• Tidak ada hasil yang ditemukan

NRP Dosen Pembimbing :Budi Santosa M.sc.,Ph.D. NIP:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "NRP Dosen Pembimbing :Budi Santosa M.sc.,Ph.D. NIP:"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Peneliti :Nur Rahmawati NRP2506.100.151

Dosen Pembimbing :Budi Santosa M.sc.,Ph.D.

NIP:132 085 804

(2)

Latar Belakang

 Pendekatan Tradisional (CPM dan PERT) tidak mampu menyelesaiakan RCPSP

 Pendekatan Analitis (Integer Programming, Dinamic Programming) tidak mampu diterapkan jika problemnya besar.

 Pendekatan Heuristik (SAD, MILFT, MIFT) sering kali menghasilkan solusi yang bersifat lokal optimal.

 Metode Metaheuristik (GA, ACO, PSO, HS)

 The Next  CEGA

(3)

Perumusan Masalah

 Sulitnya menjadwalkan proyek yang memiliki

aktivitas pendahulu dan memiliki batasan

sumberdaya. Apalagi jika aktivitas proyek yang

dijadwalkan banyak dan sumberdaya yang

digunakan bervariasi. Apabila dijadwalkan secara

manual, terlalu banyak alternatif yang muncul

sehingga sulit mencari yang optimal.

(4)

Tujuan Penelitian

 Untuk mendapatkan suatu algoritma pada penyelesaian RCPSP dengan fungsi tujuan meminimumkan durasi proyek.

 Untuk mengetahui sensitivitas solusi terhadap perubahan parameter pada algoritma CEGA.

 Untuk membandingkan performansi algoritma

CEGA dalam menyelesaikan RCPSP dengan

metoda yang lain misalnya PSO dan HS.

(5)

Ruang Lingkup Penelitian

 Batasan

Penelitian tugas akhir ini dibatasi pada kasus Single Mode Resource Constrained Project Schedulling Problem

 Asumsi

 Kapasitas sumber daya pada tiap periode adalah tetap

Tidak ada preemption

(6)

Manfaat Penelitian

 Dapat memberi kontribusi dalam literatur penyelesaian RCPSP.

 Hasil penelitian ini dapat menjadi alat

bantu pengajaran mata kuliah manajemen

proyek.

(7)

About RCPSP

 RCPSP ( Resource Constrained Project Schedulling Problem) adalah problem penjadwalan aktivitas

yang harus memenuhi dua batasan, yaitu sumber daya dan aktivitas pendahulu.

Start

1

2

3

4

6

5

Finish

i d_i

r_i1, r_i2

4 2 1

3, 4 4, 0 2, 2

3

3 1, 4

2, 2

5

4, 3

(8)

Sejarah Pergantian Metoda

 Waktu Komputasi lama

 Ada kemungkinan

dihasilkan solusi lebih buruk pada iterasi

selanjutnya

 Update parameter

 Waktu komputasi yang lebih cepat

 Tidak mungkin dihasilkan solusi yang lebih buruk pada iterasi selanjutnya

 Update Parameter

Cross Entropy (CE) Cross Entropy- Genetic Algorithm (CEGA)

(9)

Ide Dasar Algoritma

Cross Entropy Genetic Algorithm

Dipopulerkan oleh Solomon Kullback dan Richard Leibler untuk mengukur perbedaan selisih jarak antara sebuah distribusi referensi ideal p dengan distribusi teraplikasi q kemudian membuat agar nilai cross entropy distribusi q sama dengan nilai entropy distribusi p.

Dipopulerkan oleh John Holland. Metoda ini diciptakan dengan inspirasi dari proses evolusi biologis yang terjadi di alam, yang meliputi unsur- unsur pewarisan gen, seleksi alam, pindah silang, dan mutasi.

(10)

Step by step algoritma

Cross Entropy Genetic Algorithm

Tetapkan parameter awal

Bangkitkan sampel acak

Hitung fungsi tujuan

Update parameter

Cek kriteria pemberhentian

Pembangkitan sampel awal

Pemilihan induk

Reproduksi (Cross Over, Mutasi)

Cek kriteria pemberhentian

(11)

Lanjutan……

CEGA

Penentuan nilai parameter awal

Pembangkitan Sampel

Reproduksi

Update parameter

Cek kriteria pemberhentian

(12)

Mulai

Penfinisian Input dan

Output

Pembangkitan Sampel Awal

Penghitungan Durasi Masing- Masing Jadwal

Pemilihan Sampel Elite

Pembaharuan Parameter Pindah Silang dan Parameter

Mutasi

Apakah Sudah Memenuhi Syarat

Pemberhentian?

Pembobotan Sampel Elite

Penghitungan Linier Fitness

Ranking

Penentuan Induk

Pindah Silang

Mutasi

Penampilan Hasil

Selesai

Diagram alir CEGA

(13)

Pengecekan Kode Program

 Dilakukan untuk mengetahui apakah algoritma mampu menghasilkan solusi yang optimal

 Dilakukan dengan membandingkan hasil solusi algoritma dengan hasil solusi dengan metoda enumerasi

 Data yang digunakan adalah data 6 aktivitas dengan 2 tipe sumber daya

 Hasil : Metoda CEGA menghasilkan durasi terbaik 15.

sama dengan durasi terbaik metoda enumerasi.

(14)

Eksperimen Uji Perubahan Parameter

 Uji ini dilakukan untuk mengetahui efek perubahan parameter dengan solusi yang dihasilkan

 Data yang digunakan adalah data 6 aktivitas dengan 2 tipe sumberdaya

 Uji dilakukan dengan mengubah nilai parameter alpha (0.1, 0,7, 1) untuk membuktikan kebenaran penelitian terdahulu.

 Hasil : nilai parameter alpha terbaik adalah 0,4 - 0,9

yang memiliki waktu rata-rata komputasi yang paling

kecil.

(15)

Eksperimen Uji Perubahan jumlah sampel

 Dilakukan untuk mengetahui berapa jumlah sampel yang memberikan hasil yang paling baik

 Uji dilakukan dengan mengubah nilai sampel uji (10, 25, 100, 200, 300)

 Data yang diujikan adalah data 30 aktivitas dengan 4 tipe sumber daya

 Hasil : semakin banyak sampel uji, semakin stabil solusi yang dihasilkan. Namun waktu komputasinya semakin lama. Digunakan sampel 300 pada uji

selanjutnya.

(16)

Eksperimen Uji Performansi Algoritma

 Dilakukan untuk membandingkan performansi

algoritma usulan (CEGA) dengan algoritma bandingan (HS dan PSO)

 Data yang diujikan diambil dari Project schedulling lybrary

25 aktivitas , 3 tipe SD (kecil)

30 aktivitas , 4 tipe SD (sedang)

60 aktivitas , 4 tipe SD (besar)

(17)

Eksperimen Hasil Uji Performansi Algoritma

No.

Replikasi

25 Aktivitas

HS PSO CEGA

Durasi T(detik) Durasi T(detik) Durasi T(detik)

1 65 34.48 65 34.17 65 27.20

2 65 34.04 65 34.18 65 25.40

3 65 33.95 64 34.25 65 25.59

4 65 34.12 65 34.32 65 20.81

5 65 33.01 64 34.57 65 27.03

6 65 33.24 65 34.16 64 25.40

7 65 33.19 65 34.22 65 27.26

8 65 34.2 65 34.1 64 72.87

9 65 34.06 64 34.35 65 20.10

10 65 34.22 65 34.47 65 24.67

Nilai

terbaik 65 33.01 64 34.25 64 25.40

Rata-

rata 65.2 33.851 64.7 34.279 64.8 29.63

Std. Dev 0.42 0.48 0.42

No.

