UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING ATAS BOLA VOLI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH ( PBM )
PADA SISWA KELAS X SMK PRAYATNA MEDAN TAHUN AJARAN 2012 / 2013
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebahagian Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh:
HERU SUPRIADI NIM.608310085
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan kasih
karuniaNya sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan dengan baik dengan waktu yang
telah direncanakan. Skripsi berjudul “Upaya Peningkatan Hasil Belajar Passing Atas Bola
Voli Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Siswa Kelas X SMK Prayatna
Medan Tahun Ajaran 2012/2013”. Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah
satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Medan.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak memperoleh bantuan dari berbagai
pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Medan.
2. Bapak Drs. Basyaruddin Daulay, M.Kes, Bapak Drs. Mesnan, M.Kes dan Bapak Dr. Budi
Valianto, M.Pd. Masing-masing sebagai Dekan, Pembantu Dekan II dan Pembantu Dekan
III di FIK Universitas Negeri Medan.
3. Bapak Dr.Tarsyad Nugraha, M.Kes dan Bapak Drs. Suryadi Damanik, M.Kes selaku
Ketua dan sekretaris Jurusan PJKR Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri
Medan.
4. Bapak Afri Tantri, S.Pd. M.Pd selaku ketua Prodi PJS ( Pendidikan Jasmani Sekolah ).
5. Bapak Drs. Suharjo, M.pd, selaku Pembantu Dekan I, sekaligus Dosen Pembimbing
Skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan, masukan, dan nasehat selama proses
v
6. Para Dosen dan Asisten Dosen, Staf Administrasi dan perlengkapan di lingkungan FIK
UNIMED.
7. Terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah SMK Prayatna Medan yang telah
memberikan izin melakukan penelitian di sekolah tersebut. Bapak Muhammad selaku
Guru Olahraga, serta Bapak/Ibu Dewan Guru dan Staf Tata Usaha yang telah banyak
membentu selama melakukan penelitian.
8. Teristimewa penulis ucapkan terima kasih kepada Ibunda ( Ngatini) dan Ayahanda
(Paidi) tercinta yang dengan penuh hati telah banyak memberikan doa dan dukungannya
kepada penulis untuk menyelesakan skripsi ini. Juga sodara kandung saya, Sugito,
Sutarso, Sunarto,Sumarni dan Sutiarno. Kalian semua adalah inspirasi dan semangatku
9. Seluruh teman-teman PJS Ext A-B 2008, yang memberikan masukan dan saran sehingga
terselesaikannya skripsi ini dangan penuh perjuangan.
Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi ini, namun
penulis menyadari dengan keterbatasan Ilmu dan kemampuan penulis bahwa skripsi ini
belum sempurna, baik dari segi isi, tulisan maupun kualitasnya. Oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk memperbaiki skripsi ini. Akhir kata
penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan semoga skripsi
ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah Ilmu Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi
terkhusus di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan.
Medan, Agustus 2012
Penulis
Heru supriadi
iv ABSTRAK
HERU SUPRIADI
. Upaya Meningkatan Hasil Belajar Passing Atas Bola Voli
Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Siswa Kelas X SMK Prayatna Medan Tahun Ajaran 2012/2013.Pembimbing: SUHARJO
Skripsi Medan: Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIMED 2012.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatan hasil belajar
passing atas bola voli melalui model pembelajaran berbasis masalahpada siswa kelas X
SMK Prayatna Medan Tahun Ajaran 2012/2013.
Subjek penelitian ini dilaksanakan di SMK Prayatna Medan Tahun Ajaran
2012/2013, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-tmo7 yang berjumlah 32
orang. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini dan untuk mengetahui hasil dilihat
dari ketuntasan siswa secara individu dan secara klasikal. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas. Untuk memperoleh data dalam
penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar yang berbentuk portofolio, dan
dilanjutkan dengan penggunaan model pembelajaran berbasis masalah. Setelah
menerapkan model pembelajaran berbasis masalah maka diadakan tes hasil belajar pada
siklus I dan siklus II yang berbentuk teknik passing atas bola voli.
