• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN AKTUALISASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANCANGAN AKTUALISASI"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN AKTUALISASI

PENINGKATAN NILAI RATA-RATA SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA

SISWA KELAS III SDN 02 SEJIRAM KECAMATAN SEBERUANG

DISUSUN OLEH:

SRI RAHMAYANTI, S. Pd NIP. 199602112020122016

34

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU

BEKERJASAMA DENGAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

TAHUN 2021

(2)

i

LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI

JUDUL : PENINGKATAN NILAI RATA-RATA SISWA

MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS III SDN 02 SEJIRAM KECAMATAN SEBERUANG

NAMA : SRI RAHMAYANTI

PANGKAT/GOL. RUANG : PENATA MUDA/IIIa

NIP : 199602112020122016

NOMOR DAFTAR HADIR : 34

JABATAN : AHLI PERTAMA – GURU KELAS

UNIT KERJA/INSTANSI : SEKOLAH DASAR NEGERI 02 SEJIRAM

Telah disetujui untuk diseminarkan pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2021

Putussibau, 30 Juli 2021 Telah diperiksa/disetujui:

COACH MENTOR,

Sagitarisman, S.I.P. Helarius Sartono, S.Pd NIP. 198812112014021001 NIP.196504051993031012

(3)

ii

BERITA ACARA

EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III ANGKATAN CXIV DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULUTAHUN 2021

Pada hari ini Sabtu tanggal Tiga Puluh Satu bulan Juli tahun 2021 bertempat di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu ( Jl. DanauLuar No. 05 Putussibau), telah dilaksanakan Evaluasi Rancangan Aktualisasi bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan CXIV di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021, sebagai berikut :

N a m a : Sri Rahmayanti, S. Pd Pangkat / Gol. Ruang : Penata Muda/IIIa

NIP : 199602112020122016

Jabatan : Ahli Pertama-Guru Kelas

Unit kerja/Instansi : Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram Mentor : Helarius Sartono, S. Pd

Coach : Sagitarisman, S.I.P.

Penguji : Allukmanul Hakim, S.STP.,M.Eng

Judul : Peningkatan Nilai Rata-rata Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Make a Match Pada Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN 02 Sejiram Kecamatan seberuang

Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh :

MENTOR,

Helarius Sartono, S.Pd NIP. 196504051993031012

PENYAJI,

Sri Rahmayanti, S.Pd NIP. 199602112020122016 COACH,

Sagitarisman, S.I.P.

NIP. 198812112014021001

PENGUJI,

Allukmanul Hakim, S.STP.,M.Eng NIP. 198203072001121003 Mengetahui :

Plt. KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

KABUPATEN KAPUAS HULU

JANTAU, S.Sos., M.M.

Pembina Utama Muda NIP. 19690201 199010 1 001

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA

Jalan Danau Luar No.05 Putussibau 78711(0567) 21027 Fax. (0567) 21764

PUTUSSIBAU – KALIMANTAN BARAT 78711

(4)

iii

LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN AKTUALISASI

JUDUL : PENINGKATAN NILAI RATA-RATA SISWA

MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS III SDN 02 SEJIRAM KECAMATAN SEBERUANG

NAMA : SRI RAHMAYANTI

PANGKAT/GOL. RUANG : PENATA MUDA/IIIa

NIP : 199602112020122016

NOMOR DAFTAR HADIR : 34

JABATAN : AHLI PERTAMA – GURU KELAS

UNIT KERJA/INSTANSI : SEKOLAH DASAR NEGERI 02 SEJIRAM

Telah diperbaiki berdasarkan koreksi dan/atau saran Penguji pada Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III

Angkatan CXIV di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 pada hari Sabtu tanggal 31 Juli 2021 di Badan Kepegawaian dan Pengembangan

Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu

Telah diperiksa/disetujui :

COACH,

Sagitarisman, S.I.P.

NIP. 198812112014021001

Putussibau,Agustus 2021

MENTOR,

Helarius Sartono, S.Pd NIP.196504051993031012 Disetujui :

PENGUJI,

Allukmanul Hakim, S.STP.,M.Eng NIP. 198203072001121003

(5)

iv KATA PENGANTAR

Berkat rahmat Allah SWT maka Rancangan Aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil dalam Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan CXIV Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 di Putussibau bisa terselesaikan dengan semestinya. Adapun judul dari Rancangan Aktualisasi ini adalah ”Peningkatan Nilai Rata-Rata Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Make a Match Pada Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN 02 Sejiram Kecamatan Seberuang”.

Penulisan laporan ini dapat terlaksana karena kontribusi dari banyak pihak berupa bimbingan, saran, motivasi, sehingga pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada:

1. Bapak Fransiskus Diaan, S.H, selaku Bupati Kapuas Hulu;

2. Bapak Jantau, S.Sos., M.M., selaku Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu;

3. Bapak Petrus Kusnadi, S. Sos., M. Si., selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu;

4. Bapak Ig. Untong Sujono, S. Ag, selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram Kecamatan Seberuang;

5. Bapak Helarius Sartono, S. Pd, selaku mentor yang telah memberi bimbingan dan motivasi;

6. Bapak Sagitarisman, S.I.P., selaku coach yang telah dengan rela dan ikhlas memberikan waktunya untuk membimbing, mengarahkan, dan memberi saran serta nasehat kepada penulis;

7. Bapak Allukmanul Hakim, S.STP.,M.Eng, selaku penguji dalam penyusunan rancangan aktualisasi.

Putussibau, Juli 2021

Penulis

(6)

v DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN PERSETUJUAN ... i

BERITA ACARA ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan ... 3

C. Tempat dan Waktu ... 3

BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI ... 4

A. Profil Instansi ... 4

B. Profil Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram ... 5

C. Keadaan Gedung Di Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram ... 5

D. Visi, Misi, Tujuan dan Nilai-Nilai Organisasi Di Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram ... 5

E. Struktur Tugas dan Fungsi Pendidik ... 7

BAB III NILAI-NILAI DASAR DAN PERAN SERTA KEDUDUKAN ASN DALAM NKRI ... 10

A. Nilai-Nilai Dasar ASN ... 10

B. Peran Serta Kedudukan ASN ... 13

BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI ... 15

A. Identifikasi Isu dan Gagasan Pemecahan Isu ... 15

B. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan ... 21

C. Rancangan Jadwal Kegiatan ... 29

D. Jadwal Konsultasi dengan Coach ... 30

E. Jadwal Konsultasi dengan Mentor ... 31

DAFTAR PUSTAKA ... 32

BIODATA PENULIS ... 33

(7)

vi DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

2.1 Identitas dan Lokasi Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram ... 4

2.2 Data Siswa di Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram ... 4

2.3 Data Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram ... 5

2.4 Keadaan Gedung di Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram ... 5

4.1 Nilai Raport Siswa Kelas III Semester Genap ... 16

4.2 Analisis Isu dengan APKL ... 17

4.3 Analisis Isu dengan USG ... 19

4.4 Rancangan Aktualisasi ... 21

4.5 Rancangan Jadwal Kegiatan ... 29

4.6 Jadwal Konsultasi dengan Coach ... 30

4.7 Jadwal Konsultasi dengan Mentor ... 31

(8)

1 BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional, berkualitas, dan mempererat persatuan dan kesatuan NKRI yang didukung dalam Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2014. Supaya tercapainya tujuan nasional yang tercantum dalam alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diperlukan ASN yang profesional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Tujuan nasional tersebut adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Berdasarkan Peraturan LAN Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar CPNS, yang dimaksud Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam masa prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Terkait peraturan tersebut maka diperlukan pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil yang dalam hal ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Dinyatakan dalam Peraturan LAN Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar CPNS bahwa kompetensi yang dikembangkan dalam Pelatihan Dasar CPNS merupakan kompetensi pembentukan karakter PNS yang professional sesuai bidang tugas.

Keberhasilan CPNS dalam mengikuti pelatihan dasar diukur berdasarkan kemampuan menunjukkan sikap perilaku bela Negara, mengaktualisasikan

(9)

2 nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya, mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menunjukkan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas.

Satu diantara beberapa profesi yang merupakan bagian dari pegawai ASN adalah tenaga pendidik atau guru. Guru merupakan pegawai ASN yang harus mengembangkan potensi yang dimilikinya agar kinerjanya semakin membaik dan dapat memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan. Selain itu, tenaga pendidik atau guru juga dituntut memiliki karakter yang baik dalam dirinya sehingga menjadi pegawai ASN yang berkompeten, profesional, berintegritas, dan berkomitmen baik atas tugas dan fungsi yang diembannya.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam dunia pendidikan belajar dan pembelajaran merupakan suatu sistem yang membutuhkan pengajar (Guru) untuk melakukan pengolahan pengajaran secara keseluruhan.Pada kegiatan pembelajaran haruslah guru dapat mengetahui kesulitan - kesulitan yang dihadapi saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran, yang selanjutnya mencari alternatif pemecahannya.

Melalui Kegiatan habituasi, peserta pelatihan dasar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) dapat membiasakan diri untuk menerapkan nilai- nilai dasar ASN, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dilingkungan kerjanya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa. Dalam hal ini, penulis merupakan peserta pelatihan dasar yang akan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram.

Perlu diketahui juga akibat dampak dari virus COVID-19 ini tentunya kegiatan belajar mengajar akan sedikit berbeda dengan biasanya seperti harus mengutamakan protokol kesehatan diantaranya siswa/i wajib menggunakan masker, siswa/i wajib menjaga jarak selama proses belajar mengajar, siswa/i wajib mencuci tangan menggunakan sabun yang sudah disiapkan di depan

(10)

3 ruang kelas sebelum masuk keruangan kelas, kemudian siswa/i diukur suhu tubuhnya satu persatu.

Adapun upaya penulis untuk membuat perubahan nilai rata-rata pelajaran Matematika Kelas III di Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram maka penulis mengangkat judul ”Peningkatan Nilai Rata-Rata Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Make a Match Pada Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN 02 Sejiram”.

B. Tujuan

Tujuan umum dari penulisan rancangan aktualisasi ini adalah untuk menyelesaikan persyaratan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Gelombang 4 Angkatan CXIV Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021.

Adapun tujuan khusus penulisan rancangan aktualisasi bagi peserta Pelatihan Dasar CPNS adalah diharapkan mampu:

1. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yang mencakup Aktualisasi, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA).

