BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan
terhadap profitabilitas dengan leverage dan perputaran persediaan sebagai
moderasi. Oleh karena itu, jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Variabel
yang diteliti meliputi firm size sebagai variabel independen, Return On Asset
(ROA) sebagai variabel dependen, serta Debt to Asset Ratio (DAR) dan Inventory
Turnover (ITO) sebagai variabel moderasi. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada perusahaan manufaktur sektor konsumsi yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2011-2013 melalui website
www.idx.co.id dan www.sahamok.com Waktu penelitian direncanakan akan
dilakukan selama tiga bulan mulai dari bulan Februari 2015 sampai April 2015.
3.3 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Variabel adalah sesuatu yang dapat membedakan atau mengubah nilai
(Erlina, 2011 : 36). Variabel yang digunakan peneliti dalam penelitian ini meliputi
Laba bersih
Total Aktiva
3.3.1 Variabel Dependen
Menurut Sugiyono (2011 : 4) variabel dependen/terikat merupakan
variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
Variabel dependen sering juga disebut dengan variabel terikat atau tidak bebas,
variabel output, kriteria atau konsekuen, dan menjadi perhatian utama dalam
sebuah pengamatan (Erlina, 2011 : 36). Dalam penelitian ini variabel
dependennya adalah profitabilitas yang diukur menggunakan rasio return on asset
(ROA). Rasio ROA berguna untuk mengetahui perbandingan tingkat laba yang
diperoleh perusahaan dibanding dengan total aktiva yang digunakan untuk
menghasilkan laba tersebut. Semakin tinggi nilai ROA maka dapat disimpulkan
bahwa kemampuan perusahaan mengelola aktiva yang dimilikinya untuk
menghasilkan laba semakin baik. Rasio ROA dipilih peneliti sebagai ukuran
profitabilitas dengan mempertimbangkan hubungannya dengan ukuran perusahaan
yang diukur menggunakan logaritma narutal dari total aset. Rumus untuk
mengukur ROA :
Return on assets (ROA) =
3.3.2 Variabel Independen
Variabel independen/bebas merupakan variabel yang mempengaruhi
2011 : 4). Variabel independen sering juga disebut variabel bebas, variabel
stimulus, dan prediktor (Erlina, 2011 : 37). Variabel independen pada penelitian
ini adalah ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan besarnya sebuah
perusahaan yang dapat dilihat dari total asset. Pada penelitian ini, ukuran
perusahaan diukur dengan menggunakan logaritma natural dari total aset karena
total aset menggambarkan perusahaan secara keseluruhan.
Ukuran Perusahaan (Size) = Ln Total Aset
3.3.3 Variabel Moderasi
Variabel moderasi/moderator adalah variabel yang mempengaruhi
hubungan antara variabel independen dengan dependen (Sugiyono, 2011 : 4).
Variabel ini memperkuat atau memperlemah pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel moderasi
yaitu :
1. Leverage
Leverage digunakan untuk melihat seberapa besar penggunaan hutang
untuk aktivitas perusahaan. Dalam penelitian ini leverage di ukur dengan
menggunakan rasio hutang terhadap aset. Peneliti memilih rasio hutang terhadap
aset untuk menyesuaikan dengan penggunaan logaritma natural dari total asset
sebagai ukuran perusahaan sehingga hasil yang diperoleh lebih akurat. Debt to
Total hutang
Total aktiva
Penjualan
Rata-rata persediaan
perusahaan yang dibiayai dengan menggunakan hutang. Dengan mengetahui hal
ini maka diharapkan manajemen perusahaan dapat mengelola kebijakan hutang
dengan baik dan juga mengelola aktiva yang diperoleh dengan efektif agar dapat
memberikan manfaat yang maksimal. Debt to asset ratio (DAR) diukur dengan
rumus :
Debt to Asset Ratio (DAR) =
2. Perputaran persediaan
Perputaran persediaan berguna untuk melihat seberapa cepat
perputaran persediaan yang dimiliki perusahaan. Pada penelitian ini perputaran
persediaan diukur dengan menggunakan inventory turnover ratio (ITO). Inventory
turnover ratio membandingkan nilai penjualan dengan rata – rata persediaan. Jika
nilai perputaran persediaan rendah maka dapat disimpulkan bahwa terjadi
penumpukan persediaan oleh perusahaan ataupun terdapat persediaan yang tidak
terpakai dan masih tersimpan dalam gudang penyimpanan perusahaan. Rumus
untuk inventory turnover ratio adalah sebagai berikut :
Total hutang
Total aktiva Laba bersih
Total Aktiva
Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Penelitian
Variabel Definisi Indikator Skala
Profitabilitas (Y) Laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan ROA = Rasio Ukuran Perusahaan (X1) Besar atau kecilnya ukuran sebuah perusahaan
Size = Ln Total Aset Rasio
Leverage (X2) Besarnya penggunaan hutang sebagai pendanaan perusahaan DAR = Rasio Inventory turnover (X3) Perputaran persediaan perusahaan dibanding dengan penjualan ITO = Penjualan
Rata-rata persediaan Rasio
3.4 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011 : 61).
