• Tidak ada hasil yang ditemukan

Abstrak. Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Abstrak. Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 10

Pengkatan Kepatuhan Dalam Berkoperasi Pada Lembaga Koperasi

Edi Siregar

1

, Arifin Siagian

1

, Subagiyo

1

, Tukidi

1

1

Program Studi Magister Manajemen Universitas Satya Negara Indonesia Email: [email protected]

Abstrak

Kelembagaan Koperasi tersebut disampaikan pertanyaan-pertanyaan tentang legalitas Koperasi, yang diantaranya: Badan Hukum Koperasi, Izin usaha, tentang Anggaran Dasar, termasuk apa saja yang tertera di dalam Anggaran Dasar, sampai dengan apakah pengangkatan Pengurus dan Pengawas tertera daaalam Berita Acara Rapat Anggota. Dengan kelembagaan yang baik dan tertib bisa dijadikan kunci untuk mewujudkan Koperasi yang kuat, sehat, mandiri, tangguh dan berdaya saing sesuai jati diri Koperasi, sehingga Koperasi benar-benar maju dan berkembang serta mampu memberikan kemanfaatan yang lebih besar bagi kesejahteraan anggotanya dan masyarakat pada umumnya. Tim PKM USNI melakukan kegiatan Penyuluhan yang utamanya fokus pada topik Pengelolaan Kepatuhan dari aspek legalitas, organisasi dan Keuangan. Hasil kajian diskripsi kemudian secara praktis dan akademik dilakukan pendekatan melalui penyuluhan meskipun sifatnya insidentil Harapan tim ini Pengelola Koperasi dapat meningkatkan kualitas kepatuhan lembaga koperasi agar dapat secara akuntabel, transparan dan berdaya saing sehingga dapat menjadi manfaat khususnya masyarakat di Kelurahan Pinang Kota Tangerang.

Kata Kunci : Pengelolaan Keuangan Koperasi Yang Transfaran

(2)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 11

PENDAHULUAN

1.1. Analisis Situasi

Dampak Covid-19 membawa efek di berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor perekonomian secara nasional. Begitupun juga terhadap kelembagaan Koperasi yang ada di Kota Tangerang. Berdasarkan obsevasi pada Dinaskop Kota Tangerang bahwa Lembaga koperasi di Kota Tangerang banyak mengalami berbagai permasalahan.

laporan keuangan / mengadakan Rapat Anggota Tahunan sebanyak 288 koperasi atau (30%) sementara 70% nya mengalami berbagai permasalahan seperti aspek kelembagaan, aspek usaha, aspek manajemen pengelola, aspek kepatuhan dan aspek keuangan.

Pengadaan RAT merupakan

pertanggungjawaban pengurus pada Lembaga Koperasi dalam satu tahun periode. Meskipun dalam fungsingya pengurus mengadakan RAT juga masih di temui berbagai masalah di dalam pengelolaan manajemen Koperasi.

Kecamatan Pinang merupakan salah satu bagian kecamatan di Kota Tangerang yang memiliki jumlah penduduk 198.354. Secara demografi luas areal wilayah Kelurahan Pinang 21,10 km² dan terdiri dari 11 Desa (sumber Wikipedia.com).

Usaha pemberdayaan Koperasi juga sudah dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Keputusan Walikota dimana setiap kelurahan di berikan hibah bantuan pembentukan Badan Hukum Koperasi. Kota Tangerang melalui Dinaskop tahun 2018 hingga 2020 telah terimplementasi terbentuknya Badan Hukum Koperasi dimasing – masing kelurahan dengan jumlah Total 94 kelurahan/koperasi. Namun hingga pelaporan tahun buku 2020 ternyata hanya 20% Lembaga Koperasi kelurahan tersebut yang mengadakan RAT. Sebanyak 80% koperasi kelurahan belum melaksanakan RAT yang diduga karena kurangngya pemahaman pengelolaan koperasi yang akuntabel, transparan dan berdaya saing serta memiliki kepatuhan.

Berangkat dari fenomena diatas dan hasil observasi di kecamatan Pinang terdapat 102 lembagaan Koperasi baik yang terbentuk dari masyarakat dan bentukan pemerintah kota.

Jumlah koperasi tidak aktif sebanyak 61

lembaga Koperasi dan yang aktif sebanyak 41 koperasi. Artinya bahwa hanya 40% Lembaga koperasi yang aktif di kecamatan Pinang.

Kegiatan penyuluhan / pendampingan PKM ini mencakup berbagai aspek yaitu: (1) kelembagaan, (2) aspek Bisnis/usaha, (3) Aspek Pengelola/sdm (4) aspek Keuangan dan (5) aspek Kepatuhan manajemen. Dari berbagai aspek tersebut upaya PKM pada proposal akan bersifat berkelanjutan sebagai bentuk kerjasama Pengabdian Masyarakat oleh Kampus USNI dengan pelaku Koperasi khususnya wilayah Kecamatan Pinang yang di dampingi oleh pemerintah Kecamatan Pinang dalam upaya memajukan Koperasi untuk dapat lebih naik kelas.

Untuk Penyuluhan ini orientasi kami pada tahap awal adalah Penguatan kelembagaan dan edukasi tentang hakikat koperasi, peranan dan pentingnya pengetahuan Koperasi pada Pengurus yang ada di wilayah Kecamatan Pinang. ini lebih pada kami menjadikan sub tema penyuluhan Meningkatkan Kompetensi Pengelola Koperasi pada wilayah Kecamatan Pinang.

Untuk itu dalam upaya beberlanjutan program maka diperlukan penyuluhan dari para akademisi untuk menumbuhkembangkan Koperasi menjadi naik kelas menjadi lembaga yang sehat sebagaimana termaktub dalam UU No 25 tahun 1992 tentang Perkoperasioan dan Pereturan Pemerintah No 09 tahun 1995 tentang Pelaksanaan simpan Pinjam Koperasi. Serta Peraturan Deputi Koperasi dan UMKM no 6 tahun 2016 tentang Penilaian Kesehatan Koperasi dimana bahwa Dengan Koperasi menyandang sebagai Koperasi yang sehat maka dipastikan secara indikator telah memenuhi kaidah manajemen yang baik dan akuntabel.

Usaha lain juga dilakukan kepada Pengelola Koperasi untuk berubah melalu pendekatan dan edukan melalui pengurus untuk melakukan (1) peningkatkan kemampuan pengurus dalam menggunakan tekhnologi yang berkelanjutan (sustainability online marketing) di wilayahnya. (2) Penyuluhan Akuntabilitas Kelembagaan, (3) Penyuluhan manfaat/hakikat Koperasi, (4) Kriteria Pengelola dan Pengelolaan Manajemen Koeprasi. Serta (5) bagaimana orientasi inovasi dan kreativitas pengelola serta bagaimana menghadapi persaingan di era digital.

(3)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 12

1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah

a. Identifikasi Masalah

Dari analisis situasi tersebut di atas, dapat diajukan identifikasi masalah sebagai berikut:

4. Kurangnya kemampuan dan pengetahuan pengelola Koperasi dalam mengoptimalkan peningkatan Kualitas Kepatuhan Lembaga Koperasi .

5. Kurangnya pemahaman Kepatuhan terhadap sisi Legalitas, Kelembagaan, dan Peraturan Organisasi Koperasi.

6. Kurangnya Pemahaman Pengelolaan Keuangan Lembaga koperasi

b. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, dapat diuraikan rumusan maalah betikut ini:

4. Penguatan kemampuan pengelola Koperasi untuk mengoptimalkan peningkatan kualitas Manajemen / Lembaga Koperasi .

5. Memberikan pemahaman Kepatuhan terhadap sisi Legalitas, Kelembagaan, dan Peraturan Organisasi Koperasi

6. Memberikan Pemahaman Pengelolaan Keuangan Lembaga koperasi.

1.3 Tujuan Kegiatan

Tujuan kegiatan PKM ini bagi pengelola Koperasi di lingkungan Kecamatan Pinang adalah:

5. Dapat meningkatkan pengelolaan manajemen koperasi lebih efisien dan efektif

6. Dapat meningkatkan kualitas layanan pada stake holder anggota koperasi 7. Dapat meningkatkan penggunaan

tekhnologi untuk mengembangkan anggota koperasi

8. Dapat memahami arti Kesehatan Lembaga Koperasi

1.4 Luaran Penyuluhan

Sesuai dengan beberapa permasalahan dalam Lembaga koperasi serta memberikan Pendidikan perkoperasian maka akan

dilaksanakan penyuluhan dengan harapan akan dapat meningkatkan kemampuan para pedagang kecil berupa luaran penyuluhan, yaitu Pelatihan /Penyuluhan Peningkatan Kualitas Pengelola Koperasi Kecamatan Pinang – Kota Tangerang dengan sub Tema “ Pemberdayaan Kompetensi Pengelola/SDM Pengurus Koperasi

Secara rinci, manfaat kegiatan PKM bagi kelompok sasaran mencakup beberapa segi kehidupan yaitu:

5) Segi kualitas kepatuhan, kehadiran tim PKM akan membawa ide-ide baru, sehingga akan menjadi modal bagi kelompok sasaran untuk berusaha dengan lebih inovatif, sesuai dengan perkembangan teknologi melalui kepatuhan dalam berorganisasi

6) Segi peningkatan kualitas individu pengelola koperasi sesuai sesuai standar kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Dengan kompetensi yang dimiliki pengelola koperasi maka diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan manajemen yang akuntabel

7) Segi peningkatan ilmu pendidikan dan pembelajaran tentang perkoperasian di masyarakat. Perubahan regulasi, perilaku masyarakat pendidikan dapat menjadikan kelompok sasaran meningkatkan ilmu koperasi.

8) Segi kemandirian dan keberdayaan, kegiatan PKM ini juga memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk lebih mandiri dan berdaya dalam menghadapi situasi persaingan.

TARGET LUARAN 2.1 Target Penyuluhan

Pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Pinang Kota Tangerang dapat kami gambarkan sebagai berikut : Di 11 Kelurahan yang ada di Kecamatan Pinang terdapat 102 Lembaga Koperasi. Dan terdapat 61 lembaga Koperasi yang tidak aktif karena berbagai faktor permasalahan dan 41 koperasi yang masih aktif selama tahun 2018-2020. (sumber dinaskop Kota Tangerang). Target sasaran penyuluhan adalah 102 lembaga Koperasi yang ada di Kecamatan Pinang.

(4)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 13

2.2 Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan Penyuluhan tentang Peningkatan Kualitas Pengelola Koperasi Kecamatan Pinang – Kota Tangerang yang diselenggarakan oleh MM USNI melalui daring pada :

Hari/Tanggal : Senin, 26 Juli 2021 Waktu : 09.00-12.00

Sub Tema : Peningkatan Kepatuhan dalam berkoperasi pada Lembaga Koperasi Tempat : Daring google meet https://meet.google.com/msp-piiu-sku

2.3 Sasaran Kegiatan PKM

Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki relevansi dengan kondisi Lembaga Koperasi yang memang membutuhkan penyuluhan mengenai koperasi, karena selama ini masyarakat belum mendapatkan penyuluhan serupa. Berdasarkan data pada Dinaskop Kota Tangerang bahwa Lembaga koperasi di Kota Tangerang banyak mengalami berbagai permasalahan. Dan Kecamatan Pinang Merupakan bagian dari 11 Kecamatan yang ada di Kota Tangerang.

