• Tidak ada hasil yang ditemukan

Optimasi Jumlah Unit Rumah Tiap Tipe Pada Perumahan Green Hill Gresik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Optimasi Jumlah Unit Rumah Tiap Tipe Pada Perumahan Green Hill Gresik"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Abstrak— Developer perlu mempertimbangkan kuantitas

unit rumah yang dibangun, sehingga investasi yang ditanamkan bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal. Dalam menentukan kuantitas unit rumah, developer perlu mempertimbangkan beberapa batasan yang ada. Batasan-batasan tersebut antara lain daya beli dan minat beli masyarakat, luas lahan, biaya produksi, dan sebagainya. Tugas akhir ini bertujuan untuk memperoleh jumlah unit rumah tiap tipe yang paling optimum, yang memberikan pendapatan yang paling maksimum.

Studi kasus yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah Perumahan Green Hill Gresik. Optimasi diperoleh melalui riset operasi dengan metode linear programming. Terdapat 3 (tiga) komponen yang harus diperhatikan dalam metode linear programming, yaitu fungsi tujuan, variabel keputusan, dan batasan atau kendala. Sebagai fungsi tujuan adalah memaksimumkan pendapatan dari hasil penjualan unit rumah tiap tipe rumah. Sebagai variabel keputusan adalah tipe-tipe rumah yang ada dalam perumahan tersebut. Dan sebagai batasan atau kendala adalah kapasitas lahan, konsep hunian berimbang, kemampuan beli masyarakat, minat beli masyarakat, dan biaya produksi yang dikeluarkan.

Dari hasil optimasi diperoleh jumlah rumah masing-masing tipe yang paling optimum adalah rumah tipe 30/72 sebanyak 95 unit, tipe 38/78 sebanyak 189 unit, tipe 45/91 sebanyak 142 unit, tipe 51/91 sebanyak 126 unit, tipe 53/96 sebanyak 95 unit, tipe 62/112 sebanyak 79 unit, dan tipe 72/105 sebanyak 63 unit. Pendapatan yang diperoleh dari optimasi jumlah unit rumah tersebut adalah Rp Rp198.394.000.000,00.

Kata Kunci— Linear Programming, Optimasi, Perumahan

Green Hill Gresik.

I. PENDAHULUAN

ertumbuhan jumlah penduduk yang diiringi dengan bertambahnya jumlah rumah tangga, mengakibatkan penyediaan lahan untuk pemukiman akan semakin banyak. Mendapatkan hunian yang nyaman dan desain yang baik menjadi idaman setiap keluarga. Hal tersebut merupakan peluang bagi para pengembang atau developer untuk membuka lahan perumahan.

Developer perlu mempertimbangkan kualitas dan kuantitas rumah yang dibangun agar sesuai dengan tingkat daya beli dan kebutuhan masyarakat sekitarnya, sehingga investasi yang ditanamkan bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal. Permasalahannya, jika kualitas bangunan tidak baik, maka tingkat minat beli masyarakat akan rendah. Harga jual rumah harus sebanding dengan kualitas bangunan yang ditawarkan. Begitu juga dengan kuantitas rumah, apabila kuantitas rumah yang akan dibangun lebih besar daripada kemampuan tingkat daya beli masyarakat, secara tidak langsung akan ada rumah yang tidak terjual.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengembang agar komposisi jumlah rumah tiap tipe bisa dioptimalkan. Pengembang perlu melakukan suatu analisa untuk menentukan jumlah unit rumah yang akan ditawarkan kepada masyarakat.

Riset operasi adalah metode untuk memformulasikan dan merumuskan permasalahan sehari-hari baik mengenai bisnis, ekonomi, sosial maupun bidang lainnya ke dalam pemodelan matematis untuk mendapatkan solusi yang optimal. Program linear adalah salah satu model matematika yang digunakan untuk menyelesaikan masalah optimisasi, yaitu memaksimumkan atau meminimumkan fungsi tujuan yang bergantung pada sejumlah variabel maupun batasannya. Dari permasalahan di atas, muncul pemikiran untuk mendapatkan optimasi jumlah unit rumah untuk masing-masing tipe pada proyek perumahan Green Hill Gesik, Jawa Timur. Tipe rumah yang ditawarkan adalah 30/72, 38/78, 45/91, 51/91, 53/96, 62/112 dan 72/105. Untuk memperoleh optimasi perbandingan tersebut maka perlu dilakukan riset operasi untuk mencari pemecahan masalah tersebut dengan memperhitungkan batasan-batasan yang ada. Batasan tersebut antara lain yaitu tingkat penghasilan masyarakat, minat beli masyarakat, luas lahan yang ada, biaya pembangunan tiap rumah dan lain sebagainya dengan menganalisa kondisi yang ada di proyek tersebut sehingga diperoleh pendapatan optimum.

