61 4.1 Profil Marjinal
MARJINAL adalah sebuah group musik band dari sekian banyak gruop band indie di indonesia yang beraliran punk. Marjinal yang terinspirasikan atau ter-influncekan oleh Sex Pistols, Bob Marley, Leo Kristi, Toy Dolls, Bad Religion , The Crass, Benyamin S, dan Ramones memulai awal karirnya pada tahun 1997 ketika itu masih menggunakan nama AA (Anti ABRI ) dan AM (Anti Military ) dalam komunitas underground. Band punk yang berformasikan awal (1997) Romi Jahat (vocal), Mike (gittar ), Bob (bass), Steven (drum), terbentuk atas latar belakang kesamaan dalam menyikapi belantika hidup satu sama lainnya. Mereka berusaha menyampaikan suatu pesan akan suatu penolakan maupun penerimaan dan harapan setelah apa yang dirasa, dilihat, diraba, dan di dengar dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki tahun 2001 band punk ini mulai menanggalkan nama AA dan AM, mereka resmi menggunakan nama baru yaitu Marjinal. Nama baru di dapat ketika Mike, sang vokalis terinspirasi oleh nama pejuang buruh perempuan “Marsinah..Marsinah..MArjinaL” asal Surabaya yang sangat berani dalam meperjuangkan haknya sebagai kaum buruh. Namun sayang belum sampai pada saatnya, marsinah wafat dalam tugas suci yang mulia akibat penyiksaan yang dilakukan oleh aparat berseragam loreng sebagai anjing-anjing peliharaan sang kapitalis. Tidak hanya itu Marsinah pun menginspirasikan Marjinal dalam
meriliskan album ke-3 dengan judul album ”Marsinah” bercoverkan wajah marsinah dengan format hitam putih. Luar biasa, Judul lagu ”Marsinah” yang sama dengan judul albumnya, sangat familiar sekali karena banyak kalangan anak muda menyanyikan lagu ”Marsinah” di tongkrongan, studio musik, bahkan dalam sebuah pagelaran musik.
Di tahun 2005 Marjinal kembali menelorkan album ke-4 dengan tema sang ”Predator” yang terdiri kaset 1 & 2. Proses penggarapan album ke-4 ini sudah megalami kemajuan karena di dukung dengan alat yang mumpuni, sangat berbeda jauh sekali jika bandingkan album sebelumnya, baik di lihat dari design cover maupun hasil rekaman kaset.
Selama kiprahnya di industri musik indie, Marjinal sudah mengalami beberapa kali gonta-ganti atau bongkar pasang personil, dan sampai saat sekarang ini marjinal masih di perkuat oleh Romi Jahat (vocal), Mike (gitar), bob (bass), Proph (drum) yang kini untuk terus berjalan bersama agar tetap hidup berusaha menyampaikan pesan sebuah amanat penderitaan rakyat yang dituangkan dalam bentuk media musik.51
4.2 Hasil Penelitian dan Hasil Analisis
Untuk mengetahui fashion style punk yang terdapat dalam video Marjinal, peneliti mengcapture gambar tersebut dan akan dianalisis menggunakan analisis Semiotika dengan pendekatan milik Charles Sanders Peirce yang memperlihatkan tiga elemen pembentukan tanda, yaitu tanda atau sign (sesuatu yang
51
dipresentasikan), dan Interpretant (interpretasi seseorang tentang tanda). Berikut hasil penelitian:
Tabel 4.1 Analisis Fashion Punk Pada Video Band Punk Marjinal Video Band Punk Marjinal
Tanda (Gaya Rambut)
Objek
Tatanan gaya rambut anak Punk yang biasa disebut sebagai potongan rambut mohawk.
Interpretant
Terlihat dalam tabel 4.1 personil band Punk Marjinal Bob dan Boy dengan potongan rambut mowhak. Rambut Mohawk yang biasanya sering mereka gunakan diartikan sebagai anti penindasan sekaligus kebebasan. Gaya rambut ini terinspirasi dari film Drum Along The Mohawk tahun 1963. Dalam film ini diceritakan suku Indian Mohican di lembah Mohawk. Gaya inilah yang kemudian diadaptasi anak punk era 1990-an juga sampai saat ini.
Tabel 4.2 Analisis Fashion Punk Pada Video Band Punk Marjinal Video Band Punk Marjinal
Tanda (Piercing/tindik)
Objek (Piercing/tindik)
Bob menggunakan piercing sebagai atribut anak punk
Interpretant
Pada tabel 4.2 terlihat Bob (salah satu personil band punk Marjinal) menggunakan piercing atau tindik. Piercing atau tindik adalah membuat lubang di beberapa bagian tubuh seperti telinga, pelipis mata, bibir, hidung, maupun lidah. Lubang yang dibuat kemudian dihias dengan aksesori pierching. Bagi anak punk Piercing atau tindik merupakan bentuk pembebasan diri dari tabu dan norma yang membelenggu mereka atau penghancuran diri sendiri sebagai simbol ketidakpuasan terhadap hidup.
