• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. TINJAUAN TEORI. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2. TINJAUAN TEORI. Universitas Kristen Petra"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Petra 9

2. TINJAUAN TEORI

2.1 Tinjauan Literatur Tentang Buku 2.1.1 Pengertian Buku

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (172), buku adalah kumpulan beberapa atau banyak lembar kertas berjilid , berisi tulisan atau kosong

Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia (517), dilihat dari segi penampilannya buku dapat didefinisikan sebagai kumpulan lembaran kertas empat persegi panjang yang salah satu sisinya dijilid bersama-sama, bagian depan dan belakang lembar-lembar kertas ini dilindungi oleh sampul yang terbuat dari bahan yang lebih tahan terhadap gesekan, kelembapan, dan lain sebagainya. Sedangkan dari fungsinya, buku dapat didefinisikan sebagai alat komunikasi tulisan yang dirakit dalam satu susunan atau lebih, agar pemaparannya dapat tersistem, dan isi maupun perangkat kerasnya lebih lestari.

Berdasarkan keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa definisi buku adalah kumpulan lembaran-lembaran kertas baik berisi tulisan atau kosong yang tersusun secara sistematis dan teratur yang dijilid bersama-sama dengan dilindungi sampul dari bahan yang lebih tahan gesekan, kelembapan, dan lain sebagainya. Dari sebuah buku ini, seseorang dapat memperoleh banyak pengetahuan dan informasi yang penting.

2.1.2 Fungsi dan Peranan Buku

Fungsi dari buku antara lain: Fungsi informasi yakni berfungsi menyampaikan berbagai informasi yang tidak terbatas jenis genre nya; Fungsi pendidikan yaitu buku dapat menjadi media pembelajaran yang baik tanpa terbatasi ruang, tempat, dan waktu; Fungsi hiburan adalah pembaca dapat menikmati informasi dan konten yang terdapat didalam buku seperti novel, cerita rakyat, puisi, dan sebagainya; Fungsi kultural merupakan buku bermuatan seni dan budaya yang berfungsi untuk menampung, menampilkan, serta melestarikan hasil budaya masyarakat tertentu dan sebagai bukti apresiasi terhadap budaya masyarakat.

(2)

Universitas Kristen Petra 10

Peranan dari buku adalah menjadi media penyampaian informasi baik fakta maupun pemikiran tokoh tertentu sebagai referensi untuk cara berpikir seseorang. Media dokumentasi fakta dan histories yang terjadi pada masa tertentu, mengembangkan serta memberi pembaharuan dalam pola berpikir atau pola hidup seseorang dengan memberikan inspirasi yang berbeda dengan rutinitas sehari-hari pembaca, menghilangkan garis batas, mengetahui dan mempelajari fenomena, bahasa, berita yang ada dibelahan dunia lain.

2.1.3 Sejarah Buku

Pada zaman kuno, komunikasi atau penyampaian informasi antar manusia dilakukan secara lisan dari mulut ke mulut. Penyampaian informasi, cerita-cerita, doa-doa, maupun syair yang semua bentuk ini dihafalkan sehingga mengandalkan memori atau ingatan manusia dan disalurkan turun-temurun. Namun cara ini memiliki keterbatasan karena bergantung pada kemampuan daya ingat manusia yang terbatas. Untuk mengatasi permasalahn ini akhirnya manusia mulai berpikir untuk menuangkan dalam bentuk tulisan. Maka, lahirlah apa yang disebut sebagai buku kuno

Buku kuno ketika itu, belum berupa tulisan yang tercetak di atas kertas modern seperti sekarang ini, melainkan tulisan-tulisan di atas keping-keping batu (prasasti) atau juga di atas kertas yang terbuat dari daun papyrus. Papyrus adalah tumbuhan sejenis alang-alang yang banyak tumbuh di tepi Sungai Nil. Mesir merupakan bangsa yang pertama mengenal tulisan yang disebut hieroglif. Tulisan hieroglif yang diperkenalkan bangsa Mesir Kuno bentuk hurufnya berupa gambar-gambar. Mereka menuliskannya di batu-batu atau pun di kertas papyrus. Kertas papyrus bertulisan dan berbentuk gulungan ini yang disebut sebagi bentuk awal buku atau buku kuno. Selain Mesir, bangsa Romawi juga memanfaatkan papyrus untuk membuat tulisan. Panjang gulungan papyrus itu kadang-kadang mencapai puluhan meter. Hal ini sungguh merepotkan orang yang menulis maupun yang membacanya. Karena itu, gulungan papyrus ada yang dipotong-potong. Papyrus terpanjang terdapat di British Museum di London yang mencapai 40,5 meter.

Kesulitan menggunakan gulungan papyrus, di kemudian hari mengantarkan perkembangan bentuk buku mengalami perubahan. Perubahan itu

(3)

Universitas Kristen Petra 11

selaras dengan fitrah manusia yang menginginkan kemudahan. Dengan akalnya, manusia terus berpikir untuk mengadakan peningkatan dalam peradaban kehidupannya. Maka, pada awal abad pertengahan, gulungan papyrus digantikan oleh lembaran kulit domba terlipat yang dilindungi oleh kulit kayu yang keras yang dinamakan codex. Perkembangan selanjutnya, orang-orang Timur Tengah menggunakan kulit domba yang disamak dan dibentangkan. Lembar ini disebut pergamenum yang kemudian disebut perkamen, artinya kertas kulit. Perkamen lebih kuat dan lebih mudah dipotong dan dibuat berlipat-lipat sehingga lebih mudah digunakan. Inilah bentuk awal dari buku yang berjilid.

