• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini dunia kedokteran memiliki peran besar terhadap kehidupan masyarakat terutama untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Sebagai segmen kehidupan yang sangat diperlukan oleh masyarakat luas, maka diupayakan dalam bentuk program pencegahan dan penanganan penyakit. Dalam dunia kedokteran program imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah individu terserang penyakit, karena imunisasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit. Imunisasi wajib dilakukan oleh anak balita. Pada masyarakat Indonesia khususnya, banyak orang tua anak yang mulai tidak peduli dengan pentingnya imunisasi sehingga anak akan rentan terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui program imunisasi. Hal tersebut mungkin terlihat tidak terlalu penting, namun dampak jangka panjangnya yang dapat ditimbulkan sangat membahayakan kesehatan anak. Kesadaran orang tua akan pentingnya imunisasi pada anak semakin berkurang. Di Indonesia sendiri angka kematian bayi (AKB) mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup (KH). Menurut data laporan dari daerah yang diterima Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa jumlah bayi yang meninggal di Indonesia berdasarkan estimasi SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) mencapai 160.681 anak. (depkes.go.id).

Kabupaten jombang yang terletak di provinsi Jawa Timur memiliki angka kematian bayi mencapai 27.56 per 1000 (KH) terhitung lebih besar dibandingkan dengan kota Surabaya : 23.18 per 1000 (KH), kota Malang : 24.74 per 1000 (KH), dan Gresik : 23.27 per 1000 (KH) (Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2012 : 13). Hal tersebut terjadi karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat Jombang terhadap pentingnya imunisasi pada anak atau bayi. Jika anak atau bayi tidak diberikan imunisasi, maka tubuhnya tidak mempunyai kekebalan yang spesifik terhadap penyakit. Bila kuman berbahaya yang masuk cukup banyak maka tubuhnya tidak mampu melawan kuman tersebut sehingga dapat menyebabkan sakit berat, cacat atau bahkan meninggal. Anak yang tidak mau

(2)

2 diimunisasi akan menyebarkan kuman-kuman ke adik, kakak dan teman lain disekitarnya sehingga dapat menimbulkan wabah yang menyebar kemana-mana. Oleh karena itu, kesadaran orang tua sangat penting untuk menjaga tumbuh kembang anaknya melalui program imunisasi. Program imunisasi ini dapat diwujudkan dengan beberapa faktor, yaitu : faktor yang mempengaruhi kelengkapan pemberian imunisasi antara lain adalah pendidikan orang tua, dukungan keluarga, pendapatan keluarga, sikap orang tua, lingkungan dan sosial budaya setempat (Gunardi 2008). Untuk menekan AKB, Pemerintah Kabupaten Jombang memiliki program mobil ambulance Siaga Desa. Mobil ini selain dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat desa sekaligus sebagai alat transportasi menuju ke pusat layanan kesehatan. Selain itu Tim penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Jombang membuat program “SMS Bunda” yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu hamil untuk mendapatkan informasi atau tips kesehatan untuk dapat menjaga kesehatan bayi dengan baik. (Warta Jombang, Kamis, 05 Februari 2015). Maka dari itu perlu adanya kegiatan penyuluhan yang berguna untuk memberi pengetahuan dan pemahaman terhadap pentingnya imunisasi pada anak.

Di Jombang sendiri khususnya di rumah sakit Airlangga memiliki program penyuluhan terhadap masyarakat Jombang setiap satu bulan sekali. Namun hasil yang diinginkan belum mencapai target karena media informasi yang digunakan masih menggunakan media cetak sehingga kurang menarik bagi masyarakat Jombang.

Untuk itu perlu adanya media Informasi yang efektif sebagai media penyampai pesan yang dapat memberi pengetahuan mengenai pentingnya imunisasi untuk balita, khususnya untuk orang tua anak yang kurang memperhatikan pentingnya kesehatan anak melalui imunisasi.

1.2 Identifikasi Masalah

1. Tingkat kesadaran orang tua terhadap program imunisasi masih rendah.

2.Kurangnya pengetahuan dan pemahaman orang tua terhadap pentingnya imunisasi pada balita.

(3)

3 3.Media informasi yang digunakan dalam program penyuluhan Rumah Sakit

Airlangga masih kurang menarik.

1.3 Rumusan Masalah

Dari beberapa permasalahan diatas, penulis dapat menyimpulkan:

Bagaimana perancangan media informasi pentingnya imunisasi bagi balita yang mampu memberi pengetahuan dan pemahaman bagi masyarakat Jombang?

1.4 Ruang Lingkup

Dalam proyek tugas akhir ini fokus pada perancangan media informasi pentingnya imunisasi bagi balita yang akan digunakan pada program penyuluhan rumah sakit Airlangga Jombang. Ruang lingkup dari perancangan media informasi ini adalah:

1. Media informasi yang digunakan rumah sakit Airlangga pada program penyuluhan bagi masyarakat Jombang.

2. Perancangan media informasi yang ditayangkan pada saat penyuluhan rumah sakit Airlangga Jombang.

3. Lokasi rumah sakit Airlangga di jalan Airlangga No. 50 C, Jelakombo, Kecamatan Jombang, Jawa Timur.

4. Waktu perancangan tugas akhir dilakukan sejak bulan Februari sampai Juni 2015.

1.5 Tujuan Perancangan

Tujuan dari perancangan tugas akhir ini adalah :

1.Sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran pada orang tua anak akan pentingnya imunisasi bagi balita.

2.Memberikan pengetahuan kepada orang tua anak terhadap pentingnya imunisasi bagi balita.

1.6 Cara Pengumpulan Data dan Analisis 1.6.1 Cara Pengumpulan Data

Dalam proses pembuatan proyek tugas akhir ini, penulis menggunakan beberapa cara pengumpulan data yang dapat membantu dan mempermudah

(4)

4 pengerjaan laporan proyek tugas akhir ini. Adapun cara pengumpulan data yang digunakan adalah :

a. Studi Pustaka

Menurut Soewardikoen (2013 : 6), “Membaca juga bertujuan untuk memperkuat perspektif dan kemudian meletakkan dalam konteks. Teori-teori yang digunakan untuk menganalisis bersumber dari pemikiran para ahli yang telah melakukan penelitian. Teori-teori yang ditulis berdasarkan suatu cara pandang atau pemahaman tertentu yang kadang kala dapat berbeda dengan cara pandang ahli yang lain.”

Menggunakan metode membaca untuk memperkuat perspektif berdasarkan teori-teori yang digunakan untuk menganalisis bersumber dari pemikiran para ahli.

b. Wawancara

Menurut Emzir (2010:50), ”Wawancara ialah proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab antara peneliti dengan informan atau subjek penelitian”.

Wawancara dilakukan dengan menghubungi kepada narasumber yaitu pihak stakeholder rumah sakit Airlangga Jombang dan dokter spesialis anak di rumah sakit Airlangga jombang terkait data dan keadaan perusahaan yang kemudian ditulis pada laporan tugas akhir.

c. Observasi

Menurut S, Margono (2007:159), “Pada dasarnya teknik observasi digunakan untuk melihat dan mengamati perubahan fenomena–fenomena social yang tumbuh dan berkembang yang kemudian dapat dilakukan perubahan atas penilaian tersebut, bagi pelaksana observaser untuk melihat obyek moment tertentu, sehingga mampu memisahkan antara yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan”.

(5)

5 Metode ini dilakukan dengan memperhatikan situasi dan kondisi dari instansi dan terhadap masyarakat jombang secara langsung. Serta media informasi yang sudah ada, berguna membantu pengerjaan tugas akhir ini.

d. Kuesioner

Menurut Arikunto, Suharsimi (2006: 151), “Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui”.

Metode yang dilakukan melalui kuesioner dengan menyebarkan ke 100 masyarakat Jombang untuk dapat membantu dalam perancangan media informasi.

e. Dokumentasi

Menurut Arikunto (2006:158) “Dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapot, agenda dan sebagainya.”

Metode ini dilakukan untuk mengumpulkan data gambar yang berguna sebagai acuan desain karakter dan aset desain lainnya.

1.6.2 Analisis

1. Matriks Perbandingan

Menurut Tjetjep Rohendi Rohidi (2011: 247-249) matriks merupakan alat yang rapih baik bagi pengelolaan informasi maupun bagi analisis. Sebuah matriks memuat kolom dan baris, yang memunculkan dua dimensi yang berbeda, konsep atau seperangkat informasi. Matriks juga sangat berguna untuk membuat perbandingan seperangkat data, misal mengidentifikasi perbedaan dan persamaan data dalam penelitian.

Penulis menggunakan analisis matriks perbandingan dengan membandingkan motion graphic sejenis yang sudah ada.

(6)

6 1.7 Kerangka Perancangan

Dokumentasi

(7)

7 1.8 Sistematika Penulisan

Perancangan tugas akhir ini ditulis dan dibagi menjadi 5 bab yaitu Bab I hingga Bab V. Adapun isi dari bab-bab tersebut adalah sebagai berikut:

BAB I: PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang perancangan media informasi pentingnya imunisasi bagi balita, permasalahan, Ruang lingkup, tujuan perancangan, cara pengumpulan data dan analisis, kerangka perancangan dan pembabakan.

BAB II: DASAR PEMIKIRAN

Bab ini Menjelaskan dasar pemikiran dari teori-teori yang relevan untuk digunakan sebagai pijakan dalam perancangan media informasi pentingnya imunisasi pada balita ini.

BAB III: DATA DAN ANALISIS MASALAH

Pada bab ini berisi Data dan Analisis masalah yang meliputi : Data institusi, Data proyek, Data khalayak, Data proyek sejenis yang pernah dilakukan dan penilaiannya dan Data hasil observasi, wawancara, kuesioner. Kemudian menggunakan analisis SWOT.

BAB IV: KONSEP & HASIL PERANCANGAN

Bab ini berisi Konsep pesan (ide besar), Konsep kreatif (Pendekatan), Konsep media, Konsep visual, Konsep bisnis atau konsep Marketing Communication. Serta hasil perancangan, mulai sketsa hingga penerapan visual pada media.

BAB V: PENUTUP

Gambar

Gambar 1. 1 : Kerangka Perancangan

Referensi

Dokumen terkait

Menganalisa hubungan caring perawat dalam pemberian informasi dengan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Islam Purwokerto.. Bagi Rumah Sakit

Berdasarkan permasalahan yang ditemui, penulis tertarik untuk mengkaji perancangan tugas akhir ini berupa perancangan strategi desain yang dibuat menggunakan kajian

Pembangunan rumah sakit Terlaksananya pembangunan rumah sakit 27.577.876.000 0 25.000.000.000 98,09 Pengadaan Sarana dan Prasarana Alat Rumah Sakit Terlaksananya

Oleh sebab itu dari fenomena - fenomena yang terjadi mengenai rumah sakit dapat dilihat eksistensi peran public relations rumah sakit dengan menggunakan konsep public relations harus

Ardianingrum (2015) menggunakan objek perancangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yaitu Electronic Health Record (EHR) dengan menggunakan Pencil Mock-

Dari uraian tersebut, maka dapat diambil rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: bagaimana membuat perancangan sistem informasi kesehatan gigi pada Rumah Sakit Ibu

Mengaplikasikan konsep perancangan Pengembangan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Mahasaraswati Denpasar yang nyaman bagi fisik dan psikis pada pasien maupun

Perkembangan instansi pelayanan kesehatan dalam hal ini adalah rumah sakit sangan tergantung dengan pegawai, tanpa adanya pegawai maka rumah sakit tidak akan dapat berjalan dengan baik