Dapat dilihat bahwa selama 2018 lembaga koperasi yang memenuhi standar laporan keuangan / mengadakan Rapat Anggota Tahunan sebanyak 288 koperasi atau sebesar (30%) sementara 677 lembaga koperasi atau

(70%) belum melaksanakan

pertanggungjawaban RAT dilaporkan ke Dinaskop Kota Tangerang. Persoalan dari 70%

tersebut mengalami berbagai permasalahan seperti aspek kelembagaan, aspek usaha, aspek manajemen pengelola, aspek kepatuhan dan aspek keuangan. Pengadaan RAT merupakan pertanggungjawaban pengurus pada Lembaga Koperasi dalam satu tahun periode

Penyuluhan tentang koperasi ini difokuskan pada Pengurus / Pengelola Koperasi khususnya Ketua, Bendahara dan Sekretaris.

Para Pengelola Koperasi ini diharapkan mampu menggerakan motivasi pengelola untuk dapat berperan memajukan pengelolaan Koperasi yang terstruktur dalam tata Kelola organisasi dan secara akuntabel secara keuangan.

2.4 Peserta Kegiatan

Dari sejumlah lembaga koperasi sebanyak 102 lembaga di Kecamatan Pinang yang hadir mengikuti kegiatan Penyuluhan ini sebanyak 24 Koperasi secara daring.

Selanjutnya dalam sessi pra penyuluhan seluruh peserta di berikan kesempatan mengisi kuesioner google form dalam rangka memetakan sejumlah persoalan dan masalah yang dihadapi Lembaga Koperasi tersebut melalui laman : https://bit.ly/DataKOPERASI- Pinang

2.5 Outcome Kegiatan

Berdasarkan identifikasi masalah kegiatan penyuluhan dalam ini focus pada Peningkatan Kualitas Pengelola Koperasi Kecamatan Pinang – Kota Tangerang dengan sub Tema “ Peningkatan Kepatuhan dalam berkoperasi pada Lembaga Koperasi.

1. Kurangnya kemampuan dan pengetahuan pengelola Koperasi dalam mengoptimalkan peningkatan Kualitas Kepatuhan Lembaga Koperasi .

2. Kurangnya pemahaman Kepatuhan terhadap sisi Legalitas, Kelembagaan, dan Peraturan Organisasi Koperasi.

3. Kurangnya pemahaman Laporan Keuangan Lembaga koperasi

METODOLOGI PENYULUHAN

3.1 Metode & Teknik Penyuluhan

Penyuluhan ini akan dilakukan dengan metode ceramah dimana peserta akan diberikan penjelasan baik secara teori dan ilustrasi yang relevan dengan topik. Beberapa bahan dan alat penyuluhan yang dibutuhkan, antara lain persiapan ruangan, spanduk, kuesioner, materi pelatihan (power point), lap top.

Data yang dikumpulkan dalam penyuluhan ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh dari jawaban para peserta penyuluhan, yang diperoleh melalui kuesioner yang diisi peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan kajian diskripstif

3.2 Analisis Data

a) Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penyuluhan ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh dari jawaban para peserta penyuluhan yang diperoleh melalui

(5)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 14 kuesioner yang diisi peserta sebelum dan

sesudah pelatihan.

b) Analisis Deskriptif

Analisis pendahuluan dengan menggunakan analisa deskriptif yaitu mendeskripsikan data-data peserta maupun data-data dari materi penyuluhan.

c) Pengolahan Data

Data yang sudah dikumpulkan melalui kuesioner selanjutnya akan diolah dengan menggunakan uji hipotesis uji beda terkait pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan.

PEMBAHASAN 4.1 Pembahasan

Penyuluhan Peningkatan Kepatuhan Berkoperasi pada sessi ini menggunakan pendekatan Kepatuhan dari Aspek Kelembagaan dan Keuangan. Dari hasil Pemetaan pra penyuluhan ditemukan Kueisioner tersebut diperoleh data sebagaimana dibawah ini:

a. Keragaan Kelembagaan

Kelembagaan Koperasi yang ada di Kecamatan Pinang dari data pra survey terlihat dalam Tabel. 4.1 lebih di dominasi pada keberadaan KJenis Koperasi pada sektor Serba Usaha.