Berdasarkan hasil tes awal yang dilakukan pada siswa kelas X SMK Prayatna
rata-rata 74,9. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran
berbasis masalah dapat memberikan pengaruh akan tetapi belum mencapai ketuntasan
secara klasikal terhadap hasil belajar passing atas bola voli pada siswa kelas X SMK
vii A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 6
C. Pembatasan Masalah... 7
D. Rumusan Masalah ... 7
E. Tujuan Penelitian ... 8
F. Manfaat Penelitian ... 8
BAB II. LANDASAN TEORITIS A. Kajian Teoritis ... 9
1. Hakekat Pendidikan Jasmani ... 9
2. Hakekat Hasil Belajar ... 10
3. Hakekat Permainan Bola Voli ... 11
4. Hakekat passing atas Permainan bola voli ... 20
5. Hakekat Pembelajaran Berbasis Masalah ... 21
B. Kerangka Berfikir ... 33
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 35
B. Populasi Dan Sampel ... 35
C. Metode Penelitian ... 36
D. Desain Penelitian ... 37
viii
F. Teknik Analisa Data ... 43
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian ... 46
1. Deskripsi data penelitian siklus I…...47
2. Deskripsi data penelitian siklus II………47
B. Hasil penelitian ... 48
1. Pelaksanaan Siklus I ... 48
2. Pelaksanaan Siklus II ... 57
C. Pembahasa Hasil Penelitian ... 63
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN D. Kesimpulan ... 67
E. Saran ... 67
ix
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Deskripsi Populasi Jumlah Siswa Kelas X ... 35
2. Format Penilaian Proses Passing Atas Bola Voli... 42
3. Diskripsi Data Hasil Penelitian ... 46
4. Hasil Tes Belajar (Siklus I) ... 51
5. Keterangan siswa yang tidak tuntas siklus I ... 51
6. Hasil Tes Belajar (Siklus II) ... 60
x
DAFATAR GAMBAR
Gambar Hal
1. Bola Voli... ... 14
2. Lapangan Bola Voli... ... 16
3. Sikap Jari-Jari dan Perkenaan pada bola ... 21
4. Tahapan pelaksanaan Passing Atas ... 21
5. Tahapan Siklus ... 40
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Hal
1. RPP Siklus I dan Siklus II ... 73
2. Data Awal Sebelum Penelitian ... 81
3. Data siklus I………..83
4. Data siklus II………85
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi belakangan ini semakin
cepat menyentuh aspek kehidupan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi tersebut sangat bergantung pada pendidikan dan pembelajaran yang
ada di sekolah. Sekolah adalah sebagai suatu lembaga pendidikan, tempat
membina ilmu pengetahuan, turut berperan dalam meletakkan dasar-dasar
kemampuan, keterampilan dan moral yang berkualitas.
Pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas setiap individu.
Secara langsung atau tidak langsung dipersiapkan untuk menopang dan mengikuti
laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam rangka mensukseskan
pembangunan yang sejalan dengan kebutuhan manusia. Dalam upaya peningkatan
mutu pendidikan sejalan dengan proses belajar mengajar itu harus mempunyai
berbagai unsur-unsur yakni materi, kurikulum, metode pengajaran, sarana dan
prasarana yang tersedia, tenaga pendidik serta evaluasi.
Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia
adalah dengan cara melalui perbaikan proses belajar mengajar secara efektif,
misalnya dengan jalan memilih metode mengajar yang baik dan benar. Metode
yang dipilih dan diperkirakan cocok digunakan dalam proses pembelajaran teori
dan praktek keterampilan, semata-mata untuk meningkatkan keefektifannya.
2
Oleh karena itu diharapkan peran serta lembaga pendidikan dan keguruan
dalam menyiapkan tenaga-tenaga pendidik terutama guru yang akan memberikan
pengajaran di dalam dan di luar kelas, dalam artian pengajar harus mampu
memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang diprediksi akan lebih efektif
untuk memudahkan siswa dalam belajar di kelas dan diluar kelas maupun belajar
mandiri.
Permainan bola voli adalah salah satu jenis permainan beregu. Sebagaimana
diketahui prinsip utama dalam permainan beregu adalah kerjasama satu regu
dengan tujuan mencapai kemenangan. Untuk mencapai tujuan yang dimaksudkan
kepada setiap permain dituntut terlebih dahulu mengusai teknik dalam permainan
bola voli.
Untuk mencapai sebuah tujuan pendidikan dimana olahraga sebagai alat
pendidikan. Permainan bola voli telah dimasukan sebagai salah satu mata
pelajaran pilihan di sekolah. Disamping itu dapat mencapai tingkat mutu
permainan setinggi mungki. Dengan demikian pengaruhnya akan lebih meresap
dalam diri anak didik maupun bagi regu kelompok bermain, sehingga dalam diri
anak akan timbul keinginan untuk mengisi waktu senggang dengan bermain baik
didalam maupun diluar sekolah.
Berdasarkan hasil pengamatan yang saya lakukan di sekolah khususnya
pada saat proses pembelajaran bola voli materi pasing atas, siswa melakukan
passing atas bola masih kurang baik khususnya pada passing atas bola voli,
3
sikap saat perkenaan bola, dan sikap akhir dalam melakukan passing atas masih
kurang baik.
Ditinjau dari sarana dan prasarana di SMK Prayatna Medan, memiliki
beberapa sarana olahraga di antaranya: 1 lapangan bulu tangkis, 1 lapangan bola
voli, 1 lapangan futsal. Sedangkan lapangan fisik yang dimiliki terdiri dari bola
voli, bola basket, net bola voli, bola futsal, gawang dan jarring gawang futsal yang
dapat di bongkar – pasang, dan peralatan permainan bulu tangkis seperti reket,
sutelcock, net dll. Yang kondisinya cukup baik bila digunakan saat pembelajaran
pendidikan jasmani di sekolah SMK Prayatna Medan tersebut.
Karena masih banyak siswa kelas X SMK Prayatna Medan dalam
melakukan passing atas yang salah bahkan tidak tahu melakukan passing atas,
kebanyakan dari siswa melakukan passing atas pada sikap permulaan tidak
melakukan sikap permulaan seperti lutut tidak ditekuk dan sikap badan tidak
condong kedepan, sikap perkenaan bola pada ruas jari-jari tidak tepat menjadikan
bola sulit diarahkan, dan sikap akhir dalam melakukan passing atas kebanyakan
siswa tidak melakukan sikap persiapan kembali.
Hal ini disebabkan karena siswa tidak dilibatkan secara aktif dalam
melakukan materi yang diajarkan, karena guru kurang tepat dalam memilih model
pembelajaran sehingga hasil akhir pembelajaran passing atas kurang baik. Hal ini
dapat dilihat pada hasil belajar siswa yaitu rendahnya nilai-nilai siswa yang
terlihat pada kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah untuk
4
mempunyai nilai di bawah KKM yang sudah ditentukan yaitu 70. Seperti halnya
dari 32 orang siswa kelas X pada semester genap tahun ajaran 2011 / 2012 yang
mencapai ketuntasan belajar hanya 21,87 % dan 78,13 % siswa lainnya belum
mencapai ketuntasan. (Sumber Guru Penjas : Muhammad S.Pd)
Dari hasil data di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa masih
tergolong rendah maka dari itu penggunaan model pembelajaran berbasis masalah
( PBM ) dalam kegiatan proses belajar passing atas bola voli merupakan salah satu
cara atau pendekatan yang bisa diharapkan untuk meningkatkan hasil belajar
peserta didik. Sejalan dengan hal tersebut, maka dalam pembelajaran penjas pada
materi passing atas bola voli sangatlah tepat jika digunakan model pembelajaran
berbasis masalah ( PBM ), karena siswa akan melakukan percobaan passing atas
permainan bola voli. Maka hasil belajar yang diterima siswa akan ingat, dan tidak
mudah lupa karena model pembelajaran berbasis masalah ( PBM ) yang dapat
mengembangkan cara belajar siswa aktif dan pengertian yang diperoleh siswa
merupakan betul – betul dikuasai dan mudah digunakan siswa.
Namun, pada umumnya dalam pelaksanaan kegiatan proses belajar
mengajar di sekolah, guru penjas cenderung tradisional atau hanya menggunakan
satu metode mengajar saja, sehingga membuat situasi pembelajaran monoton dan
membuat siswa jenuh untuk mengikuti pembelajaran tersebut. Metode-metode
praktek ditekankan berpusat pada guru dimana para siswa melakukan latihan fisik
berdasarkan perintah yang ditentukan oleh guru. Latihan-latihan tersebut tidak
pernah dilakukan anak sesuai inisiatif mereka sendiri. Sama halnya pada proses
5
ini menunjukkan bahwa kurangnya variasi model mengajar yang lain sehingga
mengakibatkan kegiatan proses belajar hanya diperankan oleh guru itu sendiri
yang akhirnya membuat peserta didik merasa jenuh dalam mengikuti
pembelajaran karena tidak melibatkan siswa berinteraksi dalam kegiatan proses
belajar mengajar melainkan sepenuhnya dikuasai oleh guru.
Masalah tersebut tidak boleh dibiarkan berkelanjutan, oleh karena itu
diperlukan berbagai upaya yang dapat menunjang keberhasilan siswa dalam
proses belajar. Salah satu upaya yang dilakukan guru adalah dengan menerapkan
model pembelajaran berbasis masalah ( PBM ) dalam pembelajaran penjas.
Strategi dalam mengajar merupakan faktor yang sangat penting untuk
memperoleh hasil belajar yang baik, salah satunya karena keberhasilan dari pada
proses belajar dapat dipengaruhi oleh strategi pembelajarannya. Alasan rasional
menggunakan model pembelajaran berbasis masalah ( PBM ) adalah merupakan
kemampuan siswa betul – betul dioptimalisasikan melalui kerja kelompok
sehingga siswa dapat memperdayakan , mengasah , menguji dan mengembangkan
kemampuan berpikirnya. Namun penggunaan model pembelajaran berbasis
masalah ( PBM ) sangat jarang dilaksanakan dalam pembelajaran.
Model ini merupakan alternative metode yang dapat dipilih dalam
pengajaran penjas, mengingat dalam pengajaran penjas diperlukan suatu bentuk
kegiatan yang dapat mengarahkan siswa untuk dapat menemukan suatu konsep
melalui praktek mengusai gerakan yang dipelajari atau penemuan secara
langsung, penerapan model pembelajaran berbasis masalah ( PBM ) pada pokok
6
dan menarik kesimpulan dari permasalahan yang sedang dipelajari. Di dalam
penggunaan metode ini, guru harus berusaha meningkatkan keaktifan siswa dalam
proses belajar mengajar.
Menurut Ibrahim dan Nur (2000 : 2) mengemukakan bahwa pembelajaran
basis masalah merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan
untuk merangsang berpikir dalam situasi yang berorientasi pada masalah termasuk
didalamnya belajar bagaimana belajar.
Berdasarkan pemikiran itu maka ada keinginan dari penulis untuk dapat
mengungkapkan secara ilmiah dalam bentuk penelitian yang ada hubungannya
dengan masalah penggunaan model mengajar digunakan dalam melakukan
pembelajaran yaitu penyampaian materi pelajaran teknik passing atas dalam
permainan bola voli. Salah satu aspek yang dilihat adalah dengan menerapkan
model pembelajaran berbasis masalah ( PBM). Maka ingin diketahui sampai
dimana “ Upaya meningkatkan hasil belajar passing atas bola voli melalui model
pembelajaran berbasis masalah pada siswa kelas X SMK Prayatna Medan Tahun
Ajaran 2012 / 2013.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah, maka dapat di identifikasi
permasalahan yang dihadapi sebagai berikut : Apakah hasil belajar yang dicapai
siswa pada saat pasing atas bola voli tergolong rendah? Apakah metode
pembelajaran guru dalam pembelajaran pasing atas bola voli kurang tepat?
7
siswa masih rendah? Apakah siswa kurang dilibatkan secara aktif dalam proses
belajar mengajar ? Apakah yang dimaksud dengan model pembelajaran berbasis
masalah ( PBM ) ? Bagaimanakah pelaksanaan model pembelajaran berbasis
masalah ( PBM ) passing atas bola voli pada siswa kelas X SMK Pryatna Medan
Tahun Ajaran 2012 / 2013 ?
C. Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini dapat dengan baik dan terarah, maka penulis
membatasi masalah yang hendak diteliti. Adapun batasan masalah dalam
penelitian ini adalah : “Upaya meningkatkan hasil belajar passing atas bola voli
melalui model pembelajaran berbasis masalah pada siswa kelas X SMK Prayatna
Medan Tahun Ajaran 2012 / 2013. Dalam Penelitian ini yang menjadi variabel
adalah :
1. Variabel Bebas : adalah Pembelajaran Berbasis Masalah ( PBM )
2. Variabel terikat : adalah Hasil Belajar passing atas bola voli
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan batasan
masalah di atas maka permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah Model
Pembelajaran berbasis masalah ( PBM ) Dapat Meningkatkan Hasil Belajar
Passing atas dalam permainan bola voli pada siswa kelas X SMK Prayatna Medan
8
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian, maka yang menjadi
tujuan penelitian adalah: Untuk Mengetahui Upaya Meningkatan Hasil Belajar
Passing Atas Bola Voli Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah ( PBM )
Pada Kelas X SMK Prayatna Medan Tahun Ajaran 2012 / 2013“
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai
berikut:
1. Meningkatkan hasil belajar dan menambah wawasan pada siswa untuk
belajar kreatif, aktif dan efektif dalam pembelajaran passing atas
dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah,
2. Sebagai bahan pertimbangan bagi tenaga pengajar dalam memilih
pendekatan dan model pembelajaran yang tepat terhadap passing atas,
3. Hasil penelitian ini di harapkan memberikan gambaran tentang kualitas
hasil belajar siswa yang di timbulkan oleh pembelajaran model berbasis
masalah ( PBM )
4. Sebagai refrensi ilmiah bagi mahasiswa lainnya, terutama bekal kepada
67
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisi data dan pembahasan, maka hasil penelitian dapat
disimpulkan sebagai berikut:
Dengan melalui model pembelajaran berbasis masalah dalam
meningkatkan hasil belajar passing atas bola voli bagi siswa kelas X SMK
Prayatna Medan Tahun Ajaran 2012/2013 dengan hasil yang didapat yaitu pada
siklus I nilai rata – rata adalah 66,6 dan ketuntasan klasikal adalah 56,25% ini
masih sangat rendah. Pada siklus II didapat nilai rata – rata adalah 74,9 dan
ketuntasan klasikal adalah 81,25% . Berdasarkan kriteria ketuntasan belajar, jika
di kelas telah tercapai 85% yang telah mencapai presentase penilaian hasil 70
maka ketuntasan belajar secara klasikal belum tercapai. Maka dari hasil analisi
data penelitian dengan model pembelajaran berbasis masalah ketuntasan belajar
belum mencapai ketuntasan secara klasikal.
B. Saran
Adapun saran yang diberikan setelah selesai penelitian ini adalah :
1) Disarankan bagi guru dalam pembelajaran pendidikan jasmani kesehatan
di kelas X SMK Prayatna Medan bila mengunakan model pembelajaran
berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar pada pelajaran
68
pendidikan jasmani terutama pada materi passing atas bola voli lebih
kreatif untuk mencari cara pemecahan masalah yang lebih efektif.
2) Guru harus lebih aktif dalam memberikan materi ajar yang dilaksanakan
kerena pada siswa kelas X masih kurang mengerti, karena pada dasarnya
siswa tersebut rasa bermainnya masih tinggi.
3) Bagi pihak sekolah untuk lebih memperatikan berupa keperluan yang
dibutuhkan siswa ataupun guru didalam melaksanakan pembelajaran yaitu
berupa sarana dan prasarana karena untuk lebih meningkatkan lagi
kemampuan siswa dalam melaksanakan pembelajaraan di sekolah
khusunya bagi pembelajaran pendidikan jasmani.
4) Bagi peneliti berikutnya diharapkan hasil penelitian ini bermamfaat untuk
69
DAFTAR PUSTAKA
Eveline dan Hartina Nara.(2010). Teori dan Pembelajaran. Bagor: Indonesia.
Husdarta. (2011). Manajemen pendidikan jasmani. Bandung: alpabeta
Intarani. (2011). 58 Model Pembelajaran Inopatif. Medan: Mediapersada.
Imam Soejoedi. (1979) . Permainan Dan Metodik. Jakarta: DEPDIKBUD.
Kristiyanto, Agus (2010) . Penelitian Tindakan Kelas. surakarta: sebelas maret university press.
Muhajir . (2006). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Keseahatan. Bandung: yudistira.
Machfud Irsyada. (2000). Bola Voli . Jakarta: DEPDIKNAS
Nana Sudjana. (2010). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung :PT Remaja Rosdakarya.
Nurhasan. (2001). Tes Dan Pengukuran Dalam Pedidikan Jasmani. Jakarta: direktorat jendral olahraga.
Nuril Ahmadi. (2007). Panduan olahraga bola voli . Surakarta : Era Pustaka Utama.
Rusman. (2011) . Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pres.
Sudjana. (1992). Metode Statistik. Bandung : Tarsito
Slameto. (2003). Belajar dan fakto-faktor yang mempengaruhinya. jarkarta: rineka cipta.
Supandi. (1992). Startegi belajar mengajar pendidikan jasmani kesehatan.
Jakarta; DEPDIKBUD.
Suryosubroto. B. (1997). Proses belajar mengajar disekolah. Jakarta
Tim pengajar. (2009). Diktat bola voli :UNIMED
70