.ffi" A,4.,A. Pada hari ini Kamis tanggalima bulan April, tahun dua ribu dua belas, bertempat di Jakarta, yang bdrtanda-tangan di bawah ini:

Teks penuh

(1)

A ,4. ,A.

.ffi"

KESEPAKATAN BERSAMA

ANTARA

INSPEKTORAT JENDERAL

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DENGAN

JAKSA AGUNG MUDA BIDANG TINDAK PIDANA KHUSUS

KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR: KEP-70/|J/2012

NOMOR: KEP-01 /F/F JP /,042012 TENTANG

KOORDINASI DAN KERJA SAMA DALAM PENEGAKAN HUKUM

TINDAK PIDANA KORUPSI

Pada hari ini Kamis tanggal lima bulan April, tahun dua ribu dua belas, bertempat di Jakarta, yang bdrtanda-tangan di bawah ini:

1. V. SONNY LOHO selaku lnspektur Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia Republik Indonesia, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia, berkedudukan dan beralamat di Jalan Dr. Wahidin Nomor 1, Jakarta Pusat 10710, selanjutnya disebut PTHAK PERTAMA.

2. D. ANDHI NIRWANTO selaku Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Republik Indonesia, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidand Khusus Kejaksaan Republik Indonesia, berkedudukan dan beralamat di Jalan Sultan Hasanudin Nomor 1, Jakarta Selatan 12160, selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, secara bersama-sama selanjutnya disebut PARA P I H A K .

(2)

PARA PIHAK terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:

a. bahwa lnspektorat Jenderal merupakan unit kerja Kementerian Keuangan Republik lndonesia yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia;

b. bahwa Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus melaksanakan tugas dan wewenang serta fungsi kejaksaan di bidang yustisial mengenaitindak pidana khusus; c. bahwa Kementerian Keuangan Republik lndonesia dan Kejaksaan Republik Indonesia

sebelumnya telah saling mengikatkan diri dalam Kesepahaman Bersama Antara Kementerian Keuangan Republik lndonesia Republik Indonesia Dengan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor MoU-2/MK.0112012 tanggal 5 April 2012 dan Nomor KEP-053/A/JA/0412012 tanggal 5 April 2012 tentang Koordinasi Dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi; dan

d. bahwa pelaksanaan Kesepahaman Bersam'a sebagaimana dimaksud pada huruf c, ditindaklanjutidengan Kesepakatan Bersama antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan.

Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 3209);

2, Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3258) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah. Nomor 27 Tahun 1983 tentang

Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2010 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia N o m o r 5 1 4 5 ) ;

Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Keuangan Republik lndonesia.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia.

5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.0'112010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan Republik Indonesia,

J .

(3)

0. Perd.Lmqr itnksa Agr,tr€ ReflSfik lrdonesia Nlonmr FE$P.+ffiWAt/J ^l0ilfffiifi Terfrris

/1rr-1ig,rr1'gfp - 7rr+ v- ' ,'". 'lksaan Republik Indonesia.

L," :rk;in hl' ,,i;t rii atas, PARA PIHAK sepakat untuk membuat Kesepakatan

Ber:: .t guna rr r\an cJan/atau mengoptimalkan pelaksanaan tugas penegakan

h u f , l r e n Q a n i ' i . r , r q s l 5 a t ' * u , '

BAB I

MAKSUD DAN TUJUAN

Pasal 1

MaksLrd Kesepakatan Ber:;,::,',"r i6'adalah untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama

PARA PIHAK dalam penl' , ran permasalahan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh

pejabaVeks-pejabat dan pr, '.li/eks-pegawai Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Pasal 2

Tujuan Kesepakatan Bersama ini adalah untuk rnewujudkan pelaksanaan tugas dan fungsi

PARA PIHAK yang bebas darikolusi, korupsidan nepotisme.

BAB II

RUANG LINGKUP

Pasal 3

Ruang lingkup dalam Kesepakatan Bersama inimeliputi:

a. tindak lanjut hasil audit investigasi PIHAK PERTAMA terhadap pejabaVeks-pejabat dan pegawai/eks-pegawai Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang berindikasi melakukan tindak pidana korupsi;

b. kerjasama penegakan hukum terkait dugaan terjadinya tindak pidana korups! yang dilakukan oleh pejabaUeks-pejabat dan pegawai/eks-pegawai Kementerian Keuangan Republik Indonesia;

c, koordinasi dalam pelaksanaan audit investigasi oleh PIHAK PERTAMA atas dugaan penyimpangan yang terjadi di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia: d a n

(4)

BAB III

PELAKSANAAN Pasal 4

Tindak lanjut hasil audit investigasi PIHAK PERTAMA terhadap pejabaUeks-pejabat dan pegawai/eks-pegawai Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang berindikasi melakukan tindak pidana korupsi dilaksanakan sebagai berikut:

a. PIHAK PERTAMA dalam melakukan audit investigasi atas dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh pejabaUeks-pejabat dan pegawai/eks.pegawai Kementerian Keuangan Republik Indonesia menemukan indikasitindak pidana korupsi, maka PIHAK PERTAMA melimpahkan hasil audit investigasidimaksud kepada PIHAK KEDUA. b. Apabila PIHAK KEDUA melakukan proses hukum terhadap pejabaUeks-pejabat dan

pegawai/eks-pegawai Kementerian Keuangan Republik Indonesia, maka hal tersebut diinformasikan kepada PIHAK PERTAMA.

Pasal 5

Kerjasama penegakan hukum terkait dugaan terjadinya tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pejabaUeks-pejabat dan pegawai/eks-pegawai Kementerian Keuangan Republik Indonesia dilaksanakan sebagai berikut:

a. Apabila PIHAK KEDUA melakukan proses hukum terhadap pejabaVeks-pejabat dan pegawai/eks-pegawai Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang ditindaklanjuti dengan permintaan keterangan, maka PIHAK KEDUA menyampaikan bantuan permintaan keterangan dimaksud kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan/atau pimpinan unit eselon I terkait dengan tembusan kepada

PIHAK PERTAMA

b. PIHAK PERTAMA dapat memberikan dukungan keahlian teknis dalam penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pejabaUeks-pejabat dan pegawai/eks-pegawai Kementerian Keuangan Repub[ik lndonesia,

c. Atas permintaan PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA dapat memberikan informasi tentang perkembangan tahap penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pejabat/eks-pejabat dan pegawai/eks-pegawai Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

d. Apabila PIHAK KEDUA dalam melakukan proses hukum atas dugaan tindak pidana korupsi dan/atau menerima laporan pengaduan masyarakat yang berindikasi

(5)

pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh pejabat dan/atau pegawai Kementerian Keuangan Republik lndonesia, maka hal tersebut diinformasikan kepada PIHAK PERTAMA.

Pasal 6

Koordinasi dalam pelaksanaan audit investigasi oleh PIHAK PERTAMA atas dugaan penyimpangan yang terjadi di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dilaksanakan'sebagai berikut:

a. Apabila PARA PTHAK menerima laporan pengaduan masyarakat yang berindikasi tindak pidana korupsi dan/atau pelanggaran disiplin, PARA PIHAK dapat melakukan koordinasi guna memperlancar pelaksanaan tugas dan fungsi masing.masing pihak. b. Untuk meningkatkan kemampuan PARA PIHAK dalam penegakan hukum di bidang

tindak pidana korupsi dan pengawasan intern, dapat dilakukan bimbingan teknis yang pelaksanaannya diusulkan oleh PARA PIHAK.

BAB IV

FORUM KOMUNIKASI

Pasal 7

(1) Dalam rangka mengefektifkan pelaksanaan kesepakatan bersama ini, PARA PIHAK dapat membentuk Forum Komunikasi.

{2) Forum Komunikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Pejabat Pengarah, Pejabat Pengendali Kegiatan Operasional, dan Pejabat Penghubung yang ditunjuk masing-masing pihak.

(3) Pejabat Pengarah sebagaimana dimaksud pada ayat (2), yaitu Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Repubtik Indonesia dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

(4) Pejabat Pengendali Kegiatan Operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yaitu Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus dan Inspektur Bidang lnvestigasi pada lnspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

(5) Pejabat Penghubung sebagaimana dimaksud pada ayat (2), yaitu Koordinator Kelompok Inspektorat Bidang Investigasi pada InspeKorat Jenderal Kementerian

(6)

Keuangan Republik Indonesia dan Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Khusus

Lainnya pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.

BAB V BIAYA Pasal 8

Segala biaya yang diperlukan untuk kegiatan koordinasi, sosialisasi, dan bimbingan teknis ditanggung oleh masing-masing pihak yang menyelenggarakan, kecuali ditentukan lain sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

BAB VI

MASA BERLAKU

Pasal 9

(1) Kesepakatan Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan efektif terhitung sejak tanggal ditandatangani.

(2) Kesepakatan Bersama ini dapat diakhiri sebelum jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dengan ketentuan para pihak yang mengakhiri wajib memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum dilakukan pengakhiran.

(3) Kesepakatan Bersama ini batal dengan sendirinya apabila terdapat ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau kebijakan Pemerintah yang tidak memungkinkan Kesepakatan Bersama ini diberlakukan.

BAB VII

KETENTUAN LAIN.LAIN

Pasal 10

Setiap permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan Kesepakatan Bersama

ini akan diselesaikan oleh PARA PIHAK secara musyawarah.

(7)

Pasal 11

Hal-hal yang belum diatur dalam Kesepakatan Bersama ini, akan diatur lebih lanjut atas persetujuan PARA PIHAK serta dituangkan dalam bentuk amandemen Kesepakatan Bersama yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Kesepakatan Bersama i n i .

BAB VII Penutup Pasal 12

Kesepakatan Bersama ini dibuat dan ditandatangani pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas, dalam rangkap 2 (dua) asli, masing-masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama setelah ditandatangani para pihak.

Demikian Kesepakatan Bersama ini dibuat dengan semangat kerjasama yang baik untuk dipatuhi dan dilaksanakan para pihak.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :