• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber : Pemerintahan Kabupaten Pasuruan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sumber : Pemerintahan Kabupaten Pasuruan"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

35 BAB III

DESKRIPSI WILAYAH 3.1 Deskripsi Umum Kabupaten Pasuruan

3.1.1 Kondisi Geografi Kabupaten Pasuruan

Wilayah Kabupaten Pasuruan dengan luas wilayah mencapai 1.474,015 Ha (3,13 persen luasdari Provinsi yang ada di Jawa Timur) dan berada antara 112 0 33 55 hingga 113 30 37 Bujur Timur dan antara 703 234 hingga 80 3020 Lintang Selatan. Secara umum Kabupaten Pasuruan memiliki 24 Kecamatan dan telah terbagi jadi 342 Desa, 24 Kelurahan dan 1465 Dusun. Serta batas-batas wilayah sebagai berikut:

Barat … : Kabupaten Mojokerto

Utara …. : Kabupaten Sidoarjo dan Selat Madura Timur … : Kabupaten Probolinggo

Selatan … : Kabupaten Malang

Letak geografi Kabupaten Pasuruan merupakan kawasan segitiga emas karena kabupaten pasuruan terletak pada poros diestribusi ekonomi pada tiga kawasan daerah yang beradapada jalur Surabaya-Jember-Banyuwangi-Bali kemudian Malang-Surabaya. Wilayah Kabupaten Pasuruan merupakan daerah dengan ketinggian dimulai dari 0 mdpl sampai dengan.1000. mdpl, serta kondisi permukaan tanah yang miring ke Utara serta Timur antara dengan 0-3%.

Gambar 3.1.

..Peta Wilayah Kabupaten Pasuruan..

(2)

36 Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa Kabupaten pasuruan dibagi kedalam 24 Kecamatan serta 365 keluarahana/desa yang terbagi menjadi 1,969 Dusun, dan terdapat jumlah RW 2,991 dan jumlah RT 8,563 serta luas wilayah yang. Berikut merupakan rinciannya:

Tabel 3.1

Luas Wilayah Kecamatan Kabupaten Pasuruan Kecamatan Luas Daerah

Areas (km2) Desa/ kelurahan Dusun RW RT Tutur 86.30 12 70 110 309 Purwodadi 102.46 13 68 112 413 Puspo 58.35 7 37 79 173 Lumbang 125.55 12 46 83 226 Tosari 98.00 8 32 31 133 Puspo 58.35 7 37 79 173 Kejayan 79.15 25 100 157 400 Wonorejo 47.30 15 62 114 386 Purwosari 59.87 15 76 169 477 Pasrepan 89.95 17 74 128 302 Sukorejo 58.18 19 77 180 498 Prigen 121.900 14 88 217 526 Gempol 64.92 15 204 200 713 Beji 39.90 14 93 120 399 Pandaan 43.27 18 110 221 527 Bangil 44.60 15 67 118 273 Kraton 50.75 25 104 123 405

(3)

37 Pohjentrek 11.88 9 47 48 146 Rembang 42.52 17 73 139 356 Pohjentrek 11.88 9 47 48 146 Rejoso 37.00 16 58 81 275 Lekok 46.57 11 72 114 315 Kraton 50.75 25 104 123 405 Grati 50.78 15 119 115 378 Gondangwetan 26.25 20 106 105 291 Nguling 42.60 15 73 114 339 Lekok 46.57 11 72 114 315 Rejoso 37.00 16 58 81 275 Winangan 45.97 18 113 113 303 Kab. Pasuruan 1,474.02 365 1,969 2,991 8,563 Sumber: Badan Pusat Statistika Kabupaten Pasuruan

3.1.2 Kondisi Topografis Kabupaten Pasuruan

Secara topografi Kabupaten Pasuruan bisa dijabarkan dengan kondisi ketinggian serta kemerengan wilayah, yang meliputi sebagai berikut:

1. Pada dataran tinggi 2 –8 m dpl, daerah Pasuruan membentang pada bagian utara yang meliputi; Kecamatan Rejoso, Lekok, Bangil, Keraton dan Nguling.

2. Pada dataran tinggi 12,5-500 mdpl yang luasnya mencapai 50.384,02 Ha, berpotensi untuk pengembangan permukiman, industry dan pertanian berada pada wilayah pada semua kecamatan yang ada di Pasuruan.

3. Pada dataran tinggi 500-1000 mdpl dengan luas 21.877,17, mempunyai potensi dalam budidaya tanaman keras dan sebagai penyangga untuk

(4)

38 kawasan yang menjadi pelindung bagi air dan lahan pertanian teras siring terletak pada bagi bagian Kecamatan Gempol, Purwodadi, Lumbang, Pasrepan, Tutur, Tosari, Puspo, Prigen dan Purwosari.

4. Pada dataran tinggi 1.000-2.000 Mdpl Dengan Luas 18.615,08 Ha, yang berguna untuk perlindungan air dan tanah,meliputi Kecamatan Purwosari, Lumbang, Tosari, Purwodadi, Tutur, Prigen sera Puspo.

