• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSIDING SEMINAR NASIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROSIDING SEMINAR NASIONAL"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

________________________________Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

ii

PROSIDING

SEMINAR NASIONAL

TEMA:

PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM

PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK

MENGHADAPI MEA (MASYARAKAT

EKONOMI ASEAN) 2015

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

(3)

________________________________Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

iii EDITOR

Dr. M. Ikhsan, M.Pd. Dr. Rahmah Johar, M.Pd. Dra. Suryawati, M.Pd.

Cut Khairunnisak, S.Pd., M.Si.

PENATA LETAK

Dra. Bintang Zaura, M.Pd.

DESAIN COVER

Iwannitona, S.Pd.

TEBAL BUKU

284 + x

PENERBIT

Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah

Darussalam – Banda Aceh

Laman: http://matematika.fkip.unsyiah.ac.id/

© FKIP Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala Cetakan Pertama

(4)

________________________________Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

iv

LAPORAN KETUA PANITIA

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Tiada ucapan yang lebih pantas disampaikan kecuali puji dan syukur kepada Allah S.W.T, karena hanya atas ridha-Nya kegiatan “Seminar Nasional Pendidikan” sesuai dengan waktu yang direncanakan. Seminar ini akan menjadi kegiatan rutin dimasa yang akan datang (setiap tahun) di FKIP Unsyiah.

Seminar Nasional Pendidikan yang berlangsung di Auditoruim FKIP Unsyiah lantai 3 Darussalam Banda Aceh pada tanggal 14 November 2015, diselenggarakan dengan dana BOPT. Tema Seminar Nasional Pendidikan adalah “Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)”. Dalam acara seminar tersebut panitia menghadirkan 2 orang keynote speaker yaitu; (1) Dra. Ida Karnasih,M.Sc.Ed.Ph.D (Dosen Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan - Indonesia) dan (2) Dr. Cut Morina Zubainur, S.Pd., M.Pd. (Dosen Pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala - Indonesia)

Pada kesempatan yang baik ini, kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Rektor Unsyiah, Dekan FKIP Unsyiah, tamu undangan, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, dan seluruh peserta seminar, atas segala partisipasi dan bantuannya. Rasa bangga dan terimakasih juga kami sampaikan kepada seluruh anggota panitia yang telah bekerja keras, bahu membahu untuk menyukseskan acara ini. Akhirnya kami mengucapkan selamat mengikuti seluruh rangkaian seminar, semoga bermanfaat.

Penanggung Jawab Seminar Ketua Pelaksana

Ttd Ttd

(5)

________________________________Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

v

SAMBUTAN KETUA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang paling utama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya kita dapat bertemu di forum "Seminar Nasional Pendidikan Matematika" dalam kondisi sehat jiwa dan raga. Tema seminar ini adalah “Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)”. Tema tersebut sangatlah urgen dan up to date saat ini dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Provinsi Aceh dan umumnya di Indonesia.

Saya selaku Ketua Program Studi begitu gembira melihat antusias para panitia, dan para praktisi matematika, para alumni dan sarjanawan matematika dari berbagai instansi beserta partisipasi dari himpunan mahasiswa pendidikan matematika yang ikut ambil bagian dalam mensukseskan acara Seminar Nasional Pendidikan Matematika.

Penelitian dan pengembangan yang terkait dengan dunia pendidikan harus terus digalakkan dan dikomunikasikan kepada semua stakeholder. Karenanya, upaya mengundang keynotespeaker, baik dari tingkat lokal dan nasional pun kami tempuh untuk menyemarakkan Seminar Nasional ini.

Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada; Rektor Unsyiah yang telah memberikan arahan dan berkenan membuka seminar ini Bapak Dr. Djufri, M.Si. selaku Dekan FKIP Unsyiah, Ibu Dra. Ida Karnasih, M.Sc.Ed.Ph.D dan Ibu Dr. Cut Morina Zubainur, S.Pd., M.Pd. sebagai keynote speaker pada seminar ini. Saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara dan seluruh panitia yang terlibat dalam merancang kegiatan tersebut, atas upaya kreatif yang cukup mendasar sehingga pelaksanaannya cukup mengesankan. Kepada para Mahasiswa Pendidikan Matematika yang telah ikut hadir, yang nantinya menjadi pengalaman berharga dalam meneliti kehidupan terkait dalam pembelajaran matematika.