Replikasi

30 Aktivitas

HS PSO CEGA

Durasi T(detik) Durasi T(detik) Durasi T(detik)

1 43 25.06 46 24.13 43 176.78

2 45 24.9 46 25.11 43 84.75

3 45 25.39 43 25.59 43 92.46

4 43 24.47 46 25.69 43 141

5 45 24.86 43 25.02 43 53.98

6 43 24.44 43 25.14 43 182.37

7 45 25 46 25.63 43 45.51

8 46 24.42 43 25.14 43 45.45

9 45 25.56 45 25.75 43 68.59

10 45 25.28 43 25 43 111.01

Nilai

terbaik 43 24.44 43 25 43 45.45

Rata-

rata 44.5 24.94 44.27 25.20 43 100.19

Std. Dev 1.08 1.50 0

(18)

Eksperimen Hasil Uji Performansi Algoritma

CEGA memberikan hasil yang lebih stabil dengan durasi yang lebih cepat dibandingkan

dengan HS dan PSO

No.

Replikasi

60 Aktivitas

HS PSO CEGA

Durasi T(detik) Durasi T(detik) Durasi T(detik)

1 77 405.98 80 391.52 77 154.05

2 77 389.56 80 406.53 77 226.14

3 77 393.56 79 420.72 77 388.56

4 77 427.19 77 400.11 77 155.12

5 77 392.11 77 394.16 77 157.10

6 77 389.28 81 405.58 77 276.79

7 77 418.5 77 400.92 77 184.28

8 77 395.27 77 424.92 77 123.43

9 77 388.61 77 400.11 77 245.98

10 77 395.64 79 392.30 77 185.46

Nilai

terbaik 77 388.61 77 392.30 77 123.43

Rata-rata 77 399.57 78.4 403.69 77 209.61

Std. Dev 0 1.58 0

(19)

Analisa

Pada problem kecil, algoritma CEGA memiliki performansi yang hampir sama dengan algoritma PSO dalam hal capaian durasi terbaik yang diperoleh (64). Berbeda dengan HS (65) yang menunjukkan capaian durasi terbaik yang lebih buruk.

Pada problem sedang, CEGA memberikan performasi yang lebih baik dalam hal durasi proyek yang dihasilkan pada tiap replikasi. Durasi yang dihasilkan CEGA lebih stabil (43) daripada HS dan PSO yang fluktuatif. Namun waktu komputasi rata-rata CEGA (100.19) lebih buruk bila dibandingkan dengan HS(24.94) dan PSO (25.20).

Pada problem besar, CEGA dan HS memberikan performansi yang sama dalam hal nilai durasi yang dihasilkan oleh kedua algoritma tersebut yang lebih stabil bila dibandingkan dengan PSO. Namun, dalam hal waktu komputasi, CEGA menunjukkan rata-rata waktu yang lebih cepat bila dibandingkan dengan PSO dan HS.

(20)

Kesimpulan

Metoda CEGA menunjukkan hasil running yang lebih stabil dengan jumlah populasi yang semakin besar.

Metoda CEGA memberikan capaian durasi yang lebih baik dibandingkan dengan metoda HS pada problem kecil (25

aktivitas). Sedangkan pada problem sedang (30 aktivitas) dan besar (60 aktivitas), CEGA menunjukkan hasil durasi yang lebih stabil pada sepuluh replikasi bila dibandingkan dengan HS dan PSO.

Metoda CEGA memberikan kualitas hasil capaian durasi terbaik sama seperti durasi terbaik (best known). Oleh karenanya,

algoritma ini sesuai diterapkan pada problem RCPSP.

Metoda CEGA menunjukkan performansi yang lebih bagus pada problem besar (60 aktivitas), baik dalam hal durasi maupun

waktu komputasi daripada HS dan PSO.

Gambar

Diagram alir CEGA

Referensi

Dokumen terkait