Volume VII / Edisi 1/ Januari - Maret 2014
Yuanita Wulandari SE., Ak
Yuanita Wulandari SE., Ak
Telkomsel Paling Indonesia,
Enam Inovasi yang Menyatukan Negeri
Telkomsel Paling Indonesia,
Enam Inovasi yang Menyatukan Negeri
Bayar Pajak Bukti Cinta Tanah Air
Bayar Pajak Bukti Cinta Tanah Air
Ir. Rudy Gunawan Bastari, M.Tax., M.Acc., M.M.
Ir. Rudy Gunawan Bastari, M.Tax., M.Acc., M.M.
Fakultas Bisnis
Universitas Kristen Duta Wacana
Fakultas Bisnis
Universitas Kristen Duta Wacana
Salam Redaksi
Volume VII/ Edisi 1/ Januari - Maret 2014
AAku Cinta Indonesia
ulisan ini adalah perenungan tentang cinta penulis kepada Indonesia, “manusia”nya, “bumi”nya dan “satu”nya. “Manusia”nya, karena manusia Indonesia adalah unik, “bumi”nya, karena bumi Indonesia adalah unik dan “satu”nya karena satu Indonesia adalah unik. Keunikan “manusia” Indonesia karena terdiri atas bermacam-macam suku dan ras. Keunikan “bumi” Indonesia karena terdiri atas lebih dari tiga ribu pulau besar dan kecil yang dipisahkan oleh laut dan selat, terhampar di katulistiwa diantara dua samudra yaitu samudra pasifik dan hindia. Adapun keunikan “satu” Indonesia karena semua itu ada dalam wadah satu negara, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hadi Purnomo, SH
Dosen Fakultas Bisnis UKDW
Aku Cinta “manusia” Indonesia
Keberadaan manusia Indonesia sudah ditulis dalam kepustakaan hukum adat Indonesia dan dikelompokkan menjadi sembilan belas anak-anak lingkungan hukum, suku-suku bangsa, tempat-tempat dan wilayah-wilayah yaitu: Aceh, daerah-daerah Cayo, Alas dan Batak, Nias, daerah Minangkabau, Mentawai, Sumatera Selatan, Enggano, daerah Melayu, Bangka Belitung, Kalimantan, Minakasa, Gorontalo, daerah Toraja, Sulawesi Selatan, Kepulauan Ternate, Maluku Ambon, Irian Barat (Papua), Kepulauan Timor, Bali dan Lombok, Jawa Tengah dan Jawa Timur beserta Madura, daerah Surapraja di Jawa (Solo dan Jogjakarta) dan Jawa Barat (Priangan, daerah-daerah Sunda, Jakarta, Banten).
Kalau setiap manusia Indonesia masing-masing mempunyai kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, betapa hebatnya himpunan kecerdasan yang
dipunyai oleh suku-suku bangsa yang berbeda-beda di Indonesia ini. Perwujudan multi kecerdasan yang dipunyai manusia Indonesia nampak dari banyaknya bahasa yang masing-masing di pakai suku-suku bangsa di negeri ini. Beragamnya pakaian yang mereka buat dan mereka kenakan. Beragamnya perhiasan yang mereka buat dari emas, perak, tembaga, kulit, kayu atau bahan lainnya seperti batu-batu permata, yang mereka pakai dalam upacara pernikahan, upacara penobatan raja atau kepala suku, ataupun yang mereka pakai sehari-hari. Multi kecerdasan manusia Indonesia juga dapat kita nikmati dalam beragamnya makanan dan camilan serta minuman yang ada diseantero negeri: masakan Padang, makanan Sunda atau hidangan di Warung Tegal, sampai masakan bercita rasa manis di Solo dan Jogja, demikian hidangan nikmat dari Kalimantan, Makassar, Manado, Maluku, Bali, Lombok sampai Papua. Kita masih bisa mencatat deretan panjang hasil budi daya anak bangsa ini berupa kearifan
T
Renungan
lokal, pranata waktu, pranata pemerintahan, hukum perkawinan, hukum pertanahan, hukum waris, karya sastra, kaya seni lukis, karya seni tari, karya seni ukir, karya seni patung, karya seni batik, teknik membuat rumah, teknik membangun istana, sistem pengairan, sistem bercocok tanam, sistem menebang dan menanam pohon, sistem menangkap ikan dan budidaya ikan, mutiara dan rumput laut, tambak udang dan tambak bandeng dan seterusnya.
