• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN PELAYANAN SEKTOR PUBLIK DAN PRIVAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MANAJEMEN PELAYANAN SEKTOR PUBLIK DAN PRIVAT"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN PELAYANAN SEKTOR

PUBLIK DAN PRIVAT

(2)

ANGGOTA KELOMPOK :

David Setya Pratama (125030118113004) Ilienovic Emanda

(125030118113005) Dinda Puspitasari

(125030118113026) silvanus Adimanto

(125030118113031)

(3)

PENGERTIAN

LAYANAN/SERVICE

Konsep Service/layanan pada dasarnya merupakan kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain dan pada dasarnya tidak berwujud (intangible) serta tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu menurut Kotler (dalam Tjiptono, 1996 : 6).

Sedangkan menurut Lovelock (1997:7) mengatakan

bahwa service (layanan) merupakan produk yang tidak

berwujud, berlangsung hanya sebentar dan dirasakan

atau dialami.

(4)

MENURUT MARTANI (1995:) BAHWA KARAKTERISTIK DARI LAYANAN ADALAH:

1. Tidak berwujud (intangible)

2. Tidak dapat dipisah-pisahkan (inseparability) 3. Berubah-ubah/beragam (variability)

4. Tidak tahan lama (perishability)

5. Tidak ada kepemilikan (unownership)

(5)

PERBEDAAN MANAJEMEN YANG DI

KEMBANGKAN OLEH PUBLIK DAN PRIVAT :

1. Sektor Swasta

- Diantaranya sektor swasta lebih mendasarkan pada pilihan individu (individual choice) dalam pasar.

- karakteristik sektor swasta adalah dipengaruhi hukum permintaan dan penawaran (supply and demand).

- Manajemen di sektor swasta bersifat tertutup 2. Sektor Publik

- Sektor publik tidak mendasarkan pada pilihan individual dalam pasar akan tetapi pilihan kolektif dalam pemerintahan

- Organisasi sektor publik, informasi harus diberikan kepada publik seluas mungkin untuk meningkatkan transparansi dan

akuntabilitas publik

(6)

NEW PUBLIC MANAJEMEN

1. Efisiensi sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada untuk lebih menghasilkan

2. Dorongan unutk lebih dekat, lebih mengenali, dan responsive terhadap kepentingan pengguna layanan

3. Mengembangkan system insentive dan akuntabilitas seperti yang dikembangkan disektor swasta

4. Mendelegasikan dan memberdayakan para penyelenggara layanan agar lebih kreatif, inovatif, fleksibel, dan memiliki semangat sebagai Entrepreneur yang berorientasi pada

pencapaian hasil daripada ketaatan pada regulasi yang ketat 5. Mendorong terjadinya kompetisi dan kerjasaman (kontrak) untuk pencapaian hasil

6. Pemerintah lebih berperan untuk mengarahkan

penyelenggaraan layanan daripada menjadi actor yang bermain sendiri serta

7. Mengembangkan deregulasi dan desentralisasi dalam penyelenggaraan layanan.

(7)

7 PRINSIP NEW PUBLIK SERVICE

1) Serve Citizens, not Costumers 2) Seek The Public Interest

3) Value Citizenship Over Enterpreneurship 4) Think Strategically, Act Democratically

5) Recognize that Accountability is Not Simple 6) Serve rather than Steer

7) Value People , not just Productivity

(8)

SESUAI DENGAN PENJELASAN UNDANG- UNDANG DIATAS, JUGA DAPAT KITA LIHAT

DALAM PASAL 8 AYAT (2) PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYAT (I), SEKURANG-KURANGNYA

MELIPUTI :

a) pelaksanaan pelayanan;

b) pengelolaan pengaduan masyarakat;

c) pengelolaan informasi;

d) pengawasan internal;

e) penyuluhan kepada masyarakat; dan

f) pelayanan konsultasi

(9)

PENYELENGGARAAN

PELAYANAN PUBLIK ADALAH INSTANSI PEMERINTAH YANG MELIPUTI :

1. Satuan kerja/satuan organisasi Kementrian

2. Departemen

3. Lembaga Pemerintah Non Departemen

4. Kesekretariatan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara, misalnya : Sekretariat Dewan (Sekwan), Sekretariat Negara (Setneg), dan sebagainya

5. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 6. Badan Hukum Milik Negara (BHMN) 7. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

8. Instansi Pemerintah lainnya, baik Pusat maupun Daerah termasuk dinas-dinas dan badan.

(10)
(11)

PERSOALAN NILAI DALAM PELAYANAN :

Nilai sangat dibutuhkan dalam praktek

pelayanan publik karena digunakan sebagai

penuntun tingkah laku para administrator,

sehingga dapat melayani masyarakat secara

baik dengan memperhatikan nilai efisiensi,

efektivitas, kualitas layanan, responsivitas, dan

akuntabilitas

(12)

SEORANG ADMINISTRATOR JUGA HARUS DIBERIKAN KEKUASAAN DALAM PEMBELAJARAN YANG MELIPUTI : 1. Core skills

2. Technicians 3. Management

4. Business knowledge 5. Skills

6. Habits

7. Cohesion

8. Collective Experience

9. Knowledge of environment 10.Technology

(13)

 Contoh Pelayanan dan

Perbandingan layanan Sektor Publik dan Sektor Private di

Rumah Sakit Swasta dan

Rumah Sakit Negeri

(14)

Rumah sakit swasta adalah rumah sakit yang didirikan oleh pihak swasta, yaitu (non-pemerintah). Secara intuisi bisnis, pendirian rumah sakit swasta di Indonesia memang cukup menggiurkan, (tetapi cukuplah para ahli bisnis yang menguraikan matematika bisnisnya).

