• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Oleh : Aris Sudiyanto, S.Pd., M.M., Gr.

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 12 Krui Kelas/Semester : IX/1 (satu)

Tema : Seni Rupa Tiga Dimensi (Seni Patung) Sub Tema : Berkarya seni patung

Pembelajaran ke : 1 (Satu) Alokasi waktu : 10 Menit

A. KOMPETENSI INTI

B. KOMPETENSI DASAR

3.1. Memahami tentang pengertian, konsep, jenis, teknik, alat dan bahan seni patung.

4.1. Berkarya seni patung dengan satu teknik dengan bahan dan alat disekitar.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah pembelajaran, siswa diharapkan dapat :

Menjelaskan pengertian seni patung

Mengidentifikasi berbagai tema dalam berkarya seni patung

Mengidentifikasi karya seni menurut tema berkarya seni patung

Memahami berbagai macam alat dan bahan berkarya seni patung

Memahami Teknik Berkaya Seni patung

Berkarya/mengekpresiakan diri melalui seni patung dengan teknik basah

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN (Alokasi waktu 10 Menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (3 Menit)

- Salam

- Guru memeriksa kehadiran siswa - Memotivasi siswa

- Siswa bersama guru mengulas kembali materi sebelum nya (Apersepsi) - Pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual dan proyek

KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotongroyong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa

ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

(2)

2. Kegiatan Inti (5 Menit)

- Siswa memperhatikan beberapa gambar hasil karya seni patung dan teknik membuat patung yang diperlihatkan guru.

- Siswa setelah mengamati gambar/video satu persatu menyebutkan teknik membuat patung. (teknik slep, teknik pilin, teknik pijit, dan teknik mengurangi/butsir)

- Siswa menyebutkan alat dan bahan membuat seni patung.

- Dengan arahan guru, siswa berkarya seni patung dengan teknik mengurangi (basah).

- Siswa bersama guru berkarya seni patung.

- Siswa membaut laporan singkat/diskripsi singkat tentang karya yang sudah dibuat.

- Siswa mempersentasikan hasil karya seni patung yang telah meraka buat.

3. Kegiatan Penutup (2 Menit)

- Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan - Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran.

- Guru Memberikan penghargaan (misalnya Pujian atau bentuk penghargaan lain yang Relevan kepada siswa atau kelompok yang kinerjanya Baik.

- Menugaskan Peserta didik untuk terus mencari informasi dimana saja yang berkaitan dengan materi/pelajaran yang sedang atau yang akan pelajari.

- Menyampaikan rencana materi pertemuan yang akan datang.

- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam dan doa.

E. PENILAIAN PEMBELAJARAN

Penilaian Berkarya Seni Patung

Aspek Uraian

a. Persiapan alat dan bahan 20: Siswa lengkap membawa peralatan 15: Ada salah satu alat yang tidak dibawa 10: Kurang membawa peralatan.

5 : Hanya membawa satu peralatan 0 : Tidak membawa peralatan dan bahan b. Proses penciptaan karya seni patung 20 : Berkarya dengan sungguh-sungguh

dan mematuhi tata tertib.

15 : Kurang mematuhi tata tertib.

10 : kurang sungguh-sungguh dan kurang mematuhi tata tertib

5 : kurang sungguh-sungguh berkarya dan tidak mematuhi tata tertib.

0 : tidak berkarya dan tidak tertib.

c. Hasil karya seni patung 60 : Karya sesuai dengan konsep pembuatan seni patung meliputi aspek sesui dengan desain, kesatuan, keseimbangn, irama, estetika, dan kerapian.

50: Karya sesui dengan konsep namun kurang dalam kerapian.

40: Karya kurang susuai dengan konsep dan tidak rapi.

30: Karya kurang sesuai dengan konsep dan desain awal dan tidaka rapi.

20: Karya tidak rapi dan tidakn mementingkan aspek keseimbangan kesatuan.

10: Karya tidak ada prinsip seni dan keluar dari desain dan konsep.

0: Tidak berkarya

(3)

Bentuk Tes : Unjuk kerja (prodak) Tipe Soal : C6 (Mencipta)

- Skor maksimal 20+20+60 = 100

(4)

LAMPIRAN

LAMPIRAN

1. Materi Seni Patung

a. Pengertian seni patung

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), patung merupakan tiruan bentuk orang, hewan, atau sebagaianya dibuat dengan dipahat dari batu, kayu. Patung juga merupakan salah satu contoh karya seni murni.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), patung merupakan tiruan bentuk orang, hewan, atau sebagaianya dibuat dengan dipahat dari batu, kayu. Patung juga merupakan salah satu contoh karya seni murni

b. Jenis-Jenis Seni Patung.

1. Patung figuratif (realis/representatif).

Berarti patung yang merupakan tiruan dari bentuk alam, seperti manusia,

binatang dan tumbuhan. Dapat dikatakan patung ini nyata dalam perwujudannya dan tidak hanya abstrak atau mengawang-awang. Contoh: patung pahlawan, patung macan, dsb.

2. Patung nonfiguratif (imajinatif/nonrepresentatif).

Adalah patung yang tidak meniru alam, terlepas dari wujud-wujud tiruan yang ada di alam. Patung ini perwujudannya tidak nyata dan bersifat abstrak, seperti:

patung abstrak geometris, patung berupa bentuk silinder runcing sebagai simbol bambu runcing, dsb.

c. Fungsi Seni Patung.

Sebagain jenis patung mungkin tidak memiliki fungsi terapan dalam kehidupan sehari-hari. Naun demikian terdapat pula patung yang memiliki fungsi simbolik atau bahkan fungsi religi terhadap kepercayaan tertentu. Beberapa fungsi seni patung adalah sebagai berikut.

1. Patung Dekorasi. Berfungsi untuk memperindah suatu ruangan atau lingkungan eksterior.

2. Patung Monumen, Dibuat untuk mengenang jasa tokoh atau kelompok tertentu, seperti sosok pahlawan suatu negara atau memperingati peristiwa bersejarah.

3. Patung Kerajinan. Merupakan patung yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar, sehingga dapat diminati untuk dibeli berdasarkan berbagai kebutuhan umum yang tidak spesifik.

4. Patung Arsitektur, dibuat untuk menunjang atau melengkapi kontruksi suatu bangunan sehingga lebih terpadu dan harmonis dengan desain arsitektur yang telah dirancang.

5. Patung Seni (fineart). Patung seni atau seni murni dibuat hanya untuk kepentingan estetis dan dapat menjadi sangat eskperimental bentuknya (seni tidak selalu indah).

6. Patung Religi. Bagi beberapa agama dan kepercayaan patung memiliki unsur dan makna religius dan digunakan sebagai sarana beribadah.

(5)

d. Teknik Seni Patung

1. Teknik Pahat. Merupakan teknik untuk mengurangi bahan menggunakan benturan benda keras (alat pahat) terhadap bahan patung yang diolah. Selain alat pahat, palu juga diperlukan untuk membenturkan pahat pada bahan patung.

2. Teknik Butsir. Butsir adalah teknik yang membentuk bahan lunak dengan mengurangi bahan menggunakan alat butsir dan menambahkan bahan jika diperlukan. Butsir biasa digunakan untuk mengolah bahan lunak seperti tanah liat, lilin atau modeling clay.

3. Teknik Konstruksi, merupakan teknik membuat patung dengan cara merekatkan berbagai bahan baik dengan cara dilem, dilas, dilepa, atau dipatri. Bahan yang digunakan dapat berupa semen, pasir, besi, plastisin, kawat, bubur kertas, dsb.

4. Teknik Las. Yaitu membuat karya patung dengan cara menggabungkan bahan ke bahan yang lain untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.

Teknik las digunakan untuk menggabungkan bahan logam dan merakitnya menjadi bentuk tertentu. Sebetulnya teknik ini pada dasarnya merupakan teknik konstruksi pula.

5. Teknik Cor. Membuat karya seni dengan membuat cetakannya terlebih dahulu, lalu bahan adonan cor dituangkan kedalam cetakan, sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan (sesuai dengan bentuk cetakan).

6. Teknik Cetak. Seperti teknik cor, cetakan dibuat terlebih dahulu, namun bahan tidak harus dicor atau dituangkan, bahan lunak atau sedang dapat langsung dijepit menggunakan cetakan Bivalve yang memiliki dua sisi simetris seperti kerang.

e. Bahan dan Alat Berkarya Seni Patung

1. Bahan Lunak. Bahan lunak yang memiliki masa atau volume dapat digunakan untuk membuat patung, seperti: tanah liat, lilin, clay, hingga ke bahan khas atau alternatif seperti: sabun, dsb.

2. Bahan Sedang. Bahan yang tidak lunak dan tidak keras, misalnya: kayu randu, kayu mahoni, kayu waru dan kayu yang tidak terlalu keras lainnya.

3. Bahan Keras. Bahan keras dapat berupa batu atau kayu yang lebih keras, contohnya adalah: batu marmer (pualam), batu granit, batu andesit, kayu jati, kayu ulin, kayu sonokeling.

4. Bahan Cor. Bahan cor adalah bahan yang cair, serbuk atau tidak padat, namun dapat menjadi keras dalam waktu tertentu atau ketika diproses lebih lanjut. Bahan cor meliputi: Semen, pasir, gips, logam, emas, timah, bahan kimia: resin, fiber, dll.

Alat Seni Patung

1. Pahat. Digunakan untuk bahan sedang atau keras untuk memahat atau mengurangi bahan keras sehingga membentuk objek yang yang diinginkan. Pahat terbuat dari logam keras yang tajam, tersedia dalam berbagai mata pisau, digunakan dengan cara memalu pahat pada bahan patung.

(6)

2. Butsir. Butsir adalah semacam pisau/alat sudip untuk mengukir bahan lunak. Biasanya butsir terbuat dari kayu atau memiliki mata logam yang tumpul. Ada juga butsir yang bermatakan kawat, untuk memudahkan pembentukan bahan lunak.

3. Alat Las. Sudah jelas untuk membentuk logam secara langsung (tanpa mencairkannya) diperlukan alat las agar dapat menyusun logam, sesuai dengan keinginan kita.

4. Meja Putar. Berupa meja bundar yang dapat berputar ke segala arah.

Fungsinya untuk lebih mudah melihat dan mengontrol bentuk patung dari berbagai arah tanpa harus bergerak mengintari patung.

5. Palu. Palu digunakan untuk memukul pahat.

6. Tang. Ketika membuat patung yang memerlukan rangka kawat, maka alat ini sangat dibutuhkan untuk mebengkokan dan meluruskan kawat sesuai dengan rancangan yang diinginkan.

Daftar Pustaka

Milasari, Dkk. 2018. Seni Budaya Kelas IX. Karanganyar: CV. Smart Consulting Indonesia.

Rosidin, Undang. 2016. Penilaian Otentik. Yogyakarta: Meida Akademik.

www.pengertian Seni Patung. Diakses pada hari Minggu tanggal 17 April 2022 jam 21.30 WIB.

www.Teknik Seni Patung, Fungsi, Alat dan Bahan. Diakses pada hari Minggu tanggal 17 April 2022 jam 21.40 WIB.

(7)

2. Penilaian Pengetahuan/Praktik Penilaian Berkarya Seni Patung

Aspek Uraian

a. Persiapan alat dan bahan 20: Siswa lengkap membawa peralatan 15: Ada salah satu alat yang tidak dibawa 10: Kurang membawa peralatan.

5 : Hanya membawa satu peralatan 0 : Tidak membawa peralatan dan bahan b. Proses penciptaan karya

seni patung

20 : Berkarya dengan sungguh-sungguh dan mematuhi tata tertib.

15 : Kurang mematuhi tata tertib.

10 : kurang sungguh-sungguh dan kurang mematuhi tata tertib

5 : kurang sungguh-sungguh berkarya dan tidak mematuhi tata tertib.

0 : tidak berkarya dan tidak tertib.

c. Hasil karya seni patung 60 : Karya sesuai dengan konsep pembuatan seni patung meliputi aspek sesui dengan desain, kesatuan, keseimbangn, irama, estetika, dan kerapian.

50: Karya sesui dengan konsep namun kurang dalam kerapian.

40: Karya kurang susuai dengan konsep dan tidak rapi.

30: Karya kurang sesuai dengan konsep dan desain awal dan tidaka rapi.

20: Karya tidak rapi dan tidakn mementingkan aspek keseimbangan kesatuan.

10: Karya tidak ada prinsip seni dan keluar dari desain dan konsep.

0: Tidak berkarya Bentuk Tes : Unjuk kerja (prodak)

Tipe Soal : C6 (Mencipta)

- Skor maksimal 20+20+60 = 100

3. Penilaian Sikap

Jurnal Perkembangan Sikap

Nama Sekolah : SMP Negeri 12 Krui Kelas/ Semester : IX/ I

Tahun Pelajaran : 2021/2022 No Waktu Nama Peserta

didik

Catatan Perilaku

Butir Sikap Aspek Tindak Lanjut

(8)

Nilai: A: Amat Baik, B: Baik, C: Cukup

4. Penilaian Teman Sejawat

No Waktu Nama Peserta didik

Catatan Perilaku

Butir Sikap Aspek Tindak Lanjut

Nilai: A: Amat Baik, B: Baik, C: Cukup

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal ini kedisiplinan mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dapat mengembangkan kemampuan belajar mandiri yang dimiliki pada seseorang secara langsung akan

Gedung H, Kampus Sekaran-Gunungpati, Semarang 50229 Telepon: (024)

PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera 1 Medan, yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.. Terimakasih kepada kedua adik peneliti Layli Alfita Nasution

[r]

Pada modul ini Anda akan belajar bagaimana membuat sebuah aplikasi web mulai dari mendesain halaman web, menyisipkan gambar dan tabel pada halaman web hingga aplikasi web

Berdasarkan hasil wawancara dan FGD ( Focus Group Discussion ) pada petugas filling mengenai kebutuhan dan harapan dikemudian hari, agar adanya sistem

Setelah menemukan ide dasar bola basket dilakukan sebuah penggalian lebih dalam terhadap landasan teori dan data acuan. Fungsinya adalah sebagai pendukung ide yang akan

Di sinilah letak persoalannya, pesan yang semulanya berisikan konten dakwah, namun ketika dikaitkan dengan balasan dan ancaman yang tidak ada dalilnya dalam Alquran dan