TRAINER R-L-C
LAPORAN PROYEK AKHIR
Oleh :
ACHMAD BAGUS SAIFULLAH 3211411017
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI BATAM 2017
TRAINER R-L-C
LAPORAN PROYEK AKHIR
Oleh :
ACHMAD BAGUS SAIFULLAH 3211411017
Disusun untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan Program Diploma III Program Studi Teknik Elektronika
Politeknik Negeri Batam
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI BATAM 2017
TRAINER RLC DENGAN IC NE 555
Nama : ACHMAD BAGUS S
Nim : 3211411017
Pembimbing : M. ARIFIN
Email : [email protected]
ABSTRAK
Prestasi belajar anak didik dipengaruhi berbagai macam factor. yang mempengaruhi faktor tersebut banyak jenisnya, salah satunya yaitu media pembelajaran yang di gunakan saat proses belajar mengajar. sebuah media pembelajaran yang dapat membantu pembelajaran tentang komponen elektronika yaitu R, L, dan C ( Resistor, Induktor, dan
Capasitor ). Media ini diberi nama Trainer L-C.Pembuatan Trainer
R-L-C ini membutuhkan bahan seperti kotak box panel berukuran 30x40, soket banana,papan PCB, dan beberapa komponen elektro seperti ( resistor, kapasitor, dioda, regulator penurun tegangan, dan IC NE555 ).Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada percobaan alat Trainer R-L-C, dapat disimpulkan bahwa semakin besar tegangan yang dipakai maka akan semakin besar pula frekuensi yang dihasilkan. Perhitungan yang dihasilkan oleh osiloskop tidak jauh berbeda dengan perhitugan manual, tetapi lebih presisi dan lebih mudah jika menggunakan osiloskop.
TRAINER RLC WITH IC NE555
Name : ACHMAD BAGUS S
Nim : 3211411017
Supervisor : M. ARIFIN
Email : [email protected]
ABSTRAK
Learning achievement of the students affected various factors that influence these factors one of which is of many kinds of learning. Instructional media used when prises learning. A media that can help learning about electronics components, namely resistor, inductor, and capasitor. A media call name is Trainer L-C. Making this Trainer R-L-C need ingredients like box size 30x40, banana socket, pcb board, and some components of electro like (resistor, capasitor, diode, lowering the voltage regulator, and IC NE555). From observations made on
experiemental tool RLC NE555, it can be conclude that the greater the voltage in use, the greater the frequency generated. Calculations produced by the oscilloscope is not much different from the manual calculation, but more precise and easier if you use an osilloscope. Key word : Basic Electronics, Trainer, RLC, IC NE555, Oscilloscope
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya yang tiada terkira kepada kita semua dan khususnya kepada penulis. Hanya berkat pertolonganNya-lah akhirnya penulis bisa menyelesaikan tulisan pertama penulis dengan judul “ Trainer R-L-C “. Penulisan Laporan Proyek Akhir ini disusun dalam rangka untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan Program Diploma III Politeknik Negeri Batam.
Dalam penulisan laporan akhir ini tentunya tidak lepas dari kekurangan dan keterbatasan yang penulis miliki. Penulis menyadari bahwa laporan akhir ini jauh dari sempurna sehingga penulis membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan pendidikan di masa yang akan datang. Dalam penyusunan dan penulisan laporan akhir ini tidak terlepas juga dari bantuan, bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada yang terhormat :
1. Bapak Muhammad Arifin, S.Si., M.Si selaku pembimbing I yang bijaksana memberikan bimbingan, nasehat serta waktunya selama pembuatan proyek akhir ini.
2. Ayah dan Ibu atas kesabaran, doa dan tidak pernah lelah dalam mendidik dengan tulus kepada penulis semenjak kecil.
3. Teman-teman dan semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan serta berbagai pengalaman pada proses penyusunan laporan akhir ini.
