“Studi Kasus Merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta”
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Manajemen
Oleh:
Lukas Wahyu Wibawa 132214034
PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
2018
i
ii
iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba.
Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang. (R.A Kartini)
Manfaatkan waktu sebaik mungkin selagi kamu masih sehat, jika alasannya capek itu akan hilang sesaat, jika alasannya tidak berguna yakinlah kamu menabur kamu yang menuai. Jika kamu sakit percayalah Tuhan sedang mengasihimu untuk kamu beristirahat sejenak, karena kamu sudah berjuang mati-matian selagi masih sehat.
(Penulis)
Skripsi ini saya persembahkan kepada:
Tuhan Yesus Kristus Sang Juru Selamat Yohanes (ayah) Tercinta Lucia (ibu) Tercinta Kakak-Kakakku Yang Tercinta Almamaterku Universitas Sanata Dharma
iv
UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN–PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS
Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan ini menyatakan bahwa Skripsi dengan judul:
HUBUNGAN HARGA DAN PRODUK TERHADAP HASIL EVALUASI PASCA PEMBELIAN VAPOR BERDASARKAN GAYA HIDUP “Studi kasus merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta”
Diajukan untuk diuji pada tanggal 12 Februari 2018 adalah hasil karya tulis saya
Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pikiran penulis lain yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri dan tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang diambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya.
Bila di kemudian hari nanti terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi, yaitu skripsi ini digugurkan dan gelar akademik saya (S.E.) dibatalkan serta diproses sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku (UU No 20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal 70).
Yogyakarta, 21 Februari 2018 Yang menyatakan,
Lukas Wahyu Wibawa NIM: 132214034
v
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Lukas Wahyu Wibawa
Nim : 132214034
Demi pengembangan ilmu pengetahuan saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :
Hubungan Harga dan Produk Terhadap Hasil Evaluasi Pasca Pembelian Vapor Berdasarkan Gaya Hidup studi kasus merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan ini saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk lain, mendistribusikan secara terbatas, mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta,
Pada tanggal, 21 Februari 2018
Lukas Wahyu Wibawa
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur dan terima kasih saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat, rahmat, dan kasih-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “HUBUNGAN HARGA DAN PRODUK TERHADAP HASIL EVALUASI PASCA PEMBELIAN VAPOR BERDASARKAN GAYA HIDUP” “Studi kasus merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta”.
Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Penulisan skripsi ini tidak akan terlaksana dan terselesaikan dengan baik tanpa bantuan, dukungan, serta kerjasama dari berbagai pihak yang dengan tulus dan rela mengorbankan waktu dan pikiran untuk membimbing penulis sampai penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Johanes Eka Priyatma, M. Sc., Ph.D selaku Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
2. Bapak Albertus Yudi Yuniarto S.E., M.B.A selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
3. Bapak Dr. Lukas Purwoto, SE., M.Si selaku Ketua Program Studi Manajemen.
vii
4. Ibu Lucia Kurniawati, S.Pd., M.S.M selaku dosen pembimbing I yang telah mengarahkan, membimbing serta memberikan dukungan dan saran kepada penulis dalam penulisan skripsi ini.
5. Bapak Venantius Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A selaku dosen pembimbing II yang dengan sabar memberikan bimbingan dan saran kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini.
6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan banyak ilmu, pengalaman dan pelajaran hidup.
7. Segenap karyawan Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
8. Ayah, Ibu dan Kakak saya tercinta yang selalu memberikan dukungan, doa, dan arahannya dalam membantu menyelesaikan skripsi saya.
9. Rekan-rekan kerja di Kethek Ogleng Coffee yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu, yang telah memberikan ilmu tambahan serta pengalaman kerja selama saya berada di Yogyakarta.
10. Kepada Digitum Genus. Candra, Gugun, Nolin, Nanda, Wira dan Edi. Yang telah memberikan canda dan tawa serta hal yang menarik selama saya tinggal di Yogyakarta.
11. Teman-teman satu kelas bimbingan skripsi Ricky, Gugun, Alvin, Sam, Rossa, Gretha, Pram, Tania, Zane, Noni, Vian, Vale, Jon, Reza, Arif, Mike, dan Nina yang tiada hentinya memberikan dukungan serta motivasi kepada saya.
viii
12. Untuk keluarga besar Manajemen 2013 yang tidak bisa saya sebut satu persatu, tetap semangat dan terima kasih telah menjadi bagian dari Manajemen 2013.
13. Dan yang terakhir, kepada wanita inisial A yang kucinta jauh disana. Terima kasih untuk segalanya.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki penulis. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk menyempurnakan tulisan ini.
Yogyakarta, 21 Februari 2018 Penulis
Lukas Wahyu Wibawa
ix DAFTAR ISI
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
HALAMAN MOTTO & PERSEMBAHAN ... iii
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ... iv
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI... v
HALAMAN KATA PENGANTAR ... vi
HALAMAN DAFTAR ISI ... ix
HALAMAN DAFTAR TABEL ... xii
HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ... . xiii
HALAMAN ABSTRAK ... xiv
HALAMAN ABSTRACT... xv
BAB I PENDAHULUAN... 1
A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Rumusan Masalah... 5
C. Pembatasan Masalah ... 6
D. Tujuan Penelitian... 7
E. Manfaat Penelitian... 7
BAB II METODE PENELITIAN ... 9
A. Landasan Teori ... 9
1. Pemasaran ... 9
2. Bauran Pemasaran... 10
3. Gaya Hidup ... 14
4. Keputusan Pembelian ... 16
B. Penelitian Sebelumnya... 19
C. Kerangka Konseptual Penelitian ... 23
D. Hipotesis... 24
x
BAB III METODE PENELITIAN... 26
A. Jenis Penelitian ... 26
B. Subjek dan Objek Penelitian ... 26
C. Waktu dan Lokasi Penelitian ... 27
D. Variabel Penelitian ... 27
E. Definisi Operasional ... 28
F. Populasi dan Sampel ... 32
G. Teknik Pengambilan Sampel ... 33
H. Sumber Data ... 34
I. Teknik Pengumpulan Data ... 35
J. Teknik Pengujian Instrumen ... 36
K. Teknik Analisis Data... 38
BAB IV GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN ... 42
A. Sejarah Perusahaan... 42
B. Produk Box Mod Tesla e-Cigs Group ... 43
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 48
A. Penjelasan Penelitian ... 48
B. Pengujian Instrumen ... 49
1. Hasil Uji Validitas ... 49
2. Hasil Uji Reliabilitas ... 51
C. Teknik Analisis Data ... 52
1. Hasil Analisis Deskriptif ... 52
2. Hasil Uji Korelasi ... 58
D. Pembahasan ... 70
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 78 A. Kesimpulan ... 78
B. Saran ... 80
xi
C. Keterbatasan Penelitian ... 82
DAFTAR PUSTAKA ... 83
LAMPIRAN... 85
xii
DAFTAR TABEL
Tabel III.1. Koefisien Korelasi ... 39
Tabel III.2. Koefisien Korelasi ... 40
Tabel V.1. Hasil Uji Validitas Variabel Harga ... 49
Tabel V.2. Hasil Uji Validitas Variabel Produk ... 50
Tabel V.3. Hasil Uji Validatas Variabel Hasil Evaluasi Pasca Pembelian ... 51
Tabel V.4. Hasil Uji Reliabilitas ... 52
Tabel V.5. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir ... 53
Tabel V.6. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Atau Uang Saku Per Bulan... 54
Tabel V.7. Karakteristik Responden Berdasarkan Gaya Hidup ... 55
Tabel V.8. Hasil Analisis Deskriptif Variabel Harga ... 57