Video Band Punk Marjinal Tanda (Tatto)
Objek
Terlihat personil marjinal Bob, Mike dan Romi menggunakan tattoo di bagian tubuhnya.
Interpretant
Pada tabel 4.3 terlihat personil band punk marjinal dengan tato yang melekat pada tubuh mereka. Tato merupakan lukisan yang diukir di atas tubuh manusia. Bagi punkers, tato merupakan salah satu media untuk melakukan perlawanan. Anak punk biasanya menato tubuhnya dengan gambar tengkorak, salib terbalik, swastika Nazi, atau api. Tato ini menunjukkan identitas kelompok dan menjadi simbol penguasaan penuh terhadap tubuhnya.
Video Band Punk Marjinal Tanda (Kaos)
Objek
Anak-anak band marjinal menggunakan kaos hasil sablonan mereka sendiri.
Interpretant
Kaos yang dipakai punkers biasanya adalah hasil modifikasi yaitu dengan menyablon gambar-gambar band punk ataupun tulisan-tulisan bertema sosial. Kemudian mereka menyobek-nyobek beberapa bagian kaos sampai terlihat sangat berbeda. Terkadang ditambahkan aksesori pada kaos seperti peniti, emblem, pin, dan lain-lain. Dalam hal warna, hitam merupakan warna dominan yang sering digunakan punkers. Warna hitam merupakan simbol keberanian untuk tidak mau ditindas.
Tabel 4.5 Analisis Fashion Punk Pada Video Band Punk Marjinal Video Band Punk Marjinal
Tanda (Jaket)
Objek
Para personal band marjinal menggunakan jaket yang telah di modifikasi
Interpretant
Pada tabel 4.5 Jaket, seperti halnya kaos, jaket yang digunakan punkers juga mengalami modifikasi, yaitu dengan menyobek-nyobek pada beberapa bagian dan atau menambahkan aksesori. Dua jenis bahan jaket yang biasa digunakan adalah bahan kulit dan bahan jeans.
Video Band Punk Marjinal Tanda (Celana)
Objek
Gaya celana personil band marjinal
Interpretant
Tabel 4.6 Celana yang dipakai punkers biasanya disebut celana street. Celana street adalah celana panjang berbahan jeans yang menyempit di bagian bawah. Modifikasi pada celana dilakukan dengan menyobek pada beberapa bagian seperti paha dan lutut dan atau menambahkan aksesori sebagai simbol gerak dan ide.
Tabel 4.7 Analisis Fashion Punk Pada Video Band Punk Marjinal Video Band Punk Marjinal
Tanda (Sepatu)
Objek
Terlihat personil marjinal menggunakan sepatu boots untuk manggung
Interpretant
Tabel 4.7 Sepatu boot, sepatu ini dipakai anak Punk sebagai bentuk protes mereka terhadap oknum militer yang menyalah gunakan wewenangnya. Hal tersebut dapat dinilai dari nama band Punk ini, yaitu Marjinal berasal dari nama pejuang buruh perempuan Marsinah asal Surabaya yang wafat ketika meperjuangkan haknya sebagai kaum buruh akibat penyiksaan yang dilakukan oleh aparat berseragam loreng (militar).
Video Band Punk Marjinal Tanda (Emblem)
Objek
Para personil band marjinal menggunakan vest yang telah di hiasi emblem.
Interpretant
Tabel 4.8 terlihat modifikasi jaket yang digunakan personil band Punk Marjinal dengan beberapa aksesoris yaitu emblem. Emblem digunakan oleh anak Punk sebagai sindiran terhadap oknum militer yang kerap menyalahgunakan wewenang. Emblem anak punk biasanya berisi tentang pesan-pesan social atau band-band favorit mereka.
Tabel 4.9 Analisis Fashion Punk Pada Video Band Punk Marjinal Video Band Punk Marjinal
Tanda (Pin)
Objek
Para personil band marjinal menggunakan vest yang telah di hiasi pin
Interpretant
Tabel 4.9 pin, yang hampir sama dengan emblem, namun pin direkatkan dengan peniti. Pin bagi anak Punk pin merupakan media ekspresi yang efektif dalam mengkomunikasikan pandangan dan perlawanan mereka.
Penelitian ini menampilkan fashion Punk yang digunakan oleh band Punk Marjinal dalam video “Lagu Pembebasan”. Teori yang digunakan penulis adalah teori Charles Sanders Peirce yang disebut teori Triangle Of Meaning atau segitiga makna, bahwa terdapat tiga elemen utama yaitu Sign, Object dan Interpretant. Penulis meneliti sebuah tanda (sesuatu yang mempresentasikan sesuatu yang lain), objek (sesuatu yang dipresentasikan) dan interpretant (interpretasi seseorang tentang tanda).
