• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perangkutan Laut. Perangkutan Pipa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perangkutan Laut. Perangkutan Pipa"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Adipandang Yudono SSi MURP

Adipandang Yudono SSi, MURP

(2)

Outline

Outline

€

Perangkutan Darat

€

Perangkutan Darat

€

Perangkutan Laut

€

Perangkutan Udara

€

Perangkutan Udara

€

Perangkutan Pipa

(3)

PERANGKUTAN DARAT

PERANGKUTAN DARAT

1.

PERANGKUTAN JALAN RAYA

€

JALAN :

prasarana transportasi darat yang meliputi

l b

i

j l

t

k b

segala bagian jalan, termasuk bangunan

pelengkap dan perlengkapannya yang

diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada

pada perm kaan tanah di atas perm kaan

pada permukaan tanah, di atas permukaan

tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air,

serta di atas permukaan air,

kecuali jalan

kereta api jalan lori dan jalan kabel

;

kereta api, jalan lori, dan jalan kabel

;

(4)

Bagian Jalan:

Bagian Jalan:

1 DIMENSI JALAN / POLA PENAMPANG MELINTANG JALAN 1. DIMENSI JALAN / POLA PENAMPANG MELINTANG JALAN

ƒ DAMAJA : Daerah Manfaat Jalan yang dibatasi oleh:

ƒ Batas ambang pengaman konstruksi jalan di kedua sisi jalan

ƒ Tinggi minimum 5 m diatas permukaan perkerasan pada sumbu jalan

ƒ Tinggi minimum 5 m diatas permukaan perkerasan pada sumbu jalan

ƒ Kedalaman minimum 1,5 m dibawah permukaan perkerasan jalan

ƒ DAMIJA : Meliputi daerah manfaat jalan dan sejalur tanah tertentu diluar DAMAJA

tertentu diluar DAMAJA.

ƒ DAWASJA : Daerah Pengawasan Jalan diukur dari tepi jalur luar (perkerasan) dengan batasan:

ƒ Jalan Arteri minimum 20 meter.

ƒ Jalan Kolektor minimum 7 meter

ƒ Jalan Lokal minimum 4 meter

(5)
(6)

2.

BAHU JALAN :

2.

BAHU JALAN :

€

Bagian jalan raya antara ujung luar lajur

lalu lintas dan ujung dalam pinggiran pembatas

j l

t

k l

d i

jalan, atau kelandaian.

€

LEBAR bahu jalan MINIMUM = 1.50 – 2.00

m ; Untuk jalan perkotaan biasanya diambil

m ; Untuk jalan perkotaan biasanya diambil

2.50 m dan untuk keperluan parkir biasanya

diambil 3.00 m.

(7)

3.

MEDIAN JALAN :

€

Bagian jalan raya yang memisahkan antara

arus lalu lintas yang berlawanan (untuk jalan

bebas hambatan)

bebas hambatan).

€

LEBAR median MINIMUM = 1.50 m (untuk

ruas luar kota : daerah datar / perbukitan);

LEBAR

di

MINIMUM

1 50

2 00

LEBAR median MINIMUM = 1.50 – 2.00 m

(untuk jalan raya dalam kota).

(8)

Klasifikasi Jalan:

Klasifikasi Jalan:

€ MENURUT PERANAN-NYA

1 JALAN ARTERI M l i k t t h b k di t t 1. JALAN ARTERI : Melayani angkutan utama yang menghubungkan diantara

pusat-pusat kegiatan dengan ciri-ciri: perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan

jumlah jalan masuk sangat dibatasi secara efisien.

2. JALAN KOLEKTOR : Melayani angkutan penumpang cabang dari pedalaman ke pusat 2. JALAN KOLEKTOR : Melayani angkutan penumpang cabang dari pedalaman ke pusat

kegiatan dengan ciri-ciri : perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan

jumlah jalan masuk sangat dibatasi secara efisien.

3. JALAN LOKAL : Melayani angkutan setempat, dengan ciri-ciri : perjalanan jarak

d k t k t t t d h d j l k tid k dib t i dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jalan masuk tidak dibatasi.

4. JALAN AKSES : Melayani angkutan pedesaan dengan ciri-ciri : perjalanan jarak

sangat dekat, kecepatan sangat lamban, dan banyak jalan masuk persimpangan.

5. JALAN SETAPAK : Melayani pejalan kaki, sepeda dan sepeda motor, serta umumnya belum beraspal.

(9)
(10)

€ BERDASAR YANG MEMBINA JALAN RAYA

1 JALAN UMUM J l di t kk t k k ti l l li t

1. JALAN UMUM : Jalan yang diperuntukkan untuk kepentingan lalu lintas umum.

€ * Jalan yang dibina oleh Pusat merupakan: JALAN NEGARA;

€ * Jalan yang dibina oleh Pemda Tingkat I disebut: JALAN

PROPINSI;

€ * Jalan yang dibina oleh Pemda Tingkat II disebut: JALAN

€ Jalan yang dibina oleh Pemda Tingkat II disebut: JALAN

KABUPATEN;

€ * Jalan yang dibina oleh Lurah disebut: JALAN DESA

2. JALAN KHUSUS : Jalan untuk kepentingan tertentu, yang dibina oleh badanp g , y g hukum/instansi tertentu. Seperti:

€ * Jalan Pengairan € * Jalan Perkebunan € * Jalan Kehutanan € * Jalan Kompleks € * Jalan Kompleks € * Jalan Pelabuhan

(11)

€ PERALATAN PENGENDALI LALU LINTAS :

1 RAMBU 1. RAMBU

2. PENGHALANG yang dapat dipindahkan 3. LAMPU LALU LINTAS

¾ ALAT PENGENDALIAN LALU LINTAS BERFUNGSI :

Menjamin keamanan dan keefisienan persimpangan dengan cara memisahkan aliran kendaraan yang saling bersinggungan pada waktu yang tepat.

y g p

RAMBU LALU LINTAS

RAMBU LALU LINTAS & MARKA JALAN digunakan:

untuk membangun sistem jalan atau jalan raya yang DIPAHAMI sepenuhnya oleh untuk membangun sistem jalan atau jalan raya yang DIPAHAMI sepenuhnya oleh pengguna jalan, yaitu pengemudi dan pejalan kaki : (peraturan lalu lintas misalnya: batas kecepatan; larangan memutar; memberi peringatan kepada pengemudi dan

pejalan kaki mengenai kondisi jalan; dan memandu lalu lintas agar tetap pada rute yang benar

(12)

KLASIFIKASI FUNGSIONAL RAMBU LALU LINTAS BERDASARKAN

PENGGUNAAN-NYA :

1. Rambu Pengaturan (regulatory sign) :

€ DIGUNAKAN UNTUK menerapkan aturan hukum yang berlaku

€ DIGUNAKAN UNTUK menerapkan aturan hukum yang berlaku

untuk lokasi tertentu (memberikan informasi kepada pengemudi tentang hukum dan peraturan tertentu, yang apabila dilanggar terkena sanksi.

€ EMPAT KELOMPOK rambu pengaturan (tidak termasuk yang untuk pejalan kaki) :

€ EMPAT KELOMPOK rambu pengaturan (tidak termasuk yang untuk pejalan kaki) :

€ 1. Rambu hak-prioritas-jalan, yang paling umum adalah rambu berhenti

€ 2. Rambu kecepatan

€ 3. Rambu pergerakan, seperti rambu membelok atau rambu satu arah

€ 4 Rambu parkir

€ 4. Rambu parkir

2. Rambu Peringatan (warning sign) :

€ DIGUNAKAN UNTUK meningkatkan kewaspadaan tentang kondisi bahaya, baik

potensial maupun kondisi nyata yang tidak akan terlihat jika tidak diperingatkan terlebih potensial maupun kondisi nyata, yang tidak akan terlihat jika tidak diperingatkan terlebih dahulu. Antara lain pada : zona konstruksi jalan raya dan jalan-jalan menuju

(13)

3.

Rambu Petunjuk (Rambu Informasi) :

€

DIGUNAKAN UNTUK menyediakan arah bagi

pengemudi dan ke

berbagai tujuan. DILETAKKAN relatif jauh di depan

persimpangan atau

persimpangan atau

interchange untuk memberikan waktu yang memadai

bagi pengemudi

t k

t

k

t

k

di ilih

untuk memutuskan rute yang akan dipilih.

4.

Rambu Pengarahan (direction sign) :

4.

Rambu Pengarahan (direction sign) :

€

DIGUNAKAN PADA jalan raya dengan

kecepatan tinggi, pada interchange yang

berhubungan dengan jalan tol

berhubungan dengan jalan tol.

(14)

LAMPU LALU LINTAS

LAMPU LALU LINTAS

€

LAMPU LALU LINTAS ADALAH

sebuah alat elektrik (dengan sistem

pengatur waktu) yang memberikan hak

jalan pada satu arus lalu lintas atau lebih

jalan pada satu arus lalu lintas atau lebih

sehingga aliran lalu lintas bisa melewati

persimpangan dengan aman dan efisien.

(15)

TUJUAN LAMPU LALU LINTAS :

1. Untuk meningkatkan keamanan sistem secara keseluruhang

2. Untuk mengurangi waktu tempuh rata-rata di sebuah persimpangan, sehingga meningkatkan kapasitas.

(16)

KENDARAAN :

Dalam perangkutan jalan raya, KENDARAAN adalah : Segala kendaraan

d t dit ik l h bi t & i ti d b k d

darat yang ditarik oleh binatang& manusia, seperti: sepeda, becak, dan gerobak dorong/tarik ataupun yang digerakkan oleh mesin (kendaraan bermotor).

KENDARAAN ANGKUTAN JALAN RAYA terdiri dari 2 bagian pokok, yaitu: 1. Unit tenaga atau mesin penggerak

2 Unit pengangkut atau tempat penumpang dan barang 2. Unit pengangkut atau tempat penumpang dan barang JENIS KENDARAAN :

1 Kendaraan Barang : untuk mengangkut jenis barang tertentu 1. Kendaraan Barang : untuk mengangkut jenis barang tertentu. 2. Kendaraan Penumpang :

a) sepeda motor : mengangkut tidak lebih dari 2 orang

b) kendaraan roda 4 : mengangkut tidak lebih dari 10 orang c) bus : untuk mengangkut lebih dari 10 orang

(17)

2. PERANGKUTAN KERETA API

SISTEM ANGKUTAN KERETA API (rel/baja) : Meliputi atas alat angkut (vehicles) yaitu lokomotif, kereta penumpang, gerbong barang dan gerbong peti kemas, jalan (ways) yaitu jalan/rel, bantalan/track, jembatan, signals,

i i t l k ik i k t l d l i t t i l it

navigasi, telekomunikasi, ruang kontrol dan palang pintu, terminal yaitu stasiun, gudang dan depo (bengkel).

BANTALAN

BANTALAN :

FUNGSI UTAMA

¾ Memberikan dukungan dan meneruskan beban dari rel ke balas dengan bidang sebaran beban yang lebih luas sehingga dapat memperkecil

bidang sebaran beban yang lebih luas sehingga dapat memperkecil tekanan yang dipikul oleh balas,

¾ Pengikat rel (dengan penambat rel),

¾ Memberikan stabilitas kedudukan sepur dalam balasp

(18)

2. PERANGKUTAN KERETA API

SISTEM ANGKUTAN KERETA API (rel/baja) : Meliputi atas alat angkut (vehicles) yaitu lokomotif, kereta penumpang, gerbong barang dan gerbong peti kemas, jalan (ways) yaitu jalan/rel, bantalan/track, jembatan, signals,

i i t l k ik i k t l d l i t t i l it

navigasi, telekomunikasi, ruang kontrol dan palang pintu, terminal yaitu stasiun, gudang dan depo (bengkel).

