ISSN: 2614-4387 (print), 2599-2759 (online)
UPAYA MENINGKATKAN DAYA INGAT ANAK DALAM MENGHAFAL AL-QUR’AN MELALUI METODE ONE DAY ONE AYAT (ODOA) DI PAUD ASTER 23
JEMBER
Muzayyana Ika Mawarni1), Firman Ashadi2,a)
1,2PG PAUD, IKIP PGRI Jember, Jl. Jawa No. 10 Jember, Indonesia a)Email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan metode One Day One Ayat serta peningkatan daya ingat anak dalam menghafal Al-Qur’an pada kelompok B PAUD Aster 23 Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas secara kolaboratif. Subyek penelitian ini adalah anak-anak kelompok B PAUD Aster 23 Kaliwates Jember sebanyak 9 anak. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan bulan Juli sampai bulan Agustus 2020. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, bahwa metode One Day One Ayat dapat meningkatkan kemampuan daya ingat anak dalam menghafal Al-Qur’an kelas B di PAUD Aster 23 Jember. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari perolehan persentase dari sebelum tindakan dan setelah dilakukan tindakan siklus I dan siklus II. Pelaksanaan siklus I memperoleh persentase sebesar 70,30% yang meningkat dari sebelum dilakukan tindakan. Kemudian meningkat secara signifikan pada siklus II dengan perolehan hasil persentase sebesar 82,80% dikarenakan metode penyampaian dalam mengajar yang berbeda sehingga stimulasi yang diberikan kepada anak dapat tuntas dan tidak mengalami kesulitan.
Kata Kunci: Meningkatkan, Daya Ingat, Metode One Day One Ayat Abstract
This study aims to describe the application of the One Day One Verse method and to improve children's memory in memorizing Al-Qur'an in group B PAUD Aster 23 Jember. The type of research used is collaborative classroom action research. The subjects of this study were 9 children of group B PAUD Aster 23 Kaliwates Jember. Collecting data using the method of observation and method of documentation. The data analysis technique used descriptive qualitative and quantitative. The research was conducted from July to August 2020. Based on the results of research and discussion that has been done, the One Day One Verse method can improve children's memory skills in memorizing Al-Qur'an class B in PAUD Aster 23 Jember. This increase can be seen from the percentage acquisition before the action and after the action cycle I and cycle II. The implementation of the first cycle obtained a percentage of 70.30% which increased from before the action was taken. Then it increased significantly in cycle II with the acquisition of a percentage of 82.80% due to the different teaching methods so that the stimulation given to the children was complete and had no difficulty.
Keywords: Improve, Memory, One Day One Verse Method
PENDAHULUAN
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk
membantu pertumbuhan dan
perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Usia dini yaitu usia 0-8 tahun yang sering disebut juga dengan usia emas atau
Golden Age. Dalam usia emas ini
merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan dan potensi anak. Menurut berbagai penelitian neurologi terbukti bahwa 50% kecerdasan anak terbentuk dalam kurun waktu 4 tahun pertama (Suyanto, 2005).
Oleh karena itu, pendidikan anak usia dini amatlah penting dan merupakan pondasi pertama dalam mengembangkan aspek perkembangan anak yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak terutama pada periode berikutnya hingga masa dewasanya. Dan amat sayang sekali jika masa ini terlewati begitu saja tanpa adanya upaya untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik yang mampu memberikan rangsangan yang dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak secara keseluruhan termasuk aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Bagi setiap muslim, Al-Qur’an merupakan pedoman dalam menjalani kehidupan dan harus menjadi satu-satunya tuntunan dalam hidup untuk menuju segala kebaikan. Al-Qur’an merupakan identitas sebagai seorang muslim yang idealnya dikenal, dimengerti dan dihayati oleh setiap individu yang mengaku muslim. Al-Qur’an juga merupakan sumber dari segala ilmu. Mengajarkan Al-Qur’an pada anak usia dini akan memberikan banyak manfaat diantaranya akan membuat anak merasa tenang jiwanya serta akan membentuk karakter yang islami pada anak. Tentunya setelah mengajarkan tauhid dan juga adab.
