• Tidak ada hasil yang ditemukan

senibudaya kurtilas sem1 xi bukusiswa rev2017 terampilmatematika blogspot com

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "senibudaya kurtilas sem1 xi bukusiswa rev2017 terampilmatematika blogspot com"

Copied!
210
0
0

Teks penuh

I. Bab 1: Berapresiasi Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, Seni Teater

Bab ini membahas pengembangan sikap apresiatif terhadap berbagai bentuk seni, menekankan pentingnya 'sense of beauty' yang universal pada manusia. Diskusi mencakup pengenalan tiga domain apresiasi seni menurut Brent G. Wilson (perasaan, penilaian, dan empati), serta proses apresiasi seni rupa melalui pengamatan, respons pribadi, analisis, dan interpretasi. Metode pembelajaran yang diusulkan meliputi pengamatan karya seni, diskusi kelas, dan penulisan karya tulis. Bagian ini juga menyinggung pentingnya menghargai profesi seniman dan budayawan serta mengamalkan perilaku berbudaya dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk interaksi efektif dengan lingkungan seni budaya. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman multi-dimensi apresiasi seni, mengintegrasikan aspek psikologis, sosiologis, dan estetis. Aplikasi pedagogisnya berupa metode pembelajaran aktif dan kolaboratif untuk mengembangkan kemampuan apresiasi siswa secara lisan maupun tulisan.

1.1 Pengembangan Sikap Apresiatif Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, Seni Teater

Subbab ini menjelaskan bagaimana rasa keindahan universal dalam diri manusia tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari berpakaian hingga seni rupa tradisional. Dipaparkan bagaimana apresiasi seni melibatkan proses penginderaan, penghayatan, dan pengamalan nilai keindahan dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya sikap terbuka terhadap manifestasi seni rupa, baik murni maupun terapan, untuk mengembangkan kemampuan apresiatif, juga dibahas. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman sifat universal seni dan estetika, serta bagaimana hal tersebut diintegrasikan ke dalam konteks sosial budaya. Aplikasi pedagogisnya meliputi kegiatan pengamatan karya seni dan diskusi kelas, serta pengembangan kemampuan analisis dan interpretasi.

1.2 Pengembangan Sikap Empati kepada Profesi Seniman dan Budayawan

Subbab ini menekankan pentingnya mengembangkan empati terhadap seniman dan budayawan melalui pengenalan tokoh-tokoh, reputasi, dan kontribusi mereka bagi masyarakat dan kemanusiaan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi terhadap karya seni dan menghargai proses kreatif seniman. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman hubungan antara seni, seniman, dan konteks sosial. Aplikasi pedagogisnya meliputi studi biografi seniman dan diskusi kelas tentang peran seniman dalam masyarakat.

1.3 Mengamalkan Perilaku Manusia Berbudaya dalam Kehidupan Bermasyarakat

Subbab ini menjelaskan hakikat kebudayaan dan kaitannya dengan perilaku manusia berbudaya. Konsep kebudayaan menurut Koentjaraningrat (konsep, aktivitas, dan artefak) dibahas, menekankan pentingnya memahami dan menghargai budaya sendiri untuk mengembangkan potensi perilaku yang baik dalam berinteraksi sosial. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman multi-faceted konsep kebudayaan dan perannya dalam membentuk perilaku. Aplikasi pedagogisnya melibatkan refleksi diri dan diskusi tentang bagaimana siswa dapat mengamalkan perilaku berbudaya dalam kehidupan sehari-hari.

1.4 Interaksi dan Komunikasi Efektif dengan Lingkungan Seni Budaya

Subbab ini menekankan pentingnya sikap demokratis, etis, dan toleran dalam berinteraksi dengan lingkungan seni budaya. Contoh-contoh perilaku yang mencerminkan sikap tersebut diberikan, dengan harapan siswa dapat mengamalkan perilaku positif dan optimistik dalam pergaulan di lingkungan seni budaya. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman pentingnya etika dan sikap sosial positif dalam konteks apresiasi seni. Aplikasi pedagogisnya meliputi simulasi interaksi sosial dalam konteks seni dan diskusi kelas tentang pentingnya etika dan toleransi.

1.5 Rangkuman, Refleksi, dan Uji Kompetensi

Bagian ini merangkum poin-poin penting dari bab 1, memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan refleksi diri atas pemahaman mereka terhadap apresiasi seni. Uji kompetensi yang diberikan meliputi sikap, keterampilan, dan pengetahuan apresiasi seni, dengan harapan siswa dapat mempraktekkan pemahaman mereka dan mengevaluasi pembelajaran mereka sendiri. Nilai akademisnya terletak pada penguatan pemahaman konsep apresiasi seni dan kemampuan refleksi diri. Aplikasi pedagogisnya meliputi tugas individu dan kelompok untuk menguji pemahaman siswa dan mendorong refleksi diri.

II. Bab 2: Menganalisis Konsep, Unsur, Prinsip, Bahan, dan Teknik Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi

Bab ini fokus pada analisis karya seni rupa dua dimensi, menjelaskan langkah-langkah mengkaji aspek konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik. Disajikan format analisis terstruktur untuk mengarahkan siswa dalam mengamati dan menganalisis karya seni. Konsep meliputi sumber inspirasi, penerapan prinsip estetik, dan pengkajian visual. Unsur meliputi garis, warna, ruang, dan tekstur. Prinsip meliputi harmoni, proporsi, irama, keseimbangan, dan penekanan. Bahan dan teknik berkarya juga dibahas secara rinci. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman metodologi analisis karya seni dan pengaplikasian teori estetika. Aplikasi pedagogisnya meliputi latihan analisis karya seni menggunakan format terstruktur dan diskusi kritis tentang elemen-elemen seni.

2.1 Konsep, Unsur, Prinsip, Bahan, dan Teknik

Subbab ini menguraikan secara detail masing-masing komponen analisis karya seni rupa dua dimensi, mulai dari pengkajian konseptual hingga aspek teknis. Penjelasan diberikan untuk setiap unsur, prinsip, dan teknik, disertai contoh-contoh penerapannya dalam karya seni. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman komprehensif elemen-elemen pembentuk karya seni rupa dan interaksi di antara mereka. Aplikasi pedagogisnya meliputi latihan pengamatan dan analisis karya seni dengan panduan yang sistematis.

III. Bab 3: Menganalisis Jenis, Tema, Fungsi, dan Nilai Estetis Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

Bab ini melanjutkan analisis karya seni, kali ini fokus pada karya tiga dimensi. Diskusi mencakup klasifikasi seni rupa berdasarkan jenis (murni dan terapan) dan bentuk (dua, tiga, dan multi-dimensi). Analisis meliputi jenis, tema (internal dan eksternal), fungsi (ekspresi, fungsional, dan sosial), dan nilai estetis (objektif dan subjektif). Nilai akademisnya terletak pada pemahaman perbedaan karakteristik karya seni dua dan tiga dimensi, serta metode analisis yang sesuai. Aplikasi pedagogisnya meliputi kegiatan pengamatan dan analisis karya seni tiga dimensi dengan penekanan pada perbedaan karakteristiknya dengan karya dua dimensi.

3.1 Jenis, Tema, Fungsi, dan Nilai Estetis

Subbab ini menjelaskan secara detil bagaimana menganalisis setiap aspek karya seni rupa tiga dimensi, mulai dari mengklasifikasikan jenis karya hingga menganalisis nilai estetisnya secara objektif dan subjektif. Penjelasan yang diberikan mencakup berbagai pendekatan dalam menilai nilai estetis, seperti pendekatan formalis, impresionis, dan kontekstualis. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman mendalam tentang beragam pendekatan dalam menganalisis karya seni dan aplikasinya. Aplikasi pedagogisnya meliputi latihan analisis karya seni tiga dimensi dengan berbagai pendekatan dan diskusi kelas untuk membandingkan berbagai perspektif.

IV. Bab 4: Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi dengan Memodifikasi Objek

Bab ini beralih dari analisis ke praktik kreatif, membahas proses berkarya seni rupa dua dimensi melalui modifikasi objek. Proses kreatif diuraikan dalam empat tahap: persiapan (pengamatan dan sketsa), elaborasi (mengembangkan sketsa alternatif), iluminasi (menemukan inspirasi baru), dan verifikasi (menilai dan memperbaiki karya). Modifikasi objek dijelaskan sebagai proses mengubah bentuk, ukuran, posisi, atau elemen lainnya untuk menghasilkan karya baru. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman proses kreatif dan penerapan prinsip-prinsip desain. Aplikasi pedagogisnya meliputi latihan praktik modifikasi objek dan pembuatan karya seni dua dimensi.

4.1 Proses Kreatif (Persiapan, Elaborasi, Iluminasi, Verifikasi)

Subbab ini menjelaskan secara terperinci setiap tahap dalam proses kreatif berkarya seni rupa dua dimensi. Penjelasan diberikan secara bertahap dan sistematis, agar siswa dapat memahami dan mempraktekkan setiap langkah dengan baik. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman sistematis proses kreatif dalam seni rupa. Aplikasi pedagogisnya meliputi panduan yang sistematis untuk memandu siswa dalam proses kreatif.

V. Bab 5: Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi dengan Memodifikasi Objek

Bab ini melanjutkan praktik kreatif, namun kali ini berfokus pada karya tiga dimensi. Diskusi meliputi pengertian seni rupa tiga dimensi, fungsinya, dan proses modifikasi objek sebagai metode berkarya. Proses modifikasi objek dijelaskan secara detail dan disertai contoh-contoh. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman perbedaan proses kreatif antara karya dua dan tiga dimensi. Aplikasi pedagogisnya meliputi latihan praktik modifikasi objek dan pembuatan karya seni tiga dimensi.

5.1 Modifikasi Objek dan Tugas Berkarya

Subbab ini menjelaskan secara detail bagaimana memodifikasi objek untuk menghasilkan karya seni tiga dimensi, disertai dengan contoh-contoh dan panduan praktis. Penjelasan mengenai berbagai pilihan media dan teknik berkarya sesuai dengan ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah juga diberikan, menunjukkan fleksibilitas dalam pembelajaran. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman prinsip-prinsip modifikasi objek dalam seni rupa tiga dimensi dan adaptasi metode pembelajaran sesuai konteks. Aplikasi pedagogisnya meliputi panduan yang komprehensif untuk memandu siswa dalam proses kreatif, dengan mempertimbangkan berbagai konteks sekolah.

VI. Bab 6: Berekspresi dalam Seni Rupa

Bab ini membahas ekspresi diri melalui seni rupa sebagai realisasi konsep seni yang bersumber dari kehidupan psikologis. Proses kreatif meliputi pengamatan, pertanyaan, percobaan, penalaran, dan penyajian karya. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman hubungan antara ekspresi diri dan proses kreatif dalam seni rupa. Aplikasi pedagogisnya meliputi latihan ekspresi diri melalui karya seni dan refleksi atas proses kreatif.

6.1 Proses Berekspresi dan Uji Kompetensi

Subbab ini menguraikan secara sistematis langkah-langkah dalam proses berekspresi melalui seni rupa. Uji kompetensi yang diberikan meliputi aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan, memungkinkan evaluasi diri dan penilaian hasil karya secara komprehensif. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman proses kreatif ekspresi diri dalam seni dan kemampuan evaluasi diri. Aplikasi pedagogisnya meliputi latihan praktik berekspresi, refleksi diri, dan evaluasi karya seni.

VII. Bab 7: Bereksperimen dalam Seni Rupa

Bab ini menekankan pentingnya eksperimen dalam penciptaan seni rupa, membahas berbagai aspek eksperimen, seperti penyajian bentuk, kombinasi konseptual, modifikasi konvensi, dan penciptaan karya baru. Kemampuan kreatif seperti fluensi, fleksibilitas, orisinalitas, elaborasi, dan redeinisi menurut Guilford juga dibahas. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman pentingnya eksperimen dalam mendorong kreativitas dan inovasi dalam seni rupa. Aplikasi pedagogisnya meliputi latihan bereksperimen dengan berbagai teknik dan pendekatan dalam berkarya seni rupa.

7.1 Aspek Konseptual, Interes Seni, Interes Bentuk, dan Prinsip Estetika

Subbab ini memberikan penjelasan detail tentang berbagai aspek konseptual yang perlu diperhatikan dalam bereksperimen dengan seni rupa. Penjelasan diberikan mengenai penemuan sumber inspirasi, penetapan interes seni dan bentuk, serta pemilihan prinsip estetika yang tepat. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman mendalam tentang bagaimana konsep-konsep tersebut dapat mempengaruhi proses kreatif. Aplikasi pedagogisnya meliputi panduan sistematis dalam memilih dan mengaplikasikan konsep-konsep tersebut dalam praktik berkarya.

VIII. Bab 8-13: (Tidak Tersedia Detail di Teks yang Diberikan)

Berdasarkan Daftar Isi, bab-bab selanjutnya membahas musik barat, pertunjukan musik barat, tari kreasi, konsep teater modern, dan naskah lakon teater modern. Sayangnya detail isi dari bab-bab ini tidak tersedia dalam teks yang diberikan, sehingga analisis konten tidak dapat dilakukan. Analisis lebih lanjut memerlukan akses ke full text Bab 8 sampai 13.

Gambar

Gambar 7.1 Afandi,
Gambar 7.3 Lukisan
Gambar 2.2 (halaman 9), Karya Afandi Potret Diri
Gambar 7.8 Ahmad
+7

Referensi

Dokumen terkait

Menjelaskan isi cerita legenda rakyat lisan dan tulis dengan memperhatikan tujuan komunikasi, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks naratif sesuai konteks

Walaupun moralitas seseorang dapat dilihat dari ucapan dan perbuatannya, namun sīla dikatakan sebagai sikap batin atau kehendak karena ucapan dan perbuatan yang dilakukan selalu

Masakan kontinental biasan ya menggunakan bumbu instan atau bumbu siap pakai berupa bumbu kering. Bumbu yang banyak digunakan orang Eropa adalah bumbu herb, dan garam, tidak

Negara Republik Indonesia pernah mengalami pergantian bentuk negara, dari kesatuan menjadi federal/serikat pada masa berlakunya Konstitusi RIS tanggal 27 Desember 1949

Jika salah satu dari prinsip induksi matematika tidak dipenuhi oleh suatu pernyataan P ( n ), maka P ( n ) salah, untuk setiap n bilangan asli.. Penguasaan kamu terhadap

4.1 Menyusun teks interaksi transaksional, lisan dan tulis, pendek dan sederhana, yang melibatkan ndakan memberi dan meminta informasi terkait saran dan tawaran, dengan

Misalnya, apabila kita ingin memahami seluruh isi bacaan dari buku yang kita baca, langkah- langkah yang harus ditempuh adalah: (1) pilih buku yang paling disukai dan

Karena berbeda konsep dasar musik, bahasa dari banyak budaya tidak mengandung kata yang dapat secara akurat diterjemahkan sebagai “musik” sebagaimana kata yang umumnya dipahami