• Tidak ada hasil yang ditemukan

Systematic Literature Review : Strategi Channel Distribusi Drop-Shipping

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Systematic Literature Review : Strategi Channel Distribusi Drop-Shipping"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Systematic Literature Review : Strategi Channel Distribusi Drop-Shipping

1st Nadia Laksita Devy Departemen Teknik Mesin dan Industri

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Indonesia [email protected]

2nd Nur Aini Masruroh Departemen Teknik Mesin dan Industri

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Indonesia

[email protected]

Abstrak—Perkembangan Internet dan Teknologi Informasi mendorong pertumbuhan penjualan melalui online-channel.

Pemenuhan permintaan konsumen merupakan tantangan operasional dalam jaringan antara supplier dan retailer untuk mendapatkan keuntungan maksimal dalam penjualan online.

Channel distribusi pemenuhan permintaan secara langsung dari supplier ke konsumen yang disebut drop-shipping telah diadopsi pada supply chain yang menerapkan penjualan secara online diadopsi sebagai salah satu pilihan channel distribusi. Penggunan drop-shipping tentu berpengaruh terhadap keuntungan member supply chain. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penggunaan strategi drop-shipping dilihat dari sudut pandang supplier, retailer maupun keduanya dalam maksimasi keuntungan, serta memberikan rekomendasi peluang penelitian dengan adanya channel distribusi drop-shipping. Bedasarkan systematic literature review, strategi dilakukan dengan quantity order optimal retailer, quantity drop-shipping optimal, harga optimal produk dan optimal quantity produksi supplier. Peluang penelitian selanjutnya dapat dilakukan pada strategi dari sudut pandang supplier dengan alokasi optimal quantity bagi retailer, optimal quantity drop- shipping dengan adanya keterbatasan kapasitas pada supplier.

Selain itu strategi penentuan harga optimal dari sudut pandang supplier dengan adanya pengaruh faktor keterbatasan kapasitas supplier pada produk seasonal juga menjadi peluang penelitian selanjutnya.

Kata Kunci—drop-shipping, channel distirbusi, e-fulfilment I. PENDAHULUAN

Perkembangan Internet dan Teknologi Informasi mendorong industri mengadopsi penjualan online-channel untuk meningkatkan dan mempertahankan pangsa pasar.

Indonesia berada dalam peringkat pertama dalam 10 negara terbesar pertumbuhan e-commerce karena berhasil mengingkatkan pertumbuhan perdagangan melalui penjualan elektronik/online mencapai 78% [1]. Perkembangan channel penjualan online dalam supply chain tentunya meningkatkan kompetisi produk serupa dalam channel penjualan serta berdampak pada integrasi member dalam jaringan serta meningkatkan kompleksitas operasional dalam industri retail seperti channel distribusi supply chain untuk memenuhi permintaan konsumen [2].

Pemenuhan permintaan konsumen merupakan tantangan operasional dalam jaringan antara supplier dan retailer untuk mendapatkan keuntungan maksimal dalam penjualan online secara keseluruhan. Dalam supply chain supplier dan retailer, channel distribusi pemenuhan permintaan secara langsung dari

supplier ke konsumen yang disebut drop-shipping telah diterapkan pada supply chain yang menerapkan penjualan secara online maupun online-offline sebagai salah satu pilihan channel distribusi selain penerapan in-house inventory bagi retailer. Penerapan drop-shipping dapat mengurangi shortage retailer sehingga dapat bersaing dalam penjualan online.

Berbagai bisnis telah menerapkan penggunaan drop-shipping.

selain itu, marketplace e-commerce di Indonesia saat ini seperti Lazada, Tokopedia, Shopee juga menyediakan platform bagi pada retailer untuk memenuhi order dengan penggunaan drop- shipping, sehingga siapapun dapat menjadi retailer online untuk menjual produk dari supplier (dropshipper). Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi membawa perubahan pada penerapan channel disttribusi supply chain dengan adanya drop-shipping. Penerapan drop-shipping dapat meningkatkan keuntungan supply chain keseluruhan dimana retailer dapat mengurangi biaya inventory dan supplier dapat memperluas market share [3]. Retailer dengan kemampuan finansial yang rendah dapat memanfaatkan drop-shipping untuk meningkatkan keuntungan penjualan [4]. Selain itu, penggunan drop-shipping yang tepat dapat meningkatkan kepuasan konsumen yang berpengaruh terhadap performansi member supply chain dan pemilihan strategi yang optimal bagi supplier maupun retailer [5].