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2011-2013. Menurut
Erlina (2011 : 82) sampel adalah bagian populasi yang digunakan untuk
memperkirakan karakteristik populasi. Sampel pada penelitian ini diambil dengan
teknik sampling yaitu purposive sampling. Sampling purposive adalah teknik
penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011 : 68).
Pertimbangan/kriteria yang ditetapkan peneliti dalam mengambil sampel
untuk penelitian ini, antara lain :
1. Perusahaan manufaktur sektor konsumsi yang terdaftar di BEI selama
periode 2011, 2012, 2013 dan menerbitkan laporan keuangan untuk
periode 2011, 2012, dan 2013.
2. Perusahaan tidak delisting selama periode pengamatan.
3. Perusahaan tidak mengalami kerugian selama periode pengamatan.
Tabel 3.2 Pemilihan Sampel
Keterangan Jumlah
Jumlah populasi perusahaan manufaktur sektor konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2011-2013
37
Jumlah populasi yang tidak memenuhi kriteria sampel 1 (6)
Jumlah pupolasi yang tidak memenuhi kriteria sampel 2 -
Jumlah populasi yang tidak memenuhi kriteria sampel 3 (6)
Jumlah sampel 25
3.5 Jenis dan Sumber Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif
adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka (Lubis et.al, 2007). Data
penelitian ini merupakan data sekunder. Data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data laporan keuangan perusahaan manufaktur sektor konsumsi yang
diperoleh dari website resmi BEI yaitu www.idx.co.id.
3.6 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode
dokumentasi. Peneliti mengumpulkan data laporan keuangan perusahaan
manufaktur sektor konsumsi dengan cara mengunduh dari website BEI.
3.7 Teknik Analisis Data
Data penelitian ini dianalisis dan diuji dengan menggunakan uji statistik
deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji regresi untuk pengujian hipotesis.
3.7.1 Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif merupakan proses transformasi data penelitian dalam
bentuk tabulasi, sehingga mudah dipahami dan diinterpretasikan (Erlina, 2011 :
94). Dalam penelitian ini, ukuran untuk statistik yang akan dipakai meliputi mean,
maximum, minimum, dan standar deviasi. 3.7.2 Uji Asumsi Klasik
regresi dalam penelitian ini. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian
ini meliputi uji normalitas, uji heterokedastisitas dan uji autokorelasi.
3.7.2.1 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui distribusi data dalam
variabel yang akan digunakan dalanm penelitian dan data yang digunakan dalam
penelitian adalah data yang terdistribusi normal (Lubis et.al, 2007 : 26). Data yang
baik untuk digunakan dalam penelitian adalah data yang berdistribusi normal.
Terdapat beberapa cara untuk menguji normalitas data yaitu dengan histogram,
normal probability plot, dan uji Kolmogorov-Smirnov. Pengujian normalitas data
pada penelitian ini menggunakan normal probability plot. Data dikatakan normal
jika titik –titik data mengikuti disekitar garis diagonal.
