• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATA KULIAH SISTEM KENDALI INDUSTRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MATA KULIAH SISTEM KENDALI INDUSTRI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MATA KULIAH

SISTEM KENDALI INDUSTRI

Struktur Organisasi PT.PLN (Persero) dari Pusat sampai Rayon Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Kendali Industri Semester V

Disusun oleh : Dery Tri Busono

D4 SISTEM KELISTRIKAN 3A 1541150097

PROGRAM STUDI SISTEM KELISTRIKAN JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI MALANG

2017

(2)

PT. PLN (Persero)

PLN yang dulu dikenal sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara kini telah berubah menjadi PT. PLN (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 23 Tahun 1994. Inilah Badan Umum Milik Negara, yang diberi kuasa Usaha Kelistrikan Oleh Pemerintah, sesuai pengertian yang diatur dalam Undang-undang Nomor 15 Tahun 1985, tentang ketenagalistrikan, yaitu BUMN yang diserahi tugas semata-mata untuk melaksanakan usaha penyediaan listrik untuk kepentingan umum.

Dengan demikian maka usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum diselenggarakan oleh PT.PLN (Persero) sebagai Pemegang Kuasa Ketenaga Listrikan (PKUK) dan pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan dari Pemerintah.

PLN berkewajiban untuk menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum dengan tetap memperhatikan tujuan perusahaan yaitu menghasilkan keuntungan sesuai dengan Undang-Undang No. 19/2000.

Kegiatan usaha perusahaan meliputi:

1. Menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik yang meliputi kegiatan pembangkitan, penyaluran, distribusi tenaga listrik, perencanaan dan pembangunan sarana penyedia tenaga listrik.

2. Menjalankan usaha penunjang dalam penyediaan tenaga listrik meliputi kegiatan konsultasi pembangunan, pemasangan, pemeliharaan peralatan ketenagalistrikan, dan pengembangan teknologi peralatan yang menunjang penyediaan tenaga listrik.

3. Menjalankan kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energy lainnya untuk kepentingan penyediaan tenaga listrik, melakukan pemberian jasa operasi dan pengaturan pada pembangkitan, penyaluran, distribusi dan retail tenaga listrik.

4. Menjalankan kegiatan perindustrian perangkat keras dan perangkat lunak bidang ketenagalistrikan dan peralantan lain yang terkait dengan tenaga listrik, melakukan kerja sama dengan badan lain atau pihak lain atau badan penyelenggara bidang ketenagakelistrikan baik dalam negeri maupun luar negeri di bidang pembangunan, operasional, telekomunikasi, dan informasi yang berkaitan dengan ketenaga listrikan.

(3)

TONGGAK PENTING PLN

 Awal abad ke-19 - Beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di industri gula dan teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan pabriknya sendiri.

 Tahun 1942-1945 - Pengalihan pengelolaan perusahaan perusahaan Belanda kepada Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.

 Agustus 1945 - Peralihan pengelolaan perusahaanpengelola listrik kepada pihak Sekutu, bersamaandengan menyerahnya Jepang pada Perang Dunia II.

 27 Oktober 1945 - Pembentukan Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga oleh Presiden Soekarno dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW.

 1 Januari 1961 – Perubahan nama Jawatan Listrik dan Gas menjadi Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU-PLN) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas.

 1 Januari 1965 – Pembubaran BPU-PLN disertai peresmian 2 perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas.

 Tahun 1972 - Sesuai Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.

 Tahun 1994 - Status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum.

 Tahun 2009 – Sesuai UU Nomor 30 Tahun 2009, PLN bukan lagi sebagai PKUK namun ebagai Badan Usaha Milik Negara dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.

SAHAM PERSEROAN

Perseroan merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara dengan badan hukum berbentuk persero, bersifat terbuka, namun sahamnya tidak terdaftar dan tidak diperdagangkan di pasar saham Bursa Efek Indonesia.Seluruh saham Perseroan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Selama periode pelaporan tidak ada perubahan kepemilikan yang signifikan terkait dengan kepemilikan saham Perseroan.

(4)

VISI, MISI, MOTO DAN STRATEGI UMUM PERUSAHAAN

VISI

Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yangbertumbuh kembang, unggul dan terpercayadengan bertumpu pada potensi insani.