Multi kecerdasan manusia Indonesia juga terbukti dalam penguasaan berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal mana nampak pada kemampuan anak bangsa dalam mengelola industri makanan, minuman dan obat-obatan, serta jamu tradisional dan jamu modern. Hal ini nampak pula pada kemampuan manusia Indonesia mengelola industri kimia, komputer, otomotif, perkeretaapian, kapal laut, persenjataan dan pesawat terbang.
Aku cinta manusia Indonesia, maka pemerintah Negara Indonesia wajib melindungi manusia Indonesia, melindungi kepentingan bangsa Indonesia di negeri sendiri dan di luar negeri. Pemerintah Negara wajib terus menerus memajukan kesejahteraan manusia Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Aku cinta manusia Indonesia, maka pemerintah Negara Indonesia wajib menjamin hak-hak asasi warga negaranya. Berbareng dengan segenap manusia Indonesia wajib memenuhi kewajiban asasinya kepada negaranya dan kepada sesama warga negara.
Aku cinta manusia Indonesia, maka pemerintah Negara Indonesia Pemerintah wajib menjamin hak-hak atas tanah secara adil bagi setiap manusia Indonesia. Berbareng dengan itu setiap manusia wajib pula menjaga dan memelihara keberadaan dan kesuburan setiap jengkal tanah di negeri ini.
Aku cinta manusia Indonesia, maka pemerintah Negara Indonesia wajib melindungi hasil kreatifitas dan atau hasil karya manusia Indonesia dengan memberikan hak paten, hak merek, atau hak cipta. Berbareng dengan itu setiap manusia Indonesia juga wajib menghargai dan menghormati hasil kreatifitas dan atau hasil karya orang lain dengan cara tidak menjadi plagiat maupun membajak hasil kreatifitas dan atau hasil karya orang lain.
Aku cinta “manusia” Indonesia mewajibkan diriku dan teman-teman sebangsa setanah air untuk mencintai produk Indonesia, artinya membeli hasil karya bangsa sendiri, memakainya dan menikmatinya dengan bangga dan senang hati. Produk Indonesia sudah bisa dipercaya kualitasnya karena proses produksinya, manajemennya dan kontrol kualitasnya sudah memenuhi Standard Internasional atau ISO.
AAku Cinta “Bumi” Indonesia
Bumi Indonesia adalah Kepulauan Nusantara yang terdiri atas lebih dari 3.000 pulau besar dan kecil yang terletak di Katulistiwa 06,080 LU dan 11,150 LS, membentang dari 94,450 BB sampai
Gambar: id.wikipedia.org
Renungan
Volume VII/ Edisi 1/ Januari - Maret 2014
141,050 BT, membentang sepanjang 5.110 km. Daratannya seluas 2.027.087 km2 dan wilayah lautnya yang merupakan perairan nasional seluas 3.166.163 km2. Wilayah laut ini masih ditambah Zona Ekonomi Eksklusif yang diatur dalam Konvensi Hukum Laut 1982, yang menurut Pengumuman Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 21 Maret 1980, Indonesia telah menambah daerah yurisdiksi sumber kekayaan alam seluas 2.700.000 km2, di luar seluas 3.166.163 km2 yang tercakup dalam perairan nusantara dan perairan teritorial tersebut tadi.
Selain wilayah daratan dan perairan, bumi Indonesia juga meliputi wilayah ruang angkasa di atas wilayah daratan dan wilayah perairan tersebut. Secara keseluruhan wilayah ini merupakan lingkungan hidup manusia Indonesia. Lingkungan hidup ini merupakan lingkungan hidup Bangsa Indonesia untuk menyatakan keberadaannya, peran dan fungsinya bagi kesejahteraan bersama masyarakat bangsa-bangsa di dunia.