5. Pada dataran tinggi 2000 mdpl yang luasnya 7.920,77 Ha, yang diperuntukan untuk kawasan hutan lindung, meliputi Kecamatan Prigen, Purwosar, Purwodadi, Priger, Tosari, Tutur,Lumbang, Tosari, Lumbang, serta Puspo.

Adapun keadaan kemiringan dapat dijabarkan sebagai berikut :

Kemerengan antara 0 - 2% ada pada Kecamatan Kraton, Pohjentrek, Gondang wetan, Rejoso Bangil, Rembang, dan Lekok, Kejayan, Wonorejo, Winongan, Grati sebagian Kecamatan Nguling dan Pasrepan. Kemerengan antara 2-5% ada yang dari Kecamatan Purwodadi, Prigen, Sukorejo, Pandaan, Gempol, Beji, Winongan, Grati Tosari, Lumbang, Pasrepan, Kejayan, Wonorejo, Purwosari, dan Nguling. Kemerengan antara 5 - 8%, meliputi pada bagian Kecamatan Sukorejo, Pandaan, Gempol, Beji, Pasrepan, Kejayan, Purwosari, Prigen, Winongan Purwodadi, Tutur, Puspo, Tosari, Lumbang, dan Lekok. Kemerengan antara 8 - 15% ada di sebagian Kecamatan Purwodadi, Tutur, Purwosari, Prigen, Pandaan, Gempol, Winongan, Puspo, Tosari, Lumbang, Pasrepan, Kejayan, dan Grati. Kemerengan antara 15 - 25% ada pada bagian Kecamatan Lumbang, Pasrepan, Purwosari, Purwodadi, Tutur, Puspo, Tosari, Prigen, Beji, dan Gempol. Kemerengan antara 25 – 45% ada pada bagian Kecamatan Lumbang, Purwosari, Prigen, Purwodadi, Tutur, Puspo, Tosari dan Gempol. Terakhir ada pada > 45% yang berada di bagian Kecamatan Tutur, Puspo, Tosari, Prigen dan Lumbung.

Wilayah Kabupaten Pasuruan berada pada garis khatulistiwa, untuk itu Kabupaten Pasuruan memiliki perubahan Iklim bisa mencapai 2 (dua) kali pertahun, pada hujan dan kemarau. Kondisi iklim dikabupaten pasuruan relatif

(5)

39 panas, rata-rata suhu udara yang ada dikabupaten pasuruan berkisar antara 31 Celcius atau selesih lebih rendah 2 derajat celcius apabila dibandingankan dengan suhu yang ada di Tuban dan Gresik yang bisa mencapai 33 derajat celcius. Kecepatan anggin berkisar antara 5-20 Km/jam dengan kelembapan udara yang mencapai 60-95%. Berikut merupakan data mengenai iklim Kabupaten Pasuruan :

Tabel 3.3

Data Iklim Kabupaten Pasuruan 2019

Bulan CurahHujan (mm3) HariHujan

Januari 9,2 45 Fabruari 26,1 90 Maret 15,1 75 April 14,6 69 Mei 14,6 69 Juni 12,5 60 Juli 13,6 65 Agustus 8,4 39 September 0,0 0 Oktober 3,8 25 November 13,4 64 Desember 23,0 85

Sumber: Badan Pusat Statistika Kabupaten Pasuruan 3.1.3 Penggunaan Lahan

(6)

40 Secara umum penggunaan lahan untuk wilayah Kabupaten Pasuruan Seluas 1.474,01 Km2, berdasarkan Rencana Tata Ruang dan wilayah yang telah disusun dibuatkan Peraturan Daerah, luas daratan Kabupaten Pasuruan terdiri atas pemukiman (182,11 Km2), Pertanian Kering (468,70 Km2), Persawahan (448,65 Km2) Hutan Lindung (296,6 Km2) tambk (37,54 Km2), dan yang lain lain sebesar 40,70 Km2.

3.1.4 Potensi pengembangan Wilayah

Letak wilayah Kabupaten Pasuruan yang adadianatara pada jalur Surabaya – Malang, Surabaya – Banyuwangi – Bali, dan surabaya – Jember, maka sangat besar potensi wilayah yang berada pada kabupaten pasuruan. Hal tersebut juga didukung dengan telah adanya RTRW yang sudah di tetapkan menjadi peraturan Daerah. Kemudian Kabupaten Pasuruan juga telah menyusun rencana Detail Tata Ruang (RDRT) yang ada pada kecamatan yang sudah mencapai 8 (delapan) Kecamatan dari 24 (dua puluh empat) kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan.

3.1.5 Kondisi Hidrologi

Ditinjau dri segi hidrologi Kabupaten Pasuruan mempunyai potensi sumberair yang sangat besar baik dari air yang di permukaan maupun air di permukaan bawah tanah. Sumber air yang ada di Kabupaten Pasuruan sangatlah melimpah hal ini membuat peluang sangat besar untuk kebutuhan baik keperluan Industry air minum, irigasi dan pariwisata. Sementara sumber air yang memiliki debit air tebesar di Kabupaten Pasuruan yaitu sumber air umbulan dimana debit air mencapai 6000 liter/perdetik tetapi kini hanya 3.500 liter/detik , sumber air umbulan ini biasanya diperlukan sebagai air minum masyarakat Kabupaten Pasuruan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kota Gresik, kemudian Kabupaten Sidoarjo.

Disamping sumber-sumber air tersebut kabupaten pasuruan juga mempunyai sumber air tanah yang biasa digunakan dengan baik, berikut merupakan tabel sumber-sumber air tanah yang dapat dimanfaatkan sebagai air irigasi dan air minum :

(7)

41 Kecamatan Jumlah Sumber Debit Total Max (1/Dt) Min (1/Dt) Prigen 59 955,0 510,0 Pandaan 10 401,0 305,0 Gempol 12 275,0 169,8 Beji 22 371,0 205,0 Bangil 3 130,0 105,0 Rembang 14 687,0 479,0 Sukerejo 13 295,0 136,0 Purwosari 24 684,0 358,0 Purwodadi 29 417,0 211,0 Kraton 1 30,0 15,0 Tutur 7 181,0 46,0 Jumlah 194 4426,0 2539,8

Sumber : Dinas PDAM Kabupaten Pasuruan 3.1.6 Demografi Kabupaten Pasuruan

Pertumbuhan penduduk merupakan populasi yang tidak dapat dibatasi oleh waktu dan dapat dihitung dari jumlah penurunan ataupun peningkatan. Informasi mengenai demografi diperlukan untuk menentukan suatu kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Sebelum melangkah lebih jauh berikut

(8)

42 merupakan data dari BPS Kabupaten Pasuruan mengenai rasio jenis kelamin dan kepadatan penduduk:

Tabel 3.4

Rasio Kepadatan Penduduk, dan Rasio Jenis kelamin Kabupaten Pasuruan Indikator Demografi 2015 2016 2017 2018 2019 Kepadatan Penduduk 1,581,787 1,593,683 1,605,307 1,616,578 1,626,246 Rasio Jenis Kelamin 100,53 100,53 100,63 100,72 100,80

…..Sumber: Badan Pusat Statistika Kabupaten Pasuruan

Berdasarkan data rasio pada tabel ditas menunjukan bahwa setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan 5 (lima) tahun terakhir. Jumlah penduduk yang selalu mengalami kenaikan jumlah penduduk. Sementara untuk rasio jenis kelamin juga mengalami kenaikan yang signifikan. Berikut merupakan grafik jumlah penduduk kabupaten pasuruan :

(9)

43 Tabel 3.5

Jumlah Penduduk Kabupaten Pasuruan 2014-2018

Variable Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 Jumlah Penduduk 1,569,507 1,581,787 1,593,683 1,605,307 1,616,578 Laki-Laki 777,120 783,410 789,480 795,319 800,915 Perempuan 792,387 798,377 804,203 809,988 815,663

….Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasuruan

Jumlah Penduduk diatas menunjukan Kabupaten Pasuruan mengalami perkembangan penduduk dalam kurun waktu 5 (lima) tahun. Kenaikan jumlah penduduk di Kabupaten Pasuruan cukup menanjak setiap tahunya. Perkembangan penduduk di Kabupaten Pasuruan diikarenakan angka kelahiran yang tinggi dan juga banyak orang yang pindah ke Kabupaten Pasuruan. Kemudian untuk perkembangan kepadatan penduduk menurut kecamatan di Kabupaten Pasuruan bisa di lihat sebagai berikut:

(10)

44 Tabel 3.6

Jumlah Penduduk Kabupaten Pasuruan Berdasarkan Kecamatan Kecamata n 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Purwodadi 66,642 65,953 66,939 67,488 67,929 68,355 68,764 Tutur 52,012 52,027 52,610 52,851 53,008 53,148 53,275 Puspo 27,092 27,162 27,510 27,635 27,746 27,849 27,947 Tosari 18,458 18,526 18,746 18,842 18,907 18,967 19,022 Lumbang 32,904 32,915 33,299 33,383 33,468 33,545 33,612 Pasrepan 50,163 50,306 50,950 51,243 51,466 51,675 51,877 Kejayan 62,953 63,128 64,068 64,269 64,623 64,931 65,255 Wonorejo 56,481 56,819 57,688 58,221 58,633 59,031 59,417 Purwosari 78,438 79,127 80,528 81,516 82,301 83,068 83,822 Prigen 82,816 83,189 84,458 84,921 85,427 85,809 86,737 Sukerojo 81,641 82,423 83,978 84,934 85,800 86,647 87,482 Pandaan 106,368 107,679 109,995 111,725 113,203 114,664 116,117 Gempol 124,162 125,628 128,330 129,134 130,492 131,819 133,134 Beji 78,789 79,307 80,669 81,414 82,097 82,759 83,407 Bangil 84,858 85,095 86,354 86,744 87,204 87,640 88,056 Rembang 61,012 61,628 62,801 63,635 64,323 64,699 65,665

(11)

