PROMOSI PERPUSTAKAAN DI PERGURUAN TINGGI
Makalah D
I S U S U N
Oleh : SWANDI, SE NIP: 196210271989021001
PERPUSTAKAAN DAN SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2018
ABSTRAK
Setiap perpustakaan pada akhirnya berkeinginan agar semua upaya yang diusahakan dan biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan perpustakaan akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada pemustaka. Manfaat ini akan dicapai jika semua layanan perpustakaan dapat diakses dan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pemustaka. Akan tetapi disisi lain para pemustaka terkadang merasa malas untuk datang ke perpustakaan karena layanan yang bersifat monoton dan tidak menarik. Maka disinilah sangat diperlukan promosi perpustakaan di Perguruan Tinggi dengan jalan memperkenalkan perpustakaan/sosialisasi perpustakaan, pameran perpustakaan, pemajangan koleksi baru, papan pengumuman, personal selling, bedah buku dan temu pengarang, pekan atau temu ilmiah, pembuatan poster, brosur, leaflad, pembuatan website, menyelenggarakan lomba dan memberikan souvenir kepada pengguna Dengan adanya program yang menarik maka diharapkan ada peningkatan baik dalam hal penggunaan, efektivitas maupun kualitas layanan yang ada.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah saya panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga bisa berhasil menyelesaikan tulisan ini yang berjudul
“Promosi Perpustakaan di Perguruan Tinggi”.
Makalah ini merupakan hasil karya tulis saya untuk melengkapi persyaratan mengajukan Jabatan Fungsional Pustakawan Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang. Akhir kata penulis berharap agar kiranya makalah ini dapat berguna bagi orang yang membacanya.
Wassalam,
Swandi, SE
NIP 196210271989021001
DAFTAR ISI
Halaman
Abstrak... i
Kata Pengantar... ii
Daftar Isi... iii
I. PENDAHULUAN... 1
II. PROMOSI PERPUSTAKAAN DI PERGURUAN TINGGI 2.1 Pengertian Promosi Perpustakaan…... 3
2.2 Tujuan Promosi…………... 6
2.3 Langkah-Langkah Dalam Melakukan Promosi... 7
2.4 Faktor Keberhasilan Kegiatan Promosi…... 11
III. PENUTUP... 3.1. Kesimpulan... 14
3.2. Saran... 14
DAFTAR PUSTAKA... 15
BAB I PENDAHULUAN
Pemenuhan kebutuhan pemustaka menjadi prioritas utama dalam upaya promosi perpustakaan. Apabila pemustaka merasakan tingkat kepuasannya terabaikan, tentunya akan mempengaruhi minat kunjungan berikutnya sehingga kegemarannya membaca suatu bahan pustaka menjadi hilang. Bagi yang merasa puas, akan selalu meluangkan waktunya untuk berkunjung ke perpustakaan, memanfaatkan berbagai literatur bahan pustaka sesuai dengan informasi yang di butuhkan.
Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang memiliki kekuatan yang sangat luas mencakup berbagai ilmu pengetahuan, teknologi, seni maupun politik. Perpustakaan merupakan salah satu unit kerja yang menduduki posisi yang sangat strategis, ekonomis, dan geografis bagi upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana dalam pembukaan UUD 1945 berperan sebagai sarana pelaksanaan belajar mandiri, pendidikan seumur hidup bagi individu maupun kelompok masyarakat.
Pentingnya peranan perpustakaan telah banyak dibicarakan dan disadari oleh masyarakat.
Digunakannya perpustakaan secara maksimal adalah masalah lain. “Perpustakaan” telah tersedia, tetapi apakah mereka mau datang dan menggunakan, adalah masalah lain pula. Ternyata jaminan akan telah tersedianya perpustakaan belum menjamin dimanfaatkannya perpustakaan tersebut secara maksimal. Banyak faktor ikut mempengaruhi sepinya perpustakaan. “ Kondisi “kurang laku” atau
“kurang populer”nya perpustakaan ini antara lain diperngaruhi oleh kondisi masyarakat yang belum dapat dikatakan memiliki budaya “gemar membaca” di satu pihak serta kekurang-mampuan perpustakaan dalam mengelola perpustakaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, ataupun keterlanjuran masyarakat yang telah memiliki pandangan negatif akan ketidak mampuan perpustakaan dalam menyanjikan informasi sesuai dengan kebutuhan .