Akhir kata, semoga laporan akhir ini ada manfaatnya, khususnya bagi penulis dan umunya bagi kita semua dalam rangka menambah wawasan pengetahuan dan pemikiran kita
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 2
1.3 Batasan Masalah ... 2
1.4 Tujuan dan Manfaat ... 2
BAB 2 DASAR TEORI ... 3
2.1 R-L-C ... 3
2.2 Resistor ... 3
2.3 Induktor ... 10
2.4 Kapasitor... 12
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM ... 6
3.1 Rancangan Penelitian ... 14
3.2 Perancangan Perangkat Keras ... 17
3.2.1 Blok diagram Hardware ... 17
3.2.2 Flowchart ... 19
BAB 4 PENYAJIAN DATA ... 21
4.1 Pengukuran ... 21
4.1.1 Percobaan Alat ... 21
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ... 40
5.1 Kesimpulan ... 40
5.2 Saran ... 40
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Simbol Resistor ...4
Gambar 2.2 Resistor 4 Warna ...5
Gambar 2.3 Resistor 5 Warna ...7
Gambar 2.4 Resistor 6 Warna ...8
Gambar 2.5 Simbol Induktor ... 11
Gambar 2.6 Simbol Kapasitor ... 13
Gambar 3.1 Rangkaian Penurun Tegangan ... 15
Gambar 3.2 Kotak Trainer R-L-C ... 16
Gambar 3.3 Blok Diagram ... 17
Gambar 3.4 Flowchart ... 19
Gambar 4.1 Osiloskop Digital ... 21
Gambar 4.2 Konektor Probe Osiloskop ... 23
Gambar 4.3 Kabel Probe Osiloskop ke Trainer ... 23
Gambar 3.3.2 Flowchart Perangkat Lunak ... 22
Gambar 4.4 Gelombang Osiloskop ... 24
Gambar 4.6 Hasil Pengamatan ... 25
Gambar 4.7 Rangkaian R-L-C ... 26
Gambar 4.8 Rangkaian C-R ... 28
Gambar 4.9 Hasil Pengamatan ... 28
Gambar 4.10 Rangkaian C-R ... 29
Gambar 4.11 Konektor Probe Osiloskop ... 30
Gambar 4.12 Probe Osiloskop ke Sumber 5VDC ... 31
Gambar 4.13 Gelombang Pada Osiloskop ... 31
Gambar 4.14 Rangkaian R-L ... 32
Gambar 4.15 Gelombang Osiloskop ... 32
Gambar 4.16 Rangkaian R-L ... 33
Gambar 4.17 Konektor Probe Osiloskop ... 34
Gambar 4.18 Probe Osiloskop ke Sumber Tegangan ... 35
Gambar 4.19 Rangkaian R-C ... 35
Gambar 4.20 Gelombang Rangkaian R-C ... 36
Gambar 4.21 Rangkaian R-C ... 36
Gambar 4.22 Gelombang Rangkaian R-C-L ... 38 Gambar 4.23 Rangkaian R-C-L ... 38
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Kode Resistor 4 Warna ...5 Tabel 2.2. Kode Warna Resistor 5 Warna ...6 Tabel 2.3. Kode Resistor 6 Warna ...8
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Prestasi belajar anak didik dipengaruhi berbagai macam faktor yang mempengaruhi faktor tersebut banyak jenisnya salah satunya yaitu media pembelajaran yang di gunakan saat proses belajar mengajar. Perkembangan tekhnologi yang sangat pesat memberikan dampak pada perkembangan media pembelajaran. Aplikasi seperti media dalam bidang pendidikan melahirkan banyak terobosan baru dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses pembelajaran.pada penulisan proyek akhir ini penulis akan membahas tentang media pembelajaran dalam bentuk trainer untuk membantu dan mendukung pemahaman mahasiswa dalam mempelajari tentang elektronika dasar sehingga elektronika dasar akan menjadi materi pembelajaran yang menarik dan mudah untuk di pahami jika disajikan dengan suatu media yang praktis dan fleksibel.
Sehingga anak didik dapat mengenal komponen elektronika dengan berbagai macam variasi dan bentuk sesuai dengan materi praktikum yang akan di kerjakan.Berdasarkan uraian diatas maka penulis bermaksud untuk membuat dan meneliti sebuah media pembelajaran yang dapat membantu pembelajaran tentang komponen elektronika yaitu R, L, dan C (Resistor, Induktor, dan Capasitor ). Media ini diberi nama Trainer R-L-C.