Demikianlah sambutan saya, mudah-mudahan Seminar Nasional Pendidikan Matematika ini berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan pemikiran-pemikaran segar bagi upaya peningkatan mutu pendidikan di Aceh. Wassalammu’alaikum Wr. Wb.

Ketua Program Studi Matematika FKIP Unsyiah Ttd

(6)

________________________________Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

vi

DAFTAR ISI

LAPORAN KETUA PANITIA ... SAMBUTAN KETUA PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA ... DAFTAR ISI ... iv v vi HAL PEMBICARA UTAMA

PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENGHADAPI MEA (MASYARAKAT EKONOMI ASEAN)

Ida Karnasih

1 PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN

KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA DALAM MENGHADAPI MEA

Cut Morina Zubainur, Dr. Rahmah Johar, M.Pd. 12

BIDANG PENDIDIKAN MATEMATIKA

AKTIVITAS SISWA PADA MATERI BARISAN DAN DERET

ARITMATIKA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS X SMK KESEHATAN ASSIFA SCHOOL BANDA ACEH

Annisa Suryamanda 20

INVESTIGASI POLA KONTINGENSI SCAFFOLDING GURU PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Anwar Ramli 27

PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BARISAN DAN DERET SISWA KELAS X SMAN 10 FAJAR HARAPAN BANDA ACEH

Bainuddin Yani, R M Bambang S, Nurul Husna 41

HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI INTEGRAL DENGAN MENGGUNAKAN GEOGEBRA DI KELAS XII SMA LAB SCHOOL UNSYIAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Bintang Zaura, Fahrul Annas 53

PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN

MATH PROJECT IN DAILY LIFE (MPID LIFE) PADA SISWA KELAS X

MIA1 SMAN 1 MEUREUDU

Cut Laila Kulsum 62

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM QUIZ PADA MATERI STATISTIKA DI KELAS VII SMP NEGERI 7 BANDA ACEH

(7)

________________________________Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

vii

PRESTASI MAHASISWA PENERIMA BEASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Ellianti, Khairul Umam, Rizki 82

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MATERI RELASI DAN FUNGSI BAGI SISWA KELAS X MAN MODEL BANDA ACEH

Erni Maidiyah, Bintang Zaura, Decy Pramita Sari Yusna 93

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PURBAKALA DAN PERKEMBANGAN: PARTISIPASI DAN RESPON MAHASISWA

M, Hasbi, RM Bambang, Usman 101

SIKAP SISWA TERHADAP PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN

DISCOVERY LEARNING PADA MATERI LINGKARAN DI MTsN 2

LEUNG BATA BANDA ACEH

Indah Suryawati 107

RESPON SISWA TERHADAP PENGGUNAAN SOFTWARE AUTOGRAPH DENGAN GAME ANGRY BIRDS DALAM PEMBELAJARAN FUNGSI KUADRAT DI KELAS X SMA

Suhartati, Iwannitona 114

PENGGUNAAN SOFTWARE CABRI 3D PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII SMPN 6 BANDA ACEH

Johan Yunus, M. Ikhsan, Onas Rahman 122

PENGARUH TASK COMMITMENT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MAN DARUSSALAM ACEH BESAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Khairul Umam, Yuhasriati, Maghfirah 132

PENGEMBANGAN APLIKASI ZAKAT BERBASIS MATLAB

Mukhlis Hidayat, Lidya Marissa 140

VALIDITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN PROGRAM LINIER METODE GARIS SELIDIK BERBANTUAN SOFTWARE AUTOGRAPH

Mirna, Cut Morina Zubainur 146

MENIGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE INSIDE – OUTSIDE- CIRCLE PADA MATERI PEMBAGAIN PECAHAN DI SDN 1 LAMBHEU ACEH BESAR

