• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIPLOMA PSIKOLOGI ISLAM DAN KAUNSELING. WPK1313 Psikolgi Pembelajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DIPLOMA PSIKOLOGI ISLAM DAN KAUNSELING. WPK1313 Psikolgi Pembelajaran"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

DIPLOMA PSIKOLOGI ISLAM DAN KAUNSELING

WPK1313

Psikolgi Pembelajaran

Minggu 4 (Terakhir)

Pensyarah:

Ustazah Dr Nek Mah Bte Batri

PhD – Pendidikan Agama Islam (UMM) PhD – Fiqh Sains & Teknologi (UTM)

(2)

Penilaian teori dan model yang

bersesuaian berdasarkan prinsip

(3)
(4)

PANDANGAN ISLAM TERHADAP TEORI

BELAJAR BEHAVIORISTIK

Menurut teori behavioristik proses pembelajaran akan menghasilkan suatu

perubahan tingkah laku melalui ransangan atau stimulas dan respon. Proses ini dilakukan dengan melalui “trial and error” dan peneguhan (reinforcement). Dalam Islam, isitlah belajar menggunakan terminologi ta‟allama dan thalab al

„Ilmu (menuntut ilmu). Proses belajar dalam Islam perlu ada dorongan di dalam

diri seseorang individu bukan bersifat materialistik.

Hal ini tentu jauh berbeza dengan teori belajar akhlak dalam Islam. Walaupun pembetukkan tingkah laku/akhlak dalam Islam juga ingin mendapatkan

reward akan tetapi reward ini tidak bersifat materialistik melainkan berkonsepkan keredhaan dan rahmat dari Allah s.w.t.

(5)

INTEGRASI TEORI BEHAVIORISTIK

(PERSPEKTIF ISLAM)

• Berlandaskan tiga prinsip dalam belajar dari eksprement Thorndike: 1. Law of readiness (hukum kesiapan)

Belajar akan berhasil apabila individu memiliki kesiapan. Oleh itu dalam Islam proses pembelajaran dianjurkan dengan membetulkan niat yang benar dan berdoa terlebih dahulu agar dalam akitivit seterusnya

mendapat keredhaan dari Allah s.w.t. 2) Law of exercise (hukum latihan)

Pembelajaran akan hanya berhasil apabila ia banyak melakukan latihan atau ulangan dilakukan. Dalam hal Islam menggalakkan seseorang melakukannya secara istiqamah.

(6)

INTEGRASI TEORI BEHAVIORISTIK

(PERSPEKTIF ISLAM)

3. Low of effect

Semangat untuk belajar akan lebih bersemangat apabila mengetahui ia akan mendapat ganjaran (reward-tsawab). Oleh itu seseorang akan terus melakukannya.

Dalam Islam di samping bersifat duniawi (tsawab al-Dunya) juga bersifat tsawab al-akhirah sebagaimana dalam surah Ali Imran ayat 148: “ Allah berikan ganjaran kepada mereka di

duni dan akhirat dengan ganjaran yang baik. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik”.

(7)
(8)

PANDANGAN ISLAM TERHADAP TEORI

BELAJAR SOSIAL

Selain daripada peranan diri, pembentukan keperibadian seseorang turut

dipengaruhi oleh pelbagai pengaruh yang wujud dalam persekitaran kehidupan manusia seperti mana yang dijelaskan dalam al-Quran ayat ke 8 hingga ke 10 Surah al-Shams yang bermaksud:

Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketaqwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang

yang mengotorinya.

Dalam ayat ini dijelaskan tentang proses pembentukan keperibadian manusia dipengaruhi oleh elemen-elemen ilham sama ada ia menuju kepada jalan yang

baik mahupun yang buruk. Namun manusia dibekalkan dengan akal untuk memilih jalan mana yang harus diikuti. Pengaruh-pengaruh jalan kebaikan dan

kefasikan ini pada hakikatnya merupakan pengaruh-pengaruh yang wujud daripada persekitaran dalam kehidupan seseorang.

(9)

PANDANGAN ISLAM TERHADAP TEORI

BELAJAR SOSIAL

Imam al-Ghazali juga turut menekankan faktor pembelajaran sosial iaitu pergaulan dengan orang-orang yang soleh sebagai salah satu daripada tiga kaedah membentuk akhlak yang mulia dalam diri seseorang

(Muhamad Abul Quasem 1975).

Ini adalah kerana manusia itu secara semulajadi bersifat meniru di mana seseorang itu boleh memperolehi kedua-dua sifat baik dan buruk daripada keadaan seseorang yang lain.

Menurut al-Na’imy (1994) pula, manusia berbeza berdasarkan persekitaran di mana ia berada. Sesiapa yang mendapati dirinya berada dalam

persekitaran dan pendidikan yang membantunya ke arah kebaikan, maka dia lebih cenderung untuk menjadi golongan yang baik dan begitu juga sebaliknya.

(10)

PANDANGAN ISLAM TERHADAP TEORI

BELAJAR SOSIAL

Ibn Khaldun (2002) juga menjelaskan, persekitaran yang baik perlu bagi menghasilkan akhlak yang baik dan akhlak yang baik itu perlu lahir dari diri sendiri berdasarkan pengamatannya kepada faktor-faktor persekitaran yang boleh mempengaruhi tabiat hidup manusia.

Hassan (1987) berpendapat, persekitaran mampu memberi kesan terhadap penghayatan nilai akhlak seseorang. Menurut beliau, penghayatan nilai akhlak merupakan peringkat akhir dari proses pengakuran sosial yang dibentuk

melalui pembelajaran sosial yang menggabungkan asas-asas pembelajaran sosial seperti rangsangan, tindak balas, peneguhan, kepatuhan, identifikasi, permodelan dan tiruan.

Proses ini selanjutnya memerlukan kewujudan faktor-faktor motivasi luaran seperti galakan dan ancaman dan dalaman seperti kepuasan diri dan keinginan untuk dilihat benar.

(11)
(12)

PANDANGAN ISLAM TERHADAP TEORI

BELAJAR HUMANISTIK

Humanisme dalam Islam didasarkan pada prinsip-prinsip yang nyata, fitri dan rasional. Ia melarang mendewakan manusia atau makhluk lain dan juga

tidak merendahkan manusia sebagai makhluk yang hina dan berdosa. Humanisme dalam ajaran Islam didasarkan pada hubungan sesama umat manusia, baik hubungan sesama muslim ataupun hubungan dengan umat lainnya.

Humanisme Islam didasarkan pada : Saling mencintai, kasih sayang dan menjaga kebersamaan. “Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan

bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”. (Q.S. al-Hujarat : 10). “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan mereka, kecuali bisikan dari orang yang menyuruh manusia bersedekah, atau berbuat yang ma’ruf atau mengadakan perdamaian diantara manusia”. (Q.S. al-Nisa : 114).

(13)

PANDANGAN ISLAM TERHADAP TEORI

BELAJAR HUMANISTIK

Hakikat Manusia (Maslow)

Tentang hakikat manusia Maslow berpendapat bahwa manusia

memiliki satu kesatuan jiwa dan raga yang bernilai baik, dan memiliki potensi-potensi yang mengakibatkan perkembangan kearah

aktualisasi diri.

Hakikat Manusia (Al-Ghazali)

Manusia terbagi ke dalam tiga dimensi iaitu struktur jiwa manusia terdiri atas al-qalb, al-ruh, al-nafs, dan al-aql yang bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan.

(14)
(15)

PANDANGAN ISLAM TERHADAP TEORI

BELAJAR KOGNITIF

Kajian Kognitif Piaget Dalam Pandangan Pendidikan Islam

Menurut al Ghazali pengertian belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku dan ilmu pengetahuan sebagai hasil dari pengalaman individu.

Manakala Piaget adalah suatu proses perolehan pengetahuan yang dibentuk oleh individu itu sendiri kerana individu melakukan interaksi secara terus menerus dengan lingkungan.

Persamaanya al Ghazali dan Piaget sepakat bahwa belajar adalah merupakan

suatu proses, dilakukan dengan memperoleh suatu perubahan, dan dengan belajar seseorang akan mendapatkan pengetahuan.

Al Ghazali dan Piaget mengakui adanya struktur kognitif (adanya daya ingat). Seorang yang belajar tidak mungkin memperoleh pengetahuan tentang sesuatu

(16)

Belajar menurut al Ghazali dikaitkan dengan pandanganya tentang mencari ilmu yang melibatkan unsur jiwa, di samping indera dan akal.

Sedangkan menurut Piaget, belajar didasarkan pada perkembangan pemikiran yang mirip dengan perkembangan biologis, yang selalu beradaptasi dan mengorganisasikan lingkungan sekitar.

Pemikiran al Ghazali bersifat religius rasional yang lebih berorientasi pada al Qura’an dan Hadits, dan juga termasuk aliran konservatif yang cenderung bersifat keagamaan.

Sedangkan pemikiran Jean Piaget bersifat rasional, yang mendasarkan pada metode umum mendapatkan data empiris dan penggunaan model-model logis dalam menafsirkan data

PANDANGAN ISLAM TERHADAP TEORI

BELAJAR KOGNITIF

(17)

RUJUKAN

Badri, Malik.(1986). Dilema Psikolog Muslim, terj. Siti Zainab Luxfiati. Jakarta: PT. Temprint

Badri, Malik.(1996). Tafakkur; Perspektif Psikologi Islam, terj. Usman Syihab. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Langgulung, Hasan. (1988). Asas-Asas Pendidikan Islam. Jakarta: Al-Husna Akromah, Saidatul , Belajar Menurut Al Ghazali Dan Piaget; Study

(18)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka fokus penelitian ini adalah bagaimana komunikasi para pendeta GKPS dalam menangani konflik yang terjadi di grup facebook.. Untuk

di atas, dalam memandang pelanggaran yang ada seperti halnya dalam penulisan tanpa mencantumkan footnote, mengcopy, menjiplak suatu karya milik orang lain memang suatu

Persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, termasuk di dalamnya Laporan Kegiatan Perseroan, Laporan

Hasil penelitian 83 sampel Ikan Kembung Lelaki ( Rastrelliger kanagurta ) dari perairan sekitar Rembang didapat nilai hubungan panjang berat ikan kembung jantan pada

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Dan Fraksi Ekstrak Daun Senggani ( Melastoma malabathricum Linn.) Terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli , dan Bacillus

Laporan Akhir ini disusun untuk memenuhi syarat menyelesaikan pendidikan Diploma III pada Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik Politeknik Negeri

Selanjutnya siswa dengan tingkat kecemasan sedang melakukan jenis kesalahan menurut Lerner kecuali kesalahan tipe I, dan untuk siswa dengan tingkat kecemasan ringan hanya

Larutan dari serbuk pewarna dengan penambahan maltodekstrin 5% memiliki intensitas warna merah yang lebih tinggi dibandingkan dengan penambahan maltodekstrin 10%