Tabel 4.1 Peserta Penyuluhan berdasarkan Jenis Koperasi Kec. Pinang Juni-Juli 2021

Jenis Koperasi Jumlah Koperasi Angkutan Darat 1

Koperasi Karyawan 5

Koperasi Konsumen / Serba

usaha 13

Koperasi Produsen 1

Koperasi Simpan Pinjam 4

Jumlah 24

Grafik 4.1 Peserta Penyuluhan berdasarkan Jenis Koperasi Kec. Pinang Juni-Juli 2021

Kelembagaan Koperasi adalah suatu hubungan dan tatanan dalam organisasi Koperasi untuk membantu anggotanya agar dapat berinteraksi satu dengan yang lain guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Tabel 4.2. Lembaga Koperasi berdasarkan Tahun berdiri

Lama Berdiri Koperasi Jumlah

1-5 Tahun 15

6-10 tahun 4

< 10 tahun 5

24

Grafik. 4.2 Koperasi berdasarkan Tahun berdiri

Berdasarkan tabel 4.2 dan Grafik 4.2 menunjukkan bahwa Lembaga Koperasi yang berdiri pada 5 tahun belakangan ini menunjukkan prosentase yang cukup besar yaitu 63% yang artinya Lembaga Koperasi oleh masyarakat di kecamatan Pinang sedang tumbuh dan dianggap penting dibandingkan laporan tahun 2010-2015 yang hanya 17%.

Tabel. 4.3. Lembaga Koperasi yang mengadakan RAT setiap Tahun

Koperasi yang mengadakan

RAT setiap Tahun Jumlah

Ya 3

Tidak 21

24

Koperasi Angkutan … Koperasi Karyawan

21%

Koperasi Konsume n / Serba usaha…

Koperasi Produsen

4%

Koperasi …

17% 63%

21%

1-5 Tahun

(6)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 15 Grafik. 4.3 Koperasi yang Mengadakan

RAT tahun 2020

Pada tabel 4.3 dan grafik 4.3 dapat terlihat bahwa tata Kelola kelembagaan pengelola dalam mengadakan RAT memiliki nilai prosesntase 88%, Dan hanya 12%

Lembaga koperasi yang mengadakan RAT secara rutin. Hal ini dapat dikatakan bahwa tata Kelola organisasi kelembagaan Koperasi di kecamatan perlu pelatihan dan penyuluhan yang terkait aspek pengelolaan kelembagaan sesuai dengan peraturan dan anggaran dasar koperasi yang termaktub dlaam UU No 25 tahun 1992. Aspek teknis pemilihan sesuai aturan Undang Undang sudah dijalankan dengan baik namun proses dan outputnya perlu penguatan sehingga di pelukan penyuluhan terkait dengan berbagai aspek dalam kelembagaan koperasi.

Tabel. 4.4 Jumlah Lembaga Koperasi yang melaksanakan pilihan Pengurus secara demokratis dalam RAT

Pengurus dipilih secara demokratis sesuai dengan UU Koperasi dalam

RAT.

Jumlah

tidak 0

ya 24

24

Grafis 4.5 Jumlah Lembaga Koperasi yang melaksanakan pilihan Pengurus secara demokratis dalam RAT

Meskipun dalam pelaporan RAT pengelola koperasi / pengurus koperasi belum menjalankan kaidah Undang Undang namun dalam proses pemilihan Pengurus telah dilaksanakan secara demokratis dalam RAT.

Hal ini dapat dilihat bahwa 24 lembaga yang ada dari responden menyatakan 100% memilih pengurus dengan demokratis. Aspek Demokratis dalam pengelolaan merupakan kunci penting bagi jalannya roda organisasi Koperasi. Dengan kelembagaan yang baik dan tertib bisa dijadikan kunci untuk mewujudkan Koperasi yang kuat, sehat, mandiri, tangguh dan berdaya saing sesuai jati diri Koperasi, sehingga Koperasi benar-benar maju dan berkembang serta mampu memberikan kemanfaatan yang lebih besar bagi kesejahteraan anggotanya dan masyarakat pada umumnya

Tabel. 4.5. Jumlah Lembaga Koperasi yang Pengurus memiliki Kemampuan Menyusun dan Merencanakan Pertanggungjawaban RAT

Kemampuan Pengurus (Ketua sekretaris, Bendahara) merencanakan dan

menyusun Laporan Pertanggungjawaban setiap periode

RAT

Jumlah

Tidak memiliki Kemampuan 18

Memiliki Kemampuan 6

24

Kemampuan Kepatuhan dalam manajemen pengelolaan tata Kelola organisasi dalam laporan pertanggungjawaban pengurus harus memiliki kaidah koperasi. Dari tabel diatas di nyatakan bahwa hanya 6 lembaga yang memiliki kemampuan dalam menjelaskan laporan pertanggungjawaban secara akuntabel di hadapan para anggota koperasi melalui RAT yang diadakan pada setiap laporan tahun buku.

Untuk itu pengurus perlu dibekali konsep bagaimana memiliki konsep kepatuhan terhadap organisasi dan meningkakan kapasitas laporan pertanggungjawaban.

Ya Tidak12%

88%

Koperasi yang mengadakan RAT setiap tahun

ya 100%

tidak ya

18 6

0 20

Tidak memiliki KemampuanMemiliki Kemampuan

Kemampuan Pengurus (Ketua sekretaris, Bendahara) dalam merencanakan dan menyusun …

(7)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 16

b. Keragaan Keuangan

Kepatuhan terhadap pengelolaan keuangan merupakan penanamkan prinsip-prinsip keuangan yang bertanggung jawab, usaha simpan pinjam oleh koperasi dapat membuka akses yang luas kepada anggotanya dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Tabel di bawah ini dari hasil pra survey pada 24 lembaga Koperasi dapat dikatakan bahwa dari aspek Keuangan SHU yang dibagikan senilai kurang lebih di angka Rp. 4, 3 milyar atau 3% dari Volume usaha yang terakumulasi sebesar Rp. 46 milyar.

Tabel 4. 6. Keragaan Keuangan lembaga Koperasi Kec. Pinang Juni - Juli 2021

Grafik 4.6. Rasio Keragaan Keuangan Koperasi Kec. Pinang Juni-Juli 2021

Manajemen pengelolaan keuangan menjadi kunci entitas yang penting bagi tumbuh kembangnya organisasi. Dari data diatas dapat di jabarkan bahwa :

1. Prinsip prinsip pengelolaan keuangan Lembaga koperasi

2. Pemahaman akuntabilitas laporan Keuangan

3. Manajemen Keuangan Koperasi.

4. Kesehatan Keuangan Koperasi

Pengurus belum mampu memiliki pemahamann (membandingkan rencana

anggran dan target dari sisi keuangan) hal itu tercermin dari tidak adanya laporan neraca keuangan, likuiditas keuangan, solvabilitas dan rentabilitas dan aktifitas secara tercatat. Untuk itu penyuluhan diberikan terkait tentang manajemen pengelolaan Keuangan.

Kapasitas dan kemampuan pengurus masih tradisional dalam pengelolaan keuangan sehingga belum dapat merencanakan budgeting dan targeting secara baik berdasarkan prinsip – prinsip manajemen keuangan.

Tabel. 4.7. Koperasi yang Mengalami Penurunan SHU Selama Pandemic COVID

Koperasi yang mengalami penurunan SHU selama pandemic COVID

19

Jumlah

Ya 18

Tidak 6

24

Dari hasil pra survey sebelum pelaksanaan Penyuluhan dari 24 responden yang mengisi kuesioner diperoleh data bahwa dampak pandemic covid 19 dalam laporan tahunan 2020 75% Lembaga koperasi di Kecamatan Pinang mengalami penurunan SHU. Hanya sebesar 25% atau 6 Lembaga koperasi yang mengalami kenaikan SHU

Tabel. 4.8.. Lembaga Koperasi yang melibatkan Karyawan dalam Pengelolaan Koperasi

Jumlah Karyawan Koperasi yang Terlibat dalam Pengelollan

Koperasi

Jumlah

1-5 karyawan 21

5-15 karyawan 3

24

31,187,879, 580

17,124,298, 119

48,312,157,

699 46,167,078, 604

4,228,004,4 55 -

10,000,000,000 20,000,000,000 30,000,000,000 40,000,000,000 50,000,000,000 60,000,000,000

1

MODAL SENDIRI MODAL LUAR ASSET VOLUME USAHA SISA HASIL USAHA

MODAL SENDIRI

21%MODAL …

ASSE…

VOLUME USAHA

31%

SISA HASIL …

Ya 75%

Tidak 25%

Jumlah Koperasi yang Mengalami Penurunan SHU

selama Pandemic Covid 19

(8)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 17 Kelembagaan Koperasi tersebut

disampaikan pertanyaan-pertanyaan tentang legalitas Koperasi, yang diantaranya: Badan Hukum Koperasi, Izin usaha, tentang Anggaran Dasar, termasuk apa saja yang tertera di dalam Anggaran Dasar, sampai dengan apakah pengangkatan Pengurus dan Pengawas tertera daaalam Berita Acara Rapat Anggota.

Dengan kelembagaan yang baik dan tertib bisa dijadikan kunci untuk mewujudkan Koperasi yang kuat, sehat, mandiri, tangguh dan berdaya saing sesuai jati diri Koperasi, sehingga Koperasi benar-benar maju dan berkembang serta mampu memberikan kemanfaatan yang lebih besar bagi kesejahteraan anggotanya dan masyarakat pada umumnya.

Dari analisis pra survey diatas maka Tim PKM USNI melakukan kegiatan Penyuluhan yang utamanya fokcus pada topik Pengelolaan Kepatuhan dari aspek legalitas, organisasi dan Keuangan. Hasil kajian diskripsi diatas kemudian secara praktis dan akademik dilakukan pendekatan melalui penyuluhan meskipun sifatnya insidentil Harapan tim ini Pengelola Koperasi dapat meningkatkan kualitas kepatuhan lembaga koperasi agar dapat secara akuntabel, transparan dan berdaya saing sehingga dapat menjadi manfaat khususnya masyarakat di Kelurahan Pinang Kota Tangerang.

Pokok dan Point yang disampaikan meliputi 4 hal sub tema

N o

Materi Materi Bahasan dalam Penyuluhan 1 Kepatuhan dalam

hal Legalitas Koperasi

e. Pemahaman terkait dengan legalitas Badan Usaha Koperasi dan turunanya f. Sinergitas

dengan pemangku kepentingngan terutama relasi pada Dinaskop

UKM dan

Kementrian

UKM dan

Koperasi.

g. Implementasi Prinsip-prinsip menurut undang- undang No. 25 tahun 1992 Pasal 5 dan yang berlaku saat ini di Indonesia 2 Kepatuhan

Kelembaga an dengan Peraturan Pemerintah

e. Penekanan penting dan perlunya pengawasan kinerja dan operasional

koperasi di seluruh Indonesia.

Meski di kepengurusan koperasi sudah ada fungsi pengawasan berupa Badan Pengawas yang dipilih anggota.

f. Mematangkan pelaksanaan pengawasan koperasi untuk terwujudnya koperasi yang sesuai dengan peraturan perundangan

3 Kepatuhan Peraturan Organnisas i

a. Tujuan dan sasaran pengawasan kepatuhan koperasi b. Peranan dan

pentingnya Persus dalam pengelolaan Koperasi.

c. Kepatuhan terhadap SOP,

(9)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 18

Visi dan misi Koperasi sesuai bidang usaha yang dijlankan.

d. Organisasi dan kelembagaan (membanding kan rencana dengan realisasi) 4 Kepatuhan

Pengelolaa n

Keuangan

e. Prinsip prinsip pengelolaan keuangan Lembaga koperasi f. Pemahaman

akuntabilitas

laporan Keuangan g. Manajemen

Keuangan Koperasi.

h. Kesehatan Keuangan Koperasi i. Pengurus memeiliki pemahamann (m

embandingkan rencana anggran dan target dari sisi keuangan)

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian sederhana dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut :

1. Tingkat hasil pengelolaan Koperasi di kecamatan Pinang dari umpan balik kuesioner dapat dikatakan kurang memenuhi kadiah pengelolaan koperasi dari aspek kualitas SDM.

2. Aspek SDM merupakan asset dalam pengelolaan koperasi karena maju

mundurnya Lembaga koperasi ditentukan oleh human capital yang ada dari sisi kompetensi, kemampuan wirausaha, karakteristik sumber daya manusi itu sendiri.

3. Perlu pendalam Kembali kapasitas peneglola koperasi dikecamatan Pinang untuk dikembangkan Kembali dari sisi Pendidikan dan pelatihan.

DAFTAR PUSTAKA

Zarkazi, Imam (16 Maret 2015) Online:https://epzarkazi.wordpress.com/

2015/03/16/ jatidiri-koperasi/

Pasundan, Galuh (Selasa, 08 Februari 2011) Online:http://saranainfoku.blogspot.co.i d /2011/02/ jati-diri-koperasi- indonesia.html

Shodiq, Muhammad (Rabu, 22 Mei 2013) Online: http://sodiqpks.blogspot.co.id/

M. Fuji Saputro.htm_jati diri koperasi (perbedaan menurut ica dan menurut uu no. 25 tahun 1992)

Data Kecamatan pinang dalam angka “Dinas komunikasi & informasi tahun 2018.

Baswir, Revrisond. 2000. Koperasi Indonesia . Penerbit BPFE. Yogyakarta.

Lumintang. J, Yusgiantoro P., Brodjonegoro.S, Prakoso.B, Santoso B., Sudjana B., 2001 Pendidikan Kewarganegaraan. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Mubyarto. 1992. Strategi Pengembangan Kelembagaan Koperasi, Makalah

Seminar, FE UGM-DEPKOP

Yogyakarta.

(10)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 19 Ranupandojo, Heidjirachman. 1992.Aspek

Kelembagaan Koperasi,. Makalah Seminar FE UGM – DEPKOP.

Yogyakarta.

Syafrida, S. (2020). Bersama Melawan Virus Covid 19 di Indonesia. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 7(6).

Wan Laura Hardilawati “Strategi Bertahan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19”

Universitas Muhammadiyah Riau, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurnal akuntasni & ekonomika

Hasibuan. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Bumi Aksara, Jakarta Mangkunegara, Anwar Prabu, 2013.

Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Edisi : Kesepuluh, PT.

Remaja Rosdakarya, Bandung.

Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 Tentang Koperasi

www.depkop.go.id

https://diskopukm.tangerangkota.go.id

Gambar

Tabel 4.1 Peserta Penyuluhan berdasarkan Jenis  Koperasi Kec. Pinang Juni-Juli 2021
Tabel  4.  6.  Keragaan  Keuangan  lembaga  Koperasi Kec. Pinang Juni - Juli 2021

Referensi

Dokumen terkait

Respon sensor yang diukur sebanyak dua kali yaitu pada tegangan keluaran (Vout) rangkaian pembagi tegangan dan sistem pada LCD yang diperoleh dari keluaran nilai

KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pada malam hari (beban puncak)pukul 18.00 – 22.00 WIB adalah nilai medan magnet tertinggi, yaitu 10,71