• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA BAGI GENERASI MUDA HINDU DALAM MENJAGA DAN MELESTARIKAN WARISAN LELUHUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA BAGI GENERASI MUDA HINDU DALAM MENJAGA DAN MELESTARIKAN WARISAN LELUHUR"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA BAGI GENERASI MUDA HINDU DALAM MENJAGA DAN MELESTARIKAN WARISAN LELUHUR

0leh

Ni Putu Lisa Diantari

Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar Email: [email protected]

Abstract

Young generation is our religion‟s successor. In this era there are a lot of our young generation that scornfully our religion‟s theory. Religion‟s real spirit was gone, there is just desert mores and holding power‟s habit that dominate it. The new faith came out from ceremonial seed that is not important, ceremonial formality and symbolic that almost smothered the truth seed which formed important part from religion. Even when people often visit many places of hermitage, and they are not understand the real meaning from religion. We are in this generation need spiritual power that will push every people for find the truth and hold that alliance in silence. The time is arrive for our generation to understand the real meaning from religion and the main purpose, because all of that inherited by our ancestor, we must to keep it very well for eventually can inherited to the generation.

Abstrak

Generasi Muda Hindu adalah generasi penerus agama Hindu. Di zaman sekarang banyak generasi muda kita yang mencemooh ajaran agamanya sendiri. Semangat sejati agama hilang, hanya adat istiadat tandus dan kebiasaan memegang kekuasaan mendominasinya. Kepercayaan baru keluar dari benih Upacara ritual yang tidak penting, formalitas seremonial dan simbolis hampir membekap benih kebenaran yang membentuk bagian penting dari agama. Bahkan ketika orang sering mengunjungi tempat-tempat pertapaan, tidak memahami arti sesungguhnya dari agama. Kita digenerasi ini membutuhkan kekuatan spiritual yang akan mendorong setiap orang untuk menemukan kebenaran dan menahan persekutuan itu dalam keheningan. Waktunya telah tiba untuk generasi kita harus dengan jelas memahami arti sebenarnya dari agama dan tujuan utamanya, karena semua itu diwarisi oleh nenek moyang kita, kita harus menjaganya secara baik-baik agar nantinya bisa diwarisi kepada generasi selanjutnya.

Kata kunci : Pendidikan Agama Hindu, Generasi Muda Hindu,Warisan Leluhur.

I. Pendahuluan

Dalam era materialisme dan komersialisme, cita-cita bangsa telah menjadi dominan materialistis. Kemakmuran material adalah jeritan setiap hari, motif komersial menggerakkan manusia. Individu yang dikorbankan untuk memenuhi kebutuhan bangsa dari mana mereka berasal. Peperangan dan intrik-intrik di mana-mana, mengamuk untuk melindungi kepentingan komersial dari Negara-negara individu, mereka membantai ribuan nyawa

(2)

mengorbankan orang lain. Seperti perang dan konflik sebagaimana yang terjadi hari ini, belum pernah tercatat dalam sejarah manusia.Unsur-unsur moral dan spiritual dari sifat manusia yang terendam dan kekerasan tampaknya telah berada diatas angin. Agama tampaknya tidak berdaya untuk memeriksa deru laju materialistic zaman. Umat manusia mengembara didunia tanpa makna spiritual. Setiap bangsa sedang berjuang keras mendapatkan lebih banyak kekuasaan, memperoleh lebih banyak harta kekayaan dan menguasai territorial lebih luas. Kita seharusnya lebih peduli terhadap agama sendiri, demi spiritualitas kita dari pada hal lain. Semua subjek lain, seperti politik dan kemajuan sosial, adalah sekunder bagi kita, spiritualitas adalah hidup kita. Spiritualitas adalah bagian dari hidup kita.

Pendidikan agama Hindu adalah suatu pendidikan melalui ajaran agama hindu dengan tujuan untuk meningkatkan Sradha dan Bakti anak terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa, meningkatkan kecerdasan, ketrampilan dalam menjalankan ajaran Agama, mempertinggi budi perkerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.

