslu).
• Recapitulation of the PDU Point of CRGP Degree as of November 30, 2019.
• Kegiatan Proyek Pembangunan Lift Pada Gedung
Klaim Simas Mobil. • Lift Construction Project at the Building for Simas Motor Vehicle Claim. • The Resolutions of the Integrated Risk
Management Committee Meeting as of December 31, 2018.
• Pembentukan Group Whatsapp ERP ASM (Emergency Response Preparedness).
• Kegiatan Round Table Discussion LSPMR dan WIKA.
• Report of the Business Continuity Management. • Round Table Discussion between LSPMR and
WIKA.
• Creating of the WhatsApp Group for ASM’s Emergency Response Preparedness (ERP).
• Laporan Business Continuity Management.
• Top GRC #4 Stars Award for the GRC Implementation of ASM.
• Penghargaan Top GRC #4 Stars Atas Implementasi GRC ASM.
• BCM Report Regarding the Forest and Land Fires in Sumatra and Kalimantan.
• Laporan BCM Terkait Karhutla Sumatera dan Kalimantan.
• Earthquake Evacuation Simulation Plan for the Year 2019.
• Rencana Simulasi Evakuasi Gempa Bumi Tahun 2019.
• Progress of the Integrated RCSA with KPI. • Progress RCSA Terintegrasi Dengan KPI.
Manajemen Risiko | Risk Management
Laporan Tahunan 2019 | Asuransi Sinar Mas 26 Asuransi Sinar Mas | Laporan Tahunan 2019