• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN PEMBENIHAN IKAN NILA (Oreochromis Niloticus) DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR (BBPBAT) SUKABUMI JAWA BARAT TUGAS AKHIR OLEH :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERENCANAAN PEMBENIHAN IKAN NILA (Oreochromis Niloticus) DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR (BBPBAT) SUKABUMI JAWA BARAT TUGAS AKHIR OLEH :"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

i

PERENCANAAN PEMBENIHAN IKAN NILA (Oreochromis Niloticus) DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR

TAWAR (BBPBAT) SUKABUMI JAWA BARAT

TUGAS AKHIR

OLEH : RISNA YANTI

1622050011

JURUSAN AGRIBISNIS

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS PERIKANAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP

2019

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun Tugas Akhir ini.

Penulisan tugas akhir ini dilaksanakan pada bulan Januari-April 2019 di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi.

Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua tercinta yang selalu memberikan semangat, doa dan dukungan, serta motivasi sehingga laporan ini dapat selesai cepat pada waktunya. Serta ucapan terimakasih penulis hanturkan kepada kedua pembimbing Wiwiek Hidayati SE.,M.Si, dan Karma SE.,M.Si yang selama ini telah siap membimbing penulis dalam segala hal. Terutama dalam penulisan tugas akhir ini.

Dan terima kasih pula penulis hanturkan kepada beberapa pihak yang turut berperan dalam penyusunan penulisan tugas akhir ini.

1. Dr.Darmawan, M.P, selaku Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep 2. Dr.Mauli Kasmi,S.Pi.,M.Si, selaku ketua jurusan Agribisnis Perikanan 3. Ratnawati, SE.,M.Si, selaku penguji pertama

4. Dr.Yuliana,S.Pi.,M.Si, selaku penguji kedua

5. Rojali, selaku pembimbing lapangan Balai Besar perikanan Budidaya Air Tawar

6. Para sahabat serta teman-teman mahasiswa program studi Agribisnis dan teman-teman Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu yang turut serta membantu menyelesaikan penulisan tugas akhir ini.

(5)

v

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan tugas akhit ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, dengan kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak yang sifatnya membangun.

Pangke, 22 Juli 2019

Penulis,

(6)

vi

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ... i

HALAMAN PERSETUJUAN ... Error! Bookmark not defined. KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR TABEL ... ix

RINGKASAN ... x

ABSTRACT ... xi

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan... 2

1.4 Manfaat... 3

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Perencanaan Menurut Para Ahli ... 4

2.2 Morfologi Ikan Nila ... 6

2.3 Siklus Hidup ... 8

2.4 Habitat ... 8

2.5 Kebiasaan Makan ... 9

2.6 Hama Dan Penyakit ... 10

BAB III. METODOLOGI 3.1 Waktu Dan Tempat ... 12

3.2 Jenis dan Sumber Data ... 12

(7)

vii

3.3 Metode Pengumpulan Data ... 12

3.4 Metode Analisis... 12

BAB IV. SEJARAH UMUM LOKASI 4.1 Sejarah Perusahaan ... 14

4.2 Lokasi Perusahaan ... 15

4.3 Fasilitas Perusahaan ... 16

BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Perencanaan Pembenihan Ikan Nila Di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi Jawa Barat ... 19

A. Persiapan Kolam Pemeliharaan Induk ... 19

B. Persiapan Kolam Pemijahan ... 23

C. Pemasangan saringan ... 27

D. Pengisian air ... 28

E. Seleksi Induk ... 28

F. Pemijahan ... 30

G. Panen Larva ... 32

H. Pendederan ... 32

I. Panen Benih ... 34

J. Pasca Panen ... 34

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan... 37

6.2 Saran ... 37 DAFTAR PUSTAKA

RIWAYAT HIDUP

(8)

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1. Kantor BBPBAT ... 14

Gambar 4.2. Struktur Organisasi BBPBAT ... 16

Gambar 5.3. Kolam (a) Ikan Nila Jantan (b) Ikan Nila Betina ... 22

Gambar 5.4. Proses pengeringan dasar kolam terpal ... 24

Gambar 5.5. Pengapuran ... 25

Gambar 5.6. Pemupukan ... 27

Gambar 5.7. Ikan Nila (a) Jantan dan (b) Betina ... 29

Gambar 5.8. Pakan pellet induk ikan nila ... 31

Gambar 5.9. Kolam pemijahan ... 31

Gambar 5.10. Panen Larva ... 32

Gambar 5.11. Pakan powder/tepung ... 33

Gambar 5.12. Panen benih ... 34

Gambar 5.13. Grading Benih ... 35

Gambar 5.14. Pemasaran... 36

(9)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Keterangan persiapan pemeliharaan induk ikan nila ... 21

Tabel 3. Perbedaan induk jantan dan betina... 29

Tabel 4. Keterangan ikan yang dipijahkan ... 30

Tabel 5. Kandungan gizi pakan HI-PRO-VITE 781 ... 30

Tabel 6. Kandungan pakan larva ikan nila (Oreochromis niloticus) ... 33

(10)

x

RINGKASAN

Risna Yanti, 1622050011. Perencanaan Pembenihan Ikan Nila(Oreochromis Niloticus) Di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi Jawa Barat dibimbing oleh Wiwiek Hidayati dan Karma.

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) adalah salah satu ikan air tawar yang berasal dari Sungai Nil dan danau-danau yang berhubungan dengan aliran sungai.

Ikan nila merupakan ikan yang banyak disukai dikalangan masyarakat karena rasa dagingnya yang enak dan mudah dalam pembudidayaannya, bahkan dapat dibudidayakan dengan menggunakan kolam, jaring apung, di sawah bahkan dikolam berair payau.

Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui Perencanaan Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi Jawa Barat. Pengambilan data tugas akhir dilaksanakan pada bulan Januari 2019 sampai Maret 2019.

Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perencanaan pembenihan ikan nila di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi Jawa Barat dimulai dengan merencanakan Persiapan kolam pemeliharaan induk, persiapan kolam pemijahan, pemasangan saringan di inlet (saluran masuk air) dan outlet (saluran keluar air), pengisian air, seleksi induk, pemijahan, panen larva, pendederan, panen benih, pasca panen yang meliputi grading dan packing

Kata kunci : Perencanaan, pembenihan, ikan nila (Oreochromis niloticus)

(11)

xi

ABSTRACT

Risna Yanti, 1622050011. Planning of tilapia hatchery in the big hall of freshwater aquaculture Sukabumi West Java is guided by Wiwiek Hidayati and Karma.

Tilapia is one of the freshwater fish originating from the nile river and lakes that are associated with river flow. Tilapia fish is a fish that is preferred by many people bacause of the taste of the meat which is tasty and easy to cultifate, and can even be cultivatad using ponds, floating nets, in the fields efen in brackish water.

Writing this final project aims to determine the planning of tilapia hatchery in the big hall of Sukabumi freshwater aquaculture in West Java.

Retriefal of final project data is carried out in january to mach 2019.

The results of the discusion showed that the West Java Sukabumi freshwater aquaculture began with planning the preparation of mains maintenance ponds, preparation of spawning ponds, intallation of filters in the inlet and outlet, water filling, parent selection, spawning, larval harvesting, nursery, seed harvest, which includes grading and packing

Keyword :Planning, hatchery, tilapia (oreochromis niloticus)

(12)

1

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) adalah salah satu ikan air tawar yang berasal dari Sungai Nil dan danau-danau yang berhubungan dengan aliran sungai itu. Ikan nila merupakan ikan yang banyak disukai dikalangan masyarakat karena rasa dagingnya yng enak dan merupakan sumber protein hewani. Ikan nila juga mudah sekali dalam pembudidayaannya, bahkan ikan ini dapat dibudidayakan dengan berbagai macam cara, yaitu dapat menggunakan kolam, jaring apung, di sawah bahkan dikolam berair payau.

Suyanto, (2003). Usaha perikanan merupakan sistem bisnis perikanan yang meliputi kegiatan pra produksi, produksi, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Dengan demikian, pada prinsipnya usaha perikanan mencakup kegiatan usaha perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan hasil perikanan dan pemasaran.

Produksi ikan nila dunia menurut FAO (2011) dalam Jalaluddin (2014) terus meningkat selama hampir satu dekade ini. Produksi ikan nila pada tahun 2011 mencapai 1 juta ton dan meningkat menjadi 2,5 juta ton pada tahun 2009. Sedangkan produksi ikan nila nasional bahkan meningkat jauh lebih tajam yakni mencapai 6 kali lipat. Tahun 2001, produksi ikan nila hanya 34 ribu ton sedangkan pada akhir tahun 2010 produksinya menjadi 214 ribu ton.

Seiring dengan perkembangan budidaya ikan nila, dibutuhkan benih yang berkualitas. Untuk mendapatkan benih yang berkualitas, dibutuhkan

(13)

2

perawatan yang optimal pada fase larva. Perpindahan tahap prolarva menjadi post larva merupakan masa kritis bagi perkembangan larva, hal ini disebabkan karena adanya perpindahan atau masa transisi habisnya kuning telur. Masa perpindahan inilah yang menjadi masa kritis bagi larva, karena ketersediaan pakan alami dalam media hidupnya sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup larva dalam mempertahankan hidupnya.Oleh karena itu, pengetahuan tentang teknik pemeliharaan larva ikan nila perlu dikuasai untuk menjamin ketersediaan benih ikan nila yang berkualitas.Salah satu lembaga yang telah melakukan pengelolaan larva ikan nila secara berkelanjutan adalah Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi, Jawa Barat.Dengan demikian, balai ini digunakan sebagai lokasi untuk melakukan kegiatan dalam rangka pengumpulan data untuk penulisan Laporan Tugas Akhir.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada penulisan laporan tugas akhir ini yaitu bagaimana perencanaan pembenihan ikan nila di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar BBPBAT Sukabumi Jawa Barat ?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan penulisan tugas akhir ini, untuk mengetahui perencanaan pembenihan ikan nila (Oreochromis Niloticus) di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi Jawa Barat

(14)

3

1.4 Manfaat

Manfaat penulisan tugas akhir ini adalah memperluas wawasan, kompetensi keahlian penulis dalam berkarya di masyarakat kelak khususnya mengenai perencanaan pembenihan ikan nila di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jawa Barat.

(15)

4

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Perencanaan Menurut Para Ahli

1. Menurut George R.Terry (1975)

Perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta, membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertantu yang diyakini diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu.

2. Menurut Henry Fayol

Perencanaan merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi kebijaksanaan proyek, program, prosedur, metode, sistem anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

3. Menurut Drs. Ulbert Silalahi, M.A

Perencanaan merupakan kegiatan menetapkan tujuan serta merumuskan dan mengatur pendayagunaan manusia, informasi, finansial, metode dan waktu untuk Smemaksimalisasikan efisiensi dan efektifitas pencapaian tujuan.

Adapun pengertian perencanaan secara umum yaitu :

Perencanaan adalah proses yang mendefinisikan tujuan dari organisasi, membuat strategi digunakan untuk mencapai tujuan dari organisasi, serta mengembangkan rencana aktifitas kerja organisasi.

(16)

5

Pengertian Pembenihan secara umum yaitu :

Pembenihan adalah suatu tahap kegiatan dalam budidaya yang sangat menentukan tahap kegiatan selanjutnya, yaitu pembesaran atau suatu kegiatan pemeliharaan yang bertujuan untuk menghasilkan benih dan selanjutnya benih yang dihasilkan menjadi komponen input bagi kegiatan pembesaran.

Klasifikasi ikan Nila (Oreochromis niloticus) adalah sebagai berikut :

Filum : Chordata

Subfilum : Vertebrata

Kelas : Pisces

Subkelas : Acanthopterygii

Ordo : Perciformes

Familia : Cichilidae Genus : Oreochromis

Spesies : Oreochromis niloticus ( Khairuman Dan Amri, 2013)

Awalnya ikan Nila dimasukan kedalam jenis Tilapia nilotica atau ikan dari golongan tilapia yang tidak mengerami telur dan larva di dalam mulut induknya. Dalam perkembangannya, para pakar perikanan menggolongkan ikan Nila kedalam jenis Sarotherodon niloticus atau kelompok ikan Tilapia yang mengerami telur dan larvanya di dalam mulut induk jantan dan betinanya. Tetapi akhirnya diketahui bahwa yang mengerami telur dan larva di dalam mulut hanya induk betinanya. Para pakar perikanan kemudian memutuskan bahwa nama ilmiah yang tepat untuk ikan Nila adalah Oreochromis niloticus atau Oreochromis sp. (Khairuman Dan Amri, 2013)

(17)

6

2.2 Morfologi Ikan Nila

Menurut Khairuman Dan Amri (2013) bentuk tubuh ikan Nila panjang dan ramping dengan sisik berukuran besar. Matanya besar, menonjol, dan bagian tepinya berwarna putih. Gurat sisi (linea lateralis) terputus dibagian tengah badan kemudian berlanjut, tetapi letaknya lebih kebawah daripada letak garis yang memanjang di atas sirip dada. Jumlah sisik pada gurat sisi jumlahnya 34 buah. Sirip punggung , sirip perut dan sirip dubur mempunyai jari-jari lemah tetapi keras dan tajam seperti duri. Sirip punggung dan dadanya berwarna hitam. Begitu juga dengan bagian pinggir sirip punggung.

Sistem reproduksi pada ikan betina mempunyai indung telur sedangkan ikan jantan mempunyai testis. Baik indung telur maupun testis ikan semuanya terletak pada rongga perut di sebelah kandung kemih dan kanal alimentari. Keadaan gonad ikan sangat menentukan kedewasaan ikan.

Kedewasaan ikan meningkat dengan makin meningkatnya fungsi gonad.

Ikan Nila umumnya mempunyai sepasang gonad, terletak pada bagian posterior rongga perut disebelah bawah ginjal. Pada saat ikan Nila bertelur dan sperma dikeluarkan oleh ikan jantan, pada saat itu pula terjadilah fertilisasi di luar tubuh induknya (eksternal) yaitu didalam air tempat dimana ikan itu berada, kemudian mengerami telur di dalam mulutnya antara 4-5 hari dan telur tersebut menetas 3-4 hari. Telur ikan yang dibuahi dan menetas dinamakan larva. Larva tersebut mempunyai kuning telur yang masih menempel pada tubuhnya digunakan sebagai cadangan makanan untuk awal kehidupannya.

(18)

7

Jika dibedakan berdasarkan jenis kelaminnya, ikan Nila jantan memiliki ukuran sisik yang lebih besar dari pada ikan Nila betina. Alat kelamin ikan Nila jantan berupa tonjolan agak runcing yang berfungsi sebagai muara urine dan saluran sperma yang terletak di depan anus. Bentuk hidung dan rahang belakangnya agak lancip dan berwarna kuning terang.

Morfologi ikan Nila (Oreochromis Niloticus) disajikan dalam gambar : Sirip Dada Sirip Punggung

Mata

Mulut Sirip Ekor

Operkulum Sirip Dubur

Sirip Perut

Nila jantan mempunyai bentuk tubuh membulat dan agak pendek dibandingkan dengan Nila betina. Warna ikan Nila jantan umumnya lebih cerah dibandingkan dengan betina. Pada bagian anus ikan Nila jantan terdapat alat kelamin yang memanjang dan terlihat cerah. Alat kelamin ini semakin cerah ketika telah dewasa atau matang gonad dan siap membuahi telur.

Sementara itu, warna sisik ikan Nila betina sedikit kusam dan bentuk tubuh agak memanjang. Pada bagian anus ikan betina terdapat dua tonjolan membulat. Satu merupakan saluran keluarnya telur dan yang satunya lagi saluran pembuangan kotoran. Ikan Nila mencapai dewasa pada umur 4 sampai 5 bulan. Induk betina bertelur 1000-2000 butir.

(Lukman;Mulyana;dan Mumpuni, 2014).

(19)

8

2.3 Siklus Hidup

Di lingkungan hidup (habitat) alami, ikan Nila dapat memijah sepanjang tahun. Dalam satu siklus (daur) hidup Nila meliputi tahap-tahap : stadium Telur-Larva-Benih-Dewasa-Induk. Daur hidup sejak telur sampai menjadi induk berlangsung selama 5 sampai 6 bulan. Setiap tahun ikan Nila dapat berpijah antara 6 sampai 7 kali (Rukmana 1997).

Larva yang baru lahir berukuran kecil (panjang tubuh) 4mm-5mm, dan diasuh dalam mulut induk betina selama kurang lebih 1 hari. Larva yang sudah besar (panjang tubuh) 8mm disebut stadium benih. Pada stadium benih ikan Nila memiliki kebiasaan hidup berenang dan bergerombol, tetapi setelah benih berukuran besar hidup berpisah sendiri-sendiri. Sedangkan ikan Nila yang berat badannya mencapai 25 gram/ekor disebut stadium ikan dewasa.

Periode stadium benih menjadi ikan dewasa berlangsung selama 4 sampai 5 bulan. Ikan Nila yang berumur 1,5 sampai 2 tahun dengan berat badan lebih dari 500 Gram/ekor disebut stadium induk (Rukmana 1997).

2.4 Habitat

Menurut Ghufran dan kordi (2010) habitat Nila adalah di air tawar, seperti sungai, danau, waduk,dan rawa-rawa, tetapi karena toleransinya yang luas terhadap salinitas (euryhaline) sehingga dapat pula hidup dengan baik di air payau dan laut. Nila juga dapat hidup diperairan dengan kandungan oksigen minim, kurang dari 3 ppm (part per milion). Tetapi untuk pertumbuhan optimalnya, Nila membutuhkan perairan dengan kandungan oksigen minimal 3 ppm.

(20)

9

Ikan Nila dapat hidup di perairan yang dalam dan luas, seperti danau, waduk, serta kolam yang sempit dan dangkal. Ikan Nila juga dapat hidup di sungai yang tidak terlalu deras alirannya, di waduk, danau, rawa-rawa, sawah, tambak air payau, dan karamba jaring apung (KJA) di laut. (Ghufran dan Kordi 2010)

Menurut Rukmana (1997) lingkungan tumbuh (habitat) yang paling ideal untuk usaha budidaya ikan Nila adalah perairan tawar yang memiliki suhu antara 14˚C - 38˚C atau suhu optimal 25˚C - 30˚C. Meskipun demikian, pada masa bepijah ikan Nila membutuhkan suhu antara 22˚C - 27˚C. Keadaan suhu rendah (kurang dari 14˚C) ataupun suhu terlalu tinggi (diatas 30˚C), pertumbuhan ikan Nila dapat terhambat. Sedangkan suhu amat rendah 6˚C ataupun suhu terlalu tinggi 42˚C dapat mematikan ikan Nila.

2.5 Kebiasaan Makan

Di habitat alami ikan Nila bersifat pemangsa segala jenis tumbuh- tumbuhan ataupun hancuran sampah yang ada dalam air. Oleh karena itu, ikan Nila termasuk ikan yang bersifat omnivora.

Ikan Nila tergolong ikan pemakan segala ( omnivora) sehingga sangat mudah dibudidayakan. Ketika masih berbentuk benih, makanan yang disukainya berupa zooplankton (plankton hewani), seperti ritiferra sp.,Moina sp.,atau Daphnia sp. Selain itu benih ikan Nila juga memakan alga atau lumut yang menempel di bebatuan yang ada di habitatnya. Saat dibudidayakan, Nila juga memakan tanaman air yang tumbuh di kolam. Tetapi pada saat pembesaran ikan Nika bisa diberi berbagai pakan tambahan seperti pellet.

(Khairuman dan Amri, 2012).

(21)

10

Sedangkan menurut Rukmana (1997) pada stadium larva atau benih ikan Nila mempunyai kebiasaan mencari makan di bagian perairan yang dangkal. Jenis makanan yang paling disukai larva atau benih ikan Nila adalah zooplankton, seperti algae, zat-zat renik yang melayang-layang dalam air, dan udang-udang kecil. Sedangkan ikan Nila dewasa ataupun ikan induk pada umumnya mencari makan di tempat yang dalam. Jenis makanan yang paling disukai ikan dewasa adalah fitoplankton, seperti algae berfilamen, tumbuh- tumbuhan air, dan organisme renik yang melayang-layang dalam air.

2.6 Hama Dan Penyakit A. Hama

Hama adalah organisme penganggu yang dapat memangsa, membunuh dan mempengaruhi produktivitas ikan, baik secara langsung maupun bertahap (Gusrina,2008). Pada penulisan tugas akhir yang telah dilakukan hama yang didapatkan seperti ikan liar, laba-laba, larva capung, katak, kucing, siput dan kijing. Hama yang ditemukan bersifat kompetitor dan predator.

1. Kompetitor

Hama ikan dikelompokkan dalam hama yang bersifat kompetitor sebab organisme tersebut menjadi penyaing bagi ikan nila dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen. Kompetitor yang ditemukan pada kolam yaitu ikan liar,kijing dan siput.

2. Predator

Hama bersifat predator adalah organisme yang menyerang dan memangsa ikan ataupun larva yang biasanya mempunyai ukuran tubuh lebih besar

(22)

11

dari pada ikan yang dipelihata,(Gusrina,2008). Organisme predator yang ditemukan yaitu katak, kucing,ular dan ikan liar (ikan bolsom dan ikan lele).

B. Penyakit

Ikan merupakan salah satu hewan air yang selalu bersentuhan langsung sehingga mudah terinfeksi penyakit melalui air. Penyakit adalah terganggunya kesehatan ikan yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang dapat mematikan ikan. Penyakit ikan dikolam pemeliharaan akan muncul jika kondisi air perairankolam (kualitas air) rendah, daya tahan tubuh ikan menurut (Gusrina,2008). Berdasarkan penulisan laporan tugas akhir yang dilakukan di BBPBAT Sukabumi tidak ditemukan penyakit karena dilakukan pengelolaan air dan pencegahan yang baik.

Pencegahan yang dilakukan yaitu selalu membersihkan area kolam agar hama seperti kodok,ular, siput dan kijing tidak bersembunyi dan berkembang biak di area kolam budidaya. Sedangkan pencegahan yang dilakukan pada ikan budidaya yaitu setiap ikan akan dipindahkan satu kolam kekolam lain maka dilakukan perendama garam untuk induk/calon induk dan Elbayu untuk larva/benih. Dosis garam yang diberikan yaitu 5 gram/L, induk/calon induk direndam selama 5 menit. Sedangkan dosis Elbayu 0,001 gram/L, larva/benih direndam selama 2 menit

(23)

12

BAB III. METODOLOGI

3.1 Waktu Dan Tempat

Penulisan tugas akhir dilaksanakan selama 3 bulan, mulai dari 7 Januari-7 April 2019, yang bertempat di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jawa Barat.

3.2 Sumber Data

Sumber data yang digunakan adalah data sekunder.

Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh atau dicatat pihak lain) dan sifatnya saling melengkapi. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber dan digunakan untuk menunjang informasi yang diperlukan dalam kajian yang berupa sumber pustaka yang diperolah dari berbagai literatur yang berhubungan dengan tugas akhir.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Observasi, yaitu melakukan pengamatan langsung terhadap berbagai masalah yang berkaitan dengan Perencanaan Pembenihan Ikan Nila.

3.4 Metode Analisis

Analisis data yang digunakan untuk mengetahui Perencanaan Pembenihan ikan nila di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jawa Barat yaitu dengan menggunakan data Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh atau dicatat pihak lain) dan sifatnya saling melengkapi.

Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber dan digunakan untuk

(24)

13

menunjang informasi yang diperlukan dalam kajian yang berupa sumber pustaka yang diperolah dari berbagai literatur yang berhubungan dengan tugas akhir.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian suplemen pada pakan tidak berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik dan efisiensi

proporsi 5% dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan yang optimal pada budidaya

proporsi 5% dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan yang optimal pada budidaya

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian suplemen pada pakan tidak berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik dan efisiensi

Kegunaan penelitian ini yaitu untuk dapat memberikan informasi tentang jenis pakan alami yang disukai serta memberikan pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang baik

Data yang dianalisis pada penelitian ini adalah pertumbuhan nisbi, pertumbuhan mutlak, pertumbuhan harian, nilai efesiensi pakan, nilai konversi pakan dan kelangsungan

Penggunaan tepung kiambang terfermentasi sebesar 10% dalam pakan ikan nila memberikan pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup yang lebih tinggi.. Studi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan ekstrak daun gamal ke dalam pakan tidak berpengaruh nyata (P≥0,05) terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan ikan dan