• Tidak ada hasil yang ditemukan

Universitas Satya Negara Indonesia Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Universitas Satya Negara Indonesia Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

43 Diversifikasi Produk Olahan Ikan Di Kawasan Wisata Desa Nelayan Ketapang Kabupaten

Tangerang

Diversification of Fish Products in the Ketapang Fisherman Village Tourism area, Tangerang Regency

Mercy Patanda

1

, Meifida Ilyas

2

, Edyanto

1

, Urip Rahmani

1

1

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,

2

Magister Manajemen Universitas Satya Negara Indonesia

[email protected]

Abstrak

Desa Ketapang Kabupaten Tangerang memiliki sumber daya ikan berbagai jenis yang ditangkap dengan bubu lipat dan jaring apus. Sumber daya ikan selama ini ini hanya diolah menjadi ikan asin sehingga memerlukan olahan ikan yang lain untuk menambah keterampilan ibu-ibu PKK dan istri nelayan.Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan (1) untuk memberikan wawasan tentang olahan ikan menjadi Nugget dan bakso ikan; (2) memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar mampu berwiraswasta pada produk olahan ikan sebagai tambahan penghasilan bagi masyarakat. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dimana peserta akan diberikan penjelasan baik secara teori dan praktek pembuatan olahan ikan (nugget ikan dan bakso ikan). Mengingat kondisi saat ini sedang pandemi covid 19, maka penyuluhan dilakukan dalam bentuk video dan disimpan dalam CD. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan analisis data yaitu analisis deskriptif dan uji hipotesis(uji Wilcoxon) dimana hasil penyuluhan ini terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan sebelum dan sesudah penyuluhan. Penyuluhan ini dapat menambah keterampilan dari ibu-ibu nelayan sehingga dapat menambah produk yang dapat dipasarkan di Desa Ketapang yang merupakan Desa Wisata Mangrove sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

(2)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

44

1. Pendahuluan

Kabupaten Tangerang memiliki wilayah pesisir dengan potensi sumber daya perikanan dan kelautannya. Salah satu Desa di Kabupaten Tangerang adalah Desa Ketapang, Desa Ketapang terdapat di Kecamatan Mauk.

Kecamatan Mauk memiliki luas wilayah sebesar 40.095 km2 terdiri dari 11 (sebelas) desa. Desa Ketapang memiliki luas wilayah yaitu 4.186 km2 dengan persentase 10,44%. Di Desa Ketapang terdiri dari 9 Rukun Warga (RW) dan 21 Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah penduduk mencapai 7.032 Jiwa. Desa Ketapang Kabupaten Tangerang memiliki berbagai macam sumber daya dan salah sutunya adalah sumber daya ikan.

Desa Ketapang Kabupaten Tangerang memiliki sumber daya ikan baik ikan pelagis dan ikan demersal. Terdapat beberapa jenis ikan pelagis dan demersal seperti ikan tembang, pepetek, sembilang, tenggiri, kurisi, ekor kuning, layur,kembung, kue, selar, ketengkek.

Menurut Hartini dan Indrarini (2020), ikan merupakan sumber protein hewani yang kaya gizi, di mana secara kuantitatif fungsi utama protein makanan bagi tubuh adalah sebagai sumber asam-asam amino esensial yang akan digunakan untuk sintesis asam-asam amino non – esensial dan sintesis protein di dalam tubuh.

Protein yang disintesis tubuh berfungsi sebagai zat pembangun tubuh, sebagai alat pengatur dalam tubuh, mengganti bagian-bagian tubuh (sel dan jaringan tubuh) yang rusak serta

mempertahankan tubuh dari serangan mikroba penyebab penyakit (sebagai anti bodi).

Ikan di Desa Ketapang ditangkap dengan bubu lipat dan jaring apus. Ikan hasil tangkapan umumnya dijual di Kabupaten Tangerang.

Selama ini ikan hanya di jual dan diolah sebagai ikan asin sehingga penanganan akan hasil tangkapan ikan ini sangat penting untuk mencegah ikan busuk setelah dilakukan penangkapan ikan. Salah satu untuk penanganan ikan supaya tidak cepat rusak adalah dengan melakukan olahan ikan seperti bakso ikan, nuget dan empekempek ikan. Bakso ikan dan empek- empek merupakan salah satu olahan ikan yang diminati oleh masyarakat karena sangat mudah untuk dibuat dan dipasarkan serta harganya yang terjangkau oleh konsumen. Hal ini sesuai dengan Effendi dan Wiyari (2019) yang menyatakan bahwa selain Bakso, nuget juga merupakan salah satu produk yang digemari masyarakat.

Hasil olahan ikan ini tentu akan membantu untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pada umumnya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu-ibu PKK bahwa masih banyak nelayan dan ibu-ibu yang belum tahu bagaimana cara mengolah ikan sehingga dapat di jual di tempat wisata. Hal yang sama. Fauziah (2018) menyatakan Sekitar 70 persen masyarakat di daerah Desa Ketapang, penduduknya menggantungkan hidup dari hasil tangkapan hasil laut sehingga pendapatan masyarakat dapat ditingkatkan lagi dengan meningkatkan peran istri untuk meningkatkan

(3)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

45

kesejahteraan keluarga. Selain itu perekonomian

di Desa Ketapang masih sektor untuk penghasilan untuk diri sendiri bukan untuk skala ekonomi desa atau penghasilan desa sedangkan industri dan perdagangan yang ada di Desa Ketapang tidak memiliki jenis industri yang lebih spesifik.

Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penyuluhan olahan ikan sehingga dapat dijual masyarakat di sekitar kawasan wisata Desa Nelayan Ketapang dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat yaitu (1) Untuk memberikan wawasan tentang olahan ikan menjadi Nugget dan bakso ikan; (2) Memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar mampu berwiraswasta pada produk olahan ikan sebagai tambahan penghasilan bagi masyarakat

2. Solusi dan Target

Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi Ibu-ibu PKK atau istri nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga dimana selama ini Ibu-ibu bergantung pada kegiatan pengupasan kulit kerang. Selain itu menambah produk perikanan yang dapat dipasarkan di tempat wisata Mangrove sehingga dapat menjadi produk unggulan di Desa Ketapang. Pengabdian masyarakat diharapkan juga dapat memberikan kontribusi bagi Pemerintah Daerah: 1. Memberikan infomasi kepada masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dan Pemerintah Daerah berupa pengolahan ikan seperti bakso ikan dan empek- empek ikan 2.

Peningkatan kualitas peran dan kemandirian ibu

–ibu PKK dan istri nelayan pada pemanfaatan sumberdaya perikanan melalui diversifikasi pengolahan produk perikanan 3. Ibu-ibu PKK dan istri nelayan dapat melakukan pemilihan bahan baku produk olahan, menyusun formulasi bahan- bahan olahan hasil perikanan (bakso ikan dan empek-empek) 4. Memberikan alternatif usaha lain selain mengupas kerang hijau 5. Bekerjasama dengan Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Tanggerang Tiga Raksa dalam rangka diversifikasi produk olahan ikan

3. Metodologi

3.1 Tempat dan Waktu

Lokasi pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilakukan di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Adapun lokasi pengabdian kepada masyarakat seperti terdapat pada Gambar 1 dan waktu pengabdian kepada masyarakat selama 2 bulan, yaitu mulai Januari 2021 s/d Februari 2021, yang meliputi kegiatan penyusunan proposal, pengumpulan data sekunder tentang ikan di Desa Ketapang, survey lokasi pengabdian, penyuluhan, kajian pustaka serta penyusunan laporan kegiatan PkM.

Sumber : Fauziah, 2018 Gambar 1. Desa Ketapang

(4)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

46

3.2 Peserta

Peserta penyuluhan ini diikuti masyarakat di Desa Ketapang seperti kelompok olahan dan istri Nelayan serta ibu-ibu penggerak PKK sebanyak 10 orang.