45 Kraton 89,696 90,326 91,947 92,191 92,836 93,458 94,060 Pohjentrek 28,461 28,646 29,144 29,375 29,604 29,826 30,042 Gondangwet an 53,216 54,080 55,370 56,231 57,066 57,892 58,719 Rejoso 44,063 44,476 45,286 45,859 46,325 46,779 47,227 Winangon 41,367 41,458 42,017 42,306 42,523 42,729 42,926 Grati 74,268 74,506 75,494 76,078 76,479 76,860 77,224 Lekok 71,077 71,824 73,225 74,258 75,103 75,933 76,755 Nguling 55,014 54,797 55,324 55,228 55,224 55,200 55,164 Kab. Pasuruan 1,520,9 78 1,531,0 25 1,556,7 00 1,569,5 07 1,581,7 87 1,593,6 88 1,605,3 07 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang

Selanjutnya jika dilihat dari segi persebaran penduduk yang ada tersebar pada 24 (dua puluh empat) berada di Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Gempol sebagai Kecamatan yang menjadi persebaran penduduk tertinggi dibandingkan dengan persebaran penduduk yang ada di kecamatan lainnya.

Grafik 3.1

Distribusi Persebaran Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Pasuruan

(12)

46 3.1.3 Kondisi Demografi Kabupaten Pasuruan

Saat ini sektor pendidikan memilik peran yang sangat penting, untuk itu Sumber Daya Manusia biasa mendapat priorotas yang lebih utama. Saat ini tingkat rata-rata pendidikan pada masyarakat digunakan sebagi alat ukur maju atau tidaknya masyarakat baik diukur dari segi pendidik formal maupun pendidikan informal. Tingginya tingkat pendidikan dikalangan masyarakat maka akan menunjukan tingkat kemajuan msyarakat tersebut. Terutama dalam hal pola berfikir, bersikap dalam menerima, mempunyai ide yang bisa direalisasikan di masyarakat,sebagai hal perubahan sosial.

Tingkat pendidikan yang ada di masyarakat menunjukan kualitas angkatan kerja, dalam artian apabila pendidikan pada masyarakat tinggi maka akan mengurangi masalah kependudukan yang ada di kabupaten Pasuruan. Berdasarkan data berikut masyarakat pasuruan tertinggi pada sekolah SD/MI yang angkanya selalu naik dimulai dari 98,66 sampai menuju angka 99,27. Kemudian angka terendah ditunjukan pada tamat pendidikan perguruan tinggi yang menunjukan angka 34,09 sampai 36,96.

Tabel 3.7

Angka Partisipasi Sekolah

.No. .Tingkat Pendidikan. .2014. .2015. .2016. .2017. .2018. 1. Tidak/Belum Tamat SD/MI 47,31 46,69 46,76 46,96 47,05 2. SD/MI 98,66 98,37 97,76 99,16 99,27 3. SMP/MTs/SMPK 74,98 71,49 76,11 77,12 13,46 4. SMA/MA/SMK 56,73 50,25 56,83 59,96 56,26 5. Perguruan Tinggi 34,09 36,57 36,79 36,89 36,96

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasuruan

Agama yang dianut oleh masyarakat kabupaten pasuruan mayoritas didominasi agama islam, Kemudian yang kedua yaitu agama Hindu, Kristen, konghucu,Budha, Katholik. Mayoritas penduduk beragama Islam sebesar 98,23%

(13)

47 kemudian1,77% beragama lain. Berikut merupakan kompisis penduduk menurut agama tahun 2019:

Tabel 3.8

…Komposisi Penduduk Menurut gama Tahun 2019…

Agama Jumlah Islam.. ..1.843,674 Jiwa Kristen.. ..9.627 Jiwa Katolik.. ..3.376 Jiwa Hindu.. ..19.422 Jiwa Budha.. ..747 Jiwa Konghucu.. ..20 Jiwa Sumber : Dispendukcapil Kab. Pasuruan

Komposisi penduduk didasarkan pada pekerjaan pada masyarakat Kabupaten Pasuruan Tahun 2019 menunjukan 5 (lima) proporsi penduduk berdasarkan pekerjaan yaitu : 1) Belum atauTidak Bekerja 22,02% 2) Karyawan Swasta atau BUMN/BUMD 20,78% 3)Pelajar atau Mahasiswa 14,95 4) Petani atau Pertenak/Nelayan 13,99% 5) Pedagang atau Wiraswata 10,40%. Berikut tabel Komposisi penduduk menurut pekerjaan tahun 2019 Kabupaten Pasuruan:

Tabel 3.9

Komposisi penduduk menurut pekerjaan tahun 2019

Uraian Proporsi Proporsi

Belum/Tidak Bekerja 413,281 22,02%

Pelajar/Mahasiswa 280,598 14,95%

(14)

48

Pegawai Negeri Sipil 11,960 0,64%

TNI/Polri 3,753 0,20%

Petani/Peternak/Nelayan 262,573 13,99% Karyawan Swasta/BUMN/BUMD 390,022 20,78%

Buruh Harian Lepas 12,548 0,67%

Buruh Tani/Peteranakan/Nelayan 25,307 1,35% Guru/Dosen 12,544 0,67% Dokter/Bidan/Perawat 1,433 0,08% Pedagang/wiraswasta 195,278 10,40% Lain-lain 261,646 13,94% Jumlah 1.876,881 .100,00%.