II. URAIAN PENELITIAN A. Konsep Penelitian

Dalam penelitian ini konsep penelitiannya adalah mengoptimalkan perbandingan jumlah unit rumah berbagai tipe yang berorientasi pada mengidentifikasi permasalahan, peluang, dan kendala-kendala atau batasan-batasan agar hasil yang diperoleh nantinya bisa seoptimal mungkin. B. Alur dan Proses Penelitian Tugas Akhir

1. Studi Literatur dan Lapangan

Objek Penelitian dalam proposal tugas akhir ini adalah Perumahan Green Hill Gresik. Perumahan ini dibangun pada lahan seluas 117.477 m2dengan 803 unit rumah berdasarkan

site plan yang ada. 2. Pengumpulan data

a. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber data. Dalam hal ini adalah melalui survey lapangan dengan kuesioner dan wawancara.

Optimasi Jumlah Unit Rumah Tiap Tipe Pada

Perumahan Green Hill Gresik

Fidyanah Ashri, Yusroniya Eka Putri, Retno Indryani

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111

E-mail: [email protected], [email protected]

(2)

b. Data Sekunder

a. Denah lokasi dan site plan. b. Luas lahan.

c. Harga Jual rumah masing-masing tipe. d. Perkiraan besarnya angsuran.

e. Data kebutuhan masyarakat akan rumah dari kantor Badan Pusat Statistik (BPS) daerah Gresik.

f. Gambar dan harga pembangunan tiap tipe rumah. g. Spesifikasi teknis rumah.

h. Peraturan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman. i. Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Republik

Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Pemukiman dengan Hunian Berimbang.

3. Responden Penelitian

Kuesioner ini digunakan untuk mengetahui kemampuan dan minat beli masyarakat Gresik terhadap perumahan yang ditinjau yaitu perumahan Green Hill Gresik. Malhotra (1993) memberikan panduan untuk ukuran sampel yang diambil dapat ditentukan dengan cara mengalikan jumlah variabel dengan 5, atau 5x jumlah variabel. Dalam penelitian ini jumlah variabel yang ada adalah 7 variabel, maka jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 35 sampel. Agar mencegah terjadinya kesalahan dalam mengisi kuesioner, jumlah kuesioner yang digunakan digenapkan menjadi 50 sampel.

4. Model Penelitian

Pemodelan merupakan gambaran situasi dari sistem tertentu yang digambarkan dalam persamaan matematis yang didasarkan pada penggambaran keadaan nyata di lapangan sebagai batasannya sehingga dihasilkan suatu model yang diharapkan. Metode dalam penelitian ini terdiri atas 3 komponen, yaitu variabel pemodelan, tujuan pemodelan, dan identifikasi kendala atau batasan pemodelan.

a. Variabel Pemodelan

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tipe-tipe rumah yang akan dijual atau dibangun pada perumahan Green Hill Gresik. Variabel pemodelannya adalah tipe rumah 30/72, 38/78, 45/91, 51/91, 53/96, 62/112 dan 72/105.

b. Tujuan Pemodelan

Tujuan pemodelan dalam penelitian ini adalah memaksimumkan pendapatan yang didapat dari variabel beberapa tipe rumah yang ada dikalikan dengan harga jual tiap tipe rumah itu sendiri.

c. Identifikasi Awal Batasan Pemodelan dari Literatur Terkait

Identifikasi awal dalam menentukan batasan pemodelan berdasarkan literatur terkait dalam menentukan optimasi penentuan jumlah unit tiap tipe rumah pada Perumahan Green Hill Gresik.

5. Metode Analisis

Setelah ditentukan tujuan pemodelan, variabel pemodelan, dan mengidentifikasi kendala atau batasan yang ada di proyek tersebut, untuk memperoleh optimasi jumlah unit rumah tiap tipe perlu dilakukan riset operasi dengan metode linear programming dari pemodelan yang sudah ditentukan. Untuk mempermudah dan mempercepat proses analisa, digunakan program bantu Quantity Method (QM) for Windows. Hasil yang akan diperoleh yaitu jumlah tiap tipe

rumah dan pendapatan yang optimum. Setelah didapatkan hasil optimasi tersebut, akan dilakukan pembahasan dari segi perbandingan integer programming dan analisa sensitivitasnya.

III. ANALISA DAN PEMBAHASAN A. Data Perumahan dan Developer

Nama Perumahan : Perumahan Green Hill Gresik Lokasi : Desa Sekar Kurung, Gresik Pemilik : PT. Graha Agung Kencana Group Tipe rumah : tipe 30/72, 38/78, 45/84, 51/84, 53/96,

62/112, dan 72/105 Luas Lahan : 117.477 m2

Jumlah Unit : 803 unit

Tabel 1. Daftar Harga Jual Tiap Tipe Rumah No. Type Harga Jual 1 30/72 Rp 147,315,000.00 2 38/78 Rp 208,557,500.00 3 45/91 Rp 258,222,500.00 4 51/91 Rp 274,591,250.00 5 53/96 Rp 275,597,500.00 6 62/112 Rp 321,885,000.00 7 72/105 Rp 353,495,000.00

Sumber : Perumahan Green Hill Gresik

B. Biaya Produksi Rumah

Biaya produksi yang dikeluarkan untuk satu unit rumah tiap tipe terdiri atas biaya harga tanah, pengurugan tanah setebat 30 cm, biaya IMB, biaya PLN, biaya PDAM, biaya pembuatan akses jalan, biaya pembuatan saluran, biaya pembangunan konstruksi rumah dan biaya fasilitas umum. Nilai setiap harga satuan biaya diperoleh dari hasil wawancara dan survey langsung ke pihak developer.

Tabel 2. Biaya Produksi Rumah Tipe 30/72

No Jenis Biaya Vol Sat Harga Satuan Jumlah

1 Biaya harga Tanah

- Harga Tanah 72 m2 Rp 300,000.00 Rp 21,600,000.00 - Pengurugan tanah setebal 30 cm 21.6 m3 Rp 130,000.00 Rp 2,808,000.00 2 Biaya IMB 1 ls Rp 1,000,000.00 Rp 1,000,000.00 3 Biaya PLN 1 ls Rp 1,500,000.00 Rp 1,500,000.00 4 Biaya PDAM 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00 5 Biaya pembuatan akses jalan (ROW=7m) 42 m2 Rp 55,000.00 Rp 2,310,000.00 6 Biaya pembuatan saluran 6 m' Rp 350,000.00 Rp 2,100,000.00 7 Biaya pembangunan konstruksi rumah 30 m2 Rp 1,350,000.00 Rp 40,500,000.00 8 Biaya Fasilitas Umum 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00

8,685,000.00

Rp Rp 75,818,000.00 TOTAL BIAYA PRODUKSI

Tabel 3. Biaya Produksi Rumah Tipe 38/78

No Jenis Biaya Vol Sat Harga Satuan Jumlah

1 Biaya harga Tanah

- Harga Tanah 78 m2 Rp 300,000.00 Rp 23,400,000.00 - Pengurugan tanah setebal 30 cm 23.4 m3 Rp 130,000.00 Rp 3,042,000.00 2 Biaya IMB 1 ls Rp 1,250,000.00 Rp 1,250,000.00 3 Biaya PLN 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00 4 Biaya PDAM 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00 5 Biaya pembuatan akses jalan (ROW=7m) 42 m2 Rp 55,000.00 Rp 2,310,000.00 6 Biaya pembuatan saluran 6 m' Rp 350,000.00 Rp 2,100,000.00 7 Biaya pembangunan konstruksi rumah 38 m2 Rp 1,850,000.00 Rp 70,300,000.00 8 Biaya Fasilitas Umum 1 ls Rp 3,000,000.00 Rp 3,000,000.00

10,935,000.00

Rp Rp 109,402,000.00 TOTAL BIAYA PRODUKSI

Tabel 4. Biaya Produksi Rumah Tipe 45/91

No Jenis Biaya Vol Sat Harga Satuan Jumlah

1 Biaya harga Tanah

- Harga Tanah 91 m2 Rp 300,000.00 Rp 27,300,000.00 - Pengurugan tanah setebal 30 cm 27.3 m3 Rp 130,000.00 Rp 3,549,000.00 2 Biaya IMB 1 ls Rp 1,250,000.00 Rp 1,250,000.00 3 Biaya PLN 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00 4 Biaya PDAM 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00 5 Biaya pembuatan akses jalan (ROW=8m) 56 m2 Rp 55,000.00 Rp 3,080,000.00 6 Biaya pembuatan saluran 7 m' Rp 350,000.00 Rp 2,450,000.00 7 Biaya pembangunan konstruksi rumah 45 m2 Rp 1,850,000.00 Rp 83,250,000.00 8 Biaya Fasilitas Umum 1 ls Rp 3,000,000.00 Rp 3,000,000.00

10,935,000.00

Rp Rp 127,879,000.00 TOTAL BIAYA PRODUKSI

(3)

Tabel 5. Biaya Produksi Rumah Tipe 51/91

No Jenis Biaya Vol Sat Harga Satuan Jumlah

1 Biaya harga Tanah

- Harga Tanah 91 m2 Rp 300,000.00 Rp 27,300,000.00 - Pengurugan tanah setebal 30 cm 27.3 m3 Rp 130,000.00 Rp 3,549,000.00 2 Biaya IMB 1 ls Rp 1,250,000.00 Rp 1,250,000.00 3 Biaya PLN 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00 4 Biaya PDAM 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00 5 Biaya pembuatan akses jalan (ROW=8m) 56 m2 Rp 55,000.00 Rp 3,080,000.00 6 Biaya pembuatan saluran 7 m' Rp 350,000.00 Rp 2,450,000.00 7 Biaya pembangunan konstruksi rumah 51 m2 Rp 1,850,000.00 Rp 94,350,000.00 8 Biaya Fasilitas Umum 1 ls Rp 3,000,000.00 Rp 3,000,000.00

10,935,000.00

Rp Rp 138,979,000.00 TOTAL BIAYA PRODUKSI

Tabel 6. Biaya Produksi Rumah Tipe 53/96

No Jenis Biaya Vol Sat Harga Satuan Jumlah

1 Biaya harga Tanah

- Harga Tanah 96 m2 Rp 300,000.00 Rp 28,800,000.00 - Pengurugan tanah setebal 30 cm 28.8 m3 Rp 130,000.00 Rp 3,744,000.00 2 Biaya IMB 1 ls Rp 1,250,000.00 Rp 1,250,000.00 3 Biaya PLN 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00 4 Biaya PDAM 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00 5 Biaya pembuatan akses jalan (ROW=8m) 64 m2 Rp 55,000.00 Rp 3,520,000.00 6 Biaya pembuatan saluran 8 m' Rp 350,000.00 Rp 2,800,000.00 7 Biaya pembangunan konstruksi rumah 53 m2 Rp 1,850,000.00 Rp 98,050,000.00 8 Biaya Fasilitas Umum 1 ls Rp 4,000,000.00 Rp 4,000,000.00

11,935,000.00

Rp Rp 146,164,000.00 TOTAL BIAYA PRODUKSI

Tabel 7. Biaya Produksi Rumah Tipe 62/112

No Jenis Biaya Vol Sat Harga Satuan Jumlah

1 Biaya harga Tanah

- Harga Tanah 112 m2 Rp 300,000.00 Rp 33,600,000.00 - Pengurugan tanah setebal 30 cm 33.6 m3 Rp 130,000.00 Rp 4,368,000.00 2 Biaya IMB 1 ls Rp 1,250,000.00 Rp 1,250,000.00 3 Biaya PLN 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00 4 Biaya PDAM 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00 5 Biaya pembuatan akses jalan (ROW=14m) 112 m2 Rp 55,000.00 Rp 6,160,000.00 6 Biaya pembuatan saluran 8 m' Rp 350,000.00 Rp 2,800,000.00 7 Biaya pembangunan konstruksi rumah 62 m2 Rp 1,850,000.00 Rp 114,700,000.00 8 Biaya Fasilitas Umum 1 ls Rp 5,000,000.00 Rp 5,000,000.00

12,935,000.00

Rp Rp 171,878,000.00 TOTAL BIAYA PRODUKSI

Tabel 8. Biaya Produksi Rumah Tipe 72/105

No Jenis Biaya Vol Sat Harga Satuan Jumlah

1 Biaya harga Tanah

- Harga Tanah 105 m2 Rp 300,000.00 Rp 31,500,000.00 - Pengurugan tanah setebal 30 cm 31.5 m3 Rp 130,000.00 Rp 4,095,000.00 2 Biaya IMB 1 ls Rp 1,250,000.00 Rp 1,250,000.00 3 Biaya PLN 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00 4 Biaya PDAM 1 ls Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00 5 Biaya pembuatan akses jalan (ROW=14m) 112 m2 Rp 55,000.00 Rp 6,160,000.00 6 Biaya pembuatan saluran 8 m' Rp 350,000.00 Rp 2,800,000.00 7 Biaya pembangunan konstruksi rumah 72 m2 Rp 2,450,000.00 Rp 176,400,000.00 8 Biaya Fasilitas Umum 1 ls Rp 5,000,000.00 Rp 5,000,000.00

13,535,000.00

Rp Rp 231,205,000.00 TOTAL BIAYA PRODUKSI

C. Analisa Hasil Kuesioner

Penyebaran kuesioner dan wawancara langsung dengan masyarakat dilakukan di dua lokasi yang berbeda. Lokasi pertama yaitu di perumahan Green Hill Gresik sendiri, dan lokasi yang kedua adalah Plaza Gresik.

a. Kemampuan Masyarakat Gresik Terhadap Suatu Tipe Rumah

Dari hasil kuesioner yang diberikan,untuk mendapatkan prosentase kemampuan masyarakat Gresik dalam membeli rumah dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 9. Prosentase Jumlah Kemampuan Masyarakat untuk Membeli Rumah

No RumahTipe Jumlah Prosentase

1 30/72 6 12% 2 38/78 14 28% 3 45/91 13 26% 4 51/91 5 10% 5 53/96 4 8% 6 62/112 5 10% 7 72/105 3 6% Jumlah 50 100%

b. Minat Masyarakat Gresik Terhadap Suatu tipe Rumah Hasil analisa kuesioner berdasarkan minat masyarakat terhadap tipe rumah dapat dilihat dari tabel berikut ini.

Tabel 10. Minat beli Masyarakat Gresik Terhadap Suatu Tipe Rumah No RumahTipe Jumlah Prosentase

1 30/72 6 12% 2 38/78 12 24% 3 45/91 9 18% 4 51/91 8 16% 5 53/96 6 12% 6 62/112 5 10% 7 72/105 4 8% Jumlah 50 100%

D. Pemodelan Persamaan Linear

Pemodelan adalah gambaran dari realita yang ada di lapangan dan dituangkan dalam persamaan-persamaan matematis. Semakin baik model yang digambarkan maka hasil yang diperoleh akan baik pula.

a. Tujuan Pemodelan

Untuk memudahkan, faktor penentu jumlah unit rumah akan dimisalkan dengan variabel X. Harga jual masing-masing tipe rumah dapat dilihan pada tabel 1 sehingga persamaan fungsi tujuannya adalah :

Z=147.315.000X1+208.557.500X2+258.222.500X3+274.59

1.250X4+275.597.500X5+321.885.000X6+353.495.000X7

b. Batasan Pemodelan

Batasan-batasan pemodelannya adalah sebagai berikut. 1. Kapasitas Lahan yang Ada

Batasan kapasitas lahan berhubungan dengan luas lahan yang tersedia dengan tipe-tipe rumah yang akan dibangun. Luas Wilayah peruntukkan untuk kavling efektif sebesar 60% dari luas total lahan yang ada yaitu 60% x 117.477 m2

= 70.486,20 m2. Tipe-tipe rumah yang akan dibangun adalah tipe 30/72, 38/78, 45/91, 51/91, 53/96, 62/112, dan 72/105.

Persamaan matematikanya adalah sebagai berikut : 72X1+ 78X2+ 91X3+ 91X4+ 96X5+ 112X6+ 105X7 ≤

70.486,20... (1) 2. Konsep Hunian Berimbang 1:2:3

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman,dijelaskan bahwa konsep hunian berimbang adalah dengan perbandingan rumah mewah, rumah menengah, dan rumah sederhana adalah 1 : 2: 3. Perumahan Green Hill Gresik ini terdiri dari tipe 30/72, 38/78, 45/84, 51/84, 53/96, 62/112, dan 72/105 dimana hanya ada 1 tipe menengah yaitu tipe 72/105 dan 6 tipe rumah sederhana. Tipe 30/72 dianggap masuk dalam katagori tipe rumah sederhana dikarenakan peraturan yang baru ini keluar sesudah tipe 30/72 direncanakan. Dalam kasus ini, tipe rumah mewah tidak ada dalam perumahan ini, maka konsep hunian berimbang yang diambil hanya perbandingan antara rumah menengah dan rumah sederhana. Perbandingan tipe menengah dan sederhana adalah 2:3.

Dengan perbandingan rumah sederhana (X1, X2, X3, X4,

X5, X6) dengan rumah menengah (X7) adalah 2:3, maka

komposisi persamaan matematika sebagai batasan pola konsep hunian berimbang adalah sebagai berikut :

2(X1+ X2+ X3+ X4+ X5+ X6) ≥ 3 X7... (2)

3. Kemampuan Masyarakat untuk Membeli Rumah

(4)

tingkat pendapatannya, cara pembelian dan lama angsuran yang diinginkan. Data tersebut diperoleh dari hasil kuesioner masyarakat Gresik dengan penghasilan minimal Rp 3.800.000,00 sesuai dengan salah satu persyaratan pengajuan KPR oleh pihak bank yaitu sebesar tiga kali perkiraan angsuran tiap tipe rumah perbulannya sesuai dengan jangka waktu pembayaran yang diajukan.

Perhitungan untuk jumlah rumah tangga sesuai dengan kemampuan masyarakat untuk membeli rumah adalah :

1. Tipe 30/72

Rumah tipe 30/72 = 12% x 54411 = 6529,32 rumah tangga

Jadi, Jumlah unit rumah tipe 30/72 maksimal yang dibangun adalah:

X1≤ 653... (3)

2. Tipe 38/78

Rumah tipe 38/78 = 28% x 18137 = 5078,36 rumah tangga

Jadi, Jumlah unit rumah tipe 38/78 maksimal yang dibangun adalah:

X2≤ 5079... (4)

3. Tipe 45/91

Rumah tipe 45/91 = 28% x 12091 = 3385,48 rumah tangga

Jadi, Jumlah unit rumah tipe 45/91 maksimal yang dibangun adalah:

X3≤ 3386... (5)

4. Tipe 51/91

Rumah tipe 45/91 = 10% x 6046 = 604,6 rumah tangga Jadi, Jumlah unit rumah tipe 51/91 maksimal yang dibangun adalah:

X4≤ 605... (6)

5. Tipe 53/96

Rumah tipe 53/96 = 8% x 6046 = 483,68 rumah tangga Jadi, Jumlah unit rumah tipe 53/96 maksimal yang dibangun adalah:

X5≤ 484... (7)

6. Tipe 62/112

Rumah tipe 62/112 = 10% x 3023 = 302,3 rumah tangga Jadi, Jumlah unit rumah tipe 62/112 maksimal yang dibangun adalah:

X6≤ 303... (8)

7. Tipe 72/105

Rumah tipe 72/105 = 6% x 3023 = 181,38 rumah tangga Jadi, Jumlah unit rumah tipe 72/105 maksimal yang dibangun adalah:

X7≤ 182... (9)

4. Minat Beli Masyarakat Terhadap Suatu Tipe Rumah Minat Beli masyarakat adalah keinginan masyarakat dalam membeli suatu tipe tertentu yang sudah ditetapkan oleh pihak pengembang atau developer sebagai acuan pembeli dalam menentukan minat yang diinginkan. Dari hasil kuesioner yang disebarkan,ada 2 pertanyaan yang diajukan yaitu mengenai fokus perhatian dan minat masyarakat dalam satu tipe rumah.

Persamaan matematikanya untuk minat beli masyarakat terhadap suatu tipe rumah pada perumahan Green Hill Gresik adalah sebagai berikut.

1. Tipe 30/72

Jumlah unit rumah yang dibangun tidak boleh lebih

banyak dari 12% dari total jumlah unit rumah.

0,88X1≤0,12(X2+X3+X4+X5+X6+X7)... (10)

2. Tipe 38/78

Jumlah unit rumah yang dibangun tidak boleh lebih banyak dari 24% dari total jumlah unit rumah.

0,76X2≤0,24(X1+X3+X4+X5+X6+X7)... (11)

3. Tipe 45/91

Jumlah unit rumah yang dibangun tidak boleh lebih banyak dari 18% dari total jumlah unit rumah.

0,82X3≤0,18(X1+X2+X4+X5+X6+X7)... (12)

4. Tipe 51/91

Jumlah unit rumah yang dibangun tidak boleh lebih banyak dari 16% dari total jumlah unit rumah.

0,84X4≤0,16(X1+X2+X3+X5+X6+X7)... (13)

5. Tipe 53/96

Jumlah unit rumah yang dibangun tidak boleh lebih banyak dari 12% dari total jumlah unit rumah.

0,88X5≤0,12(X1+X2+X3+X4+X6+X7)... (14)

6. Tipe 62/112

Jumlah unit rumah yang dibangun tidak boleh lebih banyak dari 10% dari total jumlah unit rumah.

0,90X6≤0,10(X1+X2+X3+X4+X5+X7)... (15)

7. Tipe 72/105

Jumlah unit rumah yang dibangun tidak boleh lebih banyak dari 8% dari total jumlah unit rumah.

0,92X7≤0,08(X1+X2+X3+X4+X5+X6)... (16)

5. Biaya Produksi yang Dikeluarkan Tiap Tipe Rumah Analisa batasan biaya produksi ini akan diuraikan berapa besarnya biaya produksi yang dikeluarkan untuk pembuatan satu unit rumah di tiap tipe rumah. Perhitungan dilakukan secara pendekatan biaya berdasarkan data yang diberikan pihak pengembang sebagai wacana proyek yang sedang dikembangkan. Modal yang diperoleh pihak pengembang adalah dari pinjaman di bank sebagai modal awal dan juga pencairan dana dari KPR yang diajukan oleh end user sebagai pembeli serta pembayaran uang muka. Pembangunan rumah dilakukan apabila end user telah melakukan realisasi kepada pihak bank. Dana pencairan KPR tersbebut rata-rata sekitar 60% dari nilai total perkiraan angsuran. Jadi, besar modal yang dimiliki oleh pihak pengembang adalah nilai pencairan dana KPR ditambah pembayaran uang muka untuk masing-masing tipe rumah per unit.

(-24.356.200X1)+(-32.417.100X2)+(-47.712.300X3)+

(-47.743.050X4)+(-41.242.300X5)+(-47.003.800 X6)+

(-9.171.600 X7) ≤ 0 ... (17)

E. Hasil Optimasi

Setelah dilakukan analisa optimasi penentuan jumlah unit rumah tiap tipe rumah dari batasan yang sudah dibuat, maka hasil analisa optimasi dengan menggunakan software QM ,berikut dapat dilihat hasil jumlah rumah tiap tipe rumah hasil optimasi yang dilakukan.

(5)

Tabel 11. Jumlah Rumah Tiap Tipe Rumah No Tipe Rumah Jumlah (unit)

1 30/72 94.5912 2 38/78 189.1824 3 45/91 141.8868 4 51/91 126.1216 5 53/96 94.5912 6 62/112 78.826 7 72/105 63.0608 788.26

Dari hasil pada tabel 11, jumlah tiap tipe rumah masih dalam angka desimal, maka perlu dilakukan pembulatan untuk jumlah masing-masing tipe rumah seperti terlihat pada tabel berikut ini.

Tabel 12. Jumlah Pendapatan Tiap Tipe Rumah Setelah Pembulatan

No RumahTipe Jumlah (unit) Harga Jual Pendapatan

1 30/72 95 Rp 147,315,000.00 Rp 13,994,925,000.00 2 38/78 189 Rp 208,557,500.00 Rp 39,417,367,500.00 3 45/91 142 Rp 258,222,500.00 Rp 36,667,595,000.00 4 51/91 126 Rp 274,591,250.00 Rp 34,598,497,500.00 5 53/96 95 Rp 275,597,500.00 Rp 26,181,762,500.00 6 62/112 79 Rp 321,885,000.00 Rp 25,428,915,000.00 7 72/105 63 Rp 353,495,000.00 Rp 22,270,185,000.00 789 Rp 198,559,247,500.00 IV. KESIMPULAN

Dari hasil analisis pada pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dari hasil optimasi dengan bantuan software QM diperoleh jumlah rumah masing-masing tipe yang paling optimum adalah rumah tipe 30/72 sebanyak 95 unit, tipe 38/78 sebanyak 189 unit, tipe 45/91 sebanyak 142 unit, tipe 51/91 sebanyak 126 unit, tipe 53/96 sebanyak 95 unit, tipe 62/112 sebanyak 79 unit, dan tipe 72/105 sebanyak 63 unit. Pendapatan optimum yang diperoleh dengan mengoptimalkan jumlah unit rumah tersebut adalah Rp198.394.000.000,00.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis Fidyanah Ashri mengucapkan terima kasih kepada ibu Yusroniya Eka Putri dan Ibu Retno Indryani selaku dosen pembmbing yang sudah memberikan waktu, pikiran, dan bimbingannya demi terselesainya tugas akhir ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah membantu proses penulisan tugas akhir ini baik moril maupun materiil.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Angga,dkk. 2010. Pengertian Rumah, Perumahan, dan Permukiman Beserta Fungsinya. http://www.docstoc.com/docs/49162964/pengertian-perumahan-dan-permukiman.

[2] Eliyani. Riset Operational Metode Grafis. Jakarta : Pusat Pengembangan Bahan Ajar UMB.

[3] Harapan, I.S. 2006. Penggunaan Metode Program Linier untuk

Optimasi Perbandingan Jumlah Unit Rumah Berbagai Tipe Studi Kasus Perumahan Griya Kencana Regency Tuban. Laporan Tugas

Akhir Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.

[4] J.Kakiay,Thomas. 2008. PEMROGRAMAN LINIER Metode dan

Problema. Yogyakarta:ANDI Yogyakarta.

[5] Nasendi,B.D. dan Anwar Affendi. 1985. Program Linear dan

Variasinya. Jakarta:PT.Gramedia.

[6] Nurmatias. Program Linear dengan Penyelesaian Metode Grafik. Jakarta : Pusat Pengembangan Bahan Ajar UMB.

[7] Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012. Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan

Pemukiman dengan Hunian Berimbang.

[8] Retnowati,Emi. 2011. Optimasi Penentuan Jumlah Unit Tipe Rumah

Berbagai Tipe Pada Perumahan Puspa Garden Sidoarjo.Laporan

Tugas Akhir Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.

[9] Sasongko, H. 2002. Optimasi Perbandingan Jumlah Unit Rumah

Berbagai Tipe Rumah pada Proyek Perumahan Puri Jepun Permai Tulungagung. Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Sipil, Institut

Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.

[10] Sudarsana, D.K. 2009. Optimalisasi Jumlah Tipe Rumah yang Akan

Dibangun dengan Metode Simpleks pada Proyek Pengembangan Perumahan. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil,Universitas Udayana,

Denpasar. Vol. 13, No. 2.

[11] Thohiron, Dion. 2012. Pengertian Perumahan. http://id.shvoong.com/social-sciences/2268537-pengertian-perumahan/

[12] Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011. Perumahan dan Kawasan

Gambar

Tabel 1. Daftar Harga Jual Tiap Tipe Rumah No. Type Harga Jual 1 30/72 Rp    147,315,000.00  2 38/78 Rp    208,557,500.00  3 45/91 Rp    258,222,500.00  4 51/91 Rp    274,591,250.00  5 53/96 Rp    275,597,500.00  6 62/112 Rp    321,885,000.00  7 72/105 Rp
Tabel 5. Biaya Produksi Rumah Tipe 51/91
Tabel 11. Jumlah Rumah Tiap Tipe Rumah No Tipe Rumah Jumlah

Referensi

Dokumen terkait

Dengan problem solving dan pemberian kegiatan membaca selain dapat memecahkan masalah dan memiliki pengetahuan awal, siswa juga diharapkan dapat termotivasi untuk

o Anggota aktif yang memenuhi pelatihan materi hanya 48-58% dan praktik hanya 58-68% dari total kurikulum yang telah disusun di setiap semester dan tidak mengikuti

Hayon Insani Mata pelajaran yang diasuh , Pangkat, III/a.  Lama bertugas ,7 th,   Alamat, Desa Pante Ceureumen  Kecamatan pante Ceureumen  Kabupaten Aceh Barat

Memiliki pengetahuan Prinsip-prinsip Bahasa Pemrograman, sehingga mampu merancang dan mengimplementasikan berberbagai bidang aplikasi menggunakan bahasa pemrograman tertentu

Istilah tepat dimaksudkan menerapkan proses dan sumber yang cocok untuk tujuan yang dimaksud.Istilah “Teknologi yang tepat guna” digunakan secara luas secara di dunia internasional

miliki buat saya untuk menjadi yang lebih baik gitu, saya akan menerima itu untuk kebaikan saya dibanding kalau kita masih disini kreatifitas tidak berkembang terkotak-kotak

Tri ”R” Jaya Purnama, dapat disimpulkan bahwa pengendalian sistem informasi produksi sudah dijalankan dengan cukup baik, perusahaan berada pada maturity level 2,4 (repeatable

Menurut hukum Islam, jika dilihat dari rukun kontraknya yang berupa al-‘aqidain (dua pihak yang berakad), objek akad (mahallul ‘aqd), tujuan akad (maudhu’ul aqd),