Pendidikan Agama Hindu adalah suatu proses atau upaya membentuk kepribadian utama sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama Hindu yang bersumber pada Veda, yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja didalam dan diluar sekolah. Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat (1996: 23-24), menyebutkan bahwa pendidikan agama Hindu memberikan tuntunan dalam menempuh kehidupan dan mendidik masyarakat, bagaimana hendaknya berpendirian berbuat atau bertingkah laku supaya tidak bertentangan dengan ajaran Dharma, Etika dan Ajaran Agama Hindu. Agama dapat menyempurnakan manusia dalam meningkatkan hidup baik secara material mapun spiritual.

II. Pembahasan

2.1 Generasi Muda Hindu Pada Zaman Sekarang

Masa muda adalah masa-masa untuk menuntut ilmu. Dalam ajaran agama Hindu dikenal empat tahapan yang harus dilalui dalam kehidupan ini, yaitu Catur Asrama. Salah satunya adalah tahapan dimana kita menuntut ilmu dalam rangka mencari kebenaran/Dharma (Brahmacari). Kebanyakan dari kita yang merupakan generasi muda masih berada dalam tahapan ini. Jika pada zaman lampau, seorang anak pada usia tertentu meninggalkan keluarganya untuk menuntut ilmu di bawah bimbingan seorang Brahmana, maka pada zaman sekarang ini seorang anak meninggalkan keluarganya dalam rangka menuntut ilmu di bawah bimbingan sebuah institusi yang kita sebut Universitas/Perguruan tinggi. Nilai/esensi yang terkandung di dalamnya masih sama dan relevan hingga zaman ini, hanya saja cara dan medianya yang berubah. Suatu keniscayaan bahwa kelak generasi mudalah yang nantinya akan menerima tongkat estafet dari generasi sebelumnya dalam rangka menjamin kelangsungan pelaksanaan Dharma dalam kehidupan ini. Baik dalam ruang lingkup keluarga, dimana generasi muda merupakan suputra yang diharapkan akan

(3)

ruang lingkup yang lebih besar lagi yaitu dalam suatu Negara, dimana generasi mudanya diharapkan untuk dapat meneruskan nilai-nilai luhur bangsanya (budaya) agar tetap eksis dalam rangka menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Dharma.

Hendaknya kita sebagai generasi muda menyadari peran ini sehingga negeri yang kita cintai ini dapat melewati masa-masa sulit dan akan kembali menjadi sebuah bangsa yang besar dan dihargai oleh bangsa-bangsa lainnya. Seorang bijak pernah mengatakan bahwasanya sebuah bangsa yang besar adalah bangsa dimana generasi mudanya mampu untuk menghargai budaya bangsanya. Saya rasa kata-kata mutiara tersebut masihlah sangat relevan bagi bangsa ini untuk dapat mengatasi permasalahan bangsa yang sedang dihadapi hingga saat ini.

2.2 Mewujudkan Generasi Muda Hindu yang Militan

Muda Hindu adalah suatu generasi penerus yang nantinya akan meneruskan segala sesuatu yang diwariskan oleh generasi yang terdahulunya. Entah itu budaya, adat, tradisi dan agama. Kalau kita menilik akan keeksistensian generasi muda Hindu sekarang, tentunya tengah berada dalam tantangan dan harapan.

