• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

83 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Dari analisis data yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa :

1. Kinerja Ruas Jalan Raya Yogya – Solo sebagai berikut : • Derajat Kejenuhan persegmen

a. DS pada segmen Ring Road Utara Maguwoharjo – Jalan Anggrek.

Arah :

Yogya – Solo = 1,174 Solo – Yogya = 0,737

b. DS pada Segmen Jalan Anggrek – Jalan Solo Arah :

Yogya – Solo = 0,819 Solo – Yogya = 0,608

c. DS pada Segmen Jalan Solo – Gang GMB Arah :

Yogya – Solo = 0,556 Solo – Yogya = 0,931

d. DS pada Segmen Jalan Raya Berbah – Jalan Kalasan Arah :

Yogya – Solo = 1,163

Yogya – Solo dan Solo – Yogya = 0,681

Solo – Yogya = 1,192

e. DS pada Segmen Jalan Kalasan – Jalan Piyungan Prambanan

Arah :

Yogya – Solo = 0,487 Solo – Yogya = 0,510

(2)

• Derajat Kejenuhan Akibat U-Turn

a. DS pada segmen Ring Road Utara Maguwoharjo – Jalan Anggrek.

Arah :

Yogya – Solo = 1,157 Solo – Yogya = 1,490

b. DS pada Segmen Jalan Anggrek – Jalan Solo Arah :

Yogya – Solo = 1,038 Solo – Yogya = 1,598

c. DS pada Segmen Jalan Solo – Gang GMB Arah :

Yogya – Solo = 1,063 Solo – Yogya = 1,671

Kecepatan Rata – Rata Kendaraan

a. Kecepatan rata - rata pada segmen Ring Road Utara Maguwoharjo – Jalan Anggrek.

Arah :

Yogya – Solo = 50,72 km/jam Solo – Yogya = 56,42 km/jam

b. Kecepatan rata - rata pada Segmen Jalan Anggrek – Jalan Solo

Arah :

Yogya – Solo = 53,14 km/jam Solo – Yogya = 57,59 km/jam

c. Kecepatan rata - rata pada Segmen Jalan Solo – Gang GMB

Arah :

Yogya – Solo = 57,62 km/jam Solo – Yogya = 54,07 km/jam

d. Kecepatan rata - rata pada Segmen Jalan Raya Berbah – Jalan Kalasan

Arah :

Yogya – Solo = 49,25 km/jam Solo – Yogya = 50,70 km/jam

(3)

e. Kecepatan rata - rata pada Segmen Jalan Kalasan – Jalan Piyungan Prambanan

Arah :

Yogya – Solo = 58,56 km/jam Solo – Yogya = 59,37 km/jam

2. Berdasarkan Undang – Undang No. 38 Tahun 2004 terdapat empat persyaratan untuk jalan arteri primer. Empat persyaratan tersebut adalah pelayanan terhadap angkutan utama, perjalanan jarak jauh, kecepatan tinggi, dan jalan masuk dibatasi. Berikut adalah hasil analisis kelima segmen ruas jalan terhadap keempat persyaratan tersebut.

a. Segmen 1

Untuk segmen 1 terdapat tiga persyaratan yang memenuhi, dan satu persyaratan tidak memenuhi, yaitu pada segmen 1 kecepatan kendaraan tidak tinggi yaitu 50,72 km/jam untuk ke arah Solo dan 56,42 km/jam kea rah Yogya.

b. Segmen 2

Untuk segmen 2 t erdapat dua persyaratan yang memenuhi, dan dua persyaratan tidak memenuhi, yaitu pada segmen 2 kecepatan kendaraan tidak tinggi yaitu 53,14 km/jam untuk ke arah Solo dan 57,59 km/jam ke arah Yogya. Pada segmen 2 terdapat banyak jalan masuk, jalan masuk berupa jalan perkampungan dan perumahan. Sehingga untuk ruas ini jalan masuk tidak dibatasi.

c. Segmen 3

Untuk segmen 3 t erdapat dua persyaratan yang memenuhi, dan dua persyaratan tidak memenuhi, yaitu pada segmen 2 kecepatan kendaraan tidak tinggi yaitu 57,62 km/jam untuk ke arah Solo dan 54,07 km/jam ke arah Yogya. Pada segmen 3 terdapat banyak jalan masuk, jalan masuk berupa jalan perkampungan,perumahan, dan jalan menuju daerah

(4)

cangkringan. Sehingga untuk ruas ini jalan masuk tidak dibatasi.

d. Segmen 4

Untuk segmen 4 terdapat tiga persyaratan yang memenuhi, dan satu persyaratan tidak memenuhi, yaitu pada segmen 4 kecepatan kendaraan tidak tinggi yaitu 49,2 km/jam untuk ke arah Solo dan 50,70 km/jam kea rah Yogya.

e. Segmen 5

Untuk segmen 5 terdapat tiga persyaratan yang memenuhi, dan satu persyaratan tidak memenuhi, yaitu pada segmen 5 kecepatan kendaraan tidak tinggi yaitu 58,56 km/jam untuk ke arah Solo dan 59,37 km/jam kea rah Yogya.

3. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.34 Tahun 2006 terdapat enam persyaratan untuk jalan arteri primer. Enam persyaratan tersebut adalah kecepatan kendaraan 60 km/jam,lebar badan jalan 11 m, lalu lintas jarak jauh tidak terganggu, jalan masuk dibatasi, adanya pengaturan pada persimpangan, danjalan tidak boleh terputus ketika masuk kota dan kawasan pengembangan perkotaan. Berikut adalah hasil analisis kelima segmen ruas jalan terhadap ke enam persyaratan tersebut.

a. Segmen 1

Untuk segmen 1 t erdapat empat persyaratan yang memenuhi, dan dua persyaratan tidak memenuhi, yaitu pada segmen 1 kecepatan kendaraan tidak tinggi yaitu 50,72 km/jam untuk ke arah Solo dan 56,42 km/jam ke arah Yogya, hal ini tidak memenuhi untuk persyaratan jalan arteri primer yaitu minimal kecepatan 60 km/jam. Pada ruas jalan ini lalu lintas jarak jauh sangat terganggu oleh lalu lintas lokal yaitu dapat dilihat banyaknya jumlah bangunan yang menghadap ke jalan.

(5)

Untuk segmen 2 t erdapat empat persyaratan yang memenuhi, dan dua persyaratan tidak memenuhi, yaitu pada segmen 2 kecepatan kendaraan tidak tinggi yaitu 53,14 km/jam untuk ke arah Solo dan 57,59 km/jam ke arah Yogya, hal ini tidak memenuhi untuk persyaratan jalan arteri primer yaitu minimal kecepatan 60 km/jam. Pada ruas jalan ini lalu lintas jarak jauh sangat terganggu oleh lalu lintas lokal yaitu dapat dilihat banyaknya jumlah bangunan yang menghadap ke jalan.

c. Segmen 3

Untuk segmen 3 t erdapat empat persyaratan yang memenuhi, dan dua persyaratan tidak memenuhi, yaitu pada segmen 3 kecepatan kendaraan tidak tinggi yaitu 57,62 km/jam untuk ke arah Solo dan 54,07 km/jam ke arah Yogya, hal ini tidak memenuhi untuk persyaratan jalan arteri primer yaitu minimal kecepatan 60 km/jam. Pada ruas jalan ini lalu lintas jarak jauh sangat terganggu oleh lalu lintas lokal yaitu dapat dilihat banyaknya jumlah bangunan yang menghadap ke jalan.

d. Segmen 4

Untuk segmen 4 t erdapat empat persyaratan yang memenuhi, dan dua persyaratan tidak memenuhi, yaitu pada segmen 4 kecepatan kendaraan tidak tinggi yaitu 49,25 km/jam untuk ke arah Solo dan 50,70 km/jam ke arah Yogya, hal ini tidak memenuhi untuk persyaratan jalan arteri primer yaitu minimal kecepatan 60 km/jam. Pada ruas jalan ini lalu lintas jarak jauh sangat terganggu oleh lalu lintas lokal yaitu dapat dilihat banyaknya jumlah bangunan yang menghadap ke jalan.

e. Segmen 5

Untuk segmen 5 terdapat empat persyaratan yang memenuhi, dan dua persyaratan tidak memenuhi, yaitu pada segmen 5 kecepatan kendaraan tidak tinggi yaitu 59,37 km/jam untuk ke arah Solo dan 58,56 km/jam ke arah Yogya, hal ini tidak memenuhi untuk persyaratan

(6)

jalan arteri primer yaitu minimal kecepatan 60 km/jam. Pada ruas jalan ini lalu lintas jarak jauh sangat terganggu oleh lalu lintas lokal yaitu dapat dilihat banyaknya jumlah bangunan yang menghadap ke jalan.

4. Berdasarkan Keputusan menteri No.14 Tahun 2006 a. Segmen 1

Arah Yogya – Solo, yaitu kelas E Arah Solo – Yogya, yaitu kelas C b. Segmen 2

Arah Yogya – Solo, yaitu kelas D Arah Solo – Yogya, yaitu kelas C c. Segmen 3

Arah Yogya – Solo, yaitu kelas C Arah Solo – Yogya, yaitu kelas E d. Segmen 4

Arah Yogya – Solo, yaitu kelas E Arah Solo – Yogya, yaitu kelas C Arah Yogya, yaitu kelas E e. Segmen 5

Arah Yogya – Solo, yaitu kelas C Arah Solo – Yogya, yaitu kelas C

5. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Pekerjaan Umum No.19 Tahun 2011 terdapat persyaratan tentang derajat kejenuhan untuk jalan arteri primer yaitu DS ≤ 0,85. Berikut adalah hasil dari analisis.

a. DS segmen 1 unt uk ruas jalan ke arah Solo tidak memenuhi syarat, yaitu sebesar 1,174. Sedangkan ruas jalan ke arah Yogya memenuhi sy arat yaitu sebesar 0,737.

b. DS segmen 2 unt uk ruas jalan ke arah Solo memenuhi syarat, yaitu sebesar 0,819. Sedangkan ruas jalan ke arah Yogya memenuhi syarat yaitu sebesar 0,608.

(7)

c. DS segmen 3 untuk ruas jalan ke arah Solo memenuhi syarat, yaitu sebesar 0,556. Sedangkan ruas jalan ke arah Yogya memenuhi syarat yaitu sebesar 0,931.

d. DS segmen 4 untuk ruas jalan ke arah Solo (Frontage Road) tidak memenuhi syarat, yaitu sebesar 1,163. Sedangkan ruas jalan ke arah Yogya (Frontage Road) tidak memenuhi sy arat yaitu sebesar 1,192. Dan ruas jalan arah Yogya – Solo memenuhi syarat yaitu sebesar 0,681.

e. DS segmen 5 untuk ruas jalan ke arah Solo memenuhi syarat, yaitu sebesar 0,487. Sedangkan ruas jalan ke arah Yogya memenuhi syarat yaitu sebesar 0,510.

6.2 Saran

1. Perlu adanya tindakan dari pemerintah Kota Yogyakarta untuk menangani permasalahan ini, agar ruas jalan ini berfungsi dengan semestinya yaitu sebagai jalan arteri primer

2. Perlu adanya pembatasan U-Turn pada ruas untuk segmen 2 dan segmen 3 karena dapat menyebabkan panjang antrian apabila kendaraan putar balik. Dan perlu adanya pelebaran U-Turn.

3. Perlu adanya pelebaran pada ruas jalan Raya Yogya – Solo. Setlah dianalisis, ternyata Ds yang dihasilkan setelah adanya pelebaran jalan kurang dari satu.

4. Perlu adanya pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum. Dan memperbaiki fasilitas angkutan umum seperti faslitas trans jogja.

Referensi

Dokumen terkait

Terbentuknya sektor swasta yang khusus bergerak di bidang penguatan brand dengan bekerja sama dengan pihak pemerintah dan masyarakat, khususnya UMKM untuk membuat

Pengelolaan sumberdaya perikanan di Karimunjawa dilakukan oleh beberapa pihak yaitu Balai Taman Nasional Karimunjawa, Pemerintah Desa yang bekerjasama dengan

Hishshah ( ) adalah tenggang waktu atau jarak yang harus dipertimbangkan dari kedudukan benda langit ke benda langit lainnya, yakni busur pada falak Bulan

Berdasarkan hasil analisis konsep yang di gunakan adalah Mixed Use Development yaitu suatu pengembangan kawasan yang terdiri dari baik itu produk perkantoran, tempat

Bentuk kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pengetahuan matematis pada materi bentuk pangkat dan akar di kelas X Negeri 4 Singkawang yaitu fakta (kesulitan dalam mengenal

 Faktor normative susceptibility, value consciousness, dan collectivism terbukti tidak memiliki pengaruh terhadap attitude toward purchasing behavior dan attitude

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh SBIS, PUAS dan pembiayaan bank syariah dalam mekasnisme transmisi moneter terhadap sektor riil dengan menggunakan

Oleh karena itu perlunya pembahasan yang terperinci mengenai sifat fisik dan sifat kimia pelarut organik, jenis-jenis pelarut organik, sumber pelarut organik, kegunaan pelarut