1 BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Seiring perkembangan zaman, semua orang dapat menyebarkan informasi kepada siapapun. Informasi itu bisa terdiri dari berbagai macam bentuk seperti berita, visual, audio dan juga video. Pada dasarnya, sebuah berita dilaporkan oleh seorang wartawan atau pers yang merupakan sebuah profesi yang tentunya terikat dengan sebuah kode etik, seperti halnya dalam kepenulisan judul, muatan 5w+1H, apa yang terjadi, siapa yang terlibat, di mana kejadiannya, kapan kejadiannya, dan bagaimana kejadiannya. Tentunya berita sudah menjadi bagian dari masyarakat, setiap pagi banyak berita yang yang datang secara bergantian. Dengan kemampuan manusia yang selalu ingin tahu, tentunya berita juga menjadi pelengkap dalam kebutuhan manusia.
Tak harus profesional, beberapa tahun belakangan tugas seorang jurnalis juga bisa dilakukan oleh seseorang yang tidak menempuh proses pendidikan menjadi jurnalis seperti wartawan profesional, sebab setiap orang memiliki hak untuk membagikan dan mengabarkan sesuatu yang terjadi. Hal ini tentunya sangat manusiawi, sebab manusia memiliki naluri untuk untuk menceritakan, membagikan atau memberitakan hal yang dirasa penting dan harus disampaikan melalui media (citizen journalism). Tentunya hasil yang disampaikan oleh jurnalis warga dengan wartawan profesi berbeda. Terlebih, penyampaian berita tersebut tidak terorganisir melalui berbagai platform sosial media.
Pada awalnya jurnalisme warga biasa dilakukan di website seperti blogspot.com, wordpress.com dan website lainnya. Di Indonesia sendiri, jurnalisme warga sudah mulai berkembang sejak tahun 2002, namun pada awalnya belum begitu kenal. Peran besar jurnalisme warga di Indonesia terletak pada bencana tsunami Aceh di tahun 2004, banyak foto dan vidio yang bersumber dari jurnalis warga. Sejak itu, banyak media massa yang memberikan rubrik khusus untuk memfasilitasi jurnalis warga. Pada awalnya masyarakat Indonesia mengenal citizen journalism melalui beberapa website yang menampung citizen journalism seperti kompas.com yang memiliki dua situs citizen journalism yaitu kompasiana dan KoKi. Selain itu situs Suara Merdeka juga
2 membuat website khusus untuk citizen journalism dengan link citizennews.suaramerdeka.com. Dalam dunia televisi, citizen journalism muncul dalam program I-witness yang ditayangkan di metro tv dan juga tayangan Net CJ di stasiun Net TV.
Sedangkan dalam dunia radio, citizen journalism sudah diterapkan sejak lama. Misalnya saja radio Elshinta sudah memiliki 100.000 netizen sejak 21 tahun lalu menerapkan citizen journalism (Handayani, 2015). Prosesnya, radio Elshinta langsung mendapat laporan dari warga yang berada di sebuah tempat kejadian (saksi mata) tersebut. Lumrahnya, mereka langsung ditelfon dari pihak radio Elshinta untuk menjelaskan berita yang terjadi. Hal ini juga terjadi di radio Suara Surabaya, dimana pendengar bisa menelpon langsung ke contac person dari radio untuk mengabarkan berita terkini.
Namun seiring perkembangan teknologi, jurnalisme warga kini telah merambah di sosial media seperti Facebook, Twitter, dan juga Instagram. Menurut hasil survei WeAreSocial.net dan Hootsuite instagram menjadi sosial media dengan pengguna terbanyak urutan ketujuh di dunia (survey Januari 2019)(We Are Social & Hootsuite, 2019). Tak hanya digunakan sebagai jejaring sosial yang rutin membagikan foto maupun video, instagram juga digunakan untuk kepentingan marketing bisnis. Instagram sendiri memiliki 800 juta pengguna yang tersebar di seluruh dunia dan Indonesia menepati urutan ketiga terbanyak sebagai pengguna instagram sebanyak kurang lebih sekitar 55 juta orang (We Are Social & Hootsuite, 2019). Hal ini menjadikan akun instagram dengan informasi dan visual terbaik menjadi memiliki banyak followers. Akun – akun dengan konten yang menarik bagi masyarakat dan ditunjang dengan visual yang menarik.
Banyak akun yang informatif bahkan akun provinsi atau daerah yang membuat konten khusus jurnalisme warga. Salah satunya instagram @infodenpasar. Akun ini memiliki konten seputar informasi yang ada di pulau Bali, khususnya Denpasar. Akun instagram @infodenpasar ini juga memberikan informasi seputar kegiatan, promo dan lain lain yang tentunya bermanfaat untuk seluruh orang. Tidak hanya warga Bali tetapi
3 untuk wisatawan asing dan mancanegara pun bisa mengakses akun ini di Instagram dan menjadikannya pedoman untuk berkunjung ke tempat di Bali. Uniknya, akun ini menerapkan jurnalisme warga dalam penyebaran informasi. Beberapa postingan di akun ini menyajikan hal yang terjadi dibeberapa daerah di Bali, sehingga masyarakat akan mengetahui kejadian tersebut dengan cepat. Seperti halnya kemacetan, kecelakaan, pohon tumbang dan lain lain.