Perkembangan selanjutnya, orang-orang Timur Tengah menggunakan kulit domba yang disamak dan dibentangkan. Lembar ini disebut pergamenum yang kemudian disebut perkamen, artinya kertas kulit. Perkamen lebih kuat dan lebih mudah dipotong dan dibuat berlipat-lipat sehingga lebih mudah digunakan. Inilah bentuk awal dari buku yang berjilid. Di Cina dan Jepang, perubahan bentuk buku gulungan menjadi buku berlipat yang diapit sampul berlangsung lebih cepat dan lebih sederhana. Bentuknya seperti lipatan-lipatan kain korden. Buku-buku kuno itu semuanya ditulis tangan. Awalnya yang banyak diterbitkan adalah kitab suci, seperti Al-Qur’an yang dibuat dengan ditulis tangan.

Perkembangan perbukuan mengalami perubahan signifikan dengan diciptakannya kertas yang sampai sekarang masih digunakan sebagai bahan baku penerbitan buku. Pencipta kertas yang memicu lahirnya era baru dunia perbukuan itu bernama Ts’ai Lun. Ts’ai Lun berkebangsaan Cina. Hidup sekitar tahun 105 Masehi pada zaman Kekaisaran Ho Ti di daratan Cina. Penemuan Ts’ai Lun telah mengantarkan bangsa Cina mengalami kemajuan. Sehingga, pada abad kedua, Cina menjadi pengekspor kertas satu-satunya di dunia. Sebagai tindak lanjut penemuan kertas, penemuan mesin cetak pertama kali merupakan tahap perkembangan selanjutnya yang signifikan dari dunia perbukuan. Penemu mesin cetak itu berkebangsaan Jerman bernama Johanes Gensleich Zur Laden Zum Gutenberg.

Gutenberg telah berhasil mengatasi kesulitan pembuatan buku yang dibuat dengan ditulis tangan. Gutenberg menemukan cara pencetakan buku dengan huruf-huruf logam yang terpisah. Huruf-huruf itu bisa dibentuk menjadi kata atau

(4)

Universitas Kristen Petra 12

kalimat. Selain itu, Gutenberg juga melengkapi ciptaannya dengan mesin cetak. Namun, tetap saja untuk menyelesaikan satu buah buku diperlukan waktu agak lama karena mesinnya kecil dan jumlah huruf yang digunakan terbatas. Kelebihannya, mesin Gutenberg mampu menggandakan cetakan dengan cepat dan jumlah yang banyak. Gutenberg memulai pembuatan mesin cetak pada abad ke-15. Teknik cetak yang ditemukan Gutenberg bertahan hingga abad ke-20 sebelum akhirnya ditemukan teknik cetak yang lebih sempurna, yakni pencetakan offset, yang ditemukan pada pertengahan abad ke-20.

Di Indonesia sendiri, pada zaman dahulu, juga dikenal dengan buku kuno. Buku kuno itu ditulis di atas daun lontar. Daun lontar yang sudah ditulisi itu lalu dijilid hingga membentuk sebuah buku.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, dan dengan adanya mesin cetak offset saat ini mampu mencetak ingá ratusan ribu bahkan jutaan eksemplar buku dalam waktu singkat. Hal ini semakin berkembang dengan ditemukannya komputer sehingga memudahkan penyusunan huruf dan layout (tata letak halaman). Kemudian juga muncul berbagai mesin penunjang percetakan seperti mesin jilid, pemotong kertas, scanner (alat pengkopi gambar atau teks yang bekerja dengan sinar laser dan dapat diolah melalui komputer), dan juga printer laser (alat cetak yang menggunakan sumber sinar laser untuk menulis pada kertas yang kemudian ditaburi serbuk tinta).

Semua penemuan itu telah menjadikan buku-buku sekarang ini mudah dicetak dengan sangat cepat, dijilid dengan sangat bagus, serta hasil cetakan dan desain yang sangat bagus pula. Tak mengherankan bila sekarang ini kita dapati berbagai buku terbit silih berganti dengan penampilan yang semakin menarik.

2.1.4 Bentuk dan jenis Buku

Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia (518) Dilihat dari macamnya, buku dapat dikelompokkan sebagai:

a. Buku pelajaran mencakup buku ajar dari sekolah dasar sampai fakultas pasca-sarjana baik umum kejuruan maupun berbagai kursus.

(5)

Universitas Kristen Petra 13

b. Buku umum mencakup buku sastra, buku fiksi (umumnya novel), dan non fiksi (kebanyakan biografi, dan buku yang mengupas masalah politik dan kemasyarakatan).

c. Buku rujukan (referensi) adalah berbagai kamus dan ensiklopedi, serta buku pegangan.

d. Buku pesanan. Di amerika Serikat dan banyak negara maju, terdapat banyak klub buku yang mencetak buku dalam jumlah tertentu sesuai dengan pesanan. Umunya, harga buku ini jauh lebih rendah karena berupa cetakan ulang, sehingga hak cipta diperoleh tanpa harga tinggi. Di samping itu hampir tidak ada masalah penyimpanan persediaan sehingga modal pun tidak mandeg. Buku cetakan ulang ini dapat bersifat penuh, atau singkatan, atau dalam satu jilid yang terdiri atas gabungan beberapa buku yang disingkat. Di pihak lain, ada buku pesanan berupa buku survai yang dicetak secara terbatas, harganya sangat tinggi karena biaya survai dibebankan kepada buku. Perusahaan yang membeli buku semacam ini menyimpannya baik-baik agar tidak mudah diperbanyak oleh mereka yang tidak berhak.

