• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.1 Gambaran Umum Kecamatan Cibeunying Kidul

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1.1 Gambaran Umum Kecamatan Cibeunying Kidul"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintah yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Pelaksanaan lebih lanjut didasarkan atas pedoman penyusunan penetapan kinerja dan Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah sesuai PERMENPAN-RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi suatu Instansi Pemerintah atas penggunaan anggaran yang kemudian dilakukan pengukuran kinerja serta evaluasi kinerja secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.

Untuk mencapai Akuntabilitas Instansi Pemerintah yang baik, Kecamatan Cibeunying Kidul selaku SKPD unsur pembantu pimpinan, dituntut selalu melakukan pembenahan kinerja. Pembenahan kinerja diharapkan mampu meningkatkan peran serta fungsi Kecamatan sebagai sub sistem dari sistem pemerintahan daerah yang berupaya memenuhi aspirasi masyarakat.

Dalam perencanaan pembangunan daerah Kota Bandung, capaian tujuan dan sasaran pembangunan yang dilakukan tidak hanya mempertimbangkan visi dan misi daerah, melainkan keselarasan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai pada lingkup Pemerintahan Kota, Propinsi dan Nasional.

Terwujudnya suatu tata pemerintahan yang baik dan akuntabel merupakan harapan semua pihak. Berkenan harapan tersebut diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan

(2)

dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Sejalan dengan pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, maka di terbitkan Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Sehubungan dengan hal tersebut Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung diwajibkan untuk menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP). Penyusunan LKIP Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2015 yang dimaksudkan sebagai perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan yang dicerminkan dari pencapaian kinerja, visi, misi, realisasi pencapaian indikator kinerja utama dan sasaran dengan target yang telah ditetapkan.

1.1 Gambaran Umum Kecamatan Cibeunying Kidul

Kecamatan Cibeunying Kidul dibentuk berdasarkan pada PP Nomor 16 Tahun 1987 Tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung dan Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung. Kecamatan Cibeunying Kidul terdiri dari 6 (enam) Kelurahan yaitu:

1. Kelurahan Cicadas. 2. Kelurahan Sukamaju. 3. Kelurahan Cikutra. 4. Kelurahan Sukapada. 5. Kelurahan Padasuka. 6. Kelurahan Pasirlayung.

Dari 6 (enam) kelurahan tersebut terdiri dan 87 Rukun Warga (RW) dan 563 Rukun Tetangga (RT) dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 199 jiwa/Ha.

Kecamatan Cibeunying Kidul termasuk salah satu Kecamatan dari 30 Kecamatan di Kota Bandung yang memiliki tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi dan padat yaitu sebanyak 102.144 jiwa, terdiri dan laki-laki 51.580 jiwa dan perempuan 50.564 jiwa dengan mayoritas penduduk beragama Islam

(3)

sebanyak 98.139 jiwa (96.07%). Sebagian besar wilayah Kecamatan Cibeunying Kidul terdiri dari tanah darat. Sedangkan kegiatan ekonominya didominasi oleh jasa perdagangan.

Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung dilihat dari perspektif geografis merupakan bagian dari pusat perkotaan sebelah timur Kota Bandung yang memiliki luas wilayah ± 512,34 Ha., dengan batasan wilayah meliputi:

Sebelah Utara : Kecamatan Cibeunying Kaler - Kecamatan Cimenyan Kab. Bandung

Sebelah Timur : Kecamatan Mandalajati

Sebelah Selatan : Kecamatan Kiaracondong - Kecamatan Batununggal Sebelah Barat : Kecamatan Cibeunying Kaler-Kecamatan Bandung

Wetan Kota Bandung 1.2 Tugas dan Fungsi Kecamatan

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Bandung dan Peraturan Walikota Bandung 1407 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Kecamatan Cibeunying Kidul mempunyai tugas dan kewajiban membantu Walikota dalam menyelenggarakan tugas dan kewajiban tersebut mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. menyelenggarakan urusan pemerintahan umum;

b. mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat;

c. mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum;

d. mengoordinasikan penerapan dan penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota;

e. memfasilitasi penyelenggaraan Perpustakaan di Kecamatan;

f. mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan sarana pelayanan umum;

(4)

g. mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang dilakukan oleh Perangkat Daerah ditingkat Kecamatan;

Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban Kecamatan dipimpin oleh camat yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh pejabat struktural sebagaimana terdapat dalam struktur organisasi dibawah ini:

Gambar 1. Bagan Struktur Organisasi Kecamatan

1.3 Isu Strategis yang dihadapi Kecamatan

Isu Strategis berdasakan Tugas Pokok dan Fungsi yang dilaksanakan oleh Pemerintahan Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung yang berkaitan dengan fungsi pelayanan pemerintah Kecamatan Cibeunying Kidul ada beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi untuk dijadikan dasar isu strategis. Permasalahan pembangunan yang dihadapi oleh Kecamatan Cibeunying Kidul yang dapat menghambat dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan menuju good governance and clean government sehingga akan berdampak pada kualitas pembangunan daerah. Berkaitan dengan isu-isu dan

CAMAT SEKRETARIAT SEKSI KETENTRAMAN & KETERTIBAN SEKSI PEMERINTAHAN

SUBAG. UMUM & KEPEGAWAIAN SUBAG. PROGRAM & KEUANGAN SEKSI EKBANG & LINGK. HIDUP SEKSI PELAYANAN SEKSI PENDIDIKAN &

KEMASYARAKATAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELURAHAN KELURAHAN KELURAHAN KELURAHAN KELURAHAN KELURAHAN

(5)

masalah pembangunan yang dihadapi Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung pada tahun 2016 antara lain :

1) Tuntutan masyarakat untuk memberikan pelayanan yang prima. 2) Adanya tuntutan akuntabilitas tata pengelolaan pemerintahan.

3) Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang harus disertai dengan semangat SDM untuk meningkatkan kemampuannya. 4) Membangun komitmen seluruh aparatur dalam melaksanakan

TUPOKSI untuk mewujudkan komitmen bersama.

5) Meningkatkan komitmen aparatur dalam menyelenggarakan Pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Isu-isu strategis tersebut memerlukan penanganan secara komprehensif agar tata kelola pemerintahan yang baik, peningkatan SDM aparatur dalam menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat dan membangun komitmen bersama untuk melaksanakan TUPOKSI dapat berdaya guna, berhasil guna untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan menuju good governance and clean government sehingga akan berdampak pada kualitas pembangunan daerah. Implikasinya terhadap pelayanan tugas pokok dan fungsi Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung, sebagai berikut:

1) Membangun sistem pelayanan prima yang murah, aman, cepat, efisien, dan transparan.

2) Membangun komitmen seluruh aparatur dalam melaksanakan TUPOKSI untuk mewujudkan akuntabilitas.

3) Meningkatkan komitmen aparatur dalam penyelenggaraan Pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat.

4) Menyusun kebijakan yang efektif untuk mewujudkan penyelenggaraan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat

5) Menerapkan kebijakan pola kerja, pola pembinaan aparat yang sesuai dengan potensi dan kondisi sebagai bahan masukan kepada

(6)

Pemerintah Kota Bandung dalam menetapkan kebijakan strategis dengan memperhatikan kepentingan masyarakat.

1.4 Dasar Hukum dan Sistematika

LKIP Kota Bandung ini disusun berdasarkan beberapa landasan hukum sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan NegaraYang Bersih, Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;

5. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP);

6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

7. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 03 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2013 - 2018.

Adapun Sistematika Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2016 sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Gambaran Umum Kecamatan Cibeunying Kidul 1.2. Tugas dan Fungsi Kecamatan

1.3. Isu Strategis yang dihadapi Kecamatan 1.4. Dasar Hukum dan Sistematika.

(7)

BAB II PERENCANAAN KINERJA

2.1. Perencanaan Strategis Sebelum dan Setelah Reviu  VISI

 MISI

 TUJUAN DAN SASARAN  INDUKATOR KINERJA UTAMA  PERJANJIAN KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.1. Capaian Indikator Kinerja Utama

3.2. Pengukuran, Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Sasaran Strategis

3.3. Akuntabilitas Keuangan 3.4. Prestasi dan Penghargaan BAB IV PENUTUP

(8)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Pada penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2016 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

2.1. Perencanaan Strategis Sebelum dan Setelah Reviu

Rencana Strategis Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung adalah merupakan dokumen yang disusun melalui proses sistimatis dan berkelanjutan serta merupakan penjabaran dari pada Visi dan Misi Kepala Daerah yang terpilih dan terintegrasi dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Daerah yang bersangkutan, dalam hal ini Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung. Rencana Strategis Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung yang ditetapkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 2014 sampai dengan Tahun 2018 ditetapkan dengan Surat Keputusan Camat Cibeunying Kidul Kota Bandung Nomor: 050/246-Cib.Kid/2014 tentang Penetapan Rencana Strategis Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2013-2018. Penetapan jangka waktu 5 tahun tersebut dihubungkan dengan pola pertanggungjawaban Walikota terkait dengan penetapan/kebijakan bahwa Rencana Strategis Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung dibuat pada masa jabatannya, dengan demikian akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah daerah akan menjadi akuntabel. Renstra Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung tersebut ditujukan untuk mewujudkan visi dan misi daerah sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2013-2018.

(9)

Penyusunan Renstra Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung telah melalui tahapan-tahapan yang simultan dengan proses penyusunan RPJMD Kota Bandung Tahun 2013-2018 dengan melibatkan stakeholders pada saat dilaksanakannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD, Forum SKPD, sehingga Renstra Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung merupakan hasil kesepakatan bersama antara Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung dan stakeholder.

Selanjutnya, Renstra Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung tersebut akan dijabarkan kedalam Rencana Kerja (Renja) Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung yang merupakan dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Didalam Renja Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung termuat program dan kegiatan prioritas yang diusulkan untuk dilaksanakan pada satu tahun mendatang.

 VISI

Visi adalah gambaran kondisi ideal yang diinginkan pada masa mendatang oleh pimpinan dan seluruh staf Kecamatan Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung. Visi tersebut mengandung makna bahwa Kota Bandung dengan potensi, keragaman dan kompleksitas masalah yang tinggi, harus mampu dibangun menuju Bandung sebagai Kota Jasa yang Bermartabat serta Unggul, Nyaman dan Sejahtera, “Bandung Juara”.

Visi Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2013-2018 adalah:

TERWUJUDNYA OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK YANG PROFESIONAL DI KECAMATAN CIBEUNYING KIDUL TAHUN 2018

dengan Motto Juang :

(10)

 MISI

Sedangkan untuk mewujudkan Visi Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2013-2018 tersebut diatas dilaksanakan Misi sebagai berikut:

1. Mewujudkan pelayanan publik prima

2. Meningkatkan kinerja Pemerintah Kecamatan Cibeunying Kidul secara efektif, transparan dan akuntabel

 TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahunan. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisa strategis.

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Instansi Pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sasaran yang ditetapkan untuk mencapai Visi dan Misi Kota Bandung Tahun 2013-2018 sebanyak 3 (tiga) sasaran strategis.

Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, Pemerintah Kota Bandung juga melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja Utama, baik tingkat Pemerintah Daerah maupun tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah, dalam melakukan reviu dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi.

Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas kinerja kecamatan dilakukan reviu terhadap Perencanaan Strategis, Indikator Kinerja Utama dan Perjanjian Kinerja Kecamatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bandung dengan narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Hasil reviu tersebut selanjutnya menjadi dasar penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kecamatan Cibeunying Kidul 2016.

(11)

Hasil reviu pada rencana strategis kecamatan terutama merevisi indikator kinerja pada seluruh sasaran, selain bertambahnya jumlah indikator juga merevisi penempatan indikator kinerja strategis menjadi lebih menggambarkan keberhasilan tujuan dan atau sasaran. Hasil reviu selanjutnya menjadi lembar kerja tambahan pada Rencana Strategis Kecamatan Cibeunying Kidul Tahun 2013-2018.

Beberapa cacatan dan rekomendasi yang diperoleh dalam pelaksanaan reviu rencana strategis kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung antara lain:

1. Rekomendasi Bappeda Kota Bandung

 Pada formulasi pengukuran untuk tiap-tiap kriteria indikator dibuat rumus masing-masing.

 Indikator yang merupakan output kegiatan disarankan untuk dihapus. 2. Rekomendasi Narasumber Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan

Reformasi Birokrasi

 Penggabungan beberapa indikator menjadi indicator yang dapat menggambarkan cakupan kinerja sasaran penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan

 Beberapa indikator dihapus karena merupakan output kegiatan

 Kriteria indikator lembaga kemasyarakatan yang aktif perlu ditambah kriteria yang lainnya

 Penggabungan kriteria dalam satu indikator kinerja

 Cascading pada semua indikator harus dibagi habis ke masing-masing kepala seksi dan Lurah dengan penghitungan bobot dari masing-masing capaian kinerja.

Berdasarkan hasil reviu dan tindaklanjut perbaikan Rencana Strategis Kecamatan tersebut, selanjutnya diuraikan pada tabel pada halaman berikut:

(12)

Tabel 2.1

Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja Sebelum Reviu dan Setelah Reviu Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung

NO. SEBELUM REVIU SETELAH REVIU

TUJUAN SASARAN INDIKATOR

KINERJA TUJUAN INDIKATOR TUJUAN INDIKATOR TARGET

TUJUAN

SASARAN INDIKATOR KINERJA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Meningkatka n Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan Kecamatan dan Kelurahan 1. Meningkatn ya Kualitas Pelayanan Publik Kecamatan dan Kelurahan 1. Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 1. Meningka tkan Kepuasan Masyarak at terhadap pelayana n di Kecamata n 1. Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat 85 1. Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik

1. Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat 2. Persentase Keluhan/

pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti

3. Nilai Standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI 2. Meningkatka n kinerja penyelengga raan Tugas Umum Pemerintaha n Kecamatan 2. Meningkatny a kinerja penyelengga raan Tugas Umum Pemerintaha n (TUP) Kecamatan 2. Capaian Kinerja Tugas Umum Pemerintaha n 2. Persentase Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik 100 2. Meningkatnya kinerja penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan 4. Persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu 3. Persentase RW Juara 80,45 5. Persentase waktu

pelayanan adm. Umum lainnya tepat waktu

(13)

3. Persentase Lembaga kemasyaraka tan Aktif

90 6. Persentase Kelurahan yang

memenuhi standar kriteria baik

7. Persentase RW Juara 8. Persentase Lembaga

kemasyarakatan Aktif

9. Rasio Anggota Linmas

3. Meningkatkan Akuntabilita s Kinerja 4. Meningkatn ya Akuntabilit as kinerja 3. Nilai AKIP Kecamatan Cibeunying Kidul 2. Meningkatk an Akuntabilit as Kinerja 5. Nilai AKIP Kecamatan 77 3. Meningkatnya Akuntabilitas kinerja Kecamatan

10. Nilai AKIP Kecamatan

4. Ditindaklanj uti seluruh temuan BPK dan Inspektorat 11. Persentase temuan BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti 5. Tertib administrasi barang/ asset daerah di Kecamatan

(14)

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

Salah satu upaya untuk memperkuat akuntabilitas dalam penerapan tata pemerintahan yang baik di Indonesia diterbitkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, Indikator Kinerja Utama merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Pemerintah Kota Bandung telah menetapkan Indikator Kinerja Utama untuk tingkat Pemerintah Daerah dan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah melalui Keputusan Camat Cibeunying Kidul Kota Bandung Nomor: 050/127.1-Cibkid/2015 tentang Penetapan Indikator Utama (IKU) Kecamatan Cibeunying Kidul Tahun 2013-2018. Sebelum adanya reviu, IKU Kecamatan Cibeunying Kidul ditetapkan 5 Indikator Kinerja Sasaran yang sekaligus menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU), namun seiring dengan adanya hasil reviu rencana strategis maka Kecamatan juga melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja tersebut menjadi 11 indikator sasaran dan hanya 7 indikator yang dijadikan sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU) Kecamatan sehingga ada 4 indikator yang tidak termasuk ke dalam IKU Kecamatan yaitu: Nilai Standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI, Rasio Anggota Linmas, Nilai AKIP Kecamatan dan Persentase temuan BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti, hal ini dikarenakan bukan merupakan tupoksi kecamatan hanya sebagai indikator penunjang. Berikut ini Tabel Sasaran dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung sebelum Reviu dan setelah Reviu pada halaman berikut:

(15)

Tabel 2.2

Sasaran dan Indikator Kinerja Utama (IKU) sebelum Reviu dan setelah Reviu Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung

NO. SEBELUM REVIU SETELAH REVIU

SASARAN INDIKATOR KINERJA SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUA

N TARGET (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik Kecamatan dan Kelurahan

1. Indeks Pelayanan/ Indeks

Kepuasan Masyarakat (IKM) 1. Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik 1. Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat Nilai 82 2. Persentase Keluhan/ pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti % 100 2 Meningkatnya kinerja penyelenggaraa n Tugas Umum Pemerintahan (TUP) Kecamatan

2. Capaian Kinerja Tugas Umum

Pemerintahan 2. Meningkatnya kinerja penyelenggara an Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan 3. Persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu % 100 4. Persentase waktu pelayanan adm. Umum lainnya tepat waktu % 100 5. Persentase Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik % 100 6. Persentase RW Juara % 61,30 7. Persentase Lembaga kemasyarakatan Aktif % 80 3 Meningkatnya Akuntabilitas kinerja

3. Nilai AKIP Kecamatan

Cibeunying Kidul 3. Meningkatnya Akuntabilitas kinerja Kecamatan 4. Ditindaklanjuti seluruh temuan

BPK dan Inspektorat

5. Tertib administrasi barang/asset daerah di Kecamatan

(16)

Penjelasan tentang Indikator berupa formulasi pengukuran dan kriteria dari Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagaimana terlampir.

PERJANJIAN KINERJA 2016

Perjanjian Kinerja merupakan tekad dan janji dari perencana kinerja tahunan sangat penting dilakukan oleh pimpinan instansi di lingkungan Pemerintahan karena merupakan wahana proses dalam memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk dihasilkan. Perencanaan kinerja yang dilakukan oleh instansi akan dapat berguna untuk menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumber dana yang terbatas. Dengan perencanaan kinerja tersebut diharapkan fokus dalam mengarahkan dan mengelola program atau kegiatan instansi yang lebih baik. Penyusunan Perjanjian Kinerja Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2016 mengacu pada dokumen Renstra Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2013-2018, dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2016, dokumen Rencana Kerja (Renja) Tahun 2016, dan dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2016.

Sesuai dengan tujuan dan sasaran jangka menengah Kecamatan hasil reviu dan sebagai bahan tahun 2016 diperjanjikan antara Camat dengan Walikota. Berikut ini merupakan tabel Perjanjian Kinerja 2016, sebagai berikut:

Tabel 2.3

Perjanjian Kinerja Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung

Tahun 2016

NO. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target Rencana Anggaran

1.

Meningkatnya Kualitas

Pelayanan Publik

1. Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan

Masyarakat Nilai

82 Rp.3.814.398.000,-

2. Persentase Keluhan/ pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti

(17)

3. Nilai Standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI

Nilai 910 2. Meningkatnya kinerja penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan

4. Persentase pelayanan administrasi

kependudukan tepat waktu

% 100 Rp.17.544.259.129,-

5. Persentase waktu pelayanan adm.

Umum lainnya tepat waktu

% 100

6. Persentase Kelurahan yang

memenuhi standar kriteria baik

% 100

7. Persentase RW Juara % 61,30 8. Persentase Lembaga

kemasyarakatan Aktif

% 80

9. Rasio Anggota Linmas Rasio 1:0.86

3. Meningkatnya Akuntabilitas kinerja Kecamatan

10. Nilai AKIP Kecamatan Kriteria 68.50 Rp.85.173.500,-

11. Persentase temuan BPK/Inspektorat

yang ditindaklanjuti

(18)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah. Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung selaku pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Kecamatan Cibeunying KidulKota Bandung yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pecapaian target masing-masing indikator sasaran srategis yang ditetapkan dalam dokumen Renstra Tahun 2013-2018 maupun Rencana Kerja Tahun 2016. Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program dan sasaran yang ditetapkan untuk mewujudkan misi dan visi Kecamatan Cibeunying Kidul.

Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah.

(19)

Pengukuran kinerja dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2004 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Capaian indikator kinerja utama (IKU) diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerjanya masing-masing, sedangkan capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran. Predikat nilai capaian kinerjanya dikelompokan sebagai berikut:

Tabel 3.1

Pengelompokan Capaian Kinerja

No Capaian Kinerja Interpretasi

1. 2. 3. > 100 % =100 % < 100 % Melebihi/Melampaui Target Sesuai Target

Tidak Mencapai Target

Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan. Kemudian di analisis untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang timbul, serta apakah kriteria yang telah ditentukan sudah cukup memadai untuk menilai/menggambarkan indikator yang menjadi tolok ukur keberhasilan kinerja yang telah dicapai.

Dalam laporan ini, Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung dapat memberikan gambaran penilaian tingkat pencapaian target kegiatan dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan, dan penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator kinerja sasaran yang ditetapkan dalam dokumen Renstra

(20)

2013-2018 maupun Rencana Kerja Tahun 2016. Sesuai ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah. Pelaporan kinerja ini didasarkan pada Perjanjian Kinerja Kecamatan Tahun 2016 hasil reviu dan Indikator Kinerja Utama Kecamatan Cibeunying Kidul berdasarkan Keputusan Camat Cibeunying Kidul Kota Bandung Nomor : 050/127.1-Cibkid/2015 tentang Penetapan Indikator Utama (IKU) Hasil Reviu Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2013-2018, dan telah ditetapkan 3 (tiga) sasaran dengan 11 (sebelas) indikator kinerja (out comes) dengan rincian sebagai berikut:

Sasaran 1, Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik terdiri dari 3 indikator yaitu:

o Indeks Pelayanan / Indeks Kepuasan Masyarakat

o Persentase Keluhan/ pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti

o Nilai Standar kepatuhan pelayanan publik versi Ombudsman RI

Sasaran 2, Meningkatnya kinerja penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan

terdiri dari 6 indikator yaitu:

o Persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu o Persentase waktu pelayanan adm. Umum lainnya tepat waktu o Persentase Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik o Persentase RW Juara

o Persentase Lembaga kemasyarakatan Aktif o Rasio Anggota Linmas

Sasaran 3, Meningkatnya akuntabilitas kinerja Kecamatan terdiri dari 2 indikator yaitu:

o Nilai AKIP Kecamatan

(21)

Pada Perjanjian Kinerja (PK) Kecamatan Cibeunying Kidul sebagaimana Indikator yang diukur pada tahun 2016 dalam Renstra Kecamatan Cibeunying Kidul 2013-2018 ditetapkan 3 (tiga) sasaran dengan 11 (indikator) kinerja (outcomes) sedangkan untuk Indikator Kinerja Utama (IKU) Kecamatan Cibeunying Kidul ditetapkan sebanyak 2 (dua) sasaran dan 7 (tujuh) indikator. Indikator yang tidak masuk dalam IKU Kecamatan Cibeunying Kidul adalah: Indikator Nilai Standar kepatuhan pelayanan publik versi Ombudsman RI, Rasio Linmas, Nilai AKIP Kecamatan dan Persentase temuan BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti. Hal ini dikarenakan indikator tersebut hanya sebagai penunjang dan merupakan tupoksi dari SKPD lain.

