• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PERENCANAAN KINERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II PERENCANAAN KINERJA"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... iii

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG ... 1

1. MAKSUD DAN TUJUAN ... 2

a. Maksud... 2

b. Tujuan ... 3

2. LANDASAN HUKUM ... 3

3. ORGANISASI DAN TATA KERJA ... 5

a. Kedudukan Organisasi, Tugas dan Fungsi ... 5

b. Struktur Organisasi ... 7

BAB II PERENCANAAN KINERJA A. PERENCANAAN KINERJA ... 8

1. Tujuan dan Sasaran ... 8

2. Strategi dan Arah Kebijakan ... 10

B. INDIKATOR KINERJA UTAMA ... 11

C. PERJANJIAN KINERJA ... 11

D. STANDAR PENILAIAN KINERJA ... 14

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI ... 15

1. Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2019 ... 15

2. Realisasi dan Capaian Kinerja Tahun 2018 - 2023 ... 17

3. Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai Tahun ini dengan Target Jangka Menengah pada Rencana Strategis ... 28

4. Analisa Penyebab Keberhasilan/Kegagalan... 30

5. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumberdaya ... 34

6. Analisa Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan/ Kegagalan Pencapaian Kinerja ... 41

B. REALISASI ANGGARAN ... 49

BAB IV PENUTUP 4.1 PENUTUP... 64

(3)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Matrik Tujuan dan Sasaran Renstra ...9

Tabel 2.2 Indikator Kinerja Utama ...11

Tabel 2.3 Perjanjian Kinerja ...12

Tabel 3.1 Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2019 ...15

Tabel 3.2 Realisasi dan Capaian Kinerja Tahun 2018-2023 ...17

Tabel 3.3 Realisasi Kinerja yang Mengacu pada Target Jangka Menengah Renstra ...28

Tabel 3.4 Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya (Anggaran) ...34

Tabel 3.5 Keberhasilan/Kegagalan Pencapaian Perjanjian Kinerja Tahun 2019 ...41

(4)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2019 Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang. Berdasar pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Permenpan nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Rencana Strategis Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Tahun 2018-2023 serta Peraturan Walikota Malang Nomor 4 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja di Lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, DLH Kota Malang telah menetapkan misi yang mengacu pada misi Kota Malang yaitu “Mewujudkan Kota Produktif dan Berdaya Saing Berbasis Ekonomi Kreatif, Keberlanjutan dan Keterpaduan”. Misi tersebut selanjutnya dijabarkan dalam Rencana Strategis (RENSTRA) DLH Kota Malang Tahun 2018-2023 dan digunakan sebagai landasan penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT). RKT 2018 berisi indikator-indikator kinerja yang akan dicapai oleh DLH Kota Malang di tahun 2019.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DLH Kota Malang Tahun 2019 ini dimaksudkan sebagai media pertanggungjawaban secara periodik yang berisi informasi mengenai kinerja DLH dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Malang dalam rangka perwujudan kepemerintahan yang baik (good governance). Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini sebagai salah satu cara untuk evaluasi yang obyektif, efisien, dan efektif terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.

Malang, 21 Februari 2020

KEPALA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA MALANG

Dra. RINAWATI, MM

Pembina Tingkat I NIP. 19640507 198903 2 014

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui system pertanggungjawaban secara periodik. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada pokoknya adalah instrumen yang digunakan instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi pemerintah kota, terdiri dari berbagai komponen yang merupakan satu kesatuan, yaitu perencanaan strategis, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, dan pelaporan kinerja.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan Tata cara reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah mengamanatkan bahwa Pemerintah Kota Malang berkewajiban menyusun Perjanjian Kinerja dan Pelaporan Kinerja yang menggambarkan tingkat pencapaian kinerja untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: KEP/135/M. PAN/9/2004 LAKIP mempunyai fungsi:

1. Sebagai sarana/instrumen penting untuk melaksanakan reformasi dalam penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat;

2. Sebagai cara dan sarana yang efektif untuk mendorong seluruh aparatur pemerintah meningkatkan disiplin dalam menerapkan prinsip-prinsip good governance dan fungsi-fungsi manajemen kinerja secara taat azaz (konsisten);

3. Sebagai cara dan sarana yang efektif untuk meningkatkan kinerja instansi pemerintah/unit kerja berdasarkan rencana kinerja yang jelas dan sistematis dengan sasaran kinerja yang terukur secara berkelanjutan;

4. Sebagai alat untuk mengetahui dan mengukur tingkat keberhasilan atau kegagalan dari setiap pimpinan instansi/unit kerja dalam menjalankan misi, tugas/jabatan, sehingga dapat dijadikan faktor utama dalam evaluasi

(6)

kebijakan, program kerja, struktur organisasi, dan penetapan alokasi anggaran setiap tahun bagi setiap instansi/unit kerja;

5. Sebagai cara dan sarana untuk mendorong usaha penympurnaan struktur organisasi, kebijakan publik, ketatalaksanaan, mekanisme pelaporan, metode kerja, dan prosedur pelayanan masyarakat berdasarkan permasalahan nyata yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen pemerintahan secara berkelanjutan.

Sistem pengukuran kinerja yang merupakan elemen pokok dari laporan akuntabilitas instansi pemerintah akan mengubah paradigma pengukuran keberhasilan. Melalui pengukuran kinerja, keberhasilan suatu instansi pemerintah akan lehih dilihat dari kemampuan instansi tersebut, berdasarkan sumber daya yang dikelolanya sesuai dengan rencana yang telah disusun. Laporan kinerja yang disusun dan menyampaikan informasi tentang uraian singkat organisasi, rencana dan target kinerja yang ditetapkan, pengukuran kinerja, evaluasi dan analisis kinerja untuk setiap sasaran strategis atau hasil program/kegiatan dan kondisi terakhir yang seharusnya terwujud dan pencapaian sasaran dilaksanakan dengan membandingkan kinerja aktual dengan rencana atau target dan membandingkan kinerja aktual dengan tahun-tahun sebelumnya yang berdasarkan pada target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis (Renstra).

Sebagai instansi pemerintah, Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang wajib menyampaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang merupakan wujud pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan kinerjanya yang disampaikan setiap akhir tahun anggaran. Laporan tersebut menguraikan tingkat capaian kinerja baik keberhasilan maupun kegagalan semua program dan kegiatan yang telah dilaksanakan. Oleh karena itu, perlu penilaian atas penerapan Sistem AKIP yang bertujuan untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik melalui evaluasi Sistem AKIP.

1. MAKSUD DAN TUJUAN a. Maksud

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini dimaksudkan untuk mempertanggung jawabkan pelaksanaan Tugas dan Fungsi Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Tahun 2019 juga sebagai bahan evaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi, dan dalam laporan ini disajikan pula hasil pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan sebagai parameter pengukuran kinerja

(7)

b. Tujuan

Tuntutan dan layanan masyarakat di daerah semakin meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas dalam pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut menuntut pola pikir yang terukur untuk dapat memberdayakan fungsi publik agar sesuai dengan tuntutan perkembangan ekonomi, politik dan budaya. Untuk pencapaian tujuan tersebut diperlukan etos kerja yang berorientasi kepada pencapaian hasil dan pertanggungjawaban berdasarkan nilai-nilai akuntabilitas menuju

Good Government yang bersih, berwibawa dan bertanggungjawab.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah mempunyai 2 (dua) fungsi utama, yaitu :

1. Sebagai sarana penyampaian pertanggungjawaban kinerja kepada instansi pemerintah dan kepada publik yang diwakili oleh lembaga legislatif, dan merupakan sarana evaluasi atas pencapaian kinerja DLH Kota Malang dalam melakukan kewajibannya sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja di masa mendatang;

2. Sebagai sarana untuk menyampaikan pertanggung jawaban kinerja kepada pimpinan yaitu Walikota sebagai Kepala Daerah Kota Malang.