Monawati, Sarah Ramadhayani 154

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MENGIKUT KONTEKS DI SEKOLAH MENENGAH TEKNOLOGI INDUSTRI BANDA ACEH

(8)

________________________________Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

viii

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI KELILING LINGKARAN DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 DARUL HIKMAH

Radhiati

174

RESPON SISWA TERHADAP PENERAPAN MODEL PROJECT BASED

LEARNING (PJBL) PADA MATERI STATISTIKA DI KELAS VII SMP

MEHODIST BANDA ACEH

Rahmi Maulina 183

HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL

PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SEGIEMPAT DI KELAS VII MTSN MODEL BANDA ACEH

Rizka, Tuti Zubaidah 191

KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL SBMPTN BIDANG MATEMATIKA OLEH SISWA KELAS XII DI SMA NEGERI 1 BANDA ACEH TAHUN 2015

RM Bambang S, Budiman, Srimawarni 206

AKTIFITAS SISWA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY

LEARNING PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI DI KELAS XI

SMAN 1 SABANG

Rosyi Kurniawati 214

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 8 BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Salasi R, Suryawati, Kartika Sarah 222

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PISA UNTUK SISWA SMP

Somakim 231

PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING (MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK) PADA MATERI HIMPUNAN DI KELAS VII SMP NEGERI 7 BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2014/2015

Suhartati 242

KENDALA GURU MATEMATIKA DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2014

Suryawati, Erni Maidiyah, Risa Handayani 249

KONSEPSI: PEMAHAMAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA TENTANG LIMIT FUNGSI

(9)

________________________________Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

ix

SIKAP KERJASAMA PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN

DISCOVERY LEARNING UNTUK MATERI OPERASI HITUNG ALJABAR

DI KELAS VIII MTS INSAN QURANI

Wahyu N 269

COMMUNICATION SKILL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

(10)

53

| Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2015

HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI INTEGRAL DENGAN MENGGUNAKAN GEOGEBRA DI KELAS XII SMA LAB SCHOOL UNSYIAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Bintang Zaura, Fahrul Annas

Dosen Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah Banda Aceh Email: [email protected]

Abstrak. Geogebra adalah software geometri dinamis yang mendukung kontruksi titik dan garis. Hal ini juga menyediakan fitur khas untuk sistem aljabar komputer seperti menemukan titik penting dari fungsi (akar, lokal ekstrem dan infeksi poin fungsi), masukan langsung untuk persamaan dan koordinat, menemukan turunan dan integral dari fungsi yang dimasukkan. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan tujuan (1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajarkan melalui pemanfaatan geogebra pada materi integral di kelas XII SMA Lab School Unsyiah mencapai ketuntasan belajar; (2) untuk mengetahui aktifitas siswa selama pembelajaran materi integral melalui pemanfaatan geogebra di kelas XII SMA Lab School Unsyiah; (3) untuk mengetahui aktivitas guru selama pembelajaran materi integral melalui pemanfaatan geogebra di kelas XII SMA Lab School Unsyiah; (4) untuk mengetahui respon siswa kelas XII SMA Lab School Unsyiah terhadap pelaksanaan pembelajaran materi integral melalui pemanfaatan geogebra. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Lab School Unsyiah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran, observasi aktivitas siswa dan angket respon siswa. Pengolahan data dilakukan dengan uji-t satu pihak (uji pihak kanan) dan taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan software geogebra pada materi integral di kelas XII SMA Lab School Unsyiah belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal; (2) aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui pemanfaatan geogebra belum efektif; (3) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran mencapai kategori baik; (4) respon siswa pada pembelajaran melalui pemanfaatan geogebra adalah positif.

Kata Kunci: Geogebra, Hasil belajar, Materi Integral.

