• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIF MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN MEDIA KOMPUTER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EFEKTIF MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN MEDIA KOMPUTER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN MEDIA KOMPUTER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON

Oleh:

Dinda Khairani NIM 409131018

Program Studi Pendidikan Kimia

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat dan rahmat-Nya, maka skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi yang berjudul “Efektifitas Model Pembelajaran Kooperatif Dengan Media Komputer Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Hidrokarbon”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kimia di Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada: Bapak Drs. Marudut Sinaga, M.Si, sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan

bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal pembuatan proposal, penelitian sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Prof. Drs. Manihar Situmorang, M.Sc., Ph.D, Bapak Dr. Zainuddin Muhtar, M.Si dan Ibu Dra. Nurmalis, M.Si yang telah memberikan masukan dan saran-saran mulai dari seminar proposal sampai dengan selesainya skripsi ini. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Bapak Prof. Dr. Suharta, M.Si selaku dosen pembimbing akademik dan kepada seluruh Bapak dan Ibu Dosen beserta Staf Pegawai Jurusan Kimia FMIPA Unimed yang sudah membantu kelancaran penulis dalam menyusun skripsi ini. Ucapan terima kasih kepada guru-guru sekolah yang telah mendidik penulis sehingga penulis dapat memperoleh gelar sarjana. Ucapan terima kasih kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, PKS kurikulum, guru kimia dan siswa/i kelas X SMA N 1 Lima Puluh, SMA Negeri 1 Bandar dan SMA Swasta Satrya Budi Perdagangan yang telah banyak membantu penulis selama proses penelitian berlangsung.

Teristimewa saya sampaikan terima kasih kepada kedua orang tua saya yang berjuang keras dalam mendidik dan menyekolahkan saya sehingga saya dapat memperoleh gelar sarjana. Ucapan terima kasih kepada adik-adik saya yang telah memberikan dukungan.

Kemudian, saya sampaikan kepada teman saya Anggraini Rosa Nasution, Ayus Diningsih dan Erwinsyah yang selalu memberikan dukungan dan motivasi

(4)

v

Sitorus, Rilia Eka Srikandi, Rudyanto Sinaga, Irka Aryani, Wida Natasya Siahaan, Dinda Astari dan seluruh mahasiswa Kimia Reguler B 2009 yang selalu memberikan dukungan dalam penyelesaian skripsi ini.

Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi kesempurnaan skripsi ini. Kiranya isi skripsi ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan.

Medan, Juli 2013 Penulis,

(5)

iii

EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN MEDIA KOMPUTER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON

Dinda Khairani (409131018)

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan media komputer terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan hidrokarbon. Penelitian ini dilakukan di 3 sekolah tingkat menengah atas yaitu SMA Negeri 1 Lima Puluh, SMA Negeri 1 Bandar dan SMA Swasta Satrya Budi. Kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran dimana siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membentuk, memecahkan masalah-masalah yang kompleks. Model pembelajaran kooperatif tipe NHT terdiri dari rangkaian tahapan-tahapan kegiatan (sintaks) yang disusun sedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan interaksi antar siswa dan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru.

(6)

vi

2.2.2 Pengelompokan Senyawa Hidrokarbon 20

(7)

vii

3.6. Teknik analisis Data 42

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Analisis Data Instrumen Penelitian 45

4.2. Data hasil Penelitian 48

4.3. Uji Persyaratan Analisis Data 50

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan 58

5.2. Saran 58

(8)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Deret Homolog Alkana 21

Tabel 2.2 Nama, Rumus StrukturRumus Molekul 5 Deret Pertama

Senyawa Alkena 22

Tabel 2.3 Beberapa Alkil Dalam Tatanama 23

Tabel 2.4 Data Fisis Alkana Rantai Lurus 27

Tabel 2.4 Beberapa Data Fisis Alkena 27

Tabel 2.5 Beberapa Data Fisis Alkuna 27

Tabel 3.1 Rancangan Penelitian 38

Tabel 3.2 Perlakuan Dalam Penelitian 40

Tabel 4.1 Data Uji Validitas Soal 45

Tabel 4.2 Data Uji reliabilitas Soal 46

Tabel 4.3 Data Uji Tingkat Kesukaran Soal 47

Tabel 4.4 Data Uji Daya Pembeda Soal 48

Tabel 4.5 Data Deskripsi Hasil Belajar Siswa 49

Tabel 4.6 Uji Normalitas Data Sampel 50

Tabel 4.7 Uji Homogenitas Data Sampel 51

Tabel 4.8 Uji Hipotesis Sampel 52

Tabel 4.9 Persen Peningkatan Hasil Belajar 56

(9)

viii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 3.1. Diagram Alur Desain Penelitian Model Pembelajaran

(10)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Silabus 61

(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu usaha manusia yang dilakukan secara sadar

yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas manusia.

Dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 mendefinisikan pendidikan sebagai suatu usaha

sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran

sehingga peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk

memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian

kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan masayarakat,

bangsa dan negara (Pirdata, 2009).

Dari uraian di atas menyatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu

kunci bagi pembangunan bangsa. Dimana kualitas pendidikan di suatu negara

merupakan faktor utama untuk menentukan maju mundurnya kehidupan negara

tersebut. Oleh sebab itu pendidikan harus dilaksanakan sebaik-baiknya guna

memperoleh cita-cita yang diharapkan. Untuk mencapai hasil pendidikan secara

optimal maka peran guru sangat diutamakan, dimana peran guru dalam proses

belajar mengajar sebagai fasilitator atau penggerak berjalannya kegiatan proses

belajar mengajar.

Dari pengalaman peneliti selama melakukan PPL (Program Pengalaman

Terpadu), secara umum dalam menyampaikan materi pembelajaran bergantung

sepenuhnya kepada guru. Artinya peran guru lebih besar dibandingkan peran

siswa dalam proses belajar mengajar. Di sini siswa hanya mendengarkan,

menyimak, dan mencatat dan diselingi tanya jawab serta latihan oleh guru.

Keadaan tersebut sudah menjadi suatu kebiasaan di dalam suasana belajar

mengajar di kelas pada saat ini. Di mana keadaan yang seperti itu dapat

menyebabkan siswa belajar secara individual dan hal ini menyebabkan mereka

tidak saling berbagi pengetahuan dalam memecahkan suatu masalah sehingga

siswa yang memiliki kemampuan yang di atas rata-rata yang selalu menonjol di

(12)

2

kelas, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata selalu

merasa terbelakangkan dan terdiam saja.

Dari uraian di atas bahwa hal tersebut akan menyebabkan siswa menjadi

berkelompok-kelompok. Ada kelompok siswa yang cepat, sedang dan lambat

dalam menerima dan memahami pelajaran di kelas. Dengan terbentuknya

kelompok tersebut menyebabkan guru hanya memperhatikan atau tertuju kepada

kelompok siswa yang cepat yang tanpa disadari dapat menimbulkan kesenjangan

di kalangan siswa. Adanya perbedaan yang signifikan dalam memperhatikan

siswa harus di hindari.

Pemahaman terhadap teori kimia khususnya secara konvensional

dilakukan dengan memahami konsep kimia itu sendiri. Sebagaimana diketahui

bahwa kimia merupakan salah satu cabang ilmu sains yang sebagian materinya

bersifat abstrak yang menyebabkan partisipasi siswa di dalam belajar kimia

rendah yang berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah pula. Dalam

kenyataanya kegagalan siswa dalam belajarnya hanya ditimpahkan sebagai

kegagalan yang disebabkan oleh siswa itu sendiri padahal kegagalan disebabkan

oleh guru dalam membelajarkan, dan kekurang guru dalam pengelolahan dan

penetapan strategi pembelajaran yang tepat sangat berpengaruh terhadap prestasi

belajar siswa.

Model pembelajaran adalah unsur penting keberhasilan siswa dalam

belajar. Pemilihan dan penggunaan model pembelajaran yang menjadi

pertimbangan adalah tujuan yang akan dicapai. Model pembelajaran yang menitik

beratkan pada kerja sama antar kelompok adalah pembelajaran koperatif. Model

pembelajaran kelompok (kooperatif) adalah rangkaian kegiatan belajar yang

dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan

pembelajaran yang telah dirumuskan (Sanjaya, 2011).

Model pembelajaran kooperatif mempunyai beberapa model dengan

langkah-langkah yang berbeda-beda, diantaranya tipe NHT (Numbered Heads

Together). Dimana metode ini membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan

siswa bekerja sama dengan kelompoknya, sehingga siswa dapat saling

(13)

3

Pembelajaran koperatif tipe NHT pernah diteliti oleh beberapa peneliti

sebelumya, antara lain Ayu Rahmawati dan Bertha Yonata, (2012)

mengemukakan hasil penelitiannya mengenai koperatif tipe NHT menyatakan

bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa sebesar 21,25 % pada materi

reaksi reduksi dan oksidasi. Kemudian Ferry Pietersz dan Horasdia Saragih,

(2010) mengemukakan hasil penelitiannya mengenai kooperatif tipe NHT

menyatakan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih

baik dibandingkan dengan pembelajaran konvesional dengan peningkatan 6, 97%

pada pelajaran matematika.

Hidrokarbon merupakan materi pelajaran kimia yang terdiri dari

konsep-konsep. Jadi untuk mempermudah penyampaian materi ini diperlukan model

pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk saling berbagi informasi,

pengalaman sehari-hari sehingga siswa mudah memahami konsep-konsep dalam

materi hidrokarbon. Selain itu, sekarang ini dalam menunjang pembelajaran

diperlukannya media agar penyajian materi lebih menarik dan bersifat nyata. Saat

ini banyak guru yang kurang memanfaatkan media dalam proses pembelajaran di

kelas. Dari uraian tersebut peneliti memanfaatkan media softwere Windows Movie

Maker dalam proses pembelajaran.

Bertitik tolak dari permasalahan tersebut diupayakan suatu cara agar

rancangan pengajaran kimia yang di sajikan guru dapat menarik minat belajar

siswa. Maka peneliti terdorong untuk memilih judul penelitian ini yaitu:

Efektifitas Model Pembelajaran Kooperatif Dengan Media Komputer

Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Hidrokarbon”

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka

dapat diidentifikasi pokok-pokok permasalahannya antara lain :

1) Penyampaian materi bergantung kepada guru sehingga murid tidak

dapat mengemukakan pendapatnya.

2) Dalam pembelajaran siswa belajar secara individual sehingga akan

(14)

4

3) Materi kimia yang sebagian bersifat abstrak dan cara penyampaiannya

hanya dilakukan secara konvensional sehingga akan berdampak

terhadap hasil belajar siswa yang rendah.

4) Pemilihan model pembelajaran yang kurang tepat dalam penyampaian

materi kimia.

5) Banyak guru yang kurang memanfaatkan media dalam proses

pembelajaran di kelas.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah penelitian ini, maka rumusan masalah

ini adalah :

1) Apakah hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran

kooperatif dengan media komputer lebih tinggi dari pada hasil belajar

siswa yang menggunakan model pembelajaran pembelajaran langsung

dengan menggunakan media komputer pada pokok bahasan

Hidrokarbon?

2) Berapa besar efektifitas pembelajaran yang menggunakan model

pembelajaran kooperatif dengan media komputer terhadap hasil belajar

siswa?

1.4 Batasan Masalah

Agar penelitian ini dapat dilaksanakan dengan baik dan terarah maka

batasan masalah di dalam penenlitian ini adalah sebagai berikut :

1) Penelitian hanya dilakukan pada siswa kelas X SMA Semester genap

Tahun Ajaran 2012/2013.

2) Materi yang diajarkan adalah Hidrokarbon yang mencakup : (i)

pembagian hidrokarbon berdasarkan kejenuhan, (ii) alkana, alkena dan

alkuna, (iii) tatanama, (iv) sifat fisis, (v) isomer dan (vi) reaksi pada

hidrokarbon.

3) Penelitian ini menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT

(15)

5

4) Media yang digunakan adalah media komputer softwere windows

movie maker.

5) Hasil belajar siswa diperoleh secara individu di mulai dari nilai pretes

dan postest.

1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan di atas, maka tujuan yang

ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1) Mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan model

pembelajaran kooperatif dengan media komputer lebih tinggi dari pada

hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran

pembelajaran langsung dengan menggunakan media komputer pada

pokok bahasan Hidrokarbon.

2) Mengetahui besarnya efektifitas pembelajaran yang menggunakan

model pembelajaran kooperatif dengan media komputer terhadap hasil

belajar siswa.