Jurnalisme warga dalam akun instagram @infodenpasar ini terbilang cukup aktif. Dalam sehari biasanya terdapat 5-9 berita yang dapat diunggah oleh admin, yang merupakan kiriman dari jurnalisme warga. Instagram yang dirilis sejak akhir tahun 2015 ini memiliki 884.000 followers dan sudah mengupload foto maupun video sebanyak 68.349 buah. Kegiatan aktif jurnalisme warga dalam instagram @infodenpasar terbilang cukup mudah. Bisa mengirimkan pesan singkat ke instagram @infodenpasar berupa foto dan deskripsi kejadian, atau mengunggah foto dan keterangan di beranda, kemudian tag akun instagram tersebut. dalam hal ini tentunya admin juga memilih dan milah hal yang pantas serta sangat penting untuk di unggah ulang melalui instagram @infodenpasar.
Tentu penerimaan masyarakat Denpasar akan berbeda dalam memahami konten berita dari jurnalis warga. Sebab ada banyak website yang memang bertujuan untuk menyalurkan aspirasi warga seperti blog ohmynews.com, terlebih jurnalisme warga terkadang tidak memenuhi kaidah-kaidah jurnalistik yang seharusnya. Di samping itu, ternyata banyak pula media besar di dunia yang meragukan keakuratan jurnalis warga, seperti The New York Times (Handayani, 2015). Tentu keberadaan jurnalisme warga dalam pemberitaan di media sosial meninggalkan penerimaan yang berbeda dari tiap individu. Hal ini dapat terjadi tergantung literasi, latar belakang keseharian, dan juga pengalaman hidup setiap individu dalam menginterpretasi, memaknai dan memahami konten berita dari citizen journalist.
Tak hanya itu, akhir-akhir ini keberadaan citizen journalism juga menjadi perbincangan di antara pakar media internasional, hal ini disebabkan karena di beberapa negara citizen journalism menjadi media alternatif yang diandalkan bagi warga
4 setempat. Bahkan di beberapa kesempatan, keberadaannya disebut menyaingi keberadaan jurnalisme profesional. Keberadaan citizen journalism ini eksis di televisi, radio dan juga surat kabar. Sebut saja beberapa website seperti ohmynews.com di Korea Selatan yang sering menyuarakan aspirasi masyarakat, kemudian stopm.sg di Singapura dan malaysiakini.com yang menjadi media oposisi pemerintah. Bahkan, keberadaannya belakangan ini citizen journalsim mulai mendapat penolakan dari media mainstream yang merasa citizen journalism bukan seorang profesional yang bsia melakukan reportase dengan valid.
Selain itu, keberadaan citizen journalism juga sering kali mendapat kritik pedas, bahkan tradisional jurnalist juga mengaku skeptis dan menganggap bahwa citizen journalism tidak dapat melakukan sebuah liputan dengan baik karena hanya jurnalis terlatih saja yang sudah mengetahui etika media ketika melakukan peliputan (Handayani, 2015). Walaupun sering mendapat kritik pedas tapi citizen journalism kian lama semakin berkembang. Bahkan pada beberapa aktivitas penting dunia, citizen journalism menjadi pihak pertama yang membagikan hal tersebut kepada masyarakat. Misalnya saat tsunami besar di Hindia dan juga tsunami di Aceh. Video dan informasi menyebar dengan cepat melalui berita yang dibawakan oleh citizen journalism.
Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana penerimaan masyarakat tentang pemberitaan dari citizen jurnalism. Sebab, citizen jurnalism merupakan cabang jurnalisme yang mengizinkan warga sipil untuk memberitakan sebuah kejadian secara langsung. Tentunya berita dari jurnalis warga bisa jadi tidak valid karena mereka tidak memiliki akses untuk melakukan verifikasi seperti jurnalis profesional. Hal ini menjadi penting untuk ditinjau dari sisi masyarakat sebagai penerima berita, apakah mereka dapat menerima berita yang belum tentu valid tersebut. Disini peneliti akan mengangkat judul “Analisis Resepsi Masyarakat Denpasar Tentang Konten Citizen Journalism di Instagram @Infodenpasar”. Banyaknya konten berita citizen journalis yang diunggah di instagram @infodenpasar menjadi perhatian peneliti apakah konten berita ini dapat diterima oleh khalayak dengan baik ataukah terdapat perbedaan dalam penerimaan konten berita tersebut, terlebih masyarakat
5 dengan strata pendidikan yang berbeda. Penelitian ini akan menggunakan analisis resepsi dimana peneliti melakukan forum grup discussion kepada subyek untuk mendapatkan pemahaman dan pemaknaan subjek terhadap konten jurnalisme warga di instagram @infodenpasar.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari penulisan proposal penelitian ini adalah “Bagaimana resepsi masyarakat Denpasar tentang konten berita citizen journalism di instagram @infodenpasar”
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan identifikasi masalah yang diajukan, maka peneliti bertujuan untuk mengetahui penerimaan masyarakat Denpasar tentang konten berita citizen journalism di instagram @infodenpasar.
1.4 Manfaat Penelitian Manfaat Akademis
Dari hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan refrensi dan juga menambah wawasan pembaca tentang resepsi masyarakat tentang praktik jurnalisme warga. Dari temuan ini nantinya diharapkan dapat memberikan pemahaman baru untuk mahasiswa ataupun pembaca.
Manfaat Praktis
Berdasarkan identifikasi ini semoga dapat memperdalam studi bagi peneliti maupun pihak – pihak yang berkepentingan tentang praktik jurnalisme warga terhadap akun media sosial khususnya instagram yang memberikan pesan informatif, terutama dalam akun instagram @infodenpasar. Selain itu dapat pula dijadikan sebagai bahan introspeksi diri bagi akun instagram @infodenpasar mengenai jurnalisme warga dan pemilahan berita dari jurnalisme warga yang memang pantas dimasukkan ke dalam konten, yang dalam hal ini ditujukan kepada followers instagram @infodenpasar.