3.1. Capaian Indikator Kinerja Utama

Dalam rangka mengukur dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah, maka setiap instansi pemerintah perlu menetapkan

Indikator Kinerja Utama (IKU). Untuk itu pertama kali yang perlu dilakukan instansi

pemerintah adalah menentukan apa yang menjadi kinerja utama dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Dengan demikian kinerja utama terkandung dalam tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah, sehingga IKU adalah merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Dengan kata lain IKU digunakan sebagai ukuran keberhasilan dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Kecamatan Cibeunying Kidul Kota bandung telah menetapkan Indikator Kinerja Utama untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah melalui Keputusan Camat Cibeunying Kidul Kota Bandung Nomor: 050/127.1-Cibkid/2015 tentang Penetapan Indikator Utama (IKU) Hasil Reviu Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2013-2018. Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung juga melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja Utama, dalam melakukan reviu dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. Hasil

(22)

pengukuran atas indikator kinerja utama Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung tahun 2016 menunjukan hasil sebagai berikut:

Tabel 3.2

Capaian IKU Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung - Tahun 2016

No. Indikator Kinerja

Utama Satuan Target Realisasi Capaian % 2013-2018 Renstra Target Capaian (%) 1 Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat Nilai 82 84,32 102,83 85 99.20 2 Persentase Keluhan/ pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti % 100 100 100 100 100.00 3 Persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu

% 100 N/A N/A 100 N/A

4 Persentase waktu pelayanan adm. Umum lainnya tepat waktu % 100 100 100 100 100.00 5 Persentase Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik % 100 100 100 100 100.00 6 Persentase RW Juara % 61,30 63,22 103,13 80,45 78.58 7 Persentase Lembaga kemasyarakatan Aktif % 80 90,48 113,10 90 100.53 Rata-rata IKU 103.18 96.39

(23)

Tabel 3.3

Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU)

Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2016

NO. SASARAN STRATEGIS JUMLAH INDIKATOR

KINERJA UTAMA CAPAIAN (%)

1 Melebihi/Melampaui Target 3 42.86

2 Sesuai Target 3 42.86

3 Tidak Mencapai Target - -

4 Tidak dapat dihitung 1 14.28

JUMLAH 7 100

Grafik 3.1

Dari tabel tersebut terlihat bahwa tingkat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai berikut:

42.86 42.86 14.28

CAPAIAN IKU (%)

Melebihi/Melampaui Target Sesuai Target

(24)

Capaian kinerja yang melebihi/melampaui target sebesar 42.86% ditunjukan pada 3 (tiga) indikator yaitu 1) Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat dengan capaian kinerja 102,83%, 2) Persentase RW Juara dengan capaian kinerja 103,13% dan 3) Persentase Lembaga kemasyarakatan Aktif dengan capaian kinerja 113,10%.

Capaian kinerja yang sesuai target atau mencapai target sebesar 42.86% ditunjukan pada 3 (tiga) indikator yaitu 1) Persentase Keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti dengan capaian kinerja 100%, 2) Persentase waktu pelayanan administrasi Umum lainnya tepat waktu, dengan capaian kinerja 100%, 3) Persentase Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik, dengan capaian kinerja 100%.

Capaian kinerja yang tidak mencapai target adalah Nihil artinya dari 7 (tujuh) indicator IKU tidak ada yang tidak mencapai target, namun ada 1 indikator yaitu indikator Persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu yang tidak dapat dihitung dikarenakan data yang tidak sempurna (tidak ada data).

Untuk mendapatkan capaian kinerja pada indikator Indeks Pelayanan/Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan menggunakan quesioner yang dibagikan kepada setiap pengunjung yang datang pada loket pelayanan, pada indikator Persentase keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti dengan menggunakan kotak saran/melalui loket dan media LAPOR, Persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu dengan capaian kinerja dan Persentase waktu pelayanan adm. Umum lainnya tepat waktu sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan dengan penghitungannya sesuai pada tempelete dalam lampiran.

Capaian kinerja pada pada indikator Persentase Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik, Persentase RW Juara, dan Persentase Lembaga Kemasyarakatan Aktif merupakan indikator yang disesuaikan dengan

(25)

roadmap walikota dan penghitungannya sesuai tempelete yang telah ditetapkan diatas.

3.2 Pengukuran, Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Sasaran Strategis

Secara umum Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung telah dapat melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra 2013-2018. Jumlah Sasaran yang ditetapkan untuk mencapai visi dan misi Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2013-2018 sebanyak 3 (tiga) sasaran.

Tahun 2016 adalah tahun ketiga pelaksanaan Rencana Strategis Kecamatan, dari 3 (tiga) sasaran strategis dengan 11 (sebelas) indikator kinerja yang ditetapkan maka pencapaian kinerja sasaran Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung adalah sebagai berikut:

Tabel 3.4

Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung

Tahun 2016 No. Indikator Kinerja Capaian

Realisasi Tahun

2013 (%)

Satuan Capaian Realisasi Tahun 2016 Renstra 2013-2018 Target Realisasi Capaian

% Target Capaian % 1 Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat NA Nilai 82 84,32 102,83 85 99.20 2 Persentase Keluhan/ pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti NA % 100 100 100 100 100 3 Nilai Standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman NA Nilai 910 950 104.40 920 103.26

(26)

RI 4 Persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu

NA % 100 N/A N/A 100 N/A

5 Persentase waktu pelayanan adm. Umum lainnya tepat waktu NA % 100 100 100 100 100 6 Persentase Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik NA % 100 100 100 100 100 7 Persentase RW Juara NA % 61,30 63,22 103,13 80,45 78.58 8 Persentase Lembaga kemasyarakatan Aktif NA % 80 90,48 113,10 90 100.53 9 Rasio Anggota Linmas NA Rasio 1:0,86 1:1,01 117,44 1:0.89 101 10 Nilai AKIP Kecamatan 47.13 Nilai 68,50 68,79 100,42 77 89.34 11 Persentase temuan BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti 100 % 100 100 100 100 100

Beradasarkan pengukuran kinerja tersebut di atas dapat diperoleh data dan informasi kinerja Kecamatan pada beberapa tabel berikut:

(27)

Tabel 3.5

Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran

Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2016 NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

SASARAN CAPAIAN (%)

1 Melebihi/Melampaui Target 6 54.55

2 Sesuai Target 4 36.36

3 Tidak Mencapai Target - -

4 Tidak Dapat dihitung 1 9.09

JUMLAH 11 100

Grafik 3.2

Tabel 3.6

Pencapaian Kinerja Sasaran

Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2016 No Sasaran Jumlah Indikator Sasaran Tingkat Pencapaian Melampaui target (>100%) Sesuai Target (100%) Mencapai Belum Target (<100%) Tidak dapat dihitung (N/A) Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

1 sasaran 1 3 2 66.67 1 33.33 - - 0.00

2 Sasaran 2 6 3 50.00 2 33.33 - - 1 16.67 54.55

36.36

9.09

CAPAIAN INDIKATOR SASARAN (%)

Melebihi/Melampaui Target Sesuai Target

(28)

3 Sasaran 3 2 1 50.00 1 50.00 - - 0.00

Jumlah 11 6 54.55 4 36.36 - 1

Dari 3 sasaran dengan 11 indikator kinerja, pencapaian kinerja sasaran Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung berdasarkan kategori pencapaian dapat ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 3.7

Kategori Pencapaian Indikator Sasaran Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung

Tahun 2016

No. Kategori Jumlah Indikator Presentase

A. Sasaran 1 3 100

1 Melebihi/Melampaui Target 2 66.67

2 Sesuai Target 1 33.33

3 Tidak Mencapai Target - -

B. Sasaran 2 6 100

1 Melebihi/Melampaui Target 3 50.00

2 Sesuai Target 2 33.33

3 Tidak Mencapai Target - -

4 Tidak Dapat dihitung (N/A) 1 16.67

C. Sasaran 3 2 100

1 Melebihi/Melampaui Target 1 50.00

2 Sesuai Target 1 50.00

3 Tidak Mencapai Target - -

Evaluasi bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka pencapaian misi, agar dapat dinilai dan dipelajari

(29)

guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan di masa yang akan datang. Selain itu, dalam evaluasi kinerja dilakukan pula analisis.

Dalam melakukan evaluasi kinerja, perlu juga digunakan pembandingan-pembandingan antara lain :

- kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan. - kinerja nyata dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya.

- kinerja suatu instansi dengan kinerja instansi lain yang unggul di bidangnya ataupun dengan kinerja sektor swasta.

- kinerja nyata dengan kinerja di kecamatan lain atau dengan standar nasional.

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2015 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran dari 3 sasaran dan 11 indikator kinerja dari 2 Misi, sebagaimana telah ditetapkan dalam Renstra Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung tahun 2013-2018, analisis pencapaian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan secara rinci dapat dilihat pada tabel 3.8.

Sasaran 1

Meningkatnya kualitas pelayanan publik

Pencapaian sasaran 1 dapat dilihat dalam tabel dibawah ini : Tabel 3.8

Analisis Pencapaian Sasaran 1 Meningkatnya kualitas pelayanan publik No. Indikator Kinerja Sasaran Satuan Realisasi Tahun 2015

Tahun 2016 Capaian % Tahun

2018 Capaian % Target Realisasi Target

1 Indeks Pelayanan/Ind eks Kepuasan Masyarakat

(30)

2 Persentase keluhan/peng aduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti % 100 100 100 100 100 100 3 Nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI Nilai 950 910 950 104.4 920 103.26

Rata-rata Capaian Kinerja 102.41 100.82

Sasaran meningkatnya kualitas pelayanan publik dapat dilihat dari 3 (tiga) indikator yaitu: Indeks Pelayanan/Indeks Kepuasan Masyarakat, Persentase keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti dan Nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI.

1. Indeks Pelayanan/Indeks Kepuasan Masyarakat

Pengukuran pada Indeks Pelayanan /Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Tahun 2016 hanya dilakukan pada triwulan II dan IV saja sedangkan pada triwulan I dan III tidak dilakukan pengukuran.

Capaian kinerja nyata indikator Indeks Pelayanan/Indeks Kepuasan Masyarakat pada tahun ini adalah sebesar 84,32 dari target sebesar 82 yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2016, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 102,83% atau melebihi target yang diperjanjikan.

Jika capaian pada tahun 2016 ini dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya (2015) sebesar 76.57 dengan capaian sebesar 95,71% maka nilai IKM di Kecamatan Cibeunying Kidul naik sebesar 7.75 point atau naik sebesar 9,19% dari tahun sebelumnya.

(31)

Tahun 2016 adalah tahun ketiga renstra, jika capaian tahun 2016 sebesar 84,32 dibandingkan dengan target akhir renstra kecamatan (2018) sebesar 85 maka capaian kinerjanya mencapai 99.20%. Data penunjang capaian kinerja indikator Indeks Pelayanan/Indeks Kepuasan Masyarakat yang diperoleh dari Kasi Pelayanan, sebagaimana tabel berikut :

Tabel 3.9

Data Indeks Pelayanan/Indeks Kepuasan Masyarakat Kecamatan Cibeunying Kidul Tahun 2016

No Komponen Nilai per Unsur Pelayanan NRR per Unsur NRR tertimbang Keterangan 1 Prosedur pelayanan 512 3.41 0.24 2 Persyaratan pelayanan 522 3.48 0.247 3 Kejelasan petugas pelayanan 513 3.42 0.243 4 Kedisiplinan petugas pelayanan 506 3.37 0.24 5 Tanggungjawab petugas pelayanan 508 3.39 0.24 6 Kemampuan petugas pelayanan 516 3.44 0.24

7 Kecepatan pelayanan 480 3.20 0.23 Paling rendah 8 Keadilan mendapatkan

pelayanan 507 3.38 0.24

9 Kesopanan dan keramahan petugas

509 3.39 0.24

10 Kewajaran biaya pelayanan 511 3.41 0.24

11 Kepastian biaya pelayanan 522 3.48 0.25 Paling tinggi 12 Kepastian jadwal pelayanan 499 3.33 0.24

(32)

Sumber : Kecamatan Cibeunying Kidul Desember 2016

Dari hasil tabel diatas dapat dilihat nilai tertinggi yang perlu dipertahankan adalah kepastian biaya pelayanan dengan nilai NNR 3.48 hal ini menandakan bahwa Kecamatan Cibeunying Kidul tidak hanya slogan Tolak Pungli tapi juga mendukung penuh program sapu bersih pungli dalam pelayanannya terhadap masyarakat. Tabel diatas dapat dilihat pula nilai terendah yang perlu ditingkatkan untuk mencapai hasil yang maksimal yaitu Kecepatan pelayanan dengan nilai NRR sebesar 3.20 hal ini disebabkan kurangnya sumber daya petugas pelayanan sehingga tidak seimbangnya jumlah petugas pelayanan dengan jumlah masyarakat yang harus dilayani.

Bila capaian ini dibandingkan dengan Kecamatan se-Kota Bandung maka akan telihat pada tabel berikut:

Tabel 3.11

Data Perbandingan IKM Per-Kecamatan Se-Kota Bandung Tahun 2016

No Nama Kecamatan Nilai IKM Keterangan

1 ANDIR 85.99 Diatas rata-rata

2 CINAMBO 85.98 Diatas rata-rata

3 CIBEUNYING KIDUL 84.32 Diatas rata-rata

4 UJUNGBERUNG 83.89 Diatas rata-rata

5 BUAHBATU 83.67 Diatas rata-rata

6 REGOL 83.29 Diatas rata-rata

7 SUMUR BANDUNG 83.09 Diatas rata-rata

8 BOJONGLOA KALER 83.00 Diatas rata-rata

9 ASTANA ANYAR 82.96 Diatas rata-rata

10 SUKASARI 82.84 Diatas rata-rata

11 BABAKAN CIPARAY 82.55 Diatas rata-rata

14 Kenyamanan Pelayanan 516 3.44 0.244

RATA-RATA NRR 3.37

(33)

12 ANTAPANI 82.29 Diatas rata-rata

13 RANCASARI 82.21 Diatas rata-rata

14 CIBEUNYING KALER 82.13 Diatas rata-rata

15 LENGKONG 82.02 Diatas rata-rata

16 COBLONG 82.00 Diatas rata-rata

17 BANDUNG WETAN 81.90 Diatas rata-rata

18 KIARACONDONG 81.33 Dibawah rata-rata

19 CICENDO 81.12 Dibawah rata-rata

20 GEDEBAGE 81.03 Dibawah rata-rata

21 CIBIRU 81.00 Dibawah rata-rata

22 CIDADAP 80.50 Dibawah rata-rata

23 MANDALAJATI 80.20 Dibawah rata-rata

24 BANDUNG KIDUL 80.08 Dibawah rata-rata

25 BOJONGLOA KIDUL 80.03 Dibawah rata-rata

26 ARCAMANIK 79.50 Dibawah rata-rata

27 SUKAJADI 79.40 Dibawah rata-rata

28 PANYILEUKAN 79.10 Dibawah rata-rata

29 BATUNUNGGAL 78.07 Dibawah rata-rata

30 BANDUNG KULON 75.00 Dibawah rata-rata

Rata Rata 81.68

Sumber Data : Aplikasi Silakip Kota Bandung

68 70 72 74 76 78 80 82 84 86 88 AN D IR C IN A M B O C IB EUN YI N G KI D UL UJU N G B ERU N G B U AH B A TU R EG O L SUM UR B A N D U N G B OJON G LOA KA LE R AST AN A AN YAR SUKASARI B ABAKAN C IP ARAY AN TAP AN I RAN C ASA RI C IB EUN YI N G KALE R LE N G KON G C OB LON G B AN D UN G W ET AN KI ARAC ON D ON G C IC EN D O G ED EB AG E C IB IRU C ID AD AP M AN D ALAJ A TI B AN D UN G KI D UL B OJON G LOA KI D UL AR C AM AN IK SU KAJADI P AN YI LE U KA N B AT UN UN G G AL B AN D UN G KULO N

Grafik

Nilai IKM Kecamatan Se-Kota Bandung

Tahun 2016

(34)

Dari data tabel dan grafik diatas dapat dilihat bahwa Kecamatan Cibeunying Kidul menduduki posisi ke-3 teratas dari 30 Kecamatan se-Kota Bandung. Ada beberapa Faktor yang menjadi pendukung maupun penghambat dalam peningkatan IKM, antara lain sebagai berikut:

Faktor pendukung:

1. Rencana penganggaran pada tahun 2016 dalam rangka peningkatan sarana dan prasarana pelayanan.

2. Penerapan metode kerja berdasarkan ISO yang telah disusun dan telah disertifikasi

Faktor penghambat:

1. Kuantitas sumber daya manusia yang kurang

2. Sarana dan prasarana pendukung pelayanan belum memadai 3. Pemahaman tentang pelayanan prima yang kurang

Rekomendasi/solusi perbaikan sebagai berikut :

Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis tersebut diatas, maka dimasa yang akan datang perlu adanya sosialisasi, pengetahuan dan pemahaman tentang Sistem Operasional Prosedur maupun pendukung lainnya dari produk yang dihasilkan oleh Kecamatan, pemahaman tersebut harus secara merata ke seluruh karyawan khususnya yang menangani masalah pelayanan (front office), hal ini secara otomatis dapat meningkatkan pelayanan prima.

