Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol.2 No.B Tahun 2020
42Jurnal Kesehatan Pertiwi
Politeknik Kesehatan Bhakti Pertiwi Husada
Volume 2 Nomor B Tahun 2020Pengaruh Pijat Bayi terhadap Peningkatan Berat Badan pada Bayi Usia 0-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani
Purwakarta
Ida Ratna Safitri, Della Opipana
Politeknik Kesehatan Bhakti Pertiwi Husada Kota Cirebon Email : [email protected]
Abstrak Pendahuluan : Proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara alami. Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun ndividu, yang bisaa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
Tercapainya pertumbuhan dan perkembangan yang optimal merupakan hasil interaksi berbagai factor yang saling berkaitan, yaitu factor genetic, lingkungan dan perilaku, serta rangsangan atau stimulasi yang berguna. Perilaku orang tua juga sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang anak terutama pada pemberian gizi oleh orang tua. Pemberian gizi tentu saja paling berpengaruh dan bias terlihat pada pengukuran berat badan.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Sukatani Purwakarta diperoleh data berdasarkan hasil wawancara dengan ibu bayi ternyata 8 dari 10 ibu mengatakan bahwa belum pernah melakukan pijat bayi karena ibu hanya pernah mendengar tanpa mengetahui apa itu pijat bayi, dan 2 dari 10 ibu mengatakan sudah pernah melakukan pijat bayi di rumah sendiri dan di bidan.
Beberapa penelitian mengatakan pijat bayi biasa merangsang nervus bagus, dimana saraf ini meningkatkan persitaltik usus sehingga pengosongan lambung meningkat dengan demikian akan merangsang nafsu makan bayi. Disisi lain pijat juga melancarkan peredaran darah dan meningkatkan metabolisme sel, dari rangkaian tersebut berat badan bayi akan meningkat.
Kata Kunci Tumbuh kembang anak, perilaku, pijat bayi,stimulasi
Abstract Introduction: The process of child growth and development can take place naturally. The term growth and development actually includes two events that are different, but interrelated and difficult to separate, namely growth and development. Growth is related to changes in size, number, size or dimensions at the level of cells, organs and individuals, which can be measured by weight (grams, pounds, kilograms), length (cm, meters), bone age and metabolic balance (calcium retention). and body nitrogen).
The achievement of optimal growth and development is the result of the interaction of various interrelated factors, namely genetic, environmental and behavioral factors, as well as useful stimuli. The behavior of parents is also very influential in the growth and development of children, especially in the provision of nutrition by parents. Nutrition is of course the most influential and can be seen in the measurement of body weight.
Based on the results of a preliminary study conducted at the Sukatani Public Health Center in Purwakarta, it was found that based on interviews with the baby's mother, it turned out that 8 out of 10 mothers said that they had never done baby massage because mothers had only heard of it without knowing what baby massage was, and 2 out of 10 mothers said they had never done massage. do baby massage at home and in the midwife.
Some studies say that regular baby massage stimulates the good nerves, where these nerves increase intestinal peristalsis so that gastric emptying increases thereby stimulating the baby's appetite. On the other hand, massage also improves blood circulation and increases cell metabolism, from this series the baby's weight will increase.
Keywords Child development, behavior, baby massage, stimulation.
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol.2 No.B Tahun 2020
43 PendahuluanMemiliki anak dengan tumbuh kembang yang optimal adalah dambaan setiap orang tua.
Proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara alami. Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun ndividu, yang bisaa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam astruktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai proses pematangan1.
Masa awal setelah kelahiran dan yang merupakan masa emas dalam pemberian tindakan guna mendukung tumbuh kembang anak adalah masa bayi. Masa bayi adalah masa keemasan sekalipun masa kritis pertumbuhan dan perkembangan. Tercapainya pertumbuhan dan perkembangan yang optimal merupakan hasil interaksi berbagai factor yang saling berkaitan, yaitu factor genetic, lingkungan dan perilaku, serta rangsangan atau stimulasi yang berguna. Perilaku orang tua juga sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang anak terutama pada pemberian gizi oleh orang tua.