Tabel V.9. Hasil Anaisis Deskriptif Variabel Produk ... 57
Tabel V.10. Hasil Analisis Deskrptif Variabel Hasil Evaluasi Pasca Pembelian ... 58
Tabel V.11. Koefisien Korelasi ... 59
Tabel V.12. Hasil Uji Korelasi Parsial Berdasarkan Gaya Hidup Aktivitas .... 60
Tabel V.13. Hasil Uji Korelasi Parsial Berdasarkan Gaya Hidup Minat ... 61
Tabel V.14. Hasil Uji Korelasi Parsial Berdasarkan Gaya Hidup Opini ... 62
Tabel V.15. Hasil Uji Korelasi Parsial Berdasarkan Gaya Hidup Aktivitas... 63
Tabel V.16. Hasil Uji Korelasi Parsial Berdasarkan Gaya Hidup Minat... 64
Tabel. V.17. Hasil Uji Korelasi Parsial Berdasarkan Gaya Hidup Opini ... 65
Tabel V.18. Hasil Uji Korelasi Ganda Berdasarkan Gaya Hidup Aktivitas ... 67
Tabel V.19. Hasil Uji Korelasi Ganda Berdasarkan Gaya Hidup Minat ... 68
Tabel V.20. Hasil Uji Korelasi Ganda Berdasarkan Gaya Hidup Opini ... 69
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Lembar Kuesioner ... 86
Lampiran 2. Uji Validitas dan Reliabilitas ... 90
Lampiran 3. Analisis Deskriptif Responden ... 93
Lampiran 4. Analisis Deskriptif Variabel ... 95
Lampiran 5. Uji Korelasi ... 98
Lampiran 6. Tabulasi Data Keseluruhan ... 103
Lampiran 7. Tabulasi Data Berdasarkan Gaya Hidup ... 115
Lampiran 8. Tabel Korelasi Product Moment (r) ... 125
xiv ABSTRAK
HUBUNGAN HARGA DAN PRODUK TERHADAP HASIL EVALUASI PASCA PEMBELIAN VAPOR BERDASARKAN GAYA HIDUP
“Studi Kasus Merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta”
Lukas Wahyu Wibawa Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta 2018
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) bagaimana profil pengguna vapor merek Tesla Invader III, 2) apakah ada hubungan antara harga dan hasil evaluasi pasca pembelian vapor merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan gaya hidup jika produk dibuat tetap, 3) apakah ada hubungan antara produk terhadap hasil evaluasi pasca pembelian vapor merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan gaya hidup jika harga dibuat tetap, 4) apakah ada hubungan antara harga dan produk terhadap hasil evaluasi pasca pembelian vapor merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan gaya hidup secara simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria masyarakat umum Daerah Istimewa Yogyakarta yang membeli pernah menggunakan vapor merek Tesla Invader III. Sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengujian instrumen menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas, lalu analisis data menggunakan analisis statistika deskriptif dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Karakteristik profil responden terbanyak berpendidikan terakhir sebagai SMA sebesar 51%, pendapatan atau uang saku per bulan ≥ Rp. 1.500.000 sebesar 62% dan memilih gaya hidup aktivitas sebesar 47%, memilih gaya hidup minat sebesar 30% dan memilih gaya hidup opini sebesar 23%. 2) untuk variabel harga dan hasil evaluasi pembelian jika produk dikendalikan, 47 responden bergaya hidup aktivitas memiliki hubungan korelasi yang rendah, 30 responden bergaya hidup minat dan 23 responden bergaya hidup opini tidak memiliki hubungan. 3) untuk variabel produk dan hasil evaluasi pembelian jika harga dikendalikan, 47 responden bergaya hidup aktivitas dan 23 responden bergaya hidup opini tidak memiliki hubungan, 30 responden bergaya hidup minat memiliki hubungan korelasi yang sedang. 4) untuk variabel harga dan produk terhadap hasil evaluasi pasca pembelian secara simultan, 47 responden bergaya hidup aktivitas memiliki hubungan korelasi yang rendah, 30 responden bergaya hidup minat memiliki hubungan korelasi yang kuat dan 23 responden bergaya hidup opini tidak memiliki hubungan.
Kata Kunci: Hubungan, Harga, Produk, Hasil Evaluasi Pasca Pembelian, Korelasi
xv ABSTRACT
PRICE AND PRODUCT CORRELATION TO POST-PURCHASE EVALUATION BASED ON CONSUMER’S LIFE STYLE
" Case Study On User Of Tesla Invader III in Yogyakarta Special Region"
Lukas Wahyu Wibawa Sanata Dharma University
Yogyakarta 2018
The purpose of this research is to know: 1) the user profiles of Tesla Invader III vapor brand, 2) the correlation between price and post-purchase evaluation between the variables of Tesla Invader III vapor brand in Yogyakarta Special Region based on consumer’s lifestyle if product is controlled, 3) the correlation between product to post-purchase evaluation between the variables of vapor of Tesla Invader III brand in Yogyakarta Special Region based on lifestyle if price is controlled, 4) the correlation between price and product to post-purchase evaluation between the variables of vapor of brand Tesla Invader III in Yogyakarta Special Region based on lifestyle simultaneously. The type of research used is case study research. The sampling technique used was purposive sampling, the sample of the research was vapor consumer’s who bought or used Tesla Invader III vapor. Samples were 100 respondents. Instrument testing techniques using validity and reliability test, then data analysis using descriptive statistical analysis and correlation test. The results showed that: 1) Characteristics of the most respondent's last educated profile last educated as high school as 51%, income or allowance per month ≥ Rp. 1.500.000 by 62% and choose lifestyle activity of 47%, choose lifestyle interest by 30% and choose lifestyle opinion by 23%. 2) for the price variable and the post-purchase evaluation if the product is controlled, 47 respondents having activity lifestyle showed low correlation, 30 respondents having of interest lifestyle and 23 respondents opinion lifestyle showed no correlation. 3) for product variables and purchase evaluation results if the price is controlled, 47 respondents having activity lifestyle and 23 respondents opinion lifestyle showed no correlation, 30 respondents having style of interest lifestyle showed medium correlation. 4) for price and product variables on post- purchase evaluation simultaneously, 47 respondents having activity lifestyle showed low correlation, 30 respondents having interest lifestyle showed a strong correlation and 23 respondents opinion lifestyle showed no correlation.
Keywords: Correlation, Price, Product, Post-Purchase Evaluation Result, Correlation
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di era yang semakin modern ini gaya hidup dikalangan usia muda sangat penting untuk membuat diri mereka menjadi pusat perhatian banyak orang, terlebih banyak cara yang harus dilakukan untuk menjadi pusat perhatian, yaitu mulai dari cara berpakaian, cara berbicara, dan mempunyai barang-barang mewah. Merokok adalah salah satu gaya hidup yang mudah kita temui di kalangan anak muda dan hal tersebut akan membuat penikmat rokok menjadi lebih percaya diri akan diri mereka. Namun terlepas dari hal tersebut merokok tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan diri sendiri dan orang lain disekitarnya karena akan mendatangkan berbagai penyakit berbahaya dan akhirnya menyebabkan kematian. Baru–baru ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia mengenai isu kenaikan harga rokok yang membuat pengguna rokok menjadi gelisah mengenai isu tersebut.
Terlepas dari bahaya merokok serta isu akan naiknya harga rokok tembakau, masyarakat Indonesia mencoba mencari alternatif lain sebagai pengganti rokok tembakau. Vapor adalah alternatif pengganti rokok tembakau, seperti yang dikutip oleh ketua Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia Prof. Achmad Syawqie, DRG, MS bersama tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran. Penelitian tersebut menyimpulkan,
bahwa rokok elektrik merupakan alternatif pengganti rokok yang memiliki resiko jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan rokok konvensional.