2. Persentase keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti

Pada tahun 2016 telah tercatat sebanyak 14 pengaduan yang masuk ke sistem Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) dan seluruh pengaduan tersebut telah ditindaklanjuti maka dapat dikatakan bahwa capaian kinerja nyata

(35)

indikator Persentase keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti sesuai target sebesar 100%.

Jika jumlah pengaduan tahun ini sebanyak 14 pengaduan dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 8 pengaduan artinya jumlah pengaduan tahun ini lebih banyak daripada tahun sebelumnya, hal ini menunjukan bahwa masyarakat di wilayah Kecamatan Cibeunying Kidul semakin kritis terhadap segala perubahan situasi dan kondisi di wilayahnya, dengan demikian kita sebagai aparat pemerintah harus lebih peka dan tanggap dalam menindaklanjuti dan menyelesaikan pengaduan/keluhan masyarakat sesuai kewenangannya.

Adapun data pengaduan berdasarkan wilayah per-kelurahan pada Tahun 2016 sebagai berikut:

Tabel 3.12

Data keluhan/pengaduan berdasarkan per-Kelurahan Kecamatan Cibeunying Kidul Tahun 2016

No Kelurahan Pengaduan Jumlah Pengaduan Jumlah Tindaklanjut Jumlah Capaian (%)

TW 1 TW 2 TW3 TW4 Tahun 2016 Tahun 2016 1 Kecamatan - - 1 - 1 1 100 2 Cikutra 1 1 1 4 7 7 100 3 Cicadas - 1 - - 1 1 100 4 Sukapada - 2 - - 2 2 100 5 Sukamaju - - - 100 6 Pasirlayung - - 1 - 1 1 100 7 Padasuka 1 1 - - 2 2 100 Jumlah 2 5 3 4 14 14 100

(36)

Grafik 3.5

Dari tabel dan Grafik diatas menunjukkan bahwa dari total pengaduan yang berjumlah 14 pengaduan yang tersebar di 6 kelurahan Wilayah Kecamatan Cibeunying Kidul serta semua pengaduan telah ditindaklanjuti sehingga capaian dari inidikator ini mencapai 100% (mencapai target). Kelurahan yang memiliki paling sedikit pengaduan adalah Kelurahan Sukamaju dengan jumlah pengaduan Nihil atau tidak ada pengaduan sedangkan Kelurahan Pasirlayung, Cicadas serta pengaduan yang ditujukan ke kantor kecamatan masing masing mendapat 1 pengaduan, Kelurahan Sukapada dan Padasuka masing-masing mendapat 2 pengaduan, sedangkan Kelurahan Cikutra merupakan Kelurahan yang paling banyak mendapat keluhan/pengaduan dari masyarakat yakni sebanyak 7 keluhan/pengaduan, masih belum maksimal dalam melayani masyarakat sehingga perlu dikaji per-bidang pelayanan yang menjadi prioritas perbaikan.

KecamatanCikutra2 CicadasSukapada SukamajuPasirlayung Padasuka 0 1 2 3 4 5 6 7 PengaduanTindaklanjut 1 1 7 7 1 1 2 2 0 0 1 1

Data Pengaduan berdasarkan per-Kelurahan di Wilayah

Kecamatan Cibeunying Kidul Tahun 2016

Kecamatan Cikutra2 Cicadas Sukapada Sukamaju Pasirlayung Padasuka

(37)

Tabel 3.13

Data keluhan/pengaduan per-Bidang Layanan Di Kecamatan Cibeunying Kidul Tahun 2016

No Bidang Jumlah Pengaduan

Jumlah Pengaduan Tahun 2016 Jumlah Tindak lanjut Capaian TW 1 TW 2 TW3 TW4 1 Pemerintahan - 1 - - 1 1 100 2 Ekbang dan LH - - - 100

3 Keamanan dan Ketertiban 1 - - 1 2 2 100

4 Pelayanan Umum 1 4 3 3 11 11 100 5 Pendidikan Kemasyarakatan - - - 100 Jumlah 2 5 3 4 14 14 100 Grafik 3.6 0 10 20 1 0 2 11 0

Data Keluhan/Pengaduan per-Bidang Kecamatan Cibeunying Kidul Tahun 2016

Jumlah Pengaduan

Jumlah Tindak lanjut

(38)

Dari tabel dan Grafik diatas menunjukkan bahwa bidang ketentraman dan ketertiban 1 pengaduan, bidang Ekbang&LH dan bidang Kemasyarakatan tidak ada pengaduan sedangkan bidang Pelayanan Umum memiliki jumlah pengaduan terbanyak yaitu 11 pengaduan sehingga masih perlu dikaji lebih detil per-jenis pelayanan sebagaimana tabel di bawah ini.

Tabel 3.14

Data keluhan/pengaduan per-jenis pelayanan Kecamatan Cibeunying Kidul Tahun 2016

No Pengaduan perjenis Pelayanan Pengaduan Jumlah Tindak lanjut Jumlah Capaian

1 Tentang penegakan Perda 11 tahun 2015 1 1 100

2 Pelayanan SKTM 2 2 100

3 Pelayanan Prima (lambat) 6 6 100

4 Pembuatan Ahli Waris 1 1 100

5 Pelayanan KTP dan KK 2 2 100

6 Pembuatan Surat Pernyataan Cerai 1 1 100

7 Ketertiban lingkungan (Parkir) 1 1 100

(39)

Grafik 3.6

Dari tabel 3.14 diatas menunjukkan bahwa ada 14 pengaduan yang masuk ke wilayah Kecamatan Cibeunying Kidul yang dikelompokan ke dalam 7 jenis pengaduan dimana yang paling banyak pengaduannya yaitu terkait dengan Pelayanan prima atau keterlambatan pelayanan kepada masyarakat.

Secara umum hal yang menyebabkan ketidakpuasan masyarakat perihal keterlambatan pelayanan yaitu jumlah penduduk yang relatif padat diwilayah Kecamatan Cibeunying Kidul tidak seimbang dengan jumlah petugas khususnya petugas pelayanan, sehingga pelayanannya kurang optimal. Adapun rekomendasi untuk mengatasi permasalahan diatas adalah pengajuan penambahan jumlah petugas yang ditempatkan di Wilayah Kecamatan Cibeunying Kidul.

Bila indikator Keluhan/Pengaduan ini dibandingkan dengan jumlah pengaduan Kecamatan lainya maka dapat terlihat dalam tabel berikut ini:

0 1 2 3 4 5 6 1 2 6 1 2 1 1

Jumlah Pengaduan/Keluhan per-jenis pelayanan di Kecamatan Cibeunying Kidul Tahun 2016

(40)

Tabel 3.15

Data Perbandingan Jumlah Keluhan/Pengaduan Kecamatan lainnya di Kota Bandung

Tahun 2016

NO. KECAMATAN PENGADUAN JUMLAH PENGADUAN YG JUMLAH DITINDAKLANJUTI CAPAIAN (%) 1 GEDEBAGE 0 0 100 2 CINAMBO 4 4 100 3 BANDUNG KIDUL 5 5 100 4 CIDADAP 6 6 100 5 BOJONGLOA KALER 6 6 100 6 BANDUNG WETAN 8 8 100 7 BOJONGLOA KIDUL 9 9 100 8 CICENDO 11 11 100 9 UJUNGBERUNG 13 13 100 10 LENGKONG 14 14 100 11 CIBEUNYING KIDUL 14 14 100 12 CIBEUNYING KALER 15 15 100 13 MANDALAJATI 17 17 100 14 ANDIR 17 17 100 15 RANCASARI 18 18 100 16 ASTANA ANYAR 20 20 100 17 SUKAJADI 23 23 100 18 CIBIRU 23 23 100 19 SUKASARI 27 27 100 20 COBLONG 27 27 100 21 BATUNUNGGAL 28 28 100 22 BANDUNG KULON 29 29 100 23 PANYILEUKAN 34 34 100 24 KIARACONDONG 35 35 100 25 BABAKAN CIPARAY 36 36 100 26 ANTAPANI 37 37 100 27 BUAHBATU 38 38 100 28 SUMUR BANDUNG 49 49 100

(41)