PENDAHULUAN

Pembangunan di bidang pendidikan sebagai salah satu bagian dari pembangunan Nasional, dan itu perlu diwujudkan guna untuk meningkatan kemajuan dalam sektor pendidikan. Merosotnya kualitas pendidikan banyak mendapat sorotan dari masyarakat, peserta lulusan kependidikan, para pendidik dan pemerintah. Seperti pendapat Mulyasa (2006:15): “Dalam kehidupan suatu bangsa, pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup Negara dan bangsa, karena pendidikan

(11)

54

| Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2015

merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia”. Oleh karena itu pemerintah berupaya semaksimal mungkin mengadakan perbaikan dan penyempurnaan di bidang pendidikan. Sebagai langkah antisipasi, maka pendidikan banyak diarahkan pada penataan proses belajar, penggunaan dan pemilihan media belajar secara tepat. Kesemuanya dimaksudkan untuk pencapaian hasil belajar semaksimal mungkin.

Belajar merupakan suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Sedangkan pengertian belajar sendiri menurut Cronbach (Sarjono, 2000:21) mengatakan “Learning is shown by change in behavior as result of experience”. Atau menurut Cronbach, belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami. Menurut Thorndike (Sarjono, 2000: 21) belajar adalah suatu usaha untuk membentuk hubungan antara perangsang dan reaksi. Menurut Pavlon dan Watson (Sarjono, 2000: 21) belajar dipandang sebagai usaha untuk membentuk refleks-refleks baru. Melihat sedemikian kompleksnya masalah proses belajar mengajar dan peran guru, maka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam proses belajar mengajar perlu dikembangkan iklim kondusif yang dapat menumbuhkan sikap dan prilaku belajar secara wajar. Untuk itu pembelajaran dengan menggunakan media, khususnya integral melalui penggunaan media geogebra dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk hal tersebut.

Pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran induktif dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa.

Pengajaran menurut Rohani (2004:4) merupakan perpaduan dari dua aktivitas, yaitu aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Pengajaran matematika akan bisa disebut berjalan dan berhasil dengan baik, manakala ia mampu mengubah diri peserta didik selama ia terlibat di dalam proses pengajaran itu, dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.

Pembelajaran matematika memerlukan media yang sesuai, karena menurut Reys (Karso, 2007:40) menyatakan matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berfikir, suatu seni, suatu bahasa dan suatu alat. Menurut Tambunan (Karso, 2007:42) menyatakan matematika adalah pengetahuan mengenai kuantiti dan ruang, salah satu cabang dari sekian banyak ilmu yang sistematis, teratur dan ekstrak. Menurut Hudoyo (Karso, 2007:40) secara singkat mengatakan bahwa matematika berkenaan dengan ide-ide, konsep-sonsep abstrak yang tersusun secara hierarkis dan penalarannya deduktif. Pembelajaran matematika di kelas ditekankan pada

(12)

55

| Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2015

keterkaitan antara konsep-konsep matematika dengan pengalaman anak sehari-hari. Selain itu, perlu menerapkan kembali konsep matematika yang telah dimiliki anak pada kehidupan sehari-hari atau pada bidang lain juga sangat penting dilakukan.

Penelitian Jacobs dan Schade (Munir 2008:232) menunjukkan: “Bahwa daya ingat seseorang yang hanya membaca memberikan pengaruh mudah, sekitar 1%. Daya ingat ini ditingkatkan hingga 25%-30% dengan bantuan media lain seperti televisi. Daya ingat main meningkat dengan penggunaan multimedia, yakni hingga 60%”. Penggunaan komputer sebagai media pengajaran masih sangat sedikit dimanfaatkan oleh guru terutama pada matematika. Saat ini umumnya para guru hanya menggunakan media buku cetak dan papan tulis dalam menyampaikan materi matematika. Hal ini membuat siswa sulit memahami materi-materi matematika yang bersifat abstrak. Untuk itu perlu di optimalkannya keberadaan komputer yang saat ini sudah tersedia di sekolah-sekolah. Komputer dengan software yang direncanakan merupakan media yang baik untuk membantu siswa memahami matematika yang disampaikan oleh guru.

Salah satu medianya adalah geogebra, menurut Diković (2009:192) Geogebra adalah geometri dinamis yang mendukung konstruksi titik, garis dan semua bagian berbentuk kerucut. Hal ini juga menyediakan fitur khas untuk Aljabar komputer sistem seperti menentukan titik penting dari fungsi (akar, lokal ekstrem dan infleksi poin fungsi), masukan langsung untuk persamaan dan koordinat, menemukan turunan dan integral dari fungsi yang dimasukkan. Menurut Hohenwarter (2008): Program Geogebra sangat bermanfaat bagi guru maupun siswa. Berbeda dengan penggunaan software komersial yang biasanya hanya bisa dimanfaatkan di sekolah, Geogebra dapat diinstal pada komputer pribadi dan dimanfaatkan kapan dan dimanapun oleh siswa maupun guru. Bagi guru, Geogebra menawarkan kesempatan yang efektif untuk mengkreasi lingkungan belajara online interaktif yang memungkinkan siswa mengeksplorasi berbagai konsep-konsep matematis.

Bedasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini anatara lain: 1) Apakah hasil belajar siswa yang diajarkan melalui pemanfaatan geogebra pada materi integral di SMA Lab School Unsyiah sudah mencapai ketuntasan belajar?. 2) Bagaimana aktivitas siswa selama pembelajaran materi integral melalui pemanfaatan geogebra di kelas XII SMA Lab School Unsyiah?. 3) Bagaimana kemampuan guru mengelola pembelajaran materi integral melalui pemanfaatan geogebra di kelas XII SMA Lab School Unsyiah?. 4) Bagaimana respon siswa kelas XII SMA Lab School unsyiah terhadap pelaksanaan pembelajaran materi integral melalui pemanfaatan geogebra?

(13)

56

| Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2015

Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1)Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajarkan melalui pemanfaatan geogebra pada materi integral di kelas XII SMA Lab School Unsyiah mencapai ketuntasan belajar. 2) Untuk mengetahui aktifitas siswa selama pembelajaran materi integral melalui pemanfaatan geogebra di kelas XII SMA Lab School Unsyiah. 3) Untuk mengetahui aktifitas guru selama pembelajaran materi integral melalui pemanfaatan geogebra di kelas XII SMA Lab School Unsyiah. 4) Untuk mengetahui respon siswa kelas XII SMA Lab School Unsyiah terhadap pelaksanaan pembelajaran materi integral melalui pemanfaatan geogebra.

Manfaat penelitian ini antara lain: 1) Bagi guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan proses pembelajaran pada materi integral siswa kelas XII SMA Lab School Unsyiah. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan penelitian yang sejenis. 2)Bagi kepala sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan tentang peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, melalui pelatihan bagi guru tentang media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 3) Bagi siswa, penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan keaktifan dalam proses pembelajaran dengan mempergunakan media pembelajaran, karena suasana belajar menyenangkan, motivasi belajar siswa meningkat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar siswa.

METODE PENELITIAN

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai guru yang menggunakan aplikasi Geogebra pada materi integral di kelas yang dilakukan kegiatan penelitian tersebut.

Prosedur penelitian ini adalah: 1) Tahap persiapan, kegiatan pada tahap ini adalah membuat instrumen pembelajaran. 2) Tahap pelaksanaan, kegiatan pada tahap ini adalah: a) Melaksanakan pembelajaran menggunakan Geogebra. Pada akhir pertemuan kedua peneliti memberikan angket respon terhadap peroses pembelajaran menggunakan Geogebra. b) Selama pembelajaran berlangsung dilakukan pengamatan kemampuan guru mengelola pembelajaran dan aktivitas siswa. c) Memberikan tes. 3) Tahap analisis data, kegiatan pada tahap ini adalah mengelola data yang diperoleh dari tahap pelaksanaan.

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IA 1 SMA Lab School Unsyiah terdiri dari 29 siswa. Pengambilan subjek berdasarkan pertimbangan guru bidang studi di kelas XII IA yaitu siswa mudah diajak kerjasama, komunikatif, dan kemampuan siswa heterogen.

(14)

57

| Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2015

Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data ketuntasan belajar siswa yang diperoleh dari tes hasil belajar, data kemampuan guru, data aktivitas siswa dan respon siswa dalam memahami materi integral yang diajarkan menggunakan Geogebra yang diperoleh dari angket. Setelah semua data terkumpul, berikut dilakukan pengolahan data.