(http://www.jpnn.com/news/hasil-penelitian-indonesia-simpulkan-rokok-elektrik- aman-digunakan, di akses pada tanggal 14-03-2017). Vapor sendiri merupakan sebuah rokok elektrik tanpa proses pembakaran melainkan dengan proses penguapan dari cairan khusus yang dipanaskan oleh arus listrik lewat baterai.
Masyarakat beranggapan bahwa vapor merupakan gaya hidup yang lebih sehat dari pada rokok tembakau, selain itu vapor bisa membuat seseorang menjadi pusat perhatian banyak orang karena bentuknya serta penggunaannya yang unik.
Sebenarnya vapor sendiri telah masuk di Indonesia pada tahun 2010. Namun kemunculan vapor tersebut belum dinyatakan legal oleh badan POM di Indonesia pada waktu tersebut. (http://idkaca.blogspot.co.id/2014/11/sejarah-vaping- pertama-kali-ditemukan.html, di akses pada tanggal 01-11-2016). Sampai saat ini masih belum jelas legal atau tidaknya di Indonesia seperti yang dikutip oleh Ketua Umum Asosiasi Vaporizer Indonesia (APVI), mengatakan, pemerintah memainkan peran penting dalam menciptakan kebijakan yang adil terkait rokok elektrik. Ia berharap, ada regulasi yang jelas dan bekerjasama dengan pemerintah, seperti Badan Nasional Narkotika (BNN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (http://health.liputan6.com/read/2877549/belum-ada-regulasi- yang-jelas-terkait-rokok-elektrik, di akses pada tanggal 09-04-2017)
Di Indonesia sendiri sekarang sudah bermunculan pengguna vapor dengan berbagai merek misalnya, Kangertech, AV, SMPL, Therion, Tesla, dan lain-lain.
Dari berbagai merek vapor yang ada di Indonesia, salah satu merek vapor yang
terkenal dan sering dijumpai di Indonesia adalah merek Tesla. Tesla adalah sebuah vapor dari perusahaan Teslacigs e-Cig Group, sebuah perusahaan dari Shenzhen Cina yang didirikan pada tahun 2009. Teslacigs e-Cig Group memproduksi rokok elektrik dengan kualitas tinggi yang dipasarkan di seluruh dunia.
Teslacigs e-Cig Group banyak memproduksi berbagai model dan jenis vapor dan salah satu vapor unggulannya yang laris manis di pasaran adalah Tesla Invader III. Tesla Invader III merupakan pilihan yang tepat bagi mereka pecinta penikmat rokok elektrik atau biasa disebut dengan vapor. Tesla Invader III hadir dengan tiga pilihan warna yaitu biru, hitam, dan stainless steel, hadirnya ketiga pilihan tersebut membuat konsumen akan lebih mempunyai pilihan warna yang cukup beragam. Di Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan kota pelajar yang dipadati oleh mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia, sebagai mahasiswa cenderung untuk melakukan hal yang membuat mereka menjadi pusat perhatian orang lain. Memakai atau menggunakan vapor menjadi salah satu cara agar mereka mudah untuk menjadi pusat perhatian orang lain karena sebagai alat pengganti rokok tembangkau yang unik berbentuk barang elektronik. Merek Tesla Invader III merupakan salah satu merek vapor yang sering kita temui di kalangan mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ada berbagai faktor yang menyebabkan konsumen memutuskan membeli produk Tesla yaitu seperti harga dan produk. Harga adalah suatu nilai yang diukur dengan uang yang menggambarkan nilai dari suatu barang atau jasa. Lewat harga, konsumen akan bisa menilai ataupun membandingkan suatu barang atau jasa
dengan mempertimbangkan uang yang dikeluarkan dengan manfaat yang didapatkan.
Produk adalah barang ataupun jasa yang disalurkan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan ataupun keinginan konsumen. Produk yang baik akan memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya bagi pemilik, sebaliknya produk dengan kualitas yang kurang baik biasanya akan memberikan manfaat yang sedikit bagi pemilik. Selanjutnya pemilik atau konsumen akan merespon atau menilai sebuah produk sesuai dengan apa yang ia dapatkan ketika membeli sebuah produk. Pada akhirnya konsumen akan memutuskan pembelian kemudian mengevaluasi atas pembeliannya apakah produk atau jasa yang digunakan akan bermanfaat atau membuat konsumen merasa puas akan produk atau jasa tersebut.
Gaya hidup adalah sebuah karakteristik dalam diri seseorang yang sangat beraneka ragam. Lewat gaya hidup, seseorang dapat digolongkan berdasarkan gaya hidup mereka terhadap harga maupun produk yang ia pilih. Gaya hidup seseorang sangatlah berbeda-beda dengan seseorang yang lain, hal itu dikarenakan pandangan seseorang berbeda-beda menurut yang ia lihat dan ia rasakan berdasarkan kesehariannya.
Menurut Nugroho (2008:415) keputusan pembelian adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu diantaranya. Lewat keputusan pembelian, konsumen telah mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan untuk membeli. Faktor harga, produk dan gaya hidup merupakan faktor-faktor yang perlu untuk menjadi pertimbangan untuk mencari
tahu apakah ada hubungan bagi konsumen dalam menentukan suatu keputusan pembelian dan nantinya akan mengevaluasi atas pembelian yang konsumen beli.
Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik melakukan sebuah penelitian dengan judul “Hubungan harga dan produk terhadap hasil evaluasi pasca pembelian vapor berdasarkan gaya hidup”. Studi kasus merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta.
B. Rumusan Masalah
Tesla Invader III merupakan salah satu merek vapor yang sekarang banyak digunakan masyarakat di Indonesia khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, vapor merek Tesla Invader III tentunya memiliki keunggulan dari pada para pesaingnya sehingga masyarakat memilih Tesla Invader III sebagai alat untuk menghasilkan uap atau biasa disebut dengan vapor. Harga serta produk tentunya bisa menjadi faktor utama alasan masyarakat memilih vapor merek Tesla Invader III, dari faktor tersebut apakah ada hubungannya. Di sisi lain berdasarkan gaya hidup seseorang dapat menggambarkan karakteristik seperti apa konsumen pemakai vapor Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berdasarkan uraian di atas maka peneliti membuat pertanyaan penelitian sebagai berikut :
1. Bagaimana profil pengguna vapor merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta?
2. Apakah ada hubungan antara harga dan hasil evaluasi pasca pembelian vapor merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan gaya hidup jika produk dibuat tetap?
3. Apakah ada hubungan antara produk dan hasil evaluasi pasca pembelian vapor merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan gaya hidup jika harga dibuat tetap?
4. Apakah ada hubungan antara harga dan produk secara simultan terhadap hasil evaluasi pasca pembelian vapor merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan gaya hidup?
C. Batasan Masalah
Agar batasan masalah yang diteliti tidak meluas, maka peneliti memberikan batasan masalah pada penelitian ini :
1. Produk yang diteliti adalah vapor merek Tesla Invader III.
2. Variabel yang diteliti :
Variabel yang akan diteliti adalah harga, produk dan hasil evaluasi pasca pembelian.
3. Responden yang akan diteliti adalah masyarakat umum Daerah Istimewa Yogyakarta yang pernah menggunakan dan membeli vapor merek Tesla Invader III.
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang hendaknya harus dicapai adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana profil pengguna vapor merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta.
2. Untuk mengetahui hubungan antara harga dan hasil evaluasi pasca pembelian vapor merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan gaya hidup jika produk dibuat tetap.