Tantanganya adalah bagaimana generasi muda Hindu mampu mengemban tanggung jawab yang sangat berat untuk menjaga budaya, adat, tradisi di tengah-tengah arus modernisasi, dimana Hinduisme sebagai jiwa yang menyusupi segala bentuk budaya, adat dan tradisi yang berkembang. Fenomena generasi muda Hindu yang berkembang sekarang, tentunya cukup mengkahwatirkan. Banyak kita temui mereka terjerumus ke hal-hal yang berbau negative. Contoh, narkoba, seks bebas, dan yang lainya. Generasi muda Hindu di tengah-tengah arus modernisasi sekarang begitu mudahnya terseret oleh arus jaman yang berbau materialistis. Mereka seolah-olah tertidur oleh kenikmatan sementara yang bersifat semu, yang pada akhirnya menuntun mereka ke jurang kegelapan. Tubuh yang diberikan oleh Tuhan sebagai sang pura-nya jiwa yang tujuanya untuk meningkatkan kualitas jiwa menuju yang lebih baik tidak digunakan dengan sebaik-baiknya. Justru tubuh tempat beristananya jiwa diracuni dengan asap rokok, drugs, minuman keras dan yang lainya.

Demikian pula dalam hal mereka meyakini suatu agama, mereka cendrung begitu mudahnya berpindah keyakinan atau agama. Akibat dari pemahaman mereka tentang nilai tatwa dalam ajaran agama Hindu sangat rendah sekali. Bagaimana tidak, di beberapa daerah masih juga dapat kita jumpai generasi muda Hindu banyak yang berpindah keyakinan atau agama dan melupakan agama leluhurnya. Satu hal yang mencengangkan adalah, banyak generasi muda pindah agama karena mengikuti agama sang istri alias ―paid bangkung‖. Ke mana jiwa militansi generasi muda Hindu terhadap agamanya, itu perlu dipertanyakan.

Semua hal tersebut jika kita telusuri lebih dalam lagi, pada dasarnya semua bersumber pada satu akar permasalahan, yaitu; kelemahan generasi muda Hindu kita. Kelemahan ini meliputi segala sektor dan yang paling menonjol adalah kelemahan dalam hal pendalaman nilai-nilai ajaran agamanya. Hal apa saja yang sepatutnya dikerjakan pada saat masa atau

(4)

usia muda sebenarnya sudah sangat jelas sekali diungkap dalam kitab Sarasamuscaya sloka 27 yang bunyi slokanya sebagai berikut :

‖Yuvaiva Dharmamanvicched yuva vittam yuva srutam, Tryyagbhavati vai dharbha utpatam na ca viddyati”yang artinya: “Oleh karena itu seseorang hendaknya menggunakan masa mudanya dengan sebaik-baiknya, selagi tubuh sedang kuatnya hendaknya dipergunakan untuk menuntut Dharma, artha dan ilmu pengetahuan, sebab tidak sama kekuatanya tubuh setelah tua jika dibandingkan dengan kekuatan tubuh saat muda; contohnya seperti pohon ilalang yang sudah tua pada rebah, dan ujungnya pun tidak tajam lagi.”

Sloka Sarasamuscaya 27 ini telah memberikan suatu peringatan kepada genersi muda kita untuk menggunakan masa muda dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan belajar menuntut ilmu pengetahuan. Sebab bagaimanpun juga masa muda itulah masa yang lagi pikiran sedang tajam-tajamnya, ibarat ilalang yang masih muda yang ujungnya tajam. Lain halnya jika tubuh kita sudah tua sudah barang tentu pikiran serta daya nalar kita akan menjadi tumpul.

Masa muda juga hendaknya digunakan untuk melakukan sadhana (disiplin) spiritual, kembali lagi karena disaat kita mudalah kita memiliki kejernihan pikiran dan daya nalar, kesehatan yang sangat prima dan intelek yang tajam. Tidaklah benar ada anggapan bahwa belajar tentang agama pada saat usia tua. Nah, jika pada masa-masa yang seperti itulah kita gunakan untuk hal-hal yang kurang baik, dan melayani segala keinginan indria untuk mencari kepuasan yang sesaat, maka sudah pasti setelah kita tua akan sulit untuk memurnikan pikiran. Sebab masa mudalah suatu masa di mana karakter seseorang dibentuk. Potensi-potensi masa muda tersebutlah mestinya dibentuk dan diarahkan dengan cara pendalaman ajaran-ajaran agama. pendalaman ajaran agama dengan Shadana yang kuat akan membentuk karakter dan keyakinan diri generasi muda Hindu yang tangguh dan tidak lemah lagi.