MISI

1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yangterkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan,anggota perusahaan dan pemegang saham;

2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untukmeningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadipendorong kegiatan ekonomi.

4. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

MOTTO

Electricity for a Better Life (Listrik untuk kehidupan yang lebih baik).

Nilai – Nilai PT. PLN (Persero)

Nilai – nilai perusahaan PT. PLN (Persero) yang dapat digunakan sebagai prinsip dalam menjalankan roda organisasi antara lain :

a. Jujur;

b. Integrasi;

c. Peduli;

d. Pembelajaran;

e. Teladan.

(5)

Makna Logo PLN a. Bentuk Lambang

Bentuk warna dan makna lambang Perusahaan resmi yang digunakan adalah sesuai yang tercantum pada Lampiran Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara No. : 031/DIR/76 Tanggal : 1 Juni 1976, mengenai Pembakuan Lambang Perusahaan Umum Listrik Negara.

b. Elemen – elemen Dasar Lambang 1. Bidang Persegi Panjang Vertikal

Menjadi bidang dasar bagi elemen - elemen lambang lainnya, melambangkan bahwa PT PLN (Persero) merupakan wadah atau organisasi yang terorganisir dengan sempurna. Berwarna kuning untuk menggambarkan pencerahan, seperti yang diharapkan PLN bahwa listrik mampu menciptakan pencerahan bagi kehidupan masyarakat. Kuning juga melambangkan semangat yang menyala - nyala yang dimiliki tiap insan yang berkarya di perusahaan ini.

(6)

2. Petir atau Kilat

Melambangkan tenaga listrik yang terkandung di dalamnya sebagai produk jasa utama yang dihasilkan oleh perusahaan. Selain itu petir pun mengartikan kerja cepat dan tepat para insan PT PLN (Persero) dalam memberikan solusi terbaik bagi para pelanggannya. Warnanya yang merah melambangkan kedewasaan PLN sebagai perusahaan listrik pertama di Indonesia dan kedinamisan gerak laju perusahaan beserta tiap insan perusahaan serta keberanian dalam menghadapi tantangan perkembangan jaman

3. Tiga Gelombang

Memiliki arti gaya rambat energi listrik yang dialirkan oteh tiga bidang usaha utama yang digeluti perusahaan yaitu pembangkitan, penyaluran dan distribusi yang seiring sejalan dengan kerja keras para insan PT PLN (Persero) guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya. Diberi warna biru untuk menampilkan kesan konstan (sesuatu yang tetap) seperti halnya listrik yang tetap diperlukan dalam kehidupan manusia. Di samping itu biru juga melambangkan keandalan yang dimiliki insan - insan perusahaan dalam memberikan layanan terbaik bagi para pelanggannya.

Maksud dan Tujuan Utama PT. PLN (Persero)

Maksud dan Tujuan Utama PT. PLN (Persero) antara lain sebagai berikut :

a. Menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum dan sekaligus akumulasi profit berdasarkan prinsip pengelola perusahaan.

b. Mengusahakan penyedia tenaga listrik dalam jumlah dan mutu yang memadai dengan tujuan :

(7)

1. Meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mendorong peningkatan kegiatan ekonomi;

2. Mengusahakan keuntungan agar dapat membiayai pengembangan;

3. Merintis kegiatan usaha menyediakan tenaga listrik;

4. Menyelenggarakan usaha – usaha lain, menunjang tenaga listrik sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Jenjang Unit Organisasi

Jenjang Unit Organisasi Kantor Distribusi sebagai berikut :

a. Jenjang pertama adalah Kantor Unit induk yang mempunyai peranan, visioner, strategik, perencanaan komporat, regulaso, supervise dan pengendalian, serta advokasi;

b. Jenjang kedua adalah pelaksana, yaitu Area Pelayanan dan Jaringan (APJ); Area Pelayanan (AP); Area Jaringan (AJ); Area Penganturan Distribusi (APD); yang mempunyai peran operasional, perencanaan jangka pendek serta koordinasi tentang kegiatan rutin pada unit asuhan bawahannya;

c. Jenjang ketiga adalah Sub Unit Pelaksana, yaitu Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ); Unit Pelayanan (UP); Unit Jaringan (UJ); yang mempunyai peran operasional dan merupakan unit pelaksana dari unit jenjang kedua.

(8)

GRUP USAHA PLN

PLN saat ini memiliki 12 anak usaha dengan kepemilikanmayoritas dan satu anak usaha dengan kepemilikanminoritas. Bidang usaha anak perusahaan bervariasi,namun pada intinya bergerak di sektor yang memberikanefek sinergi bagi Perseroan. Bidang usaha anak- anakperusahaan PLN adalah pembangkit listrik, bidangkeuangan, rancang bangun, pemasokan batu bara dankonstruksi. Grup usaha PLN saat ini terdiri atas:

(9)

BIDANG USAHA

Sesuai Undang-undang No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan berdasarkan Anggaran DasarPerusahaan, berikut adalah rangkaian kegiatan usaha Perseroan:

• Menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik yangmencakup:

- Pembangkitan tenaga listrik.

- Penyaluran tenaga listrik.

- Distribusi tenaga listrik.

- Perencanaan dan pembangunan sarana penyediaantenaga listrik.

- Pengembangan penyediaan tenaga listrik.

- Penjualan tenaga listrik.

• Menjalankan usaha penunjang tenaga listrik yang mencakup:

- Konsultasi ketenagalistrikan.

- P embangunan dan pemasangan peralatanketenagalistrikan.

- P emeliharaan peralatan ketenagalistrikan.

- P engembangan teknologi peralatan yangmenunjang penyediaan tenaga listrik.

Kegiatan-kegiatan lainnya mencakup:

- Kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energi lainnya untuk kepentingan tenaga listrik.

- Pemberian jasa operasi dan pengaturan (dispatcher) pada pembangkitan, penyaluran, distribusi dan retail tenaga listrik.

- Kegiatan perindustrian perangkat keras dan lunak di bidang ketenagalistrikan dan peralatan lainterkait dengan tenaga listrik.

- Kerja sama dengan pihak lain atau badan penyelenggara bidang ketenagalistrikan baik dari dalam maupun luar negeri di bidang pembangunan, operasional, telekomunikasi dan informasi terkait dengan ketenagalistrikan.

- Usaha jasa ketenagalistrikan.

(10)

Unit Bisnis PLN tersebar di Indonesia, terdiri dari :

PLN Wilayah Operasional Jawa Bali 1. Distribusi DKI Jaya & Tangerang 2. Distribusi Jawa Barat dan Banten 3. Distribusi Jawa Timur

4. Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta 5. Distribusi Bali

6. P3B Jawa Bali

PLN Wilayah Operasional Indonesia Barat 1. Wilayah Aceh

2. Wilayah Sumatera Utara 3. Wilayah Sumatera Barat

4. Wilayah Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu 5. Wilayah Riau dan Kepulauan Riau

6. Wilayah Bangka Belitung 7. Wilayah Lampung

8. Wilayah Kalimantan Barat 9. P3B Sumatra

PLN Wilayah Operasional Indonesia Timur 1. Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah 2. Wilayah Kalimantan Timur

3. Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo 4. Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat 5. Wilayah Nusa Tenggara Barat

6. Wilayah Nusa Tenggara Timur 7. Wilayah Maluku dan Maluku Utara 8. Wilayah Papua dan Papua Barat

Referensi

Dokumen terkait

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang

Allah SWT yang selalu menaungi saya dengan Rahmat dan rencanaNya

Sehingga dapat diketahui bahwa penanaman modal memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ketimpangan pembangunan wilayah dan dapat disimpulkan

Ibu Sumitro (istri), Bapak Sumitro (suami), Gunawan (anak), Asih (pembantu) dan Poniman..

• OWL (Web Ontology Language) adalah salah satu bentuk ontology yang memang dirancang dengan tujuan untuk digunakan oleh aplikasi yang perlu memproses isi informasi

• Mengamati perilaku siswa di sekolah yang sesuai dengan sikap bersatu dalam keberagaman karakteristik individu di tempat bermain berdasarkan pengalaman dengan percaya diri

4.4 Perbandingan Efektivitas Sikat Gigi Khusus Ortodonti dengan Sikat Gigi Konvensional Bulu Lembut Terhadap Penurunan Indeks Plak pada Pengguna Ortodonti Cekat. Diperoleh

Ketiga, dari hasil analisis data tersebut dan terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan menulis teks eksposisi menggunakan model pembelajaran berbasis