3. Untuk mengetahui hubungan antara produk dan hasil evaluasi pasca pembelian vapor merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan gaya hidup jika harga dibuat tetap.
4. Untuk mengetahui hubungan antara harga dan produk secara simultan terhadap hasil evaluasi pasca pembelian vapor merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan gaya hidup.
E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Perusahaan
Hasil dari penelitian ini bisa menjadi bahan evaluasi perusahaan untuk memperbaiki kekurangan perusahaan dengan melihat berbagai aspek seperti ada tidaknya hubungan antara harga, produk dan hasil evaluasi pasca pembelian vapor merek Tesla Invader III berdasarkan gaya hidup agar kedepannya akan lebih baik lagi.
2. Bagi Universitas Sanata Dharma
Hasil penelitian ini diharapkan membantu mahasiswa ataupun karyawan Universitas Sanata Dharma untuk memberikan referensi serta acuan mengenai ada tidaknya hubungan antara harga dan produk terhadap hasil evaluasi pasca pembelian berdasarkan gaya hidup.
3. Bagi Peneliti
Penelitian ini berguna bagi peneliti dalam mengetahui apakah ada hubungan antara harga dan produk terhadap hasil evaluasi pasca pembelian, serta sebagai penerapan teori secara nyata sesuai dengan yang sudah diajarkan melalui perkuliahan.
9
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
Dalam menguatkan penelitian ini maka diperlukan beberapa teori sebagai dasar penelitian agar lebih jelas. Pemasaran sendiri merupakan salah satu kegiatan utama perusahaan untuk memasarkan produknya kepada konsumen, pemasaran yang baik akan menghasilkan hasil yang baik, maka dari itu kita perlu mengetahui beberapa hal yang berhubungan dengan pemasaran sebagai alat untuk memperkuat penelitian ini.
1. Pengertian Pemasaran
Menurut Gitosudarmo (2000:1) pemasaran adalah suatu kegiatan yang mengusahakan agar produk yang dipasarkannya itu dapat diterima dan disenangi oleh pasar.
Sedangkan menurut Kotler dan Amstrong (2006:5) Pemasaran adalah proses mengelola hubungan pelanggan yang menguntungkan.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan kegiatan dari perusahaan yang menghasilkan suatu barang atau jasa demi mendapatkan keuntungan.
2. Pengertian Bauran Pemasaran
Menurut Assauri (dalam Ulus, 2013:1136) bauran pemasaran adalah salah satu unsur dalam strategi pemasaran terpadu adalah strategi bauran pemasaran yang merupakan strategi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada segmen pasar tertentu, yang merupakan sasaran pasarnya.
Bauran pemasaran rangkaian sarana pemasaran taktis terpadu yang dapat dikendalikan (produk, harga, tempat, dan promosi) untuk mengetahui respon pasar sasaran yang diinginkan oleh perusahaan. Menurut Kartajaya (2006:231) pengertian marketing mix adalah sebuah taktik dalam mengintegrasikan unsur penawaran, logistik, dan cara mempromosikan produk atau jasa. Tidak hanya perlu melakukan penawaran yang menarik, juga harus memikirkan taktik yang tepat dalam mendistribusikan dan mempromosikannya.
Berdasarkan pengertian di atas bauran pemasaran sangatlah penting bagi perusahaan, lewat bauran pemasaran perusahaan akan dapat menjalankan strateginya dipasar sebagai alat untuk menarik daya beli konsumen. Adapun beberapa indikator dalam bauran pemasaran, diantaranya :
a. Produk
Menurut Tjiptono (dalam Ulus, 2013) produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan
kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Produk yang ditawarkan meliputi barang fisik seperti sepeda motor, komputer, televisi sedangkan produk jasa meliputi restoran, penginapan dan transportasi. Produk bisa berupa manfaat tangible maupun intangible yang dapat memuaskan pelanggan. Produk secara konseptual, yaitu pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar.
1. Desain
Menurut Suyanto (2003:8) desain adalah totalitas dari keistimewaan yang mempengaruhi cara penampilan dan fungsi suatu produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan merupakan senjata ampuh untuk mendeferensiasikan dan memposisikan produk dan jasa perusahaan.
2. Kualitas
Menurut Mulyadi (2007:42) kualitas adalah serangkaian karakteristik yang melekat pada produk yang dapat diukur secara kuantitatif. Oleh karena itu kualitas dicerminkan oleh kuantitas atribut yang terdapat pada produk, dan karena setiap atribut memerluhkan biaya untuk memproduksinya, maka semakin tinggi kualitas semakin tinggi pula biaya produksinya.
3. Garansi
Menurut Zaharuddin (2006:84) garansi adalah salah satu unsur strategi produk yang cukup penting. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen atas produk tersebut, apalagi garansi meliputi keseluruhan biaya servis dan sparepart serta umur garansi yang cukup panjang.
b. Harga
Harga sebagai alat ukur nilai dari suatu benda atau pun jasa, harga biasanya menjadi faktor pertimbangan utama bagi konsumen ketika akan membeli ataupun menggunakan jasa tertentu. Menurut Gitosudarmo (2000:228) harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah barang beserta jasa-jasa tertentu atau kombinasi dari keduanya. Bagi produsen maupun konsumen harga tentu diukur sesuai dengan barang atau jasanya dan harga dari suatu benda akan berbeda dengan benda lainnya, hal ini juga berlaku untuk jasa. Adapun indikator dari harga yang meliputi :
1. Harga yang ditawarkan
Menurut Cannon, Perreault dan McCarthy (2009:176) harga adalah sesuatu yang harus diberikan pelanggan untuk mendapatkan keunggulan yang ditawarkan oleh bauran pemasaran perusahaan.
2. Harga sebanding dengan manfaat
Menurur Cannon, Perreault dan McCarthy (2008:23) harga sebanding dengan manfaat adalah seorang konsumen biasanya lebih puas ketika nilai pelanggan lebih tinggi-yaitu ketika manfaat melebihi biaya dengan margin yang besar. Di lain pihak, seorang pelanggan yang melihat biaya lebih besar dari manfaat yang diperoleh cenderung tidak akan menjadi seorang pelanggan.
3. Diskon
Menurut Zaharuddin (2006:85) diskon adalah suatu kebijaksanaan perusahaan untuk menghargai pelanggan atas volume pembelian, pembayaran tunai, pembayaran dimuka, cuci gudang dan sebagainya.
c. Tempat/distribusi
Menurut Tjiptono (2001:186) saluran distribusi adalah kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen ke konsumen sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperluhkan (jenis, jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan). Pengertian tersebut mengatakan bahwa distribusi merupakan salah satu kegiatan dari pemasaran, tujuannya yaitu untuk menyediakan produk ataupun jasa yang diinginkan oleh konsumen. Akan tetapi keinginan konsumen yang sering berubah-
ubah membuat saluran distribusi yang ditargetkan terkadang tidak sesuai lagi dengan keinginan konsumen, perlu adanya informasi lebih yang dibutuhkan oleh perusahaan mengenai perilaku serta keinginan konsumen yang mudah berubah.
d. Promosi
Menurut Dharmesta dan Irawan (2001:349) promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Pengertian promosi tersebut masih bersifat luas, kemudian pengertian promosi tersebut dipersempit menurut Kotler dan Keller (2007:266) promosi adalah berbagai kumpulan alat-alat insentif yang sebagian besar berjangka pendek, yang dirancang untuk merangsang pembelian produk atau jasa tertentu dengan lebih cepat dan lebih besar oleh konsumen atau pedagang.
3. Gaya Hidup
Dalam dunia yang semakin maju sekarang banyak kita jumpai barang-barang yang semakin canggih dalam bidang teknologi yang semakin berinovasi menjadi lebih baik. Barang-barang yang canggih tentu diciptakan untuk bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi pemakainya.
