Tujuan
1. Mahasiswa dapat menyederhanakan rangkaian dengan menggunakan tranformasi Delta Wye.
2. Mahasiswa dapat mengaplikasikan penggunaan tranformasi Delta Wye.
3. Mahasiswa dapat mengerjakan soal-soal yang menyangkut materi transformasi Delta - Wye
Pada banyak aplikasi rangkaian, kita menemukan komponen-komponen yang terhubung bersama pada satu dari dua cara sehingga membentuk rangkaian tiga terminal : sambungan
“Delta” atau Δ (juga diketahui sebagai “Pi” ( π) dan juga sambungan “Y” (wye atau disebut juga “T”).
Hal ini dimungkinkan bagi kita untuk menghitung nilai resistor-resistor yang tepat untuk menggantikan bentuk ini (Y dan Δ) ke bentuk yang lainnya. Rangkaian Δ dan Y mempunyai sifat yang sama.
Gambar 1.1. Delta (∆) network dan Wye (Y) network
Gambar 1.2. Tee (T) network dan Pi (π) network
Jika sekumpulan resistansi yang membentuk hubungan tertentu saat dianalisis ternyata bukan merupakan hubungan seri ataupun hubungan paralel yang telah kita pelajari sebelumnya, maka jika rangkaian resistansi tersebut membentuk hubungan star atau bintang atau rangkaian tipe Y, ataupun membentuk hubungan delta atau segitiga atau rangkaian tipe ∆, maka diperlukan transformasi baik dari star ke delta ataupun sebaliknya.
Berikut proses transformasi dari rangkaian delta ke rangkaian star.
1. Tranfromasi dari rangkaian delta (∆) ke rangkaian wye (Y)
Perhatikan pada gambar diatas!
Untuk mengubah delta (∆) ke wye (Y), Hambatan titik A - C pada rangkaian delta harus sama dengan hambatan pada titik A - C rangkaian star sehingga kita dapatkan :
RA - C = R1 + R3 = RA // (RB + RC) RA - C =
RA.(RB+RC)
RA+(RB+RC) atau
RA - C =
RA+RB+RC
RA. RB−RA. RC
¿ ¿ ... (Pers.1)
Dengan cara yang sama, perhatikan titik B - C.
RB - C = R2 + R3 = RB // (RA + RC) RB - C =
RB.(RA+RC)
RB+(RA+RC) ... (Pers.2) RA-C = RA' - RC' = RA'' - RC''
Dengan cara yang sama,perhatikan, titik A - B .
RA - B = R1 + R2 = RC // (RA + RB) RA - B =
RB.(RA+RB)
RB+(RA+RB) ... (Pers.3)
Selanjutnya, kurangkan persamaan 3 dan 2
(R1 + R2) + (R2 + R3) = (
RB.(RA+RB) RB+(RA+RB) ) -(
RB.(RA+RC) RB+(RA+RC) )
R1 + R3 =
RA+RB+RC
RA. R
C−RA. R
B
¿ ¿ ... (Pers. 4)
Jumlahkan persamaan 1 dan 4
(R1 + R3) + (R1 - R3) = (
RA+RB+RC
RA. RB−RA. RC
¿ ¿ ) + (
RA+RB+RC
RA. RC−RA. RB
¿ ¿ )
2R1 =
2 RARC RA+RB+RC
Sehingga dapat disimpulkan, rumus untuk mengubah dari rangkaian delta ke rangkaian resistor wye / star adalah sebagai berikut :
Catatan : persamaan diatas sangat dipengaruhi oleh posisi R pada gambar, jika peng-index-an gambar diganti, maka permasaan harus disesuaikan lagi dengan gambar yang baru.
R
1=
RAR
C
RA+RB+RC
R
2=
RBR
C
RA+RB+RC
R R
2. Tranfromasi dari rangkaian wye ke rangkaian delta
Berikut cara mencari resistor pengganti untuk transformasi dari rangkaian star ke delta.
Dari transformasi delta ke star didapat :
R
1=
RAR
C
RA+RB+RC
………… (Pers. 5)
R
2=
RBRC
RA+RB+RC
………… (Pers. 6)
R
3=
RBRC
RA+RB+RC
………… (Pers. 7)
Untuk memperoleh hubungan diperlukan mengkonversi dari suatu Y ke ∆, dengan cara membagi persamaan 7 dengan persamaan 5.
R3
R1
=
RBRC RA+RB+RC
RAR
C
RA+RB+RC
=
RB
RC atau
R
B =R3Rc
R1
……….
(Pers.8) Selanjutnya, membagi persamaan 7 dengan persamaan 6
R3
R2
=
RBRC RA+RB+RC
RBR
C
RA+RB+RC
=
RA
RC atau
R
A =R3Rc
R2
……….
(Pers.9) Substitusikan persamaan 8,9 ke persamaan 6
R
2=
(RCR
3
R1 ) RC
R3Rc R2 +R
3Rc R1 +RC
Dibagi dengan Rc
R
2=
(R
3
R1
)RC
R3
R2+R
3
R1+1
R
2=
(RcR
3
R1 ) R1R
2+R1R
3+R2R3
R1R
2
R
2=
R2. R
3. RC R1R2+R1R3+R2R3
R
C=
R1R
2+R1R
3+R2R
3
R3
………
(Pers.10)Sehingga dapat disimpulkan, rumus untuk mengubah dari rangkaian star/wye ke rangkaian resistor delta adalah sebagai berikut :
R
A=
R1R
2+R1R
3+R2R
3
R2
R
B=
R1R
2+R1R
3+R2R
3
R1
CONTOH SOAL !
1. Carilah nilai I ?
\ Jawab:
Bila kita melihat resistor R1, R2, dan R3 sebagai suatu rangkaian Δ (pada rumus berturut-turut Rab, Rac, dan Rbc) dan ingin menggantinya dengan rangkaian Y, kita bisa mengubah rangkaian jembatan ini menjadi rangkaian yang lebih sederhana yaitu rangkaian seri-paralel:
Setelah konversi Δ-Y
R
A=
R1R
2
R1+R2+R3
=
12 .18 12+18+6
R
A=
216
36
= 6
ΩR
B=
R1R
3
R1+R2+R3
=
12. 6 12+18+6
R
B=
72
36
= 2
ΩR
C=
R2R
3
R1+R2+R3
=
18 .6 12+18+6
R
C=
1 08
36
= 3
ΩSekarang kita telah mendapatkan rangkaian yang lebih sederhana. Kita bisa menganalisa rangkaian ini menggunakan aturan seri-paralel:
Serikan rangkaian RB dan R4 sertarangkaian Rc danR5
RS1 = RB + R4
= 2Ω + 3Ω = 5 Ω RS2 = RC + R5
= 3Ω + 12Ω = 15 Ω
sehingga terbentuk rangkaian seperti ini:
Selanjutnya, hambatan RS1 dan RS2 di paralelkan
R
S1// R
S2= R
P=
RS 1. R
S 2
RS 1+RS 2
R
p=
5 .15 5+15
=
75
25
= 3 Ω
Dan terbentuk rangkaian seri seperti ini :
Dan rangkaian diatasdihitung secara seri menjadi RT
RT = RA + RP
= 6 + 3 = 9 Ω
Lalu, hitung I dengan menggunakan hukum Ohm I =
V RT
=
10
9
= 1,11 Ampere
2. Rangkaian pada gambar dibawah ini, hitung RT, dan I.
Solusi:
Konversikan “Y” menjadi “Δ” ekivalensinya, karena resistor yang tersambung “Y”
memiliki nilai-nilai yang sama. Ekivalen “Δ” nya akan memiliki nilai-nilai resistor
R Δ = 3 (10 Ω) = 30 Ω Sehingga rangkaiannya menjadi gambar di bawah ini.
Selanjutnya, kita paralel kan 30Ω // 30Ω, 60Ω // 30Ω serta 30Ω // 90Ω Rp1 =
30 Ω . 30Ω 30 Ω+30 Ω
=
900Ω
60Ω
= 15
ΩRp2 =
60 Ω . 30Ω 60 Ω+30 Ω
=
1800 Ω
90 Ω
= 20
ΩRp3 =
30 Ω . 90 Ω 30 Ω+90Ω
=
2700 Ω
120 Ω
= 22,5
ΩSehingga rangkaiannya menjadi gambar di bawah ini.
Kita lihat bahwa sisi yang dihasilkan “Δ” adalah susunan paralel, sehingga nilai total resistansinya dapat dihitung dengan mudah
RT = RP1 // (RP2 + RP3)
R
T=
15 Ω .(20 Ω+22,5 Ω) 15+(20 Ω+22,5 Ω)
R
T=
15 Ω . 42.5 Ω 15+42,5 Ω
R
T=
637,5 Ω 5,75 Ω
R
T= 11,08
Ω Sehingga nilai arusnya adalah