2. Mengetahui tugas dan fungsi seorang guru.

3. Mewujudkan pelayanan publik dibidang pendidikan lebih baik agar tercapainya tujuan nasional sesuai Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

C. Tempat dan Waktu Kegiatan

Tempat pelaksanaan aktualisasi akan dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram Desa Tajau Mada Kecamatan Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu, sedangkan pelaksanaan aktualisasi yaitu pada saat off class Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Gelombang 4 Angkatan CXIV mulai tanggal 5 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 7 September 2021.

(11)

4 BAB II

GAMBARAN UMUM ORGANISASI A. Profil Instansi

Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram merupakan unit kerja pemerintah di bidang pendidikan dasar yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu.Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram terletak di desa Tajau Mada, Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.

1. Identitas dan lokasi sekolah

Tabel 2.1

Identitas dan Lokasi Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram Identitas Sekolah

1 Nama Sekolah : SD Negeri 02 Sejiram

2 NPSN : 30103047

3 Jenjang Pendidikan : SD 4 Status Sekolah : Negeri

5 Alamat Sekolah : Jl. Pipit Tengil No. 42 Sejiram

RT/RW : 02 / 0

Kode Pos : 78772

Kelurahan : Tajau Mada

Kecamatan : Kec. Seberuang Kabupaten/Kota : Kab. Kapuas Hulu Provinsi : Prop. Kalimantan Barat

Negara : Indonesia

6 Posisi Geografis : 0,4232 Lintang 111,9972 Bujur

2. Data siswa

Tabel 2.2

Data Siswa di Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram

No Nama

Rombel L P Jumlah

1 Kelas I 5 15 20

2 Kelas II 9 12 21

3 Kelas III 10 8 18

4 Kelas IV 5 8 13

5 Kelas V 10 11 21

6 Kelas VI 2 7 9

Jumlah 41 61 102

(12)

5 B. Profil Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram

Tabel 2.3

Data Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram

No Nama NIP Jabatan Pangkat/

Golongan 1 Ig. Untong Sujono, S.

Ag

1963031519850310 16

Kepala

Sekolah Pembina/IVa 2 Meri, A. Ma. Pd 1964121219850120

02 Guru Kelas Pembina/IVa

3 Achiu, A. Ma. Pd 1965113019930320

04 Guru Kelas Pembina/IVa

4 Sri Rahmayanti, S. Pd 1996021120201220

16 Guru Kelas Penata Muda/IIIa

5 Antonius Toni 1977053120140710 01

TU/Perpustak aan

Pengatur Muda TK I/IIb

6 Robinus Linggang - TU/OPS -

7 Elistiana, A. Md -

Guru Kelas SD Filial Nanga Koyan

-

8 Didi Wahyudi, S. Pd - Guru Kelas -

9 Maria Vera Verial Eni,

S. Pd - Guru Kelas -

10 Bonafitsius Saul Pane,

S. Pd - Guru Kelas -

C. Keadaan Gedung Di Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram Tabel 2.4

Keadaan Gedung di Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram Nama Ruangan Jumlah

Ruang Kelas 6 ruang Ruang Kepsek 1 ruang Ruang Kantor 1 ruang Ruang Dapur 1 ruang Perpustakaan 1 ruang

Wc Guru 1 ruang

Wc Siswa 2 ruang

Jumlah 13 ruang

D. Visi, Misi, Tujuan dan Nilai-Nilai Organisasi Di Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram

1. Visi SDN 02 Sejiram

Terwujudnya sekolah yang mampu menjadikan siswa yang cerdas, disiplin, cinta tanah air, menghargai perbedaan dalam keberagaman, beriman dan

(13)

6 berakhlak mulia serta mampu beradaptasi dengan kemajuan jaman. Visi tersebut diatas mencerminkan cita-cita sekolah yang bersumber pada keinginan dan tuntutan kemajuan.

2. Misi SDN 02 Sejiram

a. Memotivasi siswa supaya giat belajar

b. Menumbuhkan kesadaran siswa untuk menaati setiap aturan terutama tata tertib sekolah

c. Menumbuhkan sikap cinta tanah air dan menghargai perbedaan dalam keberagaman

d. Menciptakan sekolah yang bernuansa religius

e. Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan nyaman

f. Meningkatkan kompetensi siswa agar mampu bersaing dan mampu beradaptasi dengan kemajuan IPTEK

g. Memotivasi siswa supaya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi

h. Meningkatkan kedisiplinan seluruh komponen sekolah 3. Tujuan SDN 02 Sejiram

Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Merujuk pada tujuan pendidikan dasar tersebut, maka tujuan Sekolah Dasar 02 Sejiram adalah sebagai berikut:

a. Menghasilkan siswa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

b. Menghasilkan siswa yang memiliki dasar-dasar pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi

c. Menghasilkan siswa yang giat belajar, ingin maju dan dapat beradaptasi dengan kemajuan IPTEK

d. Menghasilkan siswa yang memiliki kesadaran untuk menjaga sekolah dalam hal kebersihan, keindahan, dan ketertiban

e. Menghasilkan siswa yang memiliki sikap cinta tanah air dan menghargai perbedaan dalam keberagaman

(14)

7 4. Nilai-nilai organisasi di SDN 02 Sejiram

a. Religius, adalah taat dan patuh terhadap ajaran agama.

b. Jujur, adalah mengatakan sesuatu dengan sebenar-benarnya atau sesuai kenyataan.

c. Tanggung jawab, adalah berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

d. Toleransi, adalah sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.

e. Displin, adalah taat dan patuh pada peraturan dan tata tertib.

f. Kerja sama, adalah suatu usaha bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

g. Sopan, adalah perilaku yang mencerminkan kebaikan dan keramahan kepada orang lain, terutama orang yang lebih tua.

h. Tekun, adalah rajin, keras hati, dan sungguh-sungguh

E. Struktur Tugas Dan Fungsi Pendidik

1. Struktur organisasi Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram

2. Tugas pokok dan fungsi kepala sekolah

Tugas kepala sekolah meliputi: menyusun program kerja, pelaksanaan rencana kerja, supervisi dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi manajemen. Ada 7 fungsi utama kepala sekolah meliputi:

a. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik)

Kepala Sekolah SDN 02 Sejiram Ig. Untong Sujono, S. Ag

Komite Sekolah Paulus Yopi

Wali Kelas I Maria Vera Verial Eni, S.Pd

Wali Kelas II Achiu, A.Ma.Pd

Wali Kelas III Sri

Rahmayanti, S.Pd

Wali Kelas IV Didi Wahyudi, S.Pd

Wali Kelas V Bonafitsius Saul Pane, S.Pd

Wali Kelas VI Meri, A.Ma.Pd

Operator Sekolah Robinus Linggang

Guru Kelas SD Filial Nanga Koyan

Elistiana, A. Md

Tata Usaha Antonius Toni

(15)

8 b. Kepala sekolah sebagai manajer

c. Kepala sekolah sebagai administrator d. Kepala sekolah sebagai supervisor

e. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. Kepala sekolah sebagai inovator

g. Kepala sekolah sebagai motivator 3. Tugas pokok dan fungsi guru

Tugas pokok dan fungsi guru meliputi:

a. Membuat perangkat program pengajaran (prota, promes, silabus, RPP dan KKM)

b. Melaksanakan kegiatan pembelajaran

c. Melaksanakan kegiatan penilaian proses pelajaran, ulangan harian, ulangan umum, ujian akhir

d. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian

e. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan f. Mengisi daftar nilai siswa

g. Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan) kepada guru lain dalam proses kegiatan belajar mengajar

h. Membuat alat pelajaran / alat peraga

i. Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni j. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum

k. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah

l. Mengadakan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya m. Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa

n. Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pengajaran o. Mengatur kebersihan kelas dan ruang praktikum

p. Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya q. Mengadakan penelitian tindakan kelas

F. Uraian Tugas Guru

Seorang guru dituntut memiliki kualifikasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah dan menguasai kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial seperti diatur dalam Permendiknas RI Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Tugas guru seperti dijelaskan di dalam Permendiknas Nomor 35 Tahun

(16)

9 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya antara lain:

1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan 2. Menyusun silabus pembelajaran

3. Menyusun RPP

4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran

5. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran

6. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran dikelasnya

7. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran

8. Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi

9. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawab khususnya guru kelas

10. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah/madrasah dan nasional

11. Membimbing guru pemula dalam program induksi 12. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakulikuler 13. Melaksanakan pengembangan diri

14. Melaksanakan publikasi ilmiah dan karya inovatif 15. Melakukan presentasi ilmiah

(17)

10 BAB III

NILAI-NILAI DASAR SERTA PERAN DAN KEDUDUKAN ASN DALAM NKRI

A. Nilai-Nilai Dasar ASN

Nilai dasar ASN merupakan nilai-nilai yang diperlukan dalam menjalankan fungsi ASN yang profesional, yaitu sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik dan perekat serta pemersatu bangsa. Nilai-nilai dasar ASN adalah : 1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.

Nilai – nilai dasar akuntabilitas yang di jadikan pedoman didalam rancangan aktualisasi ini adalah seperti tanggung jawab, kejelasan target, transparan, dan konsisten.

a. Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.

Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

b. Kejelasan target dalam menjelaskan cara, tindakan ataupun proses kegiatan untuk mencapai suatu tujuan.

c. Transparansi yaitu keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan

d. Konsistensi adalah sikap ketetapan atau kemantapan dalam bertindak.

2. Nasionalisme

Nasionalisme adalah pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan.

Nasionalisme memiliki pokok kekuatan dalam menilai kecintaan individu terhadap bangsa dan negaranya. Salah satu cara untuk menumbuhkan semangat nasionalisme adalah dengan menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila, pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya, setiap penyelenggara negara baik di pusat maupun di daerah.

Adapun indikator yang masuk dalam rancangan aktualisasi yaitu sebagai berikut:

(18)

11 1) Religius artinya patuh terhadap ajaran agama yang dianutnya.

2) Kerja sama adalah sebuah usaha yang dilakukan oleh beberapa orang atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama

3) Adil adalah sikap yang bebas dari diskriminasi.

4) Bertanggung jawab adalah sikap sadar manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.

5) Musyawarah adalah upaya pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah.

6) Kekeluargaan adalah sebuah rasa kepedulian yang diciptakan oleh seseorang atau kelompok agar terciptanya hubungan yang damai dan tentram.

3. Etika Publik

Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Adapun indikator etika publik yang tercantum dalam kegiatan rancangan aktualisasi adalah sebagai berikut:

a. Integritas tinggi adalah suatu sikap yang menunjukkan konsistensi yang tinggi antara tindakan dengan nilai dan prinsip.

b. Cermat adalah suatu sikap yang teliti dan berhati-hati.

c. Disiplin adalah sikap taat dan patuh terhadap aturan yang berlaku.

d. Hormat adalah perilaku yang menunjukkan menghormati kepada orang yang lebih tua.

e. Sopan adalah perilaku yang menunjukkan baik budi, baik kelakuan, beradab, santun dan tahu adat.

4. Komitmen Mutu

Standar penjaminan mutu pada setiap organisasi tentulah tidak sama mengingat visi dan arah yang akan dituju berbeda tetapi, ada beberapa nilai yang harus ada pada komitmen mutu seperti:

a. Efektivitas adalah dapat mencapai hasil sesuai dengan target.

Efektivitas organisasi tidak hanya diukur dari performa untuk mencapai target (rencana) mutu, kuantitas, ketepatan waktu, dan alokasi sumberdaya, melainkan juga diukur dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan.

(19)

12 b. Efisiensi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk

menghasilkan barang atau jasa.

c. Inovasi adalah kemampuan untuk menciptakan atau melakukan suatu perubahan yang baru.

d. Berorientasi mutu adalah salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja.

5. Anti Korupsi

Korupsi dapat diartikan sebagai perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama, material, mental dan umum. Menurut UU No. 31/1999 jo No. UU 20/2021, terdapat 7 kelompok tindak pidana korupsi yang terdiri dari : 1. Kerugian keuangan negara, 2. Suap- menyuap, 3. Pemerasan, 4. Perbuatan curang, 5. Penggelapan dalam jabatan, 6. Benturan kepentingan dalam pengadaan, 7. Gratifikasi. Maka dari itu, anti korupsi berarti segala tindakan yang bertujuan untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi. Didalam aktualisasi ini nilai dasar anti korupsi yang dijadikan acuan adalah sebagai berikut:

a. Mandiri adalah pembentukan karakter yang kuatb pada diri seseorang menjadi tidak bergantung terlalu banyak kepada orang lain.

b. Berani adalah memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan.

c. Bertanggung jawab adalah mampu mempertanggung jawabkan kewajiban.

d. Jujur adalah perkataan sesuai dengan kenyataan yang sebenar- benarnya.

e. Disiplin adalah sikap taat dan patuh terhadap aturan yang berlaku.

f. Adil adalah suatu sikap yang tidak memihak dan bebas dari diskriminasi.

(20)

13 B. Peran dan Kedudukan ASN

Peran dan kedudukan ASN menjadi hal penting bagi para PNS agar dapat menjalankan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa sehingga mampu mengelola tantangan dan masalah keragaman sosial-kultural dengan menggunakan perspektif whole of government dalam mendukung pelaksanaan tugas jabatannya dalam melayani publik (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat, 2019).

1. Manajemen Aparatur Sipil Negara

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil negara yang unggul selaras dengan pekembangan zaman. Pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat serta pemersatu bangsa. ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN.Kode Etik dan Kode Perilaku yang diatur dalam UU ASN menjadi acuan bagi para ASN dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2015). Didalam aktualisasi ini nilai dasar manajemen ASN yang dijadikan acuan adalah sebagai berikut:

a. Akuntabilitas adalah suatu sikap yang mencerminkan tindakan pertanggungjawaban atas hasil yang diperoleh.

b. Netralitas adalah suatu sikap bebas dari pengaruh atau tidak memihak.

c. Keterbukaan adalah sikap yang tidak menutup-nutupi hal yang seharusnya tidak bole ditutupi dari orang lain.

d. Nondiskriminatif adalah tidak membeda-bedakan dari sudut pandang apapun.

2. Whole of Government

Whole of Goverment (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dan keseluruhan sektor dalam ruang lingkup

(21)

14 koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program, pelayanan publik. Oleh karenanya, WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan. WoG menekankan adanya penyatuan keseluruhan (whole) elemen pemerintahan (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2015). Didalam aktualisasi ini nilai dasar WoG yang dijadikan acuan adalah sebagai berikut:

a. Kolaborasi adalah bentuk kerja sama, interaksi, kompromi seseorang kepada orang lain.

b. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu orang kepada orang lain.

c. Partisipasi adalah keterlibatan seseorang dalam situasi baik secara mental, pikiran, atau emosi dan perasaan yang mendorongnya untuk memberikan usaha mencapai tujuan.

3. Pelayanan Publik

Menurut UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Terdapat 3 (tiga) unsur dalam pelayanan publik, yaitu organisasi penyelenggara pelayanan publik, penerima layanan (pelanggan), kepuasan yang diberikan atau diterima oleh penerima layanan (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2015).

a. Partisipatif adalah peran serta seseorang untuk mencapai tujuan

b. Transparan adalah sikap keterbukaan supaya orang lain bisa bertanya dan menyampaikan pendapat

c. Mudah dan murah artinya dalam penyelenggaraannya tidak sulit atau berbelit-belit dan terjangkau.

(22)

15 BAB IV

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Identifikasi Isu dan Gagasan Pemecahan Isu

Berdasarkan Wikipedia yang memuat pendapat dari Barry Jones dan Chase menyatakan bahwa isu adalah sebuah masalah yang belum terpecahkan yang siap diambil keputusannya. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa isu merupakan suatu akar permasalahan yang harus dipecahkan dan siap diambil keputusan untuk pemecahannya.

Didalam rancangan aktualisasi ini penulis merujuk kepada isu-isu yang terjadi di ranah pendidikan. Isu-isu didalam ranah pendidikan ini biasanya terjadi pada proses pembelajaran. Isu-isu yang akan penulis tampilkan di rancangan aktualisasi ini adalah isu-isu yang mana diperoleh dari proses pembelajaran pada siswa kelas III SDN 02 Sejiram Kecamatan Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu. Adapun isu-isu tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kurangnya kesadaran siswa dalam menerapkan prokes

Di masa pandemi ini kita harus mematuhi protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran COVID-19 sehingga semua siswa dan dewan guru harus menerapkan protokol kesehatan. Tetapi, masih adanya siswa yang tidak tertib dalam menerapkan prokes contohnya masih ada siswa yang tidak memakai masker, ada juga siswa yang masih tidak menjaga jarak antar siswa atau melakukan perkumpulan.

2. Rendahnya nilai rata-rata seluruh siswa kelas III pada mata pelajaran matematika dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya

Isu ini didapatkan dari hasil data nilai-nilai siswa, yang mana nilai rata-rata mata pelajaran matematika siswa kelas III adalah yang paling rendah dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya, yaitu 66,4.

(23)

16 Tabel 4.1 Nilai raport siswa kelas III semester genap

Nama PKn BI MM Penjas SBK Mulok Agama Jlh Rata- rata

Karin 75 75 78 76 70 76 76 526 75,14

Princess 72 73 75 72 70 73 73 508 72,57

Tika Sari 71 73 70 70 71 71 72 498 71,14

Steven E 72 73 70 71 70 70 75 501 71,57

Monita 62 62 61 63 65 61 60 434 62

Alvin 72 73 72 72 72 72 73 506 72,29

Jesica 71 70 70 72 73 70 75 501 71,57

Tiara 60 60 56 60 60 60 60 416 59,43

Steven M 62 61 56 62 62 61 60 424 60,57

Lingka 62 61 56 62 61 61 60 423 60,43

Jumlah 679 681 664 680 674 675 684 Rata-rata 67,9 68,1 66,4 68 67,4 67,5 68,4

Sumber : Data raport siswa Kelas III di Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram 3. Kurangnya sarana dan prasarana sekolah

Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dan bahan untuk mencapai maksud dan tujuan. Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses. Yang meliputi sarana yakni peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya. Yang meliputi prasarana yakni lokasi, ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboraturium sains, ruang laboraturium komputer dan lainnya. Sedangkan di sekolah ini masih ada sarana dan prasarana yang kurang seperti belum adanya ruang UKS, belum adanya ruang laboraturium sains, dan belum adanya ruang komputer, dan buku pelajaran juga terbatas.

Dalam upaya menyikapi isu-isu aktual serta tantangan perubahan dan perkembangan yang terjadi berdasarkan tugas pokok dan fungsi guru, perlu ditentukan skala prioritas permasalahan yang akan ditangani.

Penentuan isu aktual prioritas tersebut dilakukan dengan menggunakan skala dengan rentang angka dari 1-5 yang menyatakan bahwa isu tersebut: (1) = Sangat Tidak Penting; (2) = Kurang Penting; (3) = Cukup Penting; (4) = Penting dan (5) = Sangat Penting. Skala penilaian ini berpedoman pada 4 (empat) kriteria isu yaitu isu bersifat Aktual, Problematik, Khalayak dan Layak atau biasa di singkat APKL sebagai berikut:

(24)

17 Tabel 4.2 Analisis Isu dengan APKL

No Isu Kriteria

Jumlah Rank A P K L

1. Kurangnya kesadaran siswa

dalam menerapkan prokes 5 4 4 2 15 II

2.

Rendahnya nilai rata-rata seluruh siswa kelas III pada mata pelajaran matematika dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya

5 5 3 4 17 I

3. Kurangnya sarana dan prasarana

sekolah 4 2 2 2 10 III

Berdasarkan hasil analisis isu-isu tersebut menggunakan analisis APKL, maka isu aktual yang menjadi prioritas penulis yaitu “Rendahnya nilai rata-rata seluruh siswa kelas III pada mata pelajaran matematika dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya” dengan skor 17. Apabila isu tersebut tidak diselesaikan maka akan berdampak bagi siswa pada nilai akhir semester yang menjadi penentu kenaikan kelas. Adapun faktor- faktor penyebab dari isu tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kurangnya motivasi siswa untuk belajar

Motivasi adalah dorongan dari dalam diri siswa untuk mengadakan perubahan tingkah laku. Motivasi mempunyai indikator- indikator untuk mengukurnya, seperti adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, dan adanya lingkungan belajar yang kondusif. Motivasi seharusnya dimiliki siswa untuk dapat bersemangat dan aktif dalam mengikuti pembelajaran. Kurangnya motivasi siswa terlihat ketika siswa mengerjakan tugas yang diberikan, siswa tidak peduli jika jawaban soalnya salah, siswa juga kurang aktif ketika diminta mengerjakan soal di papan tulis, siswa juga tidak bertanya ketika ada materi pembelajaran yang tidak dimengerti. Sehingga pemahaman siswa terhadap materi pelajaran sangat kurang dan bisa mempengaruhi nilai siswa.

(25)

18 2. Kurangnya fasilitas belajar yang menunjang dalam proses pembelajaran

Fasilitas belajar adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar dalam proses pembelajaran. Fasilitas belajar disekolah antara lain: buku-buku pelajaran, alat peraga, dan media pembelajaran.

Kurangnya fasilitas belajar yang menunjang dalam proses pembelajaran seperti terbatasnya buku-buku pelajaran, kurangnya alat pembelajaran yang menunjang dalam pembelajaran matematika, tidak ada LKS dan bahan ajar lainnya. Hal tersebut tentu akan mempengaruhi pemahaman siswa mengenai materi pelajaran yang diajarkan guru. Jika materi yang disampaikan guru kurang dipahami oleh siswa dengan baik maka nantinya akan berpengaruh terhadap nilai siswa.

3. Kurang variatifnya model pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 02 Sejiram

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial. Yang mana seharusnya guru menggunakan model pembelajaran yang bervariasi supaya pembelajaran menarik dan menyenangkan sehingga dalam pembelajaran matematika siswa tidak mudah bosan dan aktif. Tidak menggunakan model pembelajaran yang kuno dan monoton tentu akan membuat siswa semangat dalam mengikuti pembelajaran seperti model pembelajaran kooperatif yang menekankan siswa belajar sambil bermain.

Untuk menentukan penyebab utama isu dalam rancangan aktualisasi ini, maka perlu dilakukan dengan menggunakan alat bantu tapisan lainnya yaitu USG. U artinya Urgency, S artinya Seriousness, G artinya Growth. Urgency artinya seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis, dan ditindaklanjuti. Seriousness artinya seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang akan ditimbulkan. Growth artinya seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani segera. Rentang penilaian 1-5 yang menyatakan isu tersebut: (1) = Sangat Tidak Penting; (2) = Kurang Penting; (3) = Cukup Penting; (4) = Penting dan (5) = Sangat Penting.

(26)

19 Tabel 4.3 Analisis Isu dengan USG

No Isu Kriteria

Jumlah Rank U S G

1 Kurangnya motivasi siswa untuk

belajar 4 3 3 10 II

2

Kurangnya fasilitas belajar yang menunjang dalam proses pembelajaran

3 3 3 9 III

3

Kurang variatifnya model pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 02 Sejiram

5 4 4 13 I

Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode USG maka didapatkan penyebab utama dari isu adalah “Kurang variatifnya model pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 02 Sejiram” dari hasil analisis sistem tersebut, ditetapkan judul penulisan yaitu:

”Peningkatan Nilai Rata-Rata Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Make a Match Pada Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN 02 Sejiram Kecamatan Seberuang”.

Model pembelajaran kooperatif Make a Match adalah model pembelajaran yang dilakukan dengan mencari pasangan melalui kartu-kartu, dimana kartu tersebut berisi kartu pertanyaan atau soal dan kartu yang berisi jawaban dari pertanyaan atau soal tersebut. Model pembelajaran kooperatif Make a Match bertujuan untuk menumbuhkan sikap saling menghormati, tanggung jawab, meningkatkan percaya diri dalam menyelesaikan suatu masalah, model pembelajaran yang menuntut anak didik aktif dalam pembelajaran.

Langkah-langkah model pembelajaran Make a Match adalah sebagai berikut:

1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa soal dan jawaban.

2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu

3. Setiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang

4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya

5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu habis akan diberi poin

(27)

20 6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu

yang berbeda dari sebelumnya 7. Demikian seterusnya

8. Kesimpulan/penutup

Dengan demikian kegiatan yang muncul di rancangan aktualisasi yaitu:

1. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 2. Menyiapkan dan membuat bahan dan alat pembelajaran 3. Membuat soal dan menyusun instrumen penilaian

4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran

5. Melakukan kegiatan evaluasi dan menganalisis, serta melaporkannya

(28)

21 B. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Adapun keterkaitan substansi mata pelatihan dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dalam rancangan aktualisasi dapat dilihat sebagaimana tabel dibawah ini:

Tabel 4.4 Rancangan Aktualisasi Unit Kerja Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram

Identifikasi Isu

1. Kurangnya kesadaran siswa dalam menerapkan prokes

2. Rendahnya nilai rata-rata seluruh siswa kelas III pada mata pelajaran matematika dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya

3. Kurangnya sarana dan prasarana sekolah

Isu Yang Diangkat Rendahnya nilai rata-rata seluruh siswa kelas III pada mata pelajaran matematika dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya

Gagasan Pemecahan Isu

Peningkatan Nilai Rata-Rata Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Make a Match Pada Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN 02 Sejiram Kecamatan Seberuang

No

Kegiatan dan Output/Hasil

Kegiatan

Tahapan Kegiatan

Proses Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Nilai-Nilai Dasar

PNS

Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi dan Nilai-Nilai

Organisasi

1 2 3 4 5

1 Kegiatan:

Menyusun rencana pelaksanaan

pembelajaran (RPP) Matematika

Kelas III Materi Perkalian

1. Melakukan

konsultasi dengan mentor dan kepala sekolah tempat aktualisasi

1. Saya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan mentor dan kepala sekolah dalam penyusunan RPP

yang akan digunakan

(Nasionalisme: Kerja sama) (Pelayanan Publik: Partisipatif).

Saya akan berkomunikasi dengan bahasa yang santun dan berpakaian yang sopan (Etika Publik: Sopan) (WoG: Komunikasi).

Kontribusi terhadap visi - misi:

Dengan tersedianya RPP, maka akan mendukung pencapaian visi - misi organisasi yaitu “Meningkatkan kedisiplinan seluruh komponen sekolah”

Penguatan nilai-nilai organisasi:

Dengan tersedianya RPP, maka saya memperkuat nilai-nilai organisasi yaitu Tanggung jawab, Disiplin

(29)

22 Output/Hasil

Kegiatan:

Tersedianya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

2. Menyiapkan silabus pelajaran

Matematika dan menentukan SK dan KD yang akan digunakan

3. Menentukan bahan ajar dan materi ajar yang sesuai

2. Setelah berkonsultasi dengan mentor dan kepala sekolah, saya akan menyiapkan silabus untuk melihat SK dan KD yang akan digunakan (Akuntabilitas: Tanggung Jawab).

Saya akan mengerjakan RPP sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. (Akuntabilitas: Konsisten).

Selanjutnya saya akan menentukan indikator-indikator dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai dengan benar dan tepat (Etika Publik: Integritas Tinggi)

3. Saya akan secara mandiri mencari referensi dari internet untuk menambah ilmu tentang cara menjelaskan materi perkalian dengan cara sambil belajar dan bermain untuk menunjang pembelajaran yang menyenangkan(Anti Korupsi:

Mandiri). Saya akan menentukan bahan ajar dan materi ajar yang menunjang proses pembelajaran di dalam kelas sehingga nilai rata-rata matematika siswa dapat meningkat dan proses pembelajaran yang lebih menyenangkan hati siswa (Komitmen Mutu: Berorientasi pada Mutu)

(30)

23 4. Menentukan

langkah-langkah pembelajaran dan alokasi waktu dalam proses pembelajaran

5. Membuat Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP)

6. Mencetak Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP)

7. Menyerahkan RPP kepada Kepala Sekolah

4. Saya akan menentukan langkah- langkah pembelajaran secara sistematis dan alokasi waktu yang disesuaikan dengan model pembelajaran yang akan digunakan agar proses pembelajaran lebih menarik dan sesuai target atau tujuan yang akan dicapai (Akuntabilitas: Kejelasan Target) 5. Saya akan menyusun RPP sesuai

SK, KD, Indikator dan tujuan pembelajaran secara sistematis yang telah disesuaikan dengan silabus (Akuntabilitas: Kejelasan Target) (Manajemen ASN: Akuntabilitas).

6. Saya akan berhati-hati mencetak RPP sesuai dengan yang telah saya buat (Akuntabilitas: Tanggung Jawab)

7. Setelah RPP dicetak saya akan menyerahkan RPP kepada kepala sekolah untuk ditandatangani dan dijadikan arsip sekolah sehingga sesuai dengan aturan yang berlaku (Etika Publik: Disiplin)

2 Kegiatan :

Menyiapkan bahan dan membuat alat pembelajaran

1. Menentukan bahan

dan alat

pembelajaran

1. Saya akan menentukan bahan dan alat pembelajaran yang mudah dibuat dan menyenangkan bagi siswa sesuai dengan model pembelajaran supaya dapat mencapai tujuan pembelajaran (Akuntabilitas: Kejelasan Target)

Kontribusi terhadap visi - misi sekolah: dengan tersedianya alat pembelajaran, maka akan mendukung pencapaian visi - misi yaitu “Memotivasi siswa supaya giat belajar”

Penguatan nilai-nilai Organisasi:

Gambar

Tabel 4.4 Rancangan Aktualisasi  Unit Kerja  Sekolah Dasar Negeri 02 Sejiram
Tabel 4.5Rancangan Jadwal Kegiatan  Nama Peserta  : Sri Rahmayanti, S.Pd
Tabel 4.6 Jadwal Konsultasi dengan Coach  Nama Peserta  : Sri Rahmayanti
Tabel 4.7 Jadwal Konsultasi dengan Mentor  Nama Peserta  : Sri Rahmayanti

Referensi

Dokumen terkait

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa harga jual adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi suatu barang atau jasa ditambah

Berdasarkan pada hasil Uji F yang telah dilakukan , maka dapat diperoleh bahwa variabel CKPN, ALR, BOPO, IRR, GCG, ROA dan ETA secara bersama – sama memiliki

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan sistem penerimaan kas dari penjualan tunai adalah suatu prosedur yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan penerimaan uang

Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah

Dengan melihat pengertian tersebut, akuntabilitas dapat diartikan sebagai kewajiban pemegang amanat (gereja) untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan,

Strategi yang telah ditetapkan dalam perumusan strategi dijadikan alat untuk menerjemahkan tujuan perusahaan menjadi sasaran-sasaran strategic ke dalam empat perspektif

Optimalisasi Pembiayaan Dalam Negeri 31 Optimalisasi pembiayaan dalam negeri Kampanye pemahaman instrumen investasi dalam negeri Meningkatkan Financial Literacy Meningkatkan

Menurut Maulana (2011) setelah bibit dipisahkan dari tanaman induknya, daun pertama mendapatkan energi untuk pertumbuhannya berasal dari cadangan makanan pada banir