Setiap orang berupaya memilikinya berdasarkan keinginan serta manfaat yang didapat. Minat seseorang akan barang yang dimiliki tentunya dapat
dipengaruhi berdasarkan gaya hidupnya, mengingat gaya hidup dari seseorang berbeda-beda membuat sesorang lebih bervariasi dalam memilih barang yang ia sukai berdasarkan gaya hidupnya. Gaya hidup bukan hanya tentang barang yang ia sukai kemudian dibeli, gaya hidup juga dapat berartikan memilih sesuatu yang dianggap cocok untuk dirinya.
Menurut Ujang Sumarwan (2004:67), gaya hidup adalah konsep yang lebih baru dan lebih mudah terukur dibandingkan sikap. Gaya hidup di definisikan sebagai pola dimana orang hidup menggunakan waktu serta uangnya. Gaya hidup seseorang adalah pola hidup seseorang yang diwujudkan dalam psikografinya, yaitu teknik untuk mengukur gaya hidup dan mengembangkan klasifikasi gaya hidup ini termasuk mengukur dimensi AIO. Dimana AIO terdiri dari Actifity (pekerjaan, hobi, berbelanja, olahraga, kegiatan sosial), Interest (makanan, mode, keluarga, rekreasi), dan Opinion (mengenal diri mereka sendiri, isu sosial, bisnis, produk).
Gaya hidup menurut (Kotler, 2002:192), adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya (AIO). Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang atau seluruh pola dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Secara umum dapat diartikan sebagai suatu gaya hidup yang dikenali dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar (opini). Gaya hidup adalah
perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk merefleksikan status sosialnya.
AIO, istilah yang digunakan dapat dipertukarkan dengan psikografi, mengacu pada pengukuran kegiatan, minat dan opini.
Activities (kegiatan) adalah tindakan nyata seperti menonton suatu
medium, berbelanja di toko, atau menceritakan kepada tetangga mengenai pelayanan yang baru. Walaupun biasanya tindakan ini dapat diamati, alasan untuk tindakan tersebut jarang dapat diukur secara langsung.
Interest (minat) akan semacam objek, peristiwa, atau topik adalah
tingkat kegairahan yang menyertai perhatian khusus maupun terus menerus kepadanya.
Opinion (opini) adalah “jawaban” lisan atau tertulis yang orang
berikan sebagai respon terhadap situasi simulus di mana semacam
“pertanyaan” diajukan. Opini digunakan untuk mendeskripsikan penafsiran, harapan dan evaluasi seperti kepercayaan mengenai maksud orang lain, antisipasi sehubungan dengan peristiwa masa datang, dan penimbangan konsekuensi yang memberi ganjaran atau menghukum dari jalannya tindakan alternatif.
4. Pengertian Keputusan Pembelian
Menurut Kotler dan Amstrong (2008:179) keputusan pembelian merupakan kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam
pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan oleh penjual. Pengambilan keputusan pembelian konsumen adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu diantaranya (Nugroho, 2008:415). Adapun tahapan dalam proses pembelian, sebagai berikut :
a. Tahap Prapembelian
1) Mencari informasi (Information Contact)
Konsumen akan mencari informasi mengenai produk, merek atau toko dari berbagai sumber seperti koran, majalah, radio, dan televisi.
2) Mengambil dana (Fund Acces)
Selain perlu mencari informasi mengenai produk dan merek yang akan dibeli, konsumen juga perlu mengetahui dari mana dana yang akan dipakai untuk membeli produk tersebut.
b. Tahap Pembelian
1) Berhubungan dengan toko (Store Contact)
Adanya keinginan membeli produk akan mendorong konsumen untuk mencari toko atau pusat perbelanjaan (mal) tempat ia membeli produk tersebut.
2) Mencari produk (Product Contact)
Setelah konsumen mengunjungi toko, maka selanjutnya ia harus mencari dan memperoleh produk yang akan dibelinya.
3) Transaksi (Transaction)
Tahap ketiga dari proses pembelian adalah melakukan transaksi, yaitu melakukan pertukaran barang dengan uang, memindahkan kepemilikan barang dari toko kepada konsumen.
Tahapan keputusan pembelian adalah (Kotler, 2003:204) :
1. Problem Recognition (pengenalan masalah) merupakan tahapan dimana pembeli mengenali masalah atau kebutuhannya. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan yang diinginkannya. Kebutuhan tersebut dapat dipicu oleh rangsangan internal maupun eksternal.
2. Information Search (pencarian informasi) merupakan tahapan dimana konsumen berusaha mencari informasi lebih banyak tentang hal-hal yang telah dikenali sebagai kebutuhannya. Konsumen memperoleh informasi dari sumber pribadi, komersial, publik dan sumber pengalaman.
3. Altenatives Evaluation (evaluasi altematif) merupakan tahapan dimana konsumen memperoleh informasi tentang suatu objek dan membuat penilaian akhir. Pada tahap ini konsumen menyempitkan pilihan hingga altenatif yang dipilih berdasarkan besarnya kesesuaian antara manfaat yang diinginkan dengan yang bisa diberikan oleh pilihan produk yang tersedia.
4. Purchase Decision (keputusan pembelian) merupakan tahapan dimana konsumen telah memiliki pilihan dan siap melakukan transaksi pembelian atau pertukaran antara uang atau janji untuk membayar dengan hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang dan jasa.
5. Post-purchase Behavior (perilaku pasca pembelian) merupakan tahapan dimana konsumen akan mengalami dua kemungkinan yaitu kepuasan dan ketidakpuasan terhadap pilihan yang diambilnya.
B. Hasil Penelitian Sebelumnya
1. Analisis korelasi variabel-variabel yang mempengaruhi siswa dalam memilih Perguruan Tinggi
Penelitian ini dilakukan oleh Suparto dari jurusan teknik industri ITATS pada tahun 2014. Pada penelitian ini memiliki variabel sebanyak 19 yaitu nama baik Perguruan Tinggi, prestasi, citra, akreditasi, kondisi gedung, kelengkapan buku-buku di perpustakaan, fasilitas komputer, laboratorium, gedung olahraga dan fasilitas lainnya, unit kegiatan mahasiswa, tingkat pendidikan dosen, tempat
parkir, tempat ibadah, ruang kuliah, kebersihan kampus, biaya pendaftaran, biaya dana pembangunan, biaya SPP, dan biaya lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dominan berpengaruh terhadap pemilihan Perguruan Tinggi dan mengetahui pengaruh faktor-faktor terhadap penilaian Perguruan Tinggi yang dimasuki. Penelitian ini menggunakan data primer dengan cara menyebarkan kuesioner ke beberapa siswa SMA swasta dan SMK swasta di Sidoarjo. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pendahuluan dengan menyebar kuesioner sebanyak 30 kuesioner untuk menguji kesalahan, selanjutnya ditambah 60 kuesioner lagi. Pada bagian teknik analisis menggunakan uji korelasi sederhana.
Hasil dari penelitian ini di dapat bahwa, dari 19 variabel yang ada nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,254) Maka kesimpulannya adalah semua variabel tersebut mempunyai hubungan (berpengaruh) terhadap keputusan siswa untuk memilih suatu Perguruan Tinggi Swasta, khususnya ITATS. Dari 19 variabel yang ada terdapat 5 variabel yang dominan yaitu tingkat pendidikan dosen, tempat ibadah, biaya SPP, ruang kuliah, dan kebersihan kampus.
2. Hubungan antara persepsi gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional dengan kepuasan kerja karyawan.
Penelitian ini dilakukan oleh Marselius Sampe Tondok dan Rita Andarika dari fakultas Psikologi Universitas Bina Darma Palembang pada tahun 2004.
Penelitian ini untuk mengetahui secara empiris hubungan antara persepsi gaya
kepemimpinan transformasional dan transaksional dengan kepuasan kerja. Ada 3 variabel pada penelitian ini, yaitu 1) variabel bebas yang meliputi persepsi gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional. 2) variabel tergantung yang meliputi kepuasan kerja dan 3) variabel sertaan yang meliputi jenis kelamin, umur dan tingkat pendidikan.
Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 100 orang karyawan Badan Kordinasi Koperasi Kredit Daerah Sumatera Selatan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling. Alat ukur menggunakan 3 angket yaitu, 1) angket kepuasan kerja 2) angket kepemimpinan transformasional 3) angket kepemimpinan transaksional. Lalu metode analisis data menggunakan analisis korelasi parsial, analisis regresi berganda, uji-t dan analisis product moment.
Hasil dari penelitian ini di dapat bahwa, persepsi gaya kepemimpinan transformasional menunjukkan adanya korelasi positif dengan kepuasan kerja karyawan. Persepsi gaya kepemimpinan transaksional berkorelasi secara negatif dengan kepuasan kerja karyawan. Presepsi gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional secara bersama-sama berkorelasi positif dengan kepuasan kerja karyawan. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa kepuasan kerja karyawan perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan laki-laki, berkaitan dengan kelima faktor kepuasan kerja, yaitu faktor pekerjaan, rekan kerja, gaji, promosi, dan pimpinan. Hasil penelitian ini pada faktor karisma, yang menunjukkan adanya hubungan positif dan sangat signifikan antara faktor karisma dengan kepuasan kerja. Hasil penelitian ini pada faktor inspirasional, yang
menunjukkan adanya hubungan positif dan sangat signifikan antara faktor inspirasional dengan kepuasan kerja. Hasil penelitian ini pada faktor stimulasi intelektual, yang menunjukkan adanya hubungan positif dan sangat signifikan antara faktor stimulasi intelektual dengan kepuasan kerja. Hasil penelitian ini pada faktor perhatian individual, yang menunjukkan adanya hubungan positif dan sangat signifikan antara faktor perhatian individual dengan kepuasan kerja. Hasil penelitian ini pada faktor imbalan kontingen, yang menunjukkan terdapat hubungan negatif dan tidak signifikan antara faktor imbalan dengan kepuasan kerja. Hasil penelitian ini pada faktor manajemen eksepsi, yang menunjukkan adanya hubungan negatif dan tidak signifikan antara faktor manajemen eksepsi dengan kepuasan kerja. Hasil penelitian ini yang menunjukkan adanya hubungan positif dan sangat signifikan antara umur dengan kepuasan kerja. Adanya hubungan positif dan sangat signifikan antara tingkat pendidikan dengan kepuasan kerja. Adanya hubungan positif dan sangat signifikan antara masa kerja dengan kepuasan kerja.
3. Perbedaan dan persamaan penelitian sebelumnya dengan penelitian sekarang
a. Perbedaan
- Variabel independen dan variabel dependen - Jumlah variabel
b. Persamaan
- Teknik pengambilan sampel
- Metode analisis korelasi parsial - Penggunaan data primer
- Jumlah sampel
- Tujuan mencari hubungan
C. Kerangka Konseptual Penelitian
Keterangan :
Hubungan : Menunjukkan hubungan parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen.
Hubungan : Menunjukkan hubungan simultan
Produk Harga
Hasil evaluasi pasca pembelian
Aktivitas Minat Opini
antara variabel independen terhadap variabel dependen.
D. Hipotesis
Menurut Sekaran dalam buku Wiyono (2011:43) hipotesis adalah hubungan yang diperkirakan secara logis di antara dua atau lebih variabel yang diungkapkan dalam bentuk pernyataan yang dapat diuji. Hubungan tersebut diperkirakan berdasarkan kerangka teoritis yang dirumuskan untuk penelitian.
1. Harga
Harga adalah sesuatu yang harus dibayarkan untuk mendapatkan barang ataupun jasa berdasarkan pertimbangan yang ada. Dalam hal ini vapor merek Tesla Invader III menawarkan produknya dengan menetapkan harga dengan kisaran Rp. 350.000-Rp. 550.000, kisaran harga ini bisa saja berbeda mengingat toko vapor yang banyak dengan menetapkan tarif yang berbeda.
Harga juga bisa menggambarkan manfaat dari suatu produk tersebut, harga yang tinggi biasanya akan memberikan manfaat yang banyak. Sedangkan harga yang rendah biasanya akan memberikan manfaat yang sedikit.
Oleh karena itu harga ada hubungannya dengan hasil evaluasi pasca pembelian yang dilakukan oleh responden pengguna vapor merek Tesla Invader III di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan gaya hidup.
H.1 Harga dan hasil evaluasi pasca pembelian memiliki keeratan hubungan yang kuat berdasarkan gaya hidup jika produk dibuat tetap.
2. Produk
Vapor merek Tesla Invader III hadir dengan satu jenis model dengan desain yang begitu kokoh terbuat dari bahan stainless steel dan hadir dengan tiga pilihan warna yaitu, hitam, biru, dan stainless steel.
dengan pilihan warna yang beragam diharapkan konsumen dapat leluasa dalam memilih warna yang konsumen sukai.
Produk yang ditawarkan juga mempunyai kualitas yang bagus, terlihat dari desain yang unik, ukuran yang pas ketika digenggam dan warna yang begitu beragam. Konsumen akan lebih nyaman ketika menggunakan vapor merek Tesla Invader III.
H.2 Produk dan hasil evaluasi pasca pembelian memiliki keeratan hubungan yang kuat berdasarkan gaya hidup jika harga dibuat tetap.
3. Harga dan produk
Harga dan produk masing-masing mempunyai arti dan tujuan yang berbeda-beda. Variabel harga dan produk terhadap hasil evaluasi pembelian apakah mempunyai hubungan yang kuat atau tidak, namun jika melihat berdasarkan uraian yang telah dijelaskan sebelumnya pada bagian
harga dan produk dari berbagai variabel independen yang memiliki hubungan yang kuat.
Pada bagian ini akan menjelaskan keseluruhan dari kedua variabel independen bahwa secara bersama-sama variabel independen memiliki hubungan yang kuat terhadap variabel dependen yaitu hasil evaluasi pembelian vapor merek Tesla Invader III.
H.3 Harga dan produk secara simultan terhadap hasil evaluasi pasca pembelian memiliki keeratan hubungan yang kuat berdasarkan gaya hidup.
26
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus adalah penelitian yang hanya berfokus pada objek yang akan diteliti sebagai kasus dan hanya berlaku pada objek yang diteliti. Hasil atau kesimpulan dari penelitian tersebut hanya berlaku pada objek tersebut dan tidak dapat diterapkan pada objek lain.
B. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek penelitian
Subjek yang dimaksud dalam penelitian ini adalah responden yang memberikan informasi terkait dengan objek penelitian. Subjeknya adalah masyarakat umum di Daerah Istimewa Yogyakarta yang pernah menggunakan atau pernah membeli vapor merek Tesla Invader III.
2. Objek penelitian
Objek dari penelitian ini adalah beberapa variabel yang akan diteliti nantinya. Meliputi faktor-faktor yaitu :
a. Harga b. Produk c. Gaya hidup
d. Hasil evaluasi pasca pembelian
C. Waktu dan Lokasi Penelitian 1. Waktu Penelitian
Waktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2017.
2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian akan dilakukan di komunitas vape dan vapestore di Daerah Istimewa Yogyakarta.
D. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang menjadi objek penelitian. Variabel penelitian juga menjadi faktor-faktor yang menggambarkan suatu objek penelitian. Dalam penelitian ini variabelnya adalah :
1. Variabel Independen
Dalam penelitian ini variabel independennya adalah harga dan produk.
2. Variabel Dependen
Dalam penelitian ini variabel dependennya adalah hasil evaluasi pasca pembelian.
E. Definisi Operasional
Definisi operasional variabel adalah suatu definisi yang diberikan pada suatu variabel dengan memberikan arti atau menspesifikasikan kegiatan atau membenarkan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut (Sugiyono:2004).
1. Harga
Harga adalah sejumlah pengorbanan yang harus dibayar oleh konsumen berdasarkan pertimbangan dengan berbagai perbandingan untuk memperoleh suatu barang yang menggambarkan nilai dari barang tersebut.
a. Harga yang ditawarkan
Harga yang ditawarkan terjangkau dibandingkan dengan produk pesaing akan membuat orang dengan penghasilan rendah dan penghasilan tinggi mudah untuk memutuskan pembelian vapor Tesla Invader III. Hal yang diukur adalah :
1. Keterjangkauan harga di semua kalangan konsumen.
2. Keterjangkauan harga dibanding produk pesaing.
b. Harga sebanding dengan manfaat yang didapat
Harga yang sebanding dengan manfaat yang didapat akan memberikan gambaran mengenai kualitas produk vapor Tesla Invader III. Hal yang diukur adalah :
1. Harga sebanding dengan manfaat.
2. Harga sebanding dengan kualitas produk.
c. Diskon
Besar kecilnya dan ada tidaknya diskon yang diberikan kepada konsumen akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian vapor Tesla Invader III. Hal yang diukur adalah :
1. Ada tidaknya diskon.
2. Besar kecilnya diskon.
2. Produk
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk di lihat dan dibeli oleh konsumen berdasarkan ulasan mengenai produk untuk memuaskan suatu kebutuhan atau keinginan dari konsumen.
a. Desain
Bentuk vapor Tesla Invader III yang unik serta pilihan warna yang beragam bisa menjadi nilai tambah dari produk Tesla Invader III. Hal yang diukur adalah :
1. Keragaman pilihan warna.
2. Bagus tidaknya kualitas warna.
b. Kualitas
Kualitas dari vapor Tesla Invader III mampu menghasilkan uap yang banyak serta produk yang tidak mudah rusak dibandingkan dengan produk pesaing. Hal yang diukur adalah :
1. Awet tidaknya produk.
2. Banyak sedikitnya uap yang dihasilkan.
c. Garansi Keaslian
Garansi keaslian suatu tingkat keyakinan calon pembeli pada keaslian vapor Tesla Invader III. Hal yang diukur adalah : 1. Tingkat keyakinan keaslian produk.
2. Tingkat kesetian produk.
3. Gaya hidup
Gaya hidup adalah segala hal yang berhubungan dengan diri masing-masing dan mempunyai perbedaan berdasarkan yang ia rasa paling menonjol dari pada gaya hidup yang lain. Karakteristik seseorang dalam menghabiskan waktunya merupakan ciri dari salah satu gaya hidup yang ia minati. Keinginan untuk gaya hidup sehat juga bisa dilakukan dengan memakai vapor Tesla Invader III yang bisa menambah tingkat gaya hidup mereka mudah untuk dikenali, jika dibandingkan dengan merokok yang lebih berbahaya. Hal yang diukur adalah :
a. Aktivities (Aktivitas)
Aktivitas yang sering dilakukan dan sudah menjadi kebiasaan setiap harinya.
b. Interest (minat)
Minat seseorang untuk menghabiskan waktunya berdasarkan minat yang ia sukai.
c. Opinion (Opini)
Pendapat seseorang akan sesuatu yang dapat berupa penilaian atau saran yang diukur dengan kebiasaan seseorang setiap harinya.
4. Hasil Evaluasi Pasca Pembelian
Hasil evaluasi pasca pembelian merupakan sebuah hasil yang berupa pendapat atau nilai yang didapat ketika konsumen sudah mempunyai barang yang ia beli. Hal yang diukur adalah :
a. Prapembelian
Proses menentukan suatu pilihan yang melibatkan informasi dari pengalaman orang lain dan banyak sedikitnya pertimbangan mengenai produk vapor Tesla Invader III.
1. Ada tidaknya pengaruh orang lain.
2. Banyak sedikitnya pertimbangan.
b. Pembelian
Kenyakinan konsumen mengenai produk yang dibeli adalah pilihan terbaik dari pada produk pesaing. Hal yang diukur adalah :
1. Keyakinan pilihan konsumen.
2. Keyakinan konsumen atas produk pesaing.
F. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Sunyoto (2012:47) populasi adalah jumlah dari keseluruhan objek (satuan atau individu) yang karakteristiknya hendak diduga. Satuan atau individu disebut unit analisis, bisa berupa orang, rumah tangga, tanah pertanian dan sebagainya dalam bentuk yang biasa dipakai dalam survei.
Sedangkan menurut Harianti, Veronica, Nur, Setiawan dan Iskandar (2012:13) populasi (universe) adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti (bahan penelitian). Objek atau nilai disebut unit analisis atau elemen populasi. Unit analisis dapat berupa orang, perusahaan, hasil produksi, rumah tangga dan tanah pertanian.
Populasi dari penelitian ini adalah masyarakat umum pengguna vapor di Daerah Istimewa Yogyakarta.
2. Sampel
Sampel menurut Sugiyono (2008), ialah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat umum Daerah Istimewa Yogyakarta yang membeli dan menggunakan vapor merek Tesla Invader III. Karena pada penelitian ini populasinya tidak diketahui secara pasti berapa banyak jumlahnya, maka dari itu akan sulit mencari berapa jumlah populasi yang tepat. Maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
𝑛 = ƻ² 4(Moe)² 𝑛 = 1,96²
4(0,1)² 𝑛 = 94,04
Dimana :
n = Jumlah sampel
ƻ = Tingkat keyakinan yang dibutuhkan dalam penentuan sampel 95%
Moe = margin of error yaitu tingkat kesalahan maksimum yang dapat ditoleransi, ditentukan sebesar 10%.
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka jumlah sampel pada penelitian ini adalah 94,04 dibulatkan menjadi 100 responden.
G. Teknik Pengambilan Sampel
Menurut Sunyoto (2012:50) pengambilan sampel dalam suatu riset ada dua metode yaitu metode probabilitas dan metode nonprobabilitas.
Maka konsekuensinya metode mana yang dipakai, tentu saja tergantung jenis riset yang dilakukan.
Metode probabilitas memberikan peluang sama dari semua elemen sebagai sampel penelitian sedangkan metode nonprobabilitas dari elemen populasi yang dipilih adalah tidak diketahui.
Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode judgement atau purposive sampling yang merupakan salah satu metode dari
nonprobabilitas. Menurut Wiyono (2011:88) judgement atau purposive sampling adalah pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan
yang sesuai dengan maksud penelitian, artinya sebelum sampel diambil, ditentukan dulu batasan-batasan sampel yang seperti apa yang akan diambil.
Dalam teknik pengambilan sampel ini maka peneliti mempertimbangkan beberapa kriteria dalam pengambilan sampel yaitu masyarakat umum Daerah Istimewa Yogyakarta yang membeli dan menggunakan vapor merek Tesla Invader III.
H. Sumber Data
Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah : 1. Data primer
Menurut Sunyoto (2012:27) data primer adalah data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah riset secara khusus.
Data primer dari penelitian ini adalah data yang didapat langsung dari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada responden.
2. Data sekunder
Menurut Sunyoto (2012:41) data sekunder adalah bahwa selain data utama, periset memandang perlu untuk menambah daya dukung atas penelitiannya dengan data-data yang lain yang berkaitan dengan
penelitian. Data sekunder dari penelitian ini adalah segala data yang di dapat dari internet, jurnal dan artikel yang mendukung data primer.
I. Teknik Pengumpulan Data 1. Metode kuesioner
Peneliti menggunakan metode kuesioner yaitu dengan menanyakan pertanyaan secara tertulis kepada responden untuk mendapatkan jawaban dari responden yang berkaitan dengan tujuan penelitian.
2. Pengukuran variabel
Peneliti menggunakan skala likert untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan yang diberikan kepada responden dengan menentukan skor dari setiap pertanyaan. Menurut Sugiyono (2005:60) skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan presepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Nilai skala likert :
SS = Sangat setuju skor 5
S = Setuju skor 4
R = Ragu skor 3
TS = Tidak setuju skor 2
STS = Sangat tidak setuju skor 1
J. Teknik Pengujian Intrumen
Dalam sebuah penelitian, dibutuhkan serangkaian instrumen- instrumen yang berkaitan dengan penelitian yaitu validitas dan reliabilitas.
Pengujian validitas dan reliabilitas yaitu : 1. Uji Validitas
Validitas isi menunjukkan tingkat seberapa besar item-item instrumen mewakili konsep yang diukur. Uji validitas dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item. Dalam penentuan layak atau tidaknya suatu item yang digunakan, dilakukan uji signifikansi koefiensi korelasi pada taraf signifikansi 0,05, artinya suatu item dianggap valid jika berkorelasi signifikan terhadap skor totalnya.
Untuk melakukan uji validitas ini, peneliti menggunakan piranti lunak dengan teknik analisis korelasi bivariate pearson. Koefisien korelasi item- total dengan bivariate pearson dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Wiyono, 2011:112) :
Jika r hitung ≥ r tabel maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total, maka dinyatakan valid.
Jika r hitung ≤ r tabel maka instrumen atau item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total, maka dinyatakan tidak valid.
2. Uji reliabilitas
Konsep mengenai pengukuran reliabilitas dalam suatu penelitian berhubungan dengan dua hal: pertama, pengukuran reliabilitas instrumen penelitian; kedua, pengukuran reliabilitas indikator (Wiyono, 2011:115).
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode alpha (cronbach’s). Metode ini banyak di pakai karena rumus yang digunakan tidak terpengaruh jika varian dan kovarian dari komponen-komponennya tidak sama (Wiyono, 2011:116). Rumusnya :
Keterangan :
α : Cronbach’s coefficient alpha atau reliabilitas instrumen.
k : Jumlah pecahan atau banyak butir pertanyaan.
Σ𝜎2𝑥𝑙 : Total dari varian masing-masing pecahan.
𝜎2𝑥 : Varian dari total skor.
K. Teknik Analisis Data
1. Analisis Statistika Deskriptif
Analisis statistika deskriptif menjelaskan bahwa statistik deskriptif adalah bagian dari statistika yang mempelajari cara pengumpulan data dan penyajian data sehingga mudah dipahami. Statistika deskriptif hanya berhubungan dengan hal menguraikan atau memberikan keterangan- keterangan mengenai suatu data atau keadaan. Dengan kata lain, statistika deskriptif berfungsi menerangkan keadaan, gejala, atau persoalan.
Penarikan kesimpulan pada statistika deskriptif (jika ada) hanya ditujukan pada kumpulan data yang ada (Hasan, 2001:7).
Nantinya teknik analisis statistika deskritif akan digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang pertama yaitu mengenai profil dari responden.
2. Uji Korelasi
Analisis korelasi (hubungan) merupakan suatu bentuk analisis inferensial yang digunakan untuk mengetahui derajat atau kekuatan hubungan, bentuk atau hubungan kausal dan hubungan timbal balik diantara variabel-variabel penelitian, selain itu, analisis ini dapat juga digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh suatu variabel bebas atau beberapa variabel bebas secara bersama terhadap variabel terikat melalui analisis koefisien determinasi (Supardi, 2013:165).
a. Korelasi parsial
Korelasi parsial menjelaskan tentang tingkat keeratan hubungan suatu sistem variabel independent dengan variabel dependent dalam suatu korelasi ganda, setelah mengontrol atau mengendalikan variabel independent lainnya (Supardi, 2013:200).
Peneliti nantinya akan mengunakan alat progam aplikasi SPSS 16.0 untuk menjelaskan hubungan keeratan antara variabel independen dengan variabel dependen. Dengan cara melihat acuan tabel koefisien korelasi dan membandingkan sig. (2-tailed) atau nilai probabilitas dengan 0,05. Dengan ketentuan sebagai berikut :
Tabel III.1 Tabel koefisien korelasi
Koefisien korelasi Nilai korelasi
0,00 – 0,199 Sangat rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,00 Sangat Kuat
(Sugiyono, 2006:207)
- Bila nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 berarti tidak ada korelasi yang signifikan.
- Bila nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 berarti ada korelasi yang signifikan.
b. Korelasi ganda
Korelasi ganda (multiple correlation) adalah korelasi antara dua atau lebih variabel bebas (independent) secara bersama-sama dengan variabel terikat (dependent). Angka yang menunjukkan arah dan besar kuatnya hubungan antara dua atau lebih variabel bebas dengan satu variabel terikat disebut koefisien korelasi ganda, dan biasa disimbolkan R (Supardi, 2013:189).
Peneliti nantinya akan mengunakan alat progam aplikasi SPSS 16.0 untuk menjelaskan hubungan keeratan antara variabel independen dengan variabel dependen secara simultan. Dengan cara melihat acuan tabel koefisien korelasi dan membandingkan sig. (2-tailed) atau nilai probabilitas dengan 0,05. Dengan ketentuan sebagai berikut :
Tabel III.2 Tabel koefisien korelasi
Koefisien korelasi Nilai korelasi
0,00 – 0,199 Sangat rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,00 Sangat Kuat
(Sugiono, 2006:207)
- Bila nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 berarti tidak ada korelasi yang signifikan.
- Bila nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 berarti ada korelasi yang signifikan.
42
BAB IV
GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN
A. Sejarah Perusahaan
Teslacigs e-Cig Group adalah sebuah perusahaan dari Shenzhen Cina yang didirikan pada tahun 2009. Teslacigs memproduksi rokok elektrik atau vapor dengan kualitas serta desain yang tinggi di seluruh dunia. Fokus global perusahaan ini adalah untuk meneliti, mengembangkan, dan memproduksi perangkat rokok elektrik atau vapor. Teslacigs e-Cig Group berusaha untuk menjadi pemimpin dalam komunitas uap dengan memasukkan teknologi terbaru dan inovasi manufaktur untuk mempromosikan vapor ke dalam masyarakat untuk menggunakan vapor dari perusahaan Teslacigs e-Cig Group.
Pada awalnya perusahaan Teslacigs e-Cig Grup secara historis memperkenalkan banyak produk yang sukses dimulai dengan merilis perangkat Tesla VW ke M series produk ke seri Spider untuk seri Sidewinder dan koleksi Invader kotak mod.
Memajukan teknologi dan desain yang inovatif telah memungkinkan perusahaan untuk terus berkembang dan mengembangkan perangkat vapor berkualitas tinggi yang terbaru. Tesla dua sub mod dan sekarang Tesla Nano 100W TC kotak mod, telah menunjukkan bahwa perusahaan berkomitmen dan semangat untuk menciptakan vapor yang sempurna untuk penggemar uap.