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pasuruan

Kesenjangan wilayah dapat dilihat dengan menggunakan indek williamson. Berdasarkan hasil perhitungan mennujukan bahwa indeks tersebut pada tahun 2017 sampai pada tahun 2019 telah menunjukan peninggkatan yang cukup signifikan. Berikut merupakan Indeks kesenjangan wilayah :

Grafik 3.2

Indeks Kesenjangan Wilayah

(15)

49 Tingkat Pengganguran Terbuka (TPT) merupakan perbandingan antara jenis pengganguran terhadap jumlah angkatan kerja. Angkatan kerja yaitu penduduk yang usianya 15 tahun keatas yang diantaranya penduduk yang sedang bekerja dan penduduk yang sedang mempunyai pekerjaan tapi sementara tidak bekerja. Pada tahun 2019 tingkat pengangguran dengan angka 5,42% telah menurun dibandingkan dengan tahun 2018 dengan angka 6,11%. Berikut perkembangan tabel pengangguran terbuka Kabupaten Pasuruan :

Tabel 3.9

Perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Pasuruan

Uraian 2017 2018 2019

Angkatan Kerja 819,322 864,530 861,085

Penggangguran 40,759 52,820 46,653

TPT(%) 4,97 6,11 5,42

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasuruan

Kemiskinan adalah sebagai bentuk ketidak mampuan dari sisi segi perekonomian dimana dalam memenuhi kebetuhannya sehari-hari pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan. Angka kemiskinan di Kabupaten Pasuruan secara kuantitas telah mengalami penurunan dimana mencapai angka 8,68% pada tahun 2019, kemudian pada tahun 2018 mencapai 9,45%. Berikut merupakan grafik angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Pasuruan:

(16)

50 Grafik 3.3

Angka Kemiskinan Kabupaten Pasuruan

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasuruan

3.2 Gambaran Balai.Besar.Taman Nasional.Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) dan PT. Tirta InvestamaKeboncandi

3.2.1 Profil..Balai Besar Taman.Nasional Bromo.Tengger Semeru (BB TNBTS) Balai.Besar.Taman Nasional.Bromo.Tengger Semeru berada di bawah serta dipertanggung jawabkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau biasanya dapat disingkat dengan BB TNBTS, memiliki Visi dan Misi dimana BBTNBTS dapat mewujudkan Visi dan Misi tersebut, maka dari itu Visi BBTNBTS adalah terwujudnya kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai destinasi ekowisata bertaraf Internasional yang bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat.

Guna mewujudkan Visi tersebut maka ditetapkan Misi BBTNBTS dimana merupakan rumusan menganai bagaimana upaya yang dilaksanakan untuk mewujudkan Visi tersebut. Berikut Misi BBTNBTS Semeru yaitu sebagai berikut : a) Menetapkan batas dan fungsi padakawasan; b) Mengembangkan daya tarik wisata alam serta jasa lingkungan; c) Meningkatkan dan melindungi Sumber Alam Hayati dan ekosistemnya secara efesien; d) Mengambangkan kelembagaan dan kerjasama dalam pengelolaan Taman Nasional.

BBTNBTS melakukan Konservasi sumber daya alam hayati dan pengelolaan kawasan taman nasional (TNBTS) berdasarkan peraturan yang

(17)

51 sudahberlaku. Dalam menjalankan tugasnya BBTNBTS menyelenggarakan fungsi sebagai berikut : a) Penyususnan rencana kegiatan, pemantauan, Penataan Zonasi, serta evaluasi pengelolaan kawasan; b) pengendalian kebakaran hutan; c) perlindungan, penyidikan dan pengamanan kawaasan pada taman nasional; d) Pengembangan dan penyuluhan konservasi sumber daya alam hayati serta ekosistemnya; e) Promosi informasi dalam konservasi sumber daya alam hayati serta ekosistemnya; f) kerjasama dalam pengembangan konservasi Sumber Daya Alam Hayati serta pengembangan kemitraan; g) Mengembangkan dan pemanfaatan Pariwisata Alam serta jasa lingkungan; h) Pelaksanaan.tata.usaha.dan rumah.tangga.

Gambar 3.2

Struktur Organisasi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

(18)

52 3.2.2 Tugas, Pokok dan fungsi Balai Besar.Taman Nasional Bromo Tengger

Semeru (BBTNBTS) a. Kepala Balai Besar

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mempunyai tugas untuk menyusun dan merumuskan perencanaan strategis berdasarkan peraturan yang telah berlaku sebagai pedoman untuk menjalankan program kegiatan, merumuskan serta menyusun kebijakan pada Bidang penyelenggaraan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dan pengelolaan kawasan TNBTS, melakuakan kajian dalam mencari Solusi atau kebijakan bagi pimpinan, melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan masukan, informasi serta melakukan evaluasi permasalahan agar diperoleh hasil kerja yang optimal, melaksanakan pembinaan terhadap lembaga dan masyarakat di bidang penyelenggaraan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dan pengelolaan kawasan taman nasional, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang telah ditetapkan dalam rangka meningkatkan kemampuan lembaga atau masyarakat.

