• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ditinjau dari latar belakang yang ada, persoalan dalam penelitian ini adalah :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ditinjau dari latar belakang yang ada, persoalan dalam penelitian ini adalah :"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

Virus Corona atau biasa disebut Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019 (Chari, 2020). Pada jangka waktu yang relatif singkat, virus ini dengan sangat cepat menyebar ke hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Untuk menghambat pertumbuhan infeksi yang semakin cepat, perubahan dalam kebiasaan sosial inti warga diperlukan dan perubahan perilaku ini harus terjadi dengan sangat cepat. Kontribusi kali ini mengkaji motivasi psikologis di balik dua tindakan perilaku yang diterapkan selama Pandemi Covid-19: jarak fisik, yaitu meminimalkan kontak dekat dengan orang lain (Social and Physical Distancing) dan kedua memakai masker wajah. Baik menjaga jarak secara fisik maupun menggunakan masker wajah dapat mengurangi risiko kemungkinan bahwa orang yang terinfeksi menyebarkan virus SARS-CoV-2 kepada mereka yang tidak terinfeksi (Pfattheicher et al., 2020).

Social and Physical Distancing atau pembatasan interaksi secara fisik antar individu memberi dampak ke berbagai hal. Ini terjadi karna aktivitas masyarakat dibatasi secara fisik untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Untuk itu pemerintah menghimbau semua lapisan masyarakat agar dapat melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di luar rumah, seperti bekerja, belajar dan beribadah bisa dilaksanakan dari rumah (Work From Home) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Berdasarkan himbauan tersebut sebagian besar Perusahaan-Perusahaan Milik Negara Maupun Swasta menerapkan konsep Work From Home melalui kebijakan-kebijakan yang disepakati bersama karyawannya untuk tetap bekerja secara produktif dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dengan memanfaatkan teknologi. Seperti menggunakan media online (google meet, zoom dan aplikasi lain) yang dapat menghubungkan antar individu karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan tanpa harus berinteraksi secara fisik.

Namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan Work from Home, yang secara langsung berpengaruh terhadap kinerja karyawan seperti produktifitas, kelengkapan alat kerja, kurangnya koordinasi, gangguan lingkungan di rumah, dan lain sebagainya.

(2)

Penelitian yang dilakukan Mungkasa, (2020) mengatakan bahwa, 75 persen pegawai tetap menginginkan bekerja dari rumah begitu juga dari data kaji cepat Asture Solution, data menunjukkan bahwa 55 persen responden merasa lebih produktif dalam skema Work From Home (Vibriyanti, 2020). Mungkasa, (2020) juga berbicara tentang keinginan pekerja untuk tetap bekerja dari rumah sebesar 75 persen dan produktivitas pekerja yang bekerja dari rumah, yang menurut Mungkasa, (2020) adalah tinggi, sedangkan penelitian ini fokus pada tingkat kinerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan selama Pandemi Covid-19. Dibandingkan dengan penelitian Salain et al,. (2020) mereka fokus pada kelebihan dan kelemahan bekerja dari rumah, sedangkan penelitian ini berfokus pada mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yang bekerja dari rumah.

Ditinjau dari latar belakang yang ada, persoalan dalam penelitian ini adalah : 1. Seberapa tinggi tingkat kinerja karyawan yang bekerja dari rumah selama

Pandemi Covid-19 ?

2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yang bekerja dari rumah selama Pandemi Covid-19 ?

Tujuan Penelitian :

1. Untuk mengetahui tingkat kinerja karyawan yang bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19

2. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yang bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19

Manfaat Penelitian

Pragmatis: Sebagai bahan pertimbangan bagi karyawan untuk mengusulkan kepada manajer agar tetap bekerja dari rumah atau bekerja di kantor dengan mengikuti protokol kesehatan. Bagi perusahaan, sebagai bahan pertimbangan untuk tetap bekerja dari rumah atau mengubahnya menjadi bekerja di kantor dengan mengikuti protokol kesehatan.

(3)

Teoritis: Menambah pengetahuan tentang kinerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yang bekerja dari rumah, dan sebagai referensi bagi peneliti lain terkait kinerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yang bekerja dari rumah.

TINJAUAN PUSTAKA

Dalam bagian ini membahas terkait definisi dari konsep-konsep kinerja karyawan, work from home, serta uraian teoritis atas persoalan penelitan yang meliputi tingkat kinerja karyawan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan.

Kinerja Karyawan

Menurut Sahri, (2019) kinerja karyawan merupakan ukuran sejauh mana keberhasilan seseorang dalam melakukan tugas pekerjaannya. Kinerja karyawan juga merupakan pencapain kerja karyawan dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh organisai atau perusahaan , baik secara kualitas dan kuantitas (Kurniawan, 2012).

Agustin, (2020) mengatakan bahwa kinerja merupakan suatu gambaran mengenai tentang tingkat tercapainya suatu pelaksanaan program kegiatan atau kebijakan dalam tujuan sebuah organisasi atau perusahaan yang telah ditetapkan.

Sedangkan menurut Andhika, (2019) kinerja karyawan merupakan tindakan nyata yang ditampilkan sebagai hasil kerja yang telah dikerjakan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Dari beberapa definisi di atas, maka definisi kinerja karyawan dalam tugas akhir ini adalah sama dengan definisi Andhika, (2019).

Bekerja Dari Rumah (Work From Home)

Agustian, (2020) mengatakan WFH atau Work From Home merupakan suatu konsep kerja yang mana karyawan dapat melaksanakan pekerjaannya dari rumah sehingga dapat memberikan jam kerja yang fleksibel bagi karyawan dan

(4)

juga lebih membantu karyawan untuk menyeimbangkan kehidupan kerjanya sekaligus menyelesaikan pekerjaannya sebagai karyawan perusahaan.

Work From Home juga biasa disebut dengan istilah Telecommuting.

Telecommuting merupakan pengaturan kerja alternative untuk bekerja menggunakan teknologi. Dengan kata lain, umumnya digunakan untuk merujuk pada peluang yang diberikan kepada karyawan untuk bekerja dari rumah atau di kantor (Maria Helena dan Hyronimus, 2020)

Sedangkan Mungkasa, (2020) mengatakan bahwa bekerja jarak jauh dimaksudkan sebagai cara bekerja dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang dilaksanakan sebagian atau seluruhnya di luar kantor dengan bantuan layanan telekomunikasi dan informasi.

Dari beberapa definisi di atas, maka definisi Work From Home atau bekerja dari rumah dalam tugas akhir ini adalah sama dengan definisi dari Mungkasa, (2020) karna sejalan dengan pendapat bahwa Work From Home atau bekerja dari rumah merupakan suatu konsep yang dilaksanakan suatu organisasi atau perusahaan dimana pekerjaan yang dilaksanakan dikantor dapat dikerjakan dari rumah. Konsep tersebut banyak diterapkan pada saat ini mengingat adanya Pandemi Covid-19 yang mengharuskan lapisan masyarakat untuk melakukan aktivitas dari rumah untuk menekan penyebaran Covid-19.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi kinerja

Kusjainah dan Listyorini, (2015) mengatakan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan yaitu sebagai berikut:

1. Faktor Individual, merupakan kemampuan melakukan pekerjaan yang berasal dari diri individu seperti motivasi dari dalam diri dan etos kerja.

2. Faktor Psikologis, merupakan faktor yang berasal dari dalam diri seorang karyawan terkait kondisi mental yang meliputi tekanan di tempat kerja, persepsi serta kepuasan kerja yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan.

3. Faktor Organisasi, dalam melaksanakan tugas karyawan membutuhkan dukungan organisasi. Dukungan tersebut dalam bentuk pengorganisasian,

(5)

penyediaan sarana dan prasarana kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. Dengan adanya pengorganisasian akan memberi kejelasan bagi setiap karyawan mengenai tujuan yang harus dicapai organisasi atau perusahaan agar mencapai hasil yang maksimal serta meningkatkan kinerja karyawan.

Faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan perlu diidentifikasi untuk menciptakan kondisi kerja yang sesuai dengan karakteristik karyawan sehingga kinerja karyawan dapat ditingkatkan.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja baik hasil maupun perilaku kerja terbagi menjadi dua sebagai berikut (Astuti et al,. 2019) :

1. Faktor internal yang meliputi keadaan fisik dan psikologis, keinginan atau motivasi (reward and punishment), umur, jenis kelamin,pendidikan, pengalaman kerja serta latar belakang budaya.

2. Faktor eksternal meliputi lingkungan kerja, kepemimpinan, umpan balik rekan kerja, pengawasan, sistem upah dan lingkungan sosial.

Sedangkan menurut Irawa, (2019) beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu sebagai berikut:

1. Kualitas dan kemampuan karyawan, hal-hal yang berkaitan dengan motivasi serta kemampuan individu untuk melaksanakan tugas yang diberikan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

2. Sarana pendukung, dengan adanya sarana pendukung dan jaminan kerja seperti teknologi, jaminan sosial serta keamanan kerja akan membuat karyawan merasa aman sehingga kinerja karyawan dapat meningkat.

3. Supra sarana, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan kejadian yang terjadi dalam suatu organisasi atau perusahaan seperti kebijaksanaan pemerintah dan hubungan industrial manajemen.

Dari berbagai pendapat di atas, dalam tugas akhir ini digunakan pendapat dari Astuti et al., (2019) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja mencakup faktor internal dan faktor eksternal.

(6)

Tingkat Kinerja

Menurut Salain, (2020) kinerja merupakan tingkatan pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Salain, (2020) juga mengartikan kinerja sebagai tingkat pencapaian atau hasil kerja karyawan terhadap pekerjaan yang harus dilaksanakan dalam periode waktu tertentu.

Sedangkan Winanti, (2011) mengatakan kinerja merupakan suatu pengukuran ringkas dari kuantitas dan kualitas kontribusi tugas-tugas yang telah dikerjakan dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Adapun kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kinerja menurut Winanti, (2011) yaitu sebagai berikut:

1. Quality, yaitu tingat sejauh mana proses atau hasil pelaksanaan pekerjaan yang mendekati tujuan yang diharapkan suatu organisasi atau perusahaan.

2. Quantity, yaitu kinerja dapat diukur dari target kerja yang telah berhasil dicapai dan volume pekerjaan yang dilakukan sesuai harapan.

3. Timeliness, yaitu kinerja dapat diukur dari efisiensi dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi atau perusahaan yang dilihat dari ketepatan waktu menyelesaikan suatu pekerjaan.

4. Cost effectiveness, adalah tingkat sejauh mana kemampuan organisasi dalam mempertimbangkan aspek biaya dan konsekuensi dari sebuah alternatif pemecahan masalah agar mencapai hasil yang sesuai harapan.

5. Need for supervision, tingkat sejauh mana karyawan dapat melaksanakan tugas masing-masing dengan bertanggung jawab meskipun tanpa pengawasan dari seorang supervisor.

6. Interpersonal impact, tingkat sejauh mana karyawan mampu membangun kerjasama dan rasa saling menghargai sesama rekan kerja maupun bawahan.

Dari berbagai pendapat di atas, dalam tugas akhir ini digunakan pendapat dari, Salain, (2020) yang mengatakan tingkat kinerja merupakan tingkatan pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu dalam suatu organisasi atau perusahaan.

(7)

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif Kusuma, (2011). Pengambilan data dilakukan di Perum Perumnas Regional VII Makassar, karna targetnya untuk mengetahui tingat kinerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yang bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19.

Dalam penelitian ini yang digunakan adalah data primer. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis kuesioner terbuka dimana jawabannya di isi oleh responden sehingga mendapat informasi yang mendalam. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif.

Penelitian ini menggunakan 10 narasumber. Sampel sumber data yang digunakan adalah purposive sampling. Scheffer dan Markus, (2016) mengatakan purposive sampling adalah teknik penentuan sampling yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Narasumber yang ditunjuk adalah karyawan yang benar-benar melaksanakan konsep Work From Home (bekerja dari rumah) selama pandemi Covid-19 sehingga mampu memberikan data yang maksimal.

HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Responden

Terdapat 10 responden dalam penelitian ini. Data diperoleh dari tanggal 28 Juni 2021 sampai 9 Juli 2021. Responden yang berusia 31 tahun ke bawah ada empat orang sedangkan yang berusia lebih dari 31 tahun ada enam orang. Terdiri dari lima orang perempuan dan lima orang laki-laki. Dari segi pendidikan satu orang lulusan SMA, dua orang lulusan D3, enam orang lulusan S1 dan satu orang lulusan S2.

Untuk menjawab masalah penelitian tersebut maka peneliti mendeskripsikan dengan beberapa poin yang diuraikan berdasarkan fokus pertanyaan penelitian sebagai berikut:

(8)

Tingkat Kinerja Karyawan yang Bekerja dari Rumah (work from home) selama masa Pandemi Covid-19

Berdasarkan hasil penelitian terkait ketepatan waktu semua responden mengatakan mengerjakan tugas tepat waktu selama bekerja dari rumah.

Adapun inisiatif kerja selama bekerja dari rumah (work from home), semua responden mengatakan memiliki inisiatif kerja. Karna sikap inisiatif merupakan kemampuan diri untuk lebih produktif melakukan sesuatu, khususnya penyelesaian pekerjaan. Dengan adanya sikap inisiatif kerja selama bekerja dari rumah memampukan karyawan mengerjakan tugas tepat waktu. Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa karyawan memiliki insiatif kerja selama bekerja dari rumah (work from home).

Selanjutnya pengaruh penggunaan sumberdaya yang digunakan dalam bekerja dari rumah (work from home), semua responden mengatakan sangat mempengaruhi. Karna penggunaan listrik dan internet bertambah serta terbatasnya jaringan serta kuota internet. Dari pendapat responden tersebut dapat diketahui bahwa penggunaan sumberdaya karyawan selama bekerja dari rumah (work from home) sangat mempengaruhi.

Berikutnya hasil kerja karyawan selama bekerja dari rumah (work from home), sebanyak enam responden mengatakan hasil kerja belum sesuai karna belum mencapai target yang diberikan. Sedangkan empat responden yang mengatakan sesuai sudah mencapai target selama bekerja dari rumah (work from home). Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa hasil kerja karyawan Pada Perum Perumnas Regional VII Makassar belum sesuai karna belum mencapai target.

Adapun mutu hasil kerja karyawan selama bekerja dari rumah (work from home), enam responden mengatakan menurun atau kurang baik. Tiga responden yang mengatakan menurun, karna terkendala jaringan sehingga koordinasi terkait pekerjaan agak lambat. Tiga responden lain mengatakan mutu kurang baik dibandingkan Work From Office (bekerja dari kantor), karna kurang fokus bekerja dari rumah. Sedangkan empat responden menjawab mutu hasil kerja baik karna

(9)

mencapai target yang diharapkan. Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa mutu hasil kerja karyawan menurun atau kurang maksimal.

Sedangkan bentuk kerjasama karyawan dengan atasan dan rekan kerja selama bekerja dari rumah (work from home), sembilan responden mengatkan baik dengan memanfaatkan alat teknologi seperti Via Whatsapp dan Zoom untuk berkoordinasi terkait pekerjaan. Sedangkan satu responden yang mengatakan kurang baik karna terkendala jaringan internet yang kurang stabil pada saat menggunakan aplikasi zoom untuk berkoordinasi. Dari jawaban responden tersebut dapat dikemukakan bahwa bentuk kerjasama karyawan dengan atasan dan rekan kerja baik melalui Via Whatsapp dan Zoom.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan yang Bekerja dari Rumah (work from home) selama masa Pandemi Covid-19

Berdasarkan hasil penelitian terkait dengan motivasi karyawan yang bekerja dari rumah (work from home), sembilan responden mengatakan lebih termotivasi bekerja dari kantor. Karna bisa bertemu langsung dengan orang sehingga koordinasi menjadi cepat dan hasil kerja lebih maksimal. Sedangkan satu responden yang lebih termotivasi bekerja dari rumah karna menjaga diri serta keluarga dari paparan virus Covid-19. Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa motivasi mempengaruhi kinerja karyawan.

Adapun faktor bonus, Sembilan responden mengatakan bonus mempengaruhi kinerja. Karna selama bekerja dari rumah pencapaian target kurang maksimal sehingga berdampak pada pemberian bonus serta uang makan dan transport terpotong. Sedangkan satu responden yang mengatakan tidak mempengaruhi. Karna situasi pandemi yang mengharuskan bekerja dari rumah demi kebaikan bersama dan kesehatan itu lebih penting dari materi. Bonus itu merupakan apresiasi terhadap kinerja bukan menjadi dasar kinerja yang ditunjukkan. Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakakan bahwa bonus mempengaruhi kinerja karyawan.

Selanjutnya faktor punishment, sembilan responden mengatakan mempengaruhi. Karna pada saat mendapatkan sanksi akan berpengaruh dalam

(10)

penilaian kinerja yang akan mengalami penurunan. Dengan adanya sanksi karyawan dapat mengetahui dimana letak kesalahan dalam bekerja dan sebisa mungkin kesalahan yang sama tidak terulang lagi. Sedangkan satu responden mengatakan tidak mempengaruhi karna sanksi yang diterima merupakan hasil tindakan sendiri yang harus dipertanggungjawabkan. Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa punishment mempengaruhi kinerja karyawan.

Berikutnya faktor usia, enam responden mengatakan mempengaruhi.

Karna belum mahir dalam mengoperasikan aplikasi Zoom selama bekerja dari rumah (work from home). Sedangkan empat responden yang mengatakan tidak mempengaruhi karna usia tidak menjadi hambatan selama motivasi dan loyalitas tetap dipegang teguh. Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa usia mempengaruhi kinerja karyawan.

Adapun faktor latar belakang pendidikan, delapan responden yang mengatakan mempengaruhi karna latar belakang pendidikan merupakan salah satu kualifikasi untuk mengerjakan pekerjaan tertentu. Khususnya dalam penggunaan aplikasi AT pada Perum Perumnas Regional VII Makassar. Apabila latar pendidikan tidak sesuai dengan bidang yang kita tempati maka akan berdampak pada kinerja. Sedangkan dua responden yang mengatakan tidak mempengaruhi karna memiliki latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan posisinya namun dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik. Intinya mau belajar. Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa latar belakang pendidikan mempengaruhi kinerja karyawan.

Sedangkan faktor pengalaman kerja, delapan responden mengatakan bahwa pengalam kerja mempengaruhi kinerja. Karena tanpa pengalaman kita tidak dapat mengembangkan pola pikir serta kinerja. Sedangkan dua responden mengatakan pengalaman kerja tidak mempengaruhi kinerja. Karna Work From Home adalah budaya kerja yang baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan.

Seperti rapat melalui Via Zoom. Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa pengalama kerja mempengaruhi kinerja karyawan.

(11)

Selanjutnya faktor latar belakang sosial budaya, terdapat enam responden mengatakan latar belakang sosial budaya mempengaruhi kinerja selama bekerja dari rumah (work from home). Perubahan yang awalnya bekerja dari kantor menjadi bekerja dari rumah (work from home). dimana pekerjaan lebih cepat diselesaikan apabila bekerja dari kantor karna koordinasi lebih mudah karna bertemu langsung dengan atasan dan rekan kerja. Berbeda dengan Work From Home dimana pekerjaan lebih lambat terselesaikan karna banyak kendala seperti jaringan internet yang kurang baik sehingga koordinasi menjadi lambat.

Sedangkan empat responden lainnya mengatakan sebaliknya. karna harus beradaptasi dengan perubahan-perubahan budaya kerja baru apalagi ditengah pandemi pada saat ini. Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa latar belakang sosial budaya mempengaruhi kinerja karyawan.

Adapun faktor lingkungan kerja, semua responden menjawab faktor lingkungan kerja mempengaruhi kinerja selama bekerja dari rumah (work from home). Karena situasi dirumah masing-masing orang berbeda. Dimana tidak semuanya kondusif untuk bekerja. Akan tetapi dengan bekerja dari rumah atau Work From Home lebih fleksibel. Terutama pada saat bosan bekerja dapat berpindah tempat ke tempat yang menurut kita nyaman untuk bekerja. Selain itu selama Work From Home waktu bekerja juga fleksibel bisa disesuaikan. Yang terpenting saat Work From Home karyawan bisa tetap bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa lingkungan kerja mempengaruhi kinerja karyawan.

Selain itu faktor kepemimpinan, terdapat sembilan responden yang mengatakan bahwa kepemimpinan mempengaruhi kinerja. Karna kepemimpinan berfungsi untuk mengatur hubungan antara atasan dan bawahan serta rekan kerja untuk bisa bekerjasama dengan baik dalam melaksanakan pekerjaan. Sedangkan satu responden mengatakan kepemimpinan tidak mempengaruhi kinerja selama bekerja dari rumah (work from home). Karna dari atasan sudah terlebih dahulu membagikan tugas yang akan dikerjakan. Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa kepemimpinan mempengaruhi kinerja karyawan.

(12)

Berikutnya faktor umpan balik rekan kerja, semua responden menjawab bahwa umpan balik rekan kerja mempengaruhi kinerja. Work From Home sangat bergantung pada umpan balik rekan kerja. Apabila umpan balik cepat penyelesaian pekerjaan dapat tepat waktu pula begitupun sebaliknya. Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa umpan balik rekan kerja mempengaruhi kinerja karyawan.

Adapun faktor pengawasan dari atasan, terdapat delapan responden mengatakan pengawasan dari atasan mempengaruhi kinerja. Karna pengawasan yang ada bertujuan untuk melihat sejauh mana kinerja karyawan dalam mengerjakan tugas apakah sudah sesuai atau belum. Sedangkan dua responden mengatakan tidak mempengaruhi kinerja selama bekerja dari rumah (work from home). Karna harus tetap disiplin meskipun tidak diawasi secara langsung seperti pada saat Work From Office. Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa pengawasan mempengaruhi kinerja karyawan.

Terakhir sistem upah, semua responden mengatakan hal yang sama bahwa sistem upah mempengaruhi kinerja selama bekerja dari rumah (work from home).

Karena pada saat Work From Home tidak mendapat uang makan dan transport.

Dari jawaban responden tersebut dapat dikatakan bahwa sistem upah mempengaruhi kinerja karyawan.

Selain hal-hal di atas, ada beberapa tambahan terkait faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan selama bekerja dari rumah (work from home).

Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa responden pada Perum Perumnas Regional VII Makassar. Yang pertama jaringan internet kurang stabil sehingga menghambat karyawan pada saat koordinasi melalui alat teknologi seperti Via Zoom. Kedua fasilitas yang kurang memadai, salah satunya tidak memiliki akses wifi yang jaringannya lebih stabil. Ketiga kepuasan kerja, karna karyawan lebih merasa puas bekerja dari kantor karna bertemu langsung dengan atasan dan rekan kerja dibandingkan bekerja dari rumah. Keempat target penjualan yang akan dicapai, untuk mencapai target harus meningkatkan kinerja serta memanfaatkan alat teknologi untuk penjualan meskipun Work From Home. Kelima ruang gerak terbatas sehingga mempengaruhi produktifitas kerja. Yang terakhir

(13)

miskomunikasi, kemungkin akan sering terjadi dan kerap kali menjadi salah satu tantangan terbesar saat Work From Home. Terkadang ada rekan kerja yang susah dihubungi meskipun di jam bekerja sehingga sulit untuk koordinasi.

KESIMPULAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kinerja karyawan selama bekerja dari rumah (work from home) pada Perum Perumnas Regional VII Makassar menurun atau kurang optimal. Karna terkendala jaringan dalam koordinasi terkait pekerjaan sehingga hasil kerja belum sesuai karna target belum tercapai, serta kurang fokus pada saat bekerja dari rumah (work from home). Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan selama bekerja dari rumah (work from home) pada Perum Perumnas Regional VII Makassar yaitu motivasi, bonus, punishment, usia, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, latar belakang sosial budaya, lingkungan kerja, kepemimpinan, umpan balik rekan kerja, pengawasan dari atasan serta sistem upah. Adapun faktor lain yang mempengaruhi kinerja yaitu jaringan internet yang kurang stabil, fasilitas kurang memadai, kepuasan kerja, target penjualan, ruang gerak terbatas dan miskomunikasi.

Implikasi teoritis

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kinerja karyawan menurun atau kurang optimal selama bekerja dari rumah. Karyawan juga lebih memilih bekerja dari kantor dibandingkan bekerja dari rumah. Berbeda dengan hasil survei Federasi Serikat Pekerja BUMN bahwa 66 persen karyawan BUMN yang menerapkan WFH sebanyak 84,3 persen menyatakan bahwa karyawan mampu mempertahankan dan meningkatkan produktivitas mereka (Anugrah dan Priyambodo, 2021). Begitupun survei yang dilakukan oleh CNN Jakarta (Anugrah dan Priyambodo, (2020) dimana terdapat 73 persen karyawan lebih memilih menerapkan WFH pasca pandemi Covid-19.

(14)

Implikasi terapan

Selama bekerja dari rumah terdapat beberapa kendala yang membuat pekerjaan kurang maksimal dikerjakan. Salah satunya jaringan internet yang kurang stabil, terbatasnya kuota internet, tidak memiliki akses pendukung seperti wifi dimana jaringan nya lebih stabil, beberapa karyawan kurang mahir dalam mengoperasikan aplikasi Zoom untuk koordinasi serta uang makan dan transport juga terpotong. Demi kelancaran dalam mengerjakan tugas selama bekerja dari rumah (work from home) sebaiknya uang makan dan uang transport tidak dipotong, tetapi diberikan kepada karyawan untuk membayar biaya wifi dan bisa untuk biaya kuota internet apabila karyawan yang lain tidak memiliki akses wifi di rumah. Selain itu memberikan simulasi untuk pengoperasian alat teknologi yang digunakan selama bekerja dari rumah (work from home) agar menunjang kinerja karyawan menjadi lebih baik.

Keterbatasan dan Saran

Hasil penelitian ini memiliki keterbatasan karna dalam masa pandemi Covid-19. Dengan penyebaran kuesioner yang dilakukan secara daring yang menyebabkan kurangnya komunikasi antara peneliti dengan responden. Terdapat kemungkinan kesalahpahaman responden dalam memahami instrumen pertanyaan dalam kuesioner.

Saran untuk penelitian selanjutnya yang hendak melakukan penelitian serupa diharapkan untuk menggali lebih dalam tentang konsep Work From Home dan dampaknya terhadap kinerja karyawan dengan menggunakan teknik wawancara.

Referensi

Dokumen terkait

Metode analisis data pada perancangan Tugas Akhir ini yakni dengan melakukan perbandingan desain media promosi terdahulu yang telah diterapkan oleh Rumah Teh Ndoro

Dalam proyek tugas akhir ini fokus pada perancangan media informasi pentingnya imunisasi bagi balita yang akan digunakan pada program penyuluhan rumah sakit Airlangga

Penelitian Tesis yang dilakuka oleh Putri Zafira Ruhliandini pada tahun 2020 yang berjudul “Pengaruh Promosi, Tingkat Harga, dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian Rumah

Yang dimana penelitian ini menitikberatkan pada pokok permasalahan yang di bahas yaitu Efektivitas Work From Home (WFH) Pegawai Bank Muamalar Kantor Cabang

Kepuasan kerja juga sangat mempengaruhi betah atau tidaknya seorang karyawan bekerja disuatu perusahaan, jika karyawan sudah merasa puas atas pekerjaan yang ia

Pelaksanaan bekerja dari rumah (work from home) di Kementerian Kesehatan dikecualikan bagi pegawai pada fasilitas pelayanan kesehatan, terutama yang berhubungan langsung

Pengaruh Bekerja Dari Rumah Work From Home Terhadap Kinerja Karyawan Bpkp.. Impact of leadership style Transformational & Transactional Leadership on Employee Performance & Mediating

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work family conflict terhadap kepuasan kerja pada karyawan yang bekerja dari rumah work from home di PT.. Inti Terafarma