Pendidikan Anak Usia Dini Aster 23 Jember terletak di Jalan Gajah Mada 31 Kaliwates. PAUD Aster 23 merupakan sebuah lembaga dibawah naungan Posyandu kelurahan Kaliwates. PAUD Aster 23 juga merupakan salah satu lembaga yang mengedepankan pendidikan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai islam dan salah satu program pembelajarannya adalah menghafal Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap hari pada jam pertama di sekolah yang merupakan salah satu kurikulum khas yang membedakan dengan sekolah lainnya.
Peneliti melakukan observasi pada bulan juli saat pembelajaran berlangsung serta wawancara dengan guru kelas di kelompok B PAUD Aster 23 yang rata-rata berusia 4-5 tahun. Dari hasil observasi
yang dilakukan saat terjadi pandemi
Covid-19 menurut data-data hasil evaluasi
penilaian guru kelompok B PAUD Aster 23 menunjukkan bahwasanya kegiatan menghafal Al-Qur’an belum berjalan dengan maksimal.
Melihat permasalahan yang diuraikan di atas, maka peneliti berkolaborasi dengan guru mencoba menggunakan metode One Day One Ayat (ODOA) untuk meningkatkan daya ingat anak. Metode menghafal One Day One
Ayat (ODOA) ini perlu dibuat semenarik
dan menyenangkan mungkin untuk membantu mengoptimalkan daya ingat anak terhadap kemampuan anak dalam menghafal Al-Quran. Metode One Day
One Ayat adalah tehnik menghafal
Al-Quran dengan cara satu hari satu ayat, jika ayat yang cukup panjang dapat dihafal dalam waktu dua hari (Hermawan & Luthfianty, 2011).
Setiap hari jadi hanya satu ayat saja yang diberikan kepada anak. Anak menghafal satu ayat yang di ulang-ulangi sehingga akan memudahkan anak dalam mengingat hafalan selain itu juga akan membantu anak untuk lebih tepat dalam pengucapan dan benar dalam membacanya. Metode One Day One Ayat merupakan metode menghafal yang menyenangkan bagi anak karena dapat dilakukan dengan berbagai cara dan teknik yang dapat berpengaruh baik pada perkembangan jiwa anak. Pengulangan sebuah tekhnik yang digunakan akan menjaga informasi di dalam memori tetap aktif (Sternberg, 2008).
Menghafal Al-Quran dengan metode
One Day One Ayat merupakan metode
termudah dari metode yang pernah ada.
Metode One Day One Ayat ini dapat
memaksimalkan otak karena kerja otak semakin bertambah dalam hitungan detik dan menit, hal ini menyebabkan sel-sel pada otak anak akan selalu berfungsi secara optimal (Yayan, 2015).
Metode One Day One Ayat
dikembangkan oleh Ustadz Yusuf Mansur sejak tahun 2008 yang sudah diuji cobakan
di PPA Darul Quran dan sudah berkembang di seantero dunia. Adapun cara yang dapat dilakukan agar kegiatan menghafal Al-Quran dengan metode One
Day One Ayat menjadi menyenangkan
dengan menggunanakan berbagai model melalui kegiatan membaca satu ayat secara bersama-sama, melakukan bentuk permainan sederhana, dan cerita bergambar.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (classroom
action research), yang berarti penelitian
yang dilakukan oleh guru di dalam kelas melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran dikelas, sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan (Daryanto, 2011). Secara ringkasnya penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktik pembelajaran mereka, dan belajar dari pengalaman mereka sendiri.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif yang bertumpu pada latar belakang alamiah, lebih mementingkan proses daripada hasil serta disepakati oleh peneliti dan subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas B (usia 4-5 tahun) di PAUD Aster 23 Jember, yang berjumlah 9 anak didik, terdiri dari 6 anak putri dan 3 anak putra. Objek dari penelitian ini adalah kemampuan daya ingat anak.