2.2 Tinjauan Tentang Buku Panduan Ibu Hamil Menurut Nilai-Nilai Budaya Tionghoa

2.2.1 Pengertian Buku Panduan

Buku panduan adalah sebuah buku yang digunakan untuk memandu. Berasal dari kata dasar “pandu” yang kemudian berkembang menjadi “memandu” dan “dipandu”. Kalau ada yang memandu, tentu ada pihak yang dipandu. Pihak yang memandu disebut sumber panduan, dapat berupa orang, atau dapat berupa benda seperti buku, atau bahkan dapat berupa gabungan keduanya (misal guru dan buku).

Pengertian buku panduan adalah buku kecil berisi referensi , terutama berkenaan dengan pemberian instruksi. Selain itu buku panduan merupakan sesuatu yang menawarkan informasi dasar maupun instruksi.

Merujuk pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa buku panduan adalah buku yang didesain agar dapat dipergunakan soleh peserta panduan untuk memandu diri

(6)

Universitas Kristen Petra 14

sendiri (Rusli, 5). Buku panduan biasanya memiliki ciri-ciri khusus yang membuatnya dapat dibedakan dengan jenis buku lainnya, yaitu:

Dalam hal isi

a. Terdapat rumusan dan tujuan yang jelas setiap bab-nya b. Sebelum memasuki materi disajikan rangkuman

c. Isi disusun secara sistematis, dan sedapat mungkin disajikan secara sederhana, jelas, dan singkat.

Dalam hal kebahasaan

a. Bahasa yang digunakan dalam sebuah buku panduan biasanya tidak formal, melainkan bahasa yang familiar atau bahasa lisan

b. Dalam satu paragraf biasanya paling banyak terdapat 6 kalimat Dalam hal sumber bacaan

a. Buku panduan biasanya dilengkapi dengan sumber-sumber bacaan atau referensi yang digunakan.

b. Buku panduan biasanya dilengkapi dengan sumber-sumber bacaan lanjut atau perluasan bahasa.

2.2.2 Fungsi Buku Panduan

Fungsi buku panduan harus memperhatikan berbagai faktor dalam proses perancangannya, antara lain waktu yang digunakan untuk proses pemahaman, kebutuhan, serta tipe pembelajaran. Buku panduan berfungsi sebagai sebuah alat yang dapat digunakan tidak hanya untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada pembacanya, tapi juga memberi mereka kesempatan untuk meniru atau mengikuti instruksi yang disajikan di dalam buku panduan. Dengan demikian, pengguna buku panduan mempunyai kemampuan lebih dalam menentukan tujuan yang nyata, membuat rencana, mengembangkan strategi untuk menangani situasi yang baru dan tak terduga.

Pada saat menyusun buku panduan, sebelumnya harus diketahui terlebih dahulu apa tujuan atau sasaran dari buku panduan tersebut. Dalam tujuan ini disebutkan secara umum apa yang diharap dari pembaca buku panduan setelah membaca buku yang dibuat. Buku panduan itu sendiri akan dibuat praktis dan sesederhana mungkin tanpa menghilangkan unsur utama dari panduan itu sendiri.

(7)

Universitas Kristen Petra 15

Hal ini dimaksud agar buku panduan tersebut memudahkan pembacanya untuk menyerap informasi yang disajikan.

2.2.3 Elemen-Elemen Buku Panduan

Dalam buku panduan terdapat elemen-elemen secara fisik seperti cover depan buku panduan yang berisi judul, subjudul, dan nama pengarang. Pada bagian dalam terdapat cover dalam, halaman hak cipta, kata pengantar, daftar isi, dan bagian isi. Secara garis besar isi dari buku panduan ini adalah sebagai berikut: a. ada bagian pendahuluan yang menjelaskan tujuan buku panduan

b. daftar isi yang jelas

c. panduan kata-kata sulit sehingga pembaca yang tidak mengerti dapat memahami

d. mencantumkan daftar pustaka yang jelas

e. ada bagian lampiran yang berisi data-data yang berkaitan dengan materi panduan

Setelah bagian isi selesai,dibuat bagian penutup dan cover belakang buku panduan.

2.2.4 Perkembangan Buku Panduan

Buku panduan modern yang pertama kali diciptakan terdapat di dua tempat yang berbeda dan dikarang oleh 2 orang, yaitu Karl Baedeker di jerman pada tahun 1835, dan oleh John Murray III di Inggris pada tahun 1836. baedeker dan Murray menyusun buku panduan yang merupakan cerminan dari fakta lapangan yang mereka sajikan dipadu dengan pendapat pribadi. Buku yang mereka susun cukup populer di kalangan para wisatawan sekitar abad ke-19. Di eprtengahan abad ke-20, Eugene Fodor menyusun buku panduan untuk wilayah dataran Eropa. Arthur Frommer dengan bukunya yang berjudul Europe on $5 a Day yang disusun pada tahun 1957, merupakan buku panduan pertama yang memberi pilihan serta estimasi biaya yang diperlukan untuk berpergian di Eropa. Buku panduan yang beredar saat ini biasanya menyajikan berbagai macam informasi, mulai dari pariwisata, buku panduan remaja, buku panduan gaya hidup sampai buku anak-anak termasuk buku panduan perkembanagn dan perawatan ibu

(8)

Universitas Kristen Petra 16

hamil. Di dalam buku biasanya terdapat detail-detail tambahan serta tips yang berkaitan dengan topik buku tersebut. Selain buku panduan mengenai perjalanan wisata, saat itu belum banyak buku panduan yang mewarnai pasaran saat ini. Sedangkan buku panduan mengenai cara merawat kehamilan juga mulai banyak berkembang dipasaran. Banyaknya ibu hamil beretnis Tionghoa yang tidak mengetahui dengan jelas cara merawat kehamilan menurut budaya Tionghoa memicu produsen untuk memenuhi keinginan pasar dengan membuat buku panduan ini.

2.2.5 Kriteria Buku Panduan yang Baik

Buku panduan yang baik bukan hanya karena isinya, tetapi juga karena tampilan fisik luarnya. Dilihat dari sisi Desain Komuniaksi Visual dalam membuat desain buku panduan yang baik hendaknya memperhatikan bagaimana tampilan baik luar maupun dalam dari buku panduan tersebut. Mulai dari tampilan cover, desain cover yang baik mencakup tiga elemen yaitu grafis, warna, dan teks yang akan membuat tampilan sebuah buku panduan menjadi menarik. Pada bagian judul disarankan menggunakan font yang dibold, huruf yang kontras, jenis font yang digunakan sebagai judul utama dapat dibaca dengan jelas dari jarak yang jauh dan juga menggunakan jenis font yang sesuai dengan tema buku. Sebuah desain cover yang baik dapat mengkomunikasikan pesan isi buku hanya dengan sekali pandang, namun tetap dengan desain yang simple, rapi/bagus, unik, berbeda, berani, serta dengan pemilihan warna-warna graphic yang menarik sehingga dengan begitu secara tidak langsung menggugah rasa ingin tahu pembaca untuk melihat isinya. Selain cover, layout isi buku juga perlu didesain dengan baik mulai dari penataan letak teks dan ilustrasinya agar pembaca merasa nyaman saat mereka membaca buku serta memudahkan mereka untuk memahami isinya.

2.2.6 Prosedur Proses Perancangan

Dalam membuat buku panduan ada beberapa langkah yang harus diikuti untuk mempermudah dalam penulisan sebuah buku. Berikut adalah langkah-langkanya:

(9)

Universitas Kristen Petra 17

a. Menentukan inti gagasan atau ide b. Menentukan topik dan tema c. Menentukan judul buku d. Membuat kerangka buku

e. Mengumpulkan bahan/materi (verbal dan visual) f. Pengeditan

g. Merancang lay-out isi, background, dan cover h. Buku siap cetak

i. Penjilidan

2.2.7 Pengertian Ibu Hamil

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ibu hamil adalah seorang wanita yang sedang mengandung janin dirahim karena sel telur dibuahi oleh spermatozoa.

2.2.8 Tradisi Kehamilan Menurut Budaya Tionghoa

Menurut (Minjianxi shi,306), orang Tionghoa sangat berbakti kepada orang tua. Terdapat satu pepatah yaitu ”Berbakti ada tiga syarat, tetapi ada satu syarat yang terpenting” yaitu memiliki anak. Oleh karena itu, setelah menikah orang Tionghoa berharap ”memiliki keturunan”. Disamping itu orang Tionghoa memiliki adat istiadat yang disebut ”Pemberian Bunga”. Arti dalam meminta bunga yaitu ” Permohonan atau permintaan” ( dikutip dalam Vina,5). di dalam suatu adat istiadat, orang Tionghoa percaya bahwa di alam baka terdapat sebuah jembatan yang terdapat ratusan bunga. Di ujung jembatan terdapat bunga bermekaran yang segar dan indah, tetapi bunga tersebut hanya terdiri dari dua warna yaitu warna merah dan warna putih. Warna merah berarti anak perempuan yang lahir kedunia sedangkan warna putih berarti anak laki-laki yang lahir kedunia. Oleh sebab itu, jaman dahulu wanita Tionghoa yang datang ke kuil kebanyakan memberikan bunga yang berwarna putih, karena mereka berharap agar dapat melahirkan anak laki-laki untuk meneruskan keturunan (membawa nama keluarga ke genarasi berikutnya). Menurut Elisa Christiana, B.A., M.Pd. selaku dosen jurusan Sastra Tionghoa mengatakan jika wanita Tionghoa tidak

(10)

Universitas Kristen Petra 18

memiliki anak laki-laki itu dianggap belum memiliki anak dan merupakan kesalahan sang istri sehingga suami boleh menikah lagi dengan wanita Tionghoa lain tanpa persetujuan istri.

Selain itu, orang kuno jaman dahulu beranggapan bahwa mengandung atau kehamilan adalah suatu keharusan dan kejadian yang sangat luar biasa . Menurut (Minjianxi shi,307), pada saat mempelajari pengetahuan tentang kebersihan dan kesehatan saat mengandung seorang bayi pasti memiliki berbagai macam larangan. Larangan-larangan tersebut hanya berasal dari mulut ke mulut melainkan juga berasal dari kepercayaan, terdapat juga buku kuno (dikutip dalam Vina, 6) yang menyebutkan bahwa hal tersebut bukanlah suatu hal yang baru dan aneh.

2.2.9 Perawatan dan Pendidikan yang Baik Semasa Kehamilan

Pada saat menerima kehamilan, ibu hamil harus menjaga kesehatannya baik secara lahir maupun bathin. Ibu hamil sebaiknya sering melakukan kontrol ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi janinnya. Bagi seorang wanita Tionghoa hamil merupakan keharusan dan menjadi kabar gembira bagi keluarga besar oleh karena itu munculah tuntutan dan aturan adat Tionghoa demi memelihara kesehatan janin dalam kandungan..

Saat wanita mengandung, semua keluarga dan saudara akan lebih memperhatikan kondisi kehamilan dari pemenuhan kebutuhan material, spiritual, dan perawatan dokter serta memberikan banyak cara untuk menjaga kandungannya. Biasanya anggota keluarga yang lebih tua akan memberikan banyak masukan untuk menjaga sang jabang bayi mulai dari masalah menambah gizi dan nutrisi, misalnya dengan memberi telur rebus untuk menambah energi dan menjaga kesehatan. Menurut (Minjianxi shi, 310) pada jaman dahulu ibu-ibu yang sedang hamil disarankan untuk membaca buku-buku pengetahuan, buku tentang ajaran confucious, buku sastra, puisi, memainkan alat musik kuno pada jaman dulu contohnya seperti bermain kecapi gunanya untuk menenangkan pikiran, serta tinggal di tempat yang tenang (dikutip dalam Vina,7).

(11)

Universitas Kristen Petra 19

2.3 Tinjauan Teknik yang Digunakan

Dalam buku panduan ini menggunakan beberapa teknik yaitu: a. Tinjauan layout untuk buku

b. Tinjauan tipografi untuk mendukung layout buku c. Tinjauan ilustrasi untuk mendukung layout dari buku d. Tinjauan fotografi

2.3.1 Tinjauan Layout

Menurut Surianto Rustan, layout merupakan tata letak dari elemen grafis yang berhubungan dalam sebuah bidang sehingga membentuk suatu susunan yang artistik yang mendukung konsep/pesan yang dibawanya(1). Menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan merupakan tujuan utama dari layout.

Grid

Grid merupakan sebuah alat bantu yang sangat berguna dalam me-layout. Dengan grid mempermudah penataan elemen-elemen visual dalam sebuah ruang. Grid juga dipergunakan untuk mempertahankan konsistensi dan kesatuan layout terlebih untuk karya desain seperti buku yang memiliki beberapa halaman.

1. Manuscript Grid

Gambar 2.1 Manuscript Grid

Merupakan grid paling sederhana yaitu dengan satu kolom persegi yang mengambil seluruh daerah ruang. Teks menjadi sesuatu yang berperan penting

(12)

Universitas Kristen Petra 20

dalam jenis grid ini tetapi juga tidak terbatas pada teks saja, gambar juga dapat digunakan untuk mengisi grid ini (Bradley).

2. Column Grid

Gambar 2.2 Column Grid

Grid yang terdiri dari beberapa kolom yang letaknya bersebelahan yang bergantung satu sama lain untuk memberikan tingkat kefleksibelitas ketika menyusun elemen ke dalam halaman. Grid ini baik digunakan ketika informasi yang akan disampaikan berbeda-beda seperti contohnya satu kolom untuk teks, satu lagi untuk gambar, dan datu lagi untuk keterangan gambar. Besar kolom dapat ditentukan sesuai elemen yang akan dimasukkan.

3. Modular Grid

(13)

Universitas Kristen Petra 21

Modular grid mirip seperti column grid namun ada penambahan row. Modular grid cocok digunakan untuk menyusun elemen yang kompleks

dibandingkan dengan column grid. Contohnya untuk galeri gambar . Meskipun jumlah module memberikan tingkat fleksibel yang tinggi, namun ini juga dapat membingungkan (Bradley).

4. Hierarchical Grid

Gambar 2.4 Hierarchical Grid

Hierarchical gris biasanya digunakan dalam web. Penyusunan lebih menggunakan intuisi agar dapat memudahkan penyampaian informasi. Besar kolom dapat berubah untuk mengikuti flow dalam membaca (Bradley).

2.3.2 Tinjauan Tipografi

Dalam Desain Komunikasi Visual tipografi dikatakan sebagai ”visual language”, yang berarti bahasa yang dapat dilihat. Tipografi adalah salah satu sarana untuk menterjemahkan kata-kata yang terucap ke halaman yang dapat dibaca. Peran dari pada tipografi adalah untuk mengkomunikasikan ide atau informasi dari halaman tersebut ke pengamat (Sihombing, 2). Secara tidak sabar manusia selalu berhubungan dengan tipografi setiap hari, setiap saat. Pada merek dagang komputer yang kita gunakan, koran atau majalah yang kita baca, label pakaian yang kita kenakan, dan masih banyak lagi. Hampir semua hal yang berhubungandengan desain komunikasi visual mempunyai unsur tipografi di

(14)

Universitas Kristen Petra 22

dalamnya. Kurangnya perhatian pada tipografi dapat mempengaruhi desain yang indah menjadi kurang atau tidak komunikatif.

Untuk membuat desain yang indah dan berkomunikasi, tipografi tidak dapat dipisahkan dari elemen desain. Dalam membuat perencanaan suatu karya desain, keberadaan elemen tipografi sudah harus selalu diperhitungkan karena dapat mempengaruhi keseimbangan karya desain tersebut.

Dalam suatu karya desain, semua elemen yanga da pada void (ruang tempat eleven-elemen desain disusun) saling berkaitan. Tipografi sebagai salah satu eleven desain juga mempengaruhi dan dipengaruhi oleh eleven desain yang lain, serta dapat mempengaruhi keberhasilan suatu karya desain secara keseluruhan. Penggunaan tipografi dalam desain komunikasi visual disebut dengan desain tipografi. Tulisan tangan adalah sederetan tanda-tanda yang mempunyai arti dan dibuat dengan tangan. Komponen dasar dari tipografi adalah huruf (letterform), yang berkembang dari tulisan tangan (handwriting). Berdasarkan ini, maka dapat disimpulkan bahwa tipografi adalah sekempulan tanda-tanda yang mempunyai arti. Penggunaan tanda-tanda tersebut baru dapat dikatakan sebagai desain tipografi apabila digunakan dengan mempertimbangkan graphic claruty dan prinsip-prinsip tipografi yang ada. Ada empat buah prinsip pokok tipografi yang sangat mempengaruhi keberhasilan sesuatu desain tipografi yaitu legibility, claruty, visibility, dan readibility.

a. Legibility adalah kualitas pada huruf yang membuat huruf tersebut dapat terbaca. Dalam suatu karya desain, dapat terjadi cropping, overlapping, dan lain sebagainya. Yang dapat menyebabkan berkurangnya legibilitas daripada suatu huruf. Untuk menghindari hal ini, maka seorang desainer harus mengenal dan mengerti karakter daripada bentuk suatu huruf dengan baik. Selain itu, penggunaan huruf yang mempunyai karakter yang sama dalam suatu kata dapat juga menyebabkan kata tersebut tidak terbaca dengan tepat.

b. Readibility adalah penggunaan huruf dengan memperhatikan hubungannya dengan huruf yang lain sehingga terlihat jelas. Dalam menggabungkan huruf dan huruf baik untuk membentuk suatu kata, kalimat atau tidak harus memperhatikan hubungan antara huruf yang satu dengan yang lain. Khususnya spasi antar huruf. Jarak antar huruf tersebut tidak dapat diukur secara matematika, tetapi harus

(15)

Universitas Kristen Petra 23

dilihat dan dirasakan. Ketidak tepatan menggunakan spasi dapat mengurangi kemudahan membaca suatu keterangan yang membuat informasi yang disampaikan pada suatu desain komunikasi visual terkesan kurang jelas. Huruf-huruf yang dipergunakan mungkin sudah cukup legible, tetapi apabila pembaca merasa cepat capai dan kurang dapat membaca teks tersebut dengan lancar, maka teks tersebut dapat dikatakan tidak readible. Pada papan iklan, penggunaan spasi yang kurang tepat sehingga mengurangi kemudahan pengamat dalam membaca informasi dapat mengakibatkan pesan yang disampaikan tidak seluruhnya ditangkap oleh pengamat. Apalagi hal ini terjadi, maka dapat dikatakan bahwa karya desain komunikasi visual tersebut gagal karena kurang komunikatif. Kerapatan dan kerenggangan teks dalam suatu desain juga dapat mempengaruhi keseimbangan desain. Teks yang spasinya sangat rapat akan menguasai bidang void dalam suatu bentuk, sedangkan teks yang berjarak sangat jauh akan terasa lebih seperti tekstur.

c. Visibility adalah kemampuan suatu huruf, kata, atau kalimat dalam suatu karya desain komunikasi visual dapat terbaca dalam jarak tertentu. Fonts yang kita gunakan untuk headline dalam brosur tentunya berbeda dengan yang kita gunakan untuk papan iklan. Papan iklan harus menggunakan fonts yang cukup besar sehingga dapat terbaca dari jarak tertentu. Setiap karya desain mempunyai suatu target jarak baca, dan huruf-huruf yang digunakan dalam desain tipografi harus dapat terbaca dalam jarak tersebut sehingga suatu karya desain dapat berkomunikasi dengan baik.

d. Clarity adalah kemampuan huruf-huruf yang digunakan dalam suatu karya desain dapat dibaca dan dimengerti oleh target pengamat yang dituju. Untuk suatu karya desain dapat berkomunikasi dengan pengamat, maka informasi yang akan disampaikan harus dapat dimengerti oleh pengamat yang dituju. Beberapa unsur desain yang dapat mempengaruhi clarity adalah visual hirearchy, warna, pemilihan type, dan lain-lain.

2.3.3 Tinjauan Ilustrasi

Ilustrasi menurut definisinya adalah seni gambar yang dimanfaatkan untuk memberi penjelasan atas suatu maksud atau tujuan secara visual. Hasil

(16)

Universitas Kristen Petra 24

visualisasinya dapat dihasilkan dari teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya.

Tujuan ilustrasi sendiri adalah untuk memudahkan menerangkan atau menghiasi suatu cerita, tulisan , puisi, atau informasi tertulis lainnya. Diharapkan dengan adanya visualisasi maka tulisan tersebut akan lebih mudah untuk dicerna.

2.3.4 Tinjauan Fotografi

Fotografi atau dalam bahasa Inggris nya adalah photography, berasal dari kata Yunani yaitu ”Fos”: Cahaya dan ”Grafo” : Melukis/menulis, merupakan sebuah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat. Dengan fotografi mungkin sebuah peristiwa atau objek dapat dilihat dan dikenal dengan lebih jelas.

2.4 Hasil Analisis Data Lapangan 2.4.1 Analisis Profil Pembaca

Pembaca yang menjadi target perancangan buku panduan ini adalah ibu-ibu hamil usia 20-35 tahun beretnis Tionghoa sebagai sasaran utama yang hanya mengetahui sedikit dari orang-orang yang lebih tua tentang cara merawat kehamilan menurut budaya Tionghoa dan yang tidak mengetahui sama sekali cara mendidik janin sejak dalam kandungan. Selain itu, keluarga dari target utama juga menjadi target sekunder dari perancangan ini.

Sebagian besar pembaca ketika akan membeli sebuah buku akan mementingkan isi, harga, lalu desain. Pembaca menyukai suatu desain buku yang menarik mulai dari cover hingga isi yang ada gambarnya. Bahasa yang mudah dipahami dan tidak terlalu panjang

(17)

Universitas Kristen Petra 25

2.4.2. Analisis Kelemahan dan Kelebihan 2.4.2.1 Analisis Kelemahan

Dari segi ide buku, buku panduan merawat kehamilan yang beredar di pasaran memiliki keanekaragaman isi yaitu berisi tentang ilmu medis jaman modern, mitos-mitos, menurut budaya dan agama. Sedangkan buku panduan yang akan dirancang ini hanya membahas mengenai cara merawat dan mendidik janin menurut Budaya Tionghoa sehingga isi buku tentang budaya kurang diperhatikan oleh ibu-ibu hamil beretnis Tionghoa jaman sekarang.

2.4.2.2 Analisis Kelebihan

Dari segi visual, menggunakan pendekatan illustrasi dan fotografi yang menarik dibanding buku panduan lainnya yang kebanyakan banyak teks. Dari segi content massage, buku panduan yang akan dibuat adalah buku yang menyampaikan bagaimana cara merawat dan mendidik janin menurut budaya Tionghoa yang tidak ada di pasaran, sehingga sasaran dapat mengetahui dan memahami dengan jelas tentang cara merawat kehamilan menurut budaya Tionghoa dan dapat mempraktekkan cara-cara tersebut agar anak kelak menjadi anak yang berkualitas dari sisi lahir maupun bathin. Pada akhirnya target perancangan yang membaca juga dapat ikut melestarikan budaya ini agar tidak hilang.

2.4.3 Analisis Prediksi Dampak Positif

Prediksi penulis mengenai dampak positif yaitu buku panduan ini mampu beredar luas di Indonesia dan diminati banyak masyarakat khususnya ibu-ibu hamil yang beretnis Tionghoa sebagai sebuah buku yang mampu memandu ibu hamil dalam merawat kehamilan menurut budaya Tionghoa. Selain itu melalui buku ini juga masyarakat khususnya yang beretnis Tionghoa dapat melestarikan budaya Tionghoa dalam merawat kehamilan agar tidak terkikis habis oleh jaman modern. Tak hanya itu, buku panduan ini akan dapat diketahui oleh masyarakat luas sebagai warisan budaya dunia serta dapat menambah wawasan tentang cara merawat kehamilan menurut budaya Tionghoa.

(18)

Universitas Kristen Petra 26

2.4.4 Wawancara

Penulis memberikan beberapa pertanyaan kepada ibu-ibu beretnis Tionghoa yang sedang hamil dan ibu-ibu yang sudah memiliki anak di wilayah Surabaya dengan tujuan ingin mengetahui pandangan target perancangan saat membeli sebuah buku, desain buku yang bagaimana yang disuka, ingin mengetahui seberapa jauh target perancangan mengetahui tentang cara merawat kehamilan dan mendidik janin menurut budaya Tionghoa, serta ingin mengetahui hal apa saja yang paling utama harus diperhatikan saat mengandung. Dibawah ini akan dilampirkan pertanyaan dan analisa hasil dari wawancara

Perencanaan Pembuatan Buku Panduan Ibu Hamil

1. Jika Anda membeli buku, urutkan yang paling Anda utamakan dari buku yang akan Anda belim(isi nomer).

a. Harga ( ) b.Desain ( ) c. Isi ( )

Gambar 2.5 Diagram mengenai hal yang paling diutamakan ketika membeli buku Dari 10 responden yang di wawancarai, 9 orang (90%) menyatakan bahwa ketika membeli buku yang paling utama dipertimbangkan adalah mengenai isi, harga, lalu desain. 1 orang (10%) menyatakan bahwa yang dipertimbangkan pertama kali yaitu isi, kedua desain, dan ketiga mengenai harga. Hal ini menunjukkan bahwa dalam membeli sebuah buku yang mendominasi paling utama yaitu isi, harga,dan desain.

(19)

Universitas Kristen Petra 27

Gambar 2.6 Diagram mengenai merawat dan mendidik janin ketika hamil Semua responden merawat dan mendidik janin ketika sedang hamil. Hal ini menunjukkan bahwa semua ibu hamil dan ibu yang sudah punya anak, ketika dahulu sedang mengandung merawat dan mendidik janinnya.

3. Apakah Anda mengetahui cara merawat dan mendidik janin menurut budaya Tionghoa ? Jika jawaban Anda tahu, Anda tahu darimana?

Gambar 2.7 Diagram mengenai merawat dan mendidik janin menurut budaya Tionghoa

4. Jika ada buku panduan cara merawat dan mendidik janin sejak dalam kandungan menurut budaya Tionghoa, desain buku yang bagaimana yang Anda sukai untuk membantu memberi informasi cara merawat kehamilan?

(20)

Universitas Kristen Petra 28

Gambar 2.8 Diagram mengenai desain sebuah buku panduan merawat dan mendidik janin menurut budaya Tionghoa

Seluruh responden menyukai desain buku yang didalamnya terdapat gambarnya serta berwarna. Warna yang disukai yaitu warna-warna pastel yang soft. pada bagian isi menyukai text yang tidak terlalu panjang dan tidak berbelit 5. Apa saja yang diperhatikan saat Anda hamil?

Dari hasil wawancara keseluruh responden, menyatakan bahwa yang diperhatikan ketika mengandung adalah makanan, kesehatan, vitamin, aktivitas, dan perilaku.

2.5 Simpulan

Merawat kehamilan menurut budaya Tionghoa memiliki banyak manfaat baik yaitu tujuannya agar calon bayi kelak menjadi bayi yang sehat, berkualitas baik dari segi fisik dan psikologis oleh karena itu janin semenjak di dalam kandungan sudah perlu di rawat dan di didik dengan baik.

Masalah yang ditemukan bahwa ilmu merawat dan mendidik janin di bawa orang Tionghoa jaman dulu ke Indonesia diturunkan secara turun temurun hanya melalui bahasa lisan dan jaman modern sekarang mulai mengikis habis tradisi tersebut sehingga masyarakat Tionghoa jaman sekarang lebih memilih cara merawat janin dengan cara yang lebih modern dan praktis.

Buku panduan merupakan buku yang memiliki fungsi memandu pembaca untuk mengikuti instruksi yang ada di dalam buku sehingga pembaca dapat memandu dirinya sendiri. Di Indonesia banyak jumlah buku panduan dalam merawat kehamilan tetapi tidak ada yang membahas tentang cara merawat kehamilan menurut budaya Tionghoa.

(21)

Universitas Kristen Petra 29

Buku panduan ini diranccang dengan maksud untuk mendokumentasikan nilai-nilai budaya Tionghoa dalam merawat kehamilan dan ikut membantu melestarikan budaya Tionghoa khususnya tentang merawat kehamilan. Buku ini berguna bagi target perancangan ayitu ibu-ibu hamil beretnis Tionghoa dan keluarga dari ibu hamil tersebut dalam memahami cara-cara merawat kehamilan menurut budaya Tionghoa.

2.6 Usulan Pemecahan Masalah

Melihat adanya masalah yang telah dijabarkan di atas, maka dibutuhkan sebuah media yang dapat mendokumentasikan nilai-nilai budaya Tionghoa dalam merawat kehamilan. Nilai-nilai ini harus dilestarikan setidaknya oleh masyarakat Tionghoa atau masyarakat pada umumnya di Indonesia supaya nantinya tidak punah. Mendokumentasikan nilai-nilai budaya Tionghoa dalam merawat kehamilan ini dapat melalui sebuah buku panduan. Buku panduan sendiri merupakan media yang paling efektif karena melalui buku ini pembaca dapat memandu dirinya sendiri dengan mengikuti intruksi yang ada di dalam buku. Dengan adanya buku panduan ini sendiri tentunya akan mendukung proses dokumentasi budaya Tionghoa dalam merawat kehamilan serta nilai-nilai tersebut dapat terlestarikan.

Gambar

Gambar 2.1 Manuscript Grid
Gambar 2.2 Column Grid
Gambar 2.4 Hierarchical Grid
Gambar 2.5 Diagram mengenai hal yang paling diutamakan ketika membeli buku
+3

Referensi

Dokumen terkait

bagaimana sikap yang seharusnya dari pencipta atau pemegang hak cipta dalam menyikapi delik aduan di bidang hak cipta. Dalam hal ini, penulis memberikan dua

JSON merupakan format teks yang tidak bergantung pada bahasa pemprograman apapun karena menggunakan gaya bahasa yang umum digunakan oleh programmer keluarga C termasuk C,

Berisi tentang teori-teori yang mendukung penelitian, seperti kualitas pelayanan dan elemen kualitas pelayanan, harga dan faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam

3, Fasiitas renang, dmana fasiiitas renang yang dsedakan adalah beruoa v.v;mnljng area dteoi pantai sedangkan untuk swimming pcoi dsedakan pada fasilitas penginapan.

Soft Copy Selama Berlaku 8 DPA Murni Bidang Persandian dan Statistik Tahun 2020 SEKRETARIS DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROV.. KALBAR Kabid Persandian dan

Namun, ada dua alasan mengapa ln(x) disebut logaritma natural: pertama, persamaan-persamaan yang variable tak diketahuinya merupakan pangkat dari e jauh lebih sering

Peserta didik dapat berkerja secara mandiri, atau bekerjasama dalam kelompok, sesuai bidang tugas yang dikerjakan dalam pembelajaran mesin konversi energi.. Peserta didik

Sardjito melalui beberapa tahapan seperti perencanaan dengan musyawarah bersama dan membagi tugas sesuai program; pengorganisasian dilakukan sesuai dengan tugas yang