1.6 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai

berikut.

1) Bagi peneliti : hasil penelitian ini akan menambah wawasan,

kemampuan dan pengalaman dalam meningkatkan kompetensi sebagai

calon guru dengan menerapkan suatu model pembelajaran kooperatif

dengan menggunakan media komputer.

2) Bagi guru : dimana hasil penelitian akan memberikan masukan untuk

membantu dalam proses pembelajaran.

3) Bagi Siswa : menambah pengalaman, pengetahuan belajar serta

menumbuhkembangkan minat belajar.

4) Bagi Peneliti Selanjutnya : Sebagai bahan rujukan dan sumber

(16)

6

1.7 Definisi Oprasional

Adapun definisi oprasional pada proposal ini adalah sebagai berikut.

1) Model pembelajaran koperatif tipe NHT adalah model pembelajaran

yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan

ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat.

2) Hasil belajar adalah kemampuan keterampilan, sikap dan keterampilan

yang diperoleh siswa setelah ia menerima perlakuan yang diberikan

oleh guru sehingga dapat mengkonstruksikan pengetahuan itu dalam

kehidupan sehari-hari.

3) Hidrokarbon adalah senyawa organik yang merupakan gabungan unsur

hidrogen dan karbon yang kemudian membentuk sebuah ikatan kimia

hidrokarbon.

4) Media komputer Windows Movie Maker merupakan salah satu

softwere yang memberikan kemudahan bagi kita untuk mengelolah

atau mengedit video, dimana di dalamnya terdapat beberapa fitur

pendukung seperti efek, transisi, judul/credit, track audio, narasi

timeline, dan auto movie.

5) Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang

menekankan pada penguasaan konsep atau perubahan perilaku dengan

(17)

54

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil

kesimpulan sebagai berikut :

1. Hasil belajar kimia siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif

dengan media komputer memberikan hasil belajar yang lebih tinggi dari pada

hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran langsung dengan media

komputer.

2. Model pembelajaran kooperatif dengan media komputer lebih efektif dalam

peningkatan hasi belajar siswa pada pokok bahasan hidrokarbon dari pada

model pembelajaran langsung. Dimana persen efektifitas yang didapat untuk

SMA Negeri 1 Lima Puluh sebesar 40,26 %, SMA Negeri 1 Bandar sebesar

28,29 %, dan SMA Swasta Satrya Budi Perdagangan sebesar 26,32 %.

3. Peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran

kooperatif dari pada hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran

langsung. Persen peningkatan hasil belajara untuk SMA Negeri 1 Lima Puluh

pada kelas eksperimen sebesar 77 % sedangkan kelas kontrol sebesar 46 %,

SMA Negeri 1 Bandar pada kelas eksperimen sebesar 74 % sedangkan kelas

kontrol sebesar 53 %, SMA Swasta Satrya Budi pada kelas eksperimen

sebesar 76 % sedangkan kelas kontrol sebesar 56 %.

5.2. Saran

Adapun beberapa saran berdasarkan pembahasan dan kesimpulan yang

telah dikemukakan di atas maka peneliti menyarankan hal-hal berikut :

1. Bagi guru diharapkan dapat memperbaiki model pembelajaran di sekolah

sehingga dapat mengacu peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah

khususnya dengan menerapakan model pembelajaran kooperatif.

2. Bagi guru atau peneliti yang lain agar proses pembelajaran lebih menarik

perhatian siswa dalam menjalankan proses pembelajaran diharapkan

menerapkan media komputer.

(18)

59

DAFTAR PUSTAKA

Anam, K., (2012), Pembagian Isomer,

http://khoirulazam89.blogspot.com/2012/01/pembagian-isomer.html

Anonim, (2011), Pengertian, Definisi Hasil Belajar Siswa Menurut Para Ahli,

http://www.sarjanaku.com/2011/03/pengertian-definisi-hasil-belajar.html.

