• Tidak ada hasil yang ditemukan

ILMUIMAN.NET: Koleksi Cerita, Novel, & Cerpen Terbaik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ILMUIMAN.NET: Koleksi Cerita, Novel, & Cerpen Terbaik"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ILMUIMAN.NET: Koleksi Cerita, Novel, & Cerpen Terbaik

Yusuf Wibisono <[email protected]>

Okt 2018 (c) ilmuiman.net. All rights reserved.

***

Paul Allen

Co-Founder Microsoft

Paul Gardner Allen (Januari 1953-Oktober 2018) adalah co-founder Microsoft (bersama Bill Gates). Pemerhati blantika perkomputeran dan teknologi informasi, kemungkinan gadungan kalau belum pernah denger namanya... Dia seorang juragan bisnis Amerika yang top, sekaligus investor kakap dan filantropis. Berdiri sejak 1975 Microsoft sempat jadi perusahaan software PC terbesar sejagat, dan merevolusi blantika mikro komputer.

Terakhir-terakhir, Paul itu vounder & chairman-nya Vulcan Inc., banyak mengelola bisnis & usaha sosial. Investasinya terserak di berbagai sektor (hi-tech, media, riset ilmiah, real-estate holdings, perusahaan antariksa, dan seterusnya). Paul juga pemilik beberapa klub sport (Seatlle Seahawks/NFL, Portland Trail Blazers/NBA, dan ada saham di klub bola Seattle Sounders FC).

Paul Allen, diestimasi sebagai terkaya di dunia nomer 44 (jauh di bawah Bill Gates, tapi jauh juga di atas kita-kita. Walah). Semoga di antara yang baca ini, nggak ada yang nomer 44 termiskin di dunia. Kalo ada, bisa segera menyanyikan lagu dangdut:

Termiskin Di Dunia. Aku hanyalah, orang termiskin di dunia, yang penuh derita, bermandikan air mata... Waduh. Sampe apal. Sorry.

Balik lagi ke Paul Allen. Dia pendiri Allen Institute for Brain Science, Institute for Artificial Intelligence, Institute for Cell Science, Stratolaunch Systems, dan Apex Learning. Andai orang Jawa Timur, mungkin dia pendiri grup Ludruk sekalian. Sayangnya, dia kelahiran Seattle, bukan Mojokerto.

Dia menderma lebih dari $2 billion untuk pendidikan, wildlife-environmental, seni, healthcare, dan community services, dan lain-lain, tapi kayaknya belum pernah menyumbang untuk renovasi mesjid. Kecuali kalau dicegat di tengah jalan, ya mungkin iseng ikut nyumbang, atau nyumbang terpaksa. Dia menerima penghargaan dari sana- sini. Orang super kaya, biasalah. Dan juga keitung di antara 100 Most Influential People in the World (2007-2008, yaitu dari majalah Time, bukan koran Pos Kota).

Kekayaannya saat meninggal, diestimasi $20.3billion. Kalo dibeliin krupuk, itu kriuk- kriuk banget.

(2)

***

Sejarah Hidupnya

Menghabiskan masa kecil di Seattle, Washington State, Allen terus sekolah di Lakeside School. Di situ, dia terus berteman dengan Bill Games yang dua kelas di bawahnya.

Mereka sama-sama keranjingan komputer, sementara waktu itu, di Indonesia mungkin banyak pemuda seusianya keranjingan Ji Sam Su. Bodo amat. Komputer apapun mereka sering oprek, termasuk komputer di Lab-nya Computer Science Department- nya University of Washington. Saking keranjingannya, pernah di-banned oleh lab itu karena dianggap ngacak-acak dan menyalahgunakan keleluasaan yang diberikan.

Lulus SMA, Paul Allen skor SAT-nya sempurna: 1600. Yaitu untuk dia sendiri. Dan bukannya berdua dengan anak Pak Lurah. Walah. Lenggang kangkung, dengan skor top itu, Allen masuk Washington State University, bergabung dengan himpunan Phi Kappa Theta fraternity, tapi dasar bakat ugal-ugalan, dua tahun terus keluar, dan kerja jadi programmer di Honeywell di Boston. Di Boston area itu juga, Bill Gates kuliah, yaitu di Harvard University. Tapi cuma setahun. Kemudian, dibujuk oleh Allen untuk drop out sekalian, dan terus mendirikan Microsoft susah payah.