BANTALAN

BANTALAN :

FUNGSI UTAMA

¾ Memberikan dukungan dan meneruskan beban dari rel ke balas dengan bidang sebaran beban yang lebih luas sehingga dapat memperkecil

bidang sebaran beban yang lebih luas sehingga dapat memperkecil tekanan yang dipikul oleh balas,

¾ Pengikat rel (dengan penambat rel),

¾ Memberikan stabilitas kedudukan sepur dalam balasp

(19)

BALAS :

Terletak di atas lapisan tanah dasar (sub grade). FUNGSI UTAMA

FUNGSI UTAMA

¾ Memberikan dukungan dan meneruskan beban yang diterima oleh bantalan ke tanah dasar,

¾ Menahan kemungkinan pergeseran bantalan dan rel baik arah melintang ¾ Menahan kemungkinan pergeseran bantalan dan rel baik arah melintang

dan membujur,

¾ Meloloskan air di sekitar bantalan dan rel,

¾ Mendukung bantalan dengan dukungan yang kenyal.

RUANG BEBAS :

Ruang di atas sepur yang harus selalu bebas, dari rintangan dan halangan, sehingga setiap saat dapat dilalui kereta api dengan aman. TIDAK DIPERBOLEHKAN adanya bagian-bagian dari

k t ( b l k tif) k l d i b b

kereta (gerbong, lokomotif) yang keluar dari ruang bebas.

RUANG BANGUN :

Ruang di sisi sepur yang harus selalu bebas dari bangunan tetap, seperti: pagar, tiang listrik, tiang rambu, tiang sinyal elektrik, dan lain-lain.

(20)

Bantalan Rel

Balas atas

Balas bawah

(21)

KLASIFIKASI JALAN REL

BERDASARKAN KECEPATAN MAKSIMUM :

Kelas Kecepatan Maksimum (km/jam)

I 120

II 110

III 100

IV 90

BERDASARKAN JUMLAH JALUR :

IV 90

V 80

BERDASARKAN JUMLAH JALUR :

1. SINGLE TRACK ATAU JALUR TUNGGAL : Yaitu hanya satu jalur

yang digunakan untuk melayani kereta api dari dua arah.

2. DOUBLE TRACK ATAU JALUR GANDA : Yaitu dua jalur yang

masing-masing jalur digunakan untuk melayani kereta api dari satu arah saja.

(22)

€

CIRI-CIRI PERANGKUTAN LAUT

1.

JUMLAH MUATAN barang maupun

penumpang yang diangkut dalam jumlah yang

besar dan jarak yang jauh

besar dan jarak yang jauh.

2.

BIAYA angkutan relatif lebih murah atau

rendah.

rendah.

3.

KECEPATAN berlayar rendah atau lambat,

hanya mencapai 15 - 20 mil laut/jam.

4.

BANYAK-NYA HANDLING CARGO yang

mengalami beberapa kali pengalihan pada

waktu dimuat ke kapal sampai dengan tujuan

waktu dimuat ke kapal sampai dengan tujuan.

(23)

JALUR

JALUR Alur

Alur Laut

Laut Kepulauan

Kepulauan Indonesia (ALKI)

Indonesia (ALKI)

Legenda : ALKI

(24)

DILIHAT DARI PENGGUNAANNYA, KAPAL DIBEDAKAN

MENJADI :

1. KAPAL PENUMPANG : Kapal yang digunakan untuk mengangkut penumpang

2 KAPAL BARANG : Kapal yang digunakan untuk mengangkut barang

2. KAPAL BARANG : Kapal yang digunakan untuk mengangkut barang. KAPAL BARANG :

Kapal Barang terdiri atas ruang palka yang dapat memuat berbagai jenis barang dan dilengkapi dengan peralatan bongkar muat barang. Jenis Kapal Barang :

1. Kapal General Cargo : * Kapal Container Kapal Container

* Kapal Ro-Ro ( Roll on and Roll of)

* Kapal Lash (Lighter abroad the ship) atau Kapal Tongkang

* K l D b lk

* Kapal Dry bulk cargo 2. Kapal Tanker

3. Kapal Bulk Cargo (Kapal Barang-barang Curah) 4. Kapal Serba Guna (Multi purpose vessel)p ( p p )

(25)

KAPAL CONTAINER

Mempunyai RUANG DATAR yang luas untuk MEMUAT PETI KEMAS yang diangkut dari dan ke dermaga dengan menggunakan truck dan menggunakan crane khusus serta dilengkapi dengan komputer agar penyusunan di ruang kapal dapat disesuaikan dengan tujuan dari setiap peti kemas.

KAPASITAS sekitar 25.000 DWT, dengan PANJANG rata-rata 180 - 210 meter , KECEPATAN sekitar 33 knots/jam.

DAYA ANGKUT i 4 k li d k t k l b bi

DAYA ANGKUT mencapai 4 kali daya angkut kapal barang biasa

(konvensional) dan proses bongkar muat barang lebih cepat. Jika kecepatan bongkar muat pada kapal biasa selama 4 hari, maka kapal container dapat diselesaikan dalam 24 jam.j

KAPAL RO-RO

Merupakan penyempurnaan dari kapal container, DILENGKAPI peralatan

d RODA t k d hk t t i di d l k l P ti

dengan RODA untuk memudahkan pengaturan container di dalam kapal. Peti kemas dimasukkan dan dikeluarkan melalui ruang depan atau samping kapal dengan pintu yang bisa dibuka dan ditutup.

(26)

PRINSIP-NYA : Barang-barang yang DIANGKUT ditempatkan di atas trailer atau rolling stock lainnya, dan trailer rolling stock berikut barang di atasnya (biasanya barang dalam container) DITARIK oleh sebuah traktor ke dalam kapal dan sebaliknya melalui sebuah tramp pada bagian belakang dari kapal. KEUNTUNGAN : Waktu muat/bongkar dapat dipersingkat.

KAPAL LASH

KAPAL LASH

Merupakan kapal container yang dapat beroperasi sendiri setelah dilepas dari kapal induknya berupa tongkang-tongkang. HAL INI DISEBABKAN karena kapal tidak dapat merapat ke dermaga karena keadaan dermaga yang

bersangkutan tidak memungkinkan.

Dari sistem angkutan tongkang, terdapat beberapa sistem, yaitu:

ƒ Sistem LASH (Lighter Abroad Ship) yang dikembangkan oleh LASH Inc. dari New Orleans USA

New Orleans USA

ƒ Sistem Seabee, dirancang oleh J.J. Henry co. Inc. dari New York, USA. ƒ Sistem BACAT, dirancang oleh Frederikshan Shipyard dan G. Drockse,

Denmark.

KAPAL DRY BULK CARGO (Kapal Barang Kering Curah)

Merupakan kapal yang MENGANGKUT BARANG-BARANG CURAH, seperti: batu bara, biji besi, dan hasil tambang lainnya.

(27)

€

SIFAT / KARAKTERISTIK

:

€ PRODUKSI yang dihasilkan tidak dapat disimpan dan dipegang, tetapi

dapat ditandai dengan adanya pemanfaatan waktu dan tempat.

€ PERMINTAAN bersifat elastis permintaan jasa angkutan udara € PERMINTAAN bersifat elastis , permintaan jasa angkutan udara

bersifat derived demand , yaitu sebagai akibat adanya permintaan atau kebutuhan di lokasi lain. Karena tarif angkutan udara relatif mahal,

maka bila terjadi perubahan harga maka permintaan menjadi elastis.

€ SELALU MENYESUAIKAN TEKNOLOGI MAJU : Perusahaan

penerbangan pada dasarnya bersifat dinamis yang dengan cepat

menyesuaikan perkembangan teknologi pesawat udara. Penyesuaian teknologi maju tidak hanya di bidang teknik permesinan pesawat

terbang saja tetapi juga di bidang-bidang lainnya seperti sistem terbang saja, tetapi juga di bidang bidang lainnya, seperti sistem informasi manajemen, metode-metode, peraturan-peraturan dan prosedur serta kebijakan.

(28)
(29)

SELALU ADA CAMPUR TANGAN PEMERINTAH , seperti pada umumnya kegiatan-kegiatan transportasi menyangkut hajat hidup orang banyak. Selain itu, juga untuk menjaga keseimbangan antara penumpang dan operator

(dalam hal ini menyangkut pentarifan), jumlah yang besar, dan menjamin keselamatan penerbangan.

FUNGSI JASA ANGKUTAN UDARA

: Pada prinsipnya terdapat beberapa fungsi produk jasa angkutan udara yang harus tercapai, yaitu : A. Melaksanakan penerbangan dengan AMAN (Safety)

Pesawatnya harus memenuhi syarat, seperti laik terbang yang dibuktikan dengan certificate of airworthiness dari yang berwenang.

Release sheet oleh dinas teknik perusahaan tersebut (crew Release sheet oleh dinas teknik perusahaan tersebut (crew

qualified)

Membuat flight planning yang mencakup arah penerbangan kemana, bahan bakar yang dibawa, ketinggian terbang, dan lain lainnya.

Air traffic control yang baik pada stasiun Bandar udara tertentu.

(30)

B. Melaksanakan penerbangan dengan TERTIB dan TERATUR (Regularity) (Regularity) Dalam mengoperasikan pesawat udara harus dilaksanakan sesuai dengan jadwal penerbangan yang telah ditentukan secara tepat dan teratur serta sesuai dengan waktu yang diinginkan oleh penumpang. Untuk itu diperlukan koordinasi dan disiplin antara bagian produksi/operasi dengan bagian pemeliharaan pesawat, pemasaran dan bagian lainnya. C. Melaksanakan penerbangan dengan NYAMAN (Comfortable) Perusahaan berusaha memberikan pelayanan sebaik mkungkin kepada penumpang, ARTI -nya adalah : pada saat calon penumpang mengadakan hubungan dengan perusahaan sampai penumpang tiba di tempat hubungan dengan perusahaan sampai penumpang tiba di tempat

tujuannya. D. Melaksanakan penerbangan dengan EKONOMIS

(31)

€ PIPA yang biasa dipakai mempunyai diameter berukuran 5 - 120 cm. Pipa

€ yang berukuran kecil adalah pipa pengumpul (feeder line) dan pipa yang

€ yang berukuran kecil adalah pipa pengumpul (feeder line) dan pipa yang

€ berukuran besar untuk pipa utama (trunk line).

€ PADA PIPA MINYAK terdapat 3 sistem, yaitu :

1. Pipa Pengumpul , yaitu pipa dari sumber minyak ke tempat pengumpul

€ dimana terdapat stasiun pompa.

2. Pipa Utama (Trunk line) , yang berfungsi sebagai transmisi jarak jauh ke

€ penyulingan.

3. Pipa Distribusi , yaitu pipa yang menyalurkan ke konsumen.

€ PROSES angkutan pipa melibatkan 3 hal, yaitu :

1. Banyaknya barang yang disalurkan 2. Diameter dari pipa

(32)
(33)

Referensi

Dokumen terkait

arus lalu lintas adalah jumlah kendaraan yang melewati suatu titik jalan persatuan.. waktu, dinyatakan dalam

Arus jenuh merupakan arus lalu lintas maksimum pada suatu pendekat yang dapat melewati persimpangan jika sinyal lampu lalu lintas terus menyala hijau.. Arus jenuh (S) yang

Persimpangan tiga lengan di jalan Ya’m Sabran dan jalan Panglima Aim merupakan salah satu lokasi yang sering terjadi kemacetan akibat perpotongan arus lalu

Volume lalu lintas yang digunakan adalah saat arus mencapai volume jam puncak, yaitu ketika waktu jumlah kendaraan yang melewati suatu titik pada ruas jalan selama satu

Persimpangan tiga lengan di jalan Hasanudin dan jalan Ari Lasut merupakan salah satu lokasi yang sering terjadi kemacetan akibat perpotongan arus lalu lintas

Diperoleh hasil penelitian (1) bentuk graf kompatibel dari hasil pemodelan arus lalu lintas di persimpangan jalan simpang tiga jalan Majapahit-Supriyadi Kota Semarang , (2)

Arus lalu-lintas (Q) atau volume adalah jumlah kendaraan yang melewati suatu titik pada suatu ruas jalan per satuan waktu tertentu.. Karakteristik arus lalu lintas secara

Selain data yang diperoleh dari pengukuran dimensi persimpangan dan ruas jalan juga diperlukan data volume lalu lintas yang melewati jalan dan persimpangan untuk