BAB 1 PENDAHULUAN Gambaran Umum Objek Penelitian Sejarah Umum Perusahaan

17 

Teks penuh

(1)

1 BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian

1.1.1 Sejarah Umum Perusahaan

Gojek merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan transportasi dalam jaringan atau yang biasa disebut ojek online (ojol) di Indonesia. Perusahaan penyedia jasa ini berbasis aplikasi yang menghubungkan antara pengemudi dengan konsumen. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dipimpin oleh pendirinya Nadiem Makarim serta rekannya Michaelangeto Moran. Ide pembuatan aplikasi gojek didapat dari pengalaman Nadiem yang sering menggunakan ojek pangkalan untuk melewat kemacetan Jakarta. Nadiem melihat bahwa sebagian besar waktu pengemudi ojek pangkalan dihabiskan untuk menunggu pelanggan sehingga pendapatan yang dihasilkan tidak menentu. Terlebih lagi ojek pangkalan sulit dicari ketika dibutuhkan, tetapi ada di pangkalan ketika konsumen telah memilih moda transportasi lain. Begitupun dari sisi konsumen, tidak adanya prakiraan harga sehingga harga yang ditawarkan bervariatif. Kesejahteraan ojek pangkalan tidak terjamin karena tidak adanya lembaga yang menaungi, sehingga tingkat ekonominya rendah dan tidak berkembang. Sumber : https://www.idntimes.com/news/indonesia/margith-juita-damanik/kisah-nadiem-makarim- (diakses pada tanggal 20 Februari 2019, pukul 13.10)

Pada tahun 2010 berdirilah Gojek dengan layanan pertamanya menggunakan call-center tetapi hanya tersedia di Jakarta. Melalui PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, Gojek meluncurkan aplikasi berbasis lokasi untuk memudahkan proses pemesanan layanan pada Januari 2015. Melalui aplikasi Gojek, masyarakat dapat mengakses lebih dari 20 layanan yang tersedia mulai dari transportasi, layanan pesan antar makanan, pembayaran tagihan, pembelian tiket nonton, pijat, layanan kebersihan, dan lainnya. Munculnya berbagai ragam layanan ini berdasarkan survei mengenai

(2)

2

kebutuhan masyarakat era digtal yang membutuhkan kemudahan pemesanan layanan di berbagai kegiatan sehari-hari. Setiap transaksi perjalanan yang berhasil, pengemudi akan dikenai biaya admin sebesar 20% dari upah yang diterima.

Gojek memiliki berbagai prestasi salah satunya menjadi satu-satunya perusahaan di Asia Tenggara yang masuk “50 Companies That Changed The World” versi Fortune 2017. Gojek juga dinobatkan sebagai perusahan teknologi finansial yang paling pro-aktif dalam mendukung gerakan “Gerakan Indonesia Non-Tunai” tahun 2017 oleh Bank Indonesia melalui uang elektroniknya Gopay. Kemudian pada Juni 2019, Gojek mendapat Rekor MURI dengan “Jaringan Pujasera UMKM dengan lokasi terbanyak di Indonesia dan dunia”. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari inovasi produk dan pemasaran. Tahun 2018 Gojek menjadi top of mind aplikasi penyedia layanan jasa transportasi dalam jaringan di Indonesia.

Aplikasi Gojek dapat di download di Play Store untuk sistem operasi Android dan di Apps Store untuk sistem operasi iOS. Telah diunduh sebanyak 142 juta kali di Play Store dan Apps store, Gojek menjadi aplikasi yang memiliki pengguna aktif lebih banyak daripada kompetitor di Indonesia. Sebagai perusahaan teknologi keberadaan logo dan tagline menjadi salah satu strategi pasar untuk menciptakan ingatan merek di masyarakat. Gojek merilis logo dan tagline terbaru dengan filosofi bahwa mimpi gojek ialah membantu memudahkan kehidupan orang banyak dengan teknologi. Logo ini mengingatkan bahwa Gojek memiliki solusi di berbagai situasi dan memberikan power bagi masyarakat untuk melalui aktivitas dan kerumitan sehari-hari.