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah adalah sebagai berikut :
1.
Mendesain bentuk dan penempatan komponen pada Trainer R-L-C dengan menggunakan IR-L-C NE555.2.
Membandingkan hasil perhitungan yang dihasilkan oleh osiloskop dengan perhitungan manual dari beberapa rangkaian elektronika.1.3 Batasan Masalah
Adapun batasan masalah tugas akhir ini adalah :
1.
Menggunakan rangkaian penurun tegangan dari 220 VAC ke 12VDC dan 5VDC.2.
Menggunakan IC NE555.3.
Hanya untuk praktikum elektronika dasar mencakup resistor, inductor, kapasitor.1.4 Tujuan dan Manfaat
Tujuan tugas akhir ini adalah untuk membuat Trainer R-L-C dengan menggunakan IC NE555.
Manfaat penelitian ini adalah :
1.
Mempermudah anak didik mempelajari elektronika dasar.2.
Sebagai alat bantu praktikum elektronika dasar.BAB 2
DASAR TEORI
2.1 RLC
RLC adalah suatu komponen elektronika yang terdiri dari Resistor, Inductor, dan Capasitor dihubungkan secara seri atau parallel. Mengapa dinamakan RLC, karena nama ini menjadi simbol listrik biasa untuk ketahanan, induktansi, dan kapasitansi masing-masing komponen tersebut.
2.2 RESISTOR ( R )
Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian elektronika.Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat di boroskan..Karasteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi. Berikut beberapa fungsi resistor :
1.
Menahan sebagian arus listrik2.
Menurunkan tegangan3.
Membagi teganganSatuan atau nilai resistansi suatu resistor dilambangkan dengan omega.Sesuai hukum ohm bahwa resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Selain nilai resistansinya (Ohm) resistor juga memiliki nilai yang lain seperti nilai toleransi dan kapasitas daya yang mampu dilewatkannya.
2.2.1Simbol Resistor
Berikut adalah simbol resistor dalam bentuk gambar yang sering digunakan dalam suatu rangkaian elektronika.
Gambar 2.1 Simbol resistor
Resistor dalam suatu teori dan penulisan formula yang berhubungan dengan resistor disimbolkan den huruf R. kemudian dalam skema elektronika resistor tetap disimbolkan dengan huruf R.
2.2.2 Kode Warna Resistor
Kode warna resistor dibagi menjadi tiga jenis, yaitu resistor dengan kode 4 warna, 5 warna, dan 6 warna.Berikut adalah tabel kode resistor.
2.2.3 Resistor 4 Warna
Tabel 2.1 Tabel Kode Resistor 4 Warna
Sebagai contoh, sebuah resistor terdapat warna hijau, biru, hitam, dan emas. Berarti nilai resistor tersebut adalah :
Pita ke 1 Hijau = 5 Pita ke 2 Biru = 6 Pita ke 3 Hitam = 100 Pita ke 4 Emas = 5%
Sehingga nilai resistor tersebut adalah 56 Ohm dengan toleransi 5%
Gambar 2.3 Resistor 5 Warna
Sebagai contoh sebuah resistor terdapat warna kuning, ungu, hijau, hitam, dan coklat. Berarti nilai resistor tersebut adalah :
Pita ke 1 Kuning = 4 Pita ke 2 Ungu = 7 Pita ke 3 Hijau = 100 Pita ke 4 Hitam = 5% Pita ke 5 Coklat = 1%
Sehingga nilai resistor tersebut adalah 475 Ohm dengan toleransi 1%
Tabel 2.3Tabel Kode Warna Resistor 6 Warna
Sebagai contoh sebuah resistor terdapat warna kuning, ungu, hijau, merah.Coklat, dan merah. Berarti nilai resistor tersebut adalah :
Pita ke 1 Kuning = 4 Pita ke 2 Ungu = 7 Pita ke 3 Hijau = 5
Pita ke 4 Merah = 10 (pangkat 2) Pita ke 5 Coklat = toleransi 1%
Pita ke 6 Merah = koefisien suhu 100 celcius
Sehingga nilai resistor tersebut adalah 475*10 (pangkat 2) = 47,5 k Ohm dengan toleransi 1% dan koefisien suhu sebesar 100 celcius. 2.2.6 Rumus Resistor
Rumus dari Rangkaian Seri Resistor adalah :
Rtotal = R1 + R2 + R3 + ….. + Rn Dimana :
Rtotal = Total Nilai Resistor R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2 R3 = Resistor ke-3 Rn = Resistor ke-n
1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ….. + 1/Rn Dimana :
Rtotal = Total Nilai Resistor R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2 R3 = Resistor ke-3 Rn = Resistor ke-n 2.2.7 Hukum Ohm
Fungsi hukum ohm adalah untuk mengetahui hubungan tegangan dan kuat arus, serta dapat digunakan untuk menentukan suatu hambatan beban listrik tanpa menggunakan alat Ohm meter.
2.3 INDUKTOR ( L )
InduktorInduktor atau dikenal juga dengan Coil adalah Komponen Elektronika Pasif yang terdiri dari susunan lilitan Kawat yang membentuk sebuah Kumparan.Pada dasarnyaInduktor dapat menimbulkan Medan Magnet jika dialiri oleh Arus Listrik.Medan Magnet yang ditimbulkan tersebut dapat menyimpan energi dalam waktu yang relatif singkat.Dasar dari sebuah Induktor adalah berdasarkan Hukum Induksi Faraday.Kemampuan Induktor atau Coil dalam menyimpan Energi Magnet disebut dengan Induktansi yang satuan unitnya adalah Henry (H).Satuan Henry pada umumnya terlalu besar untuk Komponen Induktor yang terdapat di Rangkaian Elektronika. Oleh Karena itu, Satuan-satuan yang merupakan turunan dari Henry digunakan untuk menyatakan kemampuan induktansi
sebuah Induktor atau Coil.Satuan-satuan turunan dari Henry tersebut diantaranya adalah milihenry (mH) dan microhenry (µH).Simbol yang digunakan untuk melambangkan Induktor dalam Rangkaian Elektronika adalah huruf `L`.
2.3.1 Simbol Induktor
Berikut adalah simbol Induktor :
Gambar 2.5 Simbol Induktor
Fungsi induktor diantaranya adalah dapat menyimpan arus listrdalam medan magnet, menapis (Filter) Frekuensi tertentu, menahan arus bolak-balik (AC), meneruskan arus searah (DC) dan pembangkit getaran serta melipatgandakantegangan. Berdasarkan fungsi di atas maka inductor ini biasanya di aplikasikan:
1. Sebagai Filter dalam Rangkaian yang berkaitan dengan Frekuensi. 2. Sebagai transformator 3. Solenoid 4. Relay 5. Dll 2.4 Kapasitor ( C )
Adalah perangkat komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik dan terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (dielektrik) pada tiap konduktor atau yang disebut keping.
2.4.1 Simbol Kapasitor
Gambar 2.6 Simbol Kapasitor
Fungsi kapasitor dalam rangkaian elektronik sebagai penyimpan arus atau tegangan listrik.Untuk arus DC, , kapasitor dapat berfungsi sebagai isulator (penahan arus listrik), sedangkan untuk arus AC, kapasitor berfungsi sebagai konduktor
BAB 3
PERANCANGAN SISTEM
3.1 RANCANGAN PENELITIAN
Dalam pengerjaan proyek akhir ini terdapat beberapa tahapan yang akan dilakukan. Rancangan atau tahapan penelitian ini berguna untuk menjawab rumusan masalah pada proyek akhir ini yang langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Mendesain bentuk trainer untuk modul praktikum R-L-C.
2. Membuat rangkaian penurun tegangan dari 220 VAC ke 12 VDC dan 5VDC ditambahkan IC NE555.
3.2 Perancangan Perangkat Keras
Didalam box trainer tersebut terdapat rangkaian penurun tegangan dari 220VAC ke 12 VDC dan 5 VDC.Trainer tersebut menggunakan sumber tegangan 220 VAC. Berikut gambar rangkaian penurun tegangan nya.