1) Data Hasil Belajar Siswa

Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa selama pembelajaran berlangsung maka data akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan rumus persentase. Siswa dinyatakan tuntas belajar jika siswa tersebut memperoleh nilai 78 dan kelas dinyatakan tuntas jika minimal 85% dari siswa mencapai nilai 78, dan menggunakan uji-t untuk menentukan hipotesis yang ada.

2) Data Kemampuan Guru

Data ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran pada materi integral dalam menentukan luas daerah. Data kemampuan guru mengelola pembelajaran dianalisa dengan menggunakan statistik deskriptif dengan skor rata-rata sebagaimana dikemukakan Hasratuddin (Mukhlis, 2005:69) sebagai berikut:

1,00 ≤ TKG < 1,50 tidak baik 1,50 ≤ TKG < 2,50 kurang baik 2,50 ≤ TKG < 3,50 cukup baik 3,50 ≤ TKG < 4,50 baik 4,50 ≤ TKG ≤ 5,00 sangat baik Keterangan:

TKG = Tingkat Kemampuan Guru

Kemampuan guru mengelola pembelajaran dikatakan efektif jika skor setiap aspek yang dinilai berada pada kategori baik atau sangat baik.

3) Data aktivitas siswa

Untuk mengetahui aktifitas siswa dianalisi dengan menggunakan persentase. Adapun rumus persentase menurutu sudjana (2005:50) adalah:

= %

Keterangan :

P = angka persentasi

F = frekuensi aktifitas siswa

N =Jumlah aktivitas keseluruhan siswa 4) Data Hasil Angket

Menurut Mukhlis (2005:79), “Persentase dari setiap respon siswa diperoleh dengan membagi jumlah respon siswa tiap aspek yang muncul

(15)

58

| Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2015

dengan jumlah seluruh siswa dikali seratus persen”. Secara sistematis persentase dari setiap respon siswa dapat ditulis:

ℎ ℎ 100%

Respon siswa dikatakan positif jika jawaban siswa terhadap pertanyaan positif untuk setiap aspek yang di respon pada setiap komponen pembelajaran diperoleh persentase ≥ 80%.

Hasil Penelitian

1) Data Hasil Belajar Siswa

Dari hasil belajar dan tes setelah proses pembelajaran degan menggunakan Geogebra terakhir diperloeh 16 orang siswa mencapai nilai KKM, yaitu ≥ 78 dan selebihnya yaitu 13 orang siswa tidak tuntas secara individu (nilainya < 78). Dengan menggunakan persentase, banyaknya siswa yang tuntas secara indiviual dapat dinyatakan 55,1%. Hal ini menunjukkan bahwa ketuntasan secara klasikal belum terpenuhi karena persentase siswa tuntas belajar secara individual tidak lebih dari 85%, sehingga kelas tersebut beum tuntas belajar secara klasikal, dengan rata-rata ̅ = 78 ,1, simpangan bakunya s = 10,76, dengan taraf signifikan α = 0,05 dan banyak kelas interval K = 6, banyak siswa n= 29, dari nilai tersebut diperoleh %&,'()%*+) =

1,70 . Sehingga diperoleh ,-./01 < .3456 yaitu 0,05 < 1,70, dengan

demikian 7& pada taraf signifikan α = 0,05 diterima. Berarti dapat disimpulkan bahwa kemampuan akhir siswa SMA Lab School Unsyiah tidak mencapai ketuntasan. Berdasarkan jawaban tes siswa diperoleh siswa masih belum mampu menggambar fungsi secara tepat dan cepat dalam menyelesaikan soal.

2) Data Kemampuan Guru

Data tentang kemampuan guru mengelola pembelajaran menunjukan nilai rata-rata yang diperoleh guru dalam setiap askpek selama dua kali pertemuan adalah berkisar anatara 4 sampai 5 maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru mengelola pembelajaran mencapai kategori sangat baik. Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran matematika pada materi integral luas daerah menggunakan Geogebra adalah baik.

3) Data Aktivitas Siswa

Pengamatan aktivitas siswa dilakukan dengan lembar observasi kegiatan siswa. Pengamatan dilakukan oleh seorang pengamat yang telah di tentukan dan diambil secara acak dari beberapa kelompok yang ada. Pengamat mencatat aktivitas yang paling dominan 5 menit sekali. Berdasarkan data yang terkumpul dapat dilihat bahwa pembelajaran dengan menggunakan geogebra belum efektif, karena ada aspek yang belum mencapai batasan keefektifan yang telah ditetapkan, yaitu aspek mendengarkan atau memperhatikan penjelasan guru sudah melebihi waktu ideal.

(16)

59

| Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2015

5) Data Hasil Angket

Berdasarkan data yang terkumpul dapat dilihat bahwa respon siswa terhadap masing-masing komponen pada pertanyaan berada pada persentase ≥ 80% dan juga jawaban siswa banyak pada pilihan a,b dan c, dengan demikian respon siswa terhadap Pemanfaatan Geogebra pada Materi Integral adalah positif.

Pembahasan

Pada akhir pertemuan setelah peroses pembelajaran selesai, peneliti memberikan tes. Berdasarkan data hasil tes kemudian di olah dengan uji-t. Dari hasil uji-t, diperoleh ,-./01 = 0,05 dan .3456= 1,70, sehingga ,-./01 < .3456 %0,05 < 1,70), artinya terima 7& dan tolak 73, dengan demikian rata-rata tes akhir siswa tidak mencapai ketuntasan belajar. Berdasarkan uji-t secara keseluruhan pembelajaran tersebut dengan pemakaian software geogebra belum mencapai pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada materi integral luas daerah. Hal ini dipengaruhi juga karena waktu pertemuan hanya dua kali, sehingga siswa belum meresapi proses pembelajaran menggunakan Geogebra. Disisi lain dapat dilihat dari kemampuan rata-rata siswa di kelas tersebut masih belum menguasai materi integral dan hanya sebagian siswa yang aktif, dari tampilan Geogebra hanya menarik bagi siswa-siswa yang aktif. Berhubung waktu pertemuan yang hanya dua kali pertemuan, peneliti belum bisa mengaktifkan semua siswa di kelas tersebut.

Kemampuan guru dilihat bahwa rata-rata yang diperoleh dalam setiap aspek berskisar antara 4 sampai 5. Nilai tersebut dikategorikan sangat baik, sesuai yang telah ditetapkan pada TKG. Maka pembelajaran dengan menggunakan geogebra dikategorikan baik. Dilain hal terdapat juga banyak kekurangan yaitu pengelolaan waktu yang kurang baik dari guru.

Aktivitas siswa masih belum efektif, karena ada aspek yang tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Dalam hal ini juga karena proses belajar mengajar kurang efektif yaitu hanya 2 kali pertemuan, sehingga proses pembelajaran masih kurang dari yang diharapkan. Karena itu pada penelitian ini proses pembelajaran belum maksimal dan aktivitas siswa tidak dapat dilihat secara signifikan. Dari kendala-kendala tersebut peneliti menyimpulkan bahwa aktifitas siswa belum efektif dan belum sampai pada kegiatan yang maksimal.

Respon siswa terhadap pembelajaran dengan memanfaatkan geogebra positif. Hal ini dikarenakan disekolah SMA Lab School belum pernah menggunakan software pembelajaran yang mengakibatkan siswa menyukai pembelajaran dengan maemanfaatkan Geogebra. Kelebihan dari geogebra salah satunya memudahkan guru dalam menggambar bentuk-bentuk fungsi

(17)

60

| Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2015

dan tampilannya yang menarik, sehingga respon siswa positif, dan juga di bantu dengan tampilan bahan mengajar yang di desain sedemikian rupa agar dapat memotivasi siswa.

Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:

1. Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan software Geogebra pada materi integral di kelas XII SMA Labschool Unsyiah belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal.

2. Aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui pemanfaatan Geogebra belum efektif dikarenakan waktu yang tidak memadai.

3. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran mencapai kategori baik.

4. Respon siswa positif dikarenakan siswa senang dengan pembelajaran melalui pemanfaatan Geogebra dan siswa senang dengan hal-hal yang baru.

Saran

Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan dalam penelitian adalah : 1. Software Geogebra dapat digunakan guru sebagai media pembelajaran

yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran pada materi integral maupun materi yang lain.

2. Pembelajaran dengan menggunakan software Geogebra ini memerlukan waktu yang relatif banyak. Oleh karena itu guru diharapkan lebih terampil dalam menciptakan suasana yang baik agar waktu yang digunakan lebih efektif.

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Cakir Ahmed. 2008. Modular System Integral. Turkey : Zambak Publishing. Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia: PT. Gramedia Pustaka

Utama.

Diković, Ljubica. 2009. Application Geogebra into Teaching Some Topics of Mathematics at the Collage Level. Tersedia:

http://elib.mi.sanu.ac.rs/files /journals/csis/12/060209.pdf. [diakses tanggal 22 agustus 2014].

Giray Jem. 2008. Modular System Function. Turkey : Zambak Publishing. Hohenwarter, M. & Fuch, K. 2004. Combination of Dynamic Geometry,

Algebra, and Calculus in the Software System Geogebra. Tersedia: http://www.geogebra.org/publications/pecs_2004.pdf. [Diakses tanggal 23 agustus 2014].

(18)

61

| Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2015

Hohenwarter, M., et al. 2008. Teaching and Learning Calculus with Free Dynamic Mathematics Software Geogebra. Tersedia:

http://www.geogebra.org/publications/2008-ICME-TSG16-Calculus-GeoGebra-Paper.pdf. [tanggal 19 agustus 2014]

Karso. 2007. Pendidikan Matematika 1. Jakarta: Universitas terbuka, 2009. Mukhlis. 2005. Pembelajaran Matematika Realistik Untuk Materi Pokok

Perbandingan di Kelas VII SMPN 1 Pailangga, Tesis. Universtias Negeri Surabaya.

Mulyasa, E. 2006. KTSP Sebuah Panduan Praktis. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Munir. 2008. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Alfabeta.

Nurhasanah, Farida. 2010. Abstraksi Siswa SMP dalam Belajar Geometri Melalui Penerapan Model Van Hiele dan Geometer’s Sketchpad. (Tesis).

Purwadarminta W.J.S. 1990. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : PN: Balai Pustaka, 1983.

Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta. Sarjono. 2000. Perkembangan Peserta Didik. Bojonegoro: Institut

Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia. Sugiyono. 2009. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : CV Alvabeta.

Uno, Hamzah B. 2008. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu program komputer (software) yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika, khususnya geometri, adalah GeoGebra.. Dengan program GeoGebra ,

‘ down load ’ dari internet. Selain itu pendidik/ guru dapat memberikan tugas- tugas ringan yang mengharuskan peserta didik/ siswa mengakses dari internet. Peserta didik/

Visualisasi bangun ruang dapat dilihat secara lebih nyata melalui software Geogebra sehingga siswa tidak menghabiskan waktu dalam menggambar bangun ruang dan

Menurut Hohenwarter (2008), GeoGebra adalah program komputer untuk membelajarkan matematika khususnya geometri dan aljabar. Program ini dapat dimanfaatkan secara bebas yang dapat

Penekanan terhadap komponen program pengajaran antara lain berpusat pada pengajar (guru), peserta didik (siswa), teknik yang digunakan kooperatif learning, dalam hal ini

Selain itu diperoleh data bahwa selama ini pembelajaran cenderung berpusat pada guru, dalam pembelajaran guru tidak pernah mengorientasikan siswa pada suatu

Untuk itu setelah materi segiempatselesai disajikan kepada siswa sesuai dengan urutan yang terdapat pada GBPP, maka diakhir pertemuan guru nebfarahkan siswa untuk

Bedasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan adalah: Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar matematika siswa berdasarkan pengalaman mengajar guru SMP Negeri