2. LANDASAN HUKUM

Landasan hukum yang digunakan dalam menyusun Laporan Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Tahun 2018 adalah :

1. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah; 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan

Pengelolaan Lingkungan Hidup;

3. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

4. Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2009 tentang Tata Laksana Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Serta Pengawasan Pemulihan Akibat Pencemaran Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Oleh Pemerintah Daerah;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2010 tentang Tata Laksana Pengendalian Pencemaran Air;

(8)

8. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan; 11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2013 Tentang. Tata Laksana

Penilaian Dan Pemeriksaan Dokumen Lingkungan. Hidup Serta Penerbitan Izin Lingkungan;

12. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2013 tentang Simbol Dan Label Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun;

13. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja;

14. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun;

15. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 29 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan;

16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah;

17. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Sarana dan Prasarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga;

18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Serta Tata Cara Perubahan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

19. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 4 tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah Regional Jawa Timur;

20. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah;

(9)

21. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Retribusi Jasa Umum

22. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2016;

23. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2016;

24. Perda Kota Malang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pengendalian Pencemaran Air;

25. Peraturan Gubernur Jatim Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya;

26. Peraturan Walikota Malang Nomor 4 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Laporan Akuntabilitas Kinerja di Lingkungan Pemerintah Kota Malang;

27. Peraturan Walikota Malang Nomor 37 Tahun 2015 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama;

28. Peraturan Walikota Malang Nomor 31 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup.

3. ORGANISASI DAN TATA KERJA

a. Kedudukan Organisasi, Tugas dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Walikota Malang tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup mempunyai tugas pelaksanaan urusan pemerintahan di Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Ruang Terbuka Hijau. Untuk melaksanakan tugasnya, Dinas Lingkungan Hidup Menyelenggarakan Fungsi :

1. perumusan kebijakan daerah di bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Ruang Terbuka Hijau;

2. penyusunan RPPLH;

3. penyusunan KLHS untuk kebijakan, rencana dan/atau program (KRP);

4. pencegahan, penanggulangan dan pemulihan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup;

5. pengelolaan keanekaragaman sumber daya hayati; 6. pengumpulan dan penyimpanan sementara limbah B3;

(10)

7. pembinaan dan pengawasan terhadap usaha dan/atau kegiatan yang izin lingkungan dan izin PPLH diterbitkan oleh Pemerintah Daerah; 8. pemberian penghargaan lingkungan hidup tingkat Kota;

9. penyelenggaraan pelayanan kebersihan; 10. penyelenggaraan pengelolaan sampah;

11. penyelenggaraan kerja sama dan kemitraan dalam pengelolaan sampah;

12. penerbitan izin pendauran ulang sampah/pengolahan sampah, dan pemrosesan akhir sampah yang diselenggarakan oleh swasta;

13. pembinaan dan pengawasan pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh swasta;

14. pengendalian dampak lingkungan hidup serta pengendalian sampah dan timbulan sampah;

15. penanganan pengaduan di bidang lingkungan hidup, persampahan dan kebersihan;

16. pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran peraturan di bidang lingkungan hidup, persampahan, kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau;

17. pembinaan, koordinasi, dan pengendalian bidang Ruang Terbuka Hijau;

18. pendataan potensi retribusi daerah; 19. pemungutan retribusi daerah;

20. koordinasi dan pelaksanaan program, monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang lingkungan hidup, persampahan dan kebersihan; 21. pengendalian pelaksanaan program di bidang lingkungan hidup,

persampahan, kebersihan, dan ruang terbuka hijau; 22. pengelolaan administrasi umum;

23. pemberdayaan dan pembinaan jabatan fungsional; dan 24. penyelenggaraan UPT.

(11)

b. Struktur Organisasi

Struktur organisasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dapat dilihat pada Gambar berikut :

(12)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. PERENCANAAN KINERJA 1. Tujuan dan Sasaran

a. Tujuan Perangkat Daerah

Tujuan PD merupakan penyataan tentang sesuatu yang ingin dicapai oleh setiap PD dalam satu periode tertentu. Tujuan dirumuskan secara spesifik dan realistis, serta harus dapat menjawab atau memecahkan permasalahan, dan menangani isu strategis setiap PD. Tujuan PD harus dapat menggambarkan fungsi pelayanan sesuai tupoksi setiap PD

Agar pencapaian sasaran dapat lebih terorganisir dan terdapat alur yang jelas antara kegiatan dengan sasaran yang harus dicapai, maka perlu ditentukan tujuan dari sasaran pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang yaitu Meningkatkan kualitas kemanfaatan Tata Ruang dan Lingkungan Hidup. Dimana Indikator yang ingin dicapai adalah Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah (IKLHD) sesuai dengan Indikator sasaran RPJMD Kota Malang Tahun 2018-2023.

b. Sasaran Perangkat Daerah

Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dalam pembangunan jangka menengah. Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan, maka sasaran yang akan dicapai atau dihasilkan oleh Dinas Lingkungan Hidup adalah sebagai berikut :

1. Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup dimana indikator yang ingin dicapai adalah Indeks Kualitas Air dan Indeks Kualitas Udara.

2. Meningkatnya Pengelolaan Sampah di Kota Malang

3. Meningkatnya Meningkatnya kualitas kemanfaatan dan kuantitas ketersediaan RTH publik yang dikelola

(13)

Tabel 2.1

Matrik Tujuan dan Sasaran Renstra Tahun 2018 – 2023

No Tujuan Indikator

Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Tujuan dan Sasaran

Target Capaian 2019 2020 2021 2022 2023 1. Meningkatnya Kualitas Kemanfaatan Tatat Ruang dan Lingkungan Hidup Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah (IKLHD) Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah

1. Indeks Kualitas Air 56.50 57.00 57.50 58.00 58.00

2. Indeks Kualitas Udara 80.00 80.00 80.00 80.00 80.00 Meningkatnya

Pengelolaan Sampah di Kota Malang

Persentase Pengelolaan Sampah

3. Prosentase Pengurangan Sampah 21% 22% 24% 26% 27%

4. Prosentase Penanganan Sampah 75% 75% 74% 73% 72%

Meningkatnya kualitas kemanfaatan dan kuantitas ketersediaan RTH publik yang dikelola

5. Persentase Luas RTH Publik yang

tersedia 4,11% 4,18% 4,25% 4,35% 4,36%

Meningkatnya Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

(14)

2. Strategi dan Arah Kebijakan

Untuk merealisasikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan mengembangkan strategi pencapaian tujuan dan sasaran secara optimal.

Adapun strategi adalah sebagai berikut:

1. Optimalisasi Tata Ruang dalam pelestarian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk meminimalkan potensi kerusakan lingkungan hidup;

2. Optimalisasi Tata Ruang dalam perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup yang berkelanjutan;

3. Membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan;

4. Optimalisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Secara Terpadu; 5. Penambahan luasan RTH Publik yang dikelola;

6. Peningkatan kemanfaatan RTH Publik eksisting yang dikelola.

Adapun arah kebijakan adalah sebagai berikut:

1. Pemahaman ketaatan pengelolaan lingkungan hidup bagi kegiatan dan/ atau usaha;

2. Penerapan Kawasan Peduli dan berbudaya lingkungan Hidup

3. Pengembangan Perencanaan, Pencegahan kerusakan/pencemaran, dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup;

4. Penerapan dan pengendalian tata ruang dalam penataan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan;

5. Penguatan Sinergitas dengan Pemangku Kepentingan dalam pengelolaan Lingkungan Hidup;

6. Pengembangan inovasi teknologi tepat guna dalam penanganan persampahan yang ramah lingkungan;

7. Peningkatan cakupan pelayanan persampahan;

8. Penyiapan Sarana Prasarana Persampahan dan Limbah B3;

9. Pengurangan Sampah dan pengelolaan Limbah B3 oleh pemrakarsa secara mandiri;

10. Penguatan Fokus dan Kapasitas Pengadaan Tanah untuk RTH Publik; 11. Pengembangan desain dan pembangunan RTH publik yang ramah

anak, perempuan, lansia dan penyandang disabilitas;

12. Peningkatan efisiensi pemeliharaan taman, hutan kota, kebun bibit dan jalur hijau.

(15)

B. INDIKATOR KINERJA UTAMA

Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kota Malang ditetapkan dalam SK Nomor : 188.45/234/35.73.112/2019 Tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kota Malang dan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Malang Tahun 2019-2023.

