4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum BPJS Kesehatan 4.1.1. Visi dan Misi BPJS Kesehatan
a. Visi
Paling lambat 1 Januari 2019, seluruh penduduk Indonesia memiliki jaminan kesehatan nasional untuk memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan yang handal, unggul dan terpercaya.
b. Misi
1. Membangun kemitraan strategis dengan berbagai lembaga dan mendorong partisipasi masyarakat dalam perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
2. Menjalankan dan memantapkan sistem jaminan pelayanan kesehatan yang efektif, efisien dan bermutu kepada peserta melalui kemitraan yang optimal dengan fasilitas kesehatan.
3. Mengoptimalkan pengelolaan dana program jaminan sosial dan dana BPJS Kesehatan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel untuk mendukung kesinambungan program.
4. Membangun BPJS Kesehatan yang efektif berlandaskan prinsip-prinsip tata kelola organisasi yang baik dan meningkatkan kompetensi pegawai untuk mencapai kinerja unggul.
5. Mengimplementasikan dan mengembangkan sistem perencanaan dan evaluasi, kajian, manajemen mutu dan manajemen risiko atas seluruh operasionalisasi BPJS Kesehatan.
6. Mengembangkan dan memantapkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung operasionalisasi BPJS Kesehatan.
4.1.2. Sekilas BPJS Kesehatan
Pada tahun 1968 menteri kesehatan membentuk badan khusus di lingkungan departemen kesehatan RI yaitu badan penyelenggara dana pemeliharaan kesehatan
25
(BPDPK). Pemerintah nomor 23 tahun 1984, status badan penyelenggara diubah menjadi perusahaan umum Husada Bhakti. Di tahun 1991 sampai 1992 penambahan veteran perang dan perintis kemerdekaan beserta dengan keluarganya dalam jaminan dan berubah dari perum menjadi PT Asuransi Kesehatan Persero atau PT Askes. Pada tahun 2014 PT Akses berubah menjadi BPJS Kesehatan (BPJS Kesehatan, 2014).
Tahun 2015 BPJS Kesehatan terdapat 153.284.145 pengguna di indonesia.
Di kota surabaya pengguna BPJS Kesehatan mencapai ± 290 pengguna. BPJS Kesehatan memberikan fasilitas kesehatan berupa puskemas, klinik TNI, klinik POLRI, klinik pratama, dokter praktek perorangan, dokter gigi, Rs. Kelas D pratama, rumah sakit, klinik utama, apotek, dan optik.
Perkembangan BPJS Kesehatan di tahun 2015 menetapkan tiga fokus perhatian atau "Tri Sukses BPJS Kesehatan Tahun 2015”. Salah satunya menyukseskan implementasi Kartu Indonesia Sehat (KIS). Fokus perhatian kedua adalah "sukses kendali mutu dan kendali biaya" Sedangkan fokus ketika adalah
"sukses kolektibilitas iuran dan peningkatan rekrutmen peserta penerima upah"
(BPJS Kesehatan). Namun dalam penelitian ini tiga fokus diatas tidak ikut dihitung karena belum terselenggara merata di Indonesia dan responden belum mengetahui tiga fokus tersebut. Populasi dari penelitian ini adalah pengguna jaminan sosial kelas 1 dan pengguna asuransi kesehatan swasta di kota Surabaya 4.1.3. Demografi Responden
Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner pada responden penelitian di Surabaya. Berikut ini merupakan tabel informasi sampel :
Tabel 4.1 Informasi Sampel Informasi Sampel
Keterangan Jumlah
Kuesioner yang disebarkan 135
Kuesioner tidak kembali 18
Kuesioner yang kembali kosong 11 Kuesioner yang diisi tidak lengkap 6
Jumlah sampel penelitian 100
Gambar 4.1. menunjukan bahwa dari 100 responden di kota Surabaya yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 46 responden atau 46% berjenis kelamin laki-laki dan 54 responden atau 54% berjenis kelamin perempuan.