3. 3. Persiapan Kegiatan

3.3.1 Persiapan Kegiatan Olahan Ikan

Persiapan untuk kegiatan olahan ikan adalah:

1) Survei ikan hasil tangkapan nelayan di Desa Ketapang

2) Persiapan alat dan bahan untuk pembuatan olahan ikan

Gambar 2. Alur Proses Pembuatan Nuget dan Bakso 3.3.1 Metode Penyuluhan Olahan Ikan

1. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dimana peserta akan diberikan penjelasan baik secara teori dan praktek pembuatan olahan ikan (nugget ikan dan bakso ikan). Mengingat kondisi saat ini sedang pandemi covid 19, maka penyuluhan dilakukan dalam bentuk video dan disimpan dalam CD sebagai bahan sosialisasi dan dibagikan kepada para istri nelayan, dan ibu-ibu penggerak PKK agar terus dapat dingat dan dipelajari apabila lupa.

2. Bahan dan Alat

Beberapa alat yang dibutuhkan antara lain persiapan ruangan/tempat untuk pembuatan video, peralatan masak.

Sedangkan bahan yang digunakan adalah ikan tenggiri yang telah digiling,tepung, bumbu masak, es batu, air mineral dan telur

3. Mengkaji kelamahan dan kelebihan video olahan buah bakau

3.3.2 Pelaksanaan Penyuluhan Olahan Ikan

1. Tahap Awal

Pada tahap awal ini dibagikan kuesioner kepada peserta untuk diisi,

(5)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

47

tujuannya adalah untuk mengetahui

wawasan dan kemampuan peserta sebelum mengikuti sosialisasi (pre test).

Pembagian kuesioner pre test dibagikan sebelum pemutaran video cara membuat olahan ikan (nugget ikan, bakso ikan dan empek-empek ikan).

2. Tahap Pelaksanaan

Tahap ini merupakan tahap lanjutan dari tahap awal yaitu melaksanakan pelatihan dan praktek pembuatan nugget, bakso ikan dan empek-empek

ikan dalam bentuk penyuluhan dengan melakukan pemutaran video.

Pemutaran video dilengkapi dengan penjelasan singkat tentang cara pembuatan olahan ikan tenggiri kepada masyarakat sehingga masyarakat lebih mengerti dengan video yang diputarkan. Video juga diunggah ke youtube dengan link link https://youtu.be/eddcK-csbS3g.

Tahapan pembuatan video adalah sebagai berikut :

Gambar 3. Alur Proses Pembuatan Video dan Youtube

Persiapan alat dan bahan

Menyiapkan narasi yang akan dibicarakan di video

Mengolah ikan menjadi bakso nugget sambil merekam kegiatan tersebut dengan HP

Editing Video

Video yang telah bagus diburning kedalam

DVD dan dimasukkan ke Youtube

(6)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 48 4. Tahap Akhir

Pada tahap akhir ini kepada peserta dibagikan kembali kuesioner yang sama pada tahap awal,

tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan peserta sesudah mengikuti penyuluhan lewat video (post test).

3.4 Analisis Data

Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji hipotesis. Analisis deskriptif dilakukan terhadap jawaban kuesioner pada saat pre test dan respon yang diberikan oleh istri nelayan dan ibu-ibu penggerak PKK ketika diberikan penyuluhan dan demo praktek olahan ikan melalui tayangan video. Respon ibu-ibu juga diperoleh ketika mereka mengisi post test untuk memastikan apakah mereka sudah memahami materi penyuluhan ataukah tidak. Selain itu mengevaluasi kelabihan dan kelemahan video olahan ikan

Analisis Uji hipotesis menggukan uji Wilcoxon yang menggunakan SPSS seri 22, uji wilcoxon ini membandingkan jawaban kuesioner pada saat pre test dan post test yang diberikan kepada peserta penyuluhan. Uji Wilcoxon Signed Rank Test merupakan uji non parametrik yang digunakan untuk menganalisis data berpasangan karena adanya dua perlakuan yang berbeda. Wilcoxon Signed Rank Test digunakan apabila data tidak berdistribusi normal dan ini terlihat setelah dilakukan uji normalitas data dengan uji Kolmogorov Smirnov.

Untuk pengambilan keputusan dalam hal ini pertimbangan yang dilakukan sebagai berikut :

1. Jika Nilai Sig. (2-tailed) < 0.05 maka ada perbedaan hasil belajar yang signifikan (Hipotesis diterima)

2. Jika Nilai Sig. (2-tailed) > 0.05 maka tidak ada perbedaan hasil belajar yang signifikan (Hipotesis ditolak)

4. Hasil dan Pembahasan

4.1 Ikan tenggiri sebagai bahan utama olahan ikan

Ikan tenggiri merupakan kelompok ikan laut pelagis yang memiliki cita rasa khas sehingga digemari oleh masyarakat. Ikan tenggiri digemari oleh masyarakat karena rasa dagingnya yang gurih dan tidak amis bila dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Jika dilihat dari kandungan gizinya, ikan tenggiri dapat digolongkan sebagai ikan yang berkadar protein tinggi, selain tinggi protein ikan tenggiri kaya akan asam lemak. (Hakim, 2014)

Ikan tenggiri merupakan ikan pelagis dan merupakan ekonomis penting di Indonesia bahkan dunia karena kandungan protein yang tinggi dan bagus untuk pertumbuhan. Menurut Balai Bimbingan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (2005), hasil analisa proksimat Ikan Tenggiri memiliki kandungan air 76,5%, protein 21,4%, lemak 0,56%, karbohidrat 0,61% dan kadar abu 0,93% (Nugroho et al, 2014)

(7)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 49 Gambar 4. Ikan tenggiri

(Sumber : Greeners.Co)

Hasil analisis organoleptik dari ikan Tenggiri (Scomberomorus commersoni) oleh (Nugroho et al, 2014) menyatakan bahwa ikan tenggiri itu segar didapatkan tanpa lendir, pada badan ikan mempunyai lendir jernih dan belum ada perubahan warna, mempunyai daging dengan sayatan yang cemerlang, bau spesifik ikan segar, tekstur daging agak padat dan elastis bila ditekan dengan jari. Berdasarkan hasil tersebut maka ikan Tenggiri yang digunakan

sebagai bahan baku pembuatan kaki naga ikan masih bermutu baik dan layak untuk dikonsumsi dengan tingkat kepercayaan 95%.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Murniyati dan Sunarman (2000), bahwa ambang batas minimal ikan segar adalah 7 (tujuh), sehingga produk tersebut dinyatakan layak untuk dikonsumsi.hasil pengujian organoleptic terlihat pada Gambar 5

Gambar 5. Hasil organoleptik dari ikan tenggiri

4.2 Penyuluhan Kepada Masyarakat agar Mampu Berwirausaha pada Produk Olahan Ikan sebagai Tambahan Penghasilan Bagi Masyarakat

Pada saat membagikan video olahan ikan pada istri nelayan dan ibu-ibu PKK, ini memberikan penyuluhan kepada masyarakat

untuk mencoba membuat olahan ikan dan menjualnya sebagai produk unggulan desa. Hal ini direspon positif oleh peserta dengan meminta untuk dibuatkan praktek pembuatan olahan ikan secara langsung atau tatap muka apabila telah diizinkan untuk penyuluhan langsung ke masyarakat. Selain itu tim PkM

(8)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 50 juga menyampaikan bahwa produk olahan ini

jika ditekuni akan memberikan nilai tambah terutama dapat menambah penghasilan rumah tangga. Peserta penyuluhan dapat dilihat pada Lampiran 4.

Peserta pelatihan tidak hanya ibu-ibu istri nelayan dan ibu-ibu PKK, ini merupakan sinergi yang baik, karena didukung oleh aparat Desa dalam hal ini difasilitasi oleh Sekretaris Desa Ketapang serta didukung oleh Dinas Kabupaten Tangerang. Target luaran kegiatan PkM dapat tercapai yaitu memberikan infomasi kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah bahwa ikan tidak hanya diolah menjadi ikan asin tetapi dapat diolah dengan berbagai produk yang dapat dipasarkan di tempat wisata Mangrove Desa Ketapang, di pasar bahkan di luar Desa Ketapang.

Pada penyuluhan olahan ikan ini, ada satu ibu yang telah mengetahui tentang olahan ikan yaitu ibu kader PKK, dimana ibu-ibu kader PKK medapat pelatihan dari Dinas Sosial

sehingga mengetahui tentang olahan ikan tetapi istri nelayan umumnya belum mengetahui tentang olahan ikan. Penyuluhan ini berguna bagi ibu-ibu di Desa Ketapang khususnya istri nelayan di Desa Ketapang karena ini dapat menjadi pengetahuan tambahan bagi istri nelayan sehingga istri nelayan tidak hanya mengolah ikan menjadi ikan asin tetapi bisa mengolah ikan menjadi olahan ikan lainnya sehingga dapat menambah pendapatan bagi masyarakat di Desa Ketapang. Penyuluhan ini walau baru pembagian CD tetapi penyuluhan ini bisa juga dilihat di Whatsup sehingga memudahkan bagi ibu-ibu untuk melihat cara membuat olahan ikan.

Hasil dari analisis Uji Wilcoxon dengan SPSS memperlihatkan bahwa penyuluhan yang dilakukan efektif karena umumnya ibu-ibu yang tidak tahu bagaimana cara membuat olahan ikan tetapi setelah penyuluhan, ibu-ibu mengetahui cara membuat olahan ikan

(9)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 51 Hasil analisis Wilcoxon menunjukkan

bahwa Asymp. Sig (2-tailed) adalah .002 yang berarti jika Nilai Sig. (2-tailed) <

0.05 maka terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada penyuluhan.

Penyuluhan ini dapat menambah keterampilan dari ibu-ibu nelayan sehingga dapat menambah produk yang dapat dipasarkan di Desa Ketapang yang merupakan Desa Wisata Mangrove sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Hal ini sesuai dengan Yusuf et al (2020) yang menyatakan bahwa penyuluhan nugget ini bermaksud menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengembangan inovasi dalam berwirausaha dengan pengolahan bahan-bahan baku yang mudah didapat, untuk menjadi produk-produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi sehingga bisa di jadikan sumber tambahan pendapatan masyarakat sekitar, khususunya ibu ibu Nelayan

Olahan ikan (bakso, empek-empek dan nugget ikan) sangat bagus untuk

dikembangkan di Desa Mauk karena selain ikan asin karena olahan ikan layak dikembangkan dan memberikan keuntungan serta dapat kembali modal kira-kira selama 2 tahun. Hal ini sesuai dengan beberapa penelitian kelayakan usaha.

Analisis kelayakan usaha dari ikan Asin untuk pengolahan ikan Menurut Riani et all (2013) menyatakan harga jual rata-rata dan produksi rata- rata ikan tenggiri asin kering pada saat musim penangkapan maupun pada saat tidak musim penangkapan berada diatas BEP maka usaha pengolahan ini menguntungkan dan layak untuk dilakukan. Begitupula dengan Payback Periode (PP), dalam 2,1 tahun dapat mengembalikan pengeluaran yang digunakan untuk investasi. Selain itu nilai IRR menunjukkan usaha ini layak dikembangkan pada tingkat bunga berlaku (13%) dan selama suku bunga masih dibawah 15,3%. Hal yang sama dilihat dari Net BCR 13% yang berarti berarti usaha

(10)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 52 pengolahan ikan tenggiri asin kering di

Desa Muara Kintap tersebut dinilai menguntungkan karena lebih besar dari 1 baik pada saat musim maupun pada saat tidak musim.

Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha Malia (2015) bahwa pempek ikan tenggiri merupakan usaha yang layak dikembangkan karena PP.

dalam 2,4 tahun dapat mengembalikan pengeluaran yang digunakan untuk investasi. Begitupula dari Net Present Value (NPV) dapat memberi keuntungan sedangkan untuk nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 43 % dan lebih besar dari tingkat suku yang berlaku (14%) yang berarti bahwa usaha ini akan memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan mendepositokan modalnya di Bank dengan suku bunga yang berlaku.

Selain itu, nilai Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) sebesar 1,53 yang berarti bahwa setiap Rp. 1,- biaya yang dikeluarkan akan memberikan keuntungan sebesar Rp. 1,53.

5. Kesimpulan dan Saran 5.1. Kesimpulan

1) Penyuluhan ikan tenggiri diolah menjadi nugget ikan, bakso ikan dan empek-empek ikan dapat menjadi pengetahuan tambahan bagi ibu-ibu PKK dan istri nelayan

2) Produk olahan ikan dapat dijadikan sebagai tambahan penghasilan bagi masyarakat.

5.2 Saran

1) Pendampingan terus menerus kepada masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya ikan

2) Perlu pendampingan lanjut kepada ibu- ibu PKK dan istri nelayan sehingga ibu-ibu dapat sampai memasarkan produk olahan ikan di Desa Ketapang bahkan sampai diluar Tangerang

Daftar Pustaka

Hakim L.L, Anna Z, Junianto. 2014. Analisis Bioekonomi Sumber Daya Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) Di Perairan Kabupaten Inrdamayu Jawa Barat. Jurnal Kebijakan Sosek Kp Vol.4 No 2.

Nugraho A, Swastawati F Anngo A,D. 2014.

Pengaruh Bahan Pengikat Dan Waktu Penggorengan Terhadap Mutu Produk Kaki Naga Ikan Tenggiri (Scomberomus sp). Jurnal Pengolahan Dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3 (4) : 140 -149. Online di:

http://www.ejournals1.undip.ac.id/ind ex.php/jpbhp

Riani MU, Mahreda SE, Mustika R. 2013.

Analisis Usaha Pengolahan Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) Asin Kering Di Desa Muara Kintap Kecamatan Kintap Kabupatemn Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Fish Sciantiae Volume 3 (5) : 41-52

Riyadi NH, Atmaka W. 2010. Diversifikasi Citarasa Bakso Ikan Tenggiri (Scomberomus commerson) Dengan

(11)

Jurnal Abdimas Satya Widyakarya (JASW) Vol. 01 No. 01 Tahun Januari 2022

 53 Penambahan Asap Cair Tempurung

Kelapa. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, Vol. III No. 1

Safitri D, Yustika WR , Irmawanty, Hambali H.

2019. Pendampingan Dan Pelatihan Diversifikasi Pengolahan Ikan Bagi Ibu-Ibu Nelayan Di Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai. Jurnal Biologi Science &Education Biologi Sel Vol 8 No 2.

Yusuf M, Munir M, Suwardana H. 2020.

Pengembangan Kewrirausahaan Pembuatan Nugget Ikan (Fish Nugget) Sebagai Salah Satu Usaha Peningkatan Pendapatan Nelayan Di Desa Karangagung Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Jurnal Abdi Mas TPB (www. abdimastpb.unrama.ac.id) Volume 2(2) : 16-20.

Gambar

Gambar 2.  Alur Proses Pembuatan Nuget dan Bakso     3.3.1 Metode Penyuluhan Olahan Ikan
Gambar 5. Hasil organoleptik dari ikan tenggiri

Referensi

Dokumen terkait

· Folding arsitektur digunakan untuk mengatasi keterbatasan lahan di Jakarta, Ruang public kreatif dan Ruang terbuka hijau di integrasikan menjadi satu dengan menjalin

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) Dengan Model STAD (Student Teams Achievement

Pada panjang gelombang optimum 516 nm digunakan untuk menentukan kurva kalibrasi dari larutan pewarna tekstil merah dengan konsentrasi dari 0 – 100 ppm (interval

Model Pengembangan Pertanian Perdesan Melalui Inovasi (m-P3MI) merupakan suatu model pengembangan pertanian melalui inovasi dalam suatu kawasan berbasis sumberdaya

Salah satu teknologi dasar yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian untuk meningkatkan produktivitas padi adalah varietas unggul. Sampai saat ini Badan Litbang

Pada penelitian ini telah dikembangkan website atau weblog www.p4mri.net beserta 18 weblog P4MRI dari 18 Universitas yang akan digunakan untuk membantu siswa, guru,

Dari hasil penelitian yang diperoleh, maka disarankan untuk melakukan tahap pemurnian enzim α-amilase selanjutnya melalui kromatografi penukar anion menggunakan matriks

Selain itu, alumni yang merupakan output dari proses pendidikan, memberikan kontribusi berupa dukungan yang sangat besar bagi pondok pesantren tersebut. Misalnya alumninya