• Tidak ada hasil yang ditemukan

CATATAN HARIAN PENELITIAN DOKTOR BARU DANA ITS 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "CATATAN HARIAN PENELITIAN DOKTOR BARU DANA ITS 2020"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

i

CATATAN HARIAN

PENELITIAN DOKTOR BARU DANA ITS 2020

(Sintesis dan Uji Antimikrobial Senyawa Bioaktif Berkerangka Oksindola Dalam Rangka Ketahanan dan Kemandirian Obat)

Tim Peneliti :

Arif Fadlan, S.Si., M.Si., D.Sc. (Kimia/FSAD) Prof. Dr. Mardi Santoso (Kimia/FSAD) Sri Fatmawati, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Kimia/FSAD)

DIREKTORAT RISET DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA 2020

Sesuai Surat Perjanjian Pelaksanaan Penelitian No: 852/PKS/ITS/2020

(2)

Catatan Harian Peneliti

No Tanggal Kegiatan

1. April 2020

Preparasi makromolekul protein enzim indoleamine 2,3-dioksigenase 1 (IDO1) sebagai reseptor:

1. Pemilihan makromolekul protein IDO1 sebagai reseptor dengan identitas protein 2D0T

2. Makromolekul protein IDO1 2D0T diunduh dari bank data protein (protein data bank, PDB;wwPDB) menggunakan program PyMOL

Gambar 1. Makromolekul protein IDO1 dengan identitas 2D0T yang diunduh dari wwPDB

3. Makromolekul protein 2D0T dihilangkan molekul pelarut

Gambar 2. Makromolekul 2D0T setelah penghilangan molekul pelarut

(3)

4. Pemilihan rantai A dari makromolekul 2D0T sebagai target reseptor dengan cara memisahkan rantai A dari rantai B makromolekul 2D0T

Gambar 3. Rantai A makromolekul 2D0T hasil pemisahan dari rantai B 5. Rantai A makromolekul 2D0T selanjutnya ditambahkan/ditampilkan

atom-atom hidrogen yang terikat pada strukturnya

Gambar 4. Rantai A makromolekul 2D0T setelah penambahan hidrogen dan perbesaran area situs aktif protein

(4)

6. Ekstraksi ligan ko-kristal 4-fenilimidazola (PIM) dari rantai A makromolekul 2D0T

Gambar 5. Rantai A makromolekul 2D0T setelah ekstraksi ligan ko- kristal PIM dan perbesaran area situs aktif protein

7. Makromolekul 2D0T disimpan dengan format file .pdb

8. Ekstraksi ligan ko-kristal 4-fenilimidazola (PIM) dari rantai A makromolekul 2D0T disimpan sebagai ligan untuk proses validasi penambatan molekular melalui penambatan ulang (redocking/self- docking) dalam format file .sdf.

Gambar 6. Ekstraksi ligan ko-kristal 4-fenilimidazola (PIM) dari rantai A makromolekul 2D0T

(5)

2. Mei 2020 Preparasi senyawa 5-kloro-3-hidroksi-3-(2-oksopropil)indolin-2-ona (10), 5,7-dikloro-3-hidroksi-3-(2-oksopropil)indolin-2-ona (11), (Z)-5,7- dikloro-3-(2-oksopropilidene)indolin-2-ona (12) sebagai ligan:

1. Struktur molekul senyawa 10, 11, dan 12 digambar secara dua dimensi (2D) disertai dengan penambahan/penampilan atom-atom hidrogen yang terikat dengan program MarvinSketch

Gambar 7. Struktur 2D senyawa 10, 11, dan 12 dilengkapi dengan penambatan atom-atom hidrogen yang terikat

2. Senyawa ligan 10, 11, 12, dan ligan ko-kristal PIM yang telah diekstraksi dioptimasi melalui energi minimisasi struktur molekul tiga dimensi (3D) dengan medan gaya (force field) MMFF94 serta pengaturan pH pada nilai pH 7,40 yang mengacu pada eksperimen in vitro yang dilakukan oleh Kiank dkk, 2010.

Gambar 8. Proyeksi gambar 3D senyawa 10, 11, 12, dan ligan ko-kristal PIM setelah proses optimasi

(6)

3. Senyawa ligan 10, 11, 12, dan ligan ko-kristal PIM yang telah dioptimasi selanjutnya disimpan dalam format file .sdf.

3. Juni 2020 Konversi ligan dan reseptor dari bentuk format file .sdf dan .pdb menjadi format file .pdbqt sehingga senyawa dapat dikenali sebagai objek ligan dan reseptor pada proses komputasi penambatan molekular:

1. Senyawa ligan 10, 11, 12, dan ligan ko-kristal PIM diimpor ke dalam program Open Babel pada aplikasi PyRx

Gambar 9. Proses impor senyawa ligan 10, 11, 12, dan ligan ko-kristal PIM dari format .sdf

2. Dilakukan konversi format ligan 10, 11, 12, dan ligan ko-kristal PIM dari bentuk format .sdf menjadi .pdbqt

Gambar 10. Hasil konversi format senyawa ligan menjadi format .pdbqt

3. Dilakukan konversi format makromolekul 2D0T rantai A sebagai reseptor dari bentuk format .pdb menjadi .pdbqt melalui program AutoDock Vina (Vina Wizard) pada aplikasi PyRx

(7)

Gambar 11. Hasil konversi format makromolekul 2D0T menjadi .pdbqt 4. Juni 2020 Penambatan molekular: penambatan ulang (redocking/self-docking):

1. Penentuan area penambatan (grid box) situs ikat ligan ko-kristal PIM yang berada pada koordinat sumbu X 59,6 Å, sumbu Y 53,1 Å, sumbu Z 18,6 Å dengan ukuran area penambatan (grid box) X 12 Å, Y 12 Å, Z 12 Å

Gambar 12. Area penambatan ulang pada situs ikat ligan ko-kristal PIM

2. Pemilihan objek ligan PIM dan reseptor makromolekul 2d0t-A dilanjutkan dengan proses penambatan ulang dengan program AutoDock Vina (Vina Wizard) dengan exhaustiveness sebesar 8.

(8)

Gambar 13. Pengaturan penambatan molekular pada proses penambatan ulang

Gambar 14. Proses penambatan ulang menggunakan program AutoDock Vina

Tabel 1. Hasil penambatan ulang ligan ko-kristal PIM pada makromolekul 2D0T menggunakan AutoDock Vina Pose Afinitas Ikatan

(kcal/mol) RMSD/ub RMSD/lb

1 -6,3 0.0 0.0

2 -6,3 1.405 0.052

3 -6,0 4.357 2.252

4 -6,0 4.563 2.25

5 -5,6 2.07 1.235

6 -5,2 4.593 2.156

(9)

Gambar 15. Enam pose konformasi hasil penambatan ulang ligan ko- kristal PIM pada makromolekul 2D0T

3. Hasil penambatan ulang ligan ko-kristal PIM ditabulasi dan selanjutnya divalidasi melalui perhitungan root-mean square deviation (RMSD) yang dilakukan dengan menyejajarkan konformasi hasil penambatan dengan konformasi yang sebenarnya menggunakan program PyMOL

(10)

Gambar 16. Enam kalkulasi RMSD hasil penambatan ulang ligan ko- kristal PIM dengan konformasi ligan ko-kristal PIM sebenarnya pada

makromolekul 2D0T

5. Juli 2020 Penambatan molekular: penambatan silang (cross-docking) senyawa ligan 10, 11, dan 12 pada situs ikat ligan ko-kristal PIM yang berada pada koordinat sumbu X 59,6 Å, sumbu Y 53,1 Å, sumbu Z 18,6 Å:

1. Pemilihan objek ligan 10, 11, 12 dan reseptor makromolekul 2D0T dilanjutkan dengan proses penambatan silang dengan luas area penambatan yang sama dengan penambatan ulang (X 12 Å, Y 12 Å, Z 12 Å)

(11)

Gambar 17. Pengaturan penambatan molekular pada proses penambatan silang senyawa 10, 11, dan 12

Gambar 18. Proses penambatan silang senyawa 10, 11, dan 12 menggunakan program AutoDock Vina

2. Hasil penambatan silang senyawa 10, 11, dan 12 ditabulasi untuk dianalisa selanjutnya

Tabel 2. Hasil penambatan silang senyawa 10, 11, dan 12 pada makromolekul 2D0T menggunakan AutoDock Vina

Senyawa Pose Afinitas Ikatan (kcal/mol) RMSD/ub RMSD/lb

1

1 -4.4 0.0 0.0

2 -4.2 4.572 2.782

3 -3.2 3.311 2.311

2

1 -1.5 0.0 0.0

2 -0.7 3.528 1.706

3 0.9 5.366 3.359

3 1 -2.6 0.0 0.0

2 -0.8 5.009 3.358

(12)

3 0.1 1.149 0.999

4 0.3 5.506 3.486

Gambar 19. Pose konformasi hasil penambatan silang senyawa 10, 11, dan 12 pada makromolekul 2D0T

6. Agustus 2020

Penambatan senyawa pembanding 1-(5-kloro-2-oksoindolina-3- ilidena)pentana-2,4-diona (7) yang telah dilaporkan oleh Paul dkk, 2017 memiliki aktivitas inhibisi IDO1 paling potensial terhadap sel kanker payudara MDA-MB-231:

1. Penggambaran struktur 2D dengan program MarvinSketch

10 pose-1 10 pose-2 10 pose-3

11 pose-1 11 pose-2 11 pose-3

12 pose-1 12 pose-2

2 pose-1 12 pose-2

(13)

2. Senyawa 7 dioptimasi melalui energi minimisasi dan pengaturan pH pada pH 7,40 kemudian disimpan dalam bentuk format file .sdf

Gambar 20. Proyeksi gambar 3D senyawa 7 setelah proses optimasi

3. Konversi bentuk format .sdf menjadi .pdbqt melalui program Open Babel pada aplikasi PyRx

Gambar 21. Proses impor dan konversi senyawa 7 dari bentuk .sdf menjadi .pdbqt

4. Dilakukan penambatan silang senyawa 7 pada makromolekul 2D0T di area situs ikat ligan ko-kristal PIM yang berada pada koordinat sumbu X 59,6 Å, sumbu Y 53,1 Å, sumbu Z 18,6 Å dengan ukuran area penambatan sebesar X 12 Å, Y 12 Å, Z 12 Å.

(14)

Gambar 22. Pengaturan penambatan molekular pada proses penambatan silang senyawa 7

Gambar 23. Proses penambatan silang senyawa 7 menggunakan program AutoDock Vina

5. Ditabulasi hasil penambatan dan dibandingkan dengan hasil penambatan silang senyawa 10, 11, 12

Tabel 3. Hasil penambatan silang senyawa 7 pada makromolekul 2D0T menggunakan AutoDock Vina

Pose Afinitas Ikatan (kcal/mol) RMSD/ub RMSD/lb

1 0.0 0.0 0.0

2 1.1 5.98 3.624

3 1.4 1.022 0.97

7. September Visualisasi dan analisis interaksi pose-1 dari senyawa 10, 11, dan 12 secara

(15)

Visualisasi dan analisis interaksi 3D (PyMOL):

1. Diimpor hasil penambatan silang senyawa 10,11, 12 serta reseptor makromolekul 2D0T dalam format file .pdbqt ke dalam program PyMOL untuk melihat visualisasi 3D

Gambar 24. Impor hasil penambatan silang senyawa 10, 11, 12 pose-1 dan makromolekul 2D0T dalam program PyMOL

2. Ditampilkan interaksi yang terjadi pada setiap senyawa dengan menggunakan script berikut:

select donor, (elem cl, (elem n,o and (neighbor hydro))) select akseptor, (elem o or (elem n and not (neighbor hydro)))

dist HBA, (ligan* and akseptor), (2D0T and donor), 3.2 dist HHBD, (ligan* and donor), (2D0T and akseptor), 3.2 util.color_deep("red", 'HBA', 0)

util.color_deep("skyblue", 'HHBD', 0) cmd.dist("lig_polar_conts","(ligan8)","(not ligan*)",quiet=1,mode=2,label=1,reset=1, cutoff=3.5);cmd.enable("lig_polar_conts") util.color_deep("green",'lig_polar_conts', 0) set label_distance_digits, 2

(16)

Gambar 25. Visualisasi interaksi ligan-reseptor hasil penambatan silang senyawa 10, 11, dan 12 pose-1 terhadap makromolekul 2D0T secara 3D

melalui program PyMOL

(17)

Visualisasi dan analisis interaksi 2D (Maestro):

1. Diimpor hasil penambatan silang senyawa 10, 11, 12 serta reseptor makromolekul 2D0T dalam format file .pdbqt ke dalam program Maestro untuk melihat visualisasi 2D

Gambar 26. Proses impor hasil penambatan silang senyawa 10, 11, 11, dan makromolekul 2D0T dengan format .pdbqt pada program Maestro

2. Analisis interaksi yang terjadi antara ligan dan reseptor melalui fitur plugin “Ligand interaction” dalam program Maestro

(18)

Gambar 27. Visualisasi interaksi ligan-reseptor hasil penambatan silang senyawa 10, 11, dan 12 terhadap makromolekul 2D0T secara 2D

melalaui program Maestro

(19)

Tabulasi data-data interaksi ligan-reseptor yang diperoleh dari visualisasi 3D melalui PyMOL dan visualisasi 2D melalui Maestro

Tabel 4. Data interaksi-interaksi senyawa 10-12 terhadap makromolekul 2D0T

Interaksi Senyawa

10 11 12

Ikatan Hidrogen

TYR126, SER167, SER263

Tidak ada SER167, HEM (gugus pirola)

Ikatan Halogen

SER263 dan HEM (lengan 7-

propanoat)

SER167, TYR126, dan HEM (2 gugus pirola)

Tidak ada

Hidrofobik TYR126 TYR126 Tidak ada

π-π Stacking

Cincin Benzena dengan HEM

Cincin Benzena dengan HEM

dan PHE163

Cincin Benzena dengan TYR126

Ikatan

koordinasi Tidak ada Tidak ada

Oksigen 3-(2- oksopropil) dengan HEM

(Fe2+) π-kation Tidak ada Tidak ada Tidak ada Jembatan

garam Tidak ada Tidak ada Tidak ada

8. Oktober 2020

Iterasi penambatan molekular senyawa 1-25

1. Preparasi turunan oksindola 1-25 dan ligan ko-kristal PIM dilakukan menggunakan program MarvinSketch dan PyMOL.

(20)

Gambar 28. Struktur 2D senyawa 1 dan ligan ko-kristal PIM 2. Proses konversi struktur 2D menjadi struktur 3D senyawa 1-25 dan

struktur 3D ligan ko-kristal PIM dilakukan dengan program MarvinSketch.