Produk yang menguntungkan didistribusikan dengan drop- shipping adalah produk dengan karaktersitik fluktuasi permintaan yang tinggi ataupun produk seasonal seperti produk fashion [6]. Hal tersebut menjadi tantangan bagi supplier untuk menjual produknya dalam satu periode ketika kuantiti produk yang dimiliki terbatas dan bagaimana memaksimalkan keuntungan supply chain. Ketika market power produk rendah maka alokasi kuantiti pada distribusi drop-shipping dapat menguntungkan supplier untuk menjual produknya. Namun, bila produk memiliki market power yang tinggi maka akan berdampak pada pemilihan channel distribusi drop-shipping [7].

Meskipun strategi drop-shipping dapat menguntungkan pihak retailer dan supplier, beberapa retailer online memilih tetap menyediakan persediaan produk dengan cara membeli produk dari supplier sebagai persediaan. In-house inventory tetap diterapakan retailer karena adanya kekurangan penggunaan drop-shipping antara lain retailer menjadi ketergantungan dalam memenuhi permintaan konsumen bila tidak memiliki persediaan, sehingga kesalahan yang terjadi dalam proses pengiriman akan berdampak pada keuntungan retailer dan supplier [8]. Penggunaan drop-shipping juga

RO-46

(2)

meningkatkan risiko komplain dari konsumen ke retailer yang dapat disebabkan oleh kendala dalam proses pengiriman, cacat produk, serta produk yang tidak sesuai diterima oleh konsumen dari produsen [9]. Kendala tersebut dapat berdampak pada keuntungan dalam setiap member supply chain karena keuntungan retailer akan mengalami penurunan dan retailer memiliki potensi untuk meninggalkan supplier [10]. Selain itu, supplier memiliki kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal tanpa menyediakan drop- shipping ketika produk yang dijual memiliki market power yang tinggi [7].

Penentuan strategi dalam penggunaan drop-shipping pada channel distribusi merupakan hal penting untuk memaksimalkan keuntungan masing-masing member supply chain yaitu bagi supplier dan retailer. Maksimasi keuntungan member supply chain berkaitan dengan topik kapan sebaiknya drop-shipping digunakan bagi supplier atau retailer, bagaimana mengelola relasi antara member supply chain dengan adanya drop-shipping, maupun berkaitan dengan performasi supply chain dengan adanya channel distribusi drop-shipping. Dalam penelitian terdahulu, strategi dilakukan dari perspektif operasional dengan menentukan quantity order optimal retailer, quantity order optimal drop-shipping, penentuan harga optimal masing-masing channel dan optimal revenue sharing.

Penelitian terdahulu mengasumsikan bahwa quantity order retailer tidak dibatasi oleh ketersediaan kuantiti/kapasitas supplier. Pada kenyataannya dalam channel supply chain, supplier memiliki keterbatasan ketersediaan kapasitas produk sehingga akan berpengaruh terhadap alokasi produk untuk retailer [11].

Penelitian channel distribusi dengan drop-shipping telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Penelitian ini akan mengidentifikasi penggunaan strategi drop-shipping dilihat dari supplier, retailer maupun keduanya sebagai satu kesatuan sudut pandang untuk memaksimalkan keuntungan. Kemudian memberikan rekomendasi peluang penelitian selanjunya pada supply chain dengan adanya channel distribusi drop-shipping.

Penelitian didasari dengan pertanyaan penelitian bagaimana strategi penggunaan channel distribusi drop-shipping dalam supply chain untuk mengoptimalkan keuntungan setiap member supply chain serta rekomendasi peluang penelitian selanjutnya.