Dari penilaian diatas tersebut, maka sangat diperlukan sekali pengenalan perpustakaan tersebut kepada para pengguna, karena mungkin mereka hanya mengumpulkan keadaan tersebut tanpa mengenal lebih jauh arti keberadaan sebuah Perpustakaan. Untuk itu sangat diperlukan sekali pengenalan terhadap sebuah perpustakaan, bagaimana mungkin sebuah Perpustakaan akan didatangi banyak pengguna, jika Perpustakaan itu sendiri tidak dikenal oleh para pengguna. Untuk bisa
memanfaatkan sebuah perpustakaan itu kita perlu mengenal perpustakaan persebut. Memupuk kemampuan memanfaatkan perpustakaan harus dimulai dengan mengenal organisasi dan jenis koleksi perpustakaan serta memiliki pengetahuan tentang buku-buku referensi (acuan), yaitu mengenai ruang lingkup, isi dan susunanya (Singarimbun dan Sofyan Efendi, 1989 : 71). Kita juga harus bias meyakinkan para pengguna perpustakaan tersebut, bahwa perpustakaan itu sangat penting bagi kita dalam menunjang kegiatan belajar mengajar disebuah institusi.
Perpustakaan sangat penting untuk kita kenalkan kepada masyarakat Indonesia, terutama pada pelajar-pelajar/mahasiswa yang memang sangat perlu dalam menunjang pendidikan mereka tersebut.
Seperti Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Perguruan Tinggi tersebut harus kita kenalkan kepada mahasiswa maupun staf yang berhubungan dengan perpustakaan, supaya semua civitas akademik maupun masyarakat biasa memanfaatkan segala fasilitas yang ada di perpustakaan. Untuk itu kita sangat perlu untuk mengadakan promosi tentang Perpustakaan Perguruan Tinggi tersebut kepada masyarakat. Promosi ini sangat penting untuk memperkenalkan Perpustakaan Perguruan Tinggi tersebut, bagaimana sebuah Perpustakaan Perguruan Tinggi itu bisa berdiri, apa saja layanan yang ada di Perpustakaan Perguruan Tinggi dan apa manfaat dari Perpustakaan Perguruan Tinggi, hal tersebut biasa kita terapkan dalam mempromosikan perpustakaan. Maka untuk mencapai target pengunjung, dan kepuasan mereka dengan fasilitas yang ada di perpustakaan Perguruan Tinggi sangat diperlukan suatu strategi promosi Perguruan Tinggi.
Strategi promosi Perguruan Tinggi ini sangat berguna dalam meningkatkan kualitas pengunjung. Pada dasarnya Perpustakaan Perguruan Tinggi itu sangat banyak hambatannya, karena sebagian besar pengguna umum maupun mahasiswa tidak tertarik dengan perpustakaan, karena kebanyakan dari pengguna beranggapan bahwa perpustakaan identik dengan buku yang menoton yang sudah pernah dilihat masyarakat dan tidak menarik lagi untuk dibaca. Maka dari itu sangat perlu sekali bagi pengguna untuk merubah kesan yang ada pada pikiran mereka sebelumnya dan mempersiapkan fasilitas yang ada pada Perpustakaan Perguruan Tinggi dengan baik.
BAB II
PROMOSI PERPUSTAKAAN DI PERGURUAN TINGGI
2.1. Pengertian Promosi Perpustakaan
Promosi merupakan bentuk komunikasi untuk memperkenalkan produk (barang dan jasa) kepada calon pelanggan (costumer) agar mereka itu bersedia membeli atau memanfaatkannya.
Menurut (Tjiptono, 1997:219) promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran, yakni aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk dan atau menginggatkan pada sasaran perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, memberi dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Dalam kamus bahasa Indonesia (1998:702) promosi adalah perkenalan. Sedangkan menurut Hernando (2005:2) promosi adalah setiap kegiatan komunikasi yang bertujuan memperkenalkan produk layanan atau ide dengan saluran distribusi.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa promosi perpustakaan adalah kegiatan berkomunikasi dengan pemustaka untuk menginformasikan atau memperkenalkan tentang produk atau jasa yang disediakan oleh perpustakaan sekaligus membujuk pemustaka untuk merespon dan memanfaatkan produk dan jasa yang ditawarkan.
Dalam promosi ini terdapat beberapa aspek yakni :
1. Memberitahu; Tugas dari promosi adalah memberitahu sesuatu produk kepada masyarakat 2. yang sebelumnya tidak mengetahuinya. Informasi ini dalam bidang perpustakaan dapat
berupa pustaka baru atau kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh perpustakaan.
Pemberitahuan ini dapat dilakukan melalui leaflet, brosur, spanduk, dan website.
3. Membujuk: yaitu usaha untuk membujuk dan merayu calon pemakai/pemustaka agar bersedia berkunjung ke perpustakaan, membaca, memfotocopy dan memanfaatkan ruang perpustakaan untuk kegiatan diskusi ilmiah.
4. Mempengaruhi: yaitu salah satu upaya mempengaruhi calon pemakai/pemustaka agar mau datang ke perpustakaan dan memanfaatkan fasilitas yang disediakan. Dalam hal ini
perpustakaan harus berusaha menciptakan suasana agar pemustaka ingin datang ke perpustakaan jika mereka membutuhkan informasi.
Dalam hal ini perpustakaan diharapkan tidak hanya bersifat pasif dan hanya menunggu atau mengharap para pemustaka datang dengan sendirinya tetapi melalui usaha yang proaktif melalui promosi perpustakaan baik eksistensi perpustakaan maupun jasa yang ditawarkan. Dalam promosi perpustakaan sering memerlukan biaya sehingga perlu adanya perencanaan yang cermat agar diperoleh hasil yang maksimal dengan biaya sehemat mungkin. Perencaaan tersebut diantaranya
Merumuskan jenis pelayanan yang tersedia di perpustakaan dengan jelas sebagai
materi promosi perpustakaan,
Menganalisis kebutuhan calon pengguna/pemustaka khususnya yang berkaitan
dengan minatnya,
Menganalisis keadaan untuk menentukan rencana kerja yang sesuai dengan tujuan
promosi (prosedur dan kegiatan yang tepat),
Menyediakan dana dan tenaga yang memadai,
Mengevaluasi keberhasilan usaha promosi.
Promosi perpustakaan merupakan aktivitas memperkenalkan perpustakaan dari segi fasilitas, koleksi, jenis layanan dan manfaat yang dapat diperoleh oleh setiap pemustaka. Adapun usaha yang dilakukan pustakawan dalam mempromosikan perpustakaan agar masyarakat mengerti tujuan penyelenggaraan perpustakaan, misalnya dengan :
a. Penyebaran Brosur
b. Penyebaran Terbitan atau Publikasi c. Penerimaan Kunjungan
d. Pameran Perpustakaan dan Open House
Dalam melakukan promosi perpustakaan, pustakawan dapat menggunakan teknik menulis berita yaitu dengan jalan memperhatikan 5 W 1 H yang dikemukakan oleh Horold Lasswell (dalam Sudarsana, 2007: 3 - 42). 1)
Who (Siapa)
Dalam promosi perpustakaan harus jelas siapa pula yang akan menjadi sasaran promosi.
Yang mempromosikan tentu juga harus staf perpustakaan tapi tidak semua staf perpustakaan mampu melakukan promosi dengan baik karena staf tersebut harus memenuhi persyaratan tertentu.
What (Apa)
Disini biasa tercangkup beberapa pertayaan, diantaranya : a) Apa promosi itu ? b) Apa yang dipromosikan ? c) Apa sifat-sifat dari yang dipromosikan ?
Where (dimana) Tentang tempat pelaksanaan kegiatan promosi perpustakaan, tentu saja akan berpusat di perpustakaan. Akan tetapi sangat mungkin dilakukan diluar perpustakaan tetapi masih di sekitar lingkungan perpustakaan. Misalnya di sekolah, di kampus, di lingkungan lembaga perkantoran..