***

Pendirian Microsoft

Mulai dagang software, Allen dan Gates itu 1975, di Albuquerque, New Mexico. Bukan langsung operating system tapi awalnya interpreter BASIC. Dan Allen mulai ngarang nama MicroSoft, yang kurang lebih kependekan dari Micro Computer Software-lah kira- kira.

Saat IBM bikin PC, 1980 Microsoft janji mau nyiapin sistem operasinya, yaitu DOS (disk operating system). Janji, tapi sebenernya barangnya belum bikin! Allen terus membeli QDOS (Quick and Dirty Operating System, bikinan Tim Paterson yang kerja di Seattle Computer Products). Saat mau demo pertama, konon di atas pesawat aja itu sistemnya masih dioprek oleh Allen. Dan di momen demo, sempat blunder juga satu kali. Walau kemudian, dikasih kesempatan kedua, dan berhasil mendapatkan kontrak untuk mensupplai DOS yang terus jadi OS-nya PC.

Dari kontrak IBM itu, Allen dan Gates jadi sukses dan kaya raya. Ada unsur hokinya, tapi juga ada persistensi gila-gilaan dari duet Allen-Gates, dan banyak jungkir baliknya juga, termasuk akal-akalan. Tahun 1982, Allen terus mundur dari Microsoft, bersamaan dengan kena penyakit yang disebut Hodgkin's lymphoma. Tinggallah dia di posisi non- aktif, sebagai anggota board of director.

Pada periode ini, Allen sempat diakali oleh Gates. "Bro, yang bikin BASIC dulu itu, kan hampir ujung ke ujung gue ye. Jadi mestinya pembagian saham Microsoft 60:40

(3)

banyakan gue, kan?" Allen setuja-setuju saja. Tapi Gates yang kadang emang licin punya, terus coba lagi mengubah porsi jadi 64:36. Selain itu, Gates juga sempat mau nebus saham milik Allen seharga $5 per saham, tapi Allen-nya nggak mau dan saat dia keluar Microsoft, saham-sahamnya tetap utuh. Dan ini yang terus bikin Allen jadi bilioner saat Microsoft go publik.

November 2000, Allen resmi mundur sekalian dari posisi anggota BoD Microsoft, tapi tetap dikasih jabatan Senior Strategy Advisor. Sampai Januari 2014, Allen tetap pegang 100 juta saham Microsoft. Dan bukannya saham gorengan kayak kita-kita. Lho? Kita?

Sorry.

***

Warna-warni Kehidupannya

Umur 16, Allen dapet gitar electric-nya yang pertama. Terus tergila-gila sama gitaris Jimi Hendrix. Andai suka nonton Srimulat, mungkin bakal tergila-gila juga sama pelawak Asmuni mungkin. Hil yang mustahal. Sempat jadi produsen indie juga, terus bikin album. Pernah juga sama Label top Sony. Dan karyanya dianggap bagus oleh beberapa musisi sealiran. Kalo sama musisi klenengan kita nggak tahu, itu mungkin dianggap ngak-ngik-ngok atau apa.

Selain hobi musik, Allen juga punya yacht dan minat kelautan.

Yacht Octopus punya dia, itu termasuk terbesar di dunia nomer 14 dari sisi panjangnya.

Dilengkapi dua helikopter, ROV (kapal selam remote), kolam renang, studio musik, dan lapangan basket. Diluncur 2003. Termasuk yang rutin, itu pesta tahunan di festival film Cannes.

Kehidupan pribadinya Paul Allen, itu tidak terlalu banyak diulas, tapi konon, kalo bikin party-party, Allen sering minta para undangan pesta untuk tanda tangan NDA, non- disclosure agreement. Tutup mulut. Apakah di situ ada aktivitas warna-warni pelangi atau sejenisnya itu? Di media tidak banyak dibahas. Tapi andaikan ada simpang sana- simpang sini pun, ini tetap jadi pelajaran bagi yang mau teguh di jalan lurus... Supaya dalam segenap amalan baiknya, jangan mau kalah sama seorang Paul Allen.

Selain Yacht Octopus, Allen punya lagi Tatoosh (2016), yang termasuk top-100 yachts terbesar di dunia. Tatoosh ini sempat kedapatan merusak terumbu karang, tapi terus Allen aktif untuk pemulihan dan penjagaan terumbu karang serta koral.

Beberapa kerja lautnya dicatat sejarah. Kapal Allen pernah dipake nyari ikan purba langka coelacanth, nyari sisa pesawat dan pilot jaman perang yang hilang di sekitar Palau, jadi anggota AMVER untuk penolong kecelakaan laut, dan seterusnya.

(4)

Tahun 2016, Allen beli kapal lain lagi. Bukan. Bukan kapal keruk. Dia beli: supply vessel RV Petrel. Kapal ini dipercanggih, terus dipakai untuk misi-misi khusus. Bukan termasuk misi nembak kembang desa anak Pak Lurah, tapi antara lain: nyari bangkai kapal perang IJN Mushashi, bangkai USS Indianapolis (CA-35), bangkai USS Ward (DD-139), dan lain-lain yang ancur di Battle of Surigao Strait dan Battle of Ormoc Bay.

Tahun 2018, Petrel menemukan sisa pesawat US Navy C-2A Greyhound yang hilang di Laut Filipina, terus USS Lexington (CV-2) di Coral Sea, dan terakhir USS Juneau (CL- 52) yang karam dalam pertempuran laut di sekitar Guadalcanal. Bersama Juneau itu, ada kisah inspiratif: Sullivan bersaudara, lima pelaut kakak beradik.. yang semuanya tewas bersama hancurnya Juneau itu. Keluarga Sullivan, punya lima anak lelaki. Lima- limanya masuk US Navy, dinas di satu kapal Juneau itu, tapi terus tewas sekaligus lima-limanya, dan ini dijadikan simbol keikhlasan berkorban luar biasa dari patriot-patriot Amerika. Menginspirasi munculnya undang-undang baru, dan munculnya filem Saving Private Ryan segala.

***

Pesan Duka Cita Bill Gates

"Gone too soon, What I loved about Paul Allen", By Bill Gates (16Oct'18)

(Note: Ini terjemahan saya. Selengkapnya tidak ditambah-tambahi. Courtesy dari situsnya BillGates yang resmi. Semoga nggak keliru jauh. Paul Allen co-founder Microsof meninggal kemarin ini, dan untuk mengenangnya, Bill-Gates menulit tulisan ttg dia. Berikut ini terjemahannya. Dari situ, kerasa, bagaimana sih kira-kira seorang Bill Gates mengapresiasi orang lain. Dan bagaimana, seorang passionate-man, satu orang saja, bisa menginspirasi seorang remaja Bill Gates, sehingga bisa bertumbuh jadi terkaya di dunia seperti sekarang)

Paul Allen tuh temen lama saya, yang paling temen lama. Dan partner-bisnis saya paling pertama. Kemarin meninggal. Saya ingin sampaikan ucapan dukacita untuk saudarinya Jody, dan keluarga, dan handai taulan di seluruh dunia.

Saya ketemu Paul di kelas 7. Dan itu mengubah hidup saya.

Saya langsung kagum ketemu dia. Dia dua kelas di atas saya. Kelas 9. Jangkung dan belakangan terbukti jenius dalam perkomputeran. Belakangan dia sempat berjenggot juga. Cool bener. Saya sendiri, jenggot malah nggak pernah bisa numbuh. Kami terus berteman kemana-mana, makin akrab saat sekolah kami kedatangan komputer. Hampir tiap ada waktu luang, kami ngobrak-abrik komputer bersama. Komputer apapun yang ada.

Sekarang saya mengenangnya. Paul Allen...

(5)

Paul sudah meramalkan dari lama, bahwa komputer akan mengubah dunia. Bahkan di SMP, sebelum kamu tahu PC itu apa. Dia sudah prediksi, bahwa chip komputer bakalan super-powerful dan akan memunculkan industri baru. Dan keyakinan itu jadi penjuru awal apapun yang lantas kami garap bersama.

Faktanya, Microsoft nggak mungkin ada tanpa Paul. Saya ingat, Desember 74, saya dan dia sama-sama tinggal di Boston area. Dia kerja, saya kuliah. Satu hari dia muncul, maksa-maksa saya untuk ikut ke tukang koran-majalah. Di sana, dia tunjuk majalah Popular Electronics, edisi January. Di covernya ada komputer baru: Altair 8800, yang pake chip baru yang powerful. Paul bilang: "(Bagaimana bisa) ini terjadi tanpa kita!"

Saat itulah, titik awal saya keluar kuliah dan memulai perusahaan baru kami: Microsoft.

Itu terjadi, karena Paul!

Sebagai partner pertama, Paul menset standar yang tinggi bagi saya untuk cari partner- partner berikutnya. Wawasannya amat luas dan jago menerangkan hal ruwet secara jitu. Berhubung saya beruntung kenal duluan sejak remaja, saya melihat itu sebelum seluruh dunia mengetahuinya. (Contohnya saja), saat remaja itu, saya pas kurius bener soal perminyakan. Apa sih refining itu? Saya tanyalah Paul. Paul bisa menerangkan dengan amat jelas dan memukau. Itu satu contoh saja, dari banyak pencerahan yang saya dapat dari dia selama puluhan tahun.

Dulu, Paul itu jauh lebih cool dari saya. Pas remaja, ngefans bener sama Jimi Hendriz.

Saya ingat, dia pernah nyanyi untuk saya: "Are You Experienced?" Dulu itu saya nggak pengalaman apa-apa! Dan Paul menyampaikan itu melalui musik. Luar biasa. Dia tuh seperti itu. Dia mencintai kehidupan, dan mencintai orang-orang di sekelilingnya, dan itu dia pertontonkan.

Sport juga disukai Paul dan sering dia sharing tentang itu. Bertahun kemudian, dia bawa saya nonton tim kesayangannya Portland Trail Blazers, dan dengan sabar dia terangin ke saya semua apa yang terjadi di lapangan.

Waduh, kalau mengenang Paul, saya teringat seorang passionate-man, yang menyayangi segenap handai-taulan. Saya juga mengenangnya sebagai teknologis dan filantropis yang brilian; yang senantiasa ingin meraih hal-hal hebat, dan beneran mencapainya (bukan sekedar ingin saja).

Paul mestinya layak mendapatkan hidup yang lebih panjang. Pasti dia akan optimalkan itu kalau dia bisa dapat. I amat sangat kehilangan dia.

Original teksnya bisa dicek di: www.gatesnotes.com/About-Bill-Gates/Remembering- Paul-Allen

(6)

***

Perseteruan Bill Gates Paul Allen

Saat masih sehat, Paul sempat bilang sama orang-orang: Bill Gates dan Steve Ballmer (saat menjabat CEO Microsoft) itu pernah mau ngerampok saya, dengan mengakali saham-saham saya di Microsoft. Penggemar teori konspirasi bisa menggali lebih jauhlah tentang ini. Di salah satu situs diterjemahkan dari memoarnya Paul Allen "Idea Man: A Memoir".

Allen berasumsi kemitraan itu 50-50. Tapi Bill Gates minta bagian lebih, 64-36. Allen akhirnya setuju karena gedek dengan bawelnya Gates. Relasi mereka lalu memburuk seiring membesarnya Microsoft. Adu argumentasi sering berjam-jam. Kemudian, Gates memasukkan konconya: Steve Ballmer yang kelak jadi CEO Microsoft.

Allen marah saat Ballmer ditawari saham 8,75%. Makan ati mungkin, 1982, Allen kena kanker dan absen kerja, sampai sembuh. Saat kembali ke Microsoft, dia merasa tak dianggap lagi. Dan sempat denger, Gates dan Ballmer bersekongkol ingin melibas jatah sahamnya. Paul pun meledak. Dan jadi tahu karakter Bill Gates yang sebenernya. Dan Bill Gates punya track-record seperti itu memang. Termasuk bagaimana beberapa kali dia mengakali Steve Jobs juga.

Orang-orang sukses seperti itu di Amerika banyak dan dianggap biasa. Kalau dibaca kisah Ray Croc yang 'merebut McD', dan mengklaim diri sebagai founder, karakternya juga mirip seperti itu.

Ballmer dan Gates (kata Allen) terus nyadar dan minta maaf, tapi bagi Allen, hubungan mereka sudah sulit. Allen pun terus mundur dari Microsoft (tapi dengan saham yang utuh).

Gates mencoba menebus saham Allen seharga USD 5 per lembar, tapi dilepeh Allen.

Keputusan itu tepat karena harga saham Microsoft kemudian melangit, dan berkat itu Allen jadi bilioner.

"Kupikir kemitraan kami berdasar keadilan, namun aku melihat kepentingan pribadi Bill mengesampingkan semua pertimbangan lain. Dia ingin mengambil sebanyak mungkin kue dan itu tak bisa kuterima," sebut Allen. Terhadap sengitnya Alleh itu, Gates cool- cool aja. Bagi dia, toh dia sudah minta maaf, bukan. Mungkin begitu, wallahualam.

Apapun yang terjadi di masa lalu, Gates tetap senantiasa merespek Allen dalam setiap public statementnya.

Baru belakangan, saat gontokan kekayaan tidak lagi isu, dan Gates-nya menjadi lebih 'semeleh', tidak lagi menggebu-gebu, hubungan kedua founders Microsoft adem lagi.

(7)

Terus suka berfoto bersama lagi, dan seterusnya. Selfi muka jelek tapi kayaknya belum pernah mereka lakukan berdua. Bodo amat.

***

Penutup

Kita balik lagi ke Paul Allennya saja....

Kemarin saaat meninggal itu, dia 65 tahun. Tidak menikah, tidak punya anak juga. Dan termasuk bilioner dunia kelas wahid juga (walau kalah jauh dibanding Bill Gates) (tapi menang jauh dari kebanyakan kita).

Bagaimana seorang Paul Allen memprovokasi Bill Gates untuk berdua membangun Microsoft, itu fenomena yang insya Allah mengandung pelajaran bagi siapapun yang ingin sukses.

Terkait ini, seperti yang dulu diajarkan Profesor Psikologi yang ngajar saya di pinggir kali, bahwa orang-orang nyeleneh.. itu semangatnya cukup disokong oleh satu orang saja yang passionate, untuk bisa persisten dan terus mengejar mimpinya sampai berhasil.

Sekali lagi: cukup satu orang saja; maka dia bisa terus passionate jungkir balik mengejar mimpi-mimpinya yang amat tinggi (dan kadang tampak setengah gila). Hijrah, dan hijrah terus, sampai akhirnya menjadi luar biasa. Yaitu luar biasa hebat (atau bisa juga luar biasa keblinger kali ye, kalau arahnya nyimpang).

Gates bukan disokong oleh ibu atau ayahnya dalam hal mimpi gila. Disokong oleh BPJS juga tidak, tapi dia disokong Paul G. Allen. Tapi kita? Kita mestinya bisa juga jadi orang tua atau teman yang seperti itu, penyokong yang passionate, bagi anak-anak kita, generasi penerus.

Tiap kali mereka punya mimpi yang besar, dan ide gila yang hebat. Ayolah. Sokong habis-habisan! Oleh kita. Seluruh dunia bilang dia payah, dia gila, dia ngaco. No! You're the best! I'm with you. I'm always with you!

Kalaupun kita cuma seorang diri sebagai penyokong: itu sudah mencukupi. Sokong terus! Dukung terus! Api semangat untuk senantiasa the best itu... tidak boleh padam.

Yaitu supaya para penerus kita bisa jadi orang-orang yang lebih hebat dari Bill Gates.

Atau setidaknya, mendekatilah.

Begitulah. Lebih kurangnya mohon maaf. Buat yang sudah membaca, terima kasih.

Billahi taufik walhidayah. Wassalam.

(ilmuiman.net / selesai)

(8)

Referensi

Dokumen terkait