Gambar 4.1. Jenis Kelamin
Sumber : Lampiran 5
Gambar 4.2. menunjukan bahwa dari 100 responden di kota Surabaya yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 65% atau 65 responden berumur 21 tahun sampai 30 tahun, 18% atau 18 responden berumur 31 tahun sampai 40 tahun, 15% atau 15 responden berumur 41 tahun sampai 50 tahun, dan 2% atau 2 responden yang berumur diatas 50 tahun.
Gambar 4.2. Umur
Sumber : Lampiran 5
Laki-Laki Perempuan 46%
54%
JENIS KELAMIN
21 Tahun - 30 Tahun
65%
31 Tahun - 40 Tahun
18%
41- 50 Tahun 15%
> 50 Tahun 2%
UMUR
27
Gambar 4.3. menunjukan bahwa dari 100 responden di kota Surabaya yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 48 responden atau 48% sudah menikah dan 52 responden atau 52% belum menikah.
Gambar 4.3. Status
Sumber : Lampiran 5
4.2. Hasil Penelitian 4.2.1. Uji Validitas
Validitas menunjukkan seberapa baik suatu instrument dapat mengukur suatu konsep tertentu. Untuk mengukur validitas digunakan korelasi pearson antara masing-masing pertanyaan dengan skor total. Suatu item pertanyaan dinyatakan valid jika korelasi pearson menghasilkan nilai signifikansi < 0.05 (α=5%). Berikut adalah hasil uji validitas masing-masing item pertanyaan pada variabel penelitian:
Berdasarkan Tabel 4.2 diketahui bahwa setiap item pertanyaan pada variabel cost jaminan sosial dan asuransi kesehatan swasta sudah menghasilkan nilai signifikansi korelasi pearson yang lebih kecil dari 0.05, sehingga item-item pertanyaan yang mengukur variabel cost sudah dapat dinyatakan telah valid
Menikah 48%
Belum Menikah
52%
Status
Tabel 4.2. Hasil Uji Validitas Cost Variabel Asuransi Item Korelasi
Sig Keterangan Pearson
Cost
BPJS
C1 0.814 0.000 Valid
C2 0.746 0.000 Valid
C3 0.842 0.000 Valid
C4 0.675 0.000 Valid
Asuransi Kesehatan Swasta
C5 0.827 0.000 Valid
C6 0.891 0.000 Valid
C7 0.882 0.000 Valid
Sumber: Lampiran 4
Tabel 4.3. Hasil Uji Validitas Benefit Variabel Asuransi Item Korelasi
Pearson Sig Keterangan
Benefit
BPJS
B1 0.441 0.000 Valid
B2 0.634 0.000 Valid
B3 0.412 0.000 Valid
B4 0.198 0.048 Valid
B5 0.775 0.000 Valid
B6 0.710 0.000 Valid
B7 0.592 0.000 Valid
B8 0.679 0.000 Valid
B9 0.751 0.000 Valid
B10 0.749 0.000 Valid
B11 0.685 0.000 Valid
Asuransi Kesehatan Swasta
B12 0.867 0.000 Valid
B13 0.854 0.000 Valid
B14 0.835 0.000 Valid
B15 0.858 0.000 Valid
B16 0.801 0.000 Valid
Sumber: Lampiran 4
Berdasarkan Tabel 4.3 diketahui bahwa setiap item pertanyaan pada variabel benefit untuk jaminan sosial dan asuransi kesehatan swasta juga sudah
29
menghasilkan nilai signifikansi korelasi pearson kurang dari 0.05, sehingga item- item pertanyaan yang mengukur variabel benefit juga sudah dapat dinyatakan telah valid.
Tabel 4.4. Hasil Uji Validitas Cost Tambahan Variabel Item Korelasi
Pearson Sig Keterangan Cost Tambahan
C8 0.974 0.000 Valid
C9 0.966 0.000 Valid
Sumber: Lampiran 4
Berdasarkan Tabel 4.4 diketahui bahwa setiap item pertanyaan pada variable cost tambahan untuk jaminan sosial sudah menghasilkan nilai signifikansi korelasi pearson kurang dari 0.05, sehingga item-item pertanyaan yang mengukur variabel cost tambahan juga sudah dapat dinyatakan telah valid.
4.2.2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur dapat diandalkan karena menghasilkan pengukuran yang konsisten. Untuk mengukur reliabilitas digunakan nilai cronbach’s alpha. Jika nilai cronbach’s alpha > 0.6, maka item- item pertanyaan yang membentuk variabel penelitian dinyatakan reliabel. Berikut adalah hasil pengujian reliabilitas pada variabel penelitian:
Berdasarkan tabel 4.5. menunjukkan bahwa besarnya nilai cronbach’s alpha pada variabel cost dan benefit untuk masing-masing asuransi semuanya sudah lebih besar dari nilai kritis 0.6, dengan demikian item-item pertanyaan yang membentuk variabel penelitian dinyatakan reliabel.
Tabel 4.5. Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha Nilai Kritis Keterangan
Cost Auransi BPJS 0.769 0.6 Reliabel
Cost Asuransi
Swasta 0.834 0.6 Reliabel
Cost Tambahan 0.934 0.6 Reliabel
Benefit Auransi
BPJS 0.822 0.6 Reliabel
Benefit Asuransi
Swasta 0.894 0.6 Reliabel
Sumber: Lampiran 4
4.3. Data Deskripsi
Data pada penelitian ini diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada pengguna jaminan sosial kelas 1 dan pengguna asuransi kesehatan swasta di kota Surabaya. Pada bagian berikut akan dideskripsikan jawaban responden penelitian mengenai variabel-variabel penelitian.
Deskripsi jawaban responden akan dijelaskan mengenai penilaian pengguna jaminan sosial kelas 1 dan pengguna asuransi kesehatan swasta di kota Surabaya terhadap variabel cost dan benefit dari jaminan sosial kelas 1 dan asuransi kesehatan swasta. Deskripsi jawaban responden terhadap masing-masing pertanyaan dan secara keseluruhan.
a. Cost
Berikut adalah deskripsi tanggapan responden mengenai persepsi cost pada jaminan sosial dan asuransi kesehatan swasta yang dievaluasi berdasarkan nilai mean yang dikategorikan sesuai dengan rumus di halaman 20.
Berdasarkan tabel 4.6. diketahui rata-rata jawaban responden terhadap cost jaminan sosial sebesar 3,42 termasuk dalam kategori setuju, artinya tanggapan responden terhadap cost secara keseluruhan sudah terjangkau, murah, dan sepadan. Pernyataan yang memiliki penilaian rendah dari responden adalah pernyataan atas premi sesuai dengan kualitas yang ditawarkan (fasilitas kesehatan yang diterima) dengan rata-rata sebesar 3,41, artinya responden masih menilai premi belum sesuai dengan kualitas yang ditawarkan.
31
Berdasarkan tabel 4.6. diketahui rata-rata jawaban responden terhadap cost asuransi kesehatan swasta sebesar 3,50 termasuk dalam kategori setuju, artinya tanggapan responden terhadap cost secara keseluruhan murah, dan sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan. Pernyataan yang memiliki penilaian rendah dari responden adalah pernyataan atas premi ditawarkan terjangkau dengan rata-rata sebesar 3,43, artinya responden masih menilai premi premi yang ditawarkan belum terjangkau.
Tabel 4.6. Tanggapan Responden Mengenai Variabel Cost
Pertanyaan Jawaban
Mean Kategori
1 2 3 4 5
C1 Premi BPJS Kesehatan
kelas 1 terjangkau 4 14 22 52 8 3.46 Setuju
C2 Premi kelas 1 murah
Rp. 59.500/bulan/orang 1 14 31 44 10 3.48 Setuju
C3
Premi sesuai / sepadan dengan manfaat yang
ditawarkan
1 12 38 43 6 3.41 Setuju
C4
Premi sesuai dengan kualitas yang ditawarkan (fasilitas
kesehatan yang diterima)
0 17 37 41 5 3.34 Netral
Cost Jaminan Sosial 3.42 Setuju
C5 Premi yang ditawarkan
terjangkau 2 8 42 41 7 3.43 Setuju
C6
Premi Rp.
165.600/bulan/keluarga murah
2 8 36 46 8 3.50 Setuju
C7
Premi Rp.
165.600/bulan/keluarga sesuai dengan manfaat
/ fasilitas yang di tawarkan
1 12 30 43 14 3.57 Setuju
Cost Asuransi Kesehatan Swasta 3.50 Setuju Sumber: Lampiran 5
b. Benefit
Berikut adalah deskripsi tanggapan responden mengenai persepsi benefit pada asuransi BPJS dan asuransi swasta yang dievaluasi berdasarkan nilai mean yang dikategorikan sesuai dengan rumus di halaman 20.
Tabel 4.7. Tanggapan Responden Mengenai Variabel Benefit
Pertanyaan Jawaban
Mean Kategori
1 2 3 4 5
B1
Saya mengetahui bahwa fasilitas
BPJS yang
ditawarkan hanya berupa kamar kelas 1 untuk rawat inap
2 18 32 43 5 3.31 Netral
B2
Saya mendapatkan kamar kelas 1 sesuai dengan yang dijanjikan
5 12 33 48 2 3.30 Netral
B3
Saya mendapatkan kamar inap kelas 2
10 32 32 25 1 2.75 Netral
B4 Saya mendapatkan
kamar inap kelas 3 8 30 42 17 3 2.77 Netral
B5
Rumah sakit menyediakan kamar inap kelas 1 dengan cepat
6 22 36 33 3 3.05 Netral
B6
Saya merasa kondisi kamar inap kelas 1 memadai
2 17 35 40 6 3.31 Netral
B7
Kenyaman dan kebersihan kamar inap kelas 1 nyaman dan bersih
2 15 38 39 6 3.32 Netral
B8
Kelengkapan fasilitas kamar inap kelas 1
2 16 33 43 6 3.35 Netral
33 memadai
B9
Pelayanan rumah sakit terhadap pengguna BPJS kelas 1 ramah
4 15 42 34 5 3.21 Netral
B10
Pelayanan rumah sakit terhadap pengguna BPJS kelas 1 cepat
4 15 40 38 3 3.21 Netral
B11
Saya mendapatkan manfaat BPJS Kesehatan kelas 1 sesuai / sepadan dengan yang dijaminkan
4 12 38 40 6 3.32 Netral
Benefit Jaminan Sosial 3.17 Netral
B12
Pelayanan yang diberikan oleh asuransi swasta cepat
3 8 36 38 15 3.54 Setuju
B13
Pelayanan yang diberikan oleh asuransi swasta baik
1 8 34 47 10 3.57 Setuju
B14
Kelengkapan fasilitas kesehatan memadai
3 4 29 50 14 3.68 Setuju
B15
manfaat / fasilitas yang di tawarkan sesuai / sepadan dengan kebutuhan
1 7 31 49 12 3.64 Setuju
B16
Saya berpikir untuk beralih ke asuransi swasta
3 12 37 26 22 3.52 Setuju Benefit Asuransi Swasta 3.59 Setuju
Sumber: Lampiran 5
Berdasarkan hasil tabel di atas diketahui rata-rata jawaban dari responden terhadap benefit jaminan sosial sebesar 3,17 yang termasuk dalam kategori netral,
artinya tanggapan responden terhadap benefit secara keseluruhan belum merasa puas dengan manfaat yang dijanjikan. Pernyataan yang memiliki penilaian rendah dari responden adalah pernyataan saya mendapatkan kamar inap kelas 2 dengan rata-rata sebesar 2,75, artinya responden masih menilai kamar yang didapatkan belum sesuai dengan manfaat yang dijanjikan.
Berdasarkan hasil tabel di atas diketahui rata-rata jawaban dari responden terhadap benefit asuransi kesehatan swasta sebesar 3,59 yang termasuk dalam kategori setuju, artinya benefit asuransi kesehatan swasta secara keseluruhan dianggap oleh pengguna jaminan sosial dan pengguna asuransi kesehatan swasta sudah puas dengan manfaat yang diterima. Pernyataan yang memiliki penilaian rendah dari responden adalah pernyataan saya berpikir untuk beralih ke asuransi swasta dengan rata-rata sebesar 3,52, artinya responden masih menilai bahwa responden belum berpikir untuk beralih ke asuransi kesehatan swasta.
c. Cost Tambahan
Dari 100 responden hanya 13 responden yang mendapatkan biaya tambahan berupa kenaikan kamar inap VIP, pemeriksaan laboratorium dan obat-obatan yang tidak ditanggung berdasarkan peraturan daftar obat yang dijamin oleh BPJS Kesehatan.
Berikut adalah deskripsi tanggapan responden mengenai benefit pada asuransi jaminan sosial dan asuransi kesehatan swasta yang dievaluasi berdasarkan nilai mean yang dikategorikan sesuai dengan rumus di halaman 20.
Tabel 4.8. Tanggapan Responden Mengenai Variabel Cost Tambahan
Pertanyaan Jawaban
Mean Kategori
1 2 3 4 5
C8
Biaya tambahan yang dikenakan dikarenakan adanya manfaat tambahan
2 18 32 43 5 3.62 Setuju
C9
Biaya tambahan sesuai / sepadan dengan manfaat tambahan
5 12 33 48 2 3.62 Setuju
Cost Tambahan 3.62 Setuju
Sumber: Lampiran 5
35
Dari hasil deskripsi untuk cost tambahan diketahui rata-rata jawaban dari responden sebesar 3,62 yang termasuk dalam kategori setuju, artinya responden menyadari adanya cost tambahan dikarenakan terdapat manfaat tambahan yang akan diterima ke depannya.
Untuk melengkapi hasil deskripsi dari tanggapan responden, berikut akan ditampilkan sampai sejauh mana tanggapan responden mengenai cost dan benefit untuk BPJS dan asuransi kesehatan swasta.
Tabel 4.9. Tanggapan Atas Cost
Variabel Asuransi Coding Jumlah Prosentase
Cost
BPJS
Rendah 9 9.0
Sedang 50 50.0
Tinggi 41 41.0
Asuransi Kesehatan Swasta
Rendah 4 4.0
Sedang 57 57.0
Tinggi 39 39.0
Sumber: Lampiran 5
Dari hasil coding terlihat bahwa baik BPJS maupun asuransi kesehatan swasta paling dominan tanggapan pengguna jaminan sosial kelas 1 dan pengguna asuransi kesehatan swasta atas cost yang dibayarkan relatif sedang yaitu sebanyak 50% dan 57% responden yang mempersepsikan seperti itu. Artinya responden menilai bahwa cost dari BPJS dan cost dari asuransi kesehatan swasta masih belum sesuai dengan keinginan dari responden.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa 13 responden mendapatkan biaya tambahan berupa kenaikan kamar inap VIP, pemeriksaan laboratorium dan obat- obatan yang tidak ditanggung berdasarkan peraturan daftar obat yang dijamin oleh BPJS Kesehatan.
Tabel 4.10. Tanggapan Atas Cost Tambahan
Variabel Asuransi Kategori Jumlah Prosentase Cost
Tambahan BPJS
Rendah 1 7.7
Sedang 5 38.5
Tinggi 7 53.8
Sumber: Lampiran 5
Dari hasil pengkategorian terlihat bahwa persepsi pengguna jaminan sosial kelas 1 untuk jaminan sosial mengenai cost tambahan sebagian besar mempersepsikan tinggi yaitu sebanyak 53.8%, artinya responden menilai bahwa cost tambahan memberikan manfaat tambahan yang sesuai.
Tabel 4.11. Persepsi Atas Benefit
Variabel Asuransi Kategori Jumlah Prosentase
Benefit
BPJS
Rendah 9 9.0
Sedang 76 76.0
Tinggi 15 15.0
Asuransi Kesehatan Swasta
Rendah 6 4.0
Sedang 46 46.0
Tinggi 48 48.0
Sumber: Lampiran 5
Dari hasil coding terlihat bahwa benefit untuk jaminan sosial paling dominan dipersepsikan responden terhadap benefit relatif sedang sebanyak 76%
responden yang mempersepsikan seperti itu. Artinya responden menilai bahwa benefit yang responden terima belum sepadan dengan manfaat yang dijanjikan.
Sementara itu, untuk benefit yang didapatkan dari asuransi kesehatan swasta ternyata dipersepsikan lebih baik oleh responden dimana sebanyak 48%
masyarakat yang memberikan persepsi tinggi pada benefit yang diperoleh dari asuransi swasta. Artinya responden merasa puas dengan benefit yang mereka terima.
Dari hasil pendeskripsian masing-masing variabel diketahui bahwa benefit yang diperoleh oleh masyarakat pengguna dipersepsikan dalam coding yaitu sedang untuk jaminan sosial, sementara itu untuk benefit asuransi swasta lebih cenderung didapatkan kepuasan benefit yang lebih baik dibandingkan jaminan sosial. Untuk lebih memperjelas hasil ini nantinya akan dilihat tabulasi silang antara cost dengan benefit yang ada pada masing-masing asuransi. Sementara itu, untuk cost tambahan yang dibebankan pada BPJS dalam hal ini.
37 4.4. Analisa Crosstabulation
Analisis tabulasi silang dipergunakan untuk melihat keterkaitan antara cost dengan benefit untuk masing-masing jaminan sosial maupun asuransi kesehatan swasta. Hasil dari pengkategorian cost dan benefit diimplementasikan dalam bentuk tabulasi silang sebagai berikut:
a. Cost dan Benefit Jaminan Sosial
Tabel 4.12. Tabulasi Silang Cost dan Benefit Jaminan Sosial Benefit
Total Rendah Sedang Tinggi
Cost
Rendah 3
(3%)
6 (6%)
0 (0%)
9 (9%)
Sedang 5
(5%)
40 (40%)
5 (5%)
50 (50%)
Tinggi 1
(1%)
30 (30%)
10 (10%)
41 (41%)
Total 9
(9%)
76 (76%)
15 (15%)
100 (100%) Sumber: Lampiran 6
Dari hasil penyusunan tabulasi silang antara cost dan benefit untuk jaminan sosial diperoleh informasi bahwa pengguna jaminan sosial kelas 1 di kota Surabaya yang mempersepsikan cost dengan kategori sedang sebesar 40% dan kategori tinggi sebesar 30% cenderung memiliki presepsi terhadap benefit dalam kategori sedang. Artinya benefit yang diperoleh dari jaminan sosial sosial belum sesuai dengan apa yang dijanjikan, walaupun menurut beberapa responden ada yang telah menilai cost yang dipremikan sudah sesuai. Memperhatikan ini maka diindikasikan terdapat ketidakpuasan masyarakat pengguna jaminan sosial kelas 1 kota Surabaya.
Untuk lebih memperjelas hasil pengujian tabulasi silang diatas, bahwa diperoleh cost yang tinggi dengan benefit yang sedang dari soal-soal kuesioner yang diuji sebagai berikut:
Tabel 4.13. Tabulasi Silang Premi BPJS Kesehatan Kelas 1 Terjangkau dan Mendapatkan Kamar Inap Kelas 3
Saya mendapatkan kamar inap kelas 3
Total
STS TS N S SS
Premi BPJS Kesehatan
kelas 1 terjangkau
STS 0 1 3 0 0 4
0% 1% 3% 0% 0% 4%
TS 1 5 3 5 0 14
1% 5% 3% 5% 0% 14%
N 3 4 12 3 0 22
3% 4% 12% 3% 0% 22%
S 3 17 21 9 2 52
3% 17% 21% 9% 2% 52%
SS 1 3 3 0 1 8
1% 3% 3% 0% 1% 8%
Total 8 30 42 17 3 100
8% 30% 42% 17% 3% 100%
Sumber: Lampiran 6
Hasil tabulasi silang dari soal kuesioner premi BPJS Kesehatan kelas 1 terjangkau dengan mendapatkan kamar inap kelas 3 diperoleh informasi bahwa pengguna jaminan sosial kelas 1 di kota Surabaya yang mempersepsikan cost dengan penilian setuju sebesar 21% cenderung memiliki persepsi benefit atas jaminan sosial dalam kategori netral. Hal ini menunjukkan bahwa benefit yang diperoleh dari jaminan sosial masih dianggap oleh responden belum sepadan dengan yang dijanjikan oleh BPJS Kesehatan.
Hasil tabulasi silang dari soal kuesioner premi BPJS Kesehatan kelas 1 murah dengan mendapatkan kamar inap kelas 2 diperoleh informasi bahwa pengguna jaminan sosial kelas 1 di kota Surabaya yang mempersepsikan cost dengan penilaian setuju cenderung memiliki persepsi benefit atas jaminan sosial dalam kategori tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa benefit yang diperoleh dari jaminan sosial masih dianggap oleh responden tidak setuju karena responden masih merasa bahwa benefit yang responden terima tidak sesuai dengan yang dijanjikan dengan memberikan kamar inap kelas 2.
39
Tabel 4.14. Tabulasi Silang Premi BPJS Kesehatan Kelas 1 Murah dan Mendapatkan Kamar Inap Kelas 2
Saya mendapatkan kamar inap kelas 2
Total
STS TS N S SS
Premi kelas 1
murah
STS 0 0 1 0 0 1
0% 0% 1% 0% 0% 1%
TS 1 6 4 3 0 14
1% 6% 4% 3% 0% 14%
N 2 9 13 7 0 31
2% 9% 13% 7% 0% 31%
S 5 14 11 13 1 44
5% 14% 11% 13% 1% 44%
SS 2 3 3 2 0 10
2% 3% 3% 2% 0% 10%
Total 10 32 32 25 1 100
10% 32% 32% 25% 1% 100%
Sumber: Lampiran 6
Tabel 4.15. Tabulasi Silang Premi BPJS Kesehatan Kelas 1 Murah dan Mendapatkan Kamar Inap Kelas 3
Saya mendapatkan kamar inap kelas 3
Total
STS TS N S SS
Premi kelas 1
murah
STS 0 0 1 0 0 1
0% 0% 1% 0% 0% 1%
TS 1 5 8 0 0 14
1% 5% 8% 0% 0% 14%
N 2 7 15 7 0 31
2% 7% 15% 7% 0% 31%
S 5 15 14 9 1 44
5% 15% 14% 9% 1% 44%
SS 0 3 4 1 2 10
0% 3% 4% 1% 2% 10%
Total 8 30 42 17 3 100
8% 30% 42% 17% 3% 100%
Sumber: Lampiran 6
Hasil tabulasi silang dari soal kuesioner premi BPJS Kesehatan kelas 1 murah dengan mendapatkan kamar inap kelas 3 diperoleh informasi bahwa pengguna jaminan sosial kelas 1 di kota Surabaya yang mempersepsikan cost dengan penilaian setuju cenderung memiliki persepsi benefit atas jaminan sosial dalam kategori tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa benefit yang diperoleh
dari jaminan sosial masih dianggap oleh responden tidak setuju karena responden masih merasa bahwa benefit yang mereka terima tidak sesuai dengan yang dijanjikan atau belum sepadan.
b. Cost Tambahan
Dari 100 responden hanya 13 responden yang mendapatkan biaya tambahan. Hasil dari pengkategorian cost tambahan dan manfaat tambahan diimplementasikan dalam bentuk tabulasi silang sebagai berikut:
Tabel 4.16. Tabulasi Silang Cost Tambahan dan Manfaat Tambahan
Benefit
Total Rendah Sedang Tinggi
Cost Tambahan
Rendah 0 1 0 1
(.0%) (7.7%) (.0%) (7.7%)
Sedang 0 4 1 5
(.0%) (30.8%) (7.7%) (38.5%)
Tinggi 1 4 2 7
(7.7%) (30.8%) (15.4%) (53.8%)
Total 1 9 3 13
Sumber: Lampiran 6
Berkaitan dengan cost tambahan yang dibebankan karena adanya manfaat tambahan yang diterima akan tetapi dari hasil tabulasi silang di atas tidak mendukung ungkapan tersebut dimana untuk jaminan sosial cenderung manfaat yang diterima oleh pengguna dengan penilaian coding relatif lebih sedang. Maka kesimpulannya adalah responden menilai dengan adanya cost tambahan ternyata memang manfaat yang diterima belum sepadan.
4.5. Uji-T Sampel Independen (Independent Sample T-Test)
Untuk membuktikan apakah memang benar terjadi perbedaan benefit antara jaminan sosial dan asuransi kesehatan swasta maka akan dilakukan uji beda independent t-test untuk dua kelompok sampel yang tidak saling berhubungan.
41
Sebelum dilakukan pengujian terlebih dahulu akan diuji sebaran data untuk persepsi benefit asuransi BPJS dan asuransi swasta menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Simirnov sebagai berikut:
Tabel 4.17. Uji Normalitas Data
Variabel Asuransi Kolmogorov-
Smirnov Sig
Benefit
BPJS 0.959 0.317
Asuransi
Kesehatan Swasta 1.092 0.184
Sumber: Lampiran 9
Hasil pengujian normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov dihasilkan nilai signifikan uji sebesar 0,317 dan 0,184 yang kesemuanya sudah lebih besar dari tingkat kesalahan penelitian 0,05 (5%). Dengan demikian maka asumsi normalitas data sudah dapat dipenuhi. Oleh sebab itu maka pengujian perbedaan persepsi benefit akan menggunakan uji independent t-test.
Berikut adalah hasil uji perbedaan independent t-test persepsi benefit pada asuransi BPJS dan asuransi swasta:
Tabel 4.18 Uji-t Sampel Independen
Variabel Asuransi Mean t Sig
Benefit
BPJS 3.17
-4.452 0.000 Asuransi
Kesehatan Swasta
3.59
Sumber: Lampiran 9
Hasil uji beda dengan menggunakan independent t-test diperoleh nilai t hitung sebesar -4,452 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi benefit untuk jaminan sosial dengan asuransi kesehatan swasta. Pada nilai mean benefit untuk asuransi swasta sebesar 3.59 lebih tinggi dibandingkan dengan nilai mean benefit untuk BPJS sebesar 3.17, maka dari nilai ini dapat disimpulkan benefit dari asuransi
swasta memang terbukti lebih tinggi dibandingkan dengan benefit yang akan diperoleh dari BPJS. Dengan demikian maka hipotesis 3 dapat terbukti kebenarannya.
4.6. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan
Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan hasil uji hipotesis bahwa benefit asuransi swasta menunjukan adanya perbedaan signifikan dengan benefit jaminan sosial kesehatan kelas 1. Hal ini konsisten dengan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa ada perbedaan benefit asuransi swasta dengan benefit jaminan sosial kesehatan kelas 1 dengan besaran cost yang relatif sama yang terbukti kebenarannya. Dari hasil penelitian, ditemukan hasil rata-rata terbesar yang dijawab oleh responden pada asuransi kesehatan swasta sebesar 3,59 sementara untuk BPJS Kesehatan memiliki nilai rata-rata sebesar 3,17. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Leighton (2007).
Secara umum berdasarkan hasil crosstab, benefit yang diperoleh dari jaminan sosial belum sesuai dengan apa yang dijanjikan, walaupun menurut beberapa responden ada yang telah menilai cost yang dipremikan sudah sesuai.
Memperhatikan ini maka diindikasikan terdapat ketidakpuasan masyarakat pengguna jaminan sosial kelas 1 kota Surabaya. Dan hasil crosstab untuk biaya tambahan mendapatkan hasil bahwa responden menilai dengan adanya cost tambahan ternyata memang manfaat yang diterima belum sepadan. Biaya tambahan tersebut berdasarkan penilaian responden terbanyak dari penyebaran kuesioner terhadap biaya tambahan meliputi obat-obatan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.