Observasi
Teknik pengamatan yang dilakukan
secara sistematis dan diikuti dengan
teknik pencatatan yang sistematis,
guna memperoleh data yang dapat
dimaknai
Mengapa Perlu Observasi
??
Mengapa Perlu Observasi
Goodwin & Driscoll (dalam Bentzen, 1993)
➢ Memungkinkan mengukur perilaku yang tidak dapat diukur dengan menggunakan alat ukur psikologis yang lain (banyak terjadi pada anak-anak)
➢ Prosedur formal lain ditanggapi tidak serius (tidak dapat dilakukan)
➢ Lebih mudah daripada cara lain - lebih tidak mengancam (pada anak/ kasuistik tertentu lebih akurat)
Manfaat Observasi (Patton, 1990)
● Observer mendapat pemahaman yang lebih baik
● Memungkinkan observer untuk bersikap lebih terbuka
● Mendapatkan info yang observee sendiri kurang/ tidak sadari
● Mendapatkan info yang observee tidak ingin ungkapkan
Tujuan Observasi (Stewart & Cash, 2006)
● Mendeksripsikan:
- Setting yang dipelajari
- Aktivitas-aktivitas yang berlangsung
- Orang-orang yang terlibat dalam aktivitas - Makna kejadian yang diamati tersebut
● Deskripsi harus akurat dan faktual
● Tujuan yang jelas >>> mengarahkan & memusatkan
penelitian/ pemeriksaan psikologis kepada apa yang harus diamatinya, siapa yang akan diamatinya, keterangan apa yang perlu dikumpulkannya
Individu
1. Penampilan fisik
2. Gerakan tubuh
3. Ekspresi wajah
4. Isi pembicaraan
5. Reaksi emosi
6. Aktivitas yang dilakukan
7. Hal-hal lain sesuai tujuan penelitian (c:
perilaku yg seringkali muncul di rumah)
Lingkungan Fisik
1. Kondisi rumah
2. Kondisi ruang belajar
3. Letak rumah
4. Fasilitas yang terdapat di sekolah
Lingkungan Sosial
1. Perlakuan orangtua terhadap anak
2. Perlakuan guru terhadap murid
Tingkah laku yang diamati dalam observasi
1.Tingkah laku verbal : ungkapan kata 2.Tingkah laku non-verbal :
- Tingkah laku statis : tidak akan mengalami perubahan dari waktu ke waktu dengan cepat, misalnya keadaan fisik
- Tingkah laku dinamis : dapat berubah dengan cepat dari waktu ke waktu, misalnya ekspresi wajah
Tingkah laku yang diamati dalam observasi
>>> Tingkah laku diamati dengan 2 cara
- Event Sampling : mengamati beberapa tingkah laku pada suatu saat tertentu
contoh: mengamati tingkah laku prososial pada saat anak bermain
- Time sampling : mengamati dan mencatat apa yang dilakukan individu dalam waktu tertentu
contoh: dalam waktu 15 menit apa yang dilakukan anak dalam kelompok bermainnya
TEKNIK-TEKNIK OBSERVASI
(Stewart & Cash, 2006)
✓ Observasi Partisipan - Non Partisipan
✓ Observasi Sistematik - Non Sistematik
✓ Observasi Natural - Eksperimental
✓ Observasi Partisipan – Non Partisipan
● Partisipan = “observer ikut ambil bagian dalam kehidupan observee”
- Apabila observer turut ambil bagian atau berada dalam keadaan obyek yang diobservasi (Supardi, 2006)
- Peneliti/ observer terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian
- Peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data dan ikut merasakan suka dukanya
● Non Partisipan = “tidak ikut”
- Suatu proses pengamatan di mana observer tidak ikut dalam
kehidupan orang yang diobservasi dan secara terpisah berkedudukan sebagai pengamat (Margono, 2005)
- Merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati
✓
Observasi Sistematik – Non Sistematik➢ Sistematik = terstruktur
• Ada kerangka observasi yang memuat beberapa faktor/ aspek/
hal → guide
• Isi dan luas observasi lebih terbatas
• Sistematik lebih menekankan pada segi frekuensi & interval waktu tertentu (misal setiap 15‘)
• Memungkinkan respons dan peristiwa dicatat secara lebih teliti, dan mungkin dikuantifikasikan
➢ Non Sistematik = tidak terstruktur
• Isi lebih luas/ tidak terbatas
• Nonsistematik → tidak ada guide
✓ Observasi Natural - Eksperimental
- Natural → mengamati peristiwa / perilaku observee
tanpa usaha mengendalikan; bersifat alamiah
- Eksperimental → dengan sengaja menimbulkan gejala tertentu; diatur sesuai tujuan penelitian, observer membuat suatu situasi yang sengaja diselenggarakan di lingkungan obyek observasi
Pencatatan dalam observasi:
- on the spot (segera) - setelah observasi
Bentuk pencatatan :
- Kronologis : sesuai dengan urutan terjadinya peristiwa
- Sistematik : sesuai dengan kelompok hal yang ingin dicatat
??
Angka Narasi / Deskripsi Check List : mencatat
dengan cara memberi tanda pada aspek yang akan diteliti.
Catatan Berkala : mencatat kejadian hanya pada waktu tertentu.
Rating Scale : mencatat suatu hal menurut
tingkatannya dengan cara memberi tanda pada
tingkatan yang sudah ditentukan.
Anekdotal : mencatat semua hal yang penting secara teliti & sesegera
mungkin (apa & bagaimana kejadian terjadi).
Check List
Faktor Jono Joni Jini
Terlambat √
Mencatat √ √
Bertanya √
Menjawab pertanyaan √
Partisipasi dalam diskusi √ √
Berbicara dengan teman di dalam kelas √
Main handphone √
Contoh observasi kebiasaan dlm perkuliahan Psikodiagnostik 1
Rating Scale
Nama Subyek : Jana
Tidak Pernah
(0)
Kadang- kadang
(1-4)
Sering
(5-7)
Sangat sering
(>8)
Terlambat √
Mencatat √
Bertanya √
Menjawab Pertanyaan √
Partisipasi dalam Diskusi √
Berbicara dengan Teman di Dalam Kelas √
Main HP √
Contoh observasi kebiasaan dlm perkuliahan Psikodiagnostik 1
Narasi / Deskripsi
Catatan Berkala → mencatat kejadian hanya pada waktu tertentu
>> Mencatat kebiasaan dalam perkuliahan Psikodiagnostik 1 ketika sedang diskusi kelompok
Anekdotal → mencatat semua hal yang penting secara teliti &
sesegera mungkin (apa & bagaimana kejadian terjadi) → memakan waktu lama
>> Mencatat kebiasaan dalam perkuliahan Psikodiagnostik 1
KEUNTUNGAN:
• Memungkinkan perekaman gejala / mengamati apa adanya
• Data yang diperoleh dari first-hand
• Dapat melengkapi dan memverifikasi hasil wawancara
• Dapat memperoleh data yang tidak diperoleh dengan metode lain
• Tidak tergantung pada kemauan observee untuk menceritakan
• Memperoleh gambaran berbagai tingkah laku dalam waktu yang bersamaan
• Tidak banyak tuntutan/ tidak mengganggu bagi observee
• Memudahkan memperoleh data pd klien usia anak-anak
KEUNTUNGAN & KELEMAHAN OBSERVASI
KELEMAHAN :
• Adanya keterbatasan organ-organ penginderaan manusia
• Dibutuhkan pengetahuan yang lebih tentang tema yang diamati dan pengalaman yang memadai
• Kemungkinan dipengaruhi oleh responden jika responden tahu sedang diamati
• Beberapa kejadian tidak dapat terungkap/ diungkapkan dengan observasi langsung (ide, pikiran, harapan, dll)
• Tingkah laku yang diharapkan/ diramalkan tidak selalu muncul
• Dapat terganggu dengan/ pd waktu/ peristiwa yang tidak terduga (cuaca, dll)
KEUNTUNGAN & KELEMAHAN OBSERVASI
✓ Memahami konteks terjadinya perilaku
✓ Menangkap pola perilaku observee
✓ Mengupayakan menangkap makna
✓ Memahami world view observee
✓ Memperbanyak jumlah observer
✓ Meningkatkan kemampuan observer
SOLUSI
Suasana Psikologis yang dapat memengaruhi Observasi Observer
• Gembira sekaligus cemas menghadapi situasi baru
• Rasa khawatir
kehadirannya mungkin akan mempengaruhi apa yang diobservasi
• Harus berperan serta
sekaligus menarik diri agar mampu melihat persoalan
Obervee
• Bila merasa diamati,
responden jadi bertingkah laku tidak seperti biasa
• Feedback dari observer mungkin mempengaruhi cara responden
bertingkah laku
Faktor-faktor yang dapat memengaruhi observasi (Bentzen, 2000)
● Sensitivitas dan kesadaran
● Kelelahan, sakit, ketidaknyamanan, masalah psikologis
● External environment
● Pengaruh diri atau kepribadian
● Adanya bias
● Pengaruh setting atau situasi
Sumber-sumber kesalahan dalam observasi (Bentzen, 2000)
● Masalah-masalah yang berkaitan dengan pencatatan
● Masalah-masalah yang berkaitan dengan proses observasi
● Masalah-masalah yang berkaitan dengan pencatatan:
-
Errors of ommission
terjadi saat observer terlewatkan informasi yang dapat
membantu atau penting dalam memahami perilaku/kejadian -
Errors of commission
terjadi ketika observer memasukkan informasi lebih banyak dari situasi yang sebenarnya
-
Errors of transmission
terjadi saat observer mencatat tingkah laku/kejadian dengan urutan yang tidak tepat
● Masalah-masalah yang berkaitan dengan proses observasi:
- Hallo effect : kecenderungan observer menggeneralisasi kesan awal yang diperolehnya
- Howthrone effect : tingkah laku yg dibuat-buat menjadi lebih baik - Refleksi observer : biasanya kepribadian/value dari observer
tercermin dalam hasil observasi
- Generosity effect : observer cenderung berbuat baik dalam situasi yang meragukan, sehingga cenderung memberikan penilaian yang merugikan atau juga menguntungkan
- Carry-over effect : observer tidak bisa memisahkan gejala dengan gejala lainnya , bila yang satu positif, yang lain akan positif pula
Upaya mengendalikan sumber-sumber kesalahan dalam observasi (Bentzen, 2000)
● Memperbanyak berlatih dalam kehidupan sehari-hari
● Mengupayakan observer lebih dari 1 orang ketika mengamati hal yang sama
● Melakukan persiapan - observer bersedia lebih menyadari kemungkinan2 terjadinya kesalahan tsb., sehingga secara sadar
memonitor tingkah lakunya sendiri - meminimalisir kesalahan2 tsb.
ETIKA OBSERVASI
• Privacy subjek
• Keamanan subjek
• Persetujuan subjek
• Perlindungan terhadap kenyamanan dan keamanan
• Proses diseminasi informasi kepada para profesional dan komunitas ilmuwan
• Pencegahan kecurangan dan penipuan terhadap subjek, kelompok atau masyarakat
• Penggunaan oleh dirinya dan pihak lain dengan maksud negatif
https://youtu.be/SuVyi69OCQw
● https://youtu.be/SuVyi69OCQw
Tugas kelompok
https://www.youtube.com/watch?v=6pRvGF6oTpg