Gambar 0.1.1 Logo GO-JEK

Sumber : https://www.gojek.com/about/ (Diakses pada tanggal 22 Juli 2019 pukul 23.44)

(3)

3

Saat ini Gojek telah tersedia di 167 kota dan kabupaten di Indonesia. Perkembangan ini disertai minat dan respon konsumen yang menggunakan Gojek sebagai penyedia layanan transportasi online. Selain di Indonesia, Gojek telah tersedia di Singapura dengan Gojek Singapore, Go-Viet di Vietnam, dan GET! Di Thailand. Sebagai perusahaan teknologi, Gojek berprinsip menjadi penyokong ekonomi yang memiliki dampak sosial bagi lingkungan. Operasional Gojek bertumpu pada 3 nilai pokok : kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Kecepatan yaitu melayani dengan cepat, terus belajar dan berkembang dari pengalaman. Inovasi yaitu terus menawarkan teknologi baru untuk mempermudah hidup. Sedangkan dampak sosial yaitu memberikan dampak positif sosial sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia. Sumber : https://www.gojek.com/about/ (diakses pada tanggal 26 Februari 2019, pukul 12.43)

1.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa memiliki visi dan misi yang digunakan sebagai acuan perusahaan dalam operasional Gojek yakni sebagai berikut :

Visi :

Membantu memperbaiki struktur transportasi di Indonesia, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari seperti pengiriman dokumen, belanja harian, dengan menggunakan layanan fasilitas kurir, serta turut mensejahterakan kehidupan tukang ojek di Jakarta dan Indonesia kedepannya”

Misi :

1. Menjadikan Gojek sebagai jasa transportasi tercepat dalam melayani kebutuhan masyarakat Indonesia.

2. Menjadikan Gojek Indonesia sebagai acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola struktur transportasi yang baik dengan menggunakan kemajuan teknologi.

3. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.

4. Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada pelanggan

(4)

4

Sumber : https://www.gojek.com/about/ (diakses pada tanggal 26 Februari 2019, pukul 12.43)

1.1.3 Jenis dan Layanan Gojek

Gojek memiliki lebih dari 20 layanan yang dapat dipesan pengguna dari aplikasi, dengan metode pembayaran mulai dari uang tunai, gopay (uang elektronik), ataupun paylater.berikut jenis dan layanan Gojek pada tahun 2019 yaitu :

1. Go-Send, layanan pengantaran barang secara instan

2. Go-Ride, layanan transportasi penumpang dengan sepeda motor

3. Go-Car, layanan transportasi penumpang dengan mobil yang dapat dipesan sesuai kebutuhan pengguna (regular untuk empat orang, L untuk enam orang) 4. Go-Food, layanan pesan antar makanan yang bermitra dengan Gojek

5. Go-Mart, layanan untuk berbelanja ke minimarket atau supermarket

6. Go-Box, layanan antar barang dengan kuantitas lebih banyak dan ukuran besar.

7. Go-Clean, layanan untuk membersihkan rumah, kantor ataupun apartemen 8. Go-Glam, layanan jasa kecantikan seperti rias wajah dan salon

9. Go-Massage, layanan jasa pijat yang dilakukan oleh mitra gojek setelah mendapatkan standar dan sertifikasi

10. Go-Tix, layanan pemesanan tiket bioskop, konser maupun atraksi 11. Go-Auto, layanan penyedia montir atau perbaikan kendaraan 12. Go-Med,layanan pembelian obat

13. Go-Pulsa, layanan pengisian pulsa. Nominal minimum Rp 25.000

14. Go-Shop, layanan pembelian barang contohnya pembelian barang bukan makanan

15. Go-Bluebird, layanan transportasi dengan menggunakan taksi Bluebird. Salah satu kerjasama bisnis antara Gojek dengan perusahaan taksi konvensional. 16. Go-Deals, layanan penjualan voucher makanan, belanja, dan lainnya

17. Go-Bills, layanan pembayaran tagihan seperti listrik, internet, telepon dan kartu kredit

18. Go-Laundry, layanan antar jemput laundry

(5)

5

20. Go-Point, layanan loyalitas pelanggan berbentuk poin yang didapatkan setelah menggunakan jasa layanan Gojek

Sumber : https://www.gojek.com/about/ (diakses pada tanggal 28 Februari 2019, pukul 00.09)

Gambar 1.0.2 Tampilan Aplikasi Gojek Sumber : Aplikasi Gojek

Berbagai fitur dan jenis layanan yang ditawarkan oleh Gojek menjadikan Gojek sebagai alternatif pilihan dalam memilih layanan penyedia jasa moda transportasi dalam jaringan. Menurut YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) aplikasi Gojek menduduki rating tertinggi yang dipilih oleh konsumen sebesar 72,6% kemudian Grab sebesar 66,9% , My Bluebird sebesar 4,4% dan aplikasi lainnya sebanyak 51%. Sumber : http://www.tribunnews.com/techno/2017/ (diakses pada tanggal 27 Februari 2019 pukul 12.15)

Salah satu strategi bisnis Gojek untuk mempertahankan loyalitas pengemudi adalah dengan membangun hubungan baik salah satunya dalam bentuk santunan kesehatan dan kecelakaan. Hal ini berdasarkan resiko pengemudi yang menghabiskan waktunya di jalan raya untuk mengantarkan konsumen dan menerima pesanan. Hingga Maret 2019 Gojek telah memiliki dua juta mitra pengemudi, dan lebih dari empat ratus ribu penjual makanan dan minuman yang tersebar di 167 kota dan kabupaten di Indonesia, diantaranya; Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, Malang, Solo,

(6)

6

Manado, Samarinda, Batam, Sidoarjo, Gresik, Pekanbaru, Jambi, Sukabumi, Bandar Lampung, Padang, Pontianak, Banjarmasin, Mataram, Kediri, Probolinggo, Pekalongan, Karawang, Madiun, Purwokerto, Cirebon, Serang, Jember, Magelang, Tasikmalaya, Belitung, Banyuwangi, Salatiga, Garut, Bukittinggi, Pasuruan, Tegal, Sumedang, Banda Aceh, Mojokerto, Cilacap, Purwakarta, Pematang Siantar, dan Madura serta pengembangan di kota-kota lainnya pada tahun mendatang. Sumber : www.go-jek.com/about/ (Diakses pada tanggal 28 Februari 2019, pukul 16.00)

1.2 Latar Belakang

Transportasi merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang digunakan untuk sampai di tempat tujuan. Indonesia memiliki berbagai macam alat transportasi mulai dari bertenaga hewan hingga bertenaga mesin canggih seperti saat ini. Alat transportasi konvensional seperti delman, becak masih beroperasi di beberapa wilayah di nusantara. Selain pendukung ekonomi, alat transportasi konvensional merupakan aset budaya yang mencerminkan kehidupan sebelum ditemukannya transportasi bertenaga mesin. Transportasi modern perkembangannya juga pesat, dilihat dari waktu tempuh yang diperlukan untuk sampai di suatu tempat semakin singkat. Dahulu orang memerlukan waktu berbulan-bulan untuk ke Eropa ataupun Amerika, sekarang hanya dibutuhkan kurang lebih 12 jam menggunakan pesawat. Hal ini merupakan salah satu dampak kemajuan teknologi di bidang transportasi. Pentingnya keberadaan transportasi di Indonesia disebabkan letak geografis Indonesia yang berbentuk Negara kepulauan. Terdapat lima pulau besar yakni Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi dan Pulau Papua. Sisanya kurang lebih berjumlah 17.504 adalah pulau kecil yang sebagian berpenghuni dan sebagian lain tidak.

Selain berfungsi sebagai perantara manusia untuk sampai ke tempat tujuan, transportasi merupakan penyokong ekonomi baik di daerah maupun nasional. Bahkan kemajuan suatu negara dapat dilihat dari pertumbuhan infrastruktur dan transportasinya. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi membawa pengaruh signifikan bagi perkembangan transportasi. Banyak bermunculan transportasi modern yang lebih efisien dari segi waktu dan biaya. Alat transportasi di Indonesia terdiri dari transportasi darat, laut dan udara. Di darat untuk pergi ke suatu tempat dapat menggunakan sepeda motor, mobil, bus dan kereta api untuk jarak

(7)

7

tempuh yang jauh, ataupun kendaraan konvensional seperti becak, delman untuk jarak tempuh yang dekat. Di laut, masyarakat dapat menggunakan kapal sebagai sarana penyeberangan, selain sebagai transportasi manusia, kapal juga digunakan sebagai transportasi barang dengan biaya yang lebih murah. Untuk menggunakan transportasi udara, masyarakat dapat menggunakan pesawat, dan helikopter bagi kalangan tertentu. Ketiga jenis transportasi tersebut memiliki peran penting dan saling keterkaitan untuk menjalankan aktivitas angkut baik orang maupun barang.

Dampak kemajuan teknologi yang paling terasa di bidang komunikasi dan informasi adalah meningkatnya pengguna internet. Akhirnya muncul era baru yang biasa disebut era digital. Di era digital informasi dapat diakses dengan mudah dan dapat diketahui oleh siapa saja. Orang mulai meninggalkan cara lama dan beralih ke sistem digital yang terbaru. Era digital merubah kebiasaan masyarakat dalam menggunakan internet. Hal ini juga menjadi tantangan baru bagi produsen untuk menjaga eksistensinya di mata publik. Di Indonesia pengguna internet bertambah setiap tahunnya, demi memenuhi kebutuhan informasi, hiburan dan sarana komunikasi internet menjadi bagian dari aspek hidup masyarakat saat ini. Pada tahun 2017, APJII (Asosiasi penyelenggara Jasa Internet Indonesia) melakukan survei terhadap penetrasi pengguna internet. Survei ini dilakukan untuk mengetahui berapa banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan Internet. Berikut adalah gambar dari hasil penelitian AJII mengenai penetrasi pengguna internet di Indonesia :

Gambar 1.0.3 Penetrasi Pengguna Internet Tahun 2017 (Sumber : Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, 2017)

(8)

8

Dapat dilihat pada gambar 1.3 bahwa keseluruhan populasi penduduk di Indonesia berjumlah 262 juta penduduk, sejumlah 143,26 juta penduduk merupakan pengguna internet dengan presentase 54,68% yang berarti lebih dari separuh jumlah penduduk.

Pesatnya laju perkembangan teknologi pengaruhnya sangat besar dan terasa di berbagai aspek kehidupan salah satunya di bidang perekonomian.meningkatnya pengetahuan dan aktivitas masyarakat membuat munculnya kebutuhan baru akan transportasi yang murah, cepat dan aman. Sebagai masyarakat era teknologi digital, kita tidak dapat menutup mata akan suatu perkembangan dalam suatu bidang salah satunya transportasi. Transportasi dapat menunjang aktivitas ekonomi menjadi lebih baik dan menyokong perkembangan suatu negara. Transportasi bukan hanya perihal sampai di tempat tujuan tetapi ada fungsi lain yang muncul akibat adanya kebutuhan baru di masyarakat yakni transportasi mudah dijangkau, keamanan terjaga, kenyamanan diutamakan, efektif dan efisien diperhatikan. Dari permasalahan tersebut muncul tren saat ini untuk membantu memudahkan kebutuhan sehari-hari seperti aplikasi transportasi berbasis aplikasi. Secara singkat penggunaannya mudah, dapat digunakan oleh siapa saja, dapat diakses kapan saja, dimana saja, dan murah biayanya. Pengguna dapat memesan transportasi sesuai kebutuhan dirinya.

Aplikasi penyedia jasa layanan trasnportasi dalam jaringan atau biasa disebut transportasi online menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat. Awalnya kebutuhan akan transportasi online muncul di daerah perkotaan seiring dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi dan parahnya kemacetan, membuat orang ingin sampai tepat waktu dan tidak kehilangan kesempatan untuk bersantai di jalan. Akhirnya transportasi online digemari dan dirasa efektif daripada berkendara sendiri ataupun menaiki transportasi konvensional. Masyarakat saat ini lebih memilih transportasi online dibandingkan transportasi umum lainnya karena transportasi umum saat ini dinilai memakan waktu lebih lama. Angkutan umum dinilai tidak praktis karena cenderung berganti rute untuk sampai ke tempat tujuan. Ditambah lagi jika perjalanan yang ditempuh mengalami kemacetan dan supir menunggu angkutan penuh. Hal ini tidak sesuai dengan pola masyarakat saat ini yang memerlukan kecepatan, praktis dan aman. Keberadaan transportasi online tidak hanya menjadi solusi bagi rumitnya transportasi konvensional saat ini, tetapi menjadi lapangan pekerjaan baru bagi sebagian masyarakat.

(9)

9

Banyaknya transportasi online di Indonesia memberikan keuntungan tersendiri bagi konsumen. Karena konsumen memiliki berbagai pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginannya. Salah satu contoh transportasi online yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia ialah Gojek. Gojek merupakan sebuah perusahaan berbasis aplikasi yang menyediakan berbagai layanan mulai dari transportasi, logistik, pembayaran, layanan antar makanan, dan berbagai layanan on demand lainnya. Sebagai salah satu platform transportasi online yang banyak digunakan, Gojek terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kenyamanan bagi penggunanya. Inovasi yang dikembangkan Gojek mulai dari layanan pembayaran tagihan, layanan penyedia jasa pijat hingga layanan kebersihan rumah. Hal terbaru yang digunakan Gojek sebagai rewards bagi pengguna yang telah melakukan transaksi dengan salah satu layanan Gojek adalah Go-Points. Setiap melakukan transaksi melalui aplikasi Gojek konsumen akan mendapatkan tambahan poin yang dapat ditukarkan nantinya. Uniknya, poin tersebut tidaklah diberikan secara langsung seperti program loyalitas pelanggan lainnya. Setiap selesai transaksi, konsumen harus memainkan sebuah mini game terlebih dahulu untuk menentukan berapa jumlah poin yang akan didapatkan. Lantas, poin yang konsumen kumpulkan tersebut nantinya bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah. Mulai dari potongan harga ketika berbelanja di beberapa e-commerce, diskon menggunakan layanan Gojek hingga mendapatkan gadget secara gratis.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa layanan transportasi online, Gojek memiliki kompetitor yang bergerak di bidang yang sama. untuk mendapatkan kesan yang baik dari pelanggan, perusahaan berupaya memberikan layanan terbaik untuk menarik transaksi selanjutnya. Alasan pemilihan Gojek sebagai objek penelitian salah satunya adalah tingginya respon pengguna Gojek dibandingkan kompetitor. Berikut gambar mengenai riset jasa trasnportasi online yang digunakan :

(10)

10

Gambar 1.0.4 Top Ride Sharing Apps Over Time in Indonesia Sumber : https://dailysocial.id/post/riset-jana-grab-adalah-aplikasi-on-demand

(diakses tanggal 17 September 2019, pukul 16.54)

Dapat dilihat pada gambar 1.5 menunjukkan hasil riset berdasarkan banyaknya aplikasi yang diinstal dan banyaknya aplikasi yang digunakan di Indonesia. Berdasarkan gambar diatas dapat disimpulkan bahwa Grab adalah aplikasi yang paling banyak diunduh tetapi Gojek adalah aplikasi yang paling sering dipakai oleh pengguna transportasi online. Seiring naiknya kebutuhan masyarakat akan transportasi berbasis aplikasi, muncul perusahaan lain yang masuk ke Indonesia dengan pola bisnis yang sama. Oleh karenanya, perusahaan diharuskan memiliki keunggulan dan inovasi produk untuk mempertahankan konsumen agar tidak beralih ke produk serupa milik competitor. berikut merupakan grafik perbandingan jumlah pengguna gojek dengan kompetitor :

(11)

11

Gambar 1. 0.5 Rata-rata Pengguna Gojek, Grab, Uber Setiap Menit Sumber : https://www.idntimes.com/business/economy (diakses pada tanggal 11

Maret 2019, pukul 02.11)

Dapat dilihat pada gambar 1.4 mengenai rata-rata penggunaan aplikasi transportasi online oleh pengguna per-menitnya. Gojek menjadi aplikasi yang paling stabil grafiknya diantara para pesaing. Hal ini tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk mempertahankan eksistensi perusahaan di industri, perusahaan dituntut adaptif dalam menghadapi perkembangan industri. Mulai dari perubahan regulasi, banyaknya pesaing, hingga mahalnya biaya produksi iklan menjadi salah satu tantangan bagi perusahaan untuk mengelola biaya promosi. Salah satu alternatif yang dapat dipilih untuk meningkatkan penjualan atau memenuhi target jangka pendek adalah sales promotion.

Mengapa sales promotion harus dilakukan? Karena sales promotion dapat menarik pengguna untuk melakukan pembelian dan meningkatkan efektivitas pemasaran jangka pendek. Sales promotion adalah salah satu strategi pada bauran pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan stimulus dan mendorong konsumen untuk mencoba atau menggunakan produk. Sales promotion merupakan bagian dari bauran pemasaran yang dirancang untuk memperkenalkan produk atau brand baru, suatu produk dapat bertahan atau tidak tergantung bagaimana upaya perusahaan melalui pesan iklan dan citra perusahaan, selain itu sales promotion dapat mendorong konsumen dengan segera untuk melakukan

(12)

12

pembelian. Nugroho (2005:256) mengatakan bahwa, ”Promosi penjualan dapat dijadikan perencanaan untuk memperkenalkan produk baru dan juga membangun merek dengan penguatan pesan iklan dan citra perusahaan” selain itu promosi penjualan dapat juga mendorong konsumen untuk melakukan pembelian. Salah satu bentuk sales promotion yang dilakukan diantaranya program diskon,cashback , kerjasama, voucher, sampel, dan lain – lain.

Sama halnya dengan perusahaan di bidang industri digital, Gojek perlu bertahan dan menguatkan value nya di mata konsumen. Sebagai salah satu pionir layanan jasa transportasi online di Indonesia tidak diragukan lagi jumlah pengguna dan jenis layanannya, namun bila Gojek terlena dan memilih untuk berdia m saja di tengah gempuran kompetitor dengan berbagai promosi dan iklan yang ditawarkan tidak dipungkiri konsumen dapat pindah ke brand lain dan tidak mudah untuk mengembalikan konsumen menggunakan produk yang lama. Tidak hanya perihal konsumen lama, sales promotion dapat menjadi pancing bagi konsumen baru agar tidak beralih menggunakan produk kompetitor Gojek dengan promosi yang ditawarkan. Berikut merupakan contoh sales promotion yang telah dilakukan Gojek

Gambar 1.0.6 Cashback Gopay Sumber : Aplikasi Gojek

Salah satu bentuk sales promotion Gojek adalah berupa cashback. Cashback adalah pengembalian kembali dari nilai transaksi yang telah dilakukan. Biasanya event ini disebut gopay pay day tetapi banyak mitra yang tetap mendapatkan cashback sekalipun tidak dalam event pay day.

(13)

13

Gambar 1.0.7 Sales promotion Gojek berupa Potongan Harga Sumber : Aplikasi Gojek

Dapat dilihat pada gambar 1.7 merupakan salah satu contoh potongan harga yang diberikan Gojek. Pada dimensi potongan harga , Gojek memberikan potongan harga bagi pengguna mulai dari layanan gofood ataupun layanan pembayaran lainnya seperti gobills.

Gambar 1.0.8 Voucher Gocar Sumber : Aplikasi Gojek

Dapat dilihat pada gambar 1.8 merupakan salah satu contoh voucher gocar yang dapat digunakan ketika melakukan pembayaran dengan gopay. Voucher ini

(14)

14

dapat langsung digunakan di aplikasi bagi pengguna yang mendapatkannya. Biasanya pengguna otomatis mendapatkan melalui pemberitahuan di aplikasi tetapi ada beberapa voucher yang harus di masukkan manual kode promo nya baru akan muncul dan tersimpan.

Gambar 1.0.9 Tampilan Gopoints Sumber : Aplikasi Gojek

Sama halnya dengan perusahaan lain yang memberi rewards bagi pengguna setianya, Gojek juga memiliki rewards yang dinamakan Gopoints. Dapat dilihat pada gambar 1.9 tampilan Gopoints berbeda dari poin dan rewards progam pada umumnya karena harus memainkan lingkaran whale untuk mendapatkan poin. Poin akan didapatkan setelah pengguna menggunakan salah satu layanan yang terdapat di aplikasi Gojek. Setiap poin yang didapatkan setelah bermain lingkaran whale dikumpulkan dan dapat ditukarkan dengan voucher yang diinginkan pada laman Godeals.

Pelaksanaan sales promotion diharapkan mampu memenuhi target penggunaan layanan aplikasi Gojek. Perusahaan berupaya untuk melihat bagaimana respon konsumen dengan sales promotion yang diadakan. Jika penggunaan meningkat kemungkinan sales promotion memberi pengaruh pada kebiasaan konsumen yang memunculkan respon. Namun respon konsumen terhadap produk yang dipasarkan berbeda-beda, tergantung bagaimana pandangan konsumen terhadap produk tersebut. Hal ini dikarenakan karakteristik pengguna yang bermacam-macam,

(15)

15

misalkan status sosial maupun umur pengguna. Sehingga penyampaian pesan yang disampaikan perusahaan melalui produk yang dipromosikan belum tentu memiliki respon yang sama antara pengguna satu dengan yang lainnya.

Dilihat dari perilaku masyarakat yang sekarang cenderung menggunakan teknologi dan internet dalam kesehariannya yang membuat calon konsumen menjadi tidak pasif lagi dalam mencari informasi untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkannya. Kondisi tersebut dapat digambarkan melalui hierarki respon model AISAS (Kartikasari, 2014). Hal ini dilakukan oleh Gojek dengan strategi komunikasi pemasarannya yang menggunakan sales promotion. Dentsu dalam Sugiyama (2004: 156) mengungkapkan bahwa proses AISAS bekerja lebih detail, yaitu Attention, Interest, Search, Action dan Share.

Proses AISAS yang terjadi pada Gojek melalui progam sales promotion yang disebarkan melaui aplikasiseperti timbulnya perhatian (attention) konsumen akan produk Gojek, kemudian setelah memiliki perhatian muncul ketertarikan (interest) akan produk Gojek, setelah tertarik calon konsumen melakukan pencarian informasi mengenai produk Gojek melalui internet dan media sosial. Apabila calon konsumen sudah melalui tahap attention, interest, search maka mereka akan melakukan penggunaan aplikasi Gojek (action), setelah melakukan pembelian konsumen akan menjadi pengantar dengan memberikan opini berbagi pengalamannya kepada orang lain mengenai aplikasi Gojek (share).

Penelitian ini dilakukan untuk upaya evaluasi salah satu bentuk strategi komunikasi pemasaran dengan penggunaan tools sales promotion dengan melihat perbedaan penerimaan respon konsumen. Penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Suci Rianti (2017) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh sales promotion terhadap respon konsumen. Berdasarkan pemaparan pada latar belakang masalah diatas serta dilengkapi dengan data dan fakta yang ada, maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Sales Promotion terhadap Respon Konsumen Gojek”.

(16)

16 1.3 Identifikasi Masalah

Berdasarkan dari latar masalah yang telah dipaparkan diatas, maka identifikasi masalah penelitian yang berusaha dijawab peneliti adalah, :

1. Adakah sikap konsumen terhadap sales promotion Gojek?

2. Apakah konsumen menggunakan aplikasi setelah mengetahui sales promotion Gojek?

3. Seberapa besar pengaruh sales promotion terhadap respon konsumen Gojek?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan identifikasi masalah penelitian yang disebutkan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui ada tidaknya sikap konsumen terhadap sales promotion Gojek

2. Untuk mengetahui ada tidaknya penggunaan aplikasi setelah konsumen mengetahui sales promotion Gojek

3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sales promotion terhadap respon konsumen Gojek

1.5 Manfaat Penelitian

Dengan dibuatnya penelitian ini, penulis berharap bahwa hasilnya dapat bermanfaat bagi penulis dan bagi semua pihak yang membutuhkan seperti:

1. Aspek Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah dan melengkapi ranah keilmuan di bidang ilmu komunikasi khususnya yang berkaitan dengan sales promotion yang dapat mempengaruhi respon konsumen. Selain itu, beberapa hal yang ditemukan di penelitian ini, dapat dijadikan referensi bagi penelitian selanjutnya atau pembelajaran mengenai sales promotion dan respon konsumen.

(17)

17 2. Aspek Praktis

Secara praktis bagi perusahaan diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran yaitu berupa hasil akhir dari penelitian ini, apakah sales promotion Gojek berpengaruh terhadap respon konsumen. Jika hasilnya tidak berpengaruh, maka hal tersebut dapat dijadikan oleh Gojek sebagai acuan untuk mempertimbangkan inovasi seperti apa untuk memperbaharui sales promotion di waktu akan datang.

1.6 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di daerah Bandung khususnya di daerah Universitas Telkom Bandung dan waktu penelitian dimulai pada bulan sampai dengan bulan Januari 2019.

Tabel 1. 1 Waktu Periode Penelitian

No Tahapan Kegiatan

Tahun 2019

Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep

1. Mencari topik & Menentukan tema penelitian

2.

Pencarian data awal, observasi awal dan penyusutan proposal skripsi (Bab 1-3)

3. Revisi Laporan

4. Proses pengolahan dan analisis data (Bab 4)

5.

Penyusunan hasil penelitian, meliputi hasil, kesimpulan dan saran (Bab 5)

Figur

Memperbarui...

Related subjects :