Adapun IKU sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini :

No Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Target Capaian

2019 2020 2021 2022 2023 1. Meningkatnya Kualitas Kemanfaatan Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah

1. Indeks Kualitas Air 56.50 57.00 57.50 58.00 58.00 2. Indeks Kualitas Udara 80.00 80.00 80.00 80.00 80.00 Meningkatnya Pengelolaan Sampah di Kota Malang Persentase Pengelolaan Sampah 3. Persentase Pengurangan Sampah 21% 22% 24% 26% 27% 4. Persentase Penanganan Sampah 75% 75% 74% 73% 72% Meningkatnya kualitas kemanfaatan dan kuantitas ketersediaan RTH publik yang dikelola 5. Persentase Luas RTH Publik yang tersedia 4,11% 4,18% 4,25% 4,35% 4,36% Meningkatnya Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah 6. Nilai SAKIP 70 73 75 77 80 C. PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian kinerja merupakan proses perjanjian rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategi, yang akan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan tahunan. Di dalam perjanjian kinerja dan target yang ditetapkan untuk dapat dicapai dalam tahun 2019 serta menyebutkan tentang prigram dan uraian kegiatan yang mendukung tercapainya sasaran strategis.

Dalam dokumen Perjanjian Kinerja memuat informasi tentang sasaran yang ingin dicapai dalam tahun yang bersangkutan, indikator kinerja utama dan rencana capaiannya.

(16)

Melalui dokumen kinerja ini akan diketahui keterkaitan antara kegiatan dengan sasaran, kebijakan dengan programnya erta keterkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.

Perjanjian Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Tahun 2019 secara rinci adalah sebagai berikut:

Tabel 2.3 Perjanjian Kinerja

Tujuan 1 : Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Target Program Anggaran (Rp) Meningkatnya Pengelolaan Tata lingkungan Hidup Persentase Peningkatan Tata Lingkungan Hidup 55.9 % 1. Persentase Dokumen Lingkungan Hidup yang Disetujui 100 % Program Pengembangan Tata Lingkungan Hidup 213,223,000.00 2. Persentase Kajian yang dilaksanakan 80 % Program Pengembangan Tata Lingkungan Hidup 296,693,300.00 3. Persentase Kemitraan /Kerjasama yang terjalin dengan Dinas Lingkungan Hidup 75 % Program Kemitraan dan Pengendalian Lingkungan Hidup 495,825,000.00 4. Persentase Menurunnya Pelanggaran di Bidang Lingkungan Hidup 12 % Program Penaatan dan Penegakan Hukum Lingkungan 550,239,000.00 5. Persentase Masyarakat yang Peduli Lingkungan 50 % Program Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup 340,000,000.00 6. Persentase kegiatan/Usaha yang melaksanakan pengendalian air dan B3 20 % Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 458,249,000.00 7. Persentase kegiatan pengendalian lingkungan yang terlaksana 60 % Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 163,289,000.00

(17)

Tujuan 2 : Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Target Program Anggaran (Rp) Terwujudnya

lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah Persentase Sampah Yang Tertangani 64.2 % 1. Persentase Penduduk yang Dilayani Pengangkutan Sampah 77.51 % Program Pengembangan Kinerja pengelolaan persampahan 18,536,683,800.00 2. Persentase Pengurangan dan Penanganan Sampah di TPS dan PKD 50 % Program Penigkatan Kapasitas Pengelolaan Sampah 2,513,817,000.00 3. Persentase Sampah yang terolah di TPA 77.5 % Pengelolaan Sampah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) 5,684,430,500.00 4. Persentase Masyarakat/ Lembaga yang melakukan pengelolaan sampah 20 % Program Pengurangan dan Penanganan Sampah 185,431,000.00 5. Persentase Penanganan Sampah oleh masyarakat 70 % Program Pengurangan dan Penanganan Sampah 331,594,900.00 6 Persentase Kendaraan Operasional Persampahan yang Layak Jalan

90 % Program Pemeliharaan Sarana Prasarana Operasional Persampahan 1,393,000,000.00

(18)

Tujuan 3 : Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Target Program Anggaran (Rp) Meningkatnya Pelayanan Publik Dinas Lingkungan Hidup

Nilai Survey Kepuasan Masyarakat

79.80

1. Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Bidang Pelayanan Kebersihan 80.60 Program Pengembangan Kinerja pengelolaan persampahan 521,145,040.00

2. Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Pelayanan Laboratorium 79.00 Peningkatan Pelayanan Laboratorium Lingkungan 1,892,003,200.00 3. Persentase Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran yang Terpenuhi 80 % Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 3,265,811,825.00 4. Persentase Sarana dan Prasarana Aparatur yang Berfungsi Baik 80 % Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 9,111,442,085.00

5. Persentase ASN yang Mengikuti Peningkatan Kpasitas Aparatur/Diklat/Bimtek 70 % Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 200,000,000.00 6. Prosentase Laporan Kinerja dan Keuangan yang Disusun Sesuai Jadwal 80 % Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan, Capaian Kinerja, dan Keuangan 740,773,350.00

D. STANDAR PENILAIAN KINERJA

Agar dapat dilakukan analisis terhadap hasil kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang maka telah ditetapkan standar pencapaian sebagai parameter keberhasilan atau kegagalan dari pelaksanaan kebijakan teknis, program dan kegiatan sebagai berikut :

Nilai % Pencapaian

110 Keatas Sangat Tercapai/ Sangat Berhasil 90 ≤ x < 110 Tercapai/ Berhasil

(19)

60 ≤ x < 90 Cukup Tercapai/ Cukup Berhasil

x < 60 Tidak Tercapai/ Tidak Berhasil

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Capaian Kinerja organisasi menunjukkan setiap pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi.

Capaian kinerja di atas mengacu pada sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Organisasi meliputi antara lain :

 Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup;

 Meningkatnya Pengelolaan Sampah di Kota Malang;

 Meningkatnya kualitas kemanfaatan dan kuantitas ketersediaan RTH publik yang dikelola;

 Meningkatnya Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah.

Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja Tahun 2019 sebagai berikut :

1. Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2019

Adapun pencapaian kinerja Tahun Anggaran 2019 dari segi pengukuran kinerja yang dituangkan dalam Laporan Kinerja Tahunan ini merupakan hasil kinerja melalui Pengukuran Capaian Kinerja berdasarkan target dan realisasi yang dari sasaran yang telah diperjanjikan kinerjanya adalah berdasarkan tabel di bawah ini:

Tabel. 3.1

Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2019

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

1 Meningkatnya Pengelolaan Tata lingkungan Hidup

Persentase Dokumen Lingkungan Hidup yang Disetujui

100% 100% 100%

Persentase Kajian yang dilaksanakan

(20)

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

Persentase Kemitraan /Kerjasama yang terjalin dengan Dinas Lingkungan Hidup 75% 60% 80% PersentaseMenurunnya Pelanggaran di Bidang Lingkungan Hidup 12% 11,35% 95% Persentase Masyarakat yang Peduli Lingkungan

50% 50% 100%

Persentase kegiatan/Usaha yang melaksanakan

pengendalian air dan B3

20% 19% 95% Persentase kegiatan pengendalian lingkungan yang terlaksana 60% 60% 100% 2 Terwujudnya lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah

Persentase Penduduk yang Dilayani Pengangkutan Sampah

77,51% 88% 114%

PersentasePengurangan dan Penanganan Sampah di TPS dan PKD

50% 55,54% 111%

Persentase Sampah yang terolah di TPA

77,50% 41,91% 54% Persentase Masyarakat/

Lembaga yang melakukan pengelolaan sampah

20% 20% 100%

Persentase Penanganan Sampah oleh masyarakat

70% 70% 100%

PersentaseKendaraan Operasional Persampahan yang Layak Jalan

90% 64% 71% 3 Meningkatnya Pelayanan Publik Dinas Lingkungan Hidup

Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Bidang Pelayanan Kebersihan

80,60 78,02 97%

Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Pelayanan Laboratorium

79,00 85 108%

Persentase Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran yang Terpenuhi

80% 77,80% 97%

PersentaseSarana dan Prasarana Aparatur yang Berfungsi Baik

80% 61,99% 77%

Persentase ASN yang Mengikuti Peningkatan Kpasitas

Aparatur/Diklat/Bimtek

70% 60% 86%

Persentase Laporan Kinerja dan Keuangan yang

Disusun Sesuai Jadwal

(21)

2. Realisasi dan Capaian Kinerja Tahun 2018 – 2023

Adapun Pengukuran Realisasi dan Capaian Kinerja Tahun 2019, 2020, 2021, 2022, dan 2023 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2

Realisasi dan Capaian Kinerja Tahun 2018-2023

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

REALISASI CAPAIAN 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Meningkatnya Pengelolaan Tata lingkungan Hidup Persentase peraturan daerah di bidang lingkungan hidup yang diberlakukan secara efektif 100% - - - 100% - - - - - Persentase Dokumen Lingkungan Hidup yang Disetujui

100% 100% - - - - 100% 100% - - - -

Persentase Kajian yang dilaksanakan

- 80% - - - 100% - - - -

Persentase Kemitraan /Kerjasama yang terjalin dengan Dinas Lingkungan Hidup

(22)

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

REALISASI CAPAIAN 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Persentase Menurunnya Pelanggaran di Bidang Lingkungan Hidup - 11,35% - - - 95% - - - - Persentase Masyarakat yang Peduli Lingkungan - 50% - - - 100% - - - - Persentase kegiatan/Usaha yang melaksanakan pengendalian air dan B3 - 15,70% - - - 95% - - - - Persentase kegiatan pengendalian lingkungan yang terlaksana - 60% - - - 100% - - - - Meningkatnya Kemitraan dan Kerjasama dengan Instansi Terkait Serta Kemitraan Dengan Masyarakat Persentase lembaga Lingkungan Hidup yang menjalin

kerjasama/kemitraan dengan Daerah dalam perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup

(23)

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

REALISASI CAPAIAN 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Meningkatnya Upaya Pengendalian Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup Persentase perusahaan dan/atau kegiatan yang Memenuhi Persyaratan Pengelolaan Limbah Cair

20% - - - 80% - - - - -

Persentase perusahaan dan/atau kegiatan yang memenuhi persyaratan pengelolaan udara emisi dari sumber tidak bergerak

32% - - - 64% - - - - -

Persentase perusahaan dan/atau kegiatan yang memenuhi persyaratan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) 24% - - - 48% - - - - - Persentase Perusahaan dan/atau Kegiatan yang Menghasilkan Limbah Cair dan Memiliki Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC)

(24)

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

REALISASI CAPAIAN

2018 2019 2020 2021 2022 2023 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Terwujudnya

lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah Persentase pengurangan sampah melalui 3R 9,62% - - - 84% - - - - - Persentase volume sampah yang terangkut ke TPA 61,61% - - - 88% - - - - - Persentase pengoperasian TPA 70% - - - 90% - - - - - Persentase Penduduk yang Dilayani Pengangkutan Sampah 85,23% 88% - - - - 110% 114% - - - - Persentase Pengurangan dan Penanganan Sampah di TPS dan PKD - 55,54% - - - - 111% - - - - Persentase Sampah yang terolah di TPA

- 41,91% - - - - 54% - - - - Persentase Masyarakat/ Lembaga yang melakukan pengelolaan sampah - 20% - - - - 100% - - - - Persentase Penanganan Sampah oleh masyarakat - 70% - - - - 100% - - - -

(25)

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

REALISASI CAPAIAN 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Persentase Kendaraan Operasional Persampahan yang Layak Jalan - 64% - - - - 71% - - - - Meningkatnya Ketaatan Masyarakat Terhadap Hukum di Bidang Lingkungan hidup Persentase Menurunnya Pelanggaran dibidang Lingkungan Hidup 8% - - - 80% - - - - - Meningkatnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Hukum di Bidang Lingkungan Hidup Persentase Sekolah di Kota Malang yang peduli dan Berbudaya Lingkungan (Sekolah Adiwiyata) 57% - - - 100% - - - - - Persentase Tingkat Kepedulian Perusahaan Terhadap Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup 57% - - - 100% - - - - - Meningkatnya Pelayanan Publik Dinas Lingkungan Hidup

Nilai Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) 76.81 - - - 96,25% - - - - - Persentase Kendaraan Operasional Persampahan yang Layak Jalan 100% - - - 100% - - - - -

(26)

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

REALISASI CAPAIAN

2018 2019 2020 2021 2022 2023 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Nilai Hasil Evaluasi

SAKIP Oleh Inspektorat

80,35 - - - 89% - - - - -

Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Bidang Pelayanan Kebersihan

78,02 - - - - 97% - - - -

Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Pelayanan Laboratorium 85 - - - - 108% - - - - Persentase Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran yang Terpenuhi 77,80% - - - - 97% - - - -

Persentase Sarana dan Prasarana Aparatur yang Berfungsi Baik

61,99% - - - - 77% - - - -

Persentase ASN yang Mengikuti Peningkatan Kpasitas

Aparatur/Diklat/Bimtek

60% - - - - 86% - - - -

Persentase Laporan Kinerja dan Keuangan yang Disusun Sesuai Jadwal

(27)

Pengukuran kinerja dari tahun 2018-2023 untuk menunjukkan peningkatan/penurunan kinerja dapat dilihat dari tabel di atas. Adapun perbandinganuntuk setiap sasaran strategis dan indikator kinerjanya adalah sebagai berikut :

a) Sasaran strategis : Meningkatnya Pengelolaan Tata lingkungan Hidup

a. Indikator Kinerja 1 : Persentase peraturan daerah di bidang

lingkungan hidup yang diberlakukan secara efektif dengan realisasi 100% dan capaian 100%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

b. Indikator Kinerja 2 : Persentase Dokumen Lingkungan Hidup yang Disetujui pada tahun 2018 dengan realisasi 100% dan capaian kinerja 100%. Sedangkan tahun 2019 juga terealisasi 100% dan capaiannya dengan nilai 100%. Hal ini menunjukkan adanya kestabilan dalam pencapaian kinerja;

c. Indikator Kinerja 3 : Persentase Kajian yang dilaksanakan

pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 80% dan nilai capaiannya 100%;

d. Indikator Kinerja 4 : Persentase Kemitraan /Kerjasama yang

terjalin dengan Dinas Lingkungan Hidup pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 60% dan nilai capaiannya 80%;

e. Indikator Kinerja 5 : Persentase Menurunnya Pelanggaran

di Bidang Lingkungan Hidup pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 11,35% dan nilai capaiannya 95%;

f. Indikator Kinerja 6 : Persentase Masyarakat yang Peduli

Lingkungan pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 50% dan nilai capaiannya 100%;

g. Indikator Kinerja 7 : Persentase kegiatan/Usaha yang melaksanakan pengendalian air dan B3 pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019

(28)

h. Indikator Kinerja 8 : Persentase kegiatan pengendalian

lingkungan yang terlaksana pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 60% dan nilai capaiannya 100%;

b) Sasaran strategis : Meningkatnya Kemitraan dan Kerjasama dengan Instansi Terkait Serta Kemitraan Dengan Masyarakat dengan Indikator Kinerja Persentase lembaga Lingkungan Hidup yang menjalin kerjasama/kemitraan dengan Daerah dalam perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup dengan realisasi 50% dan capaian 50%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

c) Sasaran strategis : Meningkatnya Upaya Pengendalian Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup

a. Indikator Kinerja 1 : Persentase perusahaan dan/atau kegiatan yang Memenuhi Persyaratan Pengelolaan Limbah Cair dengan realisasi 20% dan capaian 80%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

b. Indikator Kinerja 2 : Persentase perusahaan dan/atau kegiatan yang memenuhi persyaratan pengelolaan udara emisi dari sumber tidak bergerak dengan realisasi 32% dan capaian 64%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

c. Indikator Kinerja 3 : Persentase perusahaan dan/atau kegiatan yang memenuhi persyaratan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan realisasi 24% dan capaian 48%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

(29)

d. Indikator Kinerja 4 : Persentase Perusahaan dan/atau Kegiatan yang Menghasilkan Limbah Cair dan Memiliki Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) dengan realisasi 7,4% dan capaian 130,74%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

d) Sasaran strategis : Terwujudnya lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah

a. Indikator Kinerja 1 : Persentase pengurangan sampah melalui 3R dengan realisasi 9,62% dan capaian 84%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

b. Indikator Kinerja 2 : Persentase volume sampah yang

terangkut ke TPA dengan realisasi 70% dan capaian 88%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

c. Indikator Kinerja 3 : Persentase pengoperasian TPA dengan realisasi 70% dan capaian 90%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

d. Indikator Kinerja 4 : Persentase Penduduk yang Dilayani

Pengangkutan Sampah pada tahun 2018 dengan realisasi 85,23% dan capaian kinerja 110%. Sedangkan tahun 2019 juga terealisasi 88% dan capaiannya dengan nilai 114%. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan kinerja dalam pelayanan khususnya dalam hal pelayanan kebersihan kota dari sampah jalan dan TPS;

e. Indikator Kinerja 5 : Persentase Pengurangan dan Penanganan Sampah di TPS dan PKD pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 55,54% dan nilai capaiannya 111%;

(30)

f. Indikator Kinerja 6 : Persentase Sampah yang terolah di

TPA pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 41,91% dan nilai capaiannya 54%;

g. Indikator Kinerja 7 : Persentase Masyarakat/ Lembaga yang

melakukan pengelolaan sampah pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 20% dan nilai capaiannya 100%;

h. Indikator Kinerja 8 : Persentase Penanganan Sampah oleh

masyarakat pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 70% dan nilai capaiannya 100%;

i. Indikator Kinerja 9 : Persentase Kendaraan Operasional

Persampahan yang Layak Jalan pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 64% dan nilai capaiannya 71%.

e) Sasaran strategis : Meningkatnya Ketaatan Masyarakat Terhadap Hukum di Bidang Lingkungan hidup dengan indikator

kinerja Persentase Menurunnya Pelanggaran dibidang Lingkungan Hidup dengan realisasi 8% dan capaian 80%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

f) Sasaran strategis : Meningkatnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Hukum di Bidang Lingkungan Hidup

a. Indikator Kinerja 1 : Persentase Sekolah di Kota Malang

yang peduli dan Berbudaya Lingkungan (Sekolah Adiwiyata) dengan realisasi 57% dan capaian 100%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

b. Indikator Kinerja 2 : Persentase Tingkat Kepedulian Perusahaan Terhadap Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dengan realisasi 57% dan capaian 100%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak

(31)

digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

g) Sasaran strategis : Meningkatnya Pelayanan Publik Dinas Lingkungan Hidup

a. Indikator Kinerja 1 : Nilai Survey Kepuasan Masyarakat

(SKM) dengan realisasi 78,81 dan capaian 96,25%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

b. Indikator Kinerja 2 : Persentase Kendaraan Operasional

Persampahan yang Layak Jalan dengan realisasi 100% dan capaian 100%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

c. Indikator Kinerja 3 : Nilai Hasil Evaluasi SAKIP Oleh

Inspektorat dengan realisasi 80,35 dan capaian 89%. Namun indikator ini hanya ada pada tahun 2018 dan untuk tahun 2019-2023 tidak digunakan karena menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan kedepannya.

d. Indikator Kinerja 4 : Nilai Survey Kepuasan Masyarakat

Bidang Pelayanan Kebersihan pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 78,02 dan nilai capaiannya 97%.

e. Indikator Kinerja 5 : Nilai Survey Kepuasan Masyarakat

Pelayanan Laboratorium pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 85 dan nilai capaiannya 108%.

f. Indikator Kinerja 6 : Persentase Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran yang Terpenuhi pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 77,80% dan nilai capaiannya 97%.

g. Indikator Kinerja 7 : Persentase Sarana dan Prasarana

Aparatur yang Berfungsi Baik pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi

(32)

h. Indikator Kinerja 8 : Persentase ASN yang Mengikuti Peningkatan Kpasitas Aparatur/Diklat/Bimtek pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 60% dan nilai capaiannya 86%.

i. Indikator Kinerja 9 : Persentase Laporan Kinerja dan Keuangan yang Disusun Sesuai Jadwal pada tahun 2018 tidak terdapat indicator ini sedangkan pada tahun 2019 dengan realisasi 74,29% dan nilai capaiannya 93%.

3. Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai Tahun ini dengan target jangka menengah pada Rencana Strategis

Analisa berikutnya untuk melakukan pengukuran capaian kinerja adalah dengan membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun 2019 dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi.

Pengukuran Realisasi Kinerja dengan mengacu Tabulasi Jangka Menengah sebagaimana dalam Rencana Strategis Tahun 2018-2023, sebagaimana dalam tabel di bawah ini.

Tabel 3.3.

Realisasi Kinerja yang Mengacu pada Target Jangka Menengah Renstra SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET JANGKA MENENGAH REALISASI 2019 2019 2020 2021 2022 2023 1 2 3 4 5 6 7 8 Meningkatnya Pengelolaan Tata lingkungan Hidup Persentase Dokumen Lingkungan Hidup yang Disetujui 100% 100% - - - - PersentaseKajian yang dilaksanakan 80% 80% - - - - Persentase Kemitraan /Kerjasama yang terjalin dengan Dinas Lingkungan Hidup 75% 60% - - - - Persentase Menurunnya Pelanggaran di Bidang Lingkungan Hidup 12% 11,35% - - - - Persentase Masyarakat yang Peduli Lingkungan 50% 50% - - - - Persentase kegiatan/Usaha yang melaksanakan pengendalian air dan

(33)

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET JANGKA MENENGAH REALISASI 2019 2019 2020 2021 2022 2023 Persentase kegiatan pengendalian lingkungan yang terlaksana 60% 60% - - - - Terwujudnya lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah Persentase Penduduk yang Dilayani Pengangkutan Sampah 77,51% 88% - - - - Persentase Pengurangan dan Penanganan Sampah di TPS dan PKD 50% 55,54% - - - - Persentase Sampah yang terolah di TPA

77,50% 41,91% - - - - Persentase Masyarakat/ Lembaga yang melakukan pengelolaan sampah 20% 20% - - - - Persentase Penanganan Sampah oleh masyarakat 70% 70% - - - - Persentase Kendaraan Operasional Persampahan yang Layak Jalan 90% 64% - - - - Meningkatnya Pelayanan Publik Dinas Lingkungan Hidup Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Bidang Pelayanan Kebersihan 80,60 78,02 - - - - Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Pelayanan Laboratorium 79,00 85 - - - - Persentase Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran yang Terpenuhi 80% 77,80% - - - - Persentase Sarana dan Prasarana Aparatur yang Berfungsi Baik 80% 61,99% - - - -

Persentase ASN yang Mengikuti Peningkatan Kapasitas Aparatur/Diklat/Bimtek 70% 60% - - - - Persentase Laporan Kinerja dan Keuangan yang Disusun Sesuai Jadwal

(34)

4. Analisa Penyebab Keberhasilan/Kegagalan

Pengukuran Pencapaian Kinerja diatas dapat disimpulkan bahwa dalam Pencapaian Strategis dan Indikator Kinerja selama tahun 2019 terdapat keberhasilan dan kegagalan yang harus dievaluasi untuk bahan pelaksanaan kegiatan di tahun berikutnya.

Adapun keberhasilan/kegagalan pencapaian kinerja yang telah disajikan adalah sebagai berikut:

1) Sasaran strategis : Meningkatnya Pengelolaan Tata lingkungan Hidup

a. Indikator 1 : Persentase Dokumen Lingkungan Hidup yang Disetujui (Berhasil) telah dicapai 100% sesuai target yaitu 100% dan teralisasi 100%.

b. Indikator 2 : Persentase Kajian yang dilaksanakan (Berhasil) telah dicapai sesuai target yaitu 80% dan terealisasi 80%;

c. Indikator 3 : Persentase Kemitraan /Kerjasama yang terjalin dengan Dinas Lingkungan Hidup (Cukup Berhasil) hanya tercapai 80% dari target 75% dan terealisasi 60%. Pada indikator ini terdapat 2 kegiatan yakni Kemitraan dan Kerjasama Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pembinaan Kampung Lingkungan Hidup. Target pada kegiatan Kemitraan dan Kerjasama Pengelolaan Lkegiatan ingkungan memiliki 5 mitra akan tetapi hanya terealisasi 3 mitra yang menjalin kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang. Sedangkan pada kegiatan Pembinaan Kampung Lingkungan Hidup sudah terlaksana sesuai target.

d. Indikator 4 : Persentase Menurunnya Pelanggaran di Bidang Lingkungan Hidup (Berhasil) telah dicapai 95% dari target 12% dan terealisasi 11,35%. Pada inikator ini terdapat 2 kegiatan yakni Pengawasan Pengelolaan LH dan Pengelolaan Pengaduan Masyarakat di Bidang Lingkungan Hidup. Capaian kinerja pada indikator ini belum mencapai maksimal dikarenakan hanya terdapat 8 pelaku dan/atau usaha yang taat dalam pengelolaan lingkungan dari 72 kegiatan dan/atau usaha yang diawasi sedangkan pada pengaduan lingkungan yang masuk sudah terfasilitasi dan tertangani sesuai prosedur;

(35)

e. Indikator 5 : Persentase Masyarakat yang Peduli Lingkungan

(Berhasil) telah dicapai 100% dari target 50% dan terealisasi

50%. Pada program ini terdapat 2 kegiatan yakni Kegiatan Edukasi dan pembinaan lingkungan dan kegiatan Peningkatan pelestarian lingkungan dimana keduanya memiliki nilai capaian 100%

f. Indikator 6 : Persentase kegiatan/Usaha yang melaksanakan pengendalian air dan B3 (Cukup Berhasil) hanya tercapai 95% sesuai dengan target 20% dan terealisasi 19%. Pada indikator ini terdapat terdapat 3 kegiatan yaitu kegiatan Pemantauan Kualitas Air, kegiatan Inventarisasi dan Identifikasi Sumber Pencemaran, dan kegiatan Pembinaan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

g. Indikator 7 : Persentase kegiatan pengendalian lingkungan yang terlaksana (Berhasil) telah dicapai 100% dari target 60% dan terealisasi 60%. Pada indiktaor ini 1 kegiatan yakni Kegiatan Pemantauan Kualitas Udara;

2) Sasaran Strategis : Terwujudnya lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah

a. Indikator 1 : Persentase Penduduk yang Dilayani Pengangkutan Sampah (Sangat Berhasil) telah tercapai 114% dari target 77,51% dan terealisasi 88%. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang terhadap pelayanan kebersihan di Kota Malang;

b. Indikator 2 : Persentase Pengurangan dan Penanganan Sampah di TPS dan PKD (Sangat Berhasil) telah tercapai 111% dari target 50% dan terealisasi 55,54%. Pada indikator ini memiliki 3 kegiatan yaitu Peningkatan Penampungan dan pengolahan sampah, Peningkatan Pengurangan Sampah di PKD, dan Peningkatan Penanganan Sampah di TPS. Capaian kinerja pada indikator ini melebihi target yang ditetapkan terutama pada kegiatan Peningkatan Penampungan dan pengolahan sampah.

c. Indikator 3 : Persentase Sampah yang terolah di TPA (Tidak

Berhasil) dicapainya dari target 77,50% hanya terealisasi

(36)

rekening/target sehingga realisasi tidak bisa maksimal sesuai terget yang telah ditetapkan;

d. Indikator 4 : Persentase Masyarakat/ Lembaga yang melakukan pengelolaan sampah (Berhasil) telah dicapai 100% dari target 20% dan terealisasi 20%. Pada indikator ini, telah dilakukan sosialisasi dan pembinaan pengelolaan sampah 3R melalui Bank Sampah kepada masyarakat Kota Malang sebanyak 150 orang;

e. Indikator 5 : Persentase Penanganan Sampah oleh masyarakat (Berhasil) telah dicapai 100% dari target 70% dan terealisasi 70% karena telah dilakukan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat terkait pembuangan sampah liar pada 10 titik rawan pembuangan sampah liar;

h. Indikator 6 : Persentase Kendaraan Operasional Persampahan yang Layak Jalan (Cukup Berhasil) hanya tercapai 71% sesuai dengan target 90% dan terealisasi 64% dikarenakan kurang maksimalnya perencanaan penganggaran sehingga kekurangan anggaran untuk merealisasikan target;

3) Sasaran Strategis : Meningkatnya Pelayanan Publik Dinas Lingkungan Hidup

a. Indikator 1 : Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Bidang Pelayanan Kebersihan (Berhasil) telah dicapai 97% dari target 80,60 dan terealisasi 78,02. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat hampir keseluruhan puas terhadap pelayanan kebersihan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hiudp Kota Malang;

b. Indikator 2 : Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Pelayanan Laboratorium (Berhasil) telah dicapai 108% dari target 79 dan terealisasi 85, hal ini dikarenakan tingkat kepuasan masyarakat lebih tinggi dari pada yang kita perkirakan dan menunjukkan bahwa masyarakat puas terhadap pelayanan dari UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang;

c. Indikator 3 : Persentase Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran yang Terpenuhi (Berhasil) telah dicapai 97% dari target 80% dan terealisasi 77,80%, hal ini menunjukkan

(37)

bahwa palayanan administrasi perkantoran sebagian besar telah terpenuhi;

d. Indikator 4 : Persentase Sarana dan Prasarana Aparatur yang Berfungsi Baik (Cukup Berhasil) hanya tercapai 77% sesuai dengan target 80% dan terealisasi 61,99% disebabkan adanya kegiatan yang tidak dilaksanakan karena ketidakcukupan dana untuk melaksanakan kegiatan dimaksud terutama pada kegiatan Penghapusan Barang Milik Daerah;

e. Indikator 5 : Persentase ASN yang Mengikuti Peningkatan Kpasitas Aparatur/Diklat/Bimtek (Cukup Berhasil) hanya tercapai 86% sesuai dengan target 70% dan terealisasi 60%;

f. Indikator 6 : Persentase Laporan Kinerja dan Keuangan yang Disusun Sesuai Jadwal (Berhasil) telah dicapai 93% dari target 80% dan terealisasi 74,29% karena perencanaan target output pada salah satu kegiatan tidak sesuai;

(38)

5. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumberdaya

Tabel 3.4

Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya (Anggaran) NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA KINERJA ANGGARAN % TARGET REALISASI CAPAIAN PAGU (Rp) REALISASI (Rp) CAPAIAN

1 Meningkatnya Pengelolaan Tata lingkungan Hidup Persentase Dokumen Lingkungan Hidup yang Disetujui 100% 100% 100% 213.223.000,00 213.223.000,00 100,0% 100,00% Persentase Kajian yang dilaksanakan 80% 80% 100% 296.693.300,00 296.693.300,00 100,0% 100,00% Persentase Kemitraan /Kerjasama yang terjalin dengan Dinas Lingkungan Hidup 75% 60% 80% 495.825.000,00 426.817.030,00 86,1% 92,93% Persentase Menurunnya Pelanggaran di Bidang Lingkungan Hidup 12% 11,35% 95% 550.239.000,00 511.007.000,00 92,9% 101,84%

(39)

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA KINERJA ANGGARAN % TARGET REALISASI CAPAIAN PAGU (Rp) REALISASI (Rp) CAPAIAN

Persentase Masyarakat yang Peduli Lingkungan 50% 50% 100% 340.000.000,00 306.094.500,00 90,0% 111,08% Persentase kegiatan/Usaha yang melaksanakan pengendalian air dan B3 20% 19% 95% 458.249.000,00 429.470.700,00 93,7% 101,37% Persentase kegiatan pengendalian lingkungan yang terlaksana 60% 60% 100% 163.289.000,00 162.971.400,00 99,8% 100,19% 2 Terwujudnya lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah Persentase Penduduk yang Dilayani Pengangkutan Sampah 77,51% 88% 114% 18.536.683.800,00 16.995.000.700,00 91,7% 123,83% Persentase Pengurangan dan Penanganan Sampah di TPS dan PKD 50% 55,54% 111% 2.513.817.000,00 2.056.493.650,00 81,8% 135,78% Persentase Sampah yang terolah di TPA

(40)

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA KINERJA ANGGARAN % TARGET REALISASI CAPAIAN PAGU (Rp) REALISASI (Rp) CAPAIAN

Persentase Masyarakat/ Lembaga yang melakukan pengelolaan sampah 20% 20% 100% 185.431.000,00 184.306.000,00 99,4% 100,61% Persentase Penanganan Sampah oleh masyarakat 70% 70% 100% 331.594.900,00 330.424.900,00 99,6% 100,35% Persentase Kendaraan Operasional Persampahan yang Layak Jalan 90% 64% 71% 1.393.000.000,00 900.514.852,00 64,6% 110,00% 3 Meningkatnya Pelayanan Publik Dinas Lingkungan Hidup Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Bidang Pelayanan Kebersihan 80,60 78,02 97% 521.145.040,00 512.196.040,00 98,3% 98,49% Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Pelayanan Laboratorium 79,00 85 108% 1.892.003.200,00 1.799.351.011,37 95,1% 113,14%

(41)

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA KINERJA ANGGARAN % TARGET REALISASI CAPAIAN PAGU (Rp) REALISASI (Rp) CAPAIAN

Persentase Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran yang Terpenuhi 80% 77,80% 97% 3.265.811.825,00 2.977.450.683,00 91,2% 106,67% Persentase Sarana dan Prasarana Aparatur yang Berfungsi Baik 80% 61,99% 77% 9.111.442.085,00 8.603.005.125,00 94,4% 82,07%

Persentase ASN yang Mengikuti

Peningkatan Kpasitas Aparatur/Diklat/Bimtek

70% 60% 86% 200.000.000,00 172.700.000,00 86,4% 99,26%

Persentase Laporan Kinerja dan Keuangan yang Disusun Sesuai Jadwal

(42)

Berdasarkan hasil analisis efisiensi penggunaan sumber daya (anggaran) yaitu perbandingan antara kinerja dan anggaran, maka dapat dilihat bahwa sudah ada efisiensi anggaran dan efektifitas penggunaan dana yang berdasarkan kinerja.

1. Indikator Persentase Dokumen Lingkungan Hidup yang Disetujui dengan capaian kinerja 100% dan capaian anggaran 100% menunjukkan bahwa perencanaan yang digunakan sesuai dengan realisasi karena nilai capaian kinerja dan capaian sama yakni sebesar 100%;

2. Indikator Persentase Kajian yang dilaksanakan dengan capaian kinerja 100% dan capaian anggaran 100% menunjukkan bahwa perencanaan yang digunakan sesuai dengan realisasi karena nilai capaian kinerja dan capaian sama yakni sebesar 100%;

3. Indikator Persentase Kemitraan /Kerjasama yang terjalin dengan Dinas Lingkungan Hidup dengan capaian kinerja 80% dan capaian anggaran 86, 08% menunjukkan bahwa adanya efisiensi anggaran akan tetapi belum efektif karena tidak mampu mencapai kinerja sehingga perlu adanya peningkatan upaya-upaya untuk mencapai target yang akan dicapai;

4. Indikator Persentase Menurunnya Pelanggaran di Bidang Lingkungan Hidup dengan capaian kinerja 94,58% dan capaian anggaran 92,87% menunjukkan bahwa adanya efisiensi anggaran 7,12% dan capaian kinerja yang masih belum maksimal;

5. Indikator Persentase Masyarakat yang Peduli Lingkungan dengan capaian kinerja 100% dan capaian anggaran 90,03 % menunjukkan bahwa dengan target kinerja tercapai tetapi ada efisiensi anggaran sebesar 6,28%;

6. Indikator Persentase kegiatan/Usaha yang melaksanakan pengendalian air dan B3 dengan capaian kinerja 95% dan capaian anggaran 93, 73% menunjukkan bahwa adanya efisiensi anggaran 6,28% akan tetapi untuk capaian kinerja belum mampu mencapai target yang telah ditetapkan dan perlu dilakukan upaya-upaya untuk merealisasikan target kinerja yang diharapkan;

(43)

7. Indikator Persentase kegiatan pengendalian lingkungan yang terlaksana dengan capaian kinerja kinerja 100% dan capaian anggaran 99,81% menunjukkan bahwa telah berhasil mencapai target yang diharapkan dan adanya efisiensi anggaran 0,19%;

8. Indikator Persentase Penduduk yang Dilayani Pengangkutan Sampah dengan capaian kinerja 113,53% dan capaian anggaran 91,86% menunjukkan bahwa adanya efisiensi anggaran 8,32% dan realisasi melebihi target yang berarti bahwa kinerja Dinas Lingkungan Hidup mengalami peningkatan;

9. Indikator Persentase Pengurangan dan Penanganan Sampah di TPS dan PKD dengancapaian kinerja 111,08% dan capaian anggaran 81,81% menunjukkan bahwa adanya efisiensi anggaran sebesar 18,19% dengan capaian kinerja yang tinggi karena melebihi target yang dit etapkan;

10. Indikator Persentase Sampah yang terolah di TPA dengan capaian kinerja 54,08% dan capaian anggaran 84,77% menunjukkan bahwa belum efektif dalam mencapai target yang diharapkan sehingga perlu adanya upaya – upaya untuk mencapai target yang telah ditetapkan;

11. Indikator Persentase Masyarakat/ Lembaga yang melakukan pengelolaan sampah dengan capaian kinerja 100% dan capaian anggaran 99,39% menunjukkan bahwa target kinerja sudah tercapai dan adanya efisiensi anggaran 0,61%;

12. Indikator Persentase Penanganan Sampah oleh masyarakat dengan capaian kinerja 100% dan capaian anggaran 99,65% menunjukkan bahwa target kinerja sudah tercapai dan adanya efisiensi anggaran 0,35%;

13. Indikator Persentase Kendaraan Operasional Persampahan yang Layak Jalan dengan capaian kinerja 71,11% dan capaian anggaran 64,65% menunjukkan bahwa tidak mampu mencapai kinerja sehingga perlu dilakukan upaya untuk mencapai kinerja dengan program dan kegiatan yang selaras dengan kinerja yang diharapkan;

14. Indikator Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Bidang Pelayanan Kebersihan dengan capaian kinerja 96,80% dan capaian

(44)

anggaran 1,72% dan realisasi kinerja hampir mencapai target yang diharapkan;

15. Indikator Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Pelayanan Laboratorium dengan capaian kinerja 107,59% dan capaian anggaran 98,28 menunjukkan bahwa adanya efisiensi anggaran 4,90% dan realisasi kinerja melampaui target yang telah ditetapkan;

16. Indikator Persentase Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran yang Terpenuhi dengan capaian kinerja 97,25% dan capaian anggaran 95,10% menunjukkan bahwa adanya efisiensi anggaran 8,83 dan realisasi kinerja hampir tercapai pada target yang diharapkan;

17. Indikator Persentase Sarana dan Prasarana Aparatur yang Berfungsi Baik dengan capaian kinerja 77,49% dan capaian anggaran 94,42% menunjukkan bahwa adanya efisiensi anggaran 5,58% akan tetapi dalam pencapaian kinerja masih belum efektif;

18. Indikator Persentase ASN yang Mengikuti Peningkatan Kapasitas Aparatur/Diklat/Bimtek dengan capaian kinerja 85,71% dan capaian anggaran 86,35% menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan upaya untuk mencapai realisasi pada target yang telah ditetapkan;

19. Indikator Persentase Laporan Kinerja dan Keuangan yang Disusun Sesuai Jadwal dengan capaian kinerja 92,86% dan capaian anggaran 93,01% menunjukkan bahwa adanya efisiensi anggaran 6,99% dan realisasi kinerja hampir mencapai target yang ditetapkan.

(45)

6. Analisa Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan/ Kegagalan Pencapaian Kinerja Tabel 3.5

Keberhasilan/Kegagalan Pencapaian Perjanjian Kinerja Tahun 2019

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA CAPAIAN (%) PROGRAM INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI

CAPAIAN (%) RENCANA TINDAK LANJUT Meningkatnya Pengelolaan Tata lingkungan Hidup Prosentase Peningkatan Tata Lingkungan Hidup 55.9 % 100 % Program Pengembangan Tata Lingkungan Hidup Prosentase Dokumen Lingkungan Hidup yang Disetujui 100% 100% 100% Mempertahankan capaian Kinerja Program 80 % Prosentase Kajian yang dilaksanakan 80% 80% 100% Mempertahankan capaian Kinerja Program 75 % Program Kemitraan dan Pengendalian Lingkungan Hidup Prosentase Kemitraan /Kerjasama yang terjalin dengan Dinas Lingkungan Hidup

75% 60% 80% Meningkatkankan capaian Kinerja Program

(46)

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA CAPAIAN (%) PROGRAM INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI

CAPAIAN (%) RENCANA TINDAK LANJUT 12 % Program Penaatan dan Penegakan Hukum Lingkungan Prosentase Menurunnya Pelanggaran di Bidang Lingkungan Hidup 12% 11,35% 95% Meningkatkankan capaian Kinerja Program 50 % Program Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Prosentase Masyarakat yang Peduli Lingkungan 50% 50% 100% Mempertahankan capaian Kinerja Program 20 % Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Prosentase kegiatan/Usaha yang melaksanakan pengendalian air dan B3 20% 19% 95% Meningkatkankan capaian Kinerja Program 60 % Prosentase kegiatan pengendalian lingkungan yang terlaksana 60% 60% 100% Mempertahankan capaian Kinerja Program

(47)

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA CAPAIAN (%) PROGRAM INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI

CAPAIAN (%) RENCANA TINDAK LANJUT Terwujudnya lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah Prosentase Sampah Yang Tertangani 64.2 % 77.51 % Program Pengembangan Kinerja pengelolaan persampahan Prosentase Penduduk yang Dilayani Pengangkutan Sampah 77,51% 88% 114% Mempertahankan capaian Kinerja Program 50 % Program Penigkatan Kapasitas Pengelolaan Sampah Prosentase Pengurangan dan Penanganan Sampah di TPS dan PKD 50% 55,54% 111% Mempertahankan capaian Kinerja Program 77,5 % Pengelolaan Sampah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Prosentase Sampah yang terolah di TPA

77,50% 41,91% 54% Meningkatkankan capaian Kinerja Program 20 % Program Pengurangan dan Penanganan Sampah Prosentase Masyarakat/ Lembaga yang melakukan pengelolaan sampah 20% 20% 100% Mempertahankan capaian Kinerja Program

(48)

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA CAPAIAN (%) PROGRAM INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI

CAPAIAN (%) RENCANA TINDAK LANJUT 70 % Program Pengurangan dan Penanganan Sampah Prosentase Penanganan Sampah oleh masyarakat 70% 70% 100% Mempertahankan capaian Kinerja Program 90 % Program Pemeliharaan Sarana Prasarana Operasional Persampahan Presentase Kendaraan Operasional Persampahan yang Layak Jalan 90% 64% 71% Meningkatkankan capaian Kinerja Program Meningkatnya Pelayanan Publik Dinas Lingkungan Hidup Nilai Survey Kepuasan Masyarakat 79.80 80.60 Program Pengembangan Kinerja pengelolaan persampahan Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Bidang Pelayanan Kebersihan 80,6 78,02 97% Meningkatkankan capaian Kinerja Program 79.00 Peningkatan Pelayanan Laboratorium Lingkungan Nilai Survey Kepuasan Masyarakat Pelayanan Laboratorium 79 85 108% Mempertahankan capaian Kinerja Program

Gambar

Tabel 2.3 Perjanjian Kinerja  Tujuan 1 :
Tabel 3.4 Realisasi Anggaran

Referensi

Dokumen terkait

Pendapat kedua menyatakan bahwa nasab anak sewa rahim adalah ibu yang melahirkannya, dengan alasan sperma yang masuk tidak muhtaram (tidak terhormat), menyuntikkan atau memasukkan

Adapun dari hasil wawancara yang peneliti lakukan di sekolah SMP Negeri 2 Lalan tepatnya tanggal 10 Oktober 2014 terhadap 2 siswa mengungkapkan bahwa “belajar

Gerakan tiap motor servo pada lengan robot akan dikontrol oleh gabungan antara kontrol RMAC dan PID sehingga lengan bergerak sesuai sudut yang diberikan oleh hasil

Hal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan text mining pada postingan mengenai sistem e-Tilang pada media sosial Twitter menggunakan algoritma

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II Tahun 2016, merupakan sarana untuk menyampaikan pertanggungjawaban

Harap memperhatikan bahwa dengan menarik persetujuan Anda terhadap pengumpulan, pengunaan atau penyingkapan kami atas data pribadi Anda, kami mungkin tidak dapat

Sedangkan menurut Syamsir Torang (2012:118) kinerja adalah kuantitas danatau kualitas hasil kerja individu atau sekelompok di dalam organisasi dalam melaksanakan

Untuk mendapatkan hasil yang lebih teliti, pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan pada beberapa titik pada sepanjang tampang aliran.. Selanjutnya debit aliran dihitung