Penelitian dilakukan dengan kajian penelitian terdahulu menggunakan metode systematic literature review untuk mengidentifikasi kriteria dalam menjawab pertanyaan penelitian ataupun hipotesis penelitian dari literatur/penelitian terkait. Selain itu, metode ini juga digunkan untuk mengidentifikasi penelitian selanjutnya yang dapat dilakukan dari efek/hasil penelitian terkait. Metode ini juga digunakan dalam penelitian untuk mengidentifikasi tren penelitian dan peluang penelitian selanjutnya mengenai e-fulfilment dan distribusi dalam retailer [12]. Proses systematic literature review digunakan dengan langkah awal membuat pertanyaan penelitian, mencari literature, memetakan literature, menilai literature, evaluasi literature, dan hasil. Metode penelitian dilakukan dengan 5 langkah menggunakan kriteria terdapat

pada Gambar 1 merujuk pada penelitian e-fulfilment dan distribusi pada omni-channel [12].

Gambar 1. Langkah Systematic Literature Review III. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Drop-shipping dalam supply chain

Drop-shipping merupakan cara pemenuhan permintaan secara langsung dari manufaktur ke konsumen yang diterapkan pada supply chain dengan online channel supply chain maupun dual channel supply chain. Penerapan drop-shipping pada supply chain berkaitan dengan performansi member supply chain, kapan kondisi penggunaan drop-shipping tepat digunakan serta bagaimana pengaruh drop-shipping dalam pengelolaan hubungan antar member supply chain. Hal tersebut berpengaruh terhadap maksimasi keuntungan supply chain sehingga peran strategi setiap member supply chain dibutuhkan [5]. Drop-shipping berpengaruh terhadap keuntungan supply chain dimana retailer dapat mengurangi biaya inventory dan supplier dapat memperluas market share, namun tidak dapat digunakan menjadi satu-satunya opsi pemenuhan permintaan dalam supply chain karena terdapat kelemahan drop-shipping antara lain waktu pengiriman yang lebih lama yang tidak dapat dikontrol oleh retailer yang dapat berdampak pada kepuasan pelayanan [3]. Penggunaan drop-shipping dalam dual channel distribusi dengan strategi yang tepat berhasil berdampak positif pada maksimasi keuntungan setiap member supply chain [3, 4, 6, 7, 8, 10, 13, 14, 15, 16, 17, 18].

Mayoritas penelitian membangun formulasi maksimasi keuntungan dengan adanya channel distribusi drop-shipping dari sudut pandang retailer yang terdapat pada Gambar 2. Hanya terdapat 13% penelitian yang membangun formulasi maksimasi keuntungan dari sudut pandang supplier saja, [4, 7]. Perbedaan sudut pandang dalam penentuaan strategi drop-shipping pada maksimasi keuntungan menghasilkan kebijakan dan keputusan penerapan drop-shipping yang berbeda.

RO-47 II. METODOLOGI

(3)

Gambar 2. Persentase sudut pandang strategi drop-shipping

B. Strategi Drop-shipping dari Sudut Pandang Retailer Berdasarkan sudut pandang retailer, quantity order optimal retailer merupakan startegi yang paling banyak digunakan oleh peneliti dengan topik yang berhubungan dengan kapan kondisi penggunaan channel drop-shippping yang tepat dan mengelola hubungan antara retailer dan supplier. Penelitian dipengaruh proporsi penggunaan drop-shipping dapat memaksimalkan keuntungan dengan mengurangi biaya inventory retailer dan mengurangi ketidakefektifan distribusi dari persediaan retailer ke konsumen [3, 6, 10, 15, 17, 19]. Kenaikan biaya inventory retailer berdampak pada maksimasi keuntungan dan preferensi kapan drop-shipping digunakan dan berapa jumlah quantity order optimal retailer [3]. Drop-shipping secara signifikan berdampak dalam mengurangi biaya inventory retailer seperti biaya keusangan, material handling, asuransi, pajak dan material handling namun bagi retailer kemungkinan stortage produk pada supplier juga dapat mengurangi keuntungan retailer. Quantity order retailer optimal untuk mengoptimalkan keuntungan juga bergantung pada kondisi parameter target keuntungan yang ditetapkan sehingga pengaruh proporsi konsumen yang mau berpindah ke drop-shipping tidak mengurangi keuntungan yang didapatkan supplier. Selain biaya inventory, lead time dan biaya drop-shipping berpengaruh terhadap maksimasi keuntungan yang berdampak pada penurunan penggunaan drop-shipping bagi retailer [15].

Penurunan margin keuntungan retailer dapat terjadi ketika biaya drop-shipping tinggi sehingga pada kondisi ini in house- inventory lebih mengguntungkan bagi retailer. Drop-shipping juga berpengaruh terhadap quantity order retailer sebelum selling season dengan penggunaan kebijakan threshold menghasilkan keuntungan yang maksimal daripada kebijakan fixed-proportion dalam mencapai target keuntungan yang ditetapkan supply chain [19]. Maksimasi keuntungan retailer dapat diperoleh ketika penggunaan drop-shipping memiliki margin order yang kecil dan pengunaan stok pengiriman pada retailer memiliki margin yang besar [6]. Dalam supply chain dengan multi supplier, proporsi penggunaan drop-shipping dan quantity order optimal retailer untuk setiap supplier juga bisa dipengaruhi oleh target level inventory yang ditetapkan retailer dalam memenuhi permintaan konsumen secara langsung dan drop-shipping pada permintaan secara online [17].

Selain strategi rationing policy, peningkatan keuntungan dengan adanya channel distribusi drop-shipping juga bisa dilakukan dengan strategi revenue sharing yang berpengaruh terhadap hubungan supplier dan retailer. Pada Gambar 3

diperlihatkan penelitian dengan strategi revenue sharing oleh retailer hanya terdapat 11% [5]. Adanya kompetisi antar retailer maupun retailer dengan supplier terjadi dalam rantai pasok sehingga sharing keuntungan akan berdampak pada quantity order retailer yang optimal akibat hubungan antara supplier dengan retailer yang baik. Bila batas proporsi/upper limit drop-shipping semakin tinggi, maka quanitity order retailer untuk inventory dan reorder poin akan makin rendah sehingga menurunkan biaya inventory retailer [13]. Dalam menghindari kesalahan supplier dalam mengirimkan barang ke konsumen dan mengurangi resiko quantity order optimal tidak valid yang berdampak pada penurunan keuntungan supply chain, strategi sharing revenue optimal dari retailer kepada supplier dapat meningkatkan delivery reliability distribusi produk ke konsumen [9].

Gambar 3. Persentase penggunaan strategi drop-shipping oleh retailer

C. Strategi Drop-shipping dari Sudut Pandang Supplier Maksimasi keuntungan supply chain dari sudut pandang supplier dengan adanya channel distibusi drop-shipping ditentukan dengan strategi quantity order optimal retailer, quantity drop-shipping serta harga optimal produk (price) dalam supply chain. Maksimasi keuntungan supplier dengan strategi quantity order optimal retailer, optimal quantity drop- shipping dan harga optimal dipengaruhi market power member.

Pada gambar 4 ditunjukkan bahwa mayoritas penelitian dari sudut pandang supplier menggunakan strategi quantity order retailer dengan pembelian langsung dan quantity drop- shipping. Drop-shipping diidentifkasi dari sudut pandang supplier untuk mengetahui kondisi penggunaan drop-shipping yang tepat sehingga maksimasi keuntungan dapat dicapai.

Gambar 4. Persentase penggunaan strategi drop-shipping oleh supplier Penggunaan drop-shipping lebih menguntungkan bagi supplier dan retailer online ketika market power retailer rendah

RO-48

(4)

dan memiliki profit sharing yang rendah. Namun retailer dengan market power tinggi menguntungkan bagi member supply chain ketika menggunakan channel distribusi tradisional [7]. Selain itu preferensi waktu penerapan dropshiping oleh supplier tergantung pada critical fractile trade credit yang berpengaruh terhadap quantity order retailer. Ketika critical fractile supplier lebih besar dari retailer maka drop-shipping menguntungkan bagi member supply chain, bila critical fractile supplier hampir sama dengan retailer online maka tradisional channel lebih menguntungkan, ketika critical fractile supplier lebih rendah dari retailer maka preferensi channel supply chain tergantung pada preferensi retailer dan capital level [4].

Kondisi pemilihan channel distribusi drop-shipping bagi supplier juga dipengaaruhi oleh matching probability produk yag dijual. Ketika maching probability rendah, maka penggunaan drop-shipping akan memaksimalkan keuntungan supplier yang berdampak pada quantity order retailer yang tinggi [8]. Strategi dalam penggunaan drop-shipping bagi supplier yang telah dilakukan pada penelitian terdahulu tidak mempertimbangkan adanya keterbatasan kapasitas supplier yang berpengaruh terhadap penyediaan alokasi quantity order optimal retailer.

D. Strategi Drop-shipping dari Sudut Pandang Supplier dan Retailer

Retailer dan supplier secara bersamaan dapat memaksimalkan keuntungan supply chain pada channel distribusi pada hubungan/relasi baik antar member supply chain. Berdasarkan sudut pandang retailer dan supplier secara bersamaan, maksimasi keuntungan supply chain diperoleh dengan strategi quantity order optimal retailer, optimal quantity drop-shipping, optimal quantity produksi supplier dan harga optimal produk dalam supply chain. Gambar 5 menujukkan strategi quantity order retailer optimal, quantity drop-shipping dan production quantity supplier memiliki persentase yang sama digunakan oleh peneliti dengan sudut pandang dari supplier dan retailer.

Gambar 5. Persentase penggunaan strategi drop-shipping oleh retailer dan supplier

Maksimasi keuntungan dapat diperoleh ketika penggunaan drop-shipping memiliki margin permintaan yang kecil dan pengunaan stok persediaan retailer memiliki margin yang besar. Faktor yang berpengaruh negatif dalam relasi antar member dalam adalah informasi yang tidak valid antara supplier dan retailer berdampak negatif bagi performansi supply chain [16]. Keuntungan sharing ratio antara supplier

dan retailer berpengaruh dalam keuntungan retailer, selain itu biaya transportasi tinggi dan matching probability rendah berdampak positif bagi manufaktur untuk menyediakan drop- shipping dengan variabel keputusan harga produk dalam jaringan [8]. Penggunaan drop-shipping berhasil mengurangi ketidakefektifan channel distribusi dari persediaan retailer dan supplier saat terdapat kompetisi penjualan dalam supply chain [18].

E. Peluang Penelitian Strategi Drop-shipping

Penelitian penggunaan drop-shipping dalam channel distribusi telah dilakukan oleh peneliti dengan masing-masing topik, sudut pandang, strategi dan faktor yang mempengaruhi yang terdapat pada Tabel I. Penelitian terdahulu lebih banyak berfokus dari sudut pandang retailer dalam strategi maksimasi keuntungan dengan penggunaan channel distribusi drop- shipping. Maksimasi keuntungan dalam supply chain dengan sudut pandang supplier masih luas untuk dilakukan penelitian.

Kondisi kapan sebaiknya drop-shipping, performansi rantai pasok, maupun mengelola hubungan anggota rantai pasok dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan strategi dari sudut pandang supplier.

Berdasarkan sudut pandang retailer, supplier maupun keduanya, strategi maksimasi keuntungan pada supply chain yang paling banyak dilakukan adalah penentuan quantity order optimal retailer dan quantity drop-shipping. Strategi ini digunakan ketika rationing policy adalah aspek dalam maksimasi keuntungan supply chain. Faktor yang berpengaruh antara lain market power, market share, sharing ratio, sharing keuntungan dan biaya inventory. Namun dalam penelitian terdahulu, kapasitas produk yang dimiliki supplier tidak terbatas sehingga quantity order retailer maupun quantity drop- shipping tidak terbatas. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan strategi penentuan alokasi optimal quantity bagi retailer, optimal quantity drop-shipping dengan adanya keterbatasan kapasitas produk pada supplier.

Strategi penentuan harga optimal dari sudut pandang supplier akan berpengaruh terhadap maksimasi keuntungan supplier yang disebabkan oleh kompetisi pada member supply chain. Strategi ini masih luas untuk dilakukan pada penelitian selanjutnya. Penelitian dengan adanya pengaruh faktor keterbatasan kapasitas supplier pada produk seasonal telah dilakukan namun tanpa menggunakan channel distribusi drop- shipping [11]. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan penggunaan faktor tersebut.

RO-49

(5)

Peneliti

Topik Penelitian Sudut Pandang Strategi Disribusi

Faktor Kondisi

penerapan

Performansi rantai pasok

Mengelola hubungan anggota rantai

pasok

Supplier Retailer

Quantity order retailer

Quantity order drop- shipping

Production

quantity Price Revenue Sharing

Khouja

(2001) V V V

Proporsi switching

channel

Zeng et al.