Guru pengulas Vedanta termasyur Svami Vivekananda pernah berwacana ―Sejarah dunia adalah sejarah beberapa orang yang memiliki kekuatan dan kepercayaan diri yang mantap. Sebab kekuatan dan kepercayaan diri yang mantap akan membangkitkan sifat keilahian dalam diri.‖ Kegagalan yang generasi muda Hindu alami dewasa ini adalah bersumber dari tidak adanya usaha untuk memanifestasikan kekuatan yang tidak terbatas itu. Kekuatan yang tidak terbatas itu adalah kepercayaan diri. Sebab percaya akan diri sendiri adalah percaya akan kehadiran Tuhan dalam diri. Hilangnya kepercayaan diri merupakan ciri-ciri kelemahan kita sebagai pemuda Hindu. Bagaimana mewujudkan sikap militansi terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalam Hinduisme itu sendiri, sedangkan kita tidak memiliki kepercayaan diri.

2.3 Cara Menjaga dan Melestarikan Warisan Leluhur

Kebudayaan adalah sebuah warisan dari para pendiri bangsa ini. Perkembangannya tak semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi

(5)

masyarakat, juga dari bangsa asing yang dahulu datang ke nusantara. Dari itu terlahirlah suatu budayabangsa Indonesia yang modern seperti yang ada saat ini. Sebagai generasi muda yang nanti kelak akan menjadi penerus sudah seharusnya kita ikut melestarikan budaya agung yang kita miliki ini. Jangan sampai warisan yang berharga ini hilang. Kita seharusnya belajar tentang kebudayaan bangsa ini, karena budaya ini telah menjadi jati diri bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia telah dikenal dunia internasional karena kebudayaan yang dimiliki. Banyak orang–orang asing yang sedangmempelajari kebudayaan di Indonesia, karena keanekaragaman yang ada. Jika dijumlahkan mulai dari Sabangsampai Merauke terdapat beribu– ribu kebudayaan yang berbeda. Mulai dari adat istiadat, kebiasaan, bahasa,rumah adat, pakaian adat,makanan khas, dan masih banyak yang lainnya.

Indonesia adalah negara yang mempunyai beribu kebudayaan, karena Indonesia bukanlah negara yang memiliki hanya satu daerah sehingga kebudayaan bangsa Indonesia adalah kebudayaan lokal. Setiap daerah akan mempunyai kebudayaan yang berbeda, perbedaan itulah yang menjadi jati diri bangsa sehingga ketika kebudayaan itu berubah atau hilang maka jati diri yang dimilikinya akan memudar.

