• Tidak ada hasil yang ditemukan

Volume : IV, Nomor : 1, September 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Volume : IV, Nomor : 1, September 2014"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PEMENANG

MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN TINGKAT KECAMATAN

DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE

WEIGHTING (SAW)

(Studi Kasus : Kecamatan Huta Raja Tinggi)

Leli Asmara Surbakti (1011073)

Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika STMIK Budi Darma Medan JL.Sisingamangaraja No.338 Sp.Limun Medan

http : //www.inti-budidarma.com // Email : [email protected]

ABSTRAK

Pengambilan keputusan untuk menetapkan apakah calon pemenang layak atau tidak didasari beberapa

kriteria yang ditetapkan oleh panitia. Untuk menghindari subyektifitas keputusan yang dihasilkan diperlukan suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu panitia penentuan peserta Musabaqoh Tilawatil Qur’an dalam memutuskan calon pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur’an yang mana yang akan diterima. SPK merupakan suatu sistem menggunakan model yang dibangun untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah semi terstruktur.

Dalam hal ini penulis akan membuat sebuah aplikasi seleksi penentuan dengan menggunakan model sistem keputusan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Hal ini dipilih karena metode ini menentukan nilai bobot untuk setiap atribute dengan kriteria-kriteria penilaian yang telah ditentukan, kemudian dilanjutkan dengan proses penyeleksian sebagai tahap seleksi siapa saja yang berhak menjadi calon pemenang.

Dengan aplikasi yang dirancang diharapkan dapat memudahkan bagi panitia dalam penyeleksian calon pemenang karena telah didukung dengan suatu aplikasi dengan suatu sistem pendukung keputusan.

Kata Kunci : Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Simple Additive Weighting (SAW). 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), di indonesia dapat dikatakan sebagai kegiatan rutin dalam keagamaan, dan yang cukup besar dan yang dibiayai oleh pemerintah saat ini. Musabaqoh ini tidak lepas dari dimensi sosialnya sebagai sebuah

kegiatan. Dari meriahnya acara yang

diselenggarakan, ingin dimunculkan suatu citra bahwa islam memiliki suatu keistimewaan yang harus dibanggakan dan dilestarikan dengan kitab sucinya. Dalam musabaqoh ini memang terjadi ajang adu keahlian yang dimiliki tapi ada juga hal lain yaitu untuk mensy’arkan dakwah. Yang berguna untuk menstimulus objek sasaran yang masih awam dan menimbulkan rasa keinginan yang kuat untuk memiliki hal yang sama dari musabaqoh tersebut.

Pengambilan keputusan untuk menetapkan apakah calon pemenang layak atau tidak didasari beberapa kriteria yang ditetapkan oleh panitia. Untuk menghindari subyektifitas keputusan yang dihasilkan diperlukan suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu panitia penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur’an dalam memutuskan calon pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur’an yang mana yang akan diterima. SPK merupakan suatu sistem menggunakan model yang dibangun untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah semi terstruktur.

Pertandingan Musabaqoh Tilawatil Qur’an diadakan untuk menambah pengetahuan maupun minat para pemenang baik dari anak-anak, remaja, dewasa hingga golongan cacat netra lebih mendalami ilmu agama. Sejauh ini pertandingan Musabaqoh Tilawatil Qur’an bukan saja diadakan di kalangan kecil tetapi sudah menjadi pertandingan tingkat nasional. Awalnya Musabaqoh Tilawatil Qur’an hanyalah jenis lomba membaca alqur’an tetapi setelah perkembangan zaman Musabaqoh Tilawatil Qur’an bukan hanya sebatas itu saja tetapi lebih dikembangkan, seperti azan, ceramah, kaligrafi dan lain-lain, tetapi sering terjadi kesalahan penempatan peserta dikarenakan kurang , misalkan asalah yang sering terjadi dalam penentuan pemenang adalah kesalahan data dari setiap kelurahan, misalnya pemenang mampu membaca alqur’an, ternyata panitia menempatkannya menjadi pemenang azan. Disinilah letak masalah yang akan dibahas.

Seleksi penentuan pemenang merupakan tipe masalah proses ini bukan agenda rutin suatu

pertandingan Musabaqoh Tilawatil Qur’an

melainkan kejadian yang terjadi setahun sekali yang biasanya diadakan menjelang bulan puasa. Panitia penerimaan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur’an dalam pengambilan keputusan sebelumnya masih memerlukan waktu yang cukup lama. Dalam menentukan keputusan penentuan pemenang yang diterima atau tidak diterima, panitia harus mengurutkan nilai seleksi calon pemenang dari setiap

(2)

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kecamatan

130

kelurahan dari nilai yang tertinggi sampai nilai yang

terendah. Hal ini membuat panitia sedikit kesulitan

dalam pengambilan keputusan. Mengingat

permasalahan yang dihadapi, maka aplikasi ini dibuat sebagai salah satu sarana informasi untuk membantu panitia penerimaan peserta dalam menentukan apakah peserta Musabaqoh Tilawatil Qur’an diterima atau tidak secara obyektif.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah maka

dapat diambil rumusan masalah yang akan

diselesaikan yaitu :

1. Bagaimana proses seleksi penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur’an pada Kecamatan Huta Raja Tinggi ?

2. Bagaimana menerapkan metode Simple Additive

Weighting dalam penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur’an ?

3. Bagaimana merancang aplikasi Sistem pendukung keputusan penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur’an tingkat kecamatan dengan menggunakan Visual Basic Net 2008 ?

1.3 Batasan Masalah

Adapun yang menjadi batasan pada penelitian ini adalah :

1. Hanya membahas seleksi pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur’an Tingkat Kecamatan khususnya pada Kecamatan Huta Raja Tinggi.

2. Kriteria yang digunakan pada penilaian pemenang adalah Lagu pertama, Jumlah Lagu, Peralihan Keutuhan dan Tempo Lagu, Irama dan Gaya, serta Variasi

3. Bahasa pemrograman yang dipakai adalah Visual

Basic Net 2008 dengan database, Mysql. .

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4.1 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang

diberikan, maka tujuan penelitian yaitu sebagai berikut :

1. Menjelaskan proses seleksi penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an pada Kecamatan Huta Raja Tinggi.

2. Menerapkan metode Simple Additive Weighting dalam sistem pendukung keputusan penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an.

3. Untuk merancang aplikasi sistem pendukung keputusan penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kecamatan dengan menggunakan Visual Basic Net 2008.

1.4.2 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penulisan skripsi ini adalah :

1. Dapat mempercepat proses pengambilan

keputusan penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur;an Tingkat Kecamatan.

2. Dapat memudahkan bagi panitia penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur’an dalam

penyeleksian calon pemenang Musabaqoh

Tilawatil Qur’an karena telah didukung dengan suatu aplikasi dengan suatu sistem pendukung keputusan.

3. Dapat memberikan kemudahan dalam pengolahan data pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an.

2 Konsep Sistem Pendukung Keputusan 2.1 Sistem

Sistem adalah suatu sistem di dalam suatu

organisasi yang mempertemukan kebutuhan

pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manejerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan ( Tata Sutabri, 2012,46).

Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berkaitan yang bertanggung jawab memproses masukan (input) sehingga menghasilkan keluaran (output) (Kusrini, 2012,11).

2.2 Keputusan

Keputusan merupakan kegiatan memilih suatau strategi atau tindakan dalam pemecahan masalah tersebut. Tindakan memilih strategi atau aksi yang diyakini manajer akan memberikan solusi terbaik atas sesuatu itu disebut pengambilan keputusan. Tujuan dari keputusan adalah untuk mencapai target atau aksi tertentu yang harus dilakukan. (Kusrini, 2007,7).

2.3 Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data. Sistem itu digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur. (Kusrini, 2007,15).

Dari Defenisi Diatas, Maka dapat diketahui tujuan Sistem Pendukung Keputusan adalah :

1. Membantu Manager mengambil keputusan

setengah struktur yang dihadapi oleh maneger level menengah.

2. Membantu atau mendukung manajemen

mengambil keputusan bukan mengantikannya. 3. Meningkatkan efektivitas keputusan yang

diambil manajer lebih daripada perbaikan efisiensinya.

4. Kecepatan komputasi. Komputer memungkinkan para pengambil keputusan untuk melakukan banyak komputasi secara cepat dengan biaya yang rendah.

5. Peningkatan produktivitas. Membangun satu kelompok pengambil keputusan, terutama para pakar, bias sangat mahal. Komputerisasi bias menurangi ukuran kelompok da memungkinkan

(3)

para anggotanya untuk berada diberbagai lokasi yang berbeda-beda.

2.4. Komponen-komponen Sistem Pendukung Keputusan

Aplikasi DSS dapat terdiri dari subsistem seperti ditunjukan pada Gambar 1.

Gambar 1 Karakteristik dan kemampuan SPK Sumber : Turban, Aronson, Liang, 2005,141 a. Subsistem pengelolaan data (database)

Sub sistem pengelolaan data (database) merupakan komponen SPK yang berguna sebagai penyedia data bagi sistem. Data tersebut disimpan dan diorganisasikan dalam sebuah basis data yang diorganisasikan oleh suatu sistem yang disebut dengan sistem manajemen basis data (Database Management

System).

b. Sub sistem pengelolaan model (model base) Keunikan dari SPK adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan data dengan model-model keputusan. Model adalah suatu tiruan dari alam nyata. Kendala yang sering dihadapi dalam merancang suatu model adalah bahwa

model yang dirancang tidak mampu

mencerminkan seluruh variabel alam nyata, sehingga keputusan yang diambil tidak sesuai dengan kebutuhan oleh karena itu, dalam menyimpan berbagai model harus diperhatikan dan harus dijaga fleksibilitasnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pada setiap model

yang disimpan hendaknya ditambahkan

rincian keterangan dan penjelasan yang komprehensif mengenai model yang dibuat. c. Subsistem pengelolaan dialog (user interface)

Keunikan lainnya dari SPK adalah adanya fasilitas yang mampu mengintegrasikan sistem yang terpasang dengan pengguna secara interaktif, yang dikenal dengan subsistem dialog. Melalui subsistem dialog, sistem diimplementasikan sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem yang dibuat. (Turban, Aronson, Liang, 2005,143)

2.5. MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an)

Musabaqoh Tilawatil Qur’an adalah lomba membaca Al Qur’an dengan lagu. KH.Muhammad Dahlan (Menteri Agaman RI, 1976 – 1971), bersama Prof. KH. Ibrahim Hossen adalah pemrakarsa pertama penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil

Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional yang untuk pertama kalinya diadakan di UjungPandang.

Disamping itu, mereka berdua, bersama KH.Zaini Miftah, KH. Ali Masyhar dan Prof. Dr. H.A. Mukti Ali pada 23 Januari 1970 membentuk Yayasan Ihya ‘Ulu,muddin, yang setahun kemudian merintis berdirinya perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an (PTIQ), sebuah perguruan tinggi yang secara khusus mengajarkan seni baca dan menghafal Al Qur;an serta ilmu-ilmu yang ada didalamnya.

Pada bulan Ramadhan tahun 1968, MTQ dilembagakan secara nasional oleh KH. Muhammad Dahlan dan untuk kali pertama diselenggarakan di Makassar (Sulawesi Selatan). Kala itu hanya melombakan tilawah dewasa saja yang melahirkan

Qari Ahmad Syahid dari Jawa Barat dan

Muhammadong Dari Sulawesi Selatan. Khusus untuk MTQ Wartawan (pekerja jurnalis baik cetak maupun elektronik) diselenggarakan secara rutin tiga tahun sekali.

2.6. Metode Simple Addtive Weighting (SAW)

Metode SAW sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua ranting alternatif yang ada.

Xij

Max Xij jika j adalah

atribut keuntungan (benefit)

rij = i

Min Xij jika j adalah

atribut biaya (cost)

Xij

Keterangan :

rij = nilai rating kinerja ternormalisasi

xij = nilai atribut yang dimiliki dari

setiap kriteria

Max xij = nilai terbesar dari setiap kriteria

Min xij = nilai terkecil dari setiap kriteria

Benefit = jika nilai terbesar adalah nilai

terbaik

Cost = jika nilai terkecil adalah terbaik

Dimana rij adalah rating ternormalisasi dari alternatif

Ai pada atribut Cj; i=1,2,…,m dan j=1,2,…,n. Nilai prefensi untuk setiap alternatif (Vi) diberikan sebagai :

Vi =

Keterangan :

Vi = rangking untuk setiap alternatif Wj = nilai bobot dari setiap kriteria

(4)

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kecamatan

132

Nilai Vi yang lebih besar mengidentifikasikan bahwa

alternatif Ai lebih terpilih.

Sumber : Jurnal Destriyana Darmastuti

3. ANALISA MASALAH

3.1. Analisa Sistem yang Sedang Berjalan

Analisis sistem merupakan tahap yang bertujuan untuk memahami sistem, mengetahui kekurangan sistem, dan menentukan kebutuhan sistem yang lama. Dengan menganalisis masalah dan menganalisis prosedur sistem yang sedang berjalan, maka dapat dijadikan sebagai dasar perancangan dan perbaikan pada sistem yang baru agar dapat menjadi sebuah sistem yang lebih efektif dan efesien.

Dalam seleksi penentuan peserta pertandingan Musabaqoh Tilawatil Qur’an merupakan diadakan dalam setahun sekali yang biasanya diadakan menjelang bulan puasa. Panitia penerimaan peserta Musabagoq Tilawatil Qur’an dalam pengambilan keputusan sebelumnya masih memerlukan waktu yang cukup rumit dan waktu yang tidak sebentar. Dalam menentukan keputusan penentuan peserta yang diterima atau tidak diterima, panitia harus mengurutkan nilai seleksi calon peserta dari setiap kelurahan dari nilai yang tertinggi sampai nilai yang terendah. Hal ini membuat panitia sedikit kesulitan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu akan dibangun sistem pendukung keputusan dalam membantu menentukan apakah peserta Musabaqoh Tilawatil Qur’an diterima atau tidak secara objektif.

3.2. Penerapan Metode Simple Additive Weighting

(SAW)

Di dalam menggunakan metode simple

additive weighting diperlukan kriteria-kriteria dan

bobot untuk melakukan perhitungan sehingga akan didapat altenatif terbaik.

Ada 5 atribut (kriteria) pengambilan keputusan, yaitu: C1 = Lagu Pertama

C2 = Jumlah Lagu

C3 = Peralihan Keutuhan dan Tempo Lagu

C4 = Irama dan Gaya

C5 = Variasi

Dari masing-masing kriteria tersebut akan ditentukan bobot-bobotnya : 1. Sangat rendah (SR) = 0 2. Rendah (R) = 0.25 3. Sedang (S) = 0.50 4. Tinggi (T) = 0.75 5. Sangat tinggi = 1

Berikut merupakan tabel kriteria dari kriteria Lagu pertama (C1) dengan nilai bobotnya, dapat

dilihat pada tabel .1 :

Tabel .1 Lagu Pertama (C1)

No Lagu Pertama Nilai

1 Tidak Baik 0.25

2 Kurang Baik 0.50

3 Baik 0.75

4 Sangat Baik 1

Berikut merupakan tabel kriteria dari kriteria Jumlah lagu (C2) dengan nilai bobotnya, dapat dilihat

pada tabel 2 :

Tabel 2 Jumlah Lagu (C2)

No Jumlah Lagu Nilai

1 1 0.25

2 2-3 0.50

3 4-5 0.75

4 > 5 1

Berikut merupakan tabel kriteria dari kriteria Peralihan keutuhan dan Tempo lagu (C3) dengan nilai

bobotnya, dapat dilihat pada tabel 3 :

Tabel 3 Kriteria Peralihan Keutuhan dan Tempo Lagu(C3)

No Peralihan Keutuhan dan Tempo Lagu

Nilai

1 Tidak Baik 0.25

2 Kurang Baik 0.50

3 Baik 0.75

4 Sangat Baik 1

Berikut merupakan tabel kriteria dari kriteria irama dan gaya (C4) dengan nilai bobotnya, dapat

dilihat pada tabel 4 :

Tabel 4 Kriteria Irama dan Gaya (C4)

No Irama dan Gaya Nilai

1 Tidak Baik 0.25

2 Kurang Baik 0.50

3 Baik 0.75

4 Sangat Baik 1

Berikut merupakan tabel kriteria dari kriteria variasi (C5) dengan nilai bobotnya, dapat dilihat pada

tabel 5 :

Tabel 5 Kriteria Variasi (C5)

No Variasi Nilai

1 Tidak Baik 0.25

2 Kurang Baik 0.50

3 Baik 0.75

4 Sangat Baik 1

Adapun data hasil seleksi peserta yang diajukan dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini :

Tabel 6 Data Peserta yang diajukan

Kriteria

N o

Alter

natif PertaLagu ma Ju mla h Lag u Peraliha n Keutuha n dan Tempo Lagu Ira ma dan Gay a Va ria si 1 Indra Kuran g Baik 3 Baik Kura ng Kur ang

(5)

baik Bai k 2 Budi

man

Baik 4 Baik Baik Kur

ang Bai k 3 Ilham Sangat Baik 6 Sangat Baik Sang at Baik Kur ang Bai k 4 Helm i Tidak Baik 1 Kurang Baik Tida k Baik Kur ang Bai k 3.2. Perancangan

Berdasarkan penentuan kriteria dan perhitungan yang telah diperoleh sebelumnya, maka penulis merancang sebuah sistem pendukung keputusan penentuan kelayakan daerah pertanian dengan metode metode Simple Additive Weighting (SAW) yang menggunakan sistem yang terkomputerisasi. Adapun urutan langkah-langkah perancangan sistem yang penulis usulkan adalah sebagai berikut :

3.2. Use Case

Use case merupakan fungsionalitas dari suatu

sistem, sehingga user atau aplikasi dapat mengerti mengenai aplikasi yang akan dibangun. Use Case aplikasi dapat dilihat dalam gambar 1.

Gambar 1 Use Case Sistem

3.2. Activity Diagram

Activity diagram merupakan salah satu cara

memodelkan event-event yang terjadi dalam use case. Pada diagram ini secara ensensial mirip dengan diagram alir (Flowchart), memperlihatkan aliran kendali dari suatu aktifitas ke aktifitas lainnya.

Activity diagram berfungsi untuk menvisualisasikan,

menspesifikasi, mengkonstruksi, serta

mendokumentasikan sifat dari sekumpulan objek, selain itu juga dapat digunakan memodelkan aliran kendali dari suatu operasi.

Gambar 2 Activity Diagram Aplikasi Secara Umum Pada Gambar 3 akan dijelaskan lebih detail aktifitas yang lebih dalam dari activity diagram sebelumnya. Yaitu activity diagram dari aktifitas antara objek di dalam data peserta.

Gambar 3 Activity Diagram Peserta

Pada Gambar 4 akan dijelaskan lebih detail aktifitas yang lebih dalam dari activity diagram sebelumnya. Yaitu activity diagram dari aktifitas antara objek di dalam data kriteria.

Gambar 4 Activity Diagram Kriteria Pada Gambar 5 akan dijelaskan lebih detail aktifitas yang lebih dalam dari activity diagram sebelumnya. Yaitu activity diagram dari aktifitas antara objek di dalam data pembobotan.

(6)

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kecamatan

134

Memilih Menu Input Data Pembobotan

Input Data Pembobotan

Entry Data Pembobotan

Cek Data Pembobotan

Insert Data Pembobotan Update Data Pembobotan Delete Data Pembobotan

Kembali ke menu utama [ada] [tidak ada]

[edit]

[hapus]

Tidak

Gambar 5 Activity Diagram Pembobotan Pada Gambar 6 akan dijelaskan lebih detail aktifitas yang lebih dalam dari activity diagram sebelumnya. Yaitu activity diagram dari aktifitas antara objek di dalam data penelusuran.

Memilih Menu Input Data Penelusuran

Input Data Penelusuran

Entry Data Penelusuran

Cek Data Penelusuran

Insert Data Penelusuran Update Data Penelusuran Delete Data Penelusuran

Kembali ke menu utama [ada] [tidak ada]

[edit] [hapus]

Tidak

Gambar 6 Activity Diagram Penelusuran

4. IMPLEMENTASI

Impelementasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaaan sudah dianggap selesai. Implementasi dari sistem pendukung keputusan ini terdiri dari berbagai kebutuhan sebagai berikut :

1. Kebutuhan Hardware

Dalam sebuah sistem agar dapat berjalan seperti yang diinginkan tidak dapat

dipisahkan antara hardware dan software berikut spesifikasi yang diperlukan dalam merancang sistem tersebut.

a. Processor Minimal Pentium IV b. Hardisk Maximal 80 GB c. RAM 1 GB d. Monitor e. Keyboard f. Mouse 2. Kebutuhan Software

Sistem ini agar dapat berjalan dengan lancar tidak lepas dari adanya software yang jelas mendukung hardware di atas, berikut software

yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan sistem tersebut.

a. Sistem Operasi Windows 7 b. Microsoft Visual Studio .Net 2008 c. Phptriad 2.3 (Mysql)

Pada skripsi ini, sistem dibangun menggunakan

Visual Basic.Net 2008, berikut merupakan implementasi sistem dari langkah pertama hingga penentuan solusi.

1. Tampilan Form Login

Form login berfungsi untuk melakukan proses

login. Berikut ini merupakan tampilan dari form login.

Gambar 7 Tampilan Form Login 2. Tampilan Form Menu Utama

Form Menu Utama berfungsi untuk

menampilkan form-form lain yang ada di dalam sistem. Berikut ini merupakan tampilan dari form menu utama.

Gambar 8Tampilan Menu Utama 3. Tampilan Form Peserta (Alternatif)

Form peserta berfungsi untuk melakukan penginputan data peserta atau data alternatif. Berikut merupakan tampilan dari form peserta.

(7)

Gambar 9 Tampilan Form Peserta 4. Tampilan Form Kriteria

Form kriteria berfungsi untuk melakukan penginputan data kriteria atau data. Berikut merupakan tampilan dari form Kriteria.

Gambar 10 Form Kriteria 5. Tampilan Form Pembobotan Nilai

Form Pembobotan nilai berfungsi untuk

melakukan pembobotan terhadap semua

kriteria.Berikut merupakan tampilan dari form pembobotan nilai kriteria.

Gambar 11 Tampilan Form Pembobotan Nilai 6. Tampilan Form Penelusuran

Form Penelusuran nilai berfungsi untuk

menampilkan hasil penelusuran .Berikut

merupakan tampilan dari form penelurusan.

Gambar 12 Form Penelusuran 7. Tampilan Form About

Forim About berfungsi untuk menampilkan informasi mengenai penulis dan aplikasi terhadap. Berikut merupakan tampilan dari form

about.

Gambar 13 Form About

5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari penelitian yang penulis lakukan mengenai implementasi metode Simple Additive Weighting untuk proses pendukung keputusan untuk penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an yang telah dirancang, penulis dapat menulis kesimpulan sebagai berikut :

1. Dengan adanya proses seleksi pemenang maka akan mempermudah pihak panitia dalam menentukan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an pada Kecamatan Huta Raja Tinggi. 2. Penerapan metode Simple Addtive Weigting

dalam penentuan pemenang Musabaqah

Tilawatil Qur’an lebih mudah karena

penyelesaian nya cukup sederhana.

3. Perancangan perangkat lunak sistem

pendukung keputusan untuk menentukan

pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an,

diperlukan adanya metode Simple Additive Weighting dan didalam penginputan serta pemrosesan diperlukan software pendukung yaitu Visual Basic 2008.

5.2 Saran

Adapun penelitian yang penulis lakukan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu untuk penelitian selanjutnya disarankan hal-hal sebagai berikut :

(8)

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kecamatan

136

1. Sistem Pendukung Keputusan untuk

penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an menggunakan metode Simple Additive Weighting dapat dikembangkan lagi dengan menambahkan kriteria-kriteria lain yang dapat mendukung pengambilan keputusan.

2. Metode Simple Additive Weghting diharapkan dapat diimplementasikan kedalam perangkat lunak yang lebih baik sehingga mendapatkan hasil yang akurat.

3. Dapat di kembangkan kembali dengan

menambahkan kriteria-kriteria yang baru dengan menggunakan metode yang telah berjalan atau dengan membuat yang baru dengan menggunakan metode yang baru juga.

6. DAFTAR PUSTAKA

[1] Kusrini, “Sistem Pendukung Keputusan”, Penerbit Andi, Yogyakarta, Edisi I, 2007. [2] Wahana Komputer, “Visual Basic 2008”,

Penerbit Andi, Semarang, Edisi I, 2009. [3] Abdul Kadir, “Database MySQL”, Penerbit

Andi, Yogyakarta, Edisi I, 2010.

[4] Tata Sutabri, “Sistem Informasi Manajemen”, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2005.

[5] Jurnal : Implementasi Metode Simple Additive

Weighting (SAW) Dalam Sistem Informasi

Lowongan Kerja Berbasis Web Untuk

Rekomendasi Pencari Kerja Terbaik,

Destriyana Darmaastuti, 2003.

[6] Turban, “Decision Support System And

Iteligent Systems”, Penerbit Andi, Yogyakarta,

Gambar

Gambar 1 Karakteristik dan kemampuan SPK  Sumber : Turban, Aronson, Liang, 2005,141
Tabel 2 Jumlah Lagu (C 2 )  No  Jumlah Lagu  Nilai
Gambar 1 Use Case Sistem
Gambar 5 Activity Diagram Pembobotan
+2

Referensi

Dokumen terkait

a) Definisi Konseptual : Minat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Metro berinvestasi adalah mendorong atau keinginan mahasiswa untuk

Selain itu dengan adanya permintaan dan kebutuhan dari konsumen yang semakin meningkat, maka perusahaan restoran cepat saji harus dapat memberikan kualitas makanan

Dari permasalahan tersebut untuk membantu memepercepat serta mengurangi subyektifitas diperlukan sistem pendukung keputusanyang terkomputerisasi, sehingga subyektifitas

Sehingga dalam penyelesaiannya diperlukan sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK). SPK dapat membantu Kepala Sekolah dalam menentukan keputusan bakal calon staf kurikulum

SIG adalah kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan,

Studi pendahuluan merupakan studi awal yang dilakukan untuk mengidentifikasi implementasi PPK MAN 2 Cirebon dan MAN 1 Brebes, sebagai bahan pertimbangan dalam

Sekarang ini manusia mulai mengembangkan sistem yang dapat membantu menentukan alternatif terbaik dalam suatu permasalahan, yaitu sistem pendukung keputusan (SPK).