Anonim, (2012), Pendekatan Pembelajaran,

http://catarts.wordpress.com/2012/04/15/hakekat-belajar-mengajar/

Arikunto, S., (2011), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi, Bumi Aksara, Jakarta

Brady, J.E., (1986), Kimia Universitas Asas dan Struktur Jilid Dua, Bina Rupa Aksara, Tanggerang

Cipudpanda, (2011), Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT,

http://www.scribd.com/doc/57438508/Model-Pembelajaran-Kooperatif-Tipe-NHT

Djamarah, S.B. dan Aswan Z., (2010), Strategi Belajar Mengajar Edisi Revisi, Rineka Cipta, Jakarta

Fairuz, Harry, (2012), Efektivitas Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Dalam Meningkatkan Hasil belajar Kimia Sisiwa Pada Pengajaran Sifat Kooligatif larutan, UNIMED, Medan

Fessenden, R., (1998), Kimia Organik, Terjemahan A.H Pudjaatmaka, Erlangga, Jakarta

Herdian, (2009), Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together),

http://herdy07.wordpress.com/2009/04/22/model-pembelajaran-nht-numbered-head-together/

Keenan, C.W., (1998), Ilmu Kimia untuk Universitas, Erlangga, Jakarta

Lutviani, N, (2007), Penggunaan Media Komputer Untuk Meningkatkan Kualitas

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar, http://www.academia.edu/1422545/PENGGUNAAN_MEDIA_KOMPUTE R_UNTUK_MENINGKATKAN_KUALITAS_PEMBELAJARAN_PENDIDI KAN_AGAMA_ISLAM_DI_SMP_NEGERI_1_SELOPURO_

(19)

60

Nico, (2012), Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together),

http://elnicovengeance.wordpress.com/2012/09/23/model

pembelajaran-nht-number-heads-together/

Nugraha, Y., (2009), Cara Instan Mengusai Program Editing, Agobos, Jakarta

Pidarta, M., (2009), Landasan Kependidikan Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak

Indonesia Edisi II, Rineka Cipta, Jakarta

Pietersz, F. dan Horasdiah S., Pengaruh Penggunaan Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Terhadap Pencapaian Matematika Siswa

Di SMP Negeri 1 Cisarua,

http://www.fi.itb.ac.id/~dede/Seminar%20HFI%202010/CD%20Proceedin

gs/Proceedings/FP%2019.pdf

Rahmawati, A. dan Bertha Y., (2012) Keterampilan Sosial Siswa Pada Materi Reaksi Reduksi Oksidasi Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (HNT) SMA Negeri 9

Sanjaya, W., (2011), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan Edisi 8, Prenada Media, Jakarta

Silitongan, P. M, (2010), Statistik, FMIPA, Unimed, Medan

Silitongan, P. M, (2011), Metodologi Penelitian Pendidikan, FMIPA, Unimed, Medan

Sitomorang, M., (2009), Buku Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi

Mahasiswa Program Studi Pendidikan, FMIPA, Unimed, Medan

Sitorus, M, (2010), Kimia Organik Umum, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Sudrajat, A., (2011), Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction), http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2011/01/27/model-pembelajaran-langsung/

Sugiyono, (2009), Stastika Untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung

Gambar

Gambar 3.1. Diagram Alur Desain Penelitian Model Pembelajaran

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 2 Perbandingan output paket AMV 2.0 dengan output SAS, Minitab, dan SPSS menggunakan metode blackbox Fungsi di AMV 2.0 Perangkat Lunak Hasil Perbandingan output

Melihat pentingnya analisis tingkat kesehatan bank kesehatan bank untuk mengetahui kondisi dan posisi bank, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai

Hasil wawancara, dengan orang yang mengerti agama (kyai) untuk mengetahui aturan dalam Islam mengenai pergaulan antara pria dan wanita, kegiatan olahraga dalam Islam, yang

Jarak pagar sebagai bahan baku biodiesel memiliki keunggulan dalam hal daya adaptasi tanaman, produksi minyak yang cukup tinggi dalam 1 Ha lahan, termasuk

Penelitian yang dilakukan di Kecamatan Jatiroto ini bertujuan untuk : (1) mengetahui besar dan agihan erosi tanah, serta (2) melakukan evaluasi

Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perkembangan suatu perusahaan tersebut dan kondisi keuangan perusahaan tersebut dan kondisi keuangan perusahaan dapat diketahui dari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran dengan menggunakan metode Team Games Tournament (TGT) dilengkapi weblog dapat memberikan prestasi belajar yang

[r]