Aku cinta “bumi” Indonesia, maka Pemerintah Negara Indonesia wajib melaksanakan tugas Konstitusi untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. Dengan konsep pertahanan dan keamanan rakyat semesta, maka TNI Angkatan Darat harus mampu mewujudkan stabilitas keamanan nasional, bekerjasama dengan
kepolisian Negara Republik Indonesia dan seluruh rakyat. TNI Angkatan Laut harus mampu menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara di wilayah laut Indonesia termasuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan pelayaran kapal-kapal niaga, kapal-kapal penumpang dan kapal-kapal serta perahu-perahu nelayan. TNI Angkatan Udara harus mampu menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara dari wilayah udara dan angkasa Indonesia, termasuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan penerbangan niaga untuk penumpang dan barang kargol serta jaringan komunikasi satelit baik domestik maupun internasional.
Aku cinta bumi Indonesia, maka Pemerintah Negara Republik Indonesia wajib melaksanakan dengan tegas dan tertib Undang-Undang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup untuk mencegah pencemaran dan perusakan bumi Indonesia.
Aku cinta bumi Indonesia mewajibkan diriku dan setiap manusia Indonesia untuk mencegah pencemaran dan perusakan bumi Indonesia, lingkungan hidup kita dan melakukan upaya atau tindakan yang dapat menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup kita agar setiap orang mendapat hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Gambar: sda.pu.go.id
R
Renungan
Aku cinta bumi Indonesia, maka mewajibkan para pengusaha penebang hutan, pengusaha pertambangan (timah, bauksit, batu bara, nikel, minyak dan gas bumi, emas dan lain-lainnya), pengusaha industri semen, industri kimia, industri berat (besi dan baja), industri tekstil, industri otomotif, industri rokok dan industi lainnya menaati rencana pemantauan lingkungan dan rencana pengelolaan lingkungan yang merupakan bagian penting dari analisis mengenai dampak lingkungannya.
AAku Cinta “Satu” Indonesia
Angka “satu” menjadi bilangan “keramat” bagi manusia Indonesia. Mereka bersumpah: berbangsa satu, berbahasa satu dan bertanah air satu, Indonesia. Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” sudah tertanam dalam jiwa setiap manusia Indonesia sejak jaman keemasan Kerajaan Majapahit dibawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada. Pada masa itu Panji-Panji Gula Kelapa atau Bendera Merah Putih berkibar diseluruh wilayah kerajaan yang meliputi seluruh kepulauan Nusantara, bahkan konon sampai Madagaskar di timur Afrika. Aku cinta “satu” Indonesia mengantarkan manusia Indonesia “ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka bersatu, berdaulat, adil dan makmur”. Dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia inilah manusia Indonesia bertumbuh dan berkembang menjadi bangsa yang maju dan bermartabat serta mempunyai peranan penting dalam menjaga stabilitas kawasan, ketertiban dan perdamaian dunia.
Aku cinta “satu” Indonesia mengandung didalamnya tugas panggilan kepada segenap manusia Indonesia, segenap mahasiswa Indonesia dan segenap putra-putri Indonesia untuk saling mengasihi sebagai sesama manusia untuk saling membantu sebagai satu bangsa dan gotong-royong sebagai warga masyarakat Indonesia.
Aku cinta “satu” Indonesia, karena itu kuserukan kepada segenap “manusia” Indonesia di “bumi” Indonesia tetaplah berpegang kepada seruan Ernest Renan “Le desir d’etre ensemble”, berkehendak akan bersatu, mau bersatu dan dalam hati sanubarinya tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Aku cinta “satu” Universitas Kristen Duta Wacana sebagai miniature Indonesia karena itu kuserukan kepada segenap warganya, kuserukan kepada segenap mahasiswanya untuk berpegang pada pernyataan dari Yesus Kristus “Ul omnes unum sint” supaya mereka menjadi satu seperti kita adalah satu.
Referensi:
1. Yesus Kristus, Injil Yohanes 17:22, Alkitab, 31 Oktober 2013
2. Soekarno, Lahirnya Pantja Sila, 1 Juni 1945 3. Ernest Renan, seperti dikutip oleh Soekarno,
lahirnya pantjasila, 1 Juni 1945
4. Koesnadi Hardjasumantri, Pengantar Hukum Tata Lingkungan, Gama Press, 2002
5. Tim Redaksi Nuansa Aulia, Undang-Undang Dasar 1945 dan Amandamennya, Nuasa Aulia, Bandung, 2009
6. Ter Haar, Mr. B, Bzn, Asas-asas dan Susunan Hukum Adat, Pradnja Paramita, Djakarta, 1960
Renungan
Volume VII/ Edisi 1/ Januari - Maret 2014
Telkomsel Paling Indonesia, Enam Inovasi
yang Menyatukan Negeri
Wawancara Eksklusif dengan Ibu Yuanita Wulandari, SE., Ak
Branch Manager
Telkomsel Yogyakarta
iapa sih yang tidak tau TELKOMSEL? Yup, Anak perusahaan dari PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk ini merupakan perusahaan operator telekomunikasi selular terbesar di Indonesia yang fokus pada penyediaan sarana komunikasi berbasis teknologi satelit dengan layanan pascabayar dan prabayar. Produk utama yang dijual oleh Telkomsel adalah kartuHALO, simPATI dan kartu As dengan pengembangan value service melalui paket data, layanan digital service dan content.
Pada edisi kali ini, tabloid e-Biz mendapat kesempatan untuk menggali lebih dalam kontribusi yang telah diberikan Telkomsel untuk membangun bangsa Indonesia. Pada tanggal 20 Desember 2013 pukul 10.30 WIB, tim redaksi tabloid e-Biz mendapat kesempatan untuk melakukan wawancara eksklusif dengan Ibu Yuanita Wulandari selaku Branch Manager
Telkomsel Yogyakarta. Ibu Yoan panggilan akrab dari Ibu Yuanita ternyata tidak sendiri ketika menemui kami yang sudah menunggu di ruang
meeting lantai 3 Grapari Yogyakarta. Beliau
didampingi dua rekan kerjanya yaitu Pak Bram dan Ibu Tina.
Sangat kekeluargaan, mungkin kesan inilah yang kami rasakan ketika bertemu dan berjabat tangan dengan mereka. Ibu Yoan nampak tersenyum melihat kami yang sangat serius dan begitu formal ketika bertemu dengannya. “Sudah santai saja, tidak usah formal-formal, anggap seperti teman sendiri. Hahaha ” gurau Ibu Yoan mencairkan suasana.
Dengan sangat antuisas Ibu Yuanita menjelaskan kepada kami bahwa Telkomsel adalah perusahaan paling Indonesia yang sangat konsisten membangun dan mempersembahkan yang terbaik bagi Bangsa Indonesia. Melalui inovasi 6 aspek terintegrasi yaitu teknologi, ekonomi, pendidikan, sosial, lingkungan dan gaya hidup, Telkomsel berupaya mendedikasikan hasil karyanya untuk menyatukan Negeri Indonesia.
Melalui program Telkomsel Merah Putih (Menembus Daerah Pedesaan, Industri Terpencil, dan Bahari) dan USO 25 ribu desa bordering
S
Kupas Tuntas
menandai komitmen Telkomsel untuk menghadirkan layanan komunikasi di pulau dan desa terpencil.
Telkomsel saat ini terus berupaya membangun jaringan telekomunikasi selular di Indonesia bagian timur. “Membangun di Indonesia timur tidaklah mudah, membutuhkan modal yang sangat besar. Ditambah lagi medan untuk mendirikannya harus masuk ke pelosok-pelosok dan daerah terpencil di dataran tinggi” ujar Ibu Yoan. Ini menandakan Telkomsel tidak hanya berorientasi pada profit semata tetapi Telkomsel sangat peduli tehadap kemajuan bangsa dengan berjuang memberantas buta komunikasi di seluruh Indonesia.
Telkomsel juga mampu menembus bahari menyatukan negeri dengan menerapkan inovasi solusi komunikasi di jalur transportasi laut (Kapal Pelni), sebagai solusi layanan komunikasi dan informasi di daerah terpencil dan wilayah laut. “Telkomsel berharap seluruh masyarakat mampu mengakses komunikasi dan informasi
sehingga bisa meningkatkan kehidupan ekonomi Indonesia” ujar Ibu Yoan.
Mengembangkan teknologi ramah lingkungan sebagai penggunaan sumber daya alternatif yang terbarukan juga dilakukan Telkomsel sebagai wujud cintanya kepada Indonesia, “Telkomsel memiliki lebih dari 2200 BTS Go Green, terbanyak di Asia” penjelasan Ibu Yoan kepada kami
Tidak hanya itu, sebagai operator selular terbesar di Indonesia tentunya Telkomsel selalu mengembangkan layanan telekomunikasinya sejalan dengan perkembangan era globalisasi. Hal ini dibuktikan melalui program Digital Life Style. Ibu Yoan menjelaskan bahwa tujuan dari program ini adalah mempermudah layanan dalam satu genggaman sehingga masyarakat tetap dapat mengikuti perubahan pola gaya hidup modern saat ini. Contoh turunan dari program digital life style adalah “Langit Musik”, yaitu program yang membantu para musisi tanah air dalam melindungi hak cipta dan originalitas. Program turunan lain adalah “Digital Money” atau disebut dengan T-cash, yaitu sebuah layanan yang menyediakan mobile payment
seperti pembelian pulsa, transfer, makan dan belanja yang dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan tidak beresiko.
Telkomsel juga konsisten membangun Indonesia dalam bidang pendidikan dan sosial. Dalam bidang pendidikan, saat ini Telkomsel sedang melakukan totalitas dalam menggarap “Youth Community” atau komunitas anak muda. Upaya untuk membentuk generasi penerus bangsa menjadi insan-insan berkualitas juga diwujudkan melalui kegiatan CSR yang berkesinambungan untuk guru dan siswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Telkomsel saat ini bekerjasama dengan Kemedikbud mengadakan
try out online gratis secara Nasional untuk siswa/i SMP dan SMA di seluruh Indonesia. “Dengan diadakannya program ini, Telkomsel berharap dapat membantu menemukan
bibit-R
Renungan
Volume VII/ Edisi 1/ Januari - Maret 2014
K
Kupas Tuntas
IIr. Rudy Gunawan Bastari, M.Tax., M.Acc., M.M.
Bayar Pajak Bukti Cinta Tanah Air
Pada hari Kamis, 19 Desember 2013, Mahasiswa Fakultas Bisnis UKDW yang diwakili oleh Roy Alvian (akuntansi 2010, Pimred tabloid mahasiswa e-Biz) dan Frista (akuntansi 2010, koordinator staff tax center UKDW) mendapat kesempatan untuk melakukan wawancara ekslusif dengan Bapak Ir. Rudy Gunawan Bastari, M.Tax., M.Acc., M.M selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan ramah dan hangat, beliau mempersilahkan kami yang telah menunggu di lobi untuk masuk ke dalam ruangannya melakukan wawancara. Kita simak hasil wawancaranya berikut ini
Tema e-Biz edisi kali ini adalah “aku
cinta Indonesia”. Salah satu wujud nyata cinta Indonesia adalah taat membayar pajak. Bagaimana tanggapan Bapak?
Sangat tepat dan menarik tema yang diangkat oleh tabloid e-Biz edisi kali ini. Bahwa mahasiswa adalah calon pembayar pajak, sehingga kesadaran akan pentingnya membayar pajak harus sejak dini ditumbuhkan di hati teman-teman. Dengan taat membayar pajak, merupakan bukti kongkret kalau kita cinta tanah air.
Tetapi permasalahannya membangkitkan semangat membayar pajak di Yogyakarta saat ini masih sangat sulit. Sekarang kita bayangkan saja APBD di Yogyakarta sekitar 7.2 triliunan, artinya pemerintah menyiapkan anggaran pembangunan di Yogyakarta sebesar 7.2 triliun. Apakah anda tau target penerimaan pajak Kanwil DJP DIY berapa? Hanya 3.2 triliun. Jadi kalau 3.2 triliun itu berhasil dikumpulkan, pemerintah pusat
masih harus memberi subsidi 4 triliun lagi untuk pembangunan di Yogyakarta.
Saat ini kami mengalami kesulitan untuk mendapatkan 3.2 triliun tadi. Data pajak hari ini (tahun 2013) menunjukkan, penerimaan kami masih sekitar 80% dari target. Jadi menuju ke 3.2 triliun saja masih sangat terseok-seok. Padahal target penerimaan kita yang 3.2 triliun tadi terendah diantara 31 Kanwil DJP yang lain.
Apakah kesulitan ini disebabkan karena wajib pajak di Yogyakarta sebagian besar UMKM?
Benar sekali. Data kami menunjukkan lebih dari 90% wajib pajak di Yogyakarta adalah UMKM. Jadi sangat jarang kita temui ada perusahaan-perusahaan besar di Yogyakarta, kalau ada dapat dihitung oleh jari saja.
Kalau berbicara masalah UMKM, saat ini kami sedang mencoba menggarap mereka dengan PP No. 46. Lebih spesifik, jika kita tinjau lebih dalam potensi pajak dari UMKM di Yogyakarta, tidak
Tokoh Kita
Volume VII/ Edisi 1/ Januari - Maret 2014
usah jauh-jauh, lakukan penelitian sederhana dengan cara mengamati satu pedagang soto di dekat rumah anda. Coba dihitung per harinya ada berapa banyak orang yang masuk untuk membeli atau makan di warung itu. Itu baru satu pedagang soto, coba kalikan ada berapa banyak pedagang soto di Yogyakarta. Besar sekali kan potensi penerimaan pajaknya? Itu baru pedagang soto, belum lagi pedagang yang lain, seperti penjual lukisan, baju batik dll. Sehingga membangkitkan kesadaran UMKM merupakan tantangan terbesar yang dihadapi DIY.
Lalu apa yang bisa dilakukan instansi pendidikan untuk mengatasi masalah besar ini?
Sinergi dari instansi pendidikan sangat kami perlukan. Kami sangat membutuhan bantuan dari mahasiswa dan tax center yang ada di Yogyakarta. Mari kita duduk bersama melihat dan mendiskusikan fenomena ini. Sehingga kami mendapat gambaran bukan hanya dari sisi sebagai orang pajak. Tax Center bisa menjadi
pionner untuk melakukan penelitian lebih dalam mengenai fenomena itu, lakukan observasi dan
survey, apa yang menyebabkan hal itu terjadi. Karena logika saja kalau orang pajak yang datang pasti mereka akan bersifat defensif. Kok kita pengusaha kecil di pajakin. Disini kami membutuhkan bantuan teman-teman untuk memberdayakan mereka, dalam arti bangkitkan kesadaran mereka akan pentingnya membayar pajak karena jika hal ini terwujud, akan menjadi sesuatu yang berdampak sangat luar biasa untuk DIY.
Direktorat Jenderal Pajak pastinya selalu berbenah. Dapatkah Bapak ceritakan kepada kami upaya pembenahan internal apa saja yang telah dilakukan?
Menurut saya pajak merupakan institusi yang paling progresif untuk mengubah diri. Anda waktu datang kemari, pasti melihat umbul-umbul, spanduk dan poster yang pertuliskan
kami terpilih menjadi yang terbaik dan terpercaya dalam melayani masyarakat sehingga mendapatkan penghargaan Indonesia Brand Champion Award 2013 peringkat Bronze
sebagai Most Trusted Public Institution kategori Kementerian oleh MarkPlus Insight. Jujur saya sendiri juga kaget kita berhasil mendapatkan penghargaan ini. Jadi waktu mereka melakukan survey, hasilnya pelayanan kita sudah dirasakan oleh masyarakat. Mungkin karena tidak ada pungutan, kemudian cepat prosesnya dan lain sebagainya sehingga bisa dikatakan masyarakat sekarang sudah percaya kami.
Jumlah karyawan di pajak ada sekitar 32 ribu, sekarang ini jumlahnya malah turun menjadi 31 ribu. Jadi artinya, diantara para pegawai kami, pajak sudah tidak populer. Buktinya banyak pegawai yang resign. Hal ini jangan sampai disalah persepsikan. Kalau misalnya bekerja di pajak gampang buat cari duit, gampang jadi orang kaya, saya yakin tidak akan ada yang mau keluar.
Kemudian masalah collection cost, yaitu berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan uang dari pajak. Makin lama makin turun. Nah disinilah peran kalian sebagai mahasiswa, para kaum intelektual muda untuk berpikir kritis. Jadi kalian harus bantu kami menjelaskan kepada masyarakat bahwa ada bagian yang mencari uang dan ada bagian yang menggunakan uang. Maka dari itu, “Bayar Pajaknya, Awasi Penggunaannya” karena tidak mungkin kami bekerja sendiri. Termasuk aparat
Tokoh Kita
Tokoh Kita
Volume VII/ Edisi 1/ Januari - Maret 2014
LLangkah Mudah Berinvestasi
Oleh: Ririn Safitri, SE
Apa sih sebenarnya pentingnya berinvestasi? Apakah sebagian dari kita saat ini sudah memulai untuk berinvestasi?
Tujuan daripada berinvestasi bagi setiap kita berbeda-beda tentunya. Sebagian dari kita ada yang hanya sekedar memperoleh tambahan penghasilan. Ada yang ingin uangnya
bertambah banyak, sehingga tidak termakan inflasi. Ada yang berinvestasi untuk dana pensiun di hari tua, ada pula yang memiliki tujuan investasi untuk dana pendidikan.
Saat ini ada begitu banyak instrumen investasi yang ditawarkan. Beberapa investasi konvensional yang sebagian besar dari kita sudah kenal adalah tabungan, deposito, emas, dan properti. Namun seiiring dengan perkembangan produk investasi, saat ini kita mengenal investasi berupa obligasi, saham maupun reksadana.
Lalu, bagaimana caranya memilih instrumen investasi yang cocok untuk kita? Benarkah investasi yang memberi imbal hasil tinggi juga memiliki tingkat risiko yang tinggi? Apa saja yang harus kita perhatikan untuk memulai sebuah investasi?
Berikut kami akan memberikan beberapa tips terkait langkah-langkah berinvestasi:
1. Kenali Tujuan Investasi kita
Apa yang ingin kita lakukan dengan dana hasil investasi tersebut? Apakah untuk membeli rumah, dana pensiun, atau ingin mendapatkan penghasilan tambahan.
2. Kenali Profil Risiko Kita
Berinvestasi di deposito lebih rendah risikonya, tapi juga lebih rendah imbal hasilnya. Investasi Obligasi memiliki tingkat imbal hasil dan risiko setingkat di atas deposito. Diatasnya ada reksadana, dan investasi dengan tingkat imbal hasil dan risiko yang lebih tinggi adalah saham. Kalau anda tipe orang yang cenderung tenang dalam menghadapi masalah, problem solver, anda boleh mencoba investasi saham. Namun, jika anda orang yang mudah panik dalam menghadapi persoalan, sebaiknya anda investasikan ke instrumen yang tingkat resikonya lebih rendah, yaitu reksadana atau obligasi.
3. Tentukan rentang waktu yang kita inginkan
Investasi jangka panjang atau jangka pendek (sesuaikan dengan tujuan investasi kita). 4. Pelajari instrumen investasi sebaik-baiknya, sesuaikan porsinya dengan skill kita
Risiko berbanding lurus dengan tingkat pemahaman seseorang akan sebuah instrumen investasi. Investasi saham sangat berisiko bagi orang yang sama sekali belum mempelajari strateginya, seiring dengan meningkatnya pemahaman investor dan kemampuannya mengendalikan emosi.
Gambar: butikaini.com
Pojok BEI
Tax Corner
Volume VII/ Edisi 1/ Januari - Maret 2014