• Tidak ada hasil yang ditemukan

CHAIRUL HUDA ATMA DIRGATAMA KEARSIPAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "CHAIRUL HUDA ATMA DIRGATAMA KEARSIPAN"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

KEARSIPAN

CHAIRUL HUDA ATMA DIRGATAMA

(2)

Pertemuan ke-5: Indeks Arsip

1. Pengertian Indeks Arsip

2. Jenis Penulisan Indeks Arsip

3. Tata Cara Mengindeks Arsip

(3)

Pengertian Indeks Arsip

Indeks adalah tanda pengenal berkas atau judul berkas (Sambas, 2016)

Indeks adalah kata tangkap/petunjuk/tanda pengenal untuk memudahkan dalam penentuan tempat penyimpanan arsip, sehingga apabila sewaktu-waktu diperlukan, arsip dapat dengan mudah ditemukan (Hakim, 2018)

(4)

Pengertian Mengindeks

Mengindeks merupakan aktivitas menentukan uraian unit atau bagian dari kata tangkap yang

akan disusun menurut abjad

Kegiatan tersebut dapat berupa: Nama Orang, Nama Organisasi, Nama

Wilayah, Nama Benda, Nomor dan Subjek atau Masalah

(5)

Setiap bagian kata dari nama yang membentuk filling segment, kemudian diberikan label (disebut unit, misalnya unit 1, unit 2 dst)

Filling Segment Indexing Order of Unit

No Nama Unit 1 Unit 2

1 Rere Agrezta Agrezta Rere

Mengindeks berfungsi untuk:

1. Membedakan antara berkas yang satu dengan yang lainnya 2. Mempermudah dalam penemuan dan penyimpanan arsip

(6)

Jenis Penulisan Indeks

Cara penulisan indeks nama orang dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

• Straight order, adalah cara penulisan indeks yang dilakukan sesuai dengan nama aslinya.

• Indexing order, adalah cara penulisan indeks yang

dilakukan sesuai dengan tata cara atau peraturan

mengindeks.

(7)

Penulisan Indeks dengan Cara Straight Order

(8)

Penulisan Indeks dengan Cara Indexing Order

Aulia, Widhian, Dr.

Cynthia, Kamila, Ir.

Alauddin, Ali, Prof, Dr.

Maulana, Ade Agrezta, Rere Angin Lalu, PT Sama Suka, CV

(9)

Menentukan Indeks

1. Indeks harus singkat, jelas mewakili isi arsip

2. Indeks harus mengandung makna tunggal, tidak ganda

3. Kata yang digunakan harus sudah lazim

4. Fleksibel untuk perkembangan selanjutnya 5. Indeks harus kata benda atau yang

dibendakan

(10)

Peraturan Mengindeks

Kita akan temui bermacam nama, baik nama

orang yang mengandung gelar yang beragam,

nama perusahaan, nama organisasi, nama

singkatan, dll yang tentu berbeda dalam

mengindeksnya.

(11)

Peraturan Mengindeks

1. Nama biasa yaitu yang tidak termasuk golongan nama keluarga atau marga. Nama seperti itu diindeks sebagaimana nama itu ditulis.

(12)

Peraturan Mengindeks

2. Nama perorangan, jika memakai nama keluarga, maka unit pertama adalah nama keluarganya. Khusus nama orang Cina atau Korea, nama keluarga biasanya ditulis di depan, oleh karena itu penulisan indeks sebagaimana nama itu ditulis

(13)

Peraturan Mengindeks

3. Nama perorangan jika memakai nama marga sebagai salah satu unit nama orang tersebut maka unit pertama adalah nama marganya.

(14)

Peraturan Mengindeks

4. Nama perorangan jika memakai nama baptis, maka yang dipakai adalah nama aslinya/nama jelasnya.

(15)

Peraturan Mengindeks

5. Nama perorangan jika disingkat, maka yang dipakai adalah nama jelasnya.

(16)

Peraturan Mengindeks

6. Nama wanita jika diikuti nama suaminya, maka yang digunakan adalah nama suaminya.

(17)

Peraturan Mengindeks

7. Nama perorangan, jika memakai gelar baik gelar adat, gelar keagamaan, gelar kesarjanaan atau gelar yang berwujud kepangkatan, maka gelarnya tidak diperhatikan dan nama orang tersebut diindeks sesuai dengan peraturan mengindeks.

(18)

Peraturan Mengindeks

8. Nama urutan kelahiran, seperti di Bali, maka unit utamanya adalah nama diri, kemudian diikuti oleh gelar urutan kelahiran.

(19)

Peraturan Mengindeks

9. Semua tanda baca diabaikan ketika mengindeks. Koma, titik, tanda hubung, apostrof, tanda hubung, tanda seru, tanda tanya, tanda kutip, garis bawah, dan garis miring diabaikan, dan nama-nama yang diindeks mengikuti peraturan menindeks.

(20)

Peraturan Mengindeks

10. Nama asing yang memakai awalan, seperti: D', Da, De, Del, De La, Della, Den, Des, Di, Dos, Du, E', El, Fitz, Il, L ', La, Las, Le, Les, Lo, Los, M', Mac, Mc, O', Per, Saint, San, Santa, Santo, St., Ste., Te, Ten, Ter, Van, Van de, Van der, Von, Von der, dan sebagainya, maka awalan tersebut tidak dianggap sebagai unit sendiri atau tergabung dengan nama sisanya menjadi satu unit.

(21)

Peraturan Mengindeks

11. Nama perusahaan atau organisasi diindeks sebagaimana yang tertulis dengan kepala surat atau merk dagang yang tertulis.

(22)

Peraturan Mengindeks

12. Nama organisasi yang sering disingkat dan sudah populer dengan nama singkatannya tidak perlu dipanjangkan, dan diindeks seperti yang tertulis. Jika huruf tunggal dipisahkan oleh spasi, indeks setiap huruf sebagai unit terpisah, seperti M P R. Akronim (kata yang dibentuk dari pertama, atau beberapa huruf pertama, dari beberapa kata, seperti UNPAD dan UPI) diindeks sebagai satu unit tanpa tanda baca atau spasi. Kata disingkat (Lab., Inc.) diindeks sebagai satu unit tanpa tanda baca atau spasi

(23)

Peraturan Mengindeks

(24)

Peraturan Mengindeks

13. Nama Perusahaan, yayasan yang menggunakan nama orang sebagai salah satu unit, dari nama tersebut yang dijadikan unit pertama adalah nama orangnya, dan nama orang tersebut diindeks sesuai dengan peraturan mengindeks

(25)

Peraturan Mengindeks

14. Nama perusahaan yang terdiri dari nama angka sebagai bagian dari nama perusahaan tersebut, diindeks dengan cara mengganti angka dengan haruf sebagai satu unit

(26)

Peraturan Mengindeks

15. Nama perusahaan yang menggunakan kata-kata kecil dan simbol (articles, prepositions, conjunctions, and symbols) ditulis sebagai unit terpisah dalam pengindeksannya. Contoh kata-kata kecil dan simbol yang dipakai sebagai nama bisnis, adalah:

Articles : a, an, the

Prepositions : at, in, out, on, off, by, to, with, for, of, over (di, di, luar, on, off, oleh, untuk , dengan, untuk, dari, lebih)

Conjunctions : and, but, or, nor (dan, tetapi, atau, atau) Symbols : &, ¢, $, #, %

(27)

Peraturan Mengindeks

(28)

Peraturan Mengindeks

16. Semua tanda baca diabaikan ketika mengindeks. Koma, titik, tanda hubung, apostrof, tanda hubung, tanda seru, tanda tanya, tanda kutip, garis bawah, dan garis miring diabaikan, dan nama-nama yang diindeks mengikuti peraturan menindeks

(29)

Peraturan Mengindeks

17. Nama instansi pemerintahan yang diutamakan adalah kata pengenal yang terpenting dari nama instansi tersebut, sedangkan bentuk organisasinya dijadikan sebagai unit terakhir

(30)

Peraturan Mengindeks

18. Pada beberapa instansi pemerintahan atau nama atau wilayah yang diutamakan ialah nama tempat atau daerah baru kemudian diikuti oleh bentuk kata tingkat badannya

(31)

Terima Kasih

Salam vokasi: vokasi kuat, menguatkan indonesia

Referensi

Dokumen terkait

- Mengubah tabel menjadi diagram garis, batang dan lingkaran menyajikan data dalam bentuk tabel 6 JP 4.3. Menafsirkan

Memperhatikan hasil evaluasi kualifikasi pada Perusahaan Saudara untuk pekerjaan ” PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR KELURAHAN SIMALUNGUN (1. PAKET) ” , dengan ini kami

[r]

Dasar (KD) yang akan dicapai oleh peserta didik, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipelajari, dan bagaimana mempelajarinya, serta bagaimana guru mengetahui bahwa

udara desain dan dengan program metode FAA memperhitungkan kerusakan akibat. lalulintas keberangkatan langsung dari

Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengeluaran pemerintah daerah yang dialoka- sikan di bidang pendidikan dan infrastruktur (irigasi dan jalan) dapat memengaruhi

Tetapi untuk parameter Packet Loss pada mode Download saat banyak perangkat yang terhubung mengalami penurunan sampai 10 % dan termasuk dalam kategori cukup bahkan

[r]