29 REGOL 69 69 100

30 ARCAMANIK 76 76 100

Sumber Data : Sistem LAPOR Kota bandung

Grafik 3.8

Perbandingan Keluhan/Pengaduan Kecamatan lainnya

di Kota Bandung Tahun 2016

0 20 40 60 80 100 120 GEDEBAGE CINAMBO BANDUNG KIDUL CIDADAP BOJONGLOA KALER BANDUNG WETAN BOJONGLOA KIDUL CICENDO UJUNGBERUNG LENGKONG CIBEUNYING KIDUL CIBEUNYING KALER MANDALAJATI ANDIR RANCASARI ASTANA ANYAR SUKAJADI CIBIRU SUKASARI COBLONG BATUNUNGGAL BANDUNG KULON PANYILEUKAN KIARACONDONG BABAKAN CIPARAY ANTAPANI BUAHBATU SUMUR BANDUNG REGOL ARCAMANIK CAPAIAN (%) JUMLAH PENGADUAN YG DITINDAKLANJUTI JUMLAH PENGADUAN

(42)

Dari data Tabel dan grafik diatas menunjukkan bahwa Kecamatan Cibeunying Kidul menempati urutan ke-3 dari 6 kecamatan yang diperbandingkan, dengan jumlah pengaduan/keluhan sebanyak 14 keluhan/pengaduan namun capaian tindaklanjut keluhan/pengaduan semua kecamatan mencapai 100% artinya semua Kecamatan yang ada di Kota Bandung selalu merespon setiap keluhan dan pengaduan yang kemudian dapat dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan. Untuk meminimalisir keluhan/pengaduan dalam rangka mencapai zero komplain dilakukan berbagai macam usaha dengan memanfaatkan faktor pendukung dan mengurangi hambatan dengan melakukan berbagai macam aksi kegiatan antara lain melakukan perbaikan pelayanan kepada masyarakat, melakukan koordinasi efektif dengan SKPD teknis terkait, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan, RT, RW dan melakukan pembinaan kepada aparatur Kecamatan agar dapat menekan jumlah pengaduan pada tahun berikutnya.

3. Indikator Nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI Capaian kinerja nyata Cibeunying Kidul dari Indikator Nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI yang pengukurannya berdasarkan self assisment mencapai nilai sebesar 950 dari target yang direncanakan yaitu 910, maka capaian kinerja yang dicapai sebesar 104.40%, melebihi dari target yang diperjanjikan. Hal ini menunjukkan adanya komitmen dari pimpinan terhadap pelayanan sangat baik dilihat dari penilaian fisik /dimensi tangibel yang meliputi 12 komponen indikator penilaian sebagai berikut:

Tabel 3.16

Data Nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI Kecamatan Cibeunying Kidul

Tahun 2016

No Komponen Bobot 2015 Nilai Capaian (%) 2015

(43)

2 Standar Layanan 450 450 100%

3 Sarana, Prasarana atau

Fasilitas 140 140 100%

4 Maklumat layanan 50 50 100%

5 Sistem informasi pelayanan

publik 100 100 100%

6 Sarana khusus bagi pengguna

layanan berkebutuhan khusus 30 30 100%

7 Pengelolaan Pengaduan 80 40 50%

8 Sarana pengukuran Kepuasan

Pelangggan 20 20 100%

9 Visi dan Misi 20 20 100%

10 Motto 10 10 100%

11 ISO 9001 : 2008 20 20 100%

12 Atribut 20 10 50%

Jumlah 1000 950

Zona Kepatuhan Hijau

Sumber : Kecamatan Cibeunying Kidul

Sistem penilaian dimensi tangibel memiliki bobot yang berbeda nilai maksimal untuk penilaian versi ombudsman adalah 0 sampai 1.000.

Berdasarkan variabel dan indikator yang ditetapkan maka dikelompokkan menjadi 3 zonasi kepatuhan terhadap pelaksanaan Undang-undang No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yaitu :

1. Zona merah atau kepatuhan rendah (0-500) 2. Zona kuning atau kepatuhan sedang (501-800) 3. Zona hijau atau kepatuhan tinggi (801-1.000)

(44)

Berdasarkan pembagian zonasi tersebut nilai capaian untuk kepatuhan terhadap pelaksanaan UU No. 25/2014 Kecamatan Cibeunying Kidul memperoleh nilai 950 dengan zone hijau atau kriteria kepatuhan tinggi.

Grafik 3.9

Dari Tabel dan Grafik diatas dari 12 komponen penilaian versi ombudsman terdapat 10 komponen yang capaiannya mencapai 100% perlu dipertahankan yaitu Pelayanan terpadu Satu Atap/Satu Pintu; Standar Layanan; Sarana, Prasarana atau Fasilitas; maklumat pelayanan; sistem informasi pelayanan publik; Sarana khusus bagi pengguna layanan berkebutuhan khusus; Sarana pengukuran Kepuasan Pelangggan; visi dan misi; motto dan ISO 9001 : 2008. Sedangkan komponen yang capaiannya kurang dan hanya mencapai 50% dari bobot nilai yaitu komponen Pengelolaan Pengaduan dan atribut. Pada saat penilaian dilakukan atribut berupa seragam petugas pelayanan belum direalisasikan namun demikian pada akhir tahun 2016 hal tersebut sudah terpenuhi sehingga untuk penilaian self assesment ombudsmant yang

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 100 100 100 100 100 100 50 100 100 100 100 50 Capaian Nilai Ombudsman RI

Kecamatan Cibeunying Kidul Tahun 2016

(45)

dilakukan oleh Bagian Organisasi tahun 2016 akan menambah nilai Kecamatan Cibeunying Kidul.

Sedangkan untuk Pejabat pengelola pengaduan akan di angkat dengan menggunakan Surat Keputusan Camat pada awal tahun 2016.

Bila dibandingkan dengan kecamatan lain se-Kota Bandung nilai Kecamatan Cibeunying Kidul sebesar 950 berada diatas nilai rata rata kecamatan di Kota Bandung yaitu 937.77 disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 3.17

Data Perbandingan Nilai Standar Kepatuhan Ombudsman Per-Kecamatan Se-Kota Bandung

Tahun 2016

No. Nama Kecamatan Nilai Keterangan

1 COBLONG 995 Diatas rata-rata

2 SUMUR BANDUNG 990 Diatas rata-rata

3 LENGKONG 990 Diatas rata-rata

4 GEDEBAGE 990 Diatas rata-rata

5 BANDUNG KIDUL 985 Diatas rata-rata

6 SUKASARI 980 Diatas rata-rata

7 MANDALAJATI 980 Diatas rata-rata

8 BOJONGLOA KIDUL 980 Diatas rata-rata

9 PANYILEUKAN 975 Diatas rata-rata

10 CINAMBO 975 Diatas rata-rata

11 CIBIRU 965 Diatas rata-rata

12 BANDUNG WETAN 965 Diatas rata-rata

13 REGOL 960 Diatas rata-rata

14 ANTAPANI 955 Diatas rata-rata

15 SUKAJADI 953 Diatas rata-rata

16 CIDADAP 950 Diatas rata-rata

17 CIBEUNYING KIDUL 950 Diatas rata-rata

(46)

19 ASTANA ANYAR 950 Diatas rata-rata

20 UJUNGBERUNG 940 Dibawah rata-rata

21 KIARACONDONG 940 Dibawah rata-rata

22 CIBEUNYING KALER 940 Dibawah rata-rata

23 ANDIR 940 Dibawah rata-rata

24 RANCASARI 925 Dibawah rata-rata

25 ARCAMANIK 920 Dibawah rata-rata

26 BOJONGLOA KALER 900 Dibawah rata-rata

27 BATUNUNGGAL 900 Dibawah rata-rata

28 BABAKAN CIPARAY 900 Dibawah rata-rata

29 BANDUNG KULON 860 Dibawah rata-rata

30 CICENDO 850 Dibawah rata-rata

Rata-Rata 948.43

(47)

Grafik 3.10

Perbandingan Nilai Standart Kepatuhan Ombudsman Tahun 2016 750 800 850 900 950 1000 1050 COBLONG SUMUR BANDUNG LENGKONG GEDEBAGE BANDUNG KIDUL SUKASARI MANDALAJATI BOJONGLOA KIDUL PANYILEUKAN CINAMBO CIBIRU BANDUNG WETAN REGOL ANTAPANI SUKAJADI CIDADAP CIBEUNYING KIDUL BUAHBATU ASTANA ANYAR UJUNGBERUNG KIARACONDONG CIBEUNYING KALER ANDIR RANCASARI ARCAMANIK BOJONGLOA KALER BATUNUNGGAL BABAKAN CIPARAY BANDUNG KULON CICENDO

(48)

Dari Tabel dan grafik diatas dapat terlihat bahwa Kecamatan Cibeunying Kidul menduduki urutan ke-16 bersama 3 kecamatan lainnya dari seluruh kecamatan Se-Kota Bandung, dengan posisi diatas rata-rata Kecamatan se-Kota Bandung.

Keberhasilan/kegagalan pencapaian indikator Nilai Standar Kepatuhan Pelayanan Publik versi Ombudsman RI disebabkan faktor pendukung dan penghambat sebagai berikut :

Faktor pendukung :

1. Tersediannya anggaran untuk komponen atribut

2. Tersedianya ruangan untuk menambah nilai komponen kepatuhan pelayanan Faktor Penghambat

1. Petugas pelayanan belum memiliki seragam khusus 2. Belum adanya petugas khusus untuk layanan pengaduan Rekomendasi/solusi perbaikan sebagai berikut :

Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis tersebut diatas untuk meningkatkan capaian indikator Nilai Standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI, maka dimasa yang akan datang :

1. Melengkapi atribut seragam khusus untuk petugas pelayanan

2. Malakukan penunjukkan/pengangkatan petugas khusus untuk layanan pengaduan.

Kesimpulan dari Indikator Sasaran 1:

Kinerja nyata untuk Indikator dengan kinerja yang direncanakan.

o Capaian Indeks Pelayanan/Indeks Kepuasan Masyarakat pada Tahun 2016

sebesar 84,32 dengan capaian kinerja sebesar 102,83% melebihi dari target 82 yang diperjanjikan.

o Capaian Persentase Keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang

ditindaklanjuti pada Tahun 2016 sebanyak 14 pengaduan/keluhan dengan

(49)

o Capaian Nilai Standar kepatuhan pelayanan publik versi Ombudsman RI pada

Tahun 2016 sebesar 950 dengan capaian kinerja sebesar 104.40% melebihi dari target yang diperjanjikan sebesar 910.

Kinerja nyata dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya.

o Capaian Indeks Pelayanan/Indeks Kepuasan Masyarakat pada tahun 2016

adalah 84,32 dengan capaian kinerja sebesar 102.83%. Adapun pada tahun 2015 Indeks Kepuasan Masyarakat 76,57 dengan capaian sebesar 95,71% sehingga mengalami kenaikan sebesar 7,75 point atau sebesar 9,19%.

o Capaian Persentase Keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang

ditindaklanjuti pada tahun 2016 jumlah pengaduan melalui Lapor sebanyak 14

laporan dan seluruhnya telah ditindaklanjuti maka dengan capaian kinerjanya sebesar 100%. Adapun pada tahun 2015 jumlah pengaduan yang ditindaklanjuti sebesar sebanyak 8 dengan capaian kinerja 100%.

o Capaian Nilai Standar kepatuhan pelayanan publik versi Ombudsman RI pada

tahun 2016 sebesar 950 dengan capaian kinerja sebesar 104,40%. Adapun pada tahun 2015 Nilai Standar kepatuhan pelayanan publik versi Ombudsman RI sebesar 950 dengan capaian sebesar sebesar 105,56%.

Kinerja nyata dengan Kinerja di Kecamatan lain

o Capaian Indeks Pelayanan/Indeks Kepuasan Masyarakat pada tahun 2016

adalah 84,32 dengan capaian kinerja sebesar 102.83%, jika dibandingkan dengan capaian IKM Kecamatan se-Kota Bandung maka posisi Kecamatan Cibeunying Kidul berada pada posisi ke-3 teratas. Adapun posisi tertinggi adalah Kecamatan Andir dengan capaian IKM sebesar 85,99 sedangkan terendah adalah Kecamatan Bandung Kulon dengan capaian IKM sebesar 75.

(50)

o Capaian Persentase Keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti pada tahun 2016 menunjukkan bahwa Kecamatan Cibeunying Kidul menempati urutan ke-3 dari 30 kecamatan yang diperbandingkan, dengan jumlah pengaduan/keluhan sebanyak 14 keluhan/pengaduan namun capaian tindaklanjut keluhan/pengaduan semua kecamatan mencapai 100% artinya semua Kecamatan yang ada di Kota Bandung selalu merespon setiap keluhan dan pengaduan yang kemudian dapat dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan. Untuk meminimalisir keluhan/pengaduan dalam rangka mencapai zero komplain dilakukan berbagai macam usaha dengan memanfaatkan faktor pendukung dan mengurangi hambatan dengan melakukan berbagai macam aksi kegiatan antara lain melakukan perbaikan pelayanan kepada masyarakat, melakukan koordinasi efektif dengan SKPD teknis terkait, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan, RT, RW dan melakukan pembinaan kepada aparatur Kecamatan agar dapat menekan jumlah pengaduan pada tahun berikutnya.

68 70 72 74 76 78 80 82 84 86 88 AN D IR C IN A M B O C IB EUN YI N G KI D UL UJU N G B ERU N G B UAH B A TU RE G OL SUM UR B A N D U N G B OJON G LOA KA LE R AST AN A AN YAR SUKASARI B AB AKAN C IPAR AY AN TAP AN I RAN C ASA RI C IB EUN YI N G KALE R LE N G KON G C OB LON G B AN D UN G W ET AN KI ARAC ON D ON G C IC EN D O G ED EB AG E C IB IRU C ID AD AP M AN D ALAJ A TI B AN D UN G KI D UL B OJON G LOA KI D UL ARC AM AN IK SU KAJADI P AN YI LE U KA N B AT UN UN G G AL B AN D UN G KULO N

Grafik

Nilai IKM Kecamatan Se-Kota Bandung

Tahun 2016

(51)

Grafik 3.8

Perbandingan Keluhan/Pengaduan Kecamatan lainnya di Kota Bandung Tahun 2016

0 20 40 60 80 100 120 KECAMATAN GEDEBAGE CINAMBO BANDUNG KIDUL CIDADAP BOJONGLOA KALER BANDUNG WETAN BOJONGLOA KIDUL CICENDO UJUNGBERUNG LENGKONG CIBEUNYING KIDUL CIBEUNYING KALER MANDALAJATI ANDIR RANCASARI ASTANA ANYAR SUKAJADI CIBIRU SUKASARI COBLONG BATUNUNGGAL BANDUNG KULON PANYILEUKAN KIARACONDONG BABAKAN CIPARAY ANTAPANI BUAHBATU SUMUR BANDUNG REGOL ARCAMANIK Series 3 Series 22 Series 2

Gambar

Gambar 1. Bagan Struktur Organisasi Kecamatan
Tabel 3.26  Data perbandingan
Diagram Perbandingan Persentase Kelurahan
Grafik Perbandingan nilai evaluasi AKIP  dengan Kecamatan lainnya

Referensi

Dokumen terkait

Karaktersitik individu dan iklim komunikasi cukup memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja pegawai BDK Makassar, yaitu (a) iklim komunikasi BDK Makassar cenderung akan

Demikian Berita Acara Penjelasan Pekerjaan ini dibuat untuk dipergunakan

sifat-sifat Raden Arjuna dengan menggunakan bahasa sendiri Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang, Mengenal Sifat Raden Arjuna. Dialog

Objektif dan Profesional Terlaksananya Pengembangan Analis Kebijakan berbasis Kompetensi Persentase Pengembangan Kompetensi Analis Kebijakan 50% 50% 70% 85% 100%

parsial terhadap pendapatan perkapita di pemko/pemkab provinsi sumatera utara. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dana perimbangan secara parsial. terhadap pendapatan

Gambaran umum hasil pelaksanaan dalam periode Semester I Tahun.../Akhir Tahun Anggaran... Gelagat perkembangan kasus pertanahan dalam

Pembiayaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ini bisa disamakan dengan belanja pembangunan karena digunakan untuk mendanai peningkatan kwalitas pelayanan publik

Partisipasi (X3) mempunyai pengaruh yang positif terhadap kinerja karyawan, dengan koefisien regresi sebesar 0,254 yang artinya apabila perhatian karyawan meningkat sebesar 1