• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II STUDI PUSTAKA DAN STUDI BANDING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II STUDI PUSTAKA DAN STUDI BANDING"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

VIFTA DWI HANDIKA - 41209010014 6

BAB II

STUDI PUSTAKA DAN STUDI BANDING

2.1 TANGGAPAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA

Sayembara Desain Kantor LKPP menggunakan sebuah kerangka acuan kerja (KAK) untuk membantu arsitek dalam merancang desain gedung LKPP, Namun banyak hal dalam KAK tersebut yang harus diperhatikan mengingat kendala dalam merancang pasti ada dalam proses merancang. Untuk itu berikut tanggapan terhadap KAK sayembara yang menurut perancang perlu diperhatikan secara lebih mendalam, diantaranya :

1. Dalam KAK mencantumkan beberapa poin target perancangan yang diupayakan ada dalam rancangan bangunan, namun untuk point biaya anggaran pembangunan dirasa tidak perlu digunakan. Dikarenakan perancangan ini bersifat fiktif dan hanya sebagai persyaratan Tugas Akhir Teknik Arsitektur.

2. Desain harus mengaplikasikan konsep keselarasan dengan Masterplan Rasuna Epicentrum, hal ini perancang harus menemukan future project dari kawasan ini guna menentukan bagaimana rancangan kawasan kedepannya. 3. Dalam KAK mencantumkan point target mengenai minimalisir perkerasan

ruang luar agar resapan air lebih diperbanyak, hal ini dirasa kurang bisa diaplikasikan dikarenakan ruang luar Rasuna Epicentrum banyak menggunakan perkerasan oleh karena itu untuk menanggulangi hal tersebut digunakan material batu karawan seperti paving block yang berbeda warna agar dinamis dan tetap dapat menyerap air.

Menurut pemahaman perancang tentang KAK sayembara ini bahwa sayembara ini memiliki site yang sudah sangat baik dari segi orientasi dan lingkungan, sehingga untuk analisa dan permasalahan sebenarnya sudah bisa dipastikan tidak terlalu rumit, sehingga dalam mendesain hanya difokuskan kedalam bentuk bangunan saja.

(2)

VIFTA DWI HANDIKA - 41209010014 7 2.2 STUDI PUSTAKA

2.2.1 Pengertian Kantor

Secara etimologis kantor berasal dari Belanda: “kantoor”, yang maknanya: ruang tempat bekerja, tempat kedudukan pimpinan, jawatan instansi dan sebagainya. Dalam bahasa Inggris “office” memiliki makna yaitu: tempat memberikan pelayanan (service), posisi, atau ruang tempat kerja.

Pengertian kantor dapat dibedakan menjadi 2, yaitu kantor dalam arti dinamis dan kantor dalam arti statis.

 Kantor dalam arti dinamis merupakan proses penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan, dan penyampaian/ pendistribusian data/informasi. Atau dapat dikatakan kantor dalam arti dinamis merupakan kegiatan ketatausahaan atau kegiatan administrasi dalam arti sempit

 Kantor dalam arti statis bisa berarti Ruang kerja, kamar kerja, markas, biro, instansi, lembaga, jawatan, badan, perusahaan, serta tempat atau ruangan penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan penyampaian/pendistribusian data/informasi. Selain pengertian-pengertian tersebut, ada beberapa pengertian kantor secara statis menurut beberapa ahli diantaranya yaitu :

 Menurut Moekijat(1997:3), kantor adalah setiap tempat yang biasanya dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan tata usaha, dengan nama apapun juga tempat tersebut mungkin diberikan.

 Prajudi Atmosudirjo (1982:25),kantor adalah unit organisasi terdiri atas tempat, staf personel dan operasi ketatausahaan guna membantu pimpinan.

 Kallaus dan Keeling, office is a function where interdependent system of technology, procedures, and people are at work to manage one of the firm’s most vital resources-information.

(3)

VIFTA DWI HANDIKA - 41209010014 8  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kantor adalah balai (gedung, rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan atau juga disebut tempat bekerja.

Dari definisi-definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kantor dalam arti dinamis adalah tempat diselenggarakannya kegiatan tata usaha di mana terdapat ketergantungan system antara orang, teknologi, dan prosedur untuk menangani data dan informasi mulai dari menerima, mengumpulkan, mengolah, menyimpan, sampai menyalurkannya.

Pada setiap kantor akan ditemukan ”unsur inti” yaitu, manusia beserta hubungan-hubungan sosial mereka dan ”unsur kerja” yang meliputi sumber daya insani, sumber daya nir-insani, dan sumber daya konseptual. Dalam kenyataannya unsur inti akan dipengaruhi oleh unsur kerja pada saat kantor berfungsi sebagai perangkat untuk memasok informasi dan merawat aktiva sehingga diperlukan cara-cara bekerja yang efisien.

(4)

VIFTA DWI HANDIKA - 41209010014 9 2.1 STUDI BANDING

2.1.1 Bedah Karya

Zuellig Building / SOM

 Architect : SOM Architect

 Project years :2000

 Locations : Filipina

Menara yang terletak di Makati Manila Central Business District yang telah terpilih untuk 2012 MIPIM Asia penghargaan. untuk ketinggian 160 meter, Gedung Zuellig adalah yang pertama gedung perkantoran premium di Filipina akan didirikan sejak tahun 2000. Itu juga merupakan bangunan pertama di Makati yang telah pra-disertifikasi oleh US Green Building Council (USGBC) di tingkat LEED Gold, dan diharapkan untuk mencapai sertifikasi LEED Platinum pada bulan September 2013

(5)

VIFTA DWI HANDIKA - 41209010014 10 Hampir 65.000 meter persegi Kelas-A ruang kantor dan 2000 meter persegi ruang ritel, lokasi sangat diinginkan di persimpangan menonjol dimaksudkan untuk mengakomodasi perkembangan masa depan.

Konsep bentuk keseluruhan bangunan itu berasal dari geometri dari situs yang terikat oleh Makati Avenue dan Paseo de Roxas. berbentuk kipas lantai pelat meruncing kearah selatan yang memungkinkan fasad bangunan harus ditetapkan ortogonal ke timur dan barat garis properti sementara juga terlibat langsung kain kota pada mereka arah.

Setiap plat lantai menawarkan antara 1.870 dan 1.945 meter persegi ruang kantor disewakan per lantai dengan tata letak kolom-bebas yang memberikan efisiensi maksimum dan

fleksibilitas

(6)

VIFTA DWI HANDIKA - 41209010014 11

2.1.1 Studi Lapang

 Architects : Airmas Asri

 Project : Senopati Office 8 Tower  Location : Jl. Senopati

Gedung ini memiliki fungsi sebagai kantor sewa yang berlokasi di wilayah Senopati Blok M. Jumlah lantai gedung ini ada 39 lantai di bagian tower, 2 lantai basement dan 1 lantai lobby dan fungsi pendukung tower seperti ATM, Kantin dan sebagainya.

Pada bagian eksterior bangunan ini dominan menggunakan kaca yang dipadukan dengan elemen garis vertical yang mencirikan bangunan kantor pada umumnya. Dan bagian dalam bangunan dimunan menggunakan material batu alam yang bercorak (Marmer & Granit) sehingga mencerminkan kemewahan dan keagungan desain tower kantor ini.

(7)

VIFTA DWI HANDIKA - 41209010014 12 Gambar 2.4 Denah lantai dasar dan image view office 8 tower

(8)

VIFTA DWI HANDIKA - 41209010014 13 Pada lantai tower kantor disediakan lot area khusus untuk sewa. Jenis sewa bermacam – macam tergantung luas area yang ingin disewakan. Sekat pun bebas dilayout oleh penyewa gedung. Di gedung ini menyediakan berbagai macam fasilitas penunjang, diantaranya kantin, ruang auditorium, parkir basement.

Sistem Keamanan dan utilitas bangunan

Gedung ini memiliki sistem keamanan yang cukup untuk kantor sewa. Diantaranya secure card untuk pengunjung ke tower, lift yang cukup banyak serta utilitas keamanan seperti alarm, sprinkler, pipa hydrant dan tangga kebakaran yang sangat membantu bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan (cth : kebakaran)

(9)

VIFTA DWI HANDIKA - 41209010014 14 2.2 KESIMPULAN HASIL STUDI

Berdasarkan studi yang telah dilakukan didapat beberapa kesimpulan yang akan dijadikan bahan acuan dalam mendesain gedung LKPP nanti. Kesimpulan tersebut diantaranya :

1. Kesimpulan Bedah Karya

 Desain gedung tower baik namun bila diaplikasikan di lingkungan yang memiliki iklim tropis akan menyebabkan suhu dalam ruangan cukup panas akibat sisi timur dan barat tidak ada buffer panas.

 Untuk layout denah dimaksimalkan untuk area open plan, dan area bawah digunakan untuk area publik.

 Siteplan gedung memaksimalkan perkerasan agar pejalan kaki dapat leluasa berjalan dan berkumpul di area site.

 Bahan material yang digunakan untuk finishing bangunan sudah mempertimbangkan aspek low embodied energy. Namun ada beberapa material seperti granit putih yang masih diluar kategori green product. 2. Kesimpulan Studi Lapang

 Bangunan ini memiliki view ke empat sisi (utara, selatan, timur dan barat), karena letak inti bangunan terdapat di tengah bangunan.

 Untuk area office didesain luas dengan 3 type ukuran agar dapat menarik peminat yang akan menyewa.

 Bahan material yang digunakan untuk finishing bangunan sudah mempertimbangkan aspek green.

Gambar

Gambar 2.1 Zuelig Building
Gambar 2.2 Konsep Massing
Gambar 2.3 Signage senopati office 8 tower
Gambar 2.5 Image sistem keamanan dan utilitas  office 8 tower

Referensi

Dokumen terkait

Kebudayaan memberikan desain bagi setiap manusia untuk mendesain pribadinya menjadi manusia yang utuh dalam kehidupan keluarga, sosial, kelompok dan masyarakat. Uraian

Adanya Mezzanine pada masa bangunan memberi kesan mengambang dimana area dibawah mezzanine dapat berfungsi sebagai plaza sebagai tempat aktivitas yang berhubungan

Landa (2010) menyatakan bahwa penggunaan Visual Hierarchy pada suatu desain saat proses perancangan desain dapat sangat membantu dalam mengarahkan sudut pandang

1) Belanja pemeliharaan gedung dan bangunan, yakni digunakan untuk mempertahankan gedung dan bangunan kantor dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sampai dengan

Dari pengertian di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa “Redesain Gedung Utama Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo” adalah merancang kembali

1) Desain sistem pembelajaran dilakukan agar proses pembelajaran dapat mencapai tujuan optimal. 2) Aplikasi desain sistem pembelajaran akan membantu siswa dalam

Gambar 2.1 merupakan suatu kerangka pemikiran yang dijadikan acuan dalam melakukan pengolahan data, dari permasalahan yang ada yaitu jarak dan ongkos material handling yang

Tabel 5 Aspek kinerja dan teknis pasar Gede Surakarta