• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SDN 8 Salobulo

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Pelajaran : 6

Tema : Ayo Berwudu

Subtema : Praktik Berwudu Kelas/Semester : II/1

AlokasiWaktu : 4 x 35 Menit

A. Kompetensi Inti (KI)

KI-1 Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli,dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, danguru.

KI-3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentangdirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-bendayang dijumpainya di rumah dan di sekolah.

KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis,dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anaksehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

B. Kompetensi Dasar (KD)

1.9 Terbiasa berdoa sebelum dan sesudah wudu.

2.9 Menunjukkan perilaku hidup sehat dan peduli lingkungan sebagai implementasi dari pemahaman doa sebelum dan sesudah wudu.

4.9 Mempraktikkan wudu dan doanya dengan tertib dan benar.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Siswa dapat berwudlu dengan baik dan benar.

2. Siswa hafal doa sebelum dan sesudah wudlu.

3. Siswa mampu mempraktikan wudlu dengan benar.

D. Tujuan Pembelajaran

1.9.1 Terbiasa berdoa sebelum wudu.

1.9.2 Terbiasa berdoa sesudah wudu.

2.9.1 Menunjukkan perilaku hidup sehat.

2.9.2 Menunjukkan perilaku peduli lingkungan.

4.9.1 Membaca doa sebelum wudu.

4.9.2 Mempraktikkan wudu.

4.9.3 Membaca doa setelah wudu.

E. Materi Pembelajaran 1. Tata cara berwudlu.

2. Doa sebelum dan sesudah wudlu

(2)

F. Metode Pembelajaran

1. Pendekatan :Sientifik

2. Metode :

a) Observasi b) Diskusi c) Presentasi d) Demontrasi

G. Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu

Pendahuluan 1. Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam, menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa.

2. Guru Membuka pembelajaran dengan membaca Basmallah dan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat do’a mecari ilmu: (Menghargai kedisiplikan siswa/PPK).

“Robbizidnii ‘ilman Warzuqnii Fahmaa”.

“Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berilah aku pengertian yang baik.

3. Guru Memulai pembelajaran dengan membaca al-Qur’an surah pendek pilihan surah Al Fatihah.

4. Guru mengarahkan kesiapan diri peserta didik dan

kehadiran peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran.

5. Pembiasaan membaca/menulis 15-20 menit dimulai dengan guru menceritakan tentang berwudhu. Sebelum membacakan buku guru menjelaskan tujuan kegiatan literasi dan mengajak siswa mendiskusikan pertanyaan- pertanyaan berikut:

 Apa yang tergambar pada sampul buku.

 Apa judul buku

 Kira-kira ini menceritakan tentang apa

 Pernahkan kamu membaca judul buku seperti ini 6. Guru mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan

dengan tema tata cara berwudlu-prakrik wudlu.

7. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai;

8. Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menyimak,menanya, berdialog, mengkomunikasikan dengan menyampaian, menanggapi dan membuat kesimpulan hasil pembelajaran

10 menit

Kegiatan Inti • Mengamati

Melafalkan do’a sebelum wudlu dengan urutan sebagai berikut:

1. Guru memperagakan pelafalan kalimat doa sebelum wudu kata per kata/disesuaikan dengan panjang dan pendeknya bacaan doa (sebaiknya langsung oleh guru bersangkutan, media audio hanya sebagai pendukung), peserta didik mencermati dan kemudian menirukannya.

2. Guru melafalkan kalimat “bismillāhirrahmānirrahīm” yang

120 menit

(3)

diikuti oleh seluruh peserta didik, dilakukan 1-2 kali.

3. Melafalkan “nawaitul wudua” diikuti oleh seluruh peserta didik, dilakukan 2-3 kali.

4. Melafalkan “liraf’il hadasil asgari” yang diikuti oleh seluruh peserta didik, dilakukan 2-3 kali.

5. Terakhir melafalkan “fardallillāhi ta’ālā” diikuti oleh seluruh peserta didik, dilakukan 2-3 kali.

6. Melafalkan secara utuh doa sebelum wudu diikuti oleh seluruh peserta didik, dilakukan 2-3 kali.

Melafalkan doa sesudah wudu, seperti berikut ini.

1. Guru melafalkan kalimat “asyahadu allā ilāha illallāh”

yang diikuti oleh seluruh peserta didik, dilakukan 2-3 kali.

2. Melafalkan “wahdahū lā syarīkalah” diikuti oleh seluruh peserta didik,dilakukan 2-3 kali.

3. Melafalkan “wa asy hadu anna muhammadan ‘abduhū warasūluh” yang diikuti oleh seluruh peserta didik, dilakukan 2-3 kali.

4. Melafalkan “allāhummaj ‘alnī minattawwā bīna” diikuti oleh seluruh peserta didik, dilakukan 2-3 kali.

5. Melafalkan “waj ‘alnī minal mutatahirīn” diikuti oleh seluruh peserta didik, dilakukan 2-3 kali.

6. Terakhir melafalkan “waj ‘alnī min ‘ibādikas sālihīn”

diikuti oleh seluruh peserta didik, dilakukan 2-3 kali.

7. Melafalkan secara utuh doa sesudah wudu diikuti oleh seluruh peserta didik, dilakukan 2-3 kali.

(Mandiri, Communication)

• Menanya

1. Melalui motivasi dari guru, peserta didik menanya tentang tata cara berwudlu

(Mandiri, Communication)

• Mengekplorasi/menalar.

1. Setelah siswa diberi penjelasan oleh guru tentang materi tata cara berwudlu dan juga teknisnya, 2. Peserta didik membentuk kelompok untuk

mendiskusikan hal berkaitan dengan tata cara wudlu dan teknisnya.

3. Setiap peserta didik diberi kesempatan untuk

mengutarakan, menanya, atau mengomentari hal yang sedang didiskusikan

4. Pada rubrik “Kegiatanku” peserta didik mensimulasikan tata cara berwudu di depan kelas, sementara yang lain mencermatinya.

(Critical Thinking, Creativity, Collaboration)

 Mengasosiasi/mencoba.

Simulasi:

1. Guru menjelaskan hal yang yang berkaitan dengan tata cara wudlu.

2. Peserta didik menerima penjelasan bahwa proses pembelajaran materi praktik wudu menggunakan simulasi.

3. Guru membuat dan menyampaikan topik simulasi, contoh tentang praktik wudu lengkap dengan teknis pelaksanaannya.

4. Guru menyimulasikan praktik wudu sesuai dengan langkah/urutan yang telah disampaikan sebelumnya.

5. Peserta didik mengamati pelaksanaan simulasi

Praktik:

1. Peserta didik diajak ke tempat praktik wudu.

2. Secara bergiliran peserta didik melakukan praktik (jumlah peserta didikn yang praktik disesuaikan dengan fasilitas tempat wudu.

3. Pada rubrik “Sikapku”, peserta didik dipastikan betul bisa mempraktikkan wudu dengan benar.

(4)

4. Dalam rubrik “Ayo Kerjakan” peserta didik dicoba secara menyeluruh dan bergantian untuk

menyimulasikan wudu.

5. Pada rubrik “Insya Allah Aku Bisa” guru membimbing peserta didik untuk memberikan tanda (v) pada rubrik

‘ya’ atau ‘tidak’.

(Mandiri, Communication)

• Komunikasi/demonstrasi/Networking

1. Peserta didik melakukan tes atas kemampuan dalam mengurutkan gerakan wudlu sesuai dengan urutan yang benar.

2. Peserta didik melakukan tes atas kemampuan dalam mempraktikkan wudu secara berurutan.

3. Dibantu guru peserta didik membuat kesimpulan.

(Mandiri, Communication)

Penutup 1. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;

2. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf.

Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati praktik anak dalam kegaitan berwudu ketika akan melaksanakan salat.

3. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

4. Membaca do’a penutupan “Alhamdulillah”

Artinya:

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (Religius)

10 Menit

H. Penilaian Hasil Belajar

Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik.Hasil penilaian digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.

Penskoran Benar = 2 Salah = 1

Nilai siswa= (angka perolehan:20) x 10 atau 100

Kunci jawaban

Dalam kemampuan mempraktikkan wudu, aspek yang dinilai meliputi, kaifiyah/tata cara, urutan, doa sesudah wudu.

Nama siswa: ………..

Kunci Jawaban Skor

1. Mencuci tangan 1 - 4

2. Berkumur 1 - 4

3. Mencuci hidung 1 - 4

4. Membasuh muka 1 - 4

5. Membasuh tangan sampai siku 1 – 4

6. Membasuh kepala 1 – 4

7. Membasuh telinga 1 – 4

8. Membasuh kedua kaki 1 – 4

9. Berdo’a sesudah wudlu 1 – 4

Skor maksimum 36

Nilai siswa = (nilai perolehan : 36) x 10 atau 100 Catatan:

(5)

4= melakukan, sempurna 3= melakukan, cukup sempurna 2= melakukan, kurang sempurna 1= tidak bisa/keliru total

Penilaian diskusi kelompok Nama Siswa :………..

No Aspek Pengukuran Nilai Skor

1. Keaktifan:

(4=sangat aktif, 3=aktif, 2=cukup, 1=kurang)

1 – 4

2. Runtut bicara:

(4=sangat runtut, 3=runtut, 2=cukup, 1=kurang)

1 – 4

3. Menghargai pendapat:

(4=sangat baik, 3=baik, 2=cukup, 1=kurang)

1 – 4

Skor Maksimum 12

Nilai siswa = (nilai perolehan : 12) x 10 atau 100.

Catatan

Nilai dapat dikonversi sesuai dengan standar yang berlaku I. Media Pembelajaran

Media ajar PAI SD/MI dari Youtube yang berisi materi tata cara berwudlu.

J. Sumber Belajar

1. Al-Quran dan terjmahannya

2. Buku PAI dan Budi Pekerti SD Kelas II 3. Lingkungan sekitar

Mengetahui, Kepala Sekolah

ASMA ABDULLAH, S.Pd NIP. 19790914 200604 2 035

Palopo, 15 Juli 2021 Guru Mata Pelajaran PAI

RAHMAWATI DJABIR, S.Pd.I

NIP. 19780715 201411 2 001

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan Production Based Training (PBT) dengan Bantuan Animasi Pada Standar Kompetensi Menerapkan Teknik Konversi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Universitas

kepada kader lingkungan, potensi produksi kompos yang dapat dihasilkan oleh masing- masing keluarga dalam 1 tahun sebanyak 43 kg, untuk keluarga yang memiliki 1

Literature Review ini bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi perilaku reduksi kualitas audit pada auditor yang bekerja di KAP di seluruh

Demikian juga pelayaran dengan menggunakan hak lintas transit karena ketentuan Pasal 41 Konvensi Hukum Laut 1982 yang mengatur alur laut dan skema pemisah lintas

Penelitian ini dapat menjadi sumber informasi dasar bagi masyarakat di daerah Sungai Naborsahan mengenai jenis-jenis makanan ikan bilih dan dapat mengetahui pakan-pakan alami

PENGGUNAAN TEKNIK MOZAIK MANIK-MANIK UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI ANAK ADHD DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DI SEKOLAH KHUSUS BINTANG HARAPANA. Universitas Pendidikan Indonesia |

[r]

Namun demikian nilai kuat tekan kayu jati (53,95 N/mm 2 ) lebih tinggi dibandingkan nilai kuat tekan bambu laminasi variasi satu (31,47 N/mm 2 ) dan variasi dua