Ditemukan hasil penelitian dari objek yang merupakan salah satu ikon band punk di Indonesia, terlihat dari pakaian dan atribut apa saja yang mereka gunakan diatas panggung.
Personil band Punk Marjinal dengan potongan rambut mowhak. Mohawk atau Mohican adalah gaya rambut dengan cara mencukur rambut sangat pendek, atau sampai habis pada kedua sisi samping kepala, sembari menyisahkan barisan rambut panjang di tengahnya. Rambut Mohawk yang biasanya mereka gunakan diartikan sebagai anti penindasan sekaligus kebebasan Gaya rambut ini terinspirasi dari film Drum Along The Mohawk tahun 1963. Dalam film ini diceritakan suku Indian Mohican di lembah Mohawk. Gaya inilah yang kemudian diadaptasi anak punk era 1990-an juga sampai saat ini.
Kemudian ada piercing yang mana terlihat personil band Punk Marjinal menggunakan piercing atau tindik. Piercing atau tindik adalah membuat lubang di beberapa bagian tubuh seperti telinga, pelipis mata, bibir, hidung, maupun lidah. Lubang yang dibuat kemudian dihias dengan aksesori pierching. Bagi anak punk
piercing atau tindik merupakan bentuk pembebasan diri dari tabu dan norma yang membelenggu mereka atau penghancuran diri sendiri sebagai simbol ketidakpuasan terhadap hidup.
Anak Punk terkenal dengan tato yang melekat pada tubuh mereka begitu juga yang dikenakan oleh anggota band Punk Marjinal. Tato merupakan lukisan yang diukir di atas tubuh manusia. Bagi punkers, tato merupakan salah satu media untuk melakukan perlawanan. Anak punk biasanya menato tubuhnya dengan gambar tengkorak, salib terbalik, swastika Nazi, atau api. Tato ini menunjukkan identitas kelompok dan menjadi simbol penguasaan penuh terhadap tubuhnya.
Dalam berpakaian punkers biasanya lebih cenderung menggunakan kaos hasil modifikasi yaitu dengan menyablon gambar-gambar band punk ataupun tulisan-tulisan bertema sosial. Kemudian mereka menyobek-nyobek beberapa bagian kaos sampai terlihat sangat berbeda. Terkadang ditambahkan aksesori pada kaos seperti peniti, emblem, pin, dan lain-lain. Dalam hal warna, hitam merupakan warna dominan yang sering digunakan punkers. Warna hitam merupakan simbol keberanian untuk tidak mau ditindas.
Tidak jarang Punkers juga menggunakan jaket sebagai fashion mereka. Seperti halnya kaos, jaket yang digunakan punkers juga mengalami modifikasi, yaitu dengan menyobek-nyobek pada beberapa bagian dan atau menambahkan aksesori. Dua jenis bahan jaket yang biasa digunakan adalah bahan kulit dan bahan jeans.
Selanjutnya model celana yang dipakai punkers biasanya disebut celana street. Celana street adalah celana panjang berbahan jeans yang menyempit di
beberapa bagian seperti paha dan lutut dan atau menambahkan aksesori sebagai simbol gerak dan ide.
Sementara pada sepatu, punkers biasa menggunakan sepatu boot dalam gaya fashion mereka, sepatu boot adalah sepatu yang umum dikenakan oleh militer. Berbahahan dasar kulit dan ber-sol tebal untuk menunjang aktivitas di lapangan. Sementara sepatu ini dipakai anak Punk sebagai bentuk protes mereka terhadap oknum militer yang menyalah gunakan wewenangnya.
Dalam fashion Punk juga terdapat beberapa jenis aksesoris yang kerap digunakan seperti emblem. Emblem juga merupakan aksesoris yang digunakan kaum militer pada pakaian mereka untuk menunjukkan pangkat atau kesatuan. Pada umumnya dibuat dari kain yang dibordir. Sedangkan anak Punk menggunakan emblem sebagai sindiran terhadap oknum militer yang kerap menyalahgunakan wewenang. Emblem anak punk kerap memuat tentang pesan-pesan sosial atau band-band favorit mereka.
Selain emblem ada juga aksesoris lainnya yang digunakan anak Punk dalam fashionnya yaitu pin. Hampir sama dengan emblem, namun pin direkatkan dengan peniti dan tidak terbuat dari kain. Pin Bagi anak Punk menjadi media yang memuat pesan-pesan social atau memuat nama band tertentu. Pin dan emblem bagi anak Punk menjadi media ekspresi yang efektif dalam mengkomunikasikan pandangan serta perlawanan mereka.
Itulah hasil analisis fashion Punk yang terdapat dalam video milik marjinal yang berjudul lagu pembebasan. Dapat dilihat, bagi anak Punk berpakaian tidak
lagi hanya sekedar modus sebagaimana kita menutupi tubuh. Berpakaian telah menjadi suatu manifestasi dari gaya hidup.