Kepala Balai Besar Bromo Tengger Semeru juga melakukan evaluasi dalam pelaksanaan program serta kegiatan dalam bidang penyelenggaraan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dan pengelolaan kawasan TNBTS, dengan mengukur capaian program yang telah dirancang untuk dilaporkan, sesuai dengan rencana strategis yanhg telah ditentukan. melakukan pembinaan kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi dalam menjalankan tugas.

b) Kepala Bagian Tata Usaha

Kepala bagian tata usaha melaksanakan dalam penyelenggaraan program dalam pengelolaan administrasi umum, ketatalaksanaan, perencaan program yang telah dibuat, keungan, kearsipan, serta perlengkapan penyususnan program dan kerjasama, pemantauan dan perlaporan, evaluasi serta kehumasan. Untuk melaksanakan tugas tersebut, kepala bagian tata usaha mempunyai fungsi: koordinasi penyusunan rencana, program, anggaran di bidang konservasi sumber

(19)

53 daya alam hayati dan ekosistemnya dan pengelolaan kawasan taman nasional, memberikan dukungan administrasi yang meliputi kepegewaian ketatausahaan, keuangan, kerjasama, serta hubungan masyarakat. Dalam melaksanakan tugasnya kepala bagian tata usaha dibantu oleh 3 (Tiga) Sub Bagian Umum, Sub Bagian Perencanaan dan Kerjasama, dan Sub Bagian Evaluasi Lapangan dan Humas.

Tugas dari Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi umum, ketatalaksanaan, perencaan program yang telah dibuat, keungan, perlengkapan, kearsipan dan rumah tangga, penyususnan program dan kerjasama, pemantauan dan evaluasi, perlaporan serta kehumasan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Sub bagian Umum mempunyai fungsi: memberikan petunjuk kepada bawahan sesuai arahan pimpinan dan dokumen pelaksanaan anggaran guna kelancaran pelaksanaan tugas dan kegiatan, membimbing bawahan sesuai dengan tupoksinya agar menjalankan tugas secara efektif dan efisien.

Tugas dari Sub Bagian Perencanaan dan Kerjasama mempunyai tugas untuk melaksanakan tupoksi sebagai berikut: merencanakan kegiatan kerjasama pengembangan konservasi, memberikan petunjuk kepada bawahan berdasarkan arahan pimpinan, melakukan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas jabatannya guna membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan, menyusun konsep naskah bidang perencanaan sesuai dengan ketentuan yang telah didetapkan oleh atasan.

Tugas dari Sub Bagian Evaluasi Lapangan dan Humas mempunyai tugas untuk melaksanakan tupoksi sebagi berikut: mempersiapkan bahan perumusan kebijakan, melakukan koordinasi pelaksanaan tupoksi, evaluasi serta pemantuan program kegiatan dan penyelenggaraan pembinaan teknis, melakukan pelaksanaan monev pada penyelengaraan kebijakan, penyiapaan kegiatan dalam media massa. Melakukaan pengelolaan informasi kegiatan, menyampaikan laporan kegiatan kepada atasan, memberikan pertimbangan serta menyampaikan saran kepada atasan untuk bahan pertimbangan.

(20)

54 c) Kepala Bidang Teknik Konservasi Taman Nasional

Kepala Bidang Teknik Konservasi Taman Nasional bertugas menyiapkan rencana kerja dibidang perlindungan dan pemetaan pelayanan di bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem yang lainnya. Untuk melaksanakan tugas tersebut, kepala bidang teknik konservasi taman nasional mempunyai fungsi: menyiapkan rumusan kebijakan dalam bidang teknik konservasi, menyiapkan pelaksanaan kebijakan yang telah diibuat dalam bidang teknik konservasi, menyiapkan perumusakan kebijakan norma, standart, prosedur, dan kriteria, melaksanakan bimbingan teknis di bidang teknik kawasan konservasi, melakukan evaluasi dan melaksanakan tata usaha dan rumah tangga balai besar.

Dalam pelaksanaan tugasnya kepala bagian teknik konservasi taman nasional dibantu oleh 2 (Dua) Seksi pemanfaatan dan pelayanan dan Seksi Perlindungan, Perpetaan dan pengawetan. Masing-masing Seksi juga dipimpin oleh Kepala Seksi yang dalam pelaksanaan tupoksinya berada dibawah tanggung jawab kepada Kepala bagian teknik konservasi taman nasional.

Seksi pemanfaatan dan pelayanan, mempunyai tugas fungsi: mengumpulkan serta menyiapkan bahan pemanfaatan serta pengembangan dalam bidang jasa lingkungan, mengembangkan dan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan dan satwa liar, melakukan pemasarn serta promosi, melakukan peridzinan administrasi dalam bidang konservasi sumber daya alam dan ekosistem dan melaksanakan koordinasi teknis dalam pemberdayaan masyarakat pada sekitar kawasan taman nasional.

Seksi Persencanaan, Perlindungan, dan Pengawetan, mempunyai tugas dan fungsi : mengumpulkan dan menyiapkan bahan perencanaan dan melakukan bimbingan teknis penilaian potensi, melakukan tatanan pada kawasan taman nasional, menyusun pengelolaan perlindungan, pengamanan dan pengawetan, melakukan operasional dalam kesatuan pengelolaan hutan konservasi, pemulihan ekosistem yang ada pada kawasan konservasi, penutupan kawasan konservasi, memberikan informasi geografi dan wibsite serta melaksanakan pengendalian kebakaran hutan di kawasan taman nasional.

(21)

55 d) Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional wilayah I

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I mempunyai tugas dalam mengkoordinasi pelaksanaan konservasi sumber daya alam hayati, pelaksanaan serta perlindungan kawasan taman nasional, menggembangkan dan memanfaatkan tumbuhan dan satwa liar untuk kepentingan non komersial, memulihkan ekositem yang telah mengalami kerusakan, melakukan penutupan kawasan yang telah mengalami kerusakan, melaksanakan evaluasi sesuai dengan fungsinya.

Bidang Wilayah Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I telah di bagi dalam 2 (dua) pembagian wilayah pengelolaan taman nasional yaitu Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTN) 1dan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah 2. Untuk wilayah PTN I(Cemorolawang, Probolinggo) yang wilayah kerjannya meliputi : a) Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Gunung Penanjakan; b) Resort PTN Wilayah Tengger Laut Pasir; c) Resort PTN Wilayah Sumber. Kemudian Untuk PTN wilayah II (Tumpang Malang) yang wilayah kerjannya meliputi : a) Resort PTN Patok picis; b) Resort PTN Wilayah Jabung; c) Resort PTN WilayahCoban trisula.

e) Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional wilayah II

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTN) II mempunyai tugas dalam mengkoordinasi pelaksanaan konservasi sumber daya alam hayati, pelaksanaan dan perlindungan kawasan taman nasional, menggembangkan dan memanfaatkan jenis tumbuhan dan satwa liar untuk kepentingan non komersial, memulihkan ekositem yang telah mengalami kerusakan, melakukan penutupan kawasan yang telah mengalami kerusakan, melaksanakan evaluasi sesuai dengan fungsinya. Mengembangkan bina cinta alam dan penyuluhan konservasi sumberdaya alam dan ekosistemnya.

Bidang Wilayah Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTN) II telah di bagi dalam 2 (dua) pembagian wilayah pengelolaan taman nasional yaitu Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 3 dan Seksi Pengelola Taman Nasional

(22)

56 (PTN) 4. Untuk PTN wilayah 3yaitu (Purworejo,Lumajang) yang wilayah kerjannya meliputi: a) Resort PTN Wilayah Gunung Gucialit; b) Resort PTN Wilayah Saroja; c) Resort PTN Wilayah Ranu Pane. Kemudian Untuk wilayah PTN wilayah 4 (Tumpang Malang) yang wilayah kerjannya meliputi : a) Resort PTN WilayahCandipuro; b) Resort PTN wilayah Ranu Darungan; c) Resort PTN WilayahTaman Satriyan.

3.3.1 ProfilPT. Tirta Investama Keboncandi Pasuruan (Aqua-Group)

Aqua merupakan merk air minum dalam kemasan (AMDK) pertama yang ada di Indonesia dan di produksi oleh PT. Aqua Golden Mississipi. Semenjak tahun 1973, Aqua merupakan merk air minum yang terbesar di Indonesia dan menjadi merk terkenal di Indonesia. Di Indonesia sudah ada 14 perusahaan yang telah memproduksi Aqua. Sedangkan. PT. Tirta Investama Keboncandi merupakan perusahaan yang mendistribusikan produk Danone Aqua yang ada di JawaTimur yang wilayahnya berada di Keboncandi Pasuruan. PT. Tirta Investama Keboncandi juga mempunyai visi dan misi untuk menjadikan produk air minum yang terbesardi Indonesia yang selalu berkomitmen untuk selalu mendukung dan membantu program yang dibuat pemerintah dalam hal pelestarian lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Maka dari ituVisi PT. Tirta Investama Keboncandi ialah “Aqua telah menjadi bagian dari keluarga sehat yang ada di Indonesia selama lebih dari 30 tahun, dan menjadi pelopor air minum kemasan yang telah berdiri dari tahun 1973, dan kini Aqua telah manjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari hidup sehat masyarakat Indonesia. Dulu dan kini, Aqua tetap dan selalu menjadi yang terbesar dan menjadi yang terdepan yang ada di Indonesia”.

Guna mewujudkan Visi tersebut maka ditetapkan Misi PT. Tirta Investama Keboncandi yang dimana menjadi rumusan menganai bagaimana upaya yang akan dilakukan guna mewujudkan Visi tersebut. Berikut Misi PT. Tirta Investama Keboncandi yaitu sebagai berikut : “Aqua akan selalu memberikan kesahatan melalui pangan kepada banyak orang. Aqua juga membuat program untuk

(23)

57 kesehatan para konsumen di Indonesia yaitu berupa program AKSI (Aqua untuk keluarga sehat Indonesia) dan AuAI (Aqua untuk Anak Indonesia).”

Struktur organisasi ini merupakan penggambaran secara grafik yang meggambarkan struktur kerja di setiap departemen yang mempunyai wewenang dan mempunyai tanggung jawab masing-masing yang ada di lingkungan PT. Tirta Investama Keboncandi.

Gambar 3.2

Struktur Organisasi PT. Tirta Investama Keboncandi Pasuruan

3.3.2 Tugas, Pokok dan fungsi PT. TirtaInvestamaKeboncandi (Aqua-Group) a. Kepala Pabrik

Kepala pabrik mempunyai kendali besar dalam berjalan suatu perusahaan. Cakupan kerja dari kepala pabrik sangat luas atau biasanya disebut sebagai inti dari sebuah perusahaan. Tugas pokok dan fungsi dari kepala pabrik sendiri ialah : Kepala pabrik harus bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan pekerjaan bawahannya, menjadi peengambil keputusan tertinggi dalam suatu perusahaan, mengayomi seluruh pekerjaa perusahaan, mengatur manajemen yang baik guna operasional system perusaan bisa berjalan dengan seimbang, meningkat ualitas suatu produk , menjalin hubungan yang baik dengan pihak pemegang saham maupun setiap klien.

b. Divi SHE Coordinator

Divisi Safety, Health, Environment (SHE) Coodinator merupakan bagian yang bertanggung jawab untuk mengelola mengawasi dan berkoordinasi terkait kegiatan pengoperasian perusahaan yang ada di dalam perusahaan sesuai

(24)

58 dengan standart operasioanal yang telahberlaku. Berikut merupakan tugas pokok dan fungsi bagian SHE Coordinator : menerapkan dan mempromosikan program SHE dilingkungan perusahaan, melakukan penelaian resiko dan kontrol pada kegiatan situs, melaksnaakan diklat rutin yang telah dijadwalkan oleh perusahaan, menyelidiki insiden yang erjadi yang berkaitan dengan perusahaan, melakukan serta mengkaji temuan keselamatan bulanan, kemudian memastikan keselamatan kerja karyawan guna memenuhi persyaratan SHE. c. Plant Controler

Divisi Plant Controler mempunyai Tugas pokok dan Fungsi dalam pelaksanaanya seperti: melaksanakan monitoring terkait project produktivity yang telah ditarget perusahaan dan memastikan apakah project produktivity tersebut dudah berjalan sebagaimana mestinya; mengontrol Budget, memberikan support dan membuat laporan akhir perusahaan; memastikan laporan akhir bulan.

d. Divisi Perfomance

Divisi Perfomance mempunyai Tugas pokok dan Fungsi dalam pelaksanaanya seperti: membantu dalam pelaksanaan proses peningkatan prestasi kerja pada setiap karyawan, melakukan penyusaian kompensasi dalam program yang telah berjalan, melakukan pinilaian kerja dalam perusahaan serta memberikan penilaian pada proses seleksi karyawan.

e. Divisi CSR/ Sustainable Development

Divisi CSR/ Sustainable Development mempunyai tugas pokok dan fungsi diantaranya ialah : meningkatkan citra suatu perusahaan karena divisi CSR biasanya melaksanakan kegiatan yang baik dilingkungan masyarakat, memperkuat “brand” suatu perusahaan, membuat kerjasam dengan para pemangku kepentingan, menghasilkan suatu inovasi untuk meningkat kualitas perusahaan, membuka akses bagi untuk investasi dan pendanaan bagi perusahaan, serta meningkatkan harga suatu saham perusahaan.

Referensi

Dokumen terkait

Di ayat 22-24 dikatakan: “Kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang

Tahap persiapan atau disebut juga tahap pemilihan telur (Sortasi) bertujuan untuk mengetahui secara pasti kondisi telur yang akan diasinkan, maka perlu dilakukan

Solenoid tersebut dibuat dengan satu kumparan dan sumber tegangan yang digunakan adalah tegangan yang disimpan pada

Apabila jasa yang dilaksanakan dapat diselesaikan dengan satu kegiatan tunggal atau dalam suatu jangka waktu yang relatif pendek, tidak akan timbul

Pada keadaan biasa sebelum kumparan diberi diberi arus listrik, sel darah diam, ahanya melakukan vibrasi kecil pada posisinya. setelah selenoid dihubungkan arus 0,32

Berdasarkan Paparan diatas, Penulis merasa tertarik untuk meneliti Analisis Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan Petani Kopi Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Produksi dan

Reaktor plug flow Adalah suatu alat yang digunakan untuk mereaksikan suatu reaktan dalam hal ini fluida dan mengubahnya menjadi produk dengan

Dalam peneltian ini diketemukan bahwa pemberian grasi atau pengampunan yang diberikan oleh Presiden terhadap narapidana narkoba transnasional, merupakan kewenangan