Rumah sakit swasta di Indonesia memiliki peranan yang penting dalam mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat. Perannya sebagai partner pemerintah memiliki arti yang sangat penting dalam hal:

1. Adanya pembagian peran dan tanggungjawab,

2. Konsekuensi pembagian fungsi sosial dan bisnis.

(15)

Rumah Sakit Pemerintah

Perbedaan pokok dengan rumah sakit swasta

terutama sekali menyangkut sumber pendanaan

rumah sakit yang bersangkutan, yakni kalau rumah

sakit pemerintah biaya untuk pengelolaan rumah

sakit tersebut sepenuhnya didanai oleh pemerintah,

yaitu dengan cara mengganggarkannya dalam

APBN, APBD, dan lain-lainnya. Karena pengelolaan

rumah sakit ini berasal dari pemerintah maka segala

pendapatan yang diperoleh oleh rumah sakit

tersebut juga harus distorkan ke kas Negara.

(16)

Instansi pemerintah sebagai pemilik rumah sakit ini adalah Departemen atau Lembaga lain yang ada dalam pemerinthan, seperti :

1. Departemen kesehatan

2. Departemen dalam negeri

3. Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)

4. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

(17)

CONTOH PERBEDAAN PELAYANAN PUBLIK DAN SWASTA PADA RUMAH SAKIT DI KOTA KEDIRI

Rumah sakit baptis (swasta) 1.Relatif mahal

2.Pelayanan cepat

3.Sistem administrasi flexibel

4.Mengutamakan keselamatan pasien

5.Sarana dan prasarana rumah sakit terawat

6.Tim medis ramah

(18)

Rumah sakit gambiran (negri) 1.Relatif murah

2.Melalui birokrasi yang panjang 3.Sistem administrasi rumit

4.Mengutamakan prosedur

5.Sarana dan prasarana rumah sakit sedikit tidak terawat

6.Tim medis kurang bersahabat

(19)

Kesimpulan

Mewujudkan kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan utama pemerintah dengan memberikan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat. Pelayanan publik adalah pemberian pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang jasa atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik yang merupakan perwujutan kewajiban aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat.

Namun peran pemerintah sebagai penyedia layanan tunggal dinilai kurang maksimal dengan itu pemerintah berusaha meningkatkan pelayanan publik yang prima dengan mengikutsertakan sektor swasta dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat hal ini dapat di terima dengan baik oleh masyarakat dengan menyediakan banyak piliahan dalam menerima pelayanan, masyarakat dapat secara bebas baik itu peleyanan yang di kelola pemerintah atau pihak swasta dalam bidang administratis,jasa maupun barang. Yang masing-masing sudah menerapkan standar peleyanan publik yang diatur pemerintah dalam KEP MENPAN no 63 tahun 2003 yang berisi ukuran yang diberlakukan penyelenggara pelayanan publik yang wajib ditaati oleh pemmberi pelayanan dan atau penerima pelayanan.

Referensi

Dokumen terkait

Kualitas pelayan publik yang tinggi dan murah dapat diperoleh jika pemerintah mengadopsi system informasi akuntansi manajemen yang modern. Meskipun pada dasarnya

1) Expense Center; responsibility center yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan. Pada sektor publik, output seringkali ada tetapi tak dapat

Penyelenggaraan pelayanan publik dikecamatan kusan hulu dapat dikatakan cukup baik, dilhat dari pelayanan maksimal yang diberikan oleh kecamatan kusan hulu, hal tersebut dapat dinilai

Upaya Hukum Yang Ditempuh Oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tengara Timur Memperbaiki Kebijakan Pemekaran Wilayah Yang Berbasis Pelayanan Publik Pada Sektor

Etika dalam penyelenggaraan pelayanan publik bagi aparatur pemerintah sering kurang tersentuh dalam kajian-kajian bidang administsrasi publik yang dilakukan selama ini, padahal kinerja

LINGKUP MKSP SIKLUS MANAJEMEN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK – PEMERINTAH DAERAH Perencanaan Pelaksanaan Penatausahaan Pelaporan & Pertgjwban Pengawasan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Dokumen ini membahas peran akuntansi manajemen di organisasi sektor publik dalam memberikan informasi yang relevan dan bermanfaat untuk perencanaan dan pengendalian