(2019) V V V V Trade credit

Zhang & Liu

(2019) V V V Kompetisi,

sharing rasio

Ayanso et al

(2006) V V V -

Yu et al.

(2017) V V V V V

Market power, kompetisi

Shi et al.

(2020) V V V V

Power structure, kompetisi

Yao et al.

(2008) V V V Information

lakage,

Ma et al.

(2017) V V V -

Chen et al.

(2018) V V V -

Gan et al.

(2010) V V V V

Demand asymetri, pinalty

Khouja &

Stylianou (2009)

V V V -

Cheong et al.

(2015) V V V V V Information

lakage

Xiao et al.

(2009) V V V -

Chiang &

Feng (2010) V V V V V V Kompetisi,

pinalty

Ma & Jemai

(2019) V V V -

RO-50 TABEL I. PEMETAAN DROP-SHIPPING PADA SUPPLY CHAIN

(6)

IV. KESIMPULAN

Penggunaan channel distribusi drop-shipping pada penjualan online dapat meningkatkan keuntungan supply chain baik bagi retailer maupun supplier. Strategi dalam penggunaan drop-shipping dalam channel distribusi diperlukan berkaitan dengan kapan sebaiknya drop-shipping digunakan bagi supplier atau retailer, bagaimana mengelola relasi antara member supply chain dengan adanya drop-shipping, maupun berkaitan dengan performasi distribusi supply chain. Dari sudut pandang supplier, strategi dilakukan dengan penentuan quantity order optimal retailer, quantity drop-shipping optimal dan harga optimal produk. Dari sudut pandang retailer, strategi dilakukan dengan penentuan quantity order optimal retailer dan quantity drop-shipping optimal. Sedangkan berdasarkan sudut pandang keduanya, strategi dilakukan dengan penentuan quantity order optimal retailer, quantity drop-shipping optimal, harga optimal produk dan optimal quantity produksi supplier. Kemudian rekomendasi penelitian selanjutnya telah dipaparkan dalam penelitian ini.

[1] ‘’Kominfo:Pertumbuhan e-Commerce Indonesia Capai 78 Persen’’, 2019.[Online].Available:https://kominfo.go.id/content/detail/16770/kem kominfo-pertumbuhan-e-commerce-indonesia-capai-78-

persen/0/sorotan_media. [Accessed:31-July-2020].

[2] Wollenburg J., A. Hübner, H. Kuhn, and A. Trautrims,“From Bricks-and- Mortar to Bricks-and-Clicks: Logistics Networks in Omni-Channel Grocery Retailing”, International Journal of Physical Distribution &

Logistics Management., vol 48, no. 4, pp. 415-438, 2018.

[3] M. Khouja, “The evaluation of drop shipping option for e-commerce retailers,” Comput. Ind. Eng., vol. 41, no. 2, pp. 109–126, 2001.

[4] K. Zeng, Y. (Yale) Gong, and X. Xu, “Supply chain choice with financial constraints on the internet: Drop shipping vs. traditional channel,”

Comput. Ind. Eng., vol. 137, no. November 2018, p. 106093, 2019.

[5] G. Li, X. Zhang, and M. Liu, “E-tailer’s procurement strategies for drop- shipping: Simultaneous vs. sequential approach to two manufacturers,”

Transp. Res. Part E Logist. Transp. Rev., vol. 130, no. May, pp. 108–127, 2019.

[6] A. Ayanso, M. Diaby, and S. K. Nair, “Inventory rationing via drop- shipping in Internet retailing: A sensitivity analysis,” Eur. J. Oper. Res., vol. 171, no. 1, pp. 135–152, 2006.

[7] D. Z. Yu, T. Cheong, and D. Sun, “Impact of supply chain power and drop-shipping on a manufacturer’s optimal distribution channel strategy,”

Eur. J. Oper. Res., vol. 259, no. 2, pp. 554–563, 2017.

[8] S. Shi, J. Sun, and T. C. E. Cheng, “Wholesale or drop-shipping: Contract choices of the online retailer and the manufacturer in a dual-channel supply chain,” Int. J. Prod. Econ., no. 28, p. 107618, 2020.

[9] D. Q. Yao, H. Kurata, and S. K. Mukhopadhyay, “Incentives to reliable order fulfillment for an Internet drop-shipping supply chain,” Int. J. Prod.

Econ., vol. 113, no. 1, pp. 324–334, 2008.

[10] S. Ma, Z. Jemai, E. Sahin, and Y. Dallery, “The news-vendor problem with drop-shipping and resalable returns,” Int. J. Prod. Res., vol. 7543, no.

May, pp. 1–25, 2017.

[11] K. Liu and Z. Zhang, “Capacity allocation in a competitive multi-channel supply chain,” J. Syst. Sci. Syst. Eng., vol. 16, no. 4, pp. 450–468, 2007.

[12] Beske, P, International Journal of Physical Distribution & Logistics Management Management Article Title Page, International Journal of Physical Distribution & Logistics Management, vol. 42, no. 4, pp.5, 2012.

[13] Y. K. Chen, F. R. Chiu, W. H. Lin, and Y. C. Huang, “An integrated model for online product placement and inventory control problem in a drop- shipping optional environment,” Comput. Ind. Eng., vol. 117, no. May 2015, pp. 71–80, 2018.

[14] X. Gan, S. P. Sethi, and J. Zhou, “Commitment-penalty contracts in drop- shipping supply chains with asymmetric demand information,” Eur. J.

Oper. Res., vol. 204, no. 3, pp. 449–462, 2010.

[15] M. Khouja and A. C. Stylianou, “A (Q, R) inventory model with a drop- shipping option for e-business,” Omega, vol. 37, no. 4, pp. 896–908, 2009.

[16] T. Cheong, M. Goh, and S. H. Song, “Effect of inventory information discrepancy in a drop-shipping supply Chain,” Decis. Sci., vol. 46, no. 1, pp. 193–213, 2015.

[17] J. Chen, Y. Chen, M. Parlar, and Y. Xiao, “Optimal inventory and admission policies for drop-shipping retailers serving in-store and online customers,” IIE Trans. (Institute Ind. Eng., vol. 43, no. 5, pp. 332–347, 2011.

[18] W. K. Chiang and Y. Feng, “Retailer or e-tailer? Strategic pricing and economic-lot-size decisions in a competitive supply chain with drop- shipping,” J. Oper. Res. Soc., vol. 61, no. 11, pp. 1645–1653, 2010.

[19] S. Ma and Z. Jemai, “Inventory rationing for the News-Vendor problem with a drop-shipping option,” Appl. Math. Model., vol. 71, pp. 438–451, 2019.

RO-51 DAFTAR PUSTAKA

Gambar

Gambar 1. Langkah Systematic Literature Review   III.  H ASIL DAN  P EMBAHASAN A.  Drop-shipping dalam supply chain
Gambar 5. Persentase penggunaan strategi drop-shipping oleh retailer dan  supplier

Referensi

Dokumen terkait

Tentunya dalam proses penelitian, penulisan serta penyusunan skripsi ini banyak kendala yang dihadapi penulis, namun berkat bantuan yang diberikan oleh

Bagaimana masyarakat juga mempercayakan aspirasi, sebab itu bagi bagian Humas melakukan publikasi melalui media massa sangat dibutuhkan guna memperlancar jalanya

Setiap orang yang mengikat diri dengan TUHAN menjadi satu roh dengan TUHAN sebab TUHAN akan mencurahkan Roh KudusNYA kepada kita sepanjang kita mentaati hukum-hukum ALLAH

Informasi dan opini yang tercantum dalam Press Release ini tidak diverifikasi secara independen dan tidak ada satupun yang mewakili atau menjamin, baik dinyatakan secara jelas

– 2a-: Systematic reviews of cohort studies displaying worrisome heterogeneity – 2b: Individual cohort study or low quality randomized controlled trials

Oleh karena itu perlu dilakukan studi keberlanjutan mengenai dampak alih guna lahan pertanian ke sektor non-pertanian terhadap kesempatan kerja dan pendapatan rumah

dipraktikkan oleh kebanyakan Institusi kewangan Islam di Malaysia, sebahagian Ulama berpandangan bahawa isu Syariah berkemungkinan berlaku kerana wakil yang akan membeli komoditi

Tahap pertama adalah kegiatan penerimaan BBM dilakukan dari mobil tangki pengangkut BBM ke dalam Tangki Timbun, pada proses pengisian ini yang perlu