Banyak hal dapat dilakukan sebagai apresiasi dari rasa cinta pada budaya, khususnya kebudayaan daerah. Berbagai aktifitas dalam upaya pelestarian kebudayaan daerah mulai muncul dari berbagai kalangan. Cara untuk melestarikan budaya bermacam-macam baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Kota solo merupakan salah satu kota budaya yang mempunyai beragam budaya dan tradisi. Di kota solo sudah membudayakan beberapa tradisi yang saat ini masih di lakukan. Salah satunya melalui jalur pendidikan, beberapa sekolah di kota solo setiap hari kamis selalu memakai pakaian adat kota solo. Hal ini merupakan wujud cinta budaya dalam rangka melestarikan budaya Indonesia khususnya solo. Seiring timbulnya kesadaran bahwa bila bukan kita yang melakukan upaya pelestarian budaya, maka tak dapat dihindari lama-kelamaan budaya adiluhung dari bangsa kita akan semakin tergeser dan terpinggirkan oleh budaya asing yang datang bertubi-tubi dari berbagai arah, terus menggerus kebudayaan daerah.Munculnya kesadaran terhadap upaya pelestarian budaya diberbagai kalangan ini memang perlu disyukuri, sebab bukan saja orang-orang tua yang melakukan kegiatan-kegiatan sebagai upaya pelestarian budaya di kalangan masyarakat tetapi berbagai instansi dan bahkan di kalangan pemuda, mahasiswa, dan anak-anak mulai ditanamkan kecintaan terhadap budaya daerah yang pada akhirnya akan menimbulkan kesadaran terhadap upaya pelestarian kebudayaan daerah. Berbagai kegiatan diberbagai instansi dan kalangan masyarakat dalam upaya pelestarian kebudayaan seperti Seminar Budaya, Pentas Budaya, Pekan Budaya telah banyak dijumpai dalam berbagai moment seperti peringatan Hari Jadi sebuah kota atau suatu instansi. Semangat ini perlu terus dijaga dan dikembangkan bukan saja sebagai upaya membendung pengaruh negatif dari budaya asing yang tidak lagi dapat dihindari di zaman globalisasi modern ini, tetapi sebagai upaya kaderisasi di kalangan pemuda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya sendiri.

(6)

a. Culture Experience

Merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara terjun langsung kedalam sebuah pengalaman kultural. contohnya, jika kebudayaan tersebut berbentuk tarian, maka masyarakat dianjurkan untuk belajar dan berlatih dalam menguasai tarian tersebut. Dengan demikian dalam setiap tahunnya selalu dapat dijaga kelestarian budaya kita ini. b. Culture Knowledge

Merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara membuat suatu pusat informasi mengenai kebudayaan yang dapat difungsionalisasi kedalam banyak bentuk. Tujuannya adalah untuk edukasi ataupun untuk kepentingan pengembangan kebudayaan itu sendiri dan potensi kepariwisataan daerah. Dengan demikian para Generasi Muda dapat mengetahui tentang kebudayaanya sendiri.

Selain dilestarikan dalam dua bentuk diatas, kita juga dapat melestarikan kebudayaan dengan cara mengenal budaya itu sendiri. Dengan hal ini setidaknya kita dapat mengantisipasi pencurian kebudayaan yang dilakukan oleh negara - negara lain.Penyakit masyarakat kita ini adalah mereka terkadang tidak bangga terhadap produk atau kebudayaannya sendiri. Kita lebih bangga terhadap budaya-budaya impor yang sebenarnya tidak sesuai dengan budaya kita sebagai orang timur. Budaya daerah banyak hilang dikikis zaman. Oleh sebab kita sendiri yang tidak mau mempelajari dan melestarikannya. Akibatnya kita baru bersuara ketika negara lain sukses dan terkenal dengan budaya yang mereka curi secara diam-diam.

Selain itu peran pemerintah dalam melestarikan budaya bangsa juga sangatlah penting. Bagaimanapun pemerintah memiliki peran yang cukup strategis dalam upaya pelestarian kebudayaan daerah ditanah air. Pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian kebudayaan nasional.Salah satu kebijakan pemerintah yang pantas didukung adalah penampilan kebudayaan-kebudayaan daerah disetiap event-event akbar nasional, misalnya tari-tarian , lagu daerah, dan sebagainya. Semua itu harus dilakukan sebagai upaya pengenalan kepada generasi muda, bahwa budaya yang ditampilkan itu adalah warisan dari leluhurnya. Bukan berasal dari negara tetangga.Demikian juga upaya-upaya melalui jalur formal pendidikan. Masyarakat harus memahami dan mengetahui berbagai kebudayaan yang kita miliki. Pemerintah juga dapat lebih memusatkan perhatian pada pendidikan muatan lokal kebudayaan daerah. Selain hal-hal tersebut diatas, masih ada berbagai cara dalam melestarikan budaya, salah satunya adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam memajukan budaya lokal

2. Lebih mendorong kita untuk memaksimalkan potensi budaya lokal beserta pemberdayaan danpelestariannya

(7)

4. Selalu mempertahankan budaya Indonesia agar tidak punah. 5. Mengusahakan agar semua orang mampu mengelola

keanekaragaman budaya lokal.

Kebudayaan lokal Indonesia adalah kebudayaan yang hanya dimiliki oleh bangsa indonesia dan setiapkebudayaan mempunyai ciri khas masing– masing. Bangsa indonesia juga sangat mempunyai kebudayaan lokalyang sangat kaya dan beraneka ragam oleh sebab itu sebagai penerus kita wajib menjaganya karena ketahanankebudayaan lokal berada pada generasi mudanya dan jangan sampai kita terbuai apalagi terjerumus pada budaya asing karena tidak semua budaya asing sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

III. Penutup

Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sekali kebudayaan, dan kebudayaan tersebut berbentuk kebudayaan lokal. Budaya asing yang terus masuk tanpa terbengdung ke Indonesia dapat mengikis ataupun melunturkan budaya lokal yang terdapat di Indonesia, sehingga upaya-upaya harus dilakukan dalam menanggulangi permasalahan tersebut sehingga budaya Indonesia dapat tetap ada. Berbagai cara dapat dilakukan dalam melestarikan budaya, namun yang paling penting yang harus pertama dimiliki adalah menumbuhkan kesadaran serta rasa memiliki akan budaya tersebut, sehingga dengan rasa memiliki serta mencintai budaya akan membuat orang mempelajarinya sehingga budaya akan tetap ada karena pewaris kebudayaan akan terus ada.

Ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya, diantaranya yaitu:

1. Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya budaya sebagai jati diri bangsa

2. Ikut melestarikan budaya dengan cara berpartisipasi dalam pelaksanaannya.

3. Mempelajarinya

4. Mensosialisasikan kepada orang lain sehingga mereka tertarik untuk ikut menjaga atau melestarikannya

IV. Daftar Pustaka

Abhedananda, Swami. 2015. Vedanta Merangkul Semua Agama. Surabaya : Paramita

Samba,I Gde.2016. Mengenalkan Hindu Sebagai Satu Budaya-Sikap dan Perilaku Hidup.Bandung: Granesia

Sudarsana, I. K. PERAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK USIA DINI. STRATEGI PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI UNTUK

MEWUJUDKAN GENERASI BERKUALITAS.

Sudarsana, I. K. (2013, September). Pentingnya Organisasi Profesi, Sertifikasi dan Akreditasi sebagai Penguatan Eksistensi Pendidikan Nonformal. In International Seminar (No. ISBN : 978-602-17016-2-1, pp. 176-187). Department Of Nonformal Faculty Of Education UPI. Sudarsana, I. K. (2016). MODEL PEMBELAJARAN PASRAMAN KILAT:

Referensi

Dokumen terkait

Ketika peneliti mengamati subjek II yang berada dalam lingkungan rumahnya, subjek terlihat seperti orang yang sedang melamun dan tidak banyak kata.. Subjek akan

Melalui perhitungan kedekatan nilai rating pada setiap pelanggan, algoritma collaborative filtering dapat menyediakan rekomendasi daftar produk cake sehingga pelanggan dapat

terhadap setiap orang yang paling bertanggungajwab atas terjadinya pelanggaran berat terhadap hukum humaniter international dan hukum Sierra Leone yang dilakukan di dalam

Pokok dalam gagasan yang penulis ajukan adalah BIOGADES yang merupakan penerapan teknologi biogas yang ramah lingkungan bagi pedesaan dan ikut mendukung slogan go green

[r]

yang telah diseminarkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang pada tanggal 30 Nopember 2011 dengan

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui Implementasi Perencanaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Raudhatul Athfal An-Nur Prima Kota Medan,

[r]