G
gambar 3.1Rangkaian penurun Tegangan
Dari sumber tegangan 220 VAC dialirkan ke trafo stepdown supaya tegangan dapat diturunkan ke tegangan yang lebih kecil kemudian dialirkandialirkan ke dioda penyearah untuk merubah Ac menjadi Dc kemudian mengalir ke regulator 7805 sehingga di dapat kan tegangan sumber 12 VDC dan 5 VDC setelah itu ditambahkan IC NE555 supaya outputnya menghasilkan frekuensi yang frekuensinya tersebut dapat di lihat di osiloskop.
Gambar 3.2 Kotak Trainer R-L-C
Kotak trainer tersebut terdapat dua sumber tegangan yaitu 12 VDC dan 5 VDC serta beberapa komponen R-L-C untuk membuat suatu rangkaian dengan menggunakan kabel jumper.
3.2.1 Blok Diagram Sistem Perangkat Keras
Gambar 3.3 Blok Diagram
Diagram blok diatas merupakan gambaran umum dari rancangan dari keseluruhan sistem. Sistem ini diawali dengan memasang soket alat ke sumber tegangan 220 vac . sehingga dari gambar diatas dapat di simpulkan bahwa secara garis besar proses yang terdapat pada blok yaitu ;
A. Masukan / input : pada unit ini dijelaskan bahwa masukan yang merupakan input adalah sumber tegangan 220 VAC
B. Unit proses : unit ini menjelaskan proses dari sumber 220 VAC dialirkan ke trafo stepdown supaya tegangan dapat di turunkan ke tegangan yang lebih kecil kemudian dialirkan ke dioda penyearah untuk merubah tegangan AC menjadi tegangan DC
kemudian mengalir ke regulator7805 sehingga di dapat kan tegangan sumber 12 VDC dan 5 VDC setelah itu ditambahkan IC NE555 supaya outputnya menghasilkan frekuensi yang frekuensinya tersebut dapat di clihat di osiloskop.
3.2.2 FLOWCHART
Sistem kerja flowchart yaitu pada saat soket disambungkan ke tegangan sumber 220 VAC maka arus akan mengalir melalui trafo stepdown yang kemudian akan di teruskan ke rangkaian regulatur dan IC NE555.
BAB 4
HASIL DAN ANALISA 4.1 Pengukuran
Pengukuran dan penyajian data adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengunpulkan data dari alat yang dibuat, dikarenakan untuk mengetahui apakah alat tersebut berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Dan alat yang digunakan adalah osiloskop digital.
Gambar 4.1Osiloskop digital 4.1.1 Percobaan alat
Berikut beberapa modul yang dapat di terapkan pada trainer rlc tersebut.
1. Modul pertama
a. Judul
b. Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui bentuk gelombang DC dan mengukur Vavg dan Vrms menggunakan osiloskop
c. Alat dan Bahan
Trainer R-L-C, osiloskop digital, dan kabel penghubung /
jumper.
d. Langkah Percobaan
Sambungkan kabel power Trainer R-L-C ke tegangan sumber 220 VAC, kemudian sambungkan juga kabel power osiloskop ke tegangan sumber 220 VAC, tekan tombol on pada osiloskop. Setelah itu osiloskop perlu di kalibrasi sebelum digunakan dengan cara probe yang berwarna merah ch1dihubungkan ke CALkemudian tekan tombol
autoreset.Seperti pada gambar 4.2
Sebelum merangkai pastikan Trainer R-L-C berjalan dengan baik dengan cara menghubungkan sumber tegangan ke osiloskop seperti pada gambar 4.3.
Gambar 4.3 Kabel Probe Osiloskop di Hubungkan ke Tegangan Sumber 12 VDC
Jika Trainer R-L-C berjalan dengan baik maka akan muncul gelombang sepertti pada gambar 4.4 pada monitor osiloskop.
Langkah berikutnya rangkailah rangkaian seri seperti pada gambar 4.5 dibawah ini.
Gambar 4.5 Rangkaian seri R-L-C e. Hasil Pengamatan
Dari hasil pengamatan yang diperoleh dari rangkaian tersebut
Frekuensi 1,880 Hz
Vrms 7,70 V dan 427mV
Vavg 5,51V dan 423mV
Vmin 200 mV dan 320 mV
Gambar 4.7 Rangkaian RLC f. Pengukuran Manual
Rumus Frekuensi yaitu F=1/t. div atau banyak kotak dalam satu gelombang penuh adalah 2div. div adalah 1s artinya 0,1s. Maka besarnya frekuensi dapat dihitung 2div x 0,25 = 0,5 maka F = 1/0,5 = 2 Hz. Rumus Vrms yaitu 0.707 x Vpeak maka didapat 0,707 x 11,0 = 7,777 V
Rumus Vavg yaitu 0,637 x Vpeak maka didapat hasil 0,637 x 11,0 = 7,007 V
2. Modul Kedua a. Judul
Rangkaian Seri C-R dengan sumber tegangan 12 VDC.
b. Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui Frekuensi,Vrms, Vavg Vmin dan Vmax rangkaian seri C-R.
c. Alat dan Bahan
Trainer R-L-C, Osiloskop digital, dan Kabel penghubung / jumper.
d. Langkah Percobaan
Sambungkan kabel power Trainer R-L-C ke sumber 220 VAC, kemudian sambungkan juga kabel power osiloskop ke sumber 220 VAC, tekan tombol on pada osiloskop. Setelah itu osiloskop perlu di kalibrasi sebelum digunakan dengan cara probe yang berwarna merah ch1dihubungkan ke CALkemudian tekan tombol autoreset. Seperti pada modul sebelumnya. Sebelum merangkai pastikan Trainer R-L-C berjalan dengan baik dengan cara menghubungkan sumber tegangan ke osiloskop. Jika pada osiloskop muncul gelombang seperti modul pertama maka menandakan Trainer berjalan dengan baik.
Langkah berikutnya yaitu rangkailah rangkaian seperti pada gambar 4.8.
Gambar 4.8 Rangkaian C-R e. Hasil Pengamatan
Dari hasil pengamatan yang diperoleh didapatkan hasil Frekuensi 1,389 Hz
Vrms 7,37 Vdan 428 mV
Vavg 5,18 V dan 426 mV
Vmin 200 mV dan 320 mV
Vmax 11,0 V dan 560 mV
c. Alat dan Bahan
Trainer R-L-C, osiloskop digital, dan kabel penghubung / jumper.
d. Langkah Percobaan
Sambungkan kabel power Trainer R-L-C ke sumber 220 VAC, kemudian sambungkan juga kabel power Osiloskop ke sumber 220VAC, tekan tombol on pada osiloskop. Setelah itu osiloskop perlu di kalibrasi sebelum digunakan dengan cara probe yang berwarna merah ch1dihubungkan ke CAL, seperti pada gambar 4.11
Gambar 4.11 Konektorprobe osiloskop kemudian tekan tombol autoreset.. Sebelum merangkai pastikan Trainer R-L-C berjalan dengan baik dengan cara menghubungkan sumber tegangan ke osiloskop seperti pada gambar 4.12.
Gambar 4.12 Probe dari osiloskop ke sumber tegangan 5vdc.
Jika pada osiloskop muncul gelombang seperti pada gambar 4.13 maka menandakan Trainer berjalan dengan baik.
Gambar 4.13Gelombang pada osiloskop Langkah berikutnya rangkailah rangkaian seper ti pada gambar 4.14 dibawah ini.
Gambar 4.14 Rangkaian R-L e. Hasil Pengamatan
Dari hasil pengamatan yang diperoleh didapatkan hasil Frekuensi 1,923 Hz Vavg 2,17 V dan 424 mV Vmin 200 mV dan 320 mV Vmax 4,00 V dan 560 mV Gambar 4.15Gelombangosiloskop
Gambar 4.16Rangkaian R-L f. Pengukuran Manual
Rumus Frekuensi yaitu F=1/t. div atau banyak kotak dalam satu gelombang penuh adalah 2 div. div adalah 1s artinya 0,1s. Maka besarnya frekuensi dapat dihitung 2 div x 0,25 = 0,5 maka F = 1/0,5 = 2 Hz. Rumus Vavg yaitu 0,637 x Vpeak maka didapat hasil 0,637 x 4,00 = 2,548 V.
4. Modul Keempat a. Judul
Rangkaian Seri R-C dan L-C-R dengan sumber tegangan 5 VDC.
b. Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui Frekuensi, Vmin dan Vmax rangkaian seri R-C dan R-L-C.
Trainer R-L-C, osiloskop digital, dan kabel penghubung / jumper.
d. Langkah Percobaan
Sambungkan kabel power Trainer R-L-C ke sumber 220 VAC, kemudian sambungkan juga kabel power VAC osiloskop ke sumber 220VAC, tekan tombol on pada osiloskop. Setelah itu osiloskop perlu di kalibrasi sebelum digunakan dengan cara probe yang berwarna merah ch1dihubungkan ke CAL, seperti pada gambar 4.17
kemudian tekan tombol autoreset.. Sebelum merangkai pastikan Trainer R-L-C berjalan dengan baik dengan cara menghubungkan sumber tegangan ke osiloskop seperti pada gambar 4.18
Gambar 4.18 Probe osiloskop ke sumber tegangan Trainer Langkah berikutnya yaitu rangkailah rangkaian seperti pada gambar 4.19
Gambar 4.19 Rangkaian RC
Dari hasil pengamatan yang diperoleh didapatkan hasil Frekuensi 1,961 Hz
Vmin 200 mV dan 320 mv
Vmax 4,00 V dan 560 mV
Gambar 4.20 Gelombang rangkaian R-C
Gambar 4.21 Rangkaian R-C
Rumus Frekuensi yaitu F=1/t. div atau banyak kotak dalam satu gelombang penuh adalah 2 div. div adalah 1s artinya 0,1s. Maka besarnya frekuensi dapat dihitung 2 div x 0,25 = 0,5 maka F = 1/0,5 = 2 Hz.
Rumus Vavg yaitu 0,637 x Vpeak maka didapat hasil 0,637 x 4,00 = 2,548 V
.Rangkaian selanjutnya yaitu R-L-C seperti pada gambar 4.21
Gambar 4.21 Rangkaian RLC
Dari hasil pengamatan yang diperoleh didapatkan hasil Frekuensi 1,925 Hz
Vavg 2,24 V dan 431 mV
Vmin 200 mV dan 320 mV
Gambar 4.22 Gelombang rangkaian L-C-R
Gambar 4.23 Rangkaian L-C-R f. Pengukuran Manual
Rumus Frekuensi yaitu F=1/t. div atau banyak kotak dalam satu gelombang penuh adalah 2 div. div adalah 1s artinya 0,1s. Maka besarnya frekuensi dapat dihitung 2 div x 0,25 = 0,5 maka F = 1/0,5 = 2 hz.
Rumus Vavg yaitu 0,637 x Vpeak maka didapat hasil 0,637 x 4,00 = 2,548 V.
BAB 5
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada percobaan alat Trainer R-L-C, dapat disimpulkan bahwa semakin besar tegangan yang diberikan maka akan semakin besar juga dari frekuensi yang di hasilkan. Perhitungan yang dihasilkan oleh osiloskop tidak jauh berbeda dengan perhitungan manual, tetapi lebih presisi dan lebih mudah jika menggunakan osiloskop
5.2 Saran
Pada saat melakukan praktikum usahakan perhatikan rangkaian dengan teliti, sehingga pada saat pengukuran tidak terjadi kesalahan, dan didapatkan hasil yang di inginkan. Pada alat Trainer R-L-C bisa ditambahkan lampu indicator seperti lampu LED, sebagai penanda bahwa Trainer R-L-C sudah hidup atau mati
DAFTAR PUSTAKA
[1] UI. “Komponen dan Rangkaian”. Internet :
http://kambing.ui.ac.id/ [Mei.20,2016]. [2] Ceri. “Elektronika Dasar.” Internet :
http://ceri.mhs.narotama.ac.id/ [Mei.22,2016]. [3] Ahmad. “Elektronika Dasar”. Internet :