• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEKANIKA BAHAN MATERI 9a

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MEKANIKA BAHAN MATERI 9a"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Pertemuan 9

BAB III

TEGANGAN PADA BALOK

Pada bab ini dibahas hubungan antara momen lentur dan tegangan lentur yang terjadi, dan hubungan antara gaya geser dan tegangan geser, dengan asumsi :

1. Bidang penampang balok mengikuti hukum Bernoulli.

2. Bahan balok homogen dan mengikuti hukum Hooke.

3. Modulus elastisitas tarik dan tekan sama.

4. Balok lurus dan penampang tetap.

5. Bidang beban harus mengandung sumbu prinsipal penampang balok dan beban harus tegak lurus terhadap sumbu longitudinal balok.

3.1. Tegangan Normal di Balok

(2)

Gambar 3.1. Balok sederhana dengan daerah tengah mengalami lentur murni dan daerah ujung mengalami lentur tak seragam

Gambar 3.2. Tegangan normal di balok

(3)

ΔL=α . y→α <<<<

regangan yang terjadi pada lamina GH :

ε=− ΔL

L =− α . y L

Hukum Hooke :

σ=E .ε σ=−E. α . y

L df =σ . dA df =−E . α . y

L dA

momen terhadap sumbu netral :

dM=−df . y

dM=− ( E . α . y L dA ) . y

M=

Ly

2

dA

dimana :

y

2

dA=I=

momen inersia penampang sehingga :

M= L I α= ML

EI

(4)

σ =−E αy L σ =−E ( ML EI ) L y σ =− M . y

I =− M .c I

tegangan yang timbul pada penampang

I c =s→

section modulus

σ =− M

s atau σ=− M w

Contoh 3.1 :

Sebuah balok sederhana dengan bentang 6 m, dibebani P1 dan P2. Penampang balok adalah persegi panjang dengan b = 200 mm dan h = 400 mm. Hitunglah tegangan normal pada titik C.

Gambar 3.3. Balok sederhana dengan beban P1 dan P2

Penyelesaian : Syarat :

(5)

M 0

V =0

H =0

Perhitungan reaksi perletakan

M

A

=0 ∑ M

B

=0

−V

B

. 6+P

1

.2+P

2

.4=0 V

A

.6−P

1

.4−P

2

.2=0

−V

B

. 6+30 .2+20 . 4=0 V

A

.6−30 .4−20 .2=0

V

B

= 70

3 kN V

A

= 80

3 kN

V =0

V

A

+V

B

−P

1

−P

2

=0 80

3 + 70

3 −30−20=0

0=0→ok !

Perhitungan bidang momen

M

x 1

=V

A

. x

1

= 80 3 x

1

x1 0 0,5 1 1,5 2

Mx1 0 13,33 26,67 40,00 53,33

(6)

didapat :

M

c

=26,67 kN−m

Perhitungam momen inersia penampang

Gambar 3.4. Perhitungan momen inersia

I=

h2

h 2

y2dA

dimana :

dA=b.dy

I=

h2

h 2

y2(b .dy)

I =b

h2

h 2

y2dy =b .1 3 y3]

h2 h

2 = 1

12 bh3

I= 1

12 200.400

3

=10 ,67×10

8

mm

4

Perhitungan tegangan pada titik C

σ

c=

M

c. c

I

(7)

σ

c

= 26,67 . 10

6

. 100

10,67 . 10

8

=2,5 MPa

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian tersebut maka metode fuzzy untuk penelitian penilaian tingkat kemampuan non-akademik mahasiswa melalui satuan kredit kegiatan mahasiswa, sesuai

(2) Kepala Kantor Wilayah departemen/lembaga/gubernur atau pejabat yang ditunjuk atas nama menteri/pimpinan lembaga, menetapkan pemimpin proyek dan bendaharawan

1. Spektoral, ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenagaelektromagnetikdan benda yang dinyatakan dengan rona dan warna. Spatial, ciri yang terkait dengan ruang yang

Sedangkan gambar 4.c, dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan warna yang terdapat pada berbagai perlakuan pada temperatur pemanasan 115°C, dari kiri kekanan adalah

Rambu-rambu yang dimaksud adalah meliputi hal-hal yang berkaitan dengan (1) tingkat perkembangan anak, (2) tingkat kesiapan anak, (3) GBPP mata pelajaran Bahasa Indonesia, (4)

diartikan sebagai tahapan proses yang merupakan keseluruhan dari pemaparan bagaimana perancang (desainer) menentukan komponen utama dari tujuan instruksional melalui

Tugas akhir yang berjudul “Perancangan Komunikasi Visula Ilustrasi Prangko Kampung Betawi” ini merupakan salah satu persyaratan untuk gelar kesarjanaan pada jurusan Desain

Company Capability Factor yang mewakili variabel Convenience, Information, Intangibility of Online Product, Merchandise Quality, Service Quality, dan Enjoyment ; dan Consumer