Pemberian gizi tentu saja paling berpengaruh dan bias terlihat pada pengukuran berat badan.
Status gizi yang optimal pada bayi dua tahun kehidupan pertama merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya pada masyarakat sehingga penanganan tepat pada awal pertumbuhan akan mencegah gangguan gizi yang dapat muncul saat dewasa2.
Saat ini telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa pijat bayi memiliki banyak manfaat baik fisik maupun emosional.
Beberapa mnfaat pijat bayi adalah diantaranya meningkatkan nafsu makan, melipat gandakan keuntungan ASI eksklusif, meningkatkan berat badan, meningkatkan daya tahan tubuh, membuat bayi tidur lebih nyenyak, dan membina keterikatan antara orang tua dan anak4.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Sukatani Purwakarta diperoleh data berdasarkan hasil wawancara dengan ibu bayi ternyata 8 dari 10
ibu mengatakan bahwa belum pernah melakukan pijat bayi karena ibu hanya pernah mendengar tanpa mengetahui apa itu pijat bayi, dan 2 dari 10 ibu mengatakan sudah pernah melakukan pijat bayi di rumah sendiri dan di bidan.
Setelah dilakukan percobaan melakukan pijat bayi terhadap 5 bayi usia 0-12 bulan dan dilakukan observasi selama 2 hari ternyata hasilnya kelima bayi tersebut mengalami peningkatan berat badan. Menurut UNICEF anak yang gizi baik juga harus mendapat perhatian gizi, hal ini disebabkan pada usia ini anak rentan terkena gizi kurang sehingga bila tidak mendapat penanganan yang lebih lanjut dpat membuat anak mengalami penurunan status gizi buruk. Maka dari itu setiap orang tua bahkan tenaga kesehatan harus memperhatikan keadaan ini. Pijat bayi dapat digolongkan sebagai aplikasi stimulasi sentuhan, karena dalam pijat bayi terdapat unsur sentuhan berupa kasih sayang, perhatian, suara atau bicara, pandangan mata, gerakan dan pijatan. Stimulasi ini akan merangsang perkembangan struktur maupun fungsi sel-sel otak3.
Beberapa penelitian mengatakan pijat bayi biasa merangsang nervus bagus, dimana saraf ini meningkatkan persitaltik usus sehingga pengosongan lambung meningkat dengan demikian akan merangsang nafsu makan bayi. Disisi lain pijat juga melancarkan peredaran darah dan meningkatkan metabolisme sel, dari rangkaian tersebut berat badan bayi akan meningkat. Roesli mengutip penelitian Field dan Scafidi yaitu pada bayi premature dilakukan pemijatan 3 x 10 menit selama 10 hari, kenaikan berat badannya tiap hari 20%-47% dan pada bayi cukup bulan usia 1-3 bulan dipijat 15 menit, dua kali seminggu selama enam minggu, kenaikan berat badannya lebih baik daripada yang tidak dipijat.
Mengutip pula penelitian yang dilakukan oleh Tri Sunarsih (2010), bayi pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan berat badan sebesar 17,32% dan kelompok kontrol meningkat sebesar 13,48%4.
Dari uraian diatas, melihat manfaat pijat bayi terhadap berat badan dan hasil dari beberapa penelitian sebelumnya, penulis sangat tertarik untuk melakukan penelitian “Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Purwakarta”.
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol.2 No.B Tahun 2020
44 Metode PenelitianRancangan penelitian ini, penulis menggunakan metode quasi eksperiment dengan rancangan two group without pre and post test. Metode kuasi eksperimen adalah metode yang menggunakan seluruh subjek dalam kelompok belajar (intact group) untuk diberi perlakuan (treatment), suatu produk atau instrumen penelitian. Dengan face-to-face contact, peneliti dapat menanyakan secara rinci mengenai respon yang telah diberikan
Hasil Penelitian
Rerata Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Purwakarta
Tabel 4.1
Rerata Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas
Sukatani Purwakarta
Berdasarkan tabel 4.1 pertumbuhan kenaikan berat badan bayi yang tidak diberi perlakuan pijat bayi serta memiliki kategori kenaikan pertumbuhan berat badan bayi diatas rata-rata hanya terdapat 3 bayi saja. Sementara jumlah bayi yang tidak diberikan perlakuan pijat bayi serta memiliki kategori kenaikan pertumbuhan berat badan bayi dibawah rata- rata terdapat sebanyak 33 bayi. Hal ini semakin menegaskan bahwa bayi yang tidak diberikan perlakuan pijat bayi cenderung akan dominan memiliki kategori pertumbuhan kenaikan berat badan bayi dibawah rata-rata.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Usia 0-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Purwakarta
Tabel 4.2
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Usia 0-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Purwakarta
Pijat Bayi
Kenaikan Berat Badan Bayi Setelah 1
Bulan
Total Sig (2-tailed)
> 140 gr ≤ 140 gr Pijat
Tida k Pijat
30
3 6
33 36
36 0,000
Total 33 39 72
Berdasarkan hasil yang diperoleh pada Tabel 4.2, dapat diketahui bahwa nilai tingkat kepercayaan α = 0.05 dan dk = k-1 maka didapatkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0.000 < nilai α=0.05. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi pada usia 0-12 bulan.
Pembahasan
Rerata Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Usia 0-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Purwakarta
Berdasarkan tabel 4.1 pertumbuhan kenaikan berat badan bayi yang tidak diberi perlakuan pijat bayi serta memiliki kategori kenaikan pertumbuhan berat badan bayi diatas rata-rata hanya terdapat 3 bayi saja. Sementara jumlah bayi yang tidak diberikan perlakuan pijat bayi serta memiliki kategori kenaikan pertumbuhan berat badan bayi dibawah rata- rata terdapat sebanyak 33 bayi. Hal ini semakin menegaskan bahwa bayi yang tidak diberikan perlakuan pijat bayi cenderung akan dominan memiliki kategori pertumbuhan kenaikan berat badan bayi dibawah rata-rata.
Responden yang diberikan perlakuan treatment pijat bayi di wilayah kerja puskesmas Sukatani dilakukan pemijatan selama 15 menit setiap minggunya selama empat kali dalam kurun waktu satu bulan. Penimbangan awal berat badan bayi dilakukan saat sebelum bayi mendapatkan treatment pijat bayi dan penimbangan selanjutnya dilakukan setiap satu minggu sekali pada saat setelah pemberian treatment pijat bayi di tiap minggunya sehingga hasil perkembangan berat badan bayi dapat diketahui apakah terdapat kenaikan, stagnan atau justru terjadi penurunan.
Hasil data yang diperoleh menunjukkan bahwa, rata-rata berat badan bayi usia 0-12 bulan setelah diberikan perlakuan
Pijat Bayi
Kenaikan BB Bayi
dalam 1 Bulan Total
> 140 gr ≤ 140 gr Ya
Tidak Total
30 3 33
6 33 39
36 36 72
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol.2 No.B Tahun 2020
45 pijat bayi setiap minggunya, rata-ratapertumbuhan kenaikan berat badannya naik diatas rata - rata bayi yang tidak mendapatkan perlakuan pijat bayi. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian treatment pijat bayi adalah suatu bentuk treatment alternatif terbaik dan murah dalam upaya menaikkan berat badan bayi secara lebih optimal, dengan catatan intervensi pijat bayi tersebut harus dilakukan selama 15 menit setiap seminggu sekali selama satu bulan dan harus dilakukan secara kontinyu (minimal 4 kali tiap minggu).
Kategori pertumbuhan kenaikan berat badan bayi diatas rata- rata juga menunjukkan angka yang sangat signifikan dan dominan dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan perlakuan pijat bayi.
Pertumbuhan kenaikan berat badan bayi yang terjadi pada pijat bayi akan dapat menambah bobot bayi sehingga tidak mengganggu tumbuh kembang anak di kemudian hari. Pijat bayi sepatutnya tidak boleh hanya dilakukan sewaktu-waktu, mengingat efektifitasya yang cukup tinggi dalam menaikkan berat badan bayi sudah sangat terbukti.
Temuan hasil penelitian di atas telah dipertegas pula oleh para pakar yang telah membuktikan bahwa terapi sentuh dan pijat pada bayi memberikan banyak manfaat. Terapi sentuh, terutama pijat menghasilkan perubahan fisiologis yang menguntungkan dan dapat diukur secara ilmiah, antara lain pengukuran kadar ludah, kadar hormon/ eatecholamine air seni, dan pemeriksaan EEG (Electro Enchepalogram/gambaran gelombang otak).
Pijat bayi secara rutin memang berguna untuk mempertahankan kesehatan bayi. Apalagi karena pijat bayi murah, mudah dan sudah biasa dilakukan di Indonesia sehingga bukan merupakan hal yang baru bagi kultur kita1.
Akbar, R. & Hawadi (2008) mengemukakan bahwa pijat bayi mempunyai efek biokimia dan efek fisik atau klinis bagi tubuh bayi. Bagi bayi dapat mengembangkan komunikasi, mengurangi stres atau tekanan dan mengurangi gangguan sakit atau mengurangi nyeri. Bagi ibu dapat meningkatkan produksi ASI, memahami isyarat bayi, meningkatkan percaya diri dan memahami kebutuhan bayi2.
Selain itu, manfaat dari pijat bayi secara umum adalah dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki peredaran darah dan pernapasan, merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan, meningkatkan kenaikan berat badan, mengurangi stress dan ketegangan,
meningkatkan kesiagaan, membuat tidur lebih lelap, mengurangi rasa sakit (seperti sakit kembung dan sakit perut), meningkatkan hubungan batin antara orang tua dan bayi, dan meningkatkan produksi air susu ibu2.
Kalsum dengan pendapat dari Rosalina (2014) yang menunjukkan bahwa pijat bayi bermanfaat meningkatkan berat badan bayi dan pertumbuhan. Berangkat dari penelitian yang dia lakukan menunjukkan bahwa, pada 20 bayi prematur (berat badan 1.280 dan 1.176 gram ) yang dipijat 3x15 menit selama 10 hari, mengalami kenaikan berat badan perhari6.
Cheng (2011) juga mengemukakan bahwa bayi- bayi yang dipijat secara teratur sejak lahir sering memperoleh peningkatan berat badan yang lebih cepat dari yang lainnya, dia beranggapan bahwa mungkin karena pijatan merangsang produksi hormon-hormon pertumbuhan9.
Chirande (2015) lebih lanjut juga mengemukakan bahwa terdapat dua aspek dalam tubuh bayi yang dipengaruhi ketika pemijatan berlangsung, yaitu: 1). Aspek emosional, meliputi: a. Menanamkan rasa percaya diri, bebas dan aman, serta seimbang, b. Menanamkan kepercayaan antara orang tua dan anak, c. Mengurangi hormon Kortisol (pemicu stres) dalam aliran darah atau menjaga kestabilannya selama pemijatan, d.
Merangsang produksi hormon Endokrin (pereda rasa sakit) sehingga menimbulkan rasa nyaman pada bayi, e. Menjaga kedekatan antara orang tua dan bayi lewat kontak fisik, seperti kontak mata, mencium, membelai lembut, mengusap, dan mengajaknya berbicara; 2).
Aspek fisik yang meliputi: a. Melancarkan pencernaan dan pembuangan sehingga bayi terangsang untuk menyusui dengan baik, b.
Menghindari sembelit, kolik dan diare, c.
Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, d. Meningkatkan hormon- hormon pertumbuhan yang dihasilkan oleh kelenjar Pituitari, e. Melancarkan aliran darah dalam tubuh sehingga timbul rasa hangat pada tangan dan kaki, f. Merileksasikan otot-otot dan melenturkan persendian terutama saat bayi meregangkan tubuh untuk memulai lebih banyak gerakan fisiknya, g. Membantu menghilangkan sel-sel mati dan membuang racun-racun tubuh melalui kulit, h.
Melancarkan pernafasan seperti: mengurangi lendir, mengatasi batuk, flu, infeksi pada telinga, dan gangguan pada hidung10.
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol.2 No.B Tahun 2020
46 Bayi yang dipijat mengalamipeningkatan tonus nervus vagus (saraf otak ke 10), ini membuat kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin naik sehingga penyerapan makanan lebih baik. Penyerapan makanan yang lebih baik akan menyebabkan bayi cepat lapar dan karena itu lebih sering menyusu akibatnya produksi ASI akan lebih banyak dan berat badan bayi cepat naik. Bayi yang dipijat juga mengalami penurunan kadar hormone stress karena pijatan pada bayi dapat membuat bayi lebih tenang, tidak mudah rewel karena capek sehingga bayi dapat tidur lebih nyenyak. Pijatan juga dapat membuat bayi mengalami peningkatan daya tahan tubuh sehingga bayi tidak gampang sakit maka pertumbuhan bayi tidak akan terganggu dan berat badannya akan meningkat12.
Peningkatan berat badan bayi mengacu pada pendapat yang disampaikan oleh Fitriyani, (2010) di mana berat badan bayi dibagi menjadi 2 yaitu pada usia 0-6 bulan.
Untuk usia 0-6 bulan, berat badan bayakan mengalami penambahan setiap minggu sekitar 140-200 gram dan berat badannya akan menjadi 2 kali berat badan lahir pada akhir bulan ke enam. Sedangkan pada usia 6-12 bulan terjadi penambahan setiap minggu sekitar 24-40 gram dan pada akhir bulan ke 12 akan terjadi penambahan 3 kali lipat berat badan lahir12.
Penulis memahami bahwa terdapat faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi pertambahan kenaikan berat badan bayi, seperti faktor herediter/ genetik, jenis kelamin, faktor asupan dan faktor lingkungan (lingkungan pranatal, faktor postnatal). Faktor postnatal juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti gizi, lingkungan fisik dan kimia, faktor psikologis, faktor penyakit kronis/kelainan kongenital, endoktrin, sosio- ekonomi, faktor lingkungan pengasuhan, faktor stimulasi.
Namun begitu, pemberian perlakuan pijat bayi pada bayi 0-12 bulan dipandang sangatlah efektif dalam menaikkan berat badan.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Usia 0-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Purwakarta
Berdasarkan hasil yang diperoleh pada Tabel 4.2, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi yang didapat, dapat diketahui pula bahwa nilai signifikansi sebesar 0.000 < nilai α=0.05. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima,
artinya terdapat pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi pada usia 0-12 bulan.
Peningkatan berat badan bayi tentunya sangat dipengaruhi oleh pemberian pijat bayi yang diberikan secara kontinu. Pada dasarnya bayi yang dipijat akan mengalami peningkatan kadar enzim penyerapan dan insulin sehingga penyerapan terhadap sari makanan pun menjadi lebih baik hasilnya bayi menjadi cepat lapar dan karena itu lebih sering menyusu sehingga meninggkatkan produksi ASI. Pemijatan juga meningkatkan penyerapan makanan oleh nervus vagus sehingga nafsu makan bayi juga akan meningkatkan yang dapat secara langsung meningkatkan berat badan bayi11.
Pijatan pada bayi mampu merangsang motorik, membantu proses tidur, mengurangi rasa cemas dan keluhan. Terjadi peningkatan zat-zat makanan di saluran pencernaan dan mengembangkan mental anak, membuat suhu tubuh bisa lebih stabil serta mampu meningkatkan hormon gastrin dan insulin yang berperan dalam penyerapan makanan sehingga berat badan bayi naik lebih cepat10.
Menurut Gulo (2010) terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan berat badan pada bayi diantaranya adalah pengetahuan ibu mengenai gizi, status kesehatan, psikologi bayi, serta faktor pribadi dan kesukaan belum dapat disingkirkan sebagai faktor perancu penelitian ini. Status sosial ekonomi dan budaya pangan mempunyai tanggung jawab yang cukup besar terhadap status kesehatan bayi. Namun, secara khusus penelitian ini membuktikan bahwa pemberian pijat bayi dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan bayi dengan peningkatan berat badan bayi11.
Bayi yang dipijat mengalami peningkatan kadar enzim penyerapan dan insulin sehingga penyerapan terhadap sari makanan pun menjadi lebih baik. Hasilnya, bayi menjadi cepat lapar dan karena itu lebih sering menyusu sehingga meningkatkan produksi ASI. Pemijatan juga meningkatkan mekanisme penyerapan makanan oleh nervus vagus sehingga nafsu makan bayi juga akan meningkat yang dapat secara langsung meningkatkan berat badan bayi16.
Aktivitas pemijatan akan meningkakan aktifitas neorotransmitter serotin, yaitu meningkatkan kapasitas sel
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol.2 No.B Tahun 2020
47 reseptor yang berfungsi meningkatkanglucocorticoid (adrenalin, suatu hormon stres).
Proses ini akan menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon adrenalin (hormon stres) penurunan kadar hormon stres ini akan meningkatkan daya tahan tubuh, terutama IgM dan IgG. Pijat bayi akan membuat bayi tidur lebih lelap dan meningkatkan kesiagaan (alertness) atau konsentrasi. Hal ini dikarenakan pijatan yang baik dapat mengubah gelombang otak. Pengubahan ini terjadi dengan cara menurunkan gelombang alpha dan meningkatkan gelombang beta serta tetha yang dapat dibuktikan dengan penggunaan EEG (electro encephalogram)8.
Berdasarkan hasil penelitian pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi yang telah saya lakukan, telah diketahui bahwa pijat bayi memberikan manfaat yang sangat besar terhadap pertumbuhan bayi terutama peningkatan berat badan bayi. Selain itu, pijat bayi juga telah dibuktikan efektifitasnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi oleh beberapa peneliti dari berbagai universitas dan dan para ahli menyatakan bahwa bayi yang rutin diberikan pijat bayi akan memiliki sistem imunitas yang lebih tinggi (bayi tidak gampang sakit) dan menunjukan sikap perkembangan motorik yang lebih cepat dibandingkan dengan bayi yang tidak diberikan pijat bayi. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan stimulasi bayi menggunakan pijat bayi agar pertumbuhan dan perkembangan bayi lebih optimal guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul yang tercipta dan terasah pada 1000 hari pertama kehidupannya.
Kesimpulan
1. Bayi yang tidak diberikan perlakuan pijat bayi cenderung akan dominan memiliki kategori pertumbuhan kenaikan berat badan bayi dibawah rata-rata sebanyak 33 bayi.
2. P value 0.000 < nilai α=0.05, dapat dinyatakan bahwa hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi pada usia 0-12 bulan.
Saran
1. Sebagai upaya mengenalkan pijat bayi juga memberikan pengetahuan kepada orang tua
tentang manfaat dan dampak dari pijat bayi sehingga dapat digunakan dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan pada bayi.
2. Mengembangkan intervensi dalam peningkatan pemenuhan kebutuhan bayi.
DAFTAR PUSTAKA
Adriana, D. 2013. Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain pada Anak.
Jakarta: Salemba Medika.
Akbar, R. & Hawadi. 2008. Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta:
Grasindo.
Behrman, R.E. 2008. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Jakarta: EGC.
Alison Cooke. 2015. Infant massage: The
practice and evidence-base to support it. Published Online: 9
Mar 2015.
https://doi.org/10.12968/bjom.
Diakses tanggal 20 April 2020
Carolynn Darrell Cheng, MA, Anthony A.Volk, PhD, and Zopito A. Marini,