3.7.2.3 Uji Heterokedastisitas
Pengujian gejala heterokedastisitas bertujuan untuk melihat
apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu
pengamatan ke pengamatan yang lain (Erlina, 2011 : 106). Model regresi yang
baik adalah model yang terbebas dari gejala heterokedastisitas. Terdapat beberapa
cara untuk mendeteksi gejala heterokedastisitas seperti uji Park, Glejser test dan
scatter plot. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan scatter plot untuk
menguji apakah terdapat gejala heterokedastisitas atau tidak. Model regresi
plot menyebar secara acak di sekitar angka 0 dan tidak berpola.
3.7.2.4 Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk melihat apakah dalam suatu
model regresi linier ada korelasi antar kesalahan pengganggu pada periode t
dengan kesalahan pada periode t-1 (Erlina, 2011 : 106). Untuk menguji apakah
terdapat autokorelasi pada model regresi dalam penelitian ini, maka dapat
digunakan uji Durbin Watson. Model regresi dikatakan bebas dari autokorelasi
jika nilai hitung berada diantara nilai -2 dan +2.
3.7.3 Analisis Regresi
Analisis regresi digunakan untuk memprediksikan seberapa jauh
perubahan nilai variabel dependen, bila nilai variabel independen dimanipulasi
(Sugiyono, 2011 : 260). Pada penelitian ini analisis regresi yang digunakan adalah
simple linier regression dan moderated linier regression (MRA). Simple linier regression didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel
(Sugiyono, 2011 : 261). Moderated linier regression menguji pengaruh variabel
moderasi terhadap hubungan variabel independen dan dependen. Penelitian ini
menggunakan ROA sebagai variabel dependen, Size sebagai variabel independen
serta DAR dan ITO sebagai variabel moderasi. Persamaan regresi yang dapat
disusun :
2. ROA = α + β₁Size + β2DAR + β3Size.DAR + e
3. ROA = α + β₁Size + β2ITO + β3Size.ITO + e 3.7.4 Pengujian Hipotesis
3.7.4.1 Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa
besar kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen (Lubis
et.al, 2007 : 48). Nilai koefisien determinasi (R2) berkisar antara 0-1. Nilai
koefisien determinasi (R2) dapat dikatakan baik jika melebihi 0,5 yang artinya
kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen diatas 50%.
3.7.4.2 Uji Parsial (Uji-t)
Uji statistik t bertujuan untuk mengetahui besar kecilnya hubungan
atau pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara
parsial. Ketentuan dalam uji statistik t antara lain :
1. Jika t hitung > t tabel dengan tingkat signifikansi (Sig.) < 0.05, maka variabel
independen berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen.
2. Jika t hitung < t tabel dengan tingkat signifikansi (Sig.) > 0.05, maka variabel
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan
manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
selama tahun 2011-2013. Perusahan yang menjadi sampel sebanyak 25
perusahaan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Berikut daftar
perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini :
Tabel 4.1
Perusahaan Yang Menjadi Sampel Penelitian
No Kode Saham Nama perusahaan
1 ADES Akasha Wira International Tbk
2 AISA Tiga Pilar Sejahtera food Tbk
3 CEKA Cahaya Kalbar Tbk
4 DLTA Delta Djakarta Tbk
5 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
6 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk
7 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk
8 MYOR Mayora Indah Tbk
9 ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk
10 SKLT Sekar Laut Tbk
11 STTP Siantar Top Tbk
12
ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk
13 GGRM Gudang Garam Tbk
14 HMSP Hanjaya Mandala Sempoerna Tbk
15 DVLA Darya Varia Laboratoria Tbk
16 KAEF Kimia Farma Tbk
17 KLBF Kalbe Farma Tbk
No Kode Saham Nama perusahaan
20 TPSC Tempo Scan Pasifik Tbk
21 MBTO Martina Berto Tbk
22 TCID Mandom IndonesiaTbk
23 UNVR Unilever Tbk
24 KDSI Kedawung Setia Industrial Tbk
25 KICI Kedaung Indah Can Tbk
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif dalam penelitian ini ditunjukkan dalam tabel berikut : Tabel 4.2
Statistik Deskriptif
Dari tabel statistik deskriptif di atas dapat dilihat bahwa jumlah data
berjumlah 75. Penelitian ini menggunakan Return on Asset (ROA) untuk
mengukur profitabilitas, Firm size (Ln_Aset) sebagai ukuran perusahaan,
Inventory turnover (ITO) sebagai perputaran perusahaan dan Debt to Asset Ratio
(DAR) untuk mengukur leverage keuangan. Firm size dalam penelitian ini
menggunakan logaritma natural dari total aset. Nilai minimun untuk Return on
Asset adalah sebesar 0,04 (4%) dan nilai maksimumnya sebesar 0,66 (66%). Rata- N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
ROA 75 .004 .66 .1478 .12737
LN_ASET 75 25.19 31.99 28.3366 1.72027
ITO 75 .01 62.79 9.7335 10.84598
DAR 75 .10 1.02 .4016 .16715
rata yang didapatkan sebesar 0,1478 (14,78%) dan standar deviasi sebesar
0,12737. Data dalam variabel ini cukup baik karena nilai rata-rata masih berada di
atas standar deviasi.
Variabel Firm size (Ln_aset) dari tabel diatas menunjukkan nilai
minimum sebesar 25,19 dan nilai maksimum sebesar 31,99. Rata-rata yang
didapatkan adalah sebesar 28,3366 dengan standar deviasi yang jauh lebih kecil
yaitu sebesar 1,72027. Data untuk variabel Firm size dapat dikatakan sangat baik
karena penyimpangan datanya sangat kecil.
Variabel Inventory turnover (ITO) dari tabel diatas menunjukkan nilai
minimum sebesar 0,01 dan nilai maksimum 62,79. Nilai rata-rata yang didapatkan
sebesar 9,7335 dan standar deviasi sebesar 10,84598.
Variabel Debt to Asset Ratio dari tabel diatas menunjukkan nilai
minimum sebesar 0,1 dan nilai maksimum sebesar 1,02. Nilai rata-rata sebesar
0,4016 dan standar deviasi sebesar 0,16715. Dengan nilai standar deviasi yang
berada dibawah nilai rata-rata maka disimpulkan bahwa variabel Debt to Asset
Ratio cukup baik.
4.2.2 Uji Asumsi Klasik
4.2.2.1 Uji Normalitas
Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan normal
Gambar 4.1 Normal P-Plot
Gambar diatas merupakan hasil uji normalitas dengan
menggunakan normal probability plot. Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa
titik – titik menyebar mendekati dan mengikuti garis diagonal sehingga dapat
disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan model regresi layak untuk
dipakai dalam penelitian ini.
4.2.2.2 Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas ddalam penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan scatter plot. Hasil dari uji heterokedastisitas dengan menggunakan
Gambar 4.2 Scatter Plot
Dari gambar scatter plot di atas dapat dilihat bahwa titik-titik
menyebar secara acak dan tidak mengumpul atau membentuk pola tertentu. Hal
ini menunjukkan bahwa tidak terdapat gejala heterokedastisitas.
4.2.2.3 Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi pada penelitian ini menggunakan Uji Durbin
Watson. Model regresi bebas dari autokorelasi jika nilai Durbin-Watson berada
Tabel 4.3 Uji Durbin-Watson Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .385a .148 .137 .79058 1.218
a. Predictors: (Constant), LN_ASET b. Dependent Variable: LN_ROA
Dari tabel di atas dapat kita lihat nilai Durbin-Watson adalah
1.218. Angka tersebut berada diantara -2 dan +2, jadi dapat disimpulkan bahwa
tidak terdapat autokorelasi pada model regresi.