Gambar 29. Konversi struktur 3D senyawa 1 dan ligan ko-kristal PIM

3. Proses minimalisasi energi struktur 3D senyawa 1-25 dan ligan ko- kristal PIM.

Tabel 5. Data minimalisasi energi (EM) senyawa 1-25 dan ligan ko- kristal PIM

Senyawa EM (kcal/mol)

1 34,09

2 19,54

3 35,06

4 20,50

5 29,51

6 13,63

7 67,34

8 51,39

9 17,61

10 3,94

11 30,97

(21)

12 32,31

13 17,68

14 31,87

15 16,25

16 33,87

17 19,43

18 33,39

19 18,84

20 33,11

21 18,56

22 21,66

23 7,16

24 37,16

25 22,64

26 52,10

4. Pengaturan pH senyawa 1-25 dan ligan ko-kristal PIM pada pH 7,40.

Gambar 30. Struktur senyawa 1 dan ligan ko-kristal PIM setelah optimasi 5. Makromolekul Indoleamina 2,3-dioksigenase 1 (IDO1) sebagai target penambatan dalam penelitian ini diunduh dari situs worldwide protein data bank (wwPDB) format PDBx/mmCIF (.cif).

(22)

Gambar 31. Struktur 3D makromolekul 2D0T awal

6. Proses preparasi makromolekul 2D0T ini dilakukan dengan memisahkan rantai A dari rantai B menggunakan program PyMOL.

Gambar 32. Rantai A makromolekul 2D0T

7. Proses optimasi makromolekul 2D0T dilakukan dengan menghilangkan molekul pelarut atau solven, yaitu air.

(23)

Gambar 33. Rantai A makromolekul 2D0T tanpa air

8. Optimasi penambahan atom-atom hidrogen pada makromolekul 2D0T.

Gambar 34. Rantai A makromolekul 2D0T setelah penambahan atom- atom hidrogen

9. Ekstraksi ligan ko-kristal PIM.

(24)

Gambar 35. Rantai A makromolekul 2D0T dengan dan tanpa ligan ko- kristal PIM

10. Penambatan Ulang (Self-Docking/Redocking) dan Validasi Penambatan Molekular.

Tabel 6. Hasil penambatan ulang ligan ko-kristal PIM pada makromolekul 2D0T menggunakan Autodock Vina Pose Afinitas Ikatan

(kcal/mol) RMSD/ub RMSD/lb

1 -6,3 0.0 0.0

2 -6,3 1.405 0.052

3 -6,0 4.357 2.252

4 -6,0 4.563 2.25

5 -5,6 2.07 1.235

6 -5,2 4.593 2.156

(25)

11. Visualisasi dan penyejajaran setiap pose hasil penambatan ulang ligan ko-kristal PIM menggunakan program PyMOL terhadap konformasi referensi (ligan ko-kristal PIM dalam keadaaan sebenarnya).

Gambar 36. Hasil penyejajaran pose 1 dan pose 2 terhadap konformasi ligan ko-kristal PIM sebenarnya (kuning)

12. Penambatan silang senyawa 1-25.

Tabel 7. Hasil penambatan silang senyawa 1-25 pose-1 pada protein 2D0T

Senyawa Afinitas Ikatan (kcal/mol)

1 -5.3

2 -5.9

3 -4.5

4 -4.8

(26)

5 -3.6

6 -5.8

7 -2.4

8 -1.8

9 -4.6

10 -4.8

11 -4.4

12 -1.5

13 -2.6

14 -3.4

15 -3.6

16 1.5

17 -0.5

18 -3.2

19 -3.2

20 -0.5

21 -2.2

22 -4.8

23 -5.0

24 0.6

25 -0.5

13. Visualisasi pose terbaik hasil penambatan molekular.

(27)

Gambar 37. Visualisasi pose terbaik senyawa 16 dan 24 14. Analisis interaksi senyawa 1-25 dengan makromolekul 2D0T

Tabel 8. Data interaksi ikatan koordinasi, -kation, dan jembatan garam senyawa 1-25 terhadap residu makromolekul 2D0T

Senyawa

Interaksi

Ikatan koordinasi -Kation Jembatan Garam

1 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

2 Oksigen oksopropil - HEM

(Fe) Tidak ada Tidak ada

3 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

4 Oksigen oksopropil - HEM

(Fe) Tidak ada Tidak ada

5 Oksigen oksopropil - HEM

(Fe) Tidak ada Tidak ada

(28)

6 Oksigen oksopropil - HEM

(Fe) Tidak ada Tidak ada

7 Tidak ada Nitrogen 5-

nitro - HEM

5-Nitro - HEM 8 Oksigen oksopropil - HEM

(Fe) Tidak ada Tidak ada

9 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

10 Oksigen oksopropil - HEM

(Fe) Tidak ada Tidak ada

11 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

12 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

13 Oksigen oksopropil - HEM

(Fe) Tidak ada Tidak ada

14 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

15 Oksigen oksopropil - HEM

(Fe) Tidak ada Tidak ada

16 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

17

Oksigen oksopropil - HEM (Fe), oksigen karbonil -

HEM (Fe)

Tidak ada Tidak ada

18 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

19 Oksigen oksopropil - HEM

(Fe) Tidak ada Tidak ada

20 Oksigen oksopropil - HEM

(Fe) Tidak ada Tidak ada

21 Oksigen oksopropil - HEM

(Fe) Tidak ada Tidak ada

22 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

23 Oksigen oksopropil - HEM

(Fe) Tidak ada Tidak ada

24 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

25 Oksigen oksopropil - HEM

(Fe) Tidak ada Tidak ada

15. Analisis interaksi hasil penambatan molekular.

(29)

Gambar 38. Visualisasi interaksi senyawa 2 pose 1 dengan makromolekul 2D0T dalam 3D dan 2D

9. November 2020

Analisa Profil Absorpsi, Distribusi, Metabolisme, Eksresi, Toksisitas (ADMET)

Tabel 9. Analisa absorpsi bioavailabilitas oral manusia dan absorpsi pada usus manusia senyawa 1-25

Senyawa

Absorpsi Bioavailabilitas Oral Manusia

Absorpsi pada Usus Manusia Status Probabilitas Status Probabilitas

1 + 0.7000 + 0.9788

2 + 0.7429 + 0.9942

3 + 0.6857 + 0.9788

4 + 0.7286 + 0.9942

5 + 0.7000 + 0.9788

6 + 0.7857 + 0.9932

7 + 0.7857 + 0.9578

(30)

8 + 0.8143 + 0.9747

9 + 0.6429 + 0.9701

10 + 0.6857 + 0.9878

11 + 0.7286 + 0.9821

12 + 0.6571 + 0.9821

13 + 0.6857 + 0.9950

14 + 0.6714 + 0.9705

15 + 0.6857 + 0.9905

16 + 0.6857 + 0.9705

17 + 0.6571 + 0.9905

18 + 0.7000 + 0.9788

19 + 0.7571 + 0.9939

20 + 0.6286 + 0.9788

21 + 0.6571 + 0.9939

22 - 0.5000 + 0.9771

23 + 0.5857 + 0.9921

24 + 0.7000 + 0.9871

25 + 0.6714 + 0.9955

Tabel 10. Analisa absorpsi permeabilitas Caco-2 dan kelarutan air senyawa 1-25

Senyawa Permeabilitas Caco-2 Kelarutan Air Status Probabilitas Nilai Satuan

1 - 0.5648 -2.324 logS

2 + 0.5659 -2.902 logS

3 + 0.6121 -2.303 logS

4 + 0.7711 -2.895 logS

5 - 0.6337 -2.879 logS

6 + 0.6096 -3.326 logS

7 - 0.8045 -2.812 logS

8 - 0.5715 -3.140 logS

9 - 0.7536 -2.532 logS

10 + 0.5677 -3.141 logS

11 - 0.5463 -3.174 logS

12 + 0.5065 -3.174 logS

13 + 0.8188 -3.892 logS

14 - 0.5533 -3.077 logS

15 + 0.6171 -3.754 logS

16 + 0.5834 -3.077 logS

17 + 0.7205 -3.754 logS

18 + 0.6410 -2.387 logS

(31)

19 + 0.7049 -3.168 logS

20 + 0.6644 -2.338 logS

21 + 0.7982 -3.105 logS

22 - 0.8254 -2.407 logS

23 - 0.6012 -2.890 logS

24 - 0.5663 -2.699 logS

25 + 0.6792 -3.394 logS

Tabel 11. Hasil analisa ikatan protein plasma dan blood-brain barrier senyawa 1-25

Senyawa Ikatan Protein Plasma Blood-Brain Barrier Nilai Satuan Status Probabilitas

1 0,867 100% + 0,9455

2 0,679 100% + 0,9879

3 0,721 100% + 0,9367

4 0,764 100% + 0,9876

5 0,714 100% + 0,9674

6 0,788 100% + 0,9837

7 0,698 100% + 0,9578

8 0,677 100% + 0,9729

9 0,725 100% + 0,9414

10 0,706 100% + 0,9852

11 0,781 100% + 0,9672

12 0,767 100% + 0,9672

13 0,771 100% + 0,9840

14 0,732 100% + 0,9647

15 0,805 100% + 0,9855

16 0,637 100% + 0,9647

17 0,807 100% + 0,9855

18 0,661 100% + 0,9458

19 0,518 100% + 0,9872

20 0,745 100% + 0,9514

21 0,583 100% + 0,9863

22 0,839 100% + 0,9265

23 0,874 100% + 0,9645

24 0,804 100% + 0,9366

25 0,552 100% + 0,9865

Tabel 12. Hasil analisa subcellular localization senyawa 1-25 Senyawa Subcellular Localization

Lokasi Probabilitas

(32)

1 Mitokondria 0,6658

2 Mitokondria 0,5489

3 Mitokondria 0,6709

4 Mitokondria 0,5834

5 Mitokondria 0,6451

6 Mitokondria 0,5490

7 Mitokondria 0,5326

8 Mitokondria 0,6091

9 Mitokondria 0,5224

10 Mitokondria 0,4345 11 Mitokondria 0,6798 12 Mitokondria 0,6798 13 Mitokondria 0,5664 14 Mitokondria 0,6081 15 Mitokondria 0,4883 16 Mitokondria 0,6081 17 Mitokondria 0,4883 18 Mitokondria 0,6455 19 Mitokondria 0,5875 20 Mitokondria 0,7387 21 Membran Plasma 0,4725 22 Mitokondria 0,6317 23 Mitokondria 0,6349 24 Mitokondria 0,6867 25 Mitokondria 0,6491

Tabel 13. Hasil analisa substrat dan inhibitor P-glikoprotein senyawa 1- 25

Senyawa Substrat P-Glikoprotein Inhibitor P-Glikoprotein Status Probabilitas Status Probabilitas

1 - 0,9065 - 0,9792

2 - 0,9361 - 0,9642

3 - 0,8775 - 0,9741

4 - 0,9322 - 0,9602

5 - 0,7900 - 0,9817

6 - 0,8897 - 0,9674

7 - 0,8649 - 0,9819

8 - 0,9173 - 0,9833

9 - 0,7364 - 0,9758

10 - 0,8149 - 0,9589

11 - 0,8880 - 0,9818

(33)

12 - 0,9136 - 0,9737

13 - 0,9415 - 0,9706

14 - 0,8912 - 0,9757

15 - 0,9265 - 0,9536

16 - 0,8521 - 0,9627

17 - 0,8776 - 0,9404

18 - 0,7810 - 0,9683

19 - 0,8337 - 0,9630

20 - 0,6023 - 0,9569

21 - 0,6800 - 0,9584

22 - 0,7120 - 0,9819

23 - 0,8389 - 0,9768

24 - 0,6978 - 0,9458

25 - 0,7814 - 0,9239

Tabel 14. Hasil analisa inhibitor MATE1 dan OCT2 senyawa 1-25 Senyawa Inhibitor MATE1 Inhibitor OCT2

Status Probabilitas Status Probabilitas

1 - 0,9400 - 0,9750

2 - 0,9000 - 1,000

3 - 0,9400 - 0,9750

4 - 0,9000 - 0,9750

5 - 0,9400 - 0,9500

6 - 0,9000 - 0,9250

7 - 0,9600 - 0,9750

8 - 0,9400 - 0,9750

9 - 0,96 - 0,9750

10 - 0,8800 - 1,000

11 - 0,9200 - 0,9250

12 - 0,9200 - 0,9250

13 - 0,9200 - 0,9000

14 - 0,9400 - 0,9500

15 - 0,9000 - 0,9250

16 - 0,9400 - 0,9500

17 - 0,9000 - 0,9250

18 - 0,9400 - 0,9750

19 - 0,8600 - 0,9750

20 - 0,9400 - 0,8250

21 - 0,8600 - 0,8250

22 - 0,8600 - 0,9750

(34)

23 - 0,9200 - 1,000

24 - 0,9400 - 1,000

25 - 0,8600 - 0,9750

Tabel 15. Hasil analisa inhibitor OATP2B1, OATP1B1, dan OATP1B3 senyawa 1-25

Senyawa

Inhibitor OATP2B1

Inhibitor OATP1B1

Inhibitor OATP1B3 Status Probabilitas Status Probabilitas Status Probabilitas

1 - 1,000 + 0,9420 + 0,9511

2 - 1,000 + 0,9263 + 0,9594

3 - 1,000 + 0,9414 + 0,9492

4 - 1,000 + 0,9357 + 0,9579

5 - 1,000 + 0,9492 + 0,9463

6 - 1,000 + 0,9417 + 0,9537

7 - 0,8614 + 0,8883 + 0,9390

8 - 1,000 + 0,8783 + 0,9438

9 - 1,000 + 0,9559 + 0,9497

10 - 1,000 + 0,9464 + 0,9537

11 - 1,000 + 0,9229 + 0,9448

12 - 1,000 + 0,9174 + 0,9448

13 - 1,000 + 0,9111 + 0,9528

14 - 1,000 + 0,9354 + 0,9456

15 - 1,000 + 0,9168 + 0,9529

16 - 1,000 + 0,9360 + 0,9456

17 - 1,000 + 0,9121 + 0,9529

18 - 1,000 + 0,9306 + 0,9469

19 - 1,000 + 0,9149 + 0,9551

20 - 1,000 + 0,9194 + 0,9451

21 - 1,000 + 0,9031 + 0,9521

22 - 1,000 + 0,8806 + 0,9495

23 - 1,000 + 0,8766 + 0,9513

24 - 1,000 + 0,9372 + 0,9426

25 - 1,000 + 0,9345 + 0,9516

Tabel 16. Hasil analisa inhibitor CYP1A2 dan CYP2C19 senyawa 1-25 Senyawa Inhibitor CYP1A2 Inhibitor CYP2C19

Status Probabilitas Status Probabilitas

1 - 0,8743 - 0,8382

2 + 0,8421 - 0,5307

3 - 0,8582 - 0,8395

4 + 0,8081 + 0,5407

5 - 0,8340 - 0,6672

6 + 0,7774 - 0,6180

7 - 0,6858 - 0,7260

8 + 0,7746 - 0,6344

(35)

9 - 0,9093 - 0,8651

10 + 0,8002 - 0,6485

11 - 0,7976 - 0,5889

12 - 0,7976 - 0,5889

13 + 0,8596 - 0,5065

14 - 0,7954 - 0,5979

15 + 0,8679 - 0,6087

16 - 0,7954 - 0,5979

17 + 0,8679 - 0,6087

18 - 0,8013 - 0,8203

19 + 0,8604 + 0,5806

20 - 0,7823 - 0,7626

21 + 0,9099 + 0,6379

22 - 0,8612 - 0,8979

23 + 0,7749 - 0,8150

24 - 0,8045 - 0,8006

25 + 0,9345 + 0,9516

Tabel 17. Hasil analisa inhibitor dan substrat CYP2C9 senyawa 1-25 Senyawa Inhibitor CYP2C9 Substrat CYP2C9

Status Probabilitas Status Probabilitas

1 - 0,8679 - 0,8120

2 + 0,6443 - 0,8027

3 - 0,8798 - 0,8120

4 + 0,6948 - 0,8027

5 - 0,8150 - 0,8105

6 + 0,5728 - 0,8075

7 - 0,7260 - 0,7778

8 - 0,6248 - 0,7778

9 - 0,8589 - 1,0000

10 + 0,5119 - 0,8042

11 - 0,8162 - 1,0000

12 - 0,8162 - 1,0000

13 + 0,6353 - 0,7872

14 - 0,7871 - 0,8105

15 + 0,7120 - 0,8024

16 - 0,7871 - 0,8105

17 + 0,7120 - 0,8024

18 - 0,8361 - 0,8120

19 + 0,7789 - 0,5948

20 - 0,8327 - 0,8120

(36)

21 + 0,7956 - 0,5948

22 - 0,8789 - 1,0000

23 + 0,6898 - 0,8024

24 - 0,8347 - 0,5957

25 + 0,7958 - 0,5894

Tabel 18. Hasil analisa inhibitor dan substrrat CYP2D6 senyawa 1-25 Senyawa Inhibitor CYP2D6 Substrat CYP2D6

Status Probabilitas Status Probabilitas

1 - 0,9509 - 0,7953

2 - 0,5822 - 0,8760

3 - 0,9410 - 0,7953

4 - 0,5160 - 0,8760

5 - 0,9154 - 0,7930

6 - 0,7591 - 0,8702

7 - 0,9022 - 0,8594

8 - 0,7728 - 0,8864

9 - 0,9445 - 0,7189

10 - 0,6541 - 0,8204

11 - 0,8845 - 0,8103

12 - 0,8845 - 0,8103

13 - 0,7216 - 0,8821

14 - 0,9034 - 0,7985

15 - 0,7744 - 0,8715

16 - 0,9034 - 0,7985

17 - 0,7744 - 0,8715

18 - 0,9308 - 0,7953

19 - 0,5544 - 0,8553

20 - 0,9229 - 0,7953

21 - 0,6318 - 0,8553

22 - 0,9438 - 0,7863

23 - 0,7978 - 0,8671

24 - 0,9264 - 0,8042

25 - 0,6797 - 0,8810

Tabel 19. Hasil analisa inhibitor dan substrat CYP3A4 dan inhibitory promiscuity CYP senyawa 1-25

Senyawa

Inhibitor CYP3A4

Substrat CYP3A4

Inhibitory Promiscuity CYP Status Probabilitas Status Probabilitas Status Probabilitas

1 - 0,9595 - 0,5666 - 0,8101

(37)

3 - 0,9601 - 0,5585 - 0,7804

4 - 0,8417 - 0,5443 + 0,6250

5 - 0,9469 - 0,5315 - 0,6219

6 - 0,7534 - 0,5262 + 0,6308

7 - 0,7702 + 0,5757 - 0,7429

8 + 0,5149 + 0,5956 - 0,5325

9 - 0,9548 - 0,601 - 0,8509

10 - 0,6774 - 0,5866 + 0,5399

11 - 0,8554 + 0,5834 - 0,5262

12 - 0,8554 + 0,5300 - 0,5262

13 + 0,5495 + 0,5551 + 0,7260

14 - 0,9029 - 0,5272 + 0,5058

15 + 0,5285 - 0,5108 + 0,7599

16 - 0,9029 - 0,5389 + 0,5058

17 + 0,5285 - 0,5287 + 0,7599

18 - 0,9394 - 0,5368 - 0,7442

19 - 0,7057 - 0,5302 + 0,7893

20 - 0,9221 - 0,5092 - 0,7468

21 - 0,6538 - 0,5000 + 0,7851

22 - 0,9671 - 0,5280 - 0,8686

23 - 0,8251 - 0,5000 - 0,6061

24 - 0,9384 - 0,5783 - 0,6664

25 - 0,8303 - 0,5610 + 0,7318

Tabel 20. Hasil analisa inhibitor BSEP dan UGT catalyzed senyawa 1-25 Senyawa Inhibitor BSEP UGT Catalyzed

Status Probabilitas Status Probabilitas

1 - 0,7887 - 0,5000

2 - 0,7539 - 0,0000

3 - 0,6819 + 0,6000

4 - 0,6467 - 0,0000

5 - 0,6465 - 0,5000

6 - 0,6116 - 0,0000

7 - 0,8533 + 0,7000

8 - 0,8395 - 0,0000

9 - 0,7797 + 0,6000

10 - 0,7104 - 0,0000

11 - 0,6661 + 0,6000

12 - 0,6543 + 0,6000

13 - 0,5457 - 0,0000

14 - 0,6464 + 0,7000

15 - 0,5635 - 0,0000

16 - 0,5653 + 0,7000

17 - 0,4553 - 0,0000

18 - 0,6713 + 0,6000

(38)

19 - 0,6438 - 0,0000

20 - 0,6396 - 0,5000

21 - 0,5374 - 0,0000

22 - 0,8060 + 0,8000

23 - 0,8317 + 0,7000

24 - 0,5875 + 0,6000

25 - 0,6072 - 0,0000

Tabel 21. Karsinogenitas model biner dan ternary senyawa 1-25

Senyawa

Karsinogennitas

Model Biner Model Ternary Status Probabilitas Status Probabilitas

1 - 0,8316 Aman 0,5965

2 - 0,8173 Aman 0,4239

3 - 0,8316 Aman 0,5944

4 - 0,8173 Aman 0,4185

5 - 0,8316 Aman 0,4582

6 - 0,8173 Berbahaya 0,4651

7 - 0,8173 Aman 0,5394

8 - 0,7888 Aman 0,5010

9 - 0,8571 Aman 0,5921

10 - 0,8143 Berbahaya 0,3823

11 - 0,8031 Aman 0,4217

12 - 0,8031 Aman 0,4217

13 - 0,7745 Berbahaya 0,4490

14 - 0,8316 Aman 0,4237

15 - 0,8316 Berbahaya 0,4630

16 - 0,8316 Aman 0,4237

17 - 0,8316 Berbahaya 0,4630

18 - 0,8316 Aman 0,6031

19 - 0,8459 Aman 0,4503

20 - 0,8316 Aman 0,6070

21 - 0,8459 Aman 0,4764

22 - 0,7857 Aman 0,5775

23 - 0,8571 Aman 0,4761

24 - 0,9000 Aman 0,5925

25 - 0,9000 Aman 0,4280

Tabel 22. Hasil analisa inhibisi human ether-a-go-go senyawa 1-25 Senyawa Inhibisi Human ether-a-go-go

Status Probabilitas

(39)

1 - 0.8796

2 - 0.6931

3 - 0.8196

4 - 0.6944

5 - 0.8681

6 - 0.7568

7 - 0.9117

8 - 0.9130

9 - 0.8775

10 - 0.7594

11 - 0.8516

12 - 0.7993

13 - 0.7595

14 - 0.8815

15 - 0.7689

16 - 0.7463

17 - 0.6322

18 - 0.7207

19 - 0.5985

20 - 0.6597

21 - 0.4593

22 - 0.9105

23 - 0.8601

24 - 0.7502

25 - 0.5641

Tabel 23. Hasil analisa toksisitas oral akut senyawa 1-25 Senyawa Toksisitas Oral Akut

(kg/mol) Kategori

1 2,574 III

2 1,651 III

3 2,620 III

4 1,067 III

5 2,829 III

6 1,980 III

7 2,459 III

8 1,782 III

9 2,941 III

10 1,601 III

11 2,273 III

12 2,656 III

(40)

13 1,405 III

14 2,705 III

15 1,410 III

16 3,144 III

17 1,943 III

18 3,106 III

19 1,345 III

20 2,929 III

21 1,868 III

22 2,720 III

23 1,818 III

24 2,965 III

25 1,493 III

Gambar

Gambar 3. Rantai A makromolekul 2D0T hasil pemisahan dari rantai B  5.  Rantai  A  makromolekul  2D0T  selanjutnya  ditambahkan/ditampilkan
Gambar 5. Rantai A makromolekul 2D0T setelah ekstraksi ligan ko- ko-kristal PIM dan perbesaran area situs aktif protein
Gambar 9. Proses impor senyawa ligan 10, 11, 12, dan ligan ko-kristal  PIM dari format .sdf
Gambar 11. Hasil konversi format makromolekul 2D0T menjadi .pdbqt  4.  Juni 2020  Penambatan molekular: penambatan ulang (redocking/self-docking):
+7

Referensi

Dokumen terkait

Koefisien Dasar Bangunan yang selanjutnya disingkat KDB adalah angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai dasar bangunan dan luas lahan/tanah

Karakter morfologi Ikan Julung-julung dari perairan Kabupaten Pasuruan dan Malang menunjukkan kesamaan dengan genus Dermogenys menurut Weber & Beaufort, 1913; Fowler,

Menurut Jones (1987), meski waktu perkecambahan spora tumbuhan paku pada media kultur tidak berbeda jauh dibandingkan dengan media konvensional, media kultur memiliki

Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 7 Tahun 2017 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 6 Tahun 2015

Orang tua/wali calon peserta didik yang akan mendaftar di SD Negeri ataupun SD Swasta di Kabupaten Sleman wajib untuk mengaktivasi akun pendaftaran dan melakukan validasi dan

Dapat dilihat pada Tabel 4 bahwa hanya dengan menggunakan 5 buah feature keaku- ratan klasikasi telah mencapai 99.21 % di- mana hasil ini lebih baik daripada menggu- nakan

Uji lapangan terhadap subyek didik yaitu siswa dalam kelompok besar yang terdiri dari 85 orang mahasiswa didapatkan hasil belajar kognitif siswa setelah dilakukan

Jenis kegiatan lingkungan atau infrastruktur atau sarana dan prasarana yang dibangun oleh KSM/panitia dalam PNPM Mandiri Perdesaan dan Perkotaan pada dasarnya bersifat