Why (mengapa)
Pertanyaann ini lebih berkaitan kepada mengapa kita melakukan kegiatann promosi perpustakaan. Jika menyimak definisi promosi adalah mengkomunikasikan informasi agar pemustaka maupun calon pemustaka mengetahui, maka tersirat bahwa pemustaka dengan calon pemustaka belum mengetahui hakikat perpustakaan, apa fungsi dan perenanya, apa yang ada didalamnya, pelayanan apa yang dapat diberikan oleh sebuah perpustakaan.
How (bagaimana)
Pertanyaan ini mengacu pada cara, teknik atau metode promosi. Hal ini mencangkup analisis pasar. Siapa sasaran promosi, murid, mahasiswa, kelompok tertentu atau masyarakat umum.
Bagaiman promosi dilakukan dan teknik-teknik apa yang bias digunakan. Dengan belajar dari dunia usaha, kiranya promosi perpustakaan yang menjual jasa informasi dapat dilakukan dengan:
1) Personal Selling (penjualan secara pribadi) 2) Advertising (iklan)
3) Sales Promotion (promosi penjualan) 4) Publicity (publisitas)
5) Public Relation (humas)
2.2. Tujuan Promosi
Menurut Jerome dan Andrew (Darmono, 2001) kegiatan promosi perpustakaan sedikitnya memiliki 4 macam tujuan, yaitu :
1) Untuk menarik perhatian 2) Untuk menciptakan kesan 3) Untuk membangkitkan minat 4) Untuk memperoleh tanggapan
Sementara menurut Stanley (1982) tujuan promosi perpustakaan adalah untuk mempengaruhi pengetahuan, sikap, perilaku, dari penerima dan membujuk mereka untuk menerima kosep, pelayanan, idea tau barang yang akan dipromosikan. Promosi perpustakaan bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap perpustakaan dari tidak tahu atau tidak peduli menjadi memahami dan menyenangi serta ingin memanfaatkannya (Winoto, 1991). McKee (1989) menambahkan bahwa promosi perpustakaan bertujuan untuk menciptakan citra yang baik terhadap perpustakaan dan mengubah pandangan masyarakat terhadap citra perpustakaan itu sendiri. Nasution (1982) mengemukakan bahwa tujuan promosi perpustakaan adalah untuk menggairahkan minat baca serta menambah jumlah orang yang gemar membaca agar dapat memanfaatkan koleksi perpustakaan secara maksimal.
Menurut Edsall (1980) tujuan promosi perpustakaan adalah sebagai berikut :
1) Memberikan kesadaran kepada masyaarakat tentang adanya layanan perpustakaan
3) Mengembangkan pengertian masyarakat agar m mendukung kegiatan perpustakaan dan perananya dalam masyarakat
2.3. Langkah-langkah Dalam Melakukan Promosi Perpustakaan
Kegiatan promosi perpustakaan juga dimaksudkan untuk mengenalkan perpustakaan kepada masyarakat penggunanya tentang kegiatan dan hal-hal apa saja yang ada di perpustakaan dengan berbagai cara yang sifatnya mengajak. Tujuan dari promosi adalah semakin banyak pemustaka yang menggunakan fasilitas perpustakaan sehingga semakin banyak pemustaka yang ada di perpustakaan maka semakin bermanfaat investasi perpustakaan tersebut.
Promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya :
a. Memperkenalkan perpustakaan ke mahasiswa baru
Mahasiswa baru merupakan pasar yang sangat potensial untuk diperkenalkan kepada perpustakaan. Mereka adalah mahasiswa yang masih mempunyai semangat yang tinggi untuk belajar dan sangat membutuhkan informasi tentang lingkungan kampus barunya sehingga perlu diberikan informasi tentang perpustakaan seperti jam layanan, bagaimana cara menelusur informasi yang benar, persyaratan apa yang diperlukan untuk menjadi anggota perpustakaan, cara meminjam dan mengembalikan buku, fasilitas yang disedikan di perpustakaan, informasi tentang website perpustakaan, serta informasi lainnya.
Orientasi perpustakaan ini dapat dilakukan dengan kerjasama dengan jurusan/fakultas serta para dosen yang ada di perguruan tinggi serta panitia ospek atau sejenisnya. Bentuk dari kegiatan ini dapat dilakukan dengan wisata perpustakaan atau peragaan dengan menggunakan media audio visual.
b. Pemajangan koleksi baru
Pemajangan koleksi baru adalah cara yang mudah untuk dilaksanakan dan juga merupakan cara yang efektif untuk mempublikasikan layanan perpustakaan. Agar dapat menarik perhatian oleh
pemustaka dan pengunjung perpustakaan maka koleksi baru diletakkan pada rak khusus dan tempat khusus yang berada di dekat pintu masuk perpustakaan.
c. Papan pengumuman
Papan pengumunan merupakan media yang murah dan cukup efektif untuk publikasi dan promosi perpustakaan. Media ini bermanfaat bagi perpustakaan untuk menarik pengunjung, asalkan informasinya selektif, variatif, dan selalu baru. Selian itu papan pengumuman dapat disediakan untuk masyarakat umum sehingga akan lebih bervariatif informasi yang disediakan.
d. Personal Selling
Cara ini dapat menarik pemustaka agar berkunjung ke perpustakaan. Personal selling ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut, pustakawan secara aktif membuat data identitas tentang pemustaka yang aktif misalnya, nama, nomor telepon, alamat rumah, dan buku-buku bacaan yang digemari. Selanjutnya pustakawan mengikuti perkembangan koleksi yang ada di perpustakaan.
Apabila pustakawan menemukan informasi buku atau koleksi bahan pustaka lainnya yang mempunyai informasi yang dibutuhkan pemustaka atau bacaan yang digemari pemustaka maka pustakawan akan memberikan informasi kepada pemustaka. Informasi dapat melalui sms, facebook, twetter atau email sehingga mudah dan cepat informasi tersebut sampai kepada pemustaka.
e. Pameran dan bursa buku
Pameran merupakan sarana untuk menyampaikan informasi kepada khalayak dengan jumlah besar. Dengan pameran maka perpustakaan dapat menyajikan aspek jasa informasi yang ada dengan disertai audio visual maupun contoh layanan seperti foto kegiatan layanan yang ada di perpustakaan, contoh layanan audio visual serta internet dan sebagainya. Untuk melengkapi kegiatan pameran dapat ditambahkan bursa buku. Bursa buku ini dapat dilakukan melalui kerjasama perpustakaan dengan penerbit atau distributor sehingga pemustaka dapat membeli buku dengan harga terjangkau dan lebih
hal ini akan sangat menarik dan akan banyak diminati. Penerbit dan distributor biasanya mempunyai katalog buku-buku yang diterbitkan/dijual sehingga bila harga buku tidak terjangkau oleh mahasiswa dapat diusulkan melalui tim pengadaan bahan pustaka perpustakaan agar dilakukan pembelian buku dengan judul tersebut. Hal ini dapat membantu perpustakaan dalam mengembangkan koleksi perpustakaan berorientasi kebutuhan pemustaka.
f. Bedah buku dan temu pengarang
Dalam hal ini perpustakaan bisa mengundang salah seorang atau beberapa penulis yang bukunya sangat diminati oleh pemustaka. Hal ini dapat menjadi ajang diskusi ilmiah dikalangan akademis yang tentu akan menarik pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan.
g. Pekan atau bulan ilmiah
Perpustakaan dapat menyelenggarakan rangkaian kegiatan seperti pelatihan atau lokakarya (workshop) tentang perpustakaan, penulisan karya ilmiah, penelitian bagi pemula, pelatihan penelusuran informasi baik intranet maupun internet dan sebagainya selama seminggu atau sebulan dengan peserta bergantian.
h. Pembuatan poster, brosur, dan leaflet
Cara yang sederhana dan cukup efektif untuk promosi perpustakaan dengan poster, brosur, dan leaflet. Untuk pembuatannya tidak harus dengan biaya yang mahal tetapi cukup sederhana dan murah yang penting bisa menyampaikan informasi dengan tampilan yang menarik orang untuk melihat dan membacanya. Dalam membuat poster, brosur, dan leaflet sebaiknya mencantumkan alamat, nomor telepon, website, jam buka, jasa yang ditawarkan dan ditujukan kepada siapa saja.
i. Pembuatan Website
Adanya perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat pada saat ini banyak perpustakaan perguruan tinggi yang telah mempunyai website perpustakaan. Melalui websiteini dapat
diberikan informasi tentang perpustakaan secara lengkap baik alamat perpustakaan, layanan dan jam layanan, informasi koleksi baru, informasi kegiatan dan program perpustakaan, kotak saran, penelusuran koleksi secara online, jurnal online, ebook, dan sebagaianya.
j. Menyelenggarakan lomba
Perlombaan juga dapat menjadi salah satu daya tarik untuk mendorong pemustaka datang dan memanfaatkan perpustakaan. Sebagai contoh lomba membuat karya tulis ilmiah, lomba menulis resensi buku, lomba menerjemahkan artikel dari bahasa asing, dan sebagainya. Dikalangan perguruan tinggi hal ini dapat dilakukan melalui kerjasama dengan para dosen untuk menjadi tim penilai.
k. Memberikan souvenir kepada pengunjung
Pemberian souvenir setelah pemustaka berkunjung ke perpustakaan dapat berupa stiker, pensil, gantungan kunci, atau benda yang murah lainnya tetapi memberikan manfaat kepada pemustaka.
Souvenir tersebut dapat memberikan kenangan ketika berkunjung ke perpustakaan. Walaupun sepele tetapi pemustaka akan merasa dihargai ketika berkunjung ke perpustakaan. Di dalam souvenir itu hendaknya diberi indentitas perpustakaan, alamat, dan website perpustakaan sehingga perpustakaan akan banyak dikenal oleh masyarakat.
Setelah dilakukan promosi perpustakaan hendaknya di dalam perpustakaan perlu di kembangkan paradigma pemikiran baru tentang perpustakaan kepada pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan sehingga kegiatan promosi ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan diataranya:
1. pengunjung dan pemustaka dapat merasa senang dan puas dengan layanan yang ada diperpustakaan
2. ada proses layanan yang mudah, sederhana, dan efisien
3. pustakawan dapat cepat dan tepat dalam memberikan informasi yang dibutuhkan pemustaka
5. bersifat membimbing namun tidak terkesan menggurui sehingga pemustaka merasa mendapat perhatian, bimbingan atau bantuan dari pustakawan
6. dapat menimbulkan perasaaan ingin tahu lebih jauh kepada pemustaka
7. dapat membuat kesan baik sehingga mendorong pemustaka ingin sering ke perpustakaan 8. pemustaka merasa nyamna dan betah di perpustakaan
9. pemustaka merasa memperoleh sesuatu dari perpustakaan yang bemanfaat bagi dirinya
2.4. Faktor Keberhasilan Kegiatan Promosi Perpustakaan
a) Staf perpustakaan
Keberhasilan perpustakaan dalam menjalankan kegiatan promosi perpustakaan sangat ditentukan dari staf perpustakaan itu sendiri. Terutama yang menyangkut tentang kemampuan mengelolah perpustakaan, baik secara teknis maupun pelayanan. Baik buruknya keadaan perpustakaan sangat mempengaruhi keberhasilan promosi yang sedang dijalankan. Dengan demikian pelayanan yang baik merupakan modal utama dalam mencapai tujuan promosi perpustakaan, sebagaiman dikemukakan oleh Soejono Trimo di dalam Sudarsana (2007:3.55). Staf perpustakaan yang paling menentukan baik buruknya service perpustakaan”.
Senada dengan itu, Ase S. Muchyidin dalam Sudarsana (2007:3.55) mengemukakan pendapnya “Untuk memperluas dan meningkatkan mutu pelayanan diperlukan adanya kerjasama dan kekompakan sesama staf perpustakaan disertai dengan wawasan yang luas terhadap fungsi dan tugasnya masing-masing”. Adanya kemauan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan tugas pekerjaan akan sangat membantu dalam meningkatkan mutu pelayanan perpustakaan.
b) Koleksi Perpustakaan
Tujuan utama dari perpustakaan adalah memberikan pelayanan kepada pemustaka. Agar pemustaka dapt melayani maka yang perlu disediakan adalah koleksi. Koleksi merupakan syarat
utama didirikannya sebuah perpustakaan. Ketetapan koleksi merupakan modal penting dalam memenuhi kebutuhan pemustaka (Sulistiyo Basuki, 1993:428 ). Dengan tepatnya koleksi maka perhatian pemustaka akan semakin bertambah karena merasa diperhhatikan dan kebutuhannya dipenuhi akibatnya dapat berpengarruh terhadap kegiatan promosi perpustakaan yang sedang dijalankan. Bagaimanapun gencar dan berhasilnya promosi perpustakaan yang dijalankan namun tidak diimbangi dengan koleksi yang memadai maka pemustaka akan merasa kecewa dan tidak akan datang kembali mengunjungi perpustakaan.
c) Media-media Promosi
Nyono (2004:7) mengatakan bahwa promosi merupakan salah satu aspek dalam pemasaran, penting artinya untuk mencapai tujuan pelayanan. Promosi yang diartikan sebagai media untuk mengenalkan perpustakaan kepada masyarakat pemakai secara umum. Untuk itu promosi harus dibuat semenarik mungkin dan mudah dipahami oleh penggunanya.
Tujuan utama promosi adalah untuk membujuk, mempengaruhi dan menggundang orang untuk menggunakan atau meningkatkan penggunaan suatu produk dan jasa yang telah dibuat untuk masyarakat luas. Dengan harapan masyarakat dapat mengetahui dan memahami, sehingga dapat memanfaatkan dan menggunakan produk dan jasa yang telah disediakan. Kegiatan promosi itu dapat dilakukan melalui media cetak, eletronik dan penyelenggaraan kegiatan.
Media cetak antara lain melalui iklan di media massa, brosur, pamphlet, pameran dan penjualan secara personal. Melalui media eletronik dengan menggunakan media televise, radio, dan internet. Sedangkan melalui penyelenggaraan kegiatan seperti seminar, diskusi, ceramah, atau konsultasi dan lain-lain.
Agar promosi dapat berjalan dan berhasil perlu persiapan-persiapan yang menantang dan berkesinambungan, diantaranya sebagai berikut:
1) Mengatur ruang atau gedung perpustakaan serta seluruh sarana dan prasarana semenarik mungkin,
2) Sikap petugas perpustakaan agar diupayakan selalu ramah menyapa dan menolong pemustaka serta berpenampilan menarik.
3) Koleksi bahan pustaka diupayakan lengkap dan mutakhir, yang disusun secara sistematis dan bebas dari debu (Departemen Agama, 2001:151-152).
BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan
Promosi perpustakaan perlu dilakukan oleh perpustakaan di perguruan tinggi. Hal ini untuk miningkatkan jumlah pengunjung dan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas yang ada di perpustakaan. Dalam melakukan promosi diperlukan rencana program kerja yang jelas dan ditentukan media yang cocok untuk penyampaian informasi. Adanya kegiatan yang cocok dan menarik bagi pemustaka maka akan menjadikan pemustaka berkunjung ke perpustakaan dan menjadikan kebiasaan untuk berkunjung ke perpustakaan. Setelah dilakukan promosi perpustakaan hendaknya dilakukan evaluasi untuk bahan kajian sukses tidaknya kegiatan promosi perpustakaan dan bahan kebijakan untuk kegiatan pada masa yang akan datang.
3.2. Saran
Selain promosi juga perlu untuk diperhatikan bagi pengelola perpustakaan adalah harus selalu mengembangkan sistem layanan dan sarana yang menjadikan pemustaka betah dan berkesan baik di perpustakaan. Dengan semakin banyaknya pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan untuk mencari informasi maka perpustakaan akan semakin nyata dapat berperan penting mendukung terwujudnya Tri Dharma Perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat).
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional RI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 2005. ”Perpustakaan Perguruan Tinggi; Buku Pedoman”. Edisi ke-3. Jakarta.
HS, Lasa. 1994. Petunjuk Praktis Pengelolaan Perpustakaan Mesjid dan Lembaga Hermando. 2005. Kode Etik Pustakawan. Jakarta: Depdikbud.
Junaidin. 2008. Strategi Promosi.
Sulistyo, Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Tjiptono, Fandy. 1997. Stategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset