Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jakarta melalui 3 pintu masuk (Soekarno–Hatta, Tanjung Priok, dan Halim Perdana Kusumah) pada bulan Januari 2017 mencapai 193.788 kunjungan, mengalami penurunan sebesar 14,98 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan Desember 2016 yang berjumlah 227.935 kunjungan. Namun jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan Januari 2017 meningkat sebesar 21,97 persen. Sepuluh kebangsaan yang menjadi pengunjung terbanyak ke Kota Jakarta untuk bulan Januari 2017 adalah : Tionghoa (26.923 kunjungan); Malaysia (20.049 kunjungan); Jepang (14.950 kunjungan); Saudi Arabia (14.277 kunjungan); Singapura (14.241 kunjungan); Korea Selatan (11.395); Taiwan (9.045 kunjungan);
India (7.630 kunjungan); Australia (7.298 kunjungan); Amerika (6.497 kunjungan).
Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada bulan Januari 2017 mencapai 56,75 persen, berarti turun sebesar 5,29 poin dari TPK bulan Desember 2016 yang mencapai 62,04 persen. Sedangkan jika dibandingkan dengan TPK bulan Januari 2016 yang mencapai 54,44 persen, TPK bulan Januari 2017 lebih tinggi 2,31 poin.
Rata-rata lama menginap tamu (Asing dan Indonesia) pada hotel berbintang bulan Januari 2017 adalah 1,74 hari, mengalami penurunan 0,41 hari jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap bulan Desember 2016 yang sebesar 2,15 hari.
Rasio tamu Asing terhadap tamu Indonesia untuk hotel berbintang pada bulan Januari 2017 mencapai 0,17 mengalami penurunan sebesar 0,05 poin jika dibandingkan dengan rasio bulan Desember 2016. Demikian juga jika dibandingkan dengan rasio bulan yang sama tahun lalu, rasio tamu Asing terhadap tamu Indonesia pada bulan Januari 2017 mengalami penurunan sebesar 0,03 poin.
No.14/03/31/Th.XVIII, 01 Maret 2017
P ARIWISATA DKI JAKARTA
JUMLAH WISMAN YANG MENGUNJUNGI DKI JAKARTA BULAN JANUARI 2017 TURUN 14,98 PERSEN
Wisatawan Mancanegara
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui 3 pintu masuk untuk bulan Januari 2017 mengalami penurunan sebesar 14,94 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya, atau dari 186.802 kunjungan pada bulan Desember 2016 menjadi 158.888 kunjungan pada bulan Januari 2017. Demikian juga jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan Januari 2017 mengalami penurunan sebesar 8,96 persen (Tabel 1).
BPS PROVINSI DKI JAKARTA
Sepuluh kebangsaan yang menjadi pengunjung terbanyak ke Kota Jakarta untuk bulan Januari 2017 adalah : Tionghoa (26.923 kunjungan); Malaysia (20.049 kunjungan); Jepang (14.950 kunjungan); Saudi Arabia (14.277 kunjungan); Singapura (14.241 kunjungan); Korea Selatan (11.395); Taiwan (9.045 kunjungan); India (7.630 kunjungan); Australia (7.298 kunjungan); Amerika (6.497 kunjungan). Secara total, kunjungan dari sepuluh kebangsaan itu berjumlah 132.305 kunjungan, yang berarti mencapai 68,27 persen dari keseluruhan kunjungan ke kota Jakarta. Ini menunjukkan bahwa kesepuluh negara itu sangat penting peranannya karena menjadi pasar utama kepariwisataan asing kota Jakarta.
Tabel 1.Wisatawan Mancanegara yang Mengunjungi DKI Jakarta Menurut Pintu Masuk
Bulan-Tahun
Pintu Masuk
Jumlah Soekarno-
Hatta
Tanjung Priok
Halim PK
(1) (2) (3) (4) (5)
Kunjungan
Januari 2017 189 242 3 823 723 193 788
Desember 2016 222 844 4 719 372 227 935
Januari 2016 153 503 5 066 319 158 888
Pertumbuhan (%)
Januari 2017 terhadap Desember 2016 -15,08 -18,99 94,35 -14,98
Januari 2017 terhadap Januari 2016 23,28 -24,54 126,65 21,97
Grafik 1. Perkembangan Jumlah Kunjungan Wisman ke DKI Jakarta Desember 2014 s.d Januari 2017
(Ribuan kunjungan)
196,3
174,5 178,1 208,2
166,8 195,2
179,5 179,8
258,9
218,0 203,4
223,1
191,6
158,9 171,5 208,8
193,7
193,2
156,3 222,1
276,3
234,9 243,0
225,3 227,9
193,8
100,0
150,0
200,0
250,0
300,0
Grafik 2. Jumlah Kunjungan Wisman ke DKI Jakarta Bulan Desember dan Januari Dalam Empat Tahun Terakhir
Penurunan kunjungan wisman bulan Januari tahun 2017 yang mencapai 14,98 persen terhadap bulan Desember 2016, merupakan penurunan kunjungan wisman yang keempat kali selama empat periode terakhir atau selama kurun waktu 2013 sampai 2017 terjadi empat kali penurunan kunjungan wisman.
B. Hotel
1. Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang di Jakarta bulan Januari 2017 mencapai 56,75 persen turun sebesar 5,29 poin dari TPK bulan Desember 2016. Masih untuk bulan Januari 2017, jika diamati menurut klasifikasi hotel berbintang, TPK hotel bintang satu merupakan yang tertinggi yaitu mencapai 69,30 persen. Sedangkan yang terendah adalah TPK hotel bintang lima yang hanya mencapai 50,27 persen.
Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya tingkat hunian hotel berbintang bulan Januari 2017 yang dirinci menurut klasifikasi hotel, penurunan TPK terjadi hampir pada semua klasifikasi hotel bintang, kecuali hotel bintang satu dan hotel bintang tiga yang mengalami peningkatan sebesar 2,59 poin dan 0,83 point. Sementara jika dibandingkan dengan bulan Januari 2016, TPK gabungan semua hotel berbintang untuk bulan Januari 2017 mengalami peningkatan sebesar 2,31 poin. Jika diamati menurut klasifikasi hotel bintang, peningkatan TPK tertinggi terjadi pada hotel bintang tiga sebesar 8,39 poin, diikuti hotel bintang empat sebesar 5,00 poin,hotel bintang lima sebesar 2,17 point dan hotel bintang 2 sebesar 1,72 point. Untuk klasifikasi hotel bintang lainnya penurunan hanya terjadi pada hotel bintang satu sebesar 22,98 poin. (Tabel 2).
194.499 196.298 191.632
227.935
193.017
174.525
158.888
193.788
2013 2014 2014 2015 2015 2016 2016 2017