Prosedur penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam beberapa siklus apabila siklus pertama belum mencapai ketuntasan, maka dilakukan perbaikan disiklus berikutnya. Penelitian dikatakan selesai jika sudah mencapai indikator keberhasilan. Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian ini, peneliti bekerja sama dengan guru kelas untuk membantu prosedur dalam proses penelitian. Dari setiap siklus terdiri dari 4 langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah:
1. Metode Observasi 2. Metode Dokumentasi
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dalam penelitian ini adalah data hasil observasi selama proses kegiatan menghafal Al-Qur’an. Data kuantitatif dalam penelitian ini merupakan hasil persentase dari kemampuan daya ingat anak menggunakan statistik.
Hal tersebut serupa dengan pendapat Arikunto (2010) yang menyatakan bahwa analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif digunakan untuk menentukan peningkatan proses belajar melalui tindakan yang telah diberikan lalu merujuk pada data kualitas objek penelitian, sedangkan analisis data kuantitatif memanfaatkan persentase yang merupakan langkah awal dari keseluruhan proses analisis.
Analisis data dilakukan untuk mengolah dan menginterpretasi data dengan tujuan memperoleh informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian (Sanjaya, 2011). Data dianalisa menggunakan rumus penilaian untuk mengetahui tingkat keberhasilan anak. Menurut Sudijono (2014) perhitungan data diperoleh dilakukan dengan menggunakan rumus:
P = f x 100% N
P: Persentase ketuntasan belajar siswa f : Jumlah siswa yang tuntas
N: Jumlah seluruh siswa
Menurut Arikunto (2010), kriteria keberhasilan penelitian apabila minimal 75% dari seluruh siswa. Ada 5 (lima) kategori dalam mengelompokkan jawaban responden yaitu kategori sangat baik, baik, cukup, kurang, dan kurang sekali. Dengan persentase berikut:
1. Kriteria 76% - 100% : Sangat Baik 2. Kriteria 51% - 75% : Baik
3. Kriteria 26% - 50% : Cukup 4. Kriteria 0% - 25% : Kurang
Berdasarkan dari hasil kriteria tersebut peneliti menyesuaikan dengan kriteria yang ditetapkan di taman kanak-kanak dengan pedoman sebagai berikut:
1. Kriteria sangat baik setara dengan berkembang sangat baik (BSB) 2. Kriteria baik setara dengan
berkembang sesuai harapan (BSH) 3. Kriteria cukup setara dengan mulai
berkembang (MB)
4. Kriteria kurang setara dengan belum berkembang (BB)
Indikator keberhasilan terpenuhi apabila anak telah mencapai perkembangan BSB (Berkembang Sangat Baik) sebanyak 75% dari total jumlah anak. Jumlah anak dalam satu kelas yang diteliti sebanyak 9 anak, maka keberhasilan 75% dari 9 anak adalah sebanyak 7 anak atau lebih.
Adapun instrumen penelitian yaitu suatu alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dengan observasi yang terdiri dari lembar observasi pada lampiran. HASIL DAN PEMBAHASAN
Proses pembelajaran di PAUD Aster 23 sudah baik, hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan bervariasi. Namun, kegiatan yang berkaitan dengan menghafal Al-Qur’an masih kurang stimulasi dan metode yang diberikan kepada anak juga kurang maksimal. Kegiatan menghafal yang kurang maksimal dapat dilihat dari hasil penilai guru yang menunjukkan sedikitnya keberhasilan yang dicapai anak saat menghafal Al-Qur’an.
Sebelum penelitian dilakukan di PAUD Aster 23 peneliti melakukan pra siklus atau pra tindakan terlebih dahulu untuk memperoleh data awal tentang kemampuan motorik halus anak ketika proses pembelajaran tahfidz berlangsung. Data yang diperoleh dari pra tindakan akan digunakan untuk mengukur kemampuan daya ingat anak usia 4-5 tahun melalui
kegiatan menghafal Al-Qur’an. Peneliti akan meningkatkan kemampuan daya ingat anak melalui metode One Day One
Ayat (ODOA).
Kegiatan pra-tindakan dilakukan dengan teknik pengumpulan data observasi, indikator yang dinilai ketika pra-tindakan ialah anak dapat menghafal satu surat dan melanjutkan ayat yang dibaca oleh guru, tanpa bantuan guru atau dengan bantuan guru, anak belum dapat menghafal, dan anak yang diam saja.
Tabel 1. Rekapitulasi Data Kemampuan Daya Ingat Anak dalam Menghafal
Al-Qur’an Pra Tindakan/ Pra Siklus. Indikator Daya Ingat Menghafal Al-Qur’an Kriteri a Jml Ank Persen-tase Ket. Jika anak dapat menghafal satu surat dengan lancar, tanpa bantuan guru. 76% - 100% 2 22,2% **** (BSB) Jika anak dapat menghafal satu surat dengan lancar, dengan bantuan guru. 51% - 75% 2 22,2% *** (BSH) Jika anak dapat menghafal, tidak lancar/ banyak kesalahan, dengan bantuan guru. 26% - 50% 2 22,2% ** (MB) Jika anak diam saja. 0% - 25% 3 33,3% * (BB)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Proses pembelajaran di PAUD Aster 23 sudah baik, hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan bervariasi. Namun, kegiatan yang berkaitan dengan menghafal Al-Qur’an masih kurang stimulasi dan metode yang diberikan kepada anak juga kurang maksimal. Kegiatan menghafal yang kurang maksimal dapat dilihat dari hasil penilai guru yang menunjukkan sedikitnya keberhasilan yang dicapai anak saat menghafal Al-Qur’an.
Sebelum penelitian dilakukan di PAUD Aster 23, terlebih dahulu dilakukan pra siklus atau pra tindakan untuk memperoleh data awal tentang kemampuan motorik halus anak ketika proses pembelajaran tahfidz berlangsung. Data yang diperoleh dari pra tindakan akan digunakan untuk mengukur kemampuan daya ingat anak melalui kegiatan menghafal Al-Qur’an.
Pra tindakan dilakukan dengan teknik pengumpulan data observasi, indikator yang dinilai ketika pra tindakan ialah anak dapat menghafal satu surat dan melanjutkan ayat yang dibaca oleh guru, tanpa bantuan guru atau dengan bantuan guru, anak belum dapat menghafal, dan anak yang diam saja.
Penelitian tindakan kelas yang dilakukan untuk meningkatkan daya ingat anak dalam menghafal Al-Qur’an melalui metode One Day One Ayat (ODOA) telah dilaksanakan selama 2 siklus dengan menunjukkan adanya peningkatan serta keberhasilan. Berikut ini merupakan rata-rata persentase kemampuan motorik halus anak dari pra siklus, pelaksanaan siklus I, dan siklus II.
Tabel 2. Persentase kemampuan daya ingat anak menghafal Al-Qur’an Persentase Pra Siklus (%) Persentase Siklus I (%) Persentase Siklus II (%) 62,5% 70,30% 82,80%
Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui adanya peningkatan, dari data diperoleh sebelum tindakan dan sesudah dilakukan tindakan pada siklus I dan siklus II. Persentase kemampuan daya ingat anak dalam menghafal Al-Qur’an sebelum tindakan 62,5%, mengalami peningkatan pada pelaksanaan siklus I 70,30%, dan meningkat secara signifikan pada pelaksanaan siklus II menjadi 82,80%.
Gambar 1. Diagram Kemampuan Daya Ingat Anak dalam Menghafal Al-Quran
pada Pra Siklus.
Gambar 2. Diagram Kemampuan Daya Ingat Anak dalam Menghafal Al-Quran
pada Pra Siklus. 0% 20% 40% 60% 80% Pra Siklus
Kemampuan Daya Ingat Anak Dalam Menghafal Al-Qur'an
Pra Siklus 0 0.2 0.4 0.6 0.8 Siklus I
Kemampuan Daya Ingat Anak Dalam Menghafal Al-Qur'an
Gambar 3. Diagram Rekapitulasi Peningkatan Kemampuan Daya Ingat Anak dalam Menghafal Al-Qur’an Melalui
Metode One Day One Ayat (ODOA). Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh peneliti kemampuan daya ingat anak dalam menghafal Al-Qur’an mengalami peningkatan karena dengan dilakukan tindakan dan penjelasan guru kepada anak yang lebih detail dan mudah ditiru sehingga anak lebih mudah mengingat hafalan dengan metode satu hari satu ayat. Metode tersebut tersebut bertujuan untuk memudahkan anak dalam menngingat dan membuat anak tidak merasa jenuh selama proses menghafal.
Metode tersebut sangat tepat untuk meningkatkan kemampuan daya ingat anak usia 4-5 tahun karena melalui metode tersebut anak belajar untuk konsisten dalam menghafal sehingga otak anak akan terbiasa dalam mengingat sehingga akan membuat kemampuan daya ingat anak lebih meningkat.
Pembelajaran tahfidz dengan menggunakan metode One Day One Ayat dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan, sehingga tidak menyulitkan anak dalam menghafal Al-Qur’an. Perlu diketahui bahwa, menghafal Al-Qur’an memiliki banyak sekali manfaat bagi anak usia dini. Maka seyogyanya anak memiliki pengalaman dalam hal itu di usia dininya.
Kegiatan menghafal Al-Qur’an dengan metode One Day One Ayat telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan daya ingat anak usia 4-5 tahun di PAUD Aster 23 Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Hal ini dapat menjadi alternatif kegiatan pembelajaran untuk menstimulasi kemampuan daya ingat anak agar dapat berkembang dengan maksimal, selain itu juga dapat memberikan pelajaran yang tidak membosankan kepada anak.
Hal ini sesuai dengan pendapat Machmud (2015) yang menyatakan bahwa metode One Day One Ayat sangat mudah diajarkan kepada anak-anak dan memudahkan anak dalam menghafal. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan di atas maka didapatkan data bahwa melalui penggunaan metode One
Day One Ayat berhasil meningkatkan daya
ingat anak pada kelompok B usia 4-5 tahun di PAUD Aster 23 Jember. Peningkatan tersebut terjadi karena melalui metode One Day One Ayat anak memiliki pengalaman baru dalam menghafal, anak dapat menggunakan berbagai model yang menyenangkan, konsisten dan anak lebih mudah dalam menghafal.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metode One Day One Ayat (ODOA) sangat mudah diterapkan pada siswa kelompok B PAUD Aster 23 Jember dan berhasil meningkatkan daya ingat anak usia 4-5 tahun kelompok B PAUD Aster 23. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari perolehan persentase dari sebelum tindakan dan setelah dilakukan tindakan siklus I dan siklus II. Pelaksanaan siklus I memperoleh persentase sebesar 70,30% yang meningkat dari sebelum dilakukan tindakan. Kemudian meningkat secara signifikan pada siklus II dengan perolehan hasil persentase sebesar 82,80% dikarenakan metode penyampaian dalam mengajar yang berbeda sehingga stimulasi 0% 20% 40% 60% 80% 100% Pra Siklus Siklus I Siklus II
Kemampuan Daya Ingat Anak Dalam Menghafal Al-Qur'an
Siklus II Siklus I Pra Siklus
yang diberikan kepada anak dapat tuntas dan tidak mengalami kesulitan.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta.
Daryanto. (2011). Penelitian Tindakan
Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah Beserta Contoh-Contohnya.
Yogyakarta: Gava Media.
Hermawan, S. & Luthfiaty, E. (2011).
Panduan Tahfidz Quran Jilid 5 One Day One Ayat. Tanggerang: PPPA
Daarul Quran.
Machmud, A. (2015). Kisah Penghafal
Al-quran. Jakarta: Elex Media Komputindo Gramedia.
Sanjaya, W. (2011). Penelitian Tindakan
Kelas. Jakarta: Kencana Prenada.
Sternberg, R. J. (2008). Psikologi Kognitif. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Sudijono, A. (2014). Pengantar Statistik
Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo.
Suyanto, S. (2005). Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini.
Yogyakarta: Hikayat.
Yayan, M. F. (2015). Quantum Tahfidz
Metode Cepat dan Mudah
Menghafal Al-quran. Palembang: