Anggadinata Y., 1997, Pengukuran Kinerja Menggunakan Objective Matrix Sebagai Cara Meningkatkan Produktivitas Proyek, MMBAT, ITB.
Ghebrit, K.S., 2004, The Impact of Management Practises on Productivity in the Eritrean Fishing Industry, Faculty of Economic and Management Sciences University of Pretoria, dikutip dari http://upetd.up.ac.za/thesis/available/etd‐08272004‐083311.
Indonesiapower.co.id, 2006a, Bisnis Utama, dikutip 10 September, 2006 dari
http://www.indonesiapower.co.id/Bisnis/BisnisUtama/tabid/60/Default.aspx.Indonesiapower.co.id, 2006b, Profil Perusahaan, dikutip 01 Agustus, 2006 dari
http://www.indonesiapower.co.id/psekilas.htm.Indonesia Power, 2006a, Laporan Tahunan 2005, Jakarta: PT. Indonesia Power.
Indonesia Power, 2006b, Statistik Indonesia Power Tahun 2005, Jakarta: Divisi Sistem Informasi Perkantoran PT. Indonesia Power.
Indonesia Power UBP Kamojang, 2006, Manual Organisasi Sistem Manajemen Terpadu Revisi 01, dokumen yang tidak dipublikasikan.
Neely, A., Adams, C., & Kennerley, M., 2002, The Performance Prism: The Scorecard for Measuring and Managing Business Success, Harlow, Great Britain: Pearson Education Limited.
Parsons, J., 2001, Current Approaches to Measurement Within The Service Sector & Service Sector / White Collar Institutions, In Productivity Measurement in The Service Sector: Report on the APO Symposium on Productivity Measurement in The Service Sector, 1 – 4 August 2000, Tokyo, Japan: Asian Productivity Organization, dikutip dari
http://www.apo‐tokyo.org/00e‐books/IS‐12_ProdMeasure/02.parsons1.prod.meas.pdf.
Saaty, T.L., 1988, Multicriteria Decision Making: The Analytic Hierarchy Process, Pitssburgh, USA: University of Pittsburgh
Sekaran, U., 2003, Research Methods for Business: A Skill Building Approach, New York, USA: John Wiley & Sons, Inc.
Wibisono, D., 2006a, Manajemen Kinerja: Konsep, Desain & Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan, Jakarta: Penerbit Erlangga.
Wibisono, D., 2006b, Performance Management and Benchmarking, Reading Material II: Gap Analysis and Analitycal Hierarchy Process, MBA Program SBM‐ITB, dokumen yang tidak dipublikasikan.
LAMPIRAN
Deviasi realisasi dengan anggaran biaya &
pengeluaran lainnya
Jam kerja operasi pembangkit dalam setahun
Pembuatan dan evaluasi RJP unit dalam laporan
Jumlah pemakaian sendiri energi listrik
Rasio laba bersih dengan biaya / Harga Pokok Produksi
Jumlah kewajiban yang berhasil diselesaikan
Tingkat kerusakan berulang
Tingkat kecepatan masa pemeliharaan
Temuan audit internal bidang pemeliharaan
dan keuangan
Respon per bagian dlm penyelesaian masalah
Jumlah penghasilan aneka usaha
Tingkat biaya operasi dan pemeliharaan per
KwH PROCESS STRATEGY
STAKEHOLDER SATISFACTION
Ketepatan penyampaian laporan per bagian sesuai peraturan Tingkat kegagalan berulang Jumlah dan bobot temuan audit dari
Pusat Tingkat pencapaian laba
Performa laporan keuangan
STAKEHOLDER CONTRIBUTION
Deviasi persetujuan anggaran oleh kantor pusat
Ketepatan permintaan pengiriman alokasi tunai minggu I & III / bln Sumbang saran atau bimbingan permasalahan pada unit oleh pusat
Tingkat sosialisasi peraturan dan kebijakan pusat
CAPABILITY
Konsistensi penggunaan sistem
dan aplikasi
Laporan manajemen resiko
Penilaian terhadap brand
Tren temuan audit pusat
80
A.2. Lingkup Stakeholder Pelanggan
Tren penyediaan energi listrik
Tren kenaikan penjualan / Rencana Operasi Harian
Tingkat kualitas tegangan dan frekuensi
Tingkat kecepatan masuk dalam jaringan interkoneksi
Tingkat gangguan dan derating operasi pembangkitan
Deviasi negatif capacity factor terhadap load factor
Ketersediaan Energi Listrik (EAF)
Faktor terencana terhadap ketidaksiapan
energi (POF)
Tingkat ketidaksiapan tak terencana (EFOR)
Frekuensi ketidaksiapan mendadak (SOF)
Temuan audit internal bidang operasi dan
niaga
Penambahan nilai penjualan energi / ROH
PROCESS STRATEGY
STAKEHOLDER SATISFACTION
Tingkat kepuasan pelanggan (Survey)
Benchmark daya kompetisi (kualitas/layanan/nilai) Tingkat komplain pelanggan
Tingkat penghematan pembelian
Retur atau kegagalan pembelian
CAPABILITY
Tingkat penerapan SMM
Tingkat penerapan ProNIA
Penerimaan per penjualan
Harga jual komparatif (benchmark) STAKEHOLDER CONTRIBUTION
Analisa profitabilitas pelanggan
Loyalitas pelanggan Nilai bisnis yang hilang (akibat
kompetitor) Umpan balik dan saran dari
customer Penerimaan data forecast
permintaan energi Akurasi forecast permintaan
Tingkat respon teknis terhadap keluhan
pelanggan
Tingkat penerapan budaya perusahaan
Tingkat keahlian pegawai
Tingkat penerimaan pegawai baru
Tingkat inovasi pegawai
Tren temuan audit bidang kepegawaian &
SDM
Tingkat performa saluran komunikasi pegawai
Laporan dan kuesioner budaya perusahaan
Tingkat pendidikan dan pelatihan pegawai
Hasil uji calon calon pegawai (CoOP)
Tingkat penggunaan KKC
Tingkat kecelakaan kerja
Pencapaian target kinerja per pegawai
PROCESS STRATEGY
STAKEHOLDER SATISFACTION
Tingkat kepuasan pegawai (Survey) Perputaran pegawai keluar dan
masuk
Profil alasan pegawai keluar (interview) Tingkat keluhan pegawai Relevansi dan kualitas pendidikan
dan pelatihan
CAPABILITY
STAKEHOLDER CONTRIBUTION
Penjualan per biaya kepegawaian
Output / Produktivitas pegawai
Absensi pegawai
Umpan balik dari pegawai / PP
Pengembangan performa pegawai Kemauan untuk menambah
keahlian
Tingkat pemanfaatan sistem P3JJ
Konsistensi penerapan IP HAPPPI
Konsistensi penyusunan TNA
Tingkat penerapan punish & reward
system
Pemenuhan standar rekrutment
Tingkat penerapan SMK3
82
A.4. Lingkup Stakeholder Supplier
Tren performa supplier
Tingkat pembatalan kontrak
Tren waktu pembayaran
Tren waktu penyelesaian kontrak
Tren temuan internal audit terkait proses pengadaan barang & jasa
Tingkat penyelesaian rencana kebutuhan
Jangka waktu pembayaran
Jangka waktu proses pembuatan kontrak
Jangka waktu penyelesaian berita
acara
Tingkat kelengkapan anggaran tunai
Tingkat respon terhadap supplier
PROCESS STRATEGY
STAKEHOLDER SATISFACTION
Tingkat kepuasan supplier (Survey) Tren pembelanjaan rata rata per
rekanan
Rata rata retensi suplier (masa kerja)
Tingkat perubahan kontrak/
spesifikasi
CAPABILITY
STAKEHOLDER CONTRIBUTION
Kontribusi supplier terhadap efisiensi dan penerimaan Tingkat komplain terhadap performa
supplier
Tingkat ketidaktepatan kualitas
Tingkat keterlambatan pengiriman
Tingkat permasalahan purna jual Tingkat sumbang saran supplier
terhadap perbaikan
Nilai tambah dari negosiasi pembelian
Jumlah kontrak diproses melalui e-proc
Tingkat kepatuhan prosedur APARCM
Tingkat penyelenggaraan
raport suplier
Tingkat kelengkapan database harga
Temuan internal audit terkait proses logistik
PT. Indonesia Power UBP Kamojang
B.1. Lingkup Stakeholder Kantor Induk
NAMA KPI Pencapaian Laba
DEFINISI KPI Tingkat kemampuan mencapai laba bersih unit bisnis pada setiap periode
KODE / NOMOR 01
KATEGORI Higher is better
SATUAN Prosentase
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Laba Bersih x 100%
Pendapatan Usaha
NAMA KPI Performa Laporan Keuangan
DEFINISI KPI Ketepatan dan keandalan penyajian laporan keuangan KODE / NOMOR 02
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Bulanan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Kualitatif (berdasar temuan audit laporan keuangan dan audit internal bidang keuangan)
NAMA KPI Permintaan Alokasi Tunai
DEFINISI KPI Ketepatan penyampaian proyeksi tunai dua mingguan KODE / NOMOR 03
KATEGORI Lower is better
SATUAN Hari
PERIODE PENGUKURAN Dua Mingguan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Hari keterlambatan pengajuan proyeksi
NAMA KPI Sosialisasi Peraturan & Kebijakan Pusat
DEFINISI KPI Tingkat pengadaan sosialisasi dalam jangka waktu yang ditetapkan terhadap setiap peraturan/kebijakan pusat dihadiri oleh setiap bidang terkait
KODE / NOMOR 04
KATEGORI Higher is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Setiap terbit peraturan/kebijakan baru FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah pengadaan sosialisasi sesuai dipersyaratkan
NAMA KPI Jam Kerja Operasi Pembangkit
DEFINISI KPI Lamanya pembangkit beroperasi dan terhubung pada jaringan interkoneksi
KODE / NOMOR 05
KATEGORI Higher is better
SATUAN Jam
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah jam pembangkit beroperasi
NAMA KPI Rasio Laba Bersih Operasi dan Harga Pokok Produksi DEFINISI KPI Perbandingan antara laba bersih operasi terhadap biaya
atau harga pokok produksi KODE / NOMOR 06
KATEGORI Higher is better SATUAN Prosentase (%) PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Laba Bersih Operasi
Harga Pokok Produksi x 100%
NAMA KPI Penyelesaian Kewajiban
DEFINISI KPI Tingkat penyelesaian atas penugasan dari kantor pusat KODE / NOMOR 07
KATEGORI Higher is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Setiap ada penugasan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah penyelesaian atas penugasan yang diberikan oleh kantor pusat dan didukung dengan laporan penyelesaian
NAMA KPI Kerusakan Berulang
DEFINISI KPI Tingkat kejadian kerusakan berulang dengan sifat dan jenis yang sama
KODE / NOMOR 08
KATEGORI Lower is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Setiap ada kerusakan mesin / pembangkitan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Frekuensi kerusakan berulang
NAMA KPI Penyelesaian Waktu Pemeliharaan
DEFINISI KPI Tingkat kecepatan penyelesaian dalam masa pemeliharaan peralatan / pembangkitan
KODE / NOMOR 09
KATEGORI Lower is better
SATUAN Jam
PERIODE PENGUKURAN Setiap terjadi pemeliharaan besar FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah jam pemeliharaan
NAMA KPI Penyelesaian Masalah
DEFINISI KPI Respon masing masing bagian dalam penyelesaian masalah yang muncul
KODE / NOMOR 10
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Kualitatif
PT. Indonesia Power UBP Kamojang (Lanjutan)
NAMA KPI Biaya Operasi dan Pemeliharaan
DEFINISI KPI Tingkat pengeluaran biaya operasi dan pemeliharaan dibandingkan dengan KwH yang berhasil diproduksi KODE / NOMOR 11
KATEGORI Lower is better SATUAN Rupiah per KwH PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Biaya Operasi & Pemeliharaan Jumlah Produksi Energi Listrik
NAMA KPI Penggunaan Sistem dan Aplikasi
DEFINISI KPI Konsistensi terhadap penggunaan sistem dan aplikasi KODE / NOMOR 12
KATEGORI Lower is better SATUAN Prosentase (%) PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah Proses Manual
Total Proses x 100%
NAMA KPI Manajemen Resiko
DEFINISI KPI Tingkat penerapan dan pelaporan manajemen resiko KODE / NOMOR 13
KATEGORI Higher is better SATUAN Prosentase (%) PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah Laporan Manajemen Resiko Total Proses Menggunakan
Manajemen Resiko x 100%
NAMA KPI Temuan Audit Pusat
DEFINISI KPI Tingkat kemajuan hasil audit yang dilakukan oleh kontrol internal Kantor Pusat
KODE / NOMOR 14
KATEGORI Higher is better
SATUAN Prosentase
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN (Nila Audit Saat Ini - Nilai Audit Sebelumnya)
Nilai Audit Periode Sebelumnya x 100%
B.2. Lingkup Stakeholder Pelanggan
NAMA KPI Kepuasan Pelanggan
DEFINISI KPI Tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan unit bisnis KODE / NOMOR 15
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Kualitatif
NAMA KPI Daya Kompetisi
DEFINISI KPI Tingkat daya saing unit bisnis dilihat dari sisi kualitas, layanan dan nilai
KODE / NOMOR 16
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Benchmark terhadap perusahaan sejenis
NAMA KPI Keluhan Pelanggan
DEFINISI KPI Tingkat keluhan atau komplain dari pelanggan KODE / NOMOR 17
KATEGORI Lower is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah komplain yang ditujukan kepada unit bisnis
NAMA KPI Penghematan Pembelian
DEFINISI KPI Jumlah penghematan pembelian oleh pelanggan
dibandingkan dengan apabila pembelian dilakukan kepada pesaing
KODE / NOMOR 18
KATEGORI Higher is better
SATUAN Rupiah
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Harga Jual Unit Bisnis – Harga Jual Perusahaan Sejenis
NAMA KPI Kehilangan Bisnis
DEFINISI KPI Nilai bisnis yang hilang akibat keunggulan kompetitor KODE / NOMOR 19
KATEGORI Lower is better
SATUAN Rupiah
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah rupiah yang seharusnya dapat diraih dalam kondisi normal
PT. Indonesia Power UBP Kamojang (Lanjutan)
NAMA KPI Kualitas Produksi
DEFINISI KPI Tingkat kualitas tegangan dan frekuensi energi yang diproduksi
KODE / NOMOR 20
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah dan bobot kedip tegangan serta stabilitas frekuensi
NAMA KPI Ketrampilan Interkoneksi
DEFINISI KPI Tingkat kecepatan masuk dalam jaringan interkoneksi setelah unit mengalami stop operasi
KODE / NOMOR 21
KATEGORI Higher is better
SATUAN Detik
PERIODE PENGUKURAN Setiap usaha masuk dalam jaringan interkoneksi FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk terhubung dalam jaringan sejak unit dinyatakan selesai dari pemeliharaan
NAMA KPI Gangguan Operasi Pembangkitan
DEFINISI KPI Tingkat gangguan dan derating pada saat operasi pembangkitan
KODE / NOMOR 22
KATEGORI Lower is better SATUAN Frekuensi / kali PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Frekuensi unit mengalami gangguan dan derating sesuai pembobotan
NAMA KPI Ketersediaan Energi Listrik
DEFINISI KPI Ekuivalen availability factor dengan memperhitungkan dampak dari derating pembangkit
KODE / NOMOR 23
KATEGORI Higher is better SATUAN Prosentase (%) PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN
∑ [Daya Terpasang x EAF Mesin]
Daya Terpasang x 100%
EAFmesin = EAFUBP =
x 100%
∑ [Dependable Capacity x Jam Tersedia]
[Daya Terpasang x Jam Periode]
NAMA KPI Ketidaksiapan Terencana
DEFINISI KPI Perbandingan dari jumlah jam unit pembangkit keluar terencana terhadap jumlah jam pada periode tertentu KODE / NOMOR 24
KATEGORI Nominal is better SATUAN Prosentase (%) PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN
∑ [Daya Terpasang x POF Mesin]
Daya Terpasang mesin x 100%
POFmesin = POFUBP =
x 100%
∑ Jam Keluar Pemeliharaan Terencana Jam Periode
NAMA KPI Ketidaksiapan Tidak Terencana
DEFINISI KPI Perbandingan jumlah jam unit keluar paksa ditambah jumlah derating paksa terhadap jumlah jam keluar paksa ditambah jumlah jam operasi dan jumlah jam derating paksa
KODE / NOMOR 25
KATEGORI Lower is better
SATUAN Prosentase
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN FOH + EFDH
FOH + SH + EFDHDRS x 100%
EFORUBP =
NAMA KPI Ketidaksiapan Mendadak
DEFINISI KPI Frekuensi ketidaksiapan mendadak yang dialami oleh unit bisnis
KODE / NOMOR 26
KATEGORI Lower is Better
SATUAN Frekuensi
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN
∑ [Jam Operasi x SOF Mesin
∑ Jam Operasi x 100%
SOFmesin = SOFUBP =
x 100%
Jumlah Keluar Paksa x Jam Periode Jam Operasi
NAMA KPI Sistem Manajemen Mutu
DEFINISI KPI Tingkat penerapan Sistem Manajemen Mutu KODE / NOMOR 27
KATEGORI Higher is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Setiap audit SMM FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah dan bobot hasil temuan audit SMM
PT. Indonesia Power UBP Kamojang (Lanjutan)
NAMA KPI Penerimaan Kas dari Penjualan
DEFINISI KPI Jumlah kas diterima dibanding dengan total penjualan KODE / NOMOR 28
KATEGORI Higher is better
SATUAN Prosentase
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Droping Tunai
Pendapatan Usaha x 100%
NAMA KPI Harga Jual Komparatif
DEFINISI KPI Keunggulan harga jual dibanding dengan rata rata harga pasar
KODE / NOMOR 29
KATEGORI Lower is better
SATUAN Prosentase
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Harga Pasar / BenchmarkHarga Jual x 100%
B.3. Lingkup Stakeholder Pegawai
NAMA KPI Kepuasan Pegawai
DEFINISI KPI Tingkat kepuasan yang dirasakan oleh pegawai terhadap perusahaan
KODE / NOMOR 30
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Kualitatif
NAMA KPI Relevansi & Kualitas Pendidikan dan Pelatihan
DEFINISI KPI Relevansi dan kualitas Pendidikan & Pelatihan terhadap kebutuhan SDM
KODE / NOMOR 31
KATEGORI Higher is better SATUAN Prosentase (%) PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah Diklat di Luar Program TNA
Total Program Diklat x 100%
NAMA KPI Kapasitas Proses Kepegawaian Menghasilkan Penjualan DEFINISI KPI Perbandingan antara penjualan dengan biaya kepegawaian KODE / NOMOR 32
KATEGORI Higher is better SATUAN Prosentase (%) PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Pendapatan Usaha
Biaya Kepegawaian x 100%
NAMA KPI Produktivitas Pegawai
DEFINISI KPI Kemampuan pegawai untuk menghasilkan energi KODE / NOMOR 33
KATEGORI Higher is better SATUAN Orang per KwH PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Produksi Energi Listrik Jumlah Pegawai
NAMA KPI Pengembangan Performa Pegawai
DEFINISI KPI Kemajuan performa masing masing pegawai dihubungkan dengan kompetensi pendukung dan kompetensi inti KODE / NOMOR 34
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Kualitatif
PT. Indonesia Power UBP Kamojang (Lanjutan)
NAMA KPI Penambahan Keahlian
DEFINISI KPI Jumlah keahlian baru yang dicapai oleh masing masing pegawai
KODE / NOMOR 35
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah kenaikan grade P3JJ yang dicapai pegawai unit bisnis
NAMA KPI Penerapan Budaya Perusahaan
DEFINISI KPI Tingkat penerapan IP HAPPPI sebagai budaya perusahaan KODE / NOMOR 36
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Kualitatif
NAMA KPI Keahlian Pegawai
DEFINISI KPI Tingkat keahlian pegawai yang berhasil dicapai KODE / NOMOR 37
KATEGORI Higher is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah sertifikasi atas pegawai
NAMA KPI Inovasi Pegawai
DEFINISI KPI Tingkat inovasi pegawai terhadap pekerjaan dan unit bisnis KODE / NOMOR 38
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 100 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Nilai karya tulis inovasi yang berhasil diterapkan
NAMA KPI Penyelenggaraan Pendidikan & Pelatihan
DEFINISI KPI Tingkat penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan KODE / NOMOR 39
KATEGORI Higher is better
SATUAN Hari Orang
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah Hari Orang Training (HOT)
NAMA KPI Kecelakaan Kerja
DEFINISI KPI Tingkat kecelakaan pada saat melakukan tugas kerja KODE / NOMOR 40
KATEGORI Lower is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah dan Bobot kecelakaan kerja
NAMA KPI Pencapaian Target Pegawai
DEFINISI KPI Tingkat pencapaian target target pegawai berdasar job desc KODE / NOMOR 41
KATEGORI Higher is better SATUAN Prosentase (%) PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah Pegawai Tidak Mencapai Target
Total Pegawai Unit Bisnis x 100%
NAMA KPI Punish & Reward System
DEFINISI KPI Konsistensi penerapan Punish & Reward System KODE / NOMOR 42
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Kualitatif
NAMA KPI Standar Rekruitmen
DEFINISI KPI Penerapan dan pemenuhan standar rekruitmen pegawai baru
KODE / NOMOR 43
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5
PERIODE PENGUKURAN Setiap program rekruitmen pegawai baru FORMULA / CARA
PENGUKURAN Kualitatif
NAMA KPI Sistem Keamanan dan Keselamatan Kerja
DEFINISI KPI Konsistensi penerapan sistem keamanan dan keselamatan kerja
KODE / NOMOR 44
KATEGORI Lower is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Setiap audit SMK3 FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah dan bobot temuan audit SMK3
PT. Indonesia Power UBP Kamojang (Lanjutan)
B.4. Lingkup Stakeholder Supplier
NAMA KPI Kepuasan Supplier
DEFINISI KPI Tingkat kepuasan yang dimiliki oleh Supplier terhadap unit bisnis
KODE / NOMOR 45
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Kualitatif
NAMA KPI Perubahan Kontrak
DEFINISI KPI Tingkat perubahan spesifikasi atau pasal dalam kontrak KODE / NOMOR 46
KATEGORI Lower is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Setiap masa kontrak FORMULA / CARA
PENGUKURAN Frekuensi perubahan kontrak
NAMA KPI Pemenuhan Kualitas
DEFINISI KPI Tingkat ketidaksesuaian kualitas antara pesanan dengan pengadaan barang/jasa
KODE / NOMOR 47
KATEGORI Lower is better
SATUAN Prosentase
PERIODE PENGUKURAN Setiap penilaian barang dan jasa FORMULA / CARA
PENGUKURAN Nilai Barang/Jasa Cacat
Total Pengadaan Barang/Jasa x 100%
NAMA KPI Ketepatan Pengiriman
DEFINISI KPI Tingkat ketidaktepatan waktu pengiriman barang KODE / NOMOR 48
KATEGORI Nominal is better
SATUAN Hari
PERIODE PENGUKURAN Setiap penegiriman dan atau penyelesaian barang/jasa FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah hari terlambat atau mendahului jadwal pengiriman
NAMA KPI Perubahan Performa Supplier
DEFINISI KPI Tren dari kinerja yang ditunjukkan oleh supplier KODE / NOMOR 49
KATEGORI Higher is better
SATUAN Prosentase
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN (Nilai Kinerja Supplier Saat Ini - Nilai Kinerja Sebelumnya)
Nilai Kinerja Supplier Periode Sebelumnya x 100%
NAMA KPI Kemajuan Penyelesaian Pembayaran
DEFINISI KPI Tren kemajuan terhadap percepatan penyelesaian pembayaran
KODE / NOMOR 50
KATEGORI Higher is better
SATUAN Prosentase
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN (Rata rata Masa Pembayaran Saat Ini - Rata rata Sebelumnya)
Rata-rata Masa Pembayaran Periode Sebelumnya x 100%
NAMA KPI Kemajuan Hasil Internal Audit Pengadaan Barang & Jasa DEFINISI KPI Tren kemajuan atas hasil internal audit pengadaan barang
dan jasa KODE / NOMOR 51
KATEGORI Higher is better
SATUAN Prosentase
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN (Nila Audit Saat Ini - Nilai Audit Sebelumnya)
Nilai Audit Periode Sebelumnya x 100%
NAMA KPI Penyelesaian Rencana Kebutuhan
DEFINISI KPI Tingkat realisasi rencana kebutuhan sampai dengan kontrak pengadaan barang dan jasa
KODE / NOMOR 52
KATEGORI Higher is better
SATUAN Prosentase
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Realisasi Rencana Kebutuhan (Kontrak)
Total Rencana Kebutuhan Barang & Jasa x 100%
NAMA KPI Jangka Pembayaran
DEFINISI KPI Kecepatan penyelesaian pembayaran sejak diterimanya tagihan secara lengkap
KODE / NOMOR 53
KATEGORI Higher is better
SATUAN Hari
PERIODE PENGUKURAN Setiap pembayaran ke supplier FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah hari keterlambatan pembayaran di atas standar waktu yang telah ditetapkan
NAMA KPI Hasil Internal Audit Logistik
DEFINISI KPI Tingkat temuan atas audit internal pada proses logistik KODE / NOMOR 54
KATEGORI Lower is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah dan bobot temuan audit
PT. Indonesia Power UBP Kamojang (Lanjutan)
NAMA KPI Nilai Tambah Pembelian
DEFINISI KPI Nilai tambah yang didapat dari adanya negosiasi pembelian KODE / NOMOR 55
KATEGORI Higher is better
SATUAN Rupiah
PERIODE PENGUKURAN Setiap proses pembelian FORMULA / CARA
PENGUKURAN Selisih rupiah kontrak pengadaan barang dan jasa terhadap HPS
NAMA KPI E-Procurement
DEFINISI KPI Tingkat penyelenggaraan e-procurement dalam proses lelang pengadaan barang dan jasa
KODE / NOMOR 56
KATEGORI Higher is better
SATUAN Prosentase
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah Kontrak E-Procurement
Total Lelang Pengadaan Barang dan Jasa x 100%
B.5. Lingkup Stakeholder Pemerintah & Lingkungan/Komunitas Lain
NAMA KPI Pengulangan Ketidakpatuhan
DEFINISI KPI Tingkat pengulangan pelanggaran terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah / badan regulator lainnya KODE / NOMOR 57
KATEGORI Lower is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah dan bobot pelanggaran
NAMA KPI Persepsi Masyarakat
DEFINISI KPI Persepsi yang dimiliki oleh masyarakat sekitar terhadap perusahaan / unit bisnis
KODE / NOMOR 58
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Kualitatif
NAMA KPI Penciptaan Lapangan Kerja
DEFINISI KPI Tingkat perekrutan tenaga kerja yang melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian comdev KODE / NOMOR 59
KATEGORI Higher is better
SATUAN Hari orang
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah hari orang kerja atas pekerjaan yang merekrut SDM dari masyarakat sekitar
NAMA KPI Sumbangsih Regulator
DEFINISI KPI Peranan regulator terhadap perusahaan dalam menunjang kelancaran proses bisnis
KODE / NOMOR 60
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Kualitatif
PT. Indonesia Power UBP Kamojang (Lanjutan)
NAMA KPI Gangguan Komunitas Lokal
DEFINISI KPI Tingkat kegiatan komunitas lokal yang menimbulkan gangguan terhadap unit bisnis
KODE / NOMOR 61
KATEGORI Lower is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah dan bobot gangguan terhadap proses bisnis
NAMA KPI Respon Terhadap Lingkungan
DEFINISI KPI Tingkat kepedulian perusahaan terhadap perubahan/aktivitas dalam lingkungan KODE / NOMOR 62
KATEGORI Higher is better
SATUAN Hari
PERIODE PENGUKURAN Setiap aktivitas yang membutuhkan respon FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah hari penyelesaian atau tindak lanjut terhadap kejadian di lingkungan sekitar
NAMA KPI Pemenuhan Kewajiban Terhadap Pemerintah & Lingkungan DEFINISI KPI Tingkat pemenuhan kewajiban terhadap pemerintah dan
lingkungan/masyarakat sekitar termasuk program community development
KODE / NOMOR 63
KATEGORI Higher is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah dan bobot community development
NAMA KPI Temuan Audit Kepatuhan
DEFINISI KPI Tingkat temuan atas audit kepatuhan KODE / NOMOR 64
KATEGORI Lower is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Triwulan FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah dan bobot atas hasil temuan audit kepatuhan
NAMA KPI Respon Terhadap Peraturan Baru
DEFINISI KPI Tingkat kepedulian unit bisnis untuk merespon perubahan khususnya di bidang peraturan dan hukum
KODE / NOMOR 65
KATEGORI Higher is better
SATUAN Hari
PERIODE PENGUKURAN Setiap muncul peraturan baru FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jangka waktu sosialisasi dan penerapan peraturan baru dihitung sejak tanggal peraturan berlaku.
NAMA KPI Sistem Manajemen Lingkungan
DEFINISI KPI Tingkat konsistensi penerapan sistem manajemen lingkungan
KODE / NOMOR 66
KATEGORI Lower is better
SATUAN Unit
PERIODE PENGUKURAN Setiap audit SML FORMULA / CARA
PENGUKURAN Jumlah dan bobot audit sistem manajemen lingkungan (ISO 14001)
NAMA KPI Hubungan dengan Lingkungan & Regulator
DEFINISI KPI Kualitas hubungan unit bisnis dengan lingkungan dan regulator
KODE / NOMOR 67
KATEGORI Higher is better
SATUAN Skala 1 sampai dengan 5 PERIODE PENGUKURAN Triwulan
FORMULA / CARA
PENGUKURAN Kualitatif
Power UBP Kamojang
C.1. Pembobotan Berdasar Distributive Model
Power UBP Kamojang (Lanjutan)
C.2. Pembobotan Berdasar Ideal Model
D.1. Kuesioner Pembobotan Stakeholder
Performance Prism Questionaire 1. Kantor Induk dan investor 2. Pelanggan
3. Pegawai
4. Supplier dan Rekanan
5. Pemerintah dan Lingkungan Sekitar
1. ………...
2. ………...
3. ………...
4. ………...
5. ………...
Setelah itu anda dapat membandingkan tingkat kepentingan secara berpasangan, sebagaimana di bawah ini.
Petunjuk Pengisian :
1. sama penting dengan 3. agak lebih penting daripada 5. lebih penting daripada 7. jauh lebih penting daripada 9. mutlak lebih penting Pertanyaan dan Pernyataan :
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Supplier & Rekanan Pemerintah &
Komunitas Lain Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui parameter parameter kinerja yang dianggap penting dan dapat digunakan dalam memantau performa PT Indonesia Power khususnya Unit Bisnis Pembangkitan Kamojang berdasar metode performance prism. Pemilihan parameter kinerja yang tepat tentunya akan dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya, oleh karenanya diharapkan partisipasi Bapak/Ibu/Sdr/i dalam mengisi atau menjawab pertanyaan dan pernyataan yang ada secara lengkap. Perlu diketahui, tidak ada jawaban yang benar atau salah dalam menjawab kuisioner ini dan semua jawaban akan ditampung sesuai dengan keperluan penelitian serta akan dijamin kerahasiaannya.
Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang Bapak/Ibu/Sdr/i berikan.
Anda diminta untuk menentukan prioritas kepentingan PT Indonesia Power terhadap golongan stakeholder berikut :
Untuk membantu konsistensi jawaban anda, pertama tama dapat dibuat urutan dari prioritas kepentingan aspek di atas sebagai berikut:
Lingkari pada kolom sesuai pendapat anda. Nilai 1 adalah jika aspek di kolom kanan dan kiri memiliki tingkat kepentingan sama. Apabila aspek di kolom kiri lebih penting, maka beri tanda X pada kotak yang sesuai.Demikian pula jika aspek di kolom sebelah kanan lebih penting maka beri tanda pada kotak yang sesuai.
2, 4, 6, dan 8 merupakan nilai tengah di antara dua penilaian yang berdampingan, nilai ini diberikan jika diperlukan adanya kompromi diantara 2 pilihan.
Untuk mencapai tingkat kemajuan perusahaan yang berkesinambungan maka tingkat perbandingan kepentingan dari aspek di bawah ini adalah sebagai berikut :
Supplier & Rekanan
Pelanggan Pemerintah &
Komunitas Lain
Pegawai Supplier & Rekanan
Supplier & Rekanan Pemerintah &
Komunitas Lain
Pemerintah &
Komunitas Lain
ASPEK ASPEK
Pelanggan Pegawai
Kantor Induk &
Investor Kantor Induk &
Investor
Pegawai
SKALA PENILAIAN
Pelanggan Kantor Induk &
Investor Kantor Induk &
Investor
Pelanggan Pegawai
PERANCANGAN PENGUKURAN KINERJA UNIT BISNIS BERDASAR PERFORMANCE PRISM
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 ...
2 ...
3 ...
4 ...
5 ...
Temuan audit internal bidang pemeliharaan dan keuangan Ketepatan penyampaian laporan per bagian sesuai peraturan
Selain parameter kinerja di atas, menurut anda, apakah masih terdapat parameter kinerja lainnya yang cukup penting dan dapat digunakan untuk memantau hasil kinerja PT Indonesia Power UBP Kamojang dari perspektif Kantor Induk dan Investor ? Jika ya sebutkan :
Konsistensi penggunaan sistem dan aplikasi Laporan manajemen resiko
Penilaian terhadap brand Tren temuan audit pusat
Respon per bagian dlm penyelesaian masalah Jam kerja operasi pembangkit dalam setahun Pembuatan dan evaluasi RJP unit dalam laporan Rasio laba bersih dengan biaya
Ketepatan permintaan pengiriman alokasi tunai minggu I & III / bln
Jumlah pemakaian sendiri energi listrik
Deviasi realisasi dengan anggaran biaya & pengeluaran lainnya
Jumlah penghasilan aneka usaha
Tingkat biaya operasi dan pemeliharaan per KwH Tingkat kerusakan berulang
Tingkat kecepatan masa pemeliharaan Tingkat pencapaian laba
Jumlah kewajiban yang berhasil diselesaikan
Sumbang saran atau bimbingan permasalahan pada unit oleh pusat Deviasi persetujuan anggaran oleh kantor pusat
Tingkat sosialisasi peraturan dan kebijakan pusat
SKALA
NO KEY PERFORMANCE INDICATOR
Berikut ini adalah beberapa parameter kinerja yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan kepuasan dan kontribusi stakeholder PT Indonesia Power UBP Kamojang yaitu Kantor Induk dan Investor. Anda diminta untuk memberikan penilaian terhadap masing masing parameter tersebut dalam skala 1 (satu) apabila dipandang Sangat Tidak Berpengaruh , sampai dengan skala 9 (sembilan) apabila dipandang Sangat Berpengaruh terhadap performa perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada Kantor induk dan Investor.
SKALA KEY PERFORMANCE INDICATOR
NO
Performa laporan keuangan Tingkat kegagalan berulang
Jumlah dan bobot temuan audit dari Pusat
D.3. Kuesioner Pembobotan Parameter Kinerja Kelompok Pelanggan
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 ...
2 ...
3 ...
4 ...
5 ...
Penerimaan data forecast permintaan energi Akurasi forecast permintaan
Harga jual komparatif (benchmark)
Selain parameter kinerja di atas, menurut anda, apakah masih terdapat parameter kinerja lainnya yang cukup penting dan dapat digunakan untuk memantau hasil kinerja PT Indonesia Power UBP Kamojang dari perspektif Pelanggan ? Jika ya sebutkan :
Tingkat penerapan ProNIA Penerimaan per penjualan
Tingkat respon/pelayanan teknis terhadap keluhan pelanggan Temuan audit internal bidang operasi dan niaga
Penambahan nilai penjualan energi / ROH Deviasi negatif capacity factor terhadap load factor
Tingkat penerapan SMM Ketersediaan Energi Listrik (EAF)
Faktor terencana terhadap ketidaksiapan energi (POF) Tingkat ketidaksiapan tak terencana (EFOR)
Frekuensi ketidaksiapan mendadak (SOF)
Tren kenaikan penjualan / Rencana Operasi Harian Tingkat kualitas tegangan dan frekuensi
Tingkat kecepatan masuk dalam jaringan interkoneksi Tingkat gangguan dan derating operasi pembangkitan
NO KEY PERFORMANCE INDICATOR
Berikut ini adalah beberapa parameter kinerja yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan kepuasan dan kontribusi stakeholder PT Indonesia Power UBP Kamojang yaitu Pelanggan. Anda diminta untuk memberikan penilaian terhadap masing masing parameter tersebut dalamskala 1 (satu) apabila dipandang Sangat Tidak Berpengaruh , sampai dengan skala 9 (sembilan) apabila dipandang Sangat Berpengaruh terhadap performa perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada Pelanggan .
NO KEY PERFORMANCE INDICATOR SKALA
Tingkat komplain pelanggan Tingkat penghematan pembelian Retur atau kegagalan pembelian
SKALA Tingkat kepuasan pelanggan (Survey)
Benchmark daya kompetisi (kualitas/layanan/nilai)
Analisa profitabilitas pelanggan Loyalitas pelanggan
Nilai bisnis yang hilang (akibat kompetitor) Umpan balik dan saran dari customer
Tren penyediaan energi listrik
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 ...
2 ...
3 ...
4 ...
5 ...
Tingkat kepuasan pegawai (Survey) Perputaran pegawai keluar dan masuk
Pemenuhan standar rekrutment Profil alasan pegawai keluar (interview) Tingkat keluhan pegawai
Relevansi dan kualitas pendidikan dan pelatihan Penjualan per biaya kepegawaian
Output / Produktivitas pegawai
Berikut ini adalah beberapa parameter kinerja yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan kepuasan dan kontribusi stakeholder PT Indonesia Power UBP Kamojang yaitu Pegawai. Anda diminta untuk memberikan penilaian terhadap masing masing parameter tersebut dalam skala 1 (satu) apabila dipandang Sangat Tidak Berpengaruh , sampai dengan skala 9 (sembilan) apabila dipandang Sangat Berpengaruh terhadap performa perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada Pegawai .
NO KEY PERFORMANCE INDICATOR SKALA
Absensi pegawai
Umpan balik dari pegawai / PP
Tingkat penerapan budaya perusahaan Pengembangan performa pegawai Kemauan untuk menambah keahlian
Tingkat keahlian pegawai Tingkat penerimaan pegawai baru Tingkat inovasi pegawai
Tren temuan audit bidang kepegawaian & SDM Tingkat performa saluran komunikasi pegawai
Tingkat pemanfaatan sistem P3JJ
Laporan dan kuesioner budaya perusahaan Tingkat pendidikan dan pelatihan pegawai Hasil uji calon calon pegawai (CoOP) Tingkat penggunaan KKC
Tingkat kecelakaan kerja
Pencapaian target kinerja per pegawai
Konsistensi penerapan IP HAPPPI Konsistensi penyusunan TNA
Tingkat penerapan SMK3
NO KEY PERFORMANCE INDICATOR SKALA
Tingkat penerapan punish & reward system
Selain parameter kinerja di atas, menurut anda, apakah masih terdapat parameter kinerja lainnya yang cukup penting dan dapat digunakan untuk memantau hasil kinerja PT Indonesia Power UBP Kamojang dari perspektif Pegawai ? Jika ya sebutkan :
D.5. Kuesioner Pembobotan Parameter Kinerja Kelompok Supplier
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 ...
2 ...
3 ...
4 ...
5 ...
Nilai tambah dari negosiasi pembelian Tingkat penyelesaian rencana kebutuhan Jangka waktu pembayaran
Jangka waktu proses pembuatan kontrak Jangka waktu penyelesaian berita acara Tingkat kelengkapan anggaran tunai Tingkat respon terhadap supplier
Temuan internal audit terkait proses logistik Tingkat pembatalan kontrak
Tren waktu pembayaran Tren waktu penyelesaian kontrak
Tren temuan internal audit terkait proses pengadaan barang & jasa Tingkat keterlambatan pengiriman
Tren performa supplier
Tingkat permasalahan purna jual
Tingkat sumbang saran supplier terhadap perbaikan Kontribusi supplier terhadap efisiensi dan penerimaan Tingkat komplain terhadap performa supplier Tingkat ketidaktepatan kualitas
Berikut ini adalah beberapa parameter kinerja yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan kepuasan dan kontribusi stakeholder PT Indonesia Power UBP Kamojang yaitu Supplier dan Rekanan. Anda diminta untuk memberikan penilaian terhadap masing masing parameter tersebut dalam skala 1 (satu) apabila dipandang Sangat Tidak Berpengaruh , sampai dengan skala 9 (sembilan) apabila dipandang Sangat Berpengaruh terhadap performa perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada Supplier dan Rekanan .
NO KEY PERFORMANCE INDICATOR SKALA
SKALA Tingkat penyelenggaraan raport suplier
Selain parameter kinerja di atas, menurut anda, apakah masih terdapat parameter kinerja lainnya yang cukup penting dan dapat digunakan untuk memantau hasil kinerja PT Indonesia Power UBP Kamojang dari perspektif Supplier dan Rekanan ? Jika ya sebutkan :
Tingkat kepuasan supplier (Survey) Tren pembelanjaan rata rata per rekanan
Tingkat kelengkapan database harga Rata rata retensi suplier (masa kerja) Tingkat perubahan kontrak/spesifikasi
Jumlah kontrak diproses melalui e-proc Tingkat kepatuhan prosedur APARCM
NO KEY PERFORMANCE INDICATOR
lainnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 ...
2 ...
3 ...
4 ...
5 ...
Tingkat pengulangan ketidakpatuhan peraturan Tingkat dukungan terhadap komunitas lokal
Jumlah keahlian dan lapangan kerja bagi lingkungan sekitar Tingkat aktivitas kelompok penekan
Persepsi masyarakat terhadap perusahaan Tingkat investasi infrastruktur lokal
Tingkat respon terhadap permintaan perusahaan Tingkat sumbangsih pemerintah thd pengembangan
NO KEY PERFORMANCE INDICATOR SKALA
Berikut ini adalah beberapa parameter kinerja yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan kepuasan dan kontribusi stakeholder PT Indonesia Power UBP Kamojang yaitu Pemerintah dan Komunitas Lainnya. Anda diminta untuk memberikan penilaian terhadap masing masing parameter tersebut dalam skala 1 (satu) apabila dipandang Sangat Tidak Berpengaruh , sampai dengan skala 9 (sembilan) apabila dipandang Sangat Berpengaruh terhadap performa perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada Pemerintah dan Komunitas Lainnya .
Tren temuan audit kepatuhan
Tingkat respon perusahaan terhadap lingkungan
Tingkat pemenuhan kewajiban prshn thd lingkungan & pemerintah Tingkat sumbangsih komunitas thd pengembangan
Jumlah dan kualitas rekruitmen lokal
Jumlah dan nilai program community development Nilai dan kualitas pengadaan lokal
Tingkat gangguan dari komunitas lokal
Tingkat penerapan SML
Jumlah deviasi rencana & realisasi program community development Proporsi pengalokasian dana dan donasi
Temuan atas audit kepatuhan
Tingkat respon terhadap peraturan yang baru Tingkat kemudahan penyampaian informasi eksternal Tingkat penggunaan sumber daya lokal/lingkungan sekitar Tingkat penciptaan pekerjaan (langsung/tak langsung)
NO KEY PERFORMANCE INDICATOR SKALA
Tingkat kelengkapan database peraturan
Selain parameter kinerja di atas, menurut anda, apakah masih terdapat parameter kinerja lainnya yang cukup penting dan dapat digunakan untuk memantau hasil kinerja PT Indonesia Power UBP Kamojang dari perspektif Pemerintah dan Komunitas Lainnya ? Jika ya sebutkan :
Pemenuhan standar seleksi pendanaan & donasi
Kualitas hubungan dengan lingkungan sekitar dan regulator