4.2.3 Analisis Regresi
Analisis regresi digunakan untuk memprediksikan seberapa jauh
perubahan nilai variabel dependen, bila nilai variabel independen dimanipulasi
(Sugiyono, 2011 : 260). Dalam penelitian ini terdapat tiga model regresi yang
akan di uji dengan dua metode regresi yaitu regresi linier sederhana dan analisis
regresi moderasi. Variabel yang dipakai adalah profitabilitas sebagai variabel
dependen dan firm size sebagai variabel independen serta inventory turnover dan
leverage sebagai variabel moderasi. Hasil dari analisis regresi untuk ketiga model
Tabel 4.4 Uji Regresi Sederhana
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -7.633 1.517 -5.033 .000 LN_ASET .190 .053 .385 3.564 .001
a. Dependent Variable: LN_ROA
Pada tabel di atas dapat dilihat nilai konstanta sebesar -7,633. Nilai
koefisien variabel Ln_aset adalah 0,190. Berdasarkan hasil uji regresi linier
sederhana di atas diperoleh persamaan regresi : Y = -7,633 + 0,190X1 + e
Tabel 4.5
Uji Regresi Moderasi (ITO)
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -7.281 2.692 -2.704 .009 LN_ASET .172 .096 .348 1.788 .078 ITO -.079 .337 -1.002 -.233 .816 Asset.ITO .003 .012 1.191 .277 .782
a. Dependent Variable: LN_ROA
Pada tabel di atas dapat dilihat nilai konstanta sebesar – 7,281. Nilai
koefisien untuk variabel Ln_aset adalah sebesar 0,172. Nilai koefisien variabel
regresi : Y = -7,281 + 0,172X1 - 0,079X2 + 0,003X1.X2 + e
Tabel 4.6
Uji Regresi Moderasi (DAR)
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -6.544 5.102 -1.283 .204 LN_ASET .155 .183 .313 .847 .400 DAR -2.853 11.779 -.561 -.242 .809 Asset.DAR .093 .421 .528 .221 .826
a. Dependent Variable: LN_ROA
Pada tabel di atas dapat dilihat nilai konstanta sebesar -6,544. Nilai
koefisien variabel Ln_aset adalah sebesar 0,155. Nilai koefisien variabel DAR
sebesar -2,853 dan variabel moderasi sebesar 0,093. Berdasarkan hasil tersebut
maka persamaan regresi yang dapat disusun :
Y = -6,544 + 0,155X1 – 2,853X3 + 0,093X1.X3 + e
4.2.4 Pengujian Hipotesis
4.2.4.1 Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa
besar kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen (Lubis
et.al, 2007 : 48). Nilai koefisien determinasi berkisar antara 0 – 1. Semakin tinggi
kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Tabel
koefisien determinasi untuk ketiga model regresi disajikan di bawah ini :
Tabel 4.7 Koefisien Determinasi Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .385a .148 .137 .79058
a. Predictors: (Constant), LN_ASET b. Dependent Variable: LN_ROA
R Square pada tabel koefisien determinasi di atas menunjukkan
koefisien determinasi. Pada tabel pertama nilai R adalah sebesar 0,385 atau 38,5%.
Hal ini menunjukkan bahwa kuatnya hubungan ukuran perusahaan dengan
profitabilitas adalah sebesar 38,5%. Nilai R Square adalah sebesar 0,148 atau
14,8% yang menunjukkan kemampuan variabel ukuran perusahaan dalam
menjelaskan profitabilitas adalah sebesar 14,8% dan sisanya dijelaskan oleh
variabel lain.
Tabel 4.8
Koefisien Determinasi (Moderasi ITO)
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .430a .185 .151 .78413
a. Predictors: (Constant), Asset.ITO, LN_ASET, ITO b. Dependent Variable: LN_ROA
Tabel koefisien determinasi dengan moderasi inventory turnover
menunjukkan nilai R sebesar 0,430 atau 43%. Nilai ini meningkat dari tabel
koefisien determinasi sebelumnya karena adanya penambahan variabel moderasi.
Hal ini menunjukkan bahwa dengan penambahan variabel moderasi, hubungan
antar variabel semakin kuat. Nilai R square adalah sebesar 0,185 sehingga dapat
disimpulkan bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel
dependen adalah sebesar 18,5%.
Tabel 4.9
Koefisien Determinasi (Moderasi DAR)
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .389a .151 .115 .80024
a. Predictors: (Constant), Asset.DAR, LN_ASET, DAR b. Dependent Variable: LN_ROA
Tabel koefisien determinasi dengan moderasi debt to asset ratio
menunjukkan nilai R sebesar 0,389 atau 38,9%. Sedangkan untuk nilai R square
adalah sebesar 0,151 atau 15,1%. Nilai ini menunjukkan bahwa kuatnya hubungan
antara variabel independen dengan dependen adalah sebesar 38,9% dan
kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen adalah sebesar
4.2.4.2 Uji Parsial (Uji-t)
Uji-t digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen secara parsial. Pengujian dilakukan dengan
membandingkan nilai t-hitung dan t-tabel serta melihat tingkat signifikansi.
Tingkat signifikansi pada penelitian ini adalah 5%. Variabel independen dikatakan
berpengaruh secara signifikan jika nilai t-hitung > t-tabel dan nilai signifikansi
berada di bawah 0,05 atau 5%. Nilai t-tabel dalam penelitian ini adalah sebesar
1,66571. Berikut disajikan tabel hasil uji-t untuk ketiga model regresi :
Tabel 4.10
Hasil Uji-t Regresi Sederhana
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -7.633 1.517 -5.033 .000 LN_ASET .190 .053 .385 3.564 .001
a. Dependent Variable: LN_ROA
Berdasarkan tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa
variabel SIZE (ukuran perusahaan) berpengaruh positif terhadap ROA
(profitabilitas) selama periode 2011-2013. Hal ini dilihat dari nilai t-hitung >
t-tabel (3,564 > 1,66571) dengan tingkat signifikansi 0,001 (Sig.<0.05).
Tabel 4.11 Hasil uji-t Moderasi ITO
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -7.281 2.692 -2.704 .009 LN_ASET .172 .096 .348 1.788 .078 ITO -.079 .337 -1.002 -.233 .816 Asset.ITO .003 .012 1.191 .277 .782
a. Dependent Variable: LN_ROA
Tabel di atas menunjukkan hasil regresi dengan variabel
moderasi inventory turnover. Variabel ukuran perusahaan dan perputaran
persediaan tidak berpengaruh secara parsial terhadap profitabilitas. Variabel
moderasi juga tidak dapat memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap
profitabilitas. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi berada diatas 0.05 untuk
setiap variabel yang ada. Berdasarkan hasil yang diterima maka H2 ditolak.
Tabel 4.12
Hasil uji-t Moderasi DAR
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -6.544 5.102 -1.283 .204 LN_ASET .155 .183 .313 .847 .400 DAR -2.853 11.779 -.561 -.242 .809 Asset.DAR .093 .421 .528 .221 .826
Tabel diatas menunjukkan hasil regresi dengan variabel moderasi
debt to asset ratio. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan
bahwa variabel moderasi tidak dapat memoderasi pengaruh ukuran perusahaan
terhadap profitabilitas. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi yang berada
diatas 0,05. Dengan demikian maka H3 ditolak.
4.3 Pembahasan
4.3.1 Pengaruh ukuran perusahaan terhadap profitabilitas
Ukuran perusahaan dalam penelitian ini menggunakan logaritma natural
dari total asset, sedangkan profitabiltas menggunakan rasio return on asset (ROA).
Hasil yang didapatkan adalah bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif
terhadap profitabilitas. Hasil ini membuktikan bahwa dalam industri barang
konsumsi, ukuran sebuah perusahaan mempengaruhi kemampuan perusahaan
tersebut dalam meningkatkan profitabilitas. Semakin besar ukuran sebuah
perusahaan maka semakin tinggi pula tingkat profitabilitas yang dapat dicapai.
Cara meningkatkan profitabilitas tentunya berbeda – beda untuk setiap perusahaan,
tergantung strategi dan usaha yang dilakukan perusahaan tersebut. Namun
demikian, ukuran sebuah perusahaan menjadi dasar kekuatan bagi perusahaan
yang bergerak dalam industri barang konsumsi ini untuk mengembangkan
usahanya dan meningkatkan profitabilitas yang dihasilkan. Hasil penelitian ini
4.3.1 Pengaruh perputaran persediaan sebagai variabel moderasi
Variabel perputaran persediaan dipilih sebagai variabel moderasi dalam
penelitian ini dengan mempertimbangkan hubungannya dengan profitabilitas.
Perusahaan dalam industri barang konsumsi pada umumnya sangat bergantung
pada persediaan yang dimiliki untuk menjalankan usahanya. Besar kecilnya
persediaan dapat mempengaruhi kapasitas produksi. Hal tersebut dapat
mempengaruhi tingkat penjualan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi tingkat
profitabilitas perusahaan. Berdasarkan hasil yang didapat dalam penelitian ini,
variabel perputaran persediaan belum dapat memoderasi pengaruh ukuran
perusahaan terhadap profitabilitas. Hal ini mungkin dikarenakan adanya faktor –
faktor lain yang lebih dominan dalam mempengaruhi profitabilitas seperti
efisiensi perusahaan dan harga jual produk yang bersaing dengan kompetitor
sehingga variabel perputaran persediaan tidak mampu memperkuat atau
memperlemah pengaruh ukuran perusahaan terhadap profitabilitas secara
signifikan.
4.3.2 Pengaruh leverage sebagai variabel moderasi
Variabel leverage dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan debt
to asset ratio (DAR). Debt to asset ratio digunakan untuk melihat penggunaan
hutang oleh perusahaan dengan membandingkannya terhadap aset. Berdasarkan
memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap profitabilitas. Hal ini
disebabkan oleh perbedaaan kemampuan pihak manajemen setiap perusahaan
dalam mengelola hutang yang dimilikinya. Semakin besar penggunaan hutang
oleh sebuah perusahaan maka beban bunga yang harus dibayarkan oleh
perusahaan pun bertambah. Hal itu akan meningkatkan beban perusahaan dan
akhirnya menurunkan profitabilitas perusahaan. Namun, terdapat kemungkinan
bahwa penggunaan hutang dapat meningkatkan profitabilitas untuk perusahaan
tertentu. Hutang yang dimiliki perusahaan akan menambah kapasitas modal kerja
perusahaan dalam menjalankan usahanya. Jika pihak manajemen perusahaan
mampu mengelola modal kerja tersebut sehingga untuk menghasilkan keuntungan
yang jauh melebihi beban bunga yang harus ditanggung perusahaan maka
profitabilitas perusahaan juga dapat meningkat meskipun dengan menggunakan
hutang. Hal ini mengakibatkan inkonsistensi sehingga variabel leverage tidak
mampu memperkuat ataupun memperlemah hubungan ukuran perusahaan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan maka kesimpulan yang
diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Variabel ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap profitabilitas
secara signifikan.
2. Variabel perputaran persediaan dan leverage tidak dapat memoderasi
pengaruh ukuran perusahaan terhadap profitabilitas.
5.2 Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki keterbatasan yang dapat dijadikan pertimbangan untuk
peneliti selanjutnya :
1. Penelitian ini hanya menggunakan ukuran perusahaan sebagai variabel
independen.
2. Populasi dalam penelitian ini terbatas pada perusahaan manufaktur sektor
konsumsi.
3. Penelitian ini hanya menggunakan salah satu metode regresi untuk
5.3 Saran
Saran yang dapat diberikan untuk peneliti selanjutnya, yaitu:
1. Mengganti atau menambah variabel independen maupun variabel
moderasi untuk mengembangkan penelitian ini.
2. Memilih perusahan yang berbeda jenis atau menambah jumlah populasi
dengan perusahaan manufaktur lainnya untuk penelitian
3. Mencoba menggunakan metode regresi moderasi yang lain seperti selisih